<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>BMKG &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bmkg/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Jul 2023 12:17:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>BMKG &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kondisi Cuaca Tak Menentu, Berikut Keterangan BMKG di Wilayah Malang Raya</title>
		<link>https://memontum.com/kondisi-cuaca-tak-menentu-berikut-keterangan-bmkg-di-wilayah-malang-raya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jul 2023 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berikut]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[keterangan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menentu,]]></category>
		<category><![CDATA[raya]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192408</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Meskipun saat ini sudah memasuki musim kemarau, namun kondisi cuaca di wilayah Malang Raya, masih sering kali diselimuti awan mendung dan terkadang diguyur hujan. Karenanya, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur, Linda Fitrotul Muzayanah, memberikan penjelasan mengenai beberapa faktor yang terjadi tersebut. Disampaikan Linda, berdasarkan pantauan BMKG Jawa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Meskipun saat ini sudah memasuki musim kemarau, namun kondisi cuaca di wilayah Malang Raya, masih sering kali diselimuti awan mendung dan terkadang diguyur hujan. Karenanya, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur, Linda Fitrotul Muzayanah, memberikan penjelasan mengenai beberapa faktor yang terjadi tersebut.</p>



<p>Disampaikan Linda, berdasarkan pantauan BMKG Jawa Timur, salah satu faktor penyebab kondisi cuaca tersebut adalah adanya daerah konvergensi di sebelah Utara Laut Jawa. Daerah tersebut, menyebabkan perlambatan angin di sekitar Jawa bagian Timur, yang kemudian mengakibatkan berkumpulnya massa udara.</p>



<p>Hal ini, ujarnya, meningkatkan kecenderungan pertumbuhan awan hujan dan terlihat adanya belokan angin di lapisan 3000 kaki. &#8220;Meskipun sebagian wilayah Jawa Timur sudah memasuki musim kemarau, namun daerah Lumajang bagian Barat Daya dan wilayah Malang bagian Tenggara, khususnya daerah Ampelgading, masih belum sepenuhnya memasuki musim kemarau,&#8221; jelas Linda saat dihubungi Selasa (04/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain faktor konvergensi di sebelah Utara Laut Jawa, faktor penyebab kedua adalah adanya gangguan atmosfer yang dikenal sebagai Madden Julian Oscillation (MJO) atau gelombang atmosfer di wilayah tropis yang berkembang di Samudera Hindia. Meskipun, MJO saat ini dinilai mendekati netral, namun cuaca masih tidak stabil.</p>



<p>“Tidak hanya itu, kelembaban udara yang tinggi di lapisan 850 mb juga memainkan peran dalam kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini. Sehingga, atmosfer di daerah tropis sangat dinamis dan mudah berubah. Jadi, tidak selalu di musim kemarau tidak ada hujan sama sekali. Karena terdapat faktor-faktor tertentu yang dapat menyebabkan potensi hujan,” ucapnya.</p>



<p>Terlebih, data BMKG saat ini menunjukkan bahwa dalam prakiraan dasarian, masih terdapat potensi hujan di selatan Jawa Timur. Meskipun musim kemarau telah dimulai di sebagian wilayah Jawa Timur, masyarakat di Malang Raya perlu tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang masih belum stabil. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192408</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Respon Prediksi Musim Kemarau, BMKG Ingatkan Warga Malang Raya Beberapa Poin</title>
		<link>https://memontum.com/respon-prediksi-musim-kemarau-bmkg-ingatkan-warga-malang-raya-beberapa-poin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jun 2023 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Prediksi Musim Kemarau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190309</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Memasuki musim kemarau di Juni ini, Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Sidoarjo, memprediksi akan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan. Sehingga, perlu adanya antisipasi dan kewaspadaan dari masyarakat. Kepala Stasiun Klimatologi UPT BMKG Karangploso, Kabupaten Malang, Anung Suprayitno, mengatakan jika wilayah Kota Malang dengan Kabupaten Malang, itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotamalang.memontum.com">Kota Malang</a></strong> &#8211; Memasuki musim kemarau di Juni ini, Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Sidoarjo, memprediksi akan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan. Sehingga, perlu adanya antisipasi dan kewaspadaan dari masyarakat.</p>



<p>Kepala Stasiun Klimatologi UPT BMKG Karangploso, Kabupaten Malang, Anung Suprayitno, mengatakan jika wilayah Kota Malang dengan Kabupaten Malang, itu berbeda. Sehingga, dampak yang terjadi pun juga akan berbeda. Untuk di Kota Malang sendiri, ketika kekeringan itu rawan terjadi kebakaran di pemukiman penduduk.</p>



<p>“Kalau potensi kekeringan di kota, itu lebih ke kebakaran pemukiman. Di puncak-puncak musim kemarau, kemudian diikuti indeks kekeringannya tinggi. Kemudian tiupan angin dan sebagainya, itu biasanya kebakaran-kebakarannya bukan hutan dan lahan,” jelas Anung, Rabu (07/06/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkan Anung, jika di tahun 2023 ini potensi kekeringan akan lebih tinggi dibandingkan tiga tahun terakhir. Sehingga, sektor yang paling berdampak adalah di sektor hidrologi atau secara langsung berpengaruh pada pertanian.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Kalau pertanian, itu yang penting petaninya mentaati kalender tanam. Kalau polanya, disarankan dua padi atau tiga padi, itu tidak masalah. Tetapi kalau irigasinya, cukup. Karena di sini, konteksnya adalah kekeringan meteorologis, kekeringan berdasar ada tidaknya curah hujan,” imbuhnya.</p>



<p>Selain itu, pihaknya juga menyebut jika di Kabupaten Malang, akan berpotensi dalam kekurangan ketersediaan air bersih. Sedangkan di wilayah perkotaan, akan lebih memiliki pasokan air bersih yang relatif stabil, di mana Perusahaan Air Minum (PAM) setempat tetap berjalan lancar.</p>



<p>&#8220;Jadi, karena kenyamanan suplai air bersih di kota, itu pasti relatif tidak rawan. PAM jalan terus. Makanya, kalau kita lihat dokumen kontijensi kekeringan, di kota hampir tidak menyusun itu. Beda dengan di kabupaten, kabupaten itu titik kekeringannya, dropping-dropping air bersih pasti jatuhnya di kabupaten, bukan di kota,” lanjutnya.</p>



<p>Karena itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh warga masyarakat di wilayah Malah Raya, agar dapat mengurangi kegiatan yang dilakukan di luar ruangan. Serta, memperhatikan langkah-langkah pencegahan kebakaran di permukiman.</p>



<p>&#8220;Kalau musim kemarau, inikan tentu kenaikan suhu, kondisi alam akan menjadi agak panas, seperti itu saja. Bagi warga kota, yang perlu diwaspadai itu dikurangi kegiatan yang outdoor atau kegiatan di luar ruangan. Karena kan kalau panas bisa menimbulkan dehidrasi,” katanya.</p>



<p>Sebagai informasi, meskipun telah memasuki musim kemarau, namun BMKG Juanda Sidoarjo memprediksi masih adanya potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di wilayah-wilayah tertentu. Untuk di wilayah Malang Raya, tidak terdampak adanya potensi hujan lebat. Namun, tetap perlu diwaspadai.&nbsp;<strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190309</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jalin Kerja Sama dengan BMKG, BPBD Kota Malang Beri Pelatihan Relawan Mengenai Aplikasi Disaster</title>
		<link>https://memontum.com/jalin-kerja-sama-dengan-bmkg-bpbd-kota-malang-beri-pelatihan-relawan-mengenai-aplikasi-disaster</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jun 2023 08:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[Relawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190241</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; 57 relawan dari masing-masing kelurahan di Kota Malang, mengikuti pelatihan responder aplikasi disaster, yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), di salah satu hotel Kota Malang, Selasa (06/06/2023) tadi. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno, Kepala Stasiun Metrologi Kelas I BMKG, Juanda Sidoarjo, Taufiq [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotamalang.memontum.com">Kota Malang</a></strong> &#8211; 57 relawan dari masing-masing kelurahan di Kota Malang, mengikuti pelatihan responder aplikasi disaster, yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), di salah satu hotel Kota Malang, Selasa (06/06/2023) tadi.</p>



<p>Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno, Kepala Stasiun Metrologi Kelas I BMKG, Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan, Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintah, dan Politik Pemkot Malang, Tabrani, Kepala Inspektorat Pemkot Malang, Mulyono, dan Kepala Satpol PP Kota Malang, Heru Mulyono, serta Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani.</p>



<p>Kalaksa BPBD Kota Malang, Prayitno, menyampaikan jika melalui kegiatan tersebut pihaknya ingin menyiapkan tim atau personel dari setiap kelurahan, agar mampu membuat berita atau informasi yang up to date (terkini) dan akurat. Sehingga, laporan yang diterima dan yang disampaikan kepada pimpinan sesuai dengan di lapangan.</p>



<p>“Jadi nanti harapannya harus pasti, terkait siapa yang melapor, di mana, dan tingkat kerusakannya seperti apa, itu sedang kami latih. Jadi jangan sampai semua berita yang masuk di medsos itu ditelan semuanya. Karena pimpinan butuh pengambilan keputusan, keakuratan sistem yang dipakai. Sehingga, laporan yang diterima itu juga proporsional,” jelas Prayitno, seusai membuka kegiatan.</p>



<p>Pria yang pernah menjabat sebagai Camat Kedungkandang ini, juga menyampaikan jika bencana itu tanggung jawab bersama. Sehingga, butuh personil yang dilatih dan teridentifikasi dengan jelas.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Jadi, kami melibatkan warga kelurahan yang asli di situ. Karena mereka siang dan malam, itu akan syandby di sana. Otomatis, kecepatannya bisa kami andalkan dan kami juga meminta mereka terhubung dengan pak lurah wilayahnya,” katanya.</p>



<p>Terkait dengan pelatihan yang diberikan tersebut, tentu untuk semua bencana yang terjadi. Karena bencana itu sesuatu yang tidak terduga, yang tidak diinginkan, dan mengakibatkan kerugian harta benda serta mengancam nyawa.</p>



<p>“Misalnya bencana itu berpotensi menjadi ancaman, maka segera laporkan, biar kami cepat mengambil langkah. Kami juga akan terkoneksi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC), sehingga akan dengan mudah mengambil tindakan,” lanjutnya.</p>



<p>Kemudian, dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan penandatangan nota kesepahaman tentang pelayanan Informasi Metrologi, Klimatologi, dan Geofisika dalam rangka penanggulangan bencana di wilayah Kota Malang, antara Pemkot Malang dengan BMKG Juanda Sidoarjo.</p>



<p>“Jadi penandatangan itu tadi tentang support data potensi kebencanaan. Kalau BPBD Kota Malang itu yang menyediakan lapangan, kami BMKG itu yang mengisi dashboard supaya diisi oleh masyarakat. Info-info potensi kebencanaan hidrometeorologi yang terjadi di Kota Malang, itu kerja samanya,” ucap Kepala Stasiun Metrologi Kelas I BMKG, Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakan Taufiq, jika dari kerja sama yang dilakukan tersebut, menghasilkan sebuah aplikasi disaster. Sehingga, masyarakat khususnya para relawan bisa menindaklanjuti informasi dari BMKG, yang disampaikan melalui dashboard BPBD Kota Malang.</p>



<p>“Tentu kami dari BMKG itu mendukung BPBD terkait dengan informasi kebencanaan hidrometeorologi, kemudian juga support data tentang potensi kebencanaan hidrometeorologi,” imbuh Taufiq.&nbsp;<strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190241</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mitigasi Bencana, Wali Kota Bengkulu Minta Masyarakat Tanggap Peringatan BMKG</title>
		<link>https://memontum.com/mitigasi-bencana-wali-kota-bengkulu-minta-masyarakat-tanggap-peringatan-bmkg</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 May 2023 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Bengkulu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=188308</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bengkulu &#8211; Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan, meminta kepada seluruh masyarakat untuk dapat mengindahkan dan menindaklanjuti peringatan dini terkait cuaca di Kota Bengkulu dari BMKG. Hal itu disampaikan wali kota, agar warga masyarakat tidak kembali menjadi korban dari cuaca ekstrem yang terjadi di Kota Bengkulu. Cuaca ekstrem ini, ujar Wali Kota Helmi, perlu diwaspadai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum </strong><a href="https://bengkulu.memontum.com/"><strong>Bengkulu</strong> </a>&#8211; Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan, meminta kepada seluruh masyarakat untuk dapat mengindahkan dan menindaklanjuti peringatan dini terkait cuaca di Kota Bengkulu dari BMKG. Hal itu disampaikan wali kota, agar warga masyarakat tidak kembali menjadi korban dari cuaca ekstrem yang terjadi di <a href="https://bengkulu.memontum.com/">Kota Bengkulu</a>.</p>



<p>Cuaca ekstrem ini, ujar <a href="https://bengkulu.memontum.com/">Wali Kota Helmi</a>, perlu diwaspadai dan antisipasi sedini mungkin. Apalagi, Kota Bengkulu memang daerah yang rawan bencana. Karenanya, salah satu dari sekian banyak antisipasi dan usaha yang dilakukan oleh <a href="https://bengkulu.memontum.com/">Pemkot Bengkulu</a>, ialah membuat Allah rida dan sayang dengan melaksanakan protokol langit dan program mitigasi langit.</p>



<p>Baca Juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pbi-dinonaktifkan-bpjs-malang-pastikan-warga-tak-mampu-bisa-aktifkan-kembali-kepesertaan">PBI Dinonaktifkan, BPJS Malang Pastikan Warga Tak Mampu Bisa Aktifkan Kembali Kepesertaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-dituntut-3-tahun-10-bulan">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Dituntut 3 Tahun 10 Bulan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pansus-iii-dprd-trenggalek-matangkan-raperda-fasilitasi-penyelenggaraan-ponpes-dan-madrasah">Pansus III DPRD Trenggalek Matangkan Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Ponpes dan Madrasah</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-stabilitas-harga-dan-ketersediaan-bahan-bupati-banyuwangi-dan-forkopimda-pantau-pasar">Pastikan Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bahan, Bupati Banyuwangi dan Forkopimda Pantau Pasar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/capaian-imunisasi-massal-campak-di-kota-malang-tembus-95-persen">Capaian Imunisasi Massal Campak di Kota Malang Tembus 95 Persen</a></li>
</ul>


<p>“Di Kota Bengkulu, sebenarnya kita sudah mempersiapkan semua. Ada mitigasi bencana dan ada mitigasi langit,&#8221; kata Wali Kota Helmi, Selasa (09/05/2023) tadi.</p>



<p>Adapun program mitigasi langit yang masih digalakkan hingga saat ini, tambahnya, yakni sedekah nasi bungkus, sedekah 2 ribu dan program lainnya. Dengan harapan, Allah akan jaga Kota Bengkulu ini, sehingga tidak dijatuhkan bencana.&nbsp;<strong>(mc/bkl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">188308</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BMKG Juanda Perkirakan Dua Kecamatan di Kota Malang Masuk Level Waspada Dampak Hujan Lebat</title>
		<link>https://memontum.com/bmkg-juanda-perkirakan-dua-kecamatan-di-kota-malang-masuk-level-waspada-dampak-hujan-lebat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Mar 2023 12:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca buruk]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Lebat]]></category>
		<category><![CDATA[hujan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=184403</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda merilis jika di beberapa wilayah Kota Malang, atau tepatnya di Kecamatan Blimbing dan Kecamatan Lowokwaru, bakal terjadi level waspada cuaca berbasis dampak hujan lebat. Prakirawan BMKG Juanda, Levi Ratnasari, mengatakan jika dampak dari hujan lebat itu diperkirakan bisa terjadi tanah longsor dan terjadi peningkatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda merilis jika di beberapa wilayah Kota Malang, atau tepatnya di Kecamatan Blimbing dan Kecamatan Lowokwaru, bakal terjadi level waspada cuaca berbasis dampak hujan lebat.</p>



<p>Prakirawan BMKG Juanda, Levi Ratnasari, mengatakan jika dampak dari hujan lebat itu diperkirakan bisa terjadi tanah longsor dan terjadi peningkatan aliran sungai jika area berada di dekat dengan sungai. &#8220;Jadi, untuk wilayah Malang (kota, red) sendiri, kami memang mengeluarkan di level waspada. Mengingat di Maret ini masih musim penghujan, meskipun intensitas hujan tidak setinggi di bulan Februari justru itu yang perlu diwaspadai,” jelas Levi, saat dihubungi, Sabtu (04/03/2023) tadi.</p>



<p>Menurutnya, ketika intensitas hujan menurun, maka otomatis penyinaran matahari atau udara terasa panas akan sering terjadi. Sebab, dengan intensitas matahari yang tinggi akan menyebabkan konvektivitas yang tinggi di suatu wilayah.</p>



<p>“Mengingat wilayah Malang dan sekitarnya itu adalah dataran tinggi. Maka ketika terjadi pemanasan di wilayah tersebut akan cepat menimbulkan pertumbuhan awan-awan konvektif. Awan konvektif tersebut dapat menghasilkan hujan lebat, disertai angin kencang dan badai petir pastinya,” jelasnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pbi-dinonaktifkan-bpjs-malang-pastikan-warga-tak-mampu-bisa-aktifkan-kembali-kepesertaan">PBI Dinonaktifkan, BPJS Malang Pastikan Warga Tak Mampu Bisa Aktifkan Kembali Kepesertaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-dituntut-3-tahun-10-bulan">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Dituntut 3 Tahun 10 Bulan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pansus-iii-dprd-trenggalek-matangkan-raperda-fasilitasi-penyelenggaraan-ponpes-dan-madrasah">Pansus III DPRD Trenggalek Matangkan Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Ponpes dan Madrasah</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-stabilitas-harga-dan-ketersediaan-bahan-bupati-banyuwangi-dan-forkopimda-pantau-pasar">Pastikan Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bahan, Bupati Banyuwangi dan Forkopimda Pantau Pasar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/capaian-imunisasi-massal-campak-di-kota-malang-tembus-95-persen">Capaian Imunisasi Massal Campak di Kota Malang Tembus 95 Persen</a></li>
</ul>


<p>Kemudian, ditambahkannya jika musim hujan, puncaknya memang terjadi di Januari dan Februari. Namun ketika lepas dari puncak musim hujan, bukan berarti musim hujan sudah berhenti. Melainkan, intensitasnya tidak setinggi di puncak musim hujan tersebut.</p>



<p>“Nah, disitu perlu kewaspadaan. Karena mengingat antara Maret menuju April, itu menuju ke musim kemarau nanti ada yang namanya masa peralihan. Itu justru perlu banyak diwaspadai karena mengingat wilayah Malang, terkadang terjadi banjir atau dampak dari musim hujan itu terjadi di masa peralihan,” katanya.</p>



<p>Sehingga, potensi hujan dengan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang justru akan semakin meningkat meskipun tidak setiap hari terjadi seperti di puncak musim hujan. Karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati.</p>



<p>“Jangan beraktivitas di luar rumah, jika tidak ada keperluan yang mendesak. Kemudian, memperbarui informasi terkait cuaca melalui media massa maupun media sosial, serta mencari informasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kebencanaan,” imbuh Levi. <strong>(rys/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">184403</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Bencana, BPBD Kota Malang Imbau Warga Ikuti Perkembangan Cuaca melalui BMKG</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-bencana-bpbd-kota-malang-imbau-warga-ikuti-perkembangan-cuaca-melalui-bmkg</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2022 12:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca buruk]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrim]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=180838</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Beberapa hari terakhir ini, angin kencang dan gumpalan awan hitam menyelimuti Kota Malang. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan update cuaca melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno, menyampaikan jika cuaca tidak menentu sedang terjadi di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Beberapa hari terakhir ini, angin kencang dan gumpalan awan hitam menyelimuti Kota Malang. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan update cuaca melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).</p>



<p>Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno, menyampaikan jika cuaca tidak menentu sedang terjadi di Kota Malang hingga Februari, mendatang. Karena itu, dirinya menekankan agar masyarakat terus memantau prediksi cuaca BMKG.</p>



<p>“Antisipasinya kewaspadaan, selalu kami sampaikan bahwa sampai bulan Februari nanti, alam tidak bisa di prediksi karena cuaca tak menentu,” ujar Prayitno, di Balai Kota Malang, Sabtu (31/12/2022) sore.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pbi-dinonaktifkan-bpjs-malang-pastikan-warga-tak-mampu-bisa-aktifkan-kembali-kepesertaan">PBI Dinonaktifkan, BPJS Malang Pastikan Warga Tak Mampu Bisa Aktifkan Kembali Kepesertaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-dituntut-3-tahun-10-bulan">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Dituntut 3 Tahun 10 Bulan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pansus-iii-dprd-trenggalek-matangkan-raperda-fasilitasi-penyelenggaraan-ponpes-dan-madrasah">Pansus III DPRD Trenggalek Matangkan Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Ponpes dan Madrasah</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-stabilitas-harga-dan-ketersediaan-bahan-bupati-banyuwangi-dan-forkopimda-pantau-pasar">Pastikan Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bahan, Bupati Banyuwangi dan Forkopimda Pantau Pasar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/capaian-imunisasi-massal-campak-di-kota-malang-tembus-95-persen">Capaian Imunisasi Massal Campak di Kota Malang Tembus 95 Persen</a></li>
</ul>


<p>Ditanya terkait dengan alat pendeteksi angin, dirinya menyampaikan jika sampai saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang masih belum memiliki. Karena menurutnya, alat pendeteksi angin sudah ada di BMKG Pasuruan dan Juanda. Sementara ini, BPBD hanya memiliki alat pendeteksi banjir yakni Early Warning System (EWS).</p>



<p>“Kalau alat pendeteksi angin belum punya, kami hanya menunggu informasi dari BMKG. Karena mereka ahli klimatologi, sementara waktu kita mengandalkan mereka. Kita hanya bergerak di mitigasinya dengan menyampaikan kewaspadaan,” jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan kelurahan tangguh. Dengan memaksimalkan alat komunikasi seperti Grup Whattsapp (WA), Handy Talkie (HT), dan Aplikasi Zello untuk melaporkan kondisi terkini.</p>



<p>“Setiap kelurahan memiliki anggota yang mereka bisa laporan melalui Grup WA. Setiap hampir lima menit sekali mereka melaporkan perkembangan wilayah di setiap wilayah masing masing,” imbuhnya. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">180838</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pergantian Tahun Baru di Kota Malang Akan Diisi Cuaca Hujan</title>
		<link>https://memontum.com/pergantian-tahun-baru-di-kota-malang-akan-diisi-cuaca-hujan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2022 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=180697</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Prakiraan cuaca di Kota Malang, pada tahun baru mendatang, berdasarkan web bmkg.go.id akan terjadi hujan. Pengamat Meteorologi dan Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Andang Kurniawan, membenarkan hal itu. Menurut Andang, kondisi cuaca dalam prakiraan pada Sabtu (31/12/2022) mendatang, di siang hari akan mengalami hujan ringan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Prakiraan cuaca di Kota Malang, pada tahun baru mendatang, berdasarkan web bmkg.go.id akan terjadi hujan. Pengamat Meteorologi dan Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Andang Kurniawan, membenarkan hal itu.</p>



<p>Menurut Andang, kondisi cuaca dalam prakiraan pada Sabtu (31/12/2022) mendatang, di siang hari akan mengalami hujan ringan. Kemudian, menjelang malam, sekitar pukul 19.00 menjadi cerah berawan. Pada malam harinya akan kembali hujan, yakni sekitar pukul 01.00.</p>



<p>“Untuk menjadi catatan, bahwa BMKG itu informasinya bersifat berbeda-beda di masing-masing wilayah. Dan juga BMKG, selalu melakukan pemutakhiran terhadap prakiraannya,” jelasnya saat dihubungi, Kamis (29/12/2022) tadi.</p>



<p>Baca Juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pbi-dinonaktifkan-bpjs-malang-pastikan-warga-tak-mampu-bisa-aktifkan-kembali-kepesertaan">PBI Dinonaktifkan, BPJS Malang Pastikan Warga Tak Mampu Bisa Aktifkan Kembali Kepesertaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-dituntut-3-tahun-10-bulan">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Dituntut 3 Tahun 10 Bulan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pansus-iii-dprd-trenggalek-matangkan-raperda-fasilitasi-penyelenggaraan-ponpes-dan-madrasah">Pansus III DPRD Trenggalek Matangkan Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Ponpes dan Madrasah</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-stabilitas-harga-dan-ketersediaan-bahan-bupati-banyuwangi-dan-forkopimda-pantau-pasar">Pastikan Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bahan, Bupati Banyuwangi dan Forkopimda Pantau Pasar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/capaian-imunisasi-massal-campak-di-kota-malang-tembus-95-persen">Capaian Imunisasi Massal Campak di Kota Malang Tembus 95 Persen</a></li>
</ul>


<p>Dengan adanya informasi mengenai cuaca, menurutnya itu juga untuk mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai cuaca ekstrem yang akan terjadi. Namun, cuaca nantinya juga akan berubah-ubah sewaktu-waktu.</p>



<p>“Jadi secara umum, perkiraan cuaca itu untuk mewaspadai cuaca ekstrem. Kita tahu cuaca ini berubah-ubah. Jadi hal ini bisa kita sampaikan melalui media massa,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, masyarakat juga dapat memanfaatkan laman informasi layanan yang disediakan oleh BMKG. Diantaranya yakni melalui website bmkg.go.id ataupun juanda.jatim.bmkg.go.id.</p>



<p>“Sebenarnya masyarakat bisa menginstal aplikasi BMKG atau mengakses dari laman-laman yang disediakan. Ataupun melalui media BMKG yang sudah terverifikasi. BMKG menyediakan akses tersebut selama 24 jam,” imbuhnya.<strong> (rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">180697</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gempa Cianjur Dilaporkan Meregut 20 Korban Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/gempa-cianjur-dilaporkan-meregut-20-korban-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2022 09:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[gempa bumi]]></category>
		<category><![CDATA[korban meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Roboh]]></category>
		<category><![CDATA[rumah rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Zona BNPB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=178624</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Cianjur &#8211; Gempa 5,6 magnitudo (M), mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022) tadi. Akibat kejadian itu, selain mengakibatkan ratusan bangunan rusak, juga meregut puluhan korban jiwa dan luka-luka. Dari informasi yang diperoleh, sedikitnya ada 20 orang yang dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, ratusan korban lainnya juga harus menjalani perawatan di RSUD Cianjur. Kapolres [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Cianjur</strong> &#8211; Gempa 5,6 magnitudo (M), mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022) tadi. Akibat kejadian itu, selain mengakibatkan ratusan bangunan rusak, juga meregut puluhan korban jiwa dan luka-luka.</p>



<p>Dari informasi yang diperoleh, sedikitnya ada 20 orang yang dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, ratusan korban lainnya juga harus menjalani perawatan di RSUD Cianjur.</p>



<p>Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan, mengatakan ada 20 orang yang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa yang terjadi. Jumlah tersebut, sementara merujuk dari data di RSUD Kabupaten Cianjur. &#8220;Sementara masih dalam pendataan. Dari yang sudah kita bisa lihat secara langsung, sekitar 100 orang luka-luka dan masih dalam penanganan. Sedang korban meninggal dunia, ada sebanyak 20 orang, berdasarkan data di RSUD Kabupaten Cianjur,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Jumlah korban sendiri, tambahnya, berpotensi akan bertambah. Sebab, sejauh ini ambulans juga masih terus berdatangan membawa warga yang terdampak gempa.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pbi-dinonaktifkan-bpjs-malang-pastikan-warga-tak-mampu-bisa-aktifkan-kembali-kepesertaan">PBI Dinonaktifkan, BPJS Malang Pastikan Warga Tak Mampu Bisa Aktifkan Kembali Kepesertaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-dituntut-3-tahun-10-bulan">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Dituntut 3 Tahun 10 Bulan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pansus-iii-dprd-trenggalek-matangkan-raperda-fasilitasi-penyelenggaraan-ponpes-dan-madrasah">Pansus III DPRD Trenggalek Matangkan Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Ponpes dan Madrasah</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-stabilitas-harga-dan-ketersediaan-bahan-bupati-banyuwangi-dan-forkopimda-pantau-pasar">Pastikan Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bahan, Bupati Banyuwangi dan Forkopimda Pantau Pasar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/capaian-imunisasi-massal-campak-di-kota-malang-tembus-95-persen">Capaian Imunisasi Massal Campak di Kota Malang Tembus 95 Persen</a></li>
</ul>


<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-4-3 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Gempa Cianjur Dilaporkan Meregut 20 Korban Meninggal" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/PB2ugmQ9XGI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>&#8220;Untuk tempat lain ini masih dalam tahap pendataan. Karena ambulans juga masih terus berdatangan juga,&#8221; paparnya.</p>



<p>Dirut RSUD Cianjur, dr Darmawan, menambahkan bahwa sejauh ini terdata korban meninggal dunia memang ada sekitar sebanyak 20 orang. &#8220;20 orang meningga dunial,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ditambahkannya, sejak paska kejadian atau siang tadi, ada 300 pasien yang berdatang dari berbagai wilayah di Cianjur. Bahkan, karena banyaknya yang datang, rumah sakit juga harus ekstra dalam menampung seluruh pasien di dalam ruangan.</p>



<p>Dari data yang diperoleh, gempa berkekuatan 5,6 magnitudo, mengguncang Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022). Gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer, dengan koordinat 6,84 Lintang Selatan -107.05 Bujur Timur. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melansir, akibat gempa yang memiliki kedalaman 10 kilometer, itu tak ada potensi tsunami.</p>



<p>Sementara itu, berdasarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mencatat sebanyak sekitar 343 rumah mengalami rusak berat akibat gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. &#8220;Kerugian materil akan bertambah terus. Rumah rusak berat saat ini, terdata 343 rumah,&#8221; kata Kepala BNPB, Mayjen TNI Suharyanto, dalam konfrensi persnya.</p>



<p>Tidak hanya kerusakan rumah, Suharyanto menjelaskan, gempa juga merusak berbagai bangunan lain. Di antaranya, satu unit bangunan pondok pesantren, satu RSUD, empat gedung pemerintah, tiga fasilitas pendidikan hingga satu unit sarana ibadah. Wilayah yang terdampak cukup parah, ada tiga kecamatan, yakni di Kecamatan Cilaku, Kecamatan Cianjur dan Kecamatan Cugenang. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178624</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berkunjung ke Trenggalek, Deputi BMKG sebut Sejumlah Penyebab Bencana</title>
		<link>https://memontum.com/berkunjung-ke-trenggalek-deputi-bmkg-sebut-sejumlah-penyebab-bencana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2022 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=177489</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Pasca banjir yang terjadi pada Selasa (18/10/2022) lalu, Deputi Bidang Meteorologi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) beserta jajaran, melakukan kunjungan ke Kabupaten Trenggalek. Kunjungan ini dilakukan, menyusul beberapa kejadian bencana hidrometeorologi basah yang terjadi di Kota Keripik Tempe. Dalam kunjungannya kali ini, BMKG juga dalam rangka untuk melakukan survey terhadap bencana-bencana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Pasca banjir yang terjadi pada Selasa (18/10/2022) lalu, Deputi Bidang Meteorologi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) beserta jajaran, melakukan kunjungan ke Kabupaten Trenggalek. Kunjungan ini dilakukan, menyusul beberapa kejadian bencana hidrometeorologi basah yang terjadi di Kota Keripik Tempe.</p>



<p>Dalam kunjungannya kali ini, BMKG juga dalam rangka untuk melakukan survey terhadap bencana-bencana di Trenggalek. Sehingga, dampaknya ke depan dapat diminimalisir.</p>



<p>&#8220;Saat ini ada 77,5 persen wilayah di Jawa Timur, memasuki musim hujan yang puncaknya akan terjadi pada Desember 2022 dan Januari 2023,&#8221; kata salah satu Deputi BMKG, Guswanto, Rabu (26/10/2022) siang.</p>



<p>Sedangkan, sambungnya, wilayah yang belum masuk musim hujan ada di wilayah Tapal Kuda dan sebagian di Madura. Bencana hidrometeorologi di beberapa tempat, menurut BMKG disebabkan oleh cuaca ekstrem.</p>



<p>&#8220;Kita lihat pada periode musim hujan tahun 2022-2023. Artinya, ini akan kita lihat hingga nanti Maret tahun 2023. Semoga saja, indeks Laninanya menuju normal,&#8221; terangnya.</p>



<p>Dalam kunjungannya ke Trenggalek ini, disampaikan juga sekaligus survey lapangan. Mengingat, dalam kurun waktu beberapa hari terakhir, ada beberapa bencana hidrometeorologi ekstrem. Seperti banjir, tanah longsor dan tanah gerak.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pbi-dinonaktifkan-bpjs-malang-pastikan-warga-tak-mampu-bisa-aktifkan-kembali-kepesertaan">PBI Dinonaktifkan, BPJS Malang Pastikan Warga Tak Mampu Bisa Aktifkan Kembali Kepesertaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-dituntut-3-tahun-10-bulan">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Dituntut 3 Tahun 10 Bulan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pansus-iii-dprd-trenggalek-matangkan-raperda-fasilitasi-penyelenggaraan-ponpes-dan-madrasah">Pansus III DPRD Trenggalek Matangkan Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Ponpes dan Madrasah</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-stabilitas-harga-dan-ketersediaan-bahan-bupati-banyuwangi-dan-forkopimda-pantau-pasar">Pastikan Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bahan, Bupati Banyuwangi dan Forkopimda Pantau Pasar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/capaian-imunisasi-massal-campak-di-kota-malang-tembus-95-persen">Capaian Imunisasi Massal Campak di Kota Malang Tembus 95 Persen</a></li>
</ul>


<p>Pihaknya, pun akan melakukan survey seberapa parah kejadiannya dan seberapa besar dampaknya. Harapannya, dampak bencana hidrometeorologi di Trenggalek, bisa dikurangi. Artinya, tidak ada korban jiwa dan juga dampak lainnya.</p>



<p>&#8220;Yang penting itu, kita melihat bagaimana tanah longsor itu terjadi. Kemudian, bagaimana landscapenya hingga lereng di lokasi itu. Karena, curah hujan itu hanya faktor pemicu terjadinya bencana hidrometeorologi. Sedangkan faktor lainnya adalah lingkungan, daya dukung dan daya tampung lingkungan. Misalnya lereng, itu lebih dari 15 persen. Ini, tentu saja sangat membantu terjadinya bencana hidrometeorologi,&#8221; jelas Guswanto.</p>



<p>Dirinya mengatakan, untuk longsor di Trenggalek, terjadi karena adanya perpaduan antara tanah yang sudah lama kering. Kemudian, terjadi hujan sehingga terisi air hujan. Maka dengan begitu, terjadi longsor.</p>



<p>&#8220;Kalau dipicu gempa bumi, sampai sekarang ini kita lihat belum ada gempa bumi besar yang terjadi di Trenggalek. Jadi saya rasa, masih jauh dari tanah longsor yang diakibatkan oleh patahan di Trenggalek. Ini, sebagian besar disebabkan oleh tanah kering, kemudian diisi oleh hujan. Sehingga, berat jenis ini ada kelebihan masa,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Untuk masih layak dan tidaknya dijadikan pemukiman, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, itu pun menegaskan pihaknya perlu melakukan survey. Apakah, lokasi itu masih layak dan tidak untuk ditinggali manusia. Jika layak ditempati, maka bisa diusahakan. Tetapi, kalau tidak aman pihaknya juga akan disampaikan ke Pemerintah Daerah setempat.</p>



<p>&#8220;Intinya kita lihat dahulu, apakah layak ditinggali masyarakat ataupun untuk pertanian. Seperti sawah atau perkebunan (tegalan),&#8221; ujar Guswanto. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">177489</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
