<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>BPBD Bangkalan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bpbd-bangkalan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Jul 2020 02:56:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>BPBD Bangkalan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Terserap 30 Persen, BPBD Bangkalan Seleksi Pendanaan BTT</title>
		<link>https://memontum.com/terserap-30-persen-bpbd-bangkalan-seleksi-pendanaan-btt</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2020 02:56:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[BTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/120227-terserap-30-persen-bpbd-bangkalan-seleksi-pendanaan-btt</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bangkalan &#8211; Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) penanganan Covid-19 di Bangkalan telah terserap 30 persen. Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai verifikator menyeleksi pengajuan penggunaan dana tersebut seefisien mungkin. Rizal Moris Kepala BPBD Bangkalan mengatakan, pihaknya terus menyeleksi penggunaan dana tersebut. Pasalnya, beberapa daerah saat ini sudah kewalahan untuk pendanaan penanganan Covid-19. &#8220;Hal itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bangkalan </strong>&#8211; Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) penanganan Covid-19 di Bangkalan telah terserap 30 persen. Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai verifikator menyeleksi pengajuan penggunaan dana tersebut seefisien mungkin.</p>
<p>Rizal Moris Kepala BPBD Bangkalan mengatakan, pihaknya terus menyeleksi penggunaan dana tersebut. Pasalnya, beberapa daerah saat ini sudah kewalahan untuk pendanaan penanganan Covid-19.</p>
<p>&#8220;Hal itu menjadi pembelajaran kami supaya tidak kehabisan dana hingga ahir tahun. Sebab wabah ini masih terjadi dan kita tidak tau sampai kapan,&#8221; ucapnya, Senin (27/7/2020).</p>
<p>Ia mengatakan, setiap pengajuan permintaan dana selalu dilakukan rapat oleh pihak terkait. Hal itu dilakukan agar dana dapat digunakan secara efisien dan tepat guna.</p>
<p>&#8220;Selalu kami rapatkan. Kami harus tau apakah pengajuan tersebut perlu atau tidak,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Diketahui, dana BTT penanganan Covid-19 di Bangkalan sebanyak Rp 88,2 Miliar. Dari dana tersebut, sebanyak Rp 26 Miliar telah digunakan sehingga dana tersedia Rp 62,2 Miliar untuk penanganan Covid-19 hingga ahir tahun 2020.</p>
<p>&#8220;Kebanyakan digunakan oleh Dinkes, RSUD serta Dinsos. Jaring pengaman melalui dinsos sementara penanganan pasien melalui dinkes dan RSUD,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan optimis sisa anggaran tersebut sangat cukup hingga akhir tahun. Ia menilai, angka sembuh di Bangkalan cukup banyak dan pasien meninggal bisa ditekan.</p>
<p>&#8220;Angka terinfeksi juga sudah menurun. Kita optimis dalam waktu dekat bisa mencapai zona kuning dan hijau,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Ia juga mengaku banyak pihak telah berupaya menekan penyebaran Covid-19 di Bangkalan. Baik dari penanganan, pencegahan dan juga penyebaran.<strong> (Isn/nhs/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120227</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terdampak Refocusing, Anggaran Bantuan Kekeringan Hanya Rp 87 Juta</title>
		<link>https://memontum.com/terdampak-refocusing-anggaran-bantuan-kekeringan-hanya-rp-87-juta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2020 03:20:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[kekeringan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/119274-terdampak-refocusing-anggaran-bantuan-kekeringan-hanya-rp-87-juta</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bangkalan &#8211; Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) mulai melakukan maping dan kesiapan penanganan kekeringan. Tahun ini, anggaran bantuan air bersih menyusut sebab dipengaruhi refocusing Covid-19. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPBD Bangkalan, Rizal Moris. Ia mengatakan anggaran bantuan air bersih yang semula Rp 150 juta dipangkas menjadi Rp 87 juta. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bangkalan</strong> &#8211; Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) mulai melakukan maping dan kesiapan penanganan kekeringan. Tahun ini, anggaran bantuan air bersih menyusut sebab dipengaruhi refocusing Covid-19.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPBD Bangkalan, Rizal Moris. Ia mengatakan anggaran bantuan air bersih yang semula Rp 150 juta dipangkas menjadi Rp 87 juta. Padahal, jumlah desa terdampak bertambah dibandingkan tahun 2019 lalu.</p>
<p>&#8220;Anggaran terkena refocusing Covid-19. Sehingga menjadi Rp 87 juta. Namun terjadi peningkatan jumlah desa terdampak kekeringan,&#8221; tuturnya, Selasa (14/7/2020).</p>
<p>Rizal menambahkan, meski anggaran menurun, pihaknya tak bingung jika nantinya terjadi kekurangan dana. Sebab, tambahan anggaran bisa diajukan melalui belanja tak terduga (BTT) dari provinsi.</p>
<p>&#8220;Dari provinsi bisa mengajukan BTT. Tahun kemarin juga kami anggarkan, sehingga total anggaran air bersih sebanyak Rp 200 jutaan yang bersumber dari APBD sebanyak Rp 150 dan sisanya BTT,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Adapun jumlah penambahan daerah terdampak kekeringan yakni di Desa Sukolilo Barat dan Desa Baengas Kecamatan Labang. Sehingga jumlah desa terdampak menjadi 85 desa dari 13 kecamatan. <strong>(isn/nhs/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">119274</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Akses Jalan Penghubung Desa Terputus, Dewan Bangkalan: Kita Belum Dapat Info</title>
		<link>https://memontum.com/akses-jalan-penghubung-desa-terputus-dewan-bangkalan-kita-belum-dapat-info</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2020 13:21:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[PU Bina Marga Bangkalan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107912-akses-jalan-penghubung-desa-terputus-dewan-bangkalan-kita-belum-dapat-info</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bangkalan &#8211; Akses jalan antara desa Tlokoh dan desa Durjan sejak sore kemarin (4/3/2020) terputus. Penyebabnya, di lokasi tersebut beberapa jam sebelumnya terjadi hujan lebat dan mengakibatkan banjir dan juga longsor. Muhammad Toha, Camat Kokop menyampaikan akibat terputusnya jalan tersebut, mengakibatkan jembatan penghubung desa rusak parah. Hal ini juga mengganggu aktivitas masyarakat. &#8220;Ini akses [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bangkalan</strong> &#8211; Akses jalan antara desa Tlokoh dan desa Durjan sejak sore kemarin (4/3/2020) terputus. Penyebabnya, di lokasi tersebut beberapa jam sebelumnya terjadi hujan lebat dan mengakibatkan banjir dan juga longsor.</p>
<p>Muhammad Toha, Camat Kokop menyampaikan akibat terputusnya jalan tersebut, mengakibatkan jembatan penghubung desa rusak parah. Hal ini juga mengganggu aktivitas masyarakat.</p>
<p>&#8220;Ini akses jalan satu-satunya, akibat hujan kemarin jalan dan jembatan rusak. Maka untuk sementara kami buat jalan darurat dengan alat seadanya yang penting aman digunakan untuk melintas,&#8221;ucapnya,(5/3/2020).</p>
<p>Diakuinya, hujan lebat terjadi sejak kemarin siang dibeberapa kecamatan tetangga dan menyebabkan air mengalir satu titik melalui jembatan tersebut. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan BPBD dan PU Bina Marga agar segera mendapat perbaikan.</p>
<p>Diketahui, jembatan yang baru berusia 8 tahun itu merupakan program dari PNPM. Jembatan sepanjang 22 meter dan lebar 3 meter itu kini rusak parah.</p>
<p>Diketahui, pihak BPBD dan PU Bina Marga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Hasilnya, kedua pihak akan berkoordinasi lebih lanjut dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.</p>
<p>&#8220;Kita sudah ke lokasi dan akan lakukan koordinasi lebih lanjut. Untuk perkiraan dana perbaikan yang dibutuhkan masih dihitung,&#8221; terang Kepala BPBD, Rizal Moris.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C Suyitno mengaku baru mengetahui informasi tersebut. Pihaknya juga belum bisa berkomentar lebih atas bencana yang terjadi di Desa Tlokoh.</p>
<p>&#8220;Jembatan Tlokoh kita belum dapat info,&#8221; tulisnya melalui pesan whatsapp pada pukul 13:24 siang tadi. <strong>(Isn/nhs/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107912</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cuaca Ekstrim, BPBD Bangkalan Imbau Warga Kenali Ciri Puting Beliung</title>
		<link>https://memontum.com/cuaca-ekstrim-bpbd-bangkalan-imbau-warga-kenali-ciri-puting-beliung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Nov 2019 13:56:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrim]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Pancaroba]]></category>
		<category><![CDATA[Puting Beliung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99064-cuaca-ekstrim-bpbd-bangkalan-imbau-warga-kenali-ciri-puting-beliung</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bangkalan &#8211; Musim pancaroba yang terjadi saat ini mulai terjadi sejak awal bulan november. Musim ini merupakan peralihan dari musim kemarau ke penghujan. Kondisi ini memicu timbulnya cuaca ekstrim yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Untuk itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati. Kepala BPBD Rizal Morris menyampaikan, kondisi ini bisa terjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bangkalan</strong> &#8211; Musim pancaroba yang terjadi saat ini mulai terjadi sejak awal bulan november. Musim ini merupakan peralihan dari musim kemarau ke penghujan. Kondisi ini memicu timbulnya cuaca ekstrim yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Untuk itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati.</p>
<p>Kepala BPBD Rizal Morris menyampaikan, kondisi ini bisa terjadi secara sporadis. Intensitas hujan dalam kondisi ini bisa terjadi sangat lebat disertai angin kencang hingga terjadi puting beliung. Namun, tidak semua angin kencang akan berakibat puting beliung.</p>
<p>&#8220;Kami himbau kepada seluruh masyarakat agar saat terjadi hujan lebat tidak berteduh dibawah pohon ataupun baliho-baliho, khawatir angin kencang ataupun petir,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Rizal menambahkan, Biasanya angin puting beliung diawali dengan udara yang terasa panas akibat radiasi matahari yang cukup kuat di suatu pagi hingga siang. Selain itu, biasanya ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 wib dan 07.00 pagi (lebih dari 4.5°C) yang disertai dengan kelembaban cukup tinggi mencapai nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb (diatas 60%).</p>
<p>Bila dilihat secara langsung, biasanya saat pagi akan terbentuk awan Cumulus atau awan putih berlapis &#8211; lapis. Diantara awan tersebut akan ada satu jenis awan yang batas tepinya sangat jelas berwarna abu &#8211; abu menjulang tinggi seperti bunga kol. Awan itu kemudian akan berubah cepat menjadi abu &#8211; abu atau hitam yang dikenal dengan awan Cumulonimbus (CB). Setelah itu, pepohonan, dahan atau ranting yang ada di sekitar akan mulai bergoyang cepat.</p>
<p>&#8220;Tanda selanjutnya biasanya adanya sentuhan udara dingin di sekitar tempat tersebut. Hujan akan hujan sangat deras secara tiba-tiba di titik di mana angin kencang ini berhembus. Jika hujan hanya gerimis maka angin puting beliung terjadi di titik yang lebih jauh,jika dalam 1 &#8211; 3 hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim transisi penghujan/pancaroba maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun dari angin yang masuk dalam kategori puting beliung,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sebagai antisipasi dampak puting beliung itu, ada sejumlah tindakan yang bisa dilakukan warga. Yaitu dengan merapikan pohon besar, rimbun, dan tinggi serta rapuh untuk mengurangi beban pada pohon tersebut. Kemudian mengecek dan memperkuat bagunan non-permanen maupun semi permanen seperti atap rumah yang sudah rapuh. Juga mengecek dan memperkuat bagunan konstruksi seperti papan reklame, dan baliho.</p>
<p>&#8220;Segera menjauh dari lokasi kejadian apabila mengetahui adanya indikasi akan terjadi puting beliung,&#8221; pungkasnya. <strong>(isn/nhs/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99064</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hujan Belum Turun, BPBD Bangkalan Lanjutkan Penyaluran Bantuan Air Bersih</title>
		<link>https://memontum.com/hujan-belum-turun-bpbd-bangkalan-lanjutkan-penyaluran-bantuan-air-bersih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Oct 2019 03:59:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[kekeringan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/97111-hujan-belum-turun-bpbd-bangkalan-lanjutkan-penyaluran-bantuan-air-bersih</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bangkalan &#8211; Musim kemarau terus melanda Madura terutama kabupaten Bangkalan. Akibatnya, kekeringan terus terjadi di beberapa wilayah. Sampai saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan penyaluran bantuan air bersih. Hal itu disampaikan oleh Kepala BPBD Bangkalan, Rizal Moris. Ia menyampaikan, bantuan air bersih akan terus diberikan hingga musim hujan tiba dan daerah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bangkalan</strong> &#8211; Musim kemarau terus melanda Madura terutama kabupaten Bangkalan. Akibatnya, kekeringan terus terjadi di beberapa wilayah. Sampai saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan penyaluran bantuan air bersih.</p>
<p>Hal itu disampaikan oleh Kepala BPBD Bangkalan, Rizal Moris. Ia menyampaikan, bantuan air bersih akan terus diberikan hingga musim hujan tiba dan daerah terdampak memiliki cadangan air untuk kebutuhan sehari-hari.</p>
<p>&#8220;Akan terus kita salurkan bantuan air bersih ini. Untuk jumlahnya masih sama dengan bulan september kemarin,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Dikatakan, musim hujan di Bangkalan diprediksi akan jatuh pada pertengahan bulan oktober ini. Ia berharap musim hujan segera tiba, agar masyarakat terdampak dapat segera mendapatkan air bersih sesuai kebutuhan.</p>
<p>&#8220;Kalau musim hujan, perkiraan jatuh pertengahan oktober ini. Semoga lekas turun hujan, supaya masyarakat tidak lagi kekurangan air bersih,&#8221; ucapnya.<strong> (Isn/nhs/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">97111</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Langganan Banjir, BPBD Bangkalan Pasang Alat Deteksi Banjir Seharga Rp 230 Juta</title>
		<link>https://memontum.com/langganan-banjir-bpbd-bangkalan-pasang-alat-deteksi-banjir-seharga-rp-230-juta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Sep 2019 02:06:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[hibah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/92591-langganan-banjir-bpbd-bangkalan-pasang-alat-deteksi-banjir-seharga-rp-230-juta</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bangkalan &#8211; Early Warning System (EWS) merupakan alat pendeteksi banjir yang dihibahkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Alat seharga Rp 230 juta ini di pasang di daerah langganan banjir yakni di Kecamatan Arosbaya agar pada musim hujan nanti banjir dapat terdeteksi. Alat ini memiliki fungsi menghitung volume air dan pada batas tertentu akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bangkalan </strong>&#8211; Early Warning System (EWS) merupakan alat pendeteksi banjir yang dihibahkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Alat seharga Rp 230 juta ini di pasang di daerah langganan banjir yakni di Kecamatan Arosbaya agar pada musim hujan nanti banjir dapat terdeteksi.</p>
<p>Alat ini memiliki fungsi menghitung volume air dan pada batas tertentu akan mengirimkan sinyal pertanda akan banjir. Dari sinyal ini maka suara dan sirine dari alat yang dihubungkan akan berbunyi dan warga dapat melakukan evakuasi dini.</p>
<p>Cara kerja alat ini yakni dengan memasang satu alat di tepi sungai dan memasang satu alat di balai desa. Alat di tepi sungai tersebut dilengkapi dengan alat yang dapat menghitung curah hujan, sehingga dari curah hujan tersebut dapat diprediksi terjadinya banjir.</p>
<p>Suara dan bunyi sirine yang dikeluarkan dari alat ini juga berbeda di tiap tingkatnya. Mulai dari tahap waspada, siaga dan awas. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui, air hujan yang turun akan berpotensi banjir atau tidak.</p>
<p>&#8220;Harapannya dengan alat ini masyarakat dapat bersiap saat hujan datang. Sehingga ketika sirine menandakan akan banjir, masyarakat dapat evakuasi mandiri sembari menunggu bantuan dari kabupaten datang,&#8221; ucap Kepala BPBD Rizal Moris, Kamis (12/9/2019).</p>
<p>BPBD juga telah menyiapkan 21 satgas tanggap bencana yang terdiri dari warga sekitar. Tujuannya, ketika banjir datang warga dapat segera diberikan bantuan sebelum tim BPBD tiba di lokasi banjir.</p>
<p>&#8220;Untuk evakuasi awal kita juga bentuk satgas yang terdiri dari masyarakat sekitar yang kita latih untuk evakuasi siaga banjir,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Saat ini, Bangkalan baru memiliki satu alat tersebut dan telah di pasang di Arosbaya. BPBD mengaku, akan segera mengajukan bantuan alat tersebut untuk beberapa kecamatan terdampak banjir agar seluruhnya mendeteksi banjir tersebut. <strong>(ist/nhs/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">92591</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kekeringan Diprediksi Hingga September</title>
		<link>https://memontum.com/kekeringan-diprediksi-hingga-september</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Aug 2019 11:22:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[kekeringan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/90370-kekeringan-diprediksi-hingga-september</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bangkalan &#8211; Musim kemarau yang terjadi cukup lama membuat berbagai daerah mengalami kekeringan parah. Di Bangkalan, terdapat 9 kecamatan mengalami bencana tersebut, di perkirakan kekeringan ini akan terjadi hingga september mendatang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan upaya mengatasi hal tersebut. Namun, sebagian besar terkendala tidak adanya titik sumber air di desa terdampak. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bangkalan</strong> &#8211; Musim kemarau yang terjadi cukup lama membuat berbagai daerah mengalami kekeringan parah. Di Bangkalan, terdapat 9 kecamatan mengalami bencana tersebut, di perkirakan kekeringan ini akan terjadi hingga september mendatang.</p>
<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan upaya mengatasi hal tersebut. Namun, sebagian besar terkendala tidak adanya titik sumber air di desa terdampak.</p>
<p>Untuk menutupi kebutuhan air selama musim kemarau, telah dialokasikan dana sebesar Rp 150 juta untuk droping air bersih setiap hari ke seluruh desa tersebut. Adapun bencana kekeringan ini terbagi menjadi dua yakni 26 desa kering kritis dan 7 desa kering langka.</p>
<p>&#8220;Kita sudah lakukan upaya pemetaan untuk mencari titik sumber air namun masih kesulitan karena minim sumber air. Lalu kami berikan droping air bersih setiap harinya, kemarin juga kita sudah salurkan di kecamatan Geger,&#8221; ujar kepala BPBD Rizal Moris, Rabu (14/8/2019).</p>
<p>Dikatakan, setiap hari ada empat armada tangki air bersih yang mendatangi desa terdampak secara bergantian. Disebutkan, air sebanyak 6000 liter di setiap tangki itu cukup untuk memenuhi kebutuhan 30 kepala keluarga.</p>
<p>&#8220;Untuk setiap tangkinya berisi 6000 liter. Nah, ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan air di 30 KK,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Ia berharap, bencana kekeringan ini segera berakhir. Sebab, beberapa daerah kering langka hanya memanfaatkan air keruh untuk memenuhi kebutuhan air sembari menunggu bantuan datang.</p>
<p>&#8220;Seperti di Desa Panyaksagan, Klampis itu warga memanfaatkan air keruh di sebuah sungai kering. Jadi warga membuat lubang di sekitar bekas aliran air untuk mencari sisa-sisa resapan air disana,&#8221; terangnya. <strong>(isn/nhs/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">90370</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
