<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Bolos Usai Liburan Lebaran &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bolos-usai-liburan-lebaran/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Oct 2020 13:49:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Bolos Usai Liburan Lebaran &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Angkutan Umum Tak Terdampak Libur Panjang</title>
		<link>https://memontum.com/angkutan-umum-tak-terdampak-libur-panjang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2020 11:23:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Alun-Alun Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Angkutan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Bawaslu Larang Pasang Stiker Citra Diri Peserta Pemilu di Angkutan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Bolos Usai Liburan Lebaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126706</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Long weekend Oktober, membuat sejumlah tempat, mulai wisata hingga stasiun, kebanjiran wisatawan. Meski demikian, hal berbeda justru dialami angkutan umum di Kota Malang. Sopir angkutan, rata-rata mengeluhkan malah mengeluh sepi dari penumpang. &#8220;Walaupun libur panjang, kami sebagai sopir angkutan justru sepi penumpang,&#8221; ujar salah satu pengemudi angkot, Panduwi Septi, Jumat (30/10) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Long weekend Oktober, membuat sejumlah tempat, mulai wisata hingga stasiun, kebanjiran wisatawan. Meski demikian, hal berbeda justru dialami angkutan umum di Kota Malang. Sopir angkutan, rata-rata mengeluhkan malah mengeluh sepi dari penumpang.</p>
<p>&#8220;Walaupun libur panjang, kami sebagai sopir angkutan justru sepi penumpang,&#8221; ujar salah satu pengemudi angkot, Panduwi Septi, Jumat (30/10) tadi.</p>
<p>Dalam sehari, tambahnya, angkutan yang disopirinya hanya mampu mendapat sekitar 10 orang. Itu pun, dengan tarif normal Rp 3,5 ribu per orang. Tentu saja, hasil itu sangat jauh dari target setoran, yang tiap harinya sekitar Rp 80 ribu.</p>
<p>&#8220;Belum untuk kebutuhan beli rokok, makan dan bensin. Tentu saja, penghasilan sebesar itu masih belum cukup untuk sopir angkutan,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Ditambahkan, salah faktor penurunan, selain faktor pandemi, juga banyaknya sarana angkutan. Sehingga, meski sekarang libur panjang, tidak terlalu berdampak besar.</p>
<p>&#8220;Covid ini sangat berpengaruh. Salah satunya, mahasiswa sampai diliburkan kuliah. Sementara kereta api juga belum beroperasi sepenuhnya,&#8221; ujar pria yang menjadi sopir angkot jurusan Arjosari-Dinoyo-Landung Sari (ADL) ini. <strong>(mg1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126706</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bolos Usai Liburan Lebaran, PNS Terancam Sangsi</title>
		<link>https://memontum.com/bolos-usai-liburan-lebaran-pns-terancam-sangsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2018 01:46:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Bolos Usai Liburan Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[PNS Terancam Sangsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=44542</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan&#8212;&#8211;Kepala Inspektorat Pemkab Lamongan, Agus Suyanto menegaskan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Lamongan yang tidak masuk kerja atau mbolos setelah libur lebaran dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri mendatang akan terancam sanksi, mulai sangsi terguran hingga sangsi yang lebih berat. “Sanksi bagi PNS yang mbolos kerja paska liburan panjang tersebut  akan kena [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan&#8212;&#8211;</strong>Kepala Inspektorat Pemkab Lamongan, Agus Suyanto menegaskan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Lamongan yang tidak masuk kerja atau mbolos setelah libur lebaran dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri mendatang akan terancam sanksi, mulai sangsi terguran hingga sangsi yang lebih berat.</p>
<p>“Sanksi bagi PNS yang mbolos kerja paska liburan panjang tersebut  akan kena sangsi. Sangsi tersebut sesuai aturan Menpan,” kata  Agus panggilan akrab Agus Suyanto,  Senin (11/6/2018).</p>
<p>Dikatakannya, PNS harus bisa  memanfaatkan waktu selama libur dan cuti lebaran secara maksimal untuk bersilaturrahim ke sanak dan familinya sehingga saat masuk kerja dapat kembali bekerja untuk melayani masyarakat. “PNS itu dibayar dari pajak masyarakat  untuk melayani masyakarat. Maka harus secara maksimal dalam  mengabdikan diri berkerja untuk masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Di sisi lain, Sekkab Lamongan Yuhronur Efendi MBA menghimbau  Pegawai Negeri Sipil (PNS) di wilayah Lamongan agar tidak menggunakan mobil dinas untuk kepentingan mudik luar kota karena mobil berplat merah itu hanya digunakan untuk kepentingan negara sedangkan mudik merupakan kepentingan pribadi. “Saya berharap agar himbauan larang penggunaan mobil dinas untuk mudik dipatuhi mengingat bagi yang melanggar akan nada sangsinya, mulai sangsi teguran, hingga sangsi yang lebih berat,” kata Sekkab Lamongan Yuhronur Efendi MBA.</p>
<p>Menurutnya himbauan tersebut berdasarkan Surat Edaran dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kepmenpan) yang telah dikirim ke Pemkab Lamongan. “Kita harus menjadi contoh bagi masyarakat untuk patuh terhadap aturan. Maka untuk itu surat edaran tersebut harus dilaksanakan,” pungkasnya. (ifa/zen)</p>
<p class="adL">
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44542</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
