<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>boarding &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/boarding/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Oct 2025 09:17:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>boarding &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bulan Inklusi Keuangan, Bupati Malang Ikuti Kick Off On Boarding Fase 1 Digitalisasi Ekosistem Sapi Perah</title>
		<link>https://memontum.com/bulan-inklusi-keuangan-bupati-malang-ikuti-kick-off-on-boarding-fase-1-digitalisasi-ekosistem-sapi-perah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[boarding]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem]]></category>
		<category><![CDATA[inklusi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226729</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan &#8216;Kick off on boarding fase 1 program digitalisasi ekosistem Sapi Perah&#8217;, dalam rangka memperingati Bulan Inklusi Keuangan Tahun 2025, yang berlangsung di Aula Serba Guna Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Selasa (14/10/2025) tadi. Turut hadir dalam kesempatan itu, Kepala Eksekutif Pengawas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan &#8216;Kick off on boarding fase 1 program digitalisasi ekosistem Sapi Perah&#8217;, dalam rangka memperingati Bulan Inklusi Keuangan Tahun 2025, yang berlangsung di Aula Serba Guna Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Selasa (14/10/2025) tadi.</p>



<p>Turut hadir dalam kesempatan itu, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto merangkap sebagi Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia, Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Direktur Eksekutif pada Kelompok Spesialis Layanan Digital dan Keamanan Siber OJK, Direktur Pengembangan Perbankan Pasar Keuangan dan Pembiayaan Lainnya Kemenkeu hingga Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital OJK. Termasuk, Kepala OJK Malang dan Kediri, Programme Manager ILO Promise 2 Impact, Kanwil BI, Jajaran Kepala Perangkat Daerah Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan hingga sejumlah nara sumber.</p>



<p>“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada OJK, khususnya kepada Bapak Hasan Fawzi, selaku Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam mewujudkan inovasi luar biasa ini,” kata Bupati Sanusi.</p>



<p>Diuraikannya, bahwa Kabupaten Malang dikenal sebagai salah satu sentra sapi perah terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, hingga Juni 2025, tercatat populasi sapi perah ada sebanyak 85.820 ekor. Sementara secara keseluruhan sepanjang tahun 2024 lalu, total populasi sapi di Kabupaten Malang, tercatat sebanyak 86.223 ekor.</p>



<p>&#8220;Selanjutnya dari sisi produksi, dapat kami sampaikan bahwa hingga Juni 2025, total produksi susu sapi perah mencapai 76.568,68 ton. Sementara secara keseluruhan atau sepanjang tahun 2024 lalu, tercatat sebesar 149.910,62 ton. Angka-angka ini, menunjukkan bahwa sektor peternakan sapi perah di Kabupaten Malang, memiliki skala ekonomi yang sangat besar dan menjadi tumpuan hidup bagi lebih dari 12.051 peternak, yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD) maupun kelompok ternak rakyat lainnya,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan potensi yang demikian besar, tambahnya, tantangan ke depan adalah bagaimana meningkatkan efisiensi, transparansi dan akses keuangan bagi para peternak melalui transformasi digital. Program Digitalisasi Ekosistem Industri Sapi Perah, ini merupakan langkah nyata menuju modernisasi sektor peternakan berbasis inovasi teknologi finansial (Financial Technology) dan ekonomi digital (Digital Economy).</p>



<p>“Saya berharap beberapa hal dapat tercapai. Seperti peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan peternak melalui akses layanan perbankan, pembiayaan, asuransi ternak dan transaksi digital. Selain itu, terciptanya sistem rantai pasok yang terintegrasi, transparan dan efisien, dari peternak hingga industri pengolahan susu, serta dorongan pertumbuhan ekonomi daerah berbasis data. Sehingga, kebijakan pembangunan sektor peternakan dapat lebih tepat sasaran,” tambahnya.</p>



<p>Bupati Malang percaya, dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), International Labour Organization (ILO), serta sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, lembaga keuangan dan masyarakat peternak, Kabupaten Malang akan mampu menjadi role model nasional digitalisasi ekosistem sapi perah. &#8220;Harapan kami, dukungan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan peternak, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi nasional,&#8221; papar Bupati Sanusi.</p>



<p>Mengakhiri sambutannya, Bupati Malang mengajak seluruh pihak untuk terus berinovasi, berkolaborasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. &#8220;Mari kita jadikan momentum peluncuran program ini sebagai tonggak sejarah transformasi industri sapi perah Kabupaten Malang, menuju era digital yang inklusif dan berdaya saing tinggi,&#8221; ungkapnya. <strong>(pro/mlg/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226729</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Siapkan Akses Beasiswa, SMA Dharma Wanita Boarding School Gandeng Perguruan Tinggi </title>
		<link>https://memontum.com/siapkan-akses-beasiswa-sma-dharma-wanita-boarding-school-gandeng-perguruan-tinggi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2025 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[boarding]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[perguruan]]></category>
		<category><![CDATA[school]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224209</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, terus berkomitmen memperluas jaminan pendidikan gratis bagi anak-anak keluarga miskin. Komitmen itu telah ditindaklanjuti pihak sekolah, dengan menggandeng perguruan tinggi. Hal ini, sebagaimana yang dilakukan SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School. Menindaklanjuti arahan Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, sekolah gratis bagi warga miskin di Kabupaten Kediri, belakangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, terus berkomitmen memperluas jaminan pendidikan gratis bagi anak-anak keluarga miskin. Komitmen itu telah ditindaklanjuti pihak sekolah, dengan menggandeng perguruan tinggi.</p>



<p>Hal ini, sebagaimana yang dilakukan SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School. Menindaklanjuti arahan Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, sekolah gratis bagi warga miskin di Kabupaten Kediri, belakangan aktif mengajak siswa berkunjung ke perguruan tinggi.</p>



<p>Kepala Sekolah SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding school, Nanang Sukarsono, menyampaikan kunjungan ini selain memberikan wawasan mengenai jenjang pendidikan yang diminati, sekaligus dapat memotivasi semangat belajar siswa. Kunjungan sendiri, sudah dilakukan ke sebanyak tiga perguruan tinggi. Masing-masing, seperti Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Brawijaya Malang.</p>



<p>&#8220;Selain kunjungan ini, saat sekolah menggelar acara inaugurasi pada puncak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Asrama (MPLSA) kemarin, kita juga mengundang dari perguruan tinggi,&#8221; kata Nanang, Senin (21/07/2025) tadi.</p>



<p>Pihak perguruan tinggi yang diundang, semuanya berada di wilayah Provinsi Jawa Timur. Melalui acara itu, pihak perguruan tinggi dapat mengetahui potensi yang dimiliki siswa dan diharapkan membuka peluang kerjasama pemberian beasiswa pendidikan.</p>



<p>Dikatakan Nanang, dari sembilan perwakilan pihak perguruan tinggi yang hadir pada acara itu, sudah ada yang mengarah bakal memberikan beasiswa bagi siswa SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School. &#8220;Bagi yang sudah jelas, kita akan menindaklanjuti dengan menyiapkan MoU (nota kesepakatan),&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Upaya yang dilakukan pihak sekolah tersebut sejalan dengan upaya yang selama ini dilakukan Mas Dhito dalam memberikan akses pendidikan gratis hingga perguruan tinggi bagi anak-anak dari keluarga miskin. &#8220;Ke depan kita juga akan mencoba menjalin komunikasi dengan sekolah tinggi kedinasan, tentu saja dengan melihat minat para siswa kami,&#8221; ucap Nanang.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, untuk memperluas akses pendidikan bagi warganya, Bupati Hanindhito Himawan Pramana dari tahun ke tahun terus menggelontorkan beasiswa pendidikan bagi warganya.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, secara terpisah menyebut anggaran untuk beasiswa ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2021, anggaran untuk beasiswa sebesar Rp 20 miliar, naik menjadi Rp 22,5 miliar pada 2022, kemudian Rp 23 miliar pada 2023 dan Rp 26 miliar pada 2024.</p>



<p>&#8220;Pada 2025 ini anggaran untuk beasiswa pendidikan mencapai Rp 30 miliar. Beasiswa ini diberikan mulai untuk jenjang SD hingga perguruan tinggi,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Meningkatnya alokasi anggaran untuk beasiswa pendidikan, ini menjadi bukti komitmen Mas Dhito, dalam memperluas akses pendidikan bagi warganya. Melalui pendidikan, anak-anak yang berasal dari keluarga miskin diharapkan kedepan memiliki kesempatan pekerjaan yang luas dan dapat mengangkat derajat keluarga. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224209</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mas Dhito bersama Anies Baswedan Sapa Siswa SMA Dharma Wanita Boarding School</title>
		<link>https://memontum.com/mas-dhito-bersama-anies-baswedan-sapa-siswa-sma-dharma-wanita-boarding-school</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 May 2025 13:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[boarding]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[school]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222217</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Kesempatan kadang bisa datang kepada setiap orang secara kebetulan. Bagi mereka yang mendapatkan, bisa saja menjadi pengalaman berharga bahkan suatu keberuntungan. Begitulah yang dialami siswa-siswi SMA Dharma Wanita Boarding School 1 Pare. Selain mendapatkan kesempatan dari Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, untuk menginap di Pendopo Panjalu Jayati, secara kebetulan sejumlah siswa juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Kesempatan kadang bisa datang kepada setiap orang secara kebetulan. Bagi mereka yang mendapatkan, bisa saja menjadi pengalaman berharga bahkan suatu keberuntungan. Begitulah yang dialami siswa-siswi SMA Dharma Wanita Boarding School 1 Pare.</p>



<p>Selain mendapatkan kesempatan dari Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, untuk menginap di Pendopo Panjalu Jayati, secara kebetulan sejumlah siswa juga mendapatkan kesempatan bertemu dengan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.</p>



<p>Pertemuan itu, terjadi tepat pada hari kedua kegiatan menginap di Pendopo Panjalu Jayati, Sabtu (03/05/2025) malam. Kunjungan Anies ini, pun disambut langsung oleh Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri.</p>



<p>Kepada mantan Gubernur DKI Jakarta, Mas Dhito mengenalkan latar belakang siswa-siswi dari sekolah berasrama yang didirikannya. Termasuk, harapannya terhadap mereka supaya bisa melanjutkan jenjang pendidikan hingga perguruan tinggi.</p>



<p>&#8220;Semoga (siswa-siswi, red) lulusan dari SMA ini nantinya bisa masuk ke perguruan tinggi negeri dan dapat mengangkat derajat keluarga mereka,&#8221; kata Mas Dhito.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Harapan Mas Dhito terhadap siswa-siswi SMA Dharma Wanita Boarding School, itu mendapatkan dukungan Anies. Dirinya juga menaruh harapan pada periode kedua ini, Mas Dhito bisa membawa Kabupaten Kediri lebih maju, khususnya pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).</p>



<p>Dalam pertemuan tersebut, Anies pun tidak melewatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para siswa. Dirinya melihat keberanian pada diri siswa yang ditunjukkan dengan antusias mereka dalam menjawab pertanyaan.</p>



<p>&#8220;Jadi apa yang saya senang tadi, ketika ada pertanyaan, anak-anak berbondong-bondong mengacungkan tangan (untuk menjawab, red). Ini tanda anak-anak penuh inisiatif, tanda anak-anak berani,&#8221; puji Anies.</p>



<p>Dirinya menerangkan, era saat ini dibutuhkan sosok anak-anak yang berani, penuh inisiatif dan mau mengungkapkan apa yang menjadi pemikirannya. Dan semua itu, diyakini telah dimiliki oleh tiap siswa yang ditemui.</p>



<p>Lewat pengalaman hidup yang dibagikan dan jawaban pertanyaan siswa kepada dirinya, Anies memotivasi kepada para siswa untuk tidak takut bermimpi. Baginya, kesuksesan bisa didapat oleh siapa saja, tanpa melihat latar belakang keluarga.</p>



<p>&#8220;Kita (akan) dilahirkan di keluarga siapa kita tidak tahu, dilahirkan di desa mana kita tidak tahu, lokasi lahir boleh dimana saja, tapi lokasi mimpi harus ditempat yang amat tinggi,&#8221; tambah Anies. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222217</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Beri Kado Hardiknas dengan Menginap di Rumdin Bupati Kediri, Ini Balasan dari Siswa SMA Boarding School</title>
		<link>https://memontum.com/beri-kado-hardiknas-dengan-menginap-di-rumdin-bupati-kediri-ini-balasan-dari-siswa-sma-boarding-school</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 May 2025 12:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[balasan]]></category>
		<category><![CDATA[boarding]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[hardiknas]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[menginap]]></category>
		<category><![CDATA[rumdin]]></category>
		<category><![CDATA[school]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222220</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, memberikan kado spesial di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) kepada siswa angkatan pertama SMA Dharma Wanita Boarding School. Ya, sejumlah pelajar diberikan kesempatan menginap di Pendopo Panjalu Jayati. Selain memberikan pengalaman berharga itu, Mas Dhito juga mengajak siswa untuk melakukan room tour. Mereka diajak berkeliling mulai dari ruang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, memberikan kado spesial di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) kepada siswa angkatan pertama SMA Dharma Wanita Boarding School. Ya, sejumlah pelajar diberikan kesempatan menginap di Pendopo Panjalu Jayati.</p>



<p>Selain memberikan pengalaman berharga itu, Mas Dhito juga mengajak siswa untuk melakukan room tour. Mereka diajak berkeliling mulai dari ruang tamu, ruang makan hingga kamar tidur dan ruang kerja bupati.</p>



<p>Mas Dhito mengungkapkan, selain sebagai kado pada peringatan Hardiknas, dengan pengalaman yang didapat itu, diharapkan dapat memacu semangat belajar para siswa untuk menggapai cita-cita. Salah satunya, menjadi seorang bupati, seperti dirinya.</p>



<p>“Semoga dari kalian, suatu saat akan ada yang menggantikan saya berdiri di sini sebagai bupati,” kata Mas Dhito kepada para siswa di Pendopo Panjalu Jayati, Jumat (02/05/2025) malam.</p>



<p>Menariknya, kado yang didapat tersebut dibalas para siswa dengan memberikan hadiah lukisan wajah Mas Dhito dan istrinya, Eriani Annisa Hanindhito. Lukisan tersebut, dibuat sendiri hanya dalam hitungan jam.</p>



<p>Hal ini, disampaikan oleh Darul Ulum, salah satu siswa yang mendapatkan kesempatan untuk menginap di rumah dinas bupati. Menurutnya, pemberian hadiah lukisan tersebut merupakan inisiasi dari temannya, Mohammad Kelvin Andrian Maulana.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Berangkat dari ide tersebut, para siswa sekolah berasrama ini kemudian berbagi tugas mempersiapkan keperluan untuk melukis. Hasilnya, dalam beberapa jam saja lukisan tersebut rampung dikerjakan dengan bantuan adik kelas dan salah satu guru.</p>



<p>“Kelvin ingin memberikan sesuatu yang terlihat sederhana namun bernilai atau kenang-kenangan dari kami siswa SMA Dharma Wanita Pare kepada Mas Dhito,” jelas Ulum.</p>



<p>Siswa angkatan pertama tersebut mengaku bersama teman-temannya tak mau menyia-nyiakan kesempatan bisa menginap di Pendopo kebanggaan masyarakat Kediri tersebut. Momen berharga yang didapat itu pun dimanfaatkan untuk mempelajari sejarah pendopo yang pernah dipugar dimasa Mas Dhito ini.</p>



<p>Ruang kerja Mas Dhito, lanjut Ulum, menjadi salah satu sudut paling favorit. Dirinya tidak memungkiri, merasa penasaran dengan ruangan ini.</p>



<p>Rasa penasaran itu, tentunya bukan tanpa alasan. Terlebih, pada acara Halal Bihalal 15 April 2025 lalu, beberapa temannya termasuk Kelvin, terlebih dahulu bisa mendapatkan kesempatan untuk mengabadikan momen bersama Mas Dhito di ruang kerjanya.</p>



<p>Dengan kesempatan yang telah diberikan, Ulum bersama siswa lain dari SMA Dharma Wanita Boarding School Pare mengaku bangga dan berterimakasih kepada Mas Dhito.</p>



<p>“Kepada Mas Dhito semoga sehat terus, panjang umur, dan juga diberikan rezeki yang melimpah,” doa siswa ini yang langsung diamini oleh rekan-rekannya yang lain. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222220</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pertemuan dengan SMA Dharma Wanita Boarding School Pare, Mas Dhito Bakal Berlakukan Rapor untuk Guru</title>
		<link>https://memontum.com/pertemuan-dengan-sma-dharma-wanita-boarding-school-pare-mas-dhito-bakal-berlakukan-rapor-untuk-guru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2025 16:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berlakukan]]></category>
		<category><![CDATA[boarding]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[pertemuan]]></category>
		<category><![CDATA[school]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220357</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melakukan pertemuan dengan Kepala Sekolah dan jajaran guru SMA Dharma Wanita Boarding School Pare di Kantor Pemkab Kediri, Senin (17/03/2025) tadi. Dalam kesempatan itu, dirinya menyampaikan mengenai adanya pemberlakuan sistem rapor bagi guru. Berbeda dengan rapor siswa, rapor guru ini berisi penilaian siswa terhadap guru. Adapun tujuannya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melakukan pertemuan dengan Kepala Sekolah dan jajaran guru SMA Dharma Wanita Boarding School Pare di Kantor Pemkab Kediri, Senin (17/03/2025) tadi.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, dirinya menyampaikan mengenai adanya pemberlakuan sistem rapor bagi guru. Berbeda dengan rapor siswa, rapor guru ini berisi penilaian siswa terhadap guru. Adapun tujuannya, yakni untuk mendorong kualitas pendidikan bagi siswa-siswi di SMA Dharma Wanita Boarding School Pare.</p>



<p>&#8220;Guru memberikan rapor kepada siswa, itu lazim seperti pada umumnya. Nanti, juga akan ada rapor siswa kepada gurunya. Itu yang tidak akan diketahui oleh para guru dan mohon untuk dimaklumi itu nanti,&#8221; kata Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri.</p>



<p>Rapor guru itu, tambah Mas Dhito, dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi para guru. Hal tersebut penting, guna membangun kualitas pendidikan di SMA Dharma Wanita Boarding School.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Mas Dhito juga berpesan beberapa hal kepada pihak sekolah. Pesan itu, meliputi menjadikan guru sebagai sosok teladan siswa, membangun kedekatan emosional guru dengan siswa, mendukung ekstrakurikuler yang digemari banyak siswa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, tambahnya, membimbing siswa dalam pengelolaan waktu, memupuk kepercayaan diri siswa, memberikan pendampingan psikologis, menghargai keberagaman dan membangun toleransi. Dari pesan-pesan tersebut, secara mengerucut Mas Dhito meminta pihak sekolah dan guru untuk memberikan pendidikan dan motivasi bagi anak didik yang berasal dari keluarga tidak mampu ini dengan sebaik mungkin. Termasuk, menguatkan kedekatan antara guru dengan siswa.</p>



<p>&#8220;Saya melihat, itu masih ada gap antara siswa dengan guru. Dan gap ini, harus diperkecil,&#8221; terangnya.</p>



<p>Merespon pesan itu, Kepala Sekolah SMA Dharma Wanita Boarding School Pare, Nanang Sukarsono, mengaku siap menjalankan pesan dari Mas Dhito. Pihaknyapun terus melakukan evaluasi, termasuk untuk menguatkan kedekatan emosional dan rasa empati guru terhadap siswa.</p>



<p>Diakuinya, untuk membangun kedekatan emosional dan rasa empati guru terhadap siswa, belakangan guru-guru mulai dilibatkan dalam kegiatan home visit ke rumah siswa atau calon siswa baru. &#8220;Menurut saya, itu modal besar untuk bisa dekat dengan siswa,&#8221; urainya.</p>



<p>Di sisi lain, dalam pertemuan tersebut Mas Dhito dan pihak sekolah juga membahas masa depan siswa pasca lulus. Diantaranya, mempersiapkan kualitas akademik siswa untuk ikut berkompetensi masuk ke perguruan tinggi maupun menyiapkan bekal ilmu maupun keterampilan bagi anak yang memilih bekerja. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220357</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Motivasi Siswa SMA Dharma Wanita Boarding School, Bupati Kediri dan Mbak Cicha Cerita Pengalaman Hidup</title>
		<link>https://memontum.com/motivasi-siswa-sma-dharma-wanita-boarding-school-bupati-kediri-dan-mbak-cicha-cerita-pengalaman-hidup</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2025 13:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[boarding]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[school]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220245</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, didampingi Ketua Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, memberikan motivasi kepada ratusan murid SMA Dharma Wanita Boarding School Pare, Kamis (13/03/2025) tadi. Perlu diketahui, bahwa sejumlah murid merupakan anak-anak dengan latar belakang dari keluarga tidak mampu, yang tadinya tidak memiliki kesempatan sekolah, namun memiliki kemauan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, didampingi Ketua Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, memberikan motivasi kepada ratusan murid SMA Dharma Wanita Boarding School Pare, Kamis (13/03/2025) tadi. Perlu diketahui, bahwa sejumlah murid merupakan anak-anak dengan latar belakang dari keluarga tidak mampu, yang tadinya tidak memiliki kesempatan sekolah, namun memiliki kemauan bersekolah.</p>



<p>Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, kepada sejumlah murid menyampaikan setiap orang memiliki kesempatan menjadi pemimpin dan bisa melakukan hal besar bagi banyak orang. &#8220;Adik-adik, saya berharap jangan sia-siakan waktu selama kalian bersekolah di sini,&#8221; kata bupati muda berusia 32 tahun itu, seusai berbuka puasa bareng di SMA Dharma Wanita Boarding School Pare.</p>



<p>Mas Dhito menegaskan, sekolah gratis dengan sistem boarding school yang telah berjalan di tahun kedua ini, masih terus dievaluasi untuk menyempurnakan kekurangan yang ada. Pihaknya menaruh harapan, siswa-siswi di sana begitu lulus, bisa bersaing masuk perguruan tinggi ternama di Indonesia.</p>



<p>Untuk itu, imbuh Mas Dhito, selain murid yang didorong untuk rajin belajar, kompetensi guru juga harus diupgrade. Dalam hal ini, pihaknya akan melakukan evaluasi pada guru dan murid.</p>



<p>&#8220;Yang diupgrade tidak hanya murid. Karena sekolah hebat, yang belajar adalah guru dan murid. Dan, kalau yang belajar hanya murid nggak akan maju sekolahnya,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam acara penuh keakraban itu, Mas Dhito juga menceritakan pengalaman pribadinya saat mulai dari masa sekolah hingga kini menjadi bupati. Menurutnya, pada setiap tahapan pasti ada masalah yang akan dihadapi.</p>



<p>Mas Dhito mengingatkan para murid, untuk tidak menyerah ketika menghadapi masalah. &#8220;Saya tidak mau kalian menyerah ketika menghadapi masalah. Masalah itu pasti ada. Hidup ini tidak ruwet,&#8221; kata Mas Dhito.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Mas Dhito juga membuka dialog dan memberi kesempatan bagi para murid untuk menyampaikan keluhannya sebagai bahan evaluasi. Momen itupun, dimanfaatkan bagi para murid untuk bertukar cerita dan meminta tanggapan bupati.</p>



<p>Sebagaimana kesan yang dirasakan Nadia, salah satu murid angkatan kedua, Kelas X. Menurutnya, kesempatan ini menjadi momen yang sangat berkesan karena dapat berdialog langsung dengan sosok yang selama ini memberi perhatian penuh bagi masa depan mereka.</p>



<p>&#8220;Ini momen yang sangat kami nantikan. Kami sangat berterimakasih kepada Mas Dhito dan Mbak Cicha, yang juga mau mendengarkan suara-suara kami,&#8221; ujarnya. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220245</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Komitmen Wujudkan SDM Berkarakter, Bupati Kediri Buka PPDB SMA Boarding School</title>
		<link>https://memontum.com/komitmen-wujudkan-sdm-berkarakter-bupati-kediri-buka-ppdb-sma-boarding-school</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Mar 2024 09:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berkarakter,]]></category>
		<category><![CDATA[boarding]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[school]]></category>
		<category><![CDATA[wujudkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206715</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Wujud komitmen Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, dalam memberikan sekolah unggulan gratis bagi warganya yang kurang mampu di SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, terus dilakukan. Bahkan, sekolah itu kini kembali membuka pendaftaran siswa didik baru untuk tahun ajaran 2024/2025. Program sekolah berasrama pertama yang didirikan Mas Dhito pada tahun 2023, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Wujud komitmen Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, dalam memberikan sekolah unggulan gratis bagi warganya yang kurang mampu di SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, terus dilakukan. Bahkan, sekolah itu kini kembali membuka pendaftaran siswa didik baru untuk tahun ajaran 2024/2025.</p>



<p>Program sekolah berasrama pertama yang didirikan Mas Dhito pada tahun 2023, ini ditujukan untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki karakter kepemimpinan, kewirausahaan dan berdaya saing global.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mochamad Muhsin, menyampaikan bahwa secara umum persyaratan untuk menjadi peserta didik SMA Boarding School, yakni warga Kabupaten Kediri yang berdomisili di Kediri, dengan latar belakang ekonomi kurang mampu. Kemudian, memiliki kemampuan akademik dan non akademik, berusia 14 hingga 16 tahun pada tanggal 8 Juli di tahun ajaran 2024/2025.</p>



<p>Bahkan, tidak beda dengan periode sebelumnya, di tahun kedua ini sekolah berasrama ini akan menampung peserta didik baru 130 siswa. &#8220;Sekolah ini bagi warga yang kurang mampu dan yang tercantum dalam DTKS serta yang paling penting memiliki motivasi belajar yang tinggi,&#8221; katanya, Selasa (05/03/2024) tadi.</p>



<p>Tahapan sosialisasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA Boarding School ini, menurut Muhsin, dimulai pada 4 hingga 9 Maret mendatang. Kemudian, akan dilanjutkan dengan proses seleksi yang dibagi dalam tiga tahap.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tahapan seleksi yang akan dilakukan, ujarnya, meliputi seleksi dokumen pada 9 hingga 31 Maret. Lalu, kunjungan ke rumah calon peserta didik untuk validasi pada 22 April hingga 3 Mei dan bootcamp pada 20-22 Mei. Tahapan bootcamp tersebut, ditujukan untuk mengetahui ketahanan calon peserta didik tinggal di asrama.</p>



<p>&#8220;Selama bootcamp, ini juga akan diadakan serangkaian tes antara lain tes kesehatan, tes potensi akademik, psikotest dan tes FGD (Focus Group Discussion),&#8221; ungkap Muhsin.</p>



<p>Diterangkannya, peserta didik SMA Boarding School selama tiga tahun akan tinggal di asrama. Sistem pendidikan di asrama itu ditujukan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran yang diseimbangkan dengan pembangunan kemandirian peserta didik.</p>



<p>&#8220;Kita juga telah menyiapkan paket beasiswa bagi peserta didik yang diterima di SMA Boarding School,&#8221; tambah Muhsin.</p>



<p>Beasiswa yang akan diterima peserta didik untuk masa studi selama tiga tahun, mencakup biaya pendidikan, uang saku bulanan, biaya tinggal dan makan di asrama, biaya buku pelajaran, asuransi kesehatan serta seragam. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206715</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tanggapi Usulan Siswa Kediri, Mas Dhito Rencanakan Estrakulikuler di SMA Boarding School Pare</title>
		<link>https://memontum.com/tanggapi-usulan-siswa-kediri-mas-dhito-rencanakan-estrakulikuler-di-sma-boarding-school-pare</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Nov 2023 13:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[boarding]]></category>
		<category><![CDATA[estrakulikuler]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[rencanakan]]></category>
		<category><![CDATA[school]]></category>
		<category><![CDATA[tanggapi]]></category>
		<category><![CDATA[usulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202590</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berencana membuka ekstrakulikuler baru bagi SMA Dharma Wanita Boarding School. Rencana tersebut disiapkan, seiring adanya usulan dari permintaan siswa. Menurut para siswa, ekstrakulikuler sangat diperlukan guna pengembangan minat dan bakat. Terlebih, sekolah yang mereka jalankan bersistem boarding school atau asrama. Menginap di asrama, kata para siswa, dinilai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berencana membuka ekstrakulikuler baru bagi SMA Dharma Wanita Boarding School. Rencana tersebut disiapkan, seiring adanya usulan dari permintaan siswa.</p>



<p>Menurut para siswa, ekstrakulikuler sangat diperlukan guna pengembangan minat dan bakat. Terlebih, sekolah yang mereka jalankan bersistem boarding school atau asrama.</p>



<p>Menginap di asrama, kata para siswa, dinilai butuh kegiatan di luar belajar mengajar. Sehingga, tidak timbul kebosanan yang berlebih. Hal ini disampaikan oleh mayoritas siswa di sekolah itu.</p>



<p>“Mas Bup, saya bosen. Saya butuh mata pelajaran tambahan atau ekstrakulikuler di sekolah,” kata bupati yang akrab disapa Mas Dhito, seraya menirukan usulan siswa saat bertemu di acara dialog kewaspadaan nasional, Kamis (30/11/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Menanggapi usulan tersebut, bupati muda berusia 32 tahun itu meminta pihak sekolah untuk segera membentuk ekstrakulikuler baru di sekolah yang berada di Kecamatan Pare itu. Ada lima eksteakulikuler yang diminati para siswa. Mulai dari pasukan pengibar bendera (paskibra), musik, drum band, voli dan basket.</p>



<p>Dari lima peminatan itu, Mas Dhito meminta agar tiap ekstrakulikuler diisi minimal 10 siswa. Dirinya juga menekankan, agar ekstrakulikuler ini bukan sekadar mata pelajaran tambahan semata. Itu karena, dari pelajaran tambahan di sekolah, membuka peluang baru bagi peserta didik untuk berkarir di masa mendatang.</p>



<p>“Ekstrakulikuler bukan sekadar mata pelajaran tambahan. Siapa tahu, tata boga (misalnya) adalah passion dari siswa,” kata Mas Dhito.</p>



<p>Orang nomor satu di Kabupaten Kediri tersebut meminta agar para siswa membuat forum diskusi untuk membuat skala prioritas ekstrakulikuler mana yang akan dijalankan terlebih dahulu. Permintaan tersebut dilakukan, guna kegiatan yang dilakukan itu bisa lebih termanage dengan baik. Sehingga, peminatan yang dipilih juga sesuai dan menghasilkan kemampuan baru bagi para siswa.</p>



<p>“Saya lebih suka (ekstrakulikuler) sedikit tapi termanage dengan baik. Daripada banyak, tapi tidak teratur,” paparnya.</p>



<p>Adapun dalam dialog tersebut juga membahas bagaimana peran pemuda dalam menjaga kondusifitas wilayah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa boarding school terhadap kondisi Kabupaten Kediri, terutama saat Pemilu. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202590</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengukuhan Siswa SMA Boarding School Kediri, Mas Dhito Ingatkan Tahun Pertama sebagai Pembuktian</title>
		<link>https://memontum.com/pengukuhan-siswa-sma-boarding-school-kediri-mas-dhito-ingatkan-tahun-pertama-sebagai-pembuktian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jul 2023 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[boarding]]></category>
		<category><![CDATA[Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[pembuktian]]></category>
		<category><![CDATA[pengukuhan]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>
		<category><![CDATA[school]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[tahun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193976</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, didampingi Ketua Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, mengukuhkan siswa siswi SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School angkatan 2023/2024. Kegiatan yang diberlangsung, Sabtu (22/07/2023) tadi, adalah sebagai penanda para siswa siap memulai kegiatan pembelajaran dan kehidupan berasrama selama tiga tahun ke depan. Diketahui, terdapat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, didampingi Ketua Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, mengukuhkan siswa siswi SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School angkatan 2023/2024. Kegiatan yang diberlangsung, Sabtu (22/07/2023) tadi, adalah sebagai penanda para siswa siap memulai kegiatan pembelajaran dan kehidupan berasrama selama tiga tahun ke depan.</p>



<p>Diketahui, terdapat 130 siswa siswi dari keluarga kurang mampu menjadi anak didik, di tahun pertama sekolah berasrama itu. Mereka akan mulai mengikuti kegiatan pembelajaran pada Senin (24/07/2023) besok.</p>



<p>Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, menyampaikan bahwa ada 130 siswa-siswi yang lolos seleksi masuk SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School tersebut adalah hasil dari penjaringan dari sekitar 300 pendaftar. &#8220;Kalau tahun pertama ini sebagai pembuktian. Kuncinya, guru harus disiplin dahulu,&#8221; kata Mas Dhito pada acara student Inauguration yang juga dihadiri pihak Putra Sampoerna Foundation (PSF) dan orang tua wali itu.</p>



<p>Bupati muda itu berpesan kepada tenaga pendidik sekolah berasrama SMA Dharma Wanita 1 Pare, untuk dapat disiplin dalam mendidik. Tidak kalah penting, pihaknya meminta mereka untuk terus semangat mengupgrade skill dan kemampuan. Pasalnya, salah satu faktor yang menjadi penentu masa depan sekolah dan kualitas pendidikan di Kabupaten Kediri, ditentukan dari tenaga pendidik.</p>



<p>Mas Dhito mengakui, sejauh ini pemerintah daerah baik kota atau kabupaten, tidak memiliki kewenangan untuk mengawasi pendidikan setingkat SMA/SMK. &#8220;Satu-satunya SMA yang diawasi langsung oleh bupati adalah SMA Dharma Wanita Pare,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Mas Dhito menyampaikan terima kasih kepada orang tua siswa yang telah mempercayakan anaknya sekolah di SMA berasrama itu. Meski sekolah berasrama itu gratis, namun melalui kerjasama yang dijalin pemerintah Kabupaten Kediri dengan PSF, kualitas pendidikan yang diberikan sekelas sekolah unggulan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk menjaga kualitas dan mutu sekolah unggulan itu, menurut Mas Dhito, tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga pendidik maupun kepala sekolah. Namun, melainkan juga termasuk Pemerintah Kabupaten Kediri.</p>



<p>Dibukanya sekolah berasrama itu, paparnya, memang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang tidak memiliki mimpi melanjutkan sekolah karena keterbatasan kondisi ekonomi keluarga. Mas Dhito berharap, melalui kualitas pendidikan yang diberikan diharapkan siswa-siswi ke depannya dapat mengangkat derajat keluarga dan menjadikan Kabupaten Kediri yang lebih baik lagi.</p>



<p>&#8220;Sekolah ini bukan sembarang sekolah, masuk dengan seleksi yang ketat dan ini akan terus kita jaga,&#8221; terangnya.</p>



<p>Senior Director PSF, Elan Merdy, menyampaikan tahun pertama dibuka sekolah berasrama itu menjadi fase yang sangat penting dalam membangun cikal bakal kualitas pendidikan yang baik di Kabupaten Kediri. &#8220;Insyaallah, SMA Dharma Wanita 1 Pare akan menjadi sekolah yang terbaik yang menularkan contoh contoh praktik baik bagi sekolah-sekolah sejajar di Kabupaten Kediri,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Para siswa pada angkatan pertama, paparnya, merupakan anak-anak terpilih. Pun begitu, mereka tetap harus berjuang dan tidak boleh mudah menyerah.</p>



<p>&#8220;Tinggal di asrama ini berbeda, kita perlu banyak toleransi, harus disiplin yang tinggi dengan jadwal sekolah yang padat, aturan sekolah dan asrama,&#8221; ujarnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193976</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
