<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>borobudur &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/borobudur/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Nov 2023 14:52:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>borobudur &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Simposium Dialog Borobudur, Umat Buddha Berharap Pemasangan Chattra di Stupa Utama Borobudur Terwujud</title>
		<link>https://memontum.com/simposium-dialog-borobudur-umat-buddha-berharap-pemasangan-chattra-di-stupa-utama-borobudur-terwujud</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Nov 2023 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[chattra]]></category>
		<category><![CDATA[dialog]]></category>
		<category><![CDATA[pemasangan]]></category>
		<category><![CDATA[Simposium]]></category>
		<category><![CDATA[terwujud]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202313</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Umat Buddha Indonesia berharap pemasangan chattra di puncak stupa utama Candi Borobudur, segera bisa diwujudkan. Harapan itu disampaikan tokoh dan umat Buddha, saat simposium Dialog Borobudur dengan mengangkat tema &#8216;Chattra dalam Sudut Pandang Teologi Buddhis &#38; Arkeologi&#8217; dalam rangkaian acara Borobudur Writers and Cultural Festival di Kampus Universitas Negeri Malang, Sabtu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Umat Buddha Indonesia berharap pemasangan chattra di puncak stupa utama Candi Borobudur, segera bisa diwujudkan. Harapan itu disampaikan tokoh dan umat Buddha, saat simposium Dialog Borobudur dengan mengangkat tema &#8216;Chattra dalam Sudut Pandang Teologi Buddhis &amp; Arkeologi&#8217; dalam rangkaian acara Borobudur Writers and Cultural Festival di Kampus Universitas Negeri Malang, Sabtu (25/11/2023) tadi.</p>



<p>Sebagai pemateri, Bhante Ditthisampanno Thera menjelaskan bahwa pemasangan chattra memperkuat aspek spiritualitas dan menjadi kesempurnaan Borobudur sebagai tempat suci peribadatan Umat Buddha. Hal itu dikarenakan, chattra bermakna payung atau pelindung yang merupakan mahkota stupa.</p>



<p>&#8220;Pemasangan chattra atau payung di puncak Stupa Candi Borobudur bagi Umat Buddha, itu memiliki makna filosofi dan spiritual, pelindung sekaligus penyempurnaan akan keagungan candi Buddha. Kami berharap, pemasangan chattra di stupa utama Candi Borobudur segera diwujudkan,&#8221; katanya.</p>



<p>Dosen di STIAB Smaratungga ini juga mendorong, agar Borobudur terus dikembangkan dari aspek kemanfaatan, yakni wisata religi. &#8220;Jadi tak sebatas untuk peningkatan nilai spiritual, pengembangan Candi Borobudur bisa dilakukan pada sisi lain pariwisata religi bagi umat Buddha seluruh dunia,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Upaya ini, diyakini tidak sulit karena pemerintah juga memiliki kebijakan yang searah yakni menjadikan Candi Borobudur sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Bahkan, Kementerian Agama juga mendukung rencana pemasangan chattra tersebut.</p>



<p>Dorongan pemasangan chattra, juga disampaikan Stanley Khu, dosen Universitas Diponegoro, Semarang. Disampaikan, chattra memiliki perspektif filosofi spiritualitas yang sangat mendalam. Dirinya menilai, Candi Borobudur sebagai sebuah mandala tak akan terpisahkan dari elemen chattra atau payung mulia tersebut.</p>



<p>Dosen antropologi ini menekankan, bahwa Buddhisme secara umum, mengatakan bahwa sebuah stupa bukanlah stupa sampai ia dinaungi chattra diatasnya. &#8220;Chattra merupakan perwujudan konkret dari nilai-nilai Buddhis. Saya meyakini jika chattra bisa dipasang di stupa utama Candi Borobudur, maka akan menjadi penguat keyakinan bagi umat Buddha,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sebelumnya, pada 21 Juli 2023, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan bahwa Chattra Borobudur akan segera dipasang. Hal itu disampaikan, dalam keterangan pers seusai Rapat Koordinasi Nasional Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Magelang, Jawa Tengah.</p>



<p>&#8220;Tadi disepakati bahwa Chattra Borobudur akan segera dipasang. Ini menjadi kabar baik bagi umat Buddha dan menjadi daya tarik bagi wisatawan dunia. Nah, kalau Chatra itu dipasang maka Borobudur ini akan menjadi semakin agung dan lengkap. Saya berharap kabar ini juga dapat menjadi kabar baik bagi umat Buddha,&#8221; jelasnya. Saat ini chattra, masih disimpan di Museum Karmawibhangga Taman Wisata Candi Borobudur. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202313</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Karya Edi Sedyawati, Borobudur Writers and Cultural Festival 2023 Digelar Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-karya-edi-sedyawati-borobudur-writers-and-cultural-festival-2023-digelar-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Nov 2023 13:25:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[cultural]]></category>
		<category><![CDATA[digelar]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[sedyawati,]]></category>
		<category><![CDATA[writers]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202005</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjadi salah satu wadah bagi puluhan pakar lintas disiplin dari akeologi, sejarah, antropologi hingga filologi, Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) 2023, kini digelar di Kota Malang. Founder BWFC, Seno Joko Suyono, menyampaikan jika gelaran tersebut digelar sebagai bentuk penghargaan dan peringatan terhadap disertasi legendaris, yaitu Edi Sedyawati, mengenai arca-arca Ganesa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Menjadi salah satu wadah bagi puluhan pakar lintas disiplin dari akeologi, sejarah, antropologi hingga filologi, Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) 2023, kini digelar di Kota Malang.</p>



<p>Founder BWFC, Seno Joko Suyono, menyampaikan jika gelaran tersebut digelar sebagai bentuk penghargaan dan peringatan terhadap disertasi legendaris, yaitu Edi Sedyawati, mengenai arca-arca Ganesa pada periode Singhasari dan Kediri. &#8220;Nah disertasi ini di kalangan lingkup studi arkeologi sangat legendaris sekali, karena tingkat dan mutu akademiknya yang sangat tinggi sekali. Maka dari itu, kami ingin menghelat BWCF 2023 ini di Malang, karena untuk memperingati setahun wafatnya Bu Edi dan untuk memperingati disertasinya,” jelas Seno, saat konferensi pers di salah satu kafe, Selasa (21/11/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, jika dalam kegiatan ini juga akan dikolaborasikan bersama dengan Universitas Negeri Malang (UM), dengan melibatkan Prodi Sejarah. Itu karena, Prodi tersebut sangat terkenal sekali dengan studi arkeologinya.</p>



<p>“Arkeolog besar tercatat pernah mengajar di UM. Jadi ini kami merasa tepat sekali bisa bekerjasama dengan UM dan oleh UM kami diperbolehkan untuk menggunakan beberapa fasilitas ruang yang dimiliki,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Seno juga menyampaikan, jika seluruh acara nantinya akan digelar di UM dengan menggunakan sarana prasarana yang ada. Mulai dari theater arena yang berbentuk outdoor space, kemudian Fakultas Ilmu Sejarah dan Fakultas Sastra, termasuk gedung pasca sarjana.</p>



<p>“Kecuali untuk pre opening di 23 siang itu di Gedung KPPN Heritage, itu kita akan memutar film dokumenter baru dari Sutradara Indonesia, Nia Dinata, berjudul Menggali Muara Jambi. Itu film dokumenter yang diproduksi tahun ini. Malamnya kami lanjut opening di UM,” tambahnya.</p>



<p>Rangkaian acara utama berlangsung di kampus UM mulai tanggal 24 hingga 27 November, dengan menghadirkan podium sastra dengan 50 penyair utama dari Jawa Timur, festival kopi malangan, diskusi arkeologi dan sastra serta pertunjukan seni. Kemudian, juga akan melibatkan seniman ternama seperti Ketut Rine, koreografer terkenal dari Bali, Sutarji Karso Bakhri, penyair tertua Indonesia, pertunjukan teater dari Mas Anwari, pertunjukan musik dari Novarut dan kelompok band Lorju.</p>



<p>“Jadi acaranya padat. Setelah malam pertunjukan di UM itu akan dilanjutkan nongkrong di Kayutangan Heritage. Karena di situ adalah salah satu ikon Malang saat ini, jadi sangat perlu dikenalkan dengan teman-teman dari luar kota,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, BWCF tersebut sudah digelar selama 12 tahun lamanya. Didalamnya, selalu mengangkat kajian-kajian serius mengenai topik tertentu dalam khazanah nusantara. Tentu melalui kegiatan tersebut, juga diharapkan kekayaan pemikiran nusantara dapat terangkat kembali dan dikenal oleh khalayak luas termasuk generasi milenial. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202005</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
