<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bocah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bocah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Jul 2023 12:42:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bocah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Komisi I dan IV DPRD Trenggalek Hearing Terkait Matinya Tiga Bocah SD di Kolam Renang Tirta Jwalita</title>
		<link>https://memontum.com/komisi-i-dan-iv-dprd-trenggalek-hearing-terkait-matinya-tiga-bocah-sd-di-kolam-renang-tirta-jwalita</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jul 2023 11:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bocah]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD]]></category>
		<category><![CDATA[hearing]]></category>
		<category><![CDATA[jwalita]]></category>
		<category><![CDATA[kolam]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[matinya]]></category>
		<category><![CDATA[renang]]></category>
		<category><![CDATA[terkait]]></category>
		<category><![CDATA[tiga]]></category>
		<category><![CDATA[tirta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193808</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Forum Masyarakat Peduli Anak (FMPA) mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Trenggalek. Kedatangan FMPA yang ditemui Komisi I dan Komisi IV DPRD itu, salah satunya membahas terkait kejadian di Kolam Renang Tirta Jwalita, yang merenggut nyawa tiga bocah Sekolah Dasar (SD), Minggu (04/06/2023) lalu. Ketua Komisi I DPRD Trenggalek, Alwi Burhanuddin, mengatakan bahwa maksud [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Trenggalek</strong> &#8211; Forum Masyarakat Peduli Anak (FMPA) mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Trenggalek. Kedatangan FMPA yang ditemui Komisi I dan Komisi IV DPRD itu, salah satunya membahas terkait kejadian di Kolam Renang Tirta Jwalita, yang merenggut nyawa tiga bocah Sekolah Dasar (SD), Minggu (04/06/2023) lalu.</p>



<p>Ketua Komisi I DPRD Trenggalek, Alwi Burhanuddin, mengatakan bahwa maksud kedatangan FMPA di Kantor DPRD adalah untuk memberikan perhatian yang salah satunya musibah meninggalnya tiga anak di kolam renang. &#8220;Jadi, hari ini kita menerima aspirasi dari Forum Masyarakat Peduli Anak, yang menyoroti berbagai peristiwa yang menyangkut anak. Salah satunya, peristiwa meninggalnya tiga anak di kolam renang Tirta Jwalita,&#8221; katanya saat dikonfirmasi, Kamis (20/07/2023) sore.</p>



<p>Hasil rapat dengar pendapat kali ini, paparnya, FMPA berharap jika kasus tersebut tidak hanya berhenti sampai di sini. Sesuai laporan dari kepolisian, kasus kolam renang milik Pemerintah Daerah ini sudah pada tahap penyelidikan.</p>



<p>&#8220;Kalau mau dilanjutkan ke tahap penyidikan, harus ada Laporan Polisi (LP). Dan, tadi FMPA meminta agar Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan dan anak yang membuat Laporan Polisi,&#8221; terang Alwi.</p>



<p>Selanjutnya, kata Alwi, Satgas masih akan mempelajari Tugas Pokok Fungsi (Tupoksi) sesuai yang tertulis di Surat Keputusan (SK).</p>



<p>Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarudin, menambahkan bahwa terkait dengan Perda tentang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) saat ini sudah selesai pembahasannya. &#8220;Untuk Perda Perlindungan Perempuan dan Anak, saat ini pembahasannya sudah selesai. Dan, sekarang masih di provinsi. Nantinya, kita akan diundang ke provinsi untuk melakukan evaluasi jika ada perubahan atau yang lainnya. Selanjutnya, baru bisa dilakukan finalisasi,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sukarudin menjelaskan, jika Pemkab Trenggalek memiliki Perda Nomor 10 tahun 2012 Tentang Pengarusutamaan Gender, Perlindungan Perempuan dan Anak. Namun di tahun 2023, Perda tersebut dipecah menjadi dua. Yakni, Perda Tentang Pengarus Utamaan Gender (PUG) dan Perda tentang Kabupaten Layak Anak atau PPA.</p>



<p>Disinggung terkait Perda yang digunakan untuk penanganan anak, dirinya menyebut pada Perda Pengarus Utamaan Gender, pedomannya masih tetap mengacu pada aturan yang lebih tinggi. &#8220;Kan aturannya tidak hanya pada Perda saja. Kan ada undang-undang perempuan dan anak. Posisinya sekarang, karena Perda Nomor 10 tahun 2012 dihapus oleh Perda Nomor 2 tahun 2023 Tentang Perda PGU, maka berarti sudah tidak bisa dipakai sebagai dasar kebijakan anak. Sehingga, kita mengambil pada aturan yang lebih tinggi, kan disana juga sudah diatur lebih spesifik,&#8221; tutur Sukarudin.</p>



<p>Menanggapi peristiwa yang terjadi di kolam renang Tirta Jwalita, Politisi PKB ini mengaku jika hal itu adalah sesuatu yang memprihatinkan. &#8220;Wajibnya, peristiwa itu tidak boleh terulang kembali. Sehingga, mesti ada preventif dan dievaluasi agar tidak terulang kembali nanti kayak apa,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Masih kata Sukarudin, berkaca dari kejadian itu, perlu adanya pemeriksaan lebih detail, termasuk saat anak-anak itu masuk ke lokasi. Apakah melalui pintu masuk resmi atau tidak.</p>



<p>&#8220;Kita perlu cari tau yang pertama mereka punya karcis atau tidak. Kedua, mereka datang sendiri atau ada orang dewasa yang mengawasi atau yang bertanggung jawab. Jadi kedepan kalau memang dibuka kembali, maka setiap anak yang masuk ke kolam renang harus ada orang dewasa yang bertanggung jawab agar tidak lalai,&#8221; papar Sukarudin.</p>



<p>Komisi IV menilai, jika kolam renang plat merah itu ditutup permanen, maka akan sangat disayangkan. Mengingat, ada banyak fasilitas yang ada disana.</p>



<p>&#8220;Kalau dari pandangan Komisi IV, andaikan itu ditutup tentu disayangkan. Karena fasilitas sudah sebanyak itu, lalu mau digunakan untuk apa. Menurut kami, sebaiknya ini harus ada tindakan preventif (antispasi/pencegahan) agar tidak terulang kembali,&#8221; terangnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193808</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satu dari Dua Bocah SD Hanyut di Sungai Brantas Ditemukan Sejauh 12,2 Kilometer</title>
		<link>https://memontum.com/satu-dari-dua-bocah-sd-hanyut-di-sungai-brantas-ditemukan-sejauh-122-kilometer</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jun 2023 05:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bocah]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[dua]]></category>
		<category><![CDATA[hanyut]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kilometer]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[SD]]></category>
		<category><![CDATA[sejauh]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191450</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Setelah melalui proses pencarian, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Rf (10), satu dari dua bocah SD yang sebelumnya dilaporkan terseret arus Sungai Brantas, di Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Kepala Kantor SAR Surabaya, Muhamad Hariyadi, mengatakan bahwa korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal, Rabu (21/6) sekitar pukul 07.30. Lokasi penemuan korban [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Setelah melalui proses pencarian, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Rf (10), satu dari dua bocah SD yang sebelumnya dilaporkan terseret arus Sungai Brantas, di Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Surabaya, Muhamad Hariyadi, mengatakan bahwa korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal, Rabu (21/6) sekitar pukul 07.30. Lokasi penemuan korban berjarak sekitar 12,2 km dari lokasi kejadian awal. Setelah dievakuasi dari lokasi penemuan, ujarnya, selanjutnya jenazah Rf dibawa ke RS Syaiful Anwar, guna diproses lebih lanjut oleh petugas yang berwenang, sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.</p>



<p>Dalam upaya pencarian kedua korban, Rf (10) dan PW (10), paparnya, tim SAR gabungan mengerahkan sebanyak tiga SRU air untuk melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai Brantas, yang melintas di kota Malang. SRU air pertama melakukan penyisiran dengan tehnik tubing dari lokasi kejadian menuju ke Jembatan Kendalpayak di koordinat 8° 03&#8242; 19.0” S 112° 37&#8242; 42.5” E, jarak tempuh sekitar 3,4 km. SRU air kedua dan ketiga, melakukan penyisiran dengan perahu rafting dari Jembatan Kendal Payak menuju ke DAM Blobo di koordinat 8° 07&#8242; 09.4” S 112° 35&#8242; 54.0” E, jarak tempuh sekitar 9,4 km.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Tim SAR gabungan menggunakan perahu rafting, sebab kondisi Sungai Brantas yang dangkal serta banyak batuan dan jeram. Jadi, tidak mungkin menggunakan perahu karet dengan mesin motor tempel,” jelas Hariyadi.</p>



<p>Pada saat yang bersamaan, beberapa orang personel tim SAR gabungan melakukan pengamatan di beberapa lokasi yang ada di sepanjang aliran Sungai Brantas. Tim darat ini juga menyebarluaskan informasi hanyutnya korban kepada warga yang beraktivitas di sekitar sungai.</p>



<p>“Melalui upaya penyebarluasan informasi ini, diharapkan pada warga yang melihat korban untuk melaporkannya kepada petugas SAR gabungan, agar kemudian dilaksanakan evakuasi,” ungkap Hariyadi.</p>



<p>Sejumlah pihak ikut terlibat dalam proses pencarian hingga evakuasi korban. Di antaranya Tim Kantor SAR Surabaya, BPBD Kota Malang, Polsek dan Koramil Kedungkandang, Linmas, PPMR, Satria Rescue, PSR, SAR Trenggana, SAR MTA, RTA, Rescue 020, IOF, TAGANA, RAPI, PMI, Bakorsiskom, SAKA SAR Malang, BP 13.32, Lintamal Rescue, SAR Kanjuruhan, SAR Awangga, SAR Pakem, warga sekitar dan sejumlah potensi SAR lainnya.</p>



<p>Hingga berita ini disebarkan, tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian satu korban lain yang belum ditemukan. SAR masih melakukan penyisiran mencari satu korban lainnya berinisial PW yang hingga saat ini belum ditemukan.</p>



<p>Diberitakan sebelumnya, dua siswa sekolah dasar berinisial PW (10) dan Rf (10), warga Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dikabarkan hilang terseret arus Sungai Brantas, tidak jauh dari rumahnya, Senin (19/06/2023) lusa. Kejadian itu, berlangsung saat korban baru pulang dari sekolah. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191450</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Proses Pencarian Dua Bocah SD Hanyut di Sungai Brantas Belum Ditemukan </title>
		<link>https://memontum.com/proses-pencarian-dua-bocah-sd-hanyut-di-sungai-brantas-belum-ditemukan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jun 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[belum]]></category>
		<category><![CDATA[bocah]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[dua]]></category>
		<category><![CDATA[hanyut]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian]]></category>
		<category><![CDATA[proses]]></category>
		<category><![CDATA[SD]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191403</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Upaya pencarian dua bocah SD hanyut di Sungai atau Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, Kota Malang, terus dilakukan hingga Selasa (20/06/2023) tadi. Bahkan, sedikitnya tujuh tim gabungan juga diterjunkan untuk melakukan proses pencarian terhadap keduanya. Komandan Tim Pencarian, Basarnas Surabaya, Andy Pamuji, menyampaikan jika tujuh tim tersebut bergerak menyisir sungai dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Upaya pencarian dua bocah SD hanyut di Sungai atau Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, Kota Malang, terus dilakukan hingga Selasa (20/06/2023) tadi. Bahkan, sedikitnya tujuh tim gabungan juga diterjunkan untuk melakukan proses pencarian terhadap keduanya.</p>



<p>Komandan Tim Pencarian, Basarnas Surabaya, Andy Pamuji, menyampaikan jika tujuh tim tersebut bergerak menyisir sungai dengan menggunakan berbagai jenis perahu. Diantaranya,&nbsp; empat perahu karet, dua perahu kayak dan 15 tubing. “Kami mengerahkan tujuh tim untuk melalukan pencarian. Area pencarian dari lokasi kejadian sampai dengan DAM Sengguruh,” kata Andy, Selasa (20/06/223) tadi.</p>



<p>Kemudian, dikatakan jika area pencarian korban tersebut dibagi menjadi tiga titik wilayah. Untuk titik pertama, dimulai dari lokasi kejadian di wilayah Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang hingga Jembatan Kendalpayak, Kabupaten Malang dengan jarak sekitar 3,4 kilometer. Titik ke dua, dari Jembatan Kendalpayak hingga Bendungan Bloboh, Kabupaten Malang, dengan jarak 9,7 kilometer. Lalu, titik terakhir dari Bendungan Bloboh hingga Bendungan Sengguruh dengan jarak 8 kilometer.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Hingga pukul 11.00, belum ada tanda-tanda ditemukannya kedua korban. Apalagi, rata-rata dari semua titik itu sudah mencapai jarak separuh dari target, sementara masih belum ada tanda-tanda,” lanjutnya.</p>



<p>Pihaknya juga menceritakan, jika ada beberapa kendala yang dihadapi, yaitu derasnya arus air sungai dan kontur yang berbatuan. Selain itu, juga karena pintu DAM Sengguruh yang dibuka, sehingga mempengaruhi kecepatan air sungai. “Kendala arus memang sangat deras, disamping kontur Sungai Brantas juga berbatu, dan DAM Sengguruh dibuka mempengaruhi besar kecilnya arus,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, hingga saat ini operasi pencarian korban hanyut masih terus berlanjut dengan melibatkan kerja sama antara Basarnas Surabaya, relawan dan sejumlah pihak berwenang. Hanya saja, dimana keberadaan keduanya, masih belum teridentifikasi.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, dua bocah siswa SD berinisial PW (10) dan Rf (11), warga Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dikabarkan hilang terseret arus Sungai Brantas, tidak jauh dari rumahnya, Senin (19/06/2023) kemarin. Kejadian itu, berlangsung dari sepulang sekolah. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191403</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Bocah SD di Bumiayu Kota Malang Dilaporkan Hanyut di Sungai Brantas</title>
		<link>https://memontum.com/dua-bocah-sd-di-bumiayu-kota-malang-dilaporkan-hanyut-di-sungai-brantas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jun 2023 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bocah]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[Bumiayu]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[dilaporkan]]></category>
		<category><![CDATA[dua]]></category>
		<category><![CDATA[hanyut]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[SD]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191363</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dua siswa sekolah dasar (SD) berinisial PW (10) dan Rf (11), warga Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dikabarkan hilang terseret arus Sungai Brantas, yang tidak jauh dari rumahnya, Senin (19/06/2023) tadi. Informasi Memontum.com bahwa sebelum kejadian, tepatnya sekitar pukul 10.00 atau sepulang sekolah, kedua korban dan teman-temannya bermain di sekitar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dua siswa sekolah dasar (SD) berinisial PW (10) dan Rf (11), warga Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dikabarkan hilang terseret arus Sungai Brantas, yang tidak jauh dari rumahnya, Senin (19/06/2023) tadi.</p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa sebelum kejadian, tepatnya sekitar pukul 10.00 atau sepulang sekolah, kedua korban dan teman-temannya bermain di sekitar Sungai Brantas. Total, ada sebanyak delapan anak yang bermain di sekitar Sungai Brantas. Saat itu, enam diantaranya sempat berenang di sungai.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Karena arus sungai cukup deras, ke enam anak tersebut sempat terseret arus. Namun, empat di antaranya berhasil diselamatkan. Sedangkan PW dan Rf, dilaporkan hilang terbawa arus. Sementara teman-temannya korban sendiri, sudah sempat berusaha menolong, namun gagal.</p>



<p>Hanyutnya PW dan Rf, inipun dilaporkan oleh teman-temannya sekitar pukul 16.30. Hingga akhirnya, kejadian itu dilaporkan ke Polsek Kedungkandang.</p>



<p>Tidak lama berselang, unsur potensi SAR Malang Raya datang ke lokasi untuk berkoordinasi melakukan pencarian. &#8220;Hingga malam ini, kedua korban masih belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian,&#8221; ujar Kapolsek Kedungkandang, Kompol Agus Siswo Hariyadi saat dikonfirmasi Memontum.com sekitar pukul 20.00. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191363</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bocah Usia Lima Tahun di Probolinggo Ditemukan Mengambang di Saluran Irigasi</title>
		<link>https://memontum.com/bocah-usia-lima-tahun-di-probolinggo-ditemukan-mengambang-di-saluran-irigasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jun 2023 05:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bocah]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Irigasi]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[lima]]></category>
		<category><![CDATA[mengambang]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[saluran]]></category>
		<category><![CDATA[tahun]]></category>
		<category><![CDATA[usia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191324</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Seorang bocah berinisial MA (5) warga Desa Watuwungkuk, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, ditemukan tidak bernyawa, Senin (19/06/2023) sekitar pukul 07.30. Korban ditemukan terbujur kaku mengambang di sebuah saluran irigasi oleh seorang pekerja yang sedang memperbaikan saluran irigasi. Menurut keterangan warga sekitar, Silaturahman, bahwa saluran irigasi tersebut memiliki kedalaman sekitar 12 meter dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Seorang bocah berinisial MA (5) warga Desa Watuwungkuk, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, ditemukan tidak bernyawa, Senin (19/06/2023) sekitar pukul 07.30. Korban ditemukan terbujur kaku mengambang di sebuah saluran irigasi oleh seorang pekerja yang sedang memperbaikan saluran irigasi.</p>



<p>Menurut keterangan warga sekitar, Silaturahman, bahwa saluran irigasi tersebut memiliki kedalaman sekitar 12 meter dari permukaan tanah dan tinggi air mencapai 4 meter. &#8220;Saat pertama ditemukan, kondisi korban ini dalam keadaan mengambang dan posisinya telentang,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Sebelumnya, korban sempat dikabarkan hilang pada Minggu (18/06/2023) kemarin. Bahkan, pihak keluarga melaporkan hal tersebut kepada warga setempat dan pihak kepolisian. Atas laporan ini, petugas beserta warga setempat juga sempat mencari korban di lokasi kejadian. Namun saat itu, korban belum ditemukan.</p>



<p>Korban tiba-tiba ditemukan mengambang oleh warga, saat hendak mengambil air di sekitar lokasi. &#8220;Setelah ditemukan, korban kemudian dibawa ke RSU Wonolangan, untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan terkait penyebab meninggalnya korban,&#8221; ujarnya.&nbsp;<strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191324</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polisi Temukan Bekas Jeratan dan Pukulan Benda Tumpul di Dua Bocah Meninggal Jember</title>
		<link>https://memontum.com/polisi-temukan-bekas-jeratan-dan-pukulan-benda-tumpul-di-dua-bocah-meninggal-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jun 2023 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bekas]]></category>
		<category><![CDATA[benda]]></category>
		<category><![CDATA[bocah]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[dua]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[jeratan]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[pukulan]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<category><![CDATA[tumpul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191174</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Polres Jember dan Polsek Patrang terus mendalami dugaan pembunuhan atau perbuatan nekad yang dilakukan seorang ibu yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dan membuat dua buah hatinya ditemukan meninggal. Bahkan, beberapa saksi sudah diminta keterangan petugas, Sabtu (17/06/2023) tadi. Beberapa saksi yang telah diperiksa, yaitu suami dan ayah dari kedua korban. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Polres Jember dan Polsek Patrang terus mendalami dugaan pembunuhan atau perbuatan nekad yang dilakukan seorang ibu yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dan membuat dua buah hatinya ditemukan meninggal. Bahkan, beberapa saksi sudah diminta keterangan petugas, Sabtu (17/06/2023) tadi. Beberapa saksi yang telah diperiksa, yaitu suami dan ayah dari kedua korban.</p>



<p>&#8220;Sang suami, keponakan dan keluarga yang lain, sudah kami minta keterangan. Jadi, sementara ada tiga orang yang kami mintai keterangan,&#8221; kata Kapolres Jember, AKBP M Nurhidayat, saat di konfirmasi, Sabtu (17/06/2023) siang.</p>



<p>Ditambahkannya, polisi juga telah melakukan perlindungan dan pendampingan mental terhadap RKZ, anak kedua korban yang masih hidup. Bahkan, pihaknya bekerjasama dengan pemerintah setempat dan Bupati Jember, Hendy Siswanto, juga sudah mengirimkan tim psikolog untuk mendampingi anak korban.</p>



<p>Baca juga:</p>





<p>&#8220;Kita sudah melakukan pendampingan dan perlindungan mental. Dan, Bapak Bupati juga sudah mengirimkan tim psikolog untuk melakukan pendampingan. Karena kemungkinan besar, sang anak ini yang akan memberikan keterangan detail. Namun, kami masih menunggu rekomendasi dari tim dokter psikologi,&#8221; kata AKBP Nurhidayat.</p>



<p>Terkait hasil pemeriksaan sementara, Kapolres menjelaskan bahwa untuk korban berinisial LA dan Balita AV yang masih berumur 8 bulan, ditemukan ada bekas jeratan di leher dan pukulan benda tumpul. Dugaan sementara, temuan itu dilakukan oleh ibu korban, yang kini sudah meninggal.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, dua anak yakni LA dan AV ditemukan meninggal di dalam kamar. Selain menemukan dua anak tersebut, seorang perempuan yakni ibu korban bernama Husnul Khotimah (36), juga ditemukan gantung diri. Peristiwa tragis itu, baru diketahui oleh Agus Riyadi, atau suami Husnul, saat baru pulang kerja berjualan Cilok di depan RS Soebandi Jember. <strong>(rio/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191174</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Bocah di Trenggalek Ditemukan Mengambang Tak Bernyawa di Kolam Renang Tirta Jwalita</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-bocah-di-trenggalek-ditemukan-mengambang-tak-bernyawa-di-kolam-renang-tirta-jwalita</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jun 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[bocah]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[jwalita]]></category>
		<category><![CDATA[kolam]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[mengambang]]></category>
		<category><![CDATA[renang]]></category>
		<category><![CDATA[tiga]]></category>
		<category><![CDATA[tirta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190120</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Ketenangan warga di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Kelutan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek atau persisnya kolam renang Tirta Jwalita Trenggalek, berubah menjadi histeris, Minggu (04/06/2023). Reaksi itu muncul, setelah tiga bocah tanpa sebab yang jelas, ditemukan dalam posisi mengambang di dalam kolam renang dewasa dengan kedalaman sekitar 1,5 meter. Tiga bocah itu, masing-masing adalah MF [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum </strong><a href="https://trenggalek.memontum.com"><strong>Trenggalek</strong> </a>&#8211; Ketenangan warga di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Kelutan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek atau persisnya kolam renang Tirta Jwalita Trenggalek, berubah menjadi histeris, Minggu (04/06/2023).</p>



<p>Reaksi itu muncul, setelah tiga bocah tanpa sebab yang jelas, ditemukan dalam posisi mengambang di dalam kolam renang dewasa dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.</p>



<p>Tiga bocah itu, masing-masing adalah MF (9), MZ (10) dan B (9) warga Kelurahan Kelutan. Sementara dugaan sementara, diduga ketiga meninggal karena tidak bisa berenang.</p>



<p>Kapolres Trenggalek, AKBP Alith Alarino, dalam keterangannya mengatakan bahwa dua dari tiga korban tersebut ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian. &#8220;Dari tiga korban itu, dua diantaranya meninggal dunia di tempat. Sedangkan satu korban, meninggal usai dilarikan ke rumah sakit dr Soedomo Trenggalek,&#8221; kata Kapolres, Minggu (04/06/2023) siang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkan Kapolres Alith, kejadian tersebut diduga terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Dimana, sejumlah korban saat datang ke kolam renang, itu tidak atau tanpa didampingi orang tua.</p>



<p>&#8220;Diduga saat melihat temannya tenggelam, dua korban lainnya berusaha membantu. Namun, kemungkinannya ketiga korban ini tidak bisa berenang. Sedangkan, tinggi badan korban juga belum ada 150 centimeter (kedalaman kolam dewasa, red)&#8221; terang Kapolres Trenggalek.</p>



<p>Kejadian itu, imbuhnya, baru disadari pihak pengelola kolam renang juga saat baru mengetahui bahwa ketiga korban sudah dalam keadaan mengapung di permukaan kolam. &#8220;Usai dievakuasi dari kolam, ketiga korban langsung dilarikan ke RSUD dr Soedomo, untuk penanganan medis. Sebelum nantinya, diserahkan ke pihak keluarga masing-masing,&#8221; tambahnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190120</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
