<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>BPBD Kabupaten Blitar &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bpbd-kabupaten-blitar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Apr 2021 08:46:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>BPBD Kabupaten Blitar &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Total Kerugian Gempa di Blitar Capai Rp 1,3 M, Dampak dari Kerusakan 369 Bangunan</title>
		<link>https://memontum.com/total-kerugian-gempa-di-blitar-capai-rp-13-m-dampak-dari-kerusakan-369-bangunan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2021 08:46:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[gempa bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Blitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=139714</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Dampak gempa berkekuatan 6,7 SR di wilayah Blitar Raya yang meliputi Kabupaten dan Kota Blitar, tercatat sebanyak 369 bangunan mengalami rusak. Kerusakan paling parah, terjadi di wilayah Kabupaten Blitar dengan total bangunan yang terdampak sebanyak 344. Sedangkan di Kota Blitar, bangunan yang rusak sebanyak 25. Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Ahmad Cholik, mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Dampak gempa berkekuatan 6,7 SR di wilayah Blitar Raya yang meliputi Kabupaten dan Kota Blitar, tercatat sebanyak 369 bangunan mengalami rusak. Kerusakan paling parah, terjadi di wilayah Kabupaten Blitar dengan total bangunan yang terdampak sebanyak 344. Sedangkan di Kota Blitar, bangunan yang rusak sebanyak 25.</p>



<p>Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Ahmad Cholik, mengatakan bahwa dari 344 bangunan yang mengalami kerusakan, ada sembilan bangunan yang masuk kategori rusak berat. Sementara, 86 masuk kategori rusak sedang dan 249 rusak ringan.</p>



<h5 class="wp-block-heading"><strong><em>Baca juga: </em></strong></h5>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Sedangkan untuk kecamatan yang paling banyak terdampak, tambah Cholik, adalah Kecamatan Wates yang berada di pesisir Selatan Kabupaten Blitar. Karena daerah tersebut, yang paling dekat dengan pusat gempa bumi di Barat Daya Kabupaten Malang atau 95 Km Tenggara Kabupaten Blitar.</p>



<p>“Akibat kerusakan dari 344 bangunan ini, estimasi kerugian sekitar Rp 1,3 miliar,&#8221; kata Achmad Cholik, Minggu (11/04) siang.</p>



<p>Selain kerusakan bangunan, lanjut Cholik, juga ada 11 warga yang dilaporkan mengalami luka-luka. Semua luka ringan dan sudah menjalani perawatan. “Mereka rata-rata mengalami luka karena terkena runtuhan bangunan,” jelasnya.</p>



<p>Sementara Kepala Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar, Hakim Sisworo, menyampaikan ada sekitar 25 bangunan yang rusak di Kota Blitar. Diantaranya, 14 rumah warga, 1 ruangan di RSUD Mardi Waluyo, 3 tempat ibadah dan 2 gedung perkantoran. Dengan total kerugian mencapai Rp 235 juta.</p>



<p>Selain itu, juga tercatat 2 orang luka-luka. Namun, semua sudah mendapat penanganan karena hanya luka ringan. &#8220;Pagi tadi (Minggu, red) kami bersama TNI dan Polri langsung melakukan kerja bakti membersihkan bangunan yang terdampak. Estimasi kerugian Rp 235 juta,&#8221; terang Hakim Sisworo. <strong>(jar/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">139714</post-id>	</item>
		<item>
		<title>200 Lebih Rumah Warga di Kabupaten Blitar Rusak dan 11 Orang Luka Akibat Gempa</title>
		<link>https://memontum.com/200-lebih-rumah-warga-di-kabupaten-blitar-rusak-dan-11-orang-luka-akibat-gempa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2021 15:10:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[gempa bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Blitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=139688</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Gempa bumi berkekuatan 6,7 skala richter (SR) yang terjadi di Kabupaten Malang, mengakibatkan 11 orang warga Kabupaten Blitar, dilaporkan mengalami luka-luka. Selain itu, sekitar 200 lebih rumah warga mengalami kerusakan. Hal ini, berdasarkan data yang dikumpulkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar. &#8220;Ada 11 orang yang dilaporkan mengalami luka-luka dan 200 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Gempa bumi berkekuatan 6,7 skala richter (SR) yang terjadi di Kabupaten Malang, mengakibatkan 11 orang warga Kabupaten Blitar, dilaporkan mengalami luka-luka. Selain itu, sekitar 200 lebih rumah warga mengalami kerusakan.</p>



<p>Hal ini, berdasarkan data yang dikumpulkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar. &#8220;Ada 11 orang yang dilaporkan mengalami luka-luka dan 200 lebih rumah warga rusak akibat gempa,&#8221; kata Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Ahmad Cholik.</p>



<h5 class="wp-block-heading"><strong><em><span style="color:#6000a3" class="has-inline-color">Baca juga:</span></em></strong></h5>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Lebih lanjut Cholik menyebut, sebelas orang yang mengalami luka-luka tersebut diantaranya, 1 orang di Kecamatan Wates, 1 orang di Kecamatan Sutojayan, 2 orang di Kecamatan Bakung, 1 orang di Kecamatan Doko, 2 orang di Kecamatan Wonodadi. Lalu, 1 orang di Kecamatan Selopuro, 1 orang di Kecamatan Selorejo, Kademangan 1 orang dan 1 orang di Kecamatan Kesamben.</p>



<p>&#8220;Mereka semua sudah mendapat penanganan. Ada yang di bawa ke Puskesmas, ke rumah sakit daerah dan fasilitas kesehatan lainnya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Cholik menambahkan, menurut data BPBD Kabupaten Blitar, ada sekitar 203 rumah warga Kabupaten Blitar, yang rusak akibat gempa bumi di Malang. “Kerusakan bangunan tersebut, mulai dari rusak ringan, sedang hingga berat,” terangnya.</p>



<p>Lebih rinci Cholik menyebut, bangunan yang mengalami kerusakan, hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Blitar. &#8220;Mayoritas ringan, ada beberapa yang berat. Nanti kita lakukan kajian, apakah bisa menjadi kategori tanggap darurat atau tidak. Kalau bisa masuk tanggap darurat Bupati akan memerintahkan untuk segera melakukan tindakan pelaksanaan kedaruratan,&#8221; papar Kepala BPBD Kabupaten Blitar.</p>



<p>Hingga kini, BPBD Kabupaten Blitar terus mendata kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 6,7 SR yang terjadi di perairan laut 90 kilometer Barat Daya Kabupaten Malang, Sabtu (10/04) siang sekitar pukul 14.15. <strong>(jar/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">139688</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Longsor, Akses Jalan Antar Desa di Dua Kecamatan di Kabupaten Blitar Tertutup</title>
		<link>https://memontum.com/longsor-akses-jalan-antar-desa-di-dua-kecamatan-di-kabupaten-blitar-tertutup</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2020 08:29:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107586-longsor-akses-jalan-antar-desa-di-dua-kecamatan-di-kabupaten-blitar-tertutup</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Akses jalan antar desa di dua kecamatan di Kabupaten Blitar tertutup. Memyusul bencana tanah longsor di Desa Ngrendeng, Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar, Senin (2/3/2020) sekitar pukul 21.30 WIB kemarin. Selain itu longsor juga terjadi di dusun Dewi, Desa Semen, Kecamatan Gandusari, sekitar pukul 17.00 WIB. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Akses jalan antar desa di dua kecamatan di Kabupaten Blitar tertutup. Memyusul bencana tanah longsor di Desa Ngrendeng, Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar, Senin (2/3/2020) sekitar pukul 21.30 WIB kemarin. Selain itu longsor juga terjadi di dusun Dewi, Desa Semen, Kecamatan Gandusari, sekitar pukul 17.00 WIB.</p>
<p>Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar Ahmad Cholik mengatakan, kejadian tanah longsor ini disebabkan karena rembesan air yang masuk ke retakan tanah ditambah hujan mengguyur wilayah tersebut selama sekitar 2 jam.</p>
<p><div id="attachment_107587" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-107587" decoding="async" class="size-full wp-image-107587" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200303-WA0102-copy.jpg?resize=740%2C370&#038;ssl=1" alt="Petugas BPBD Kabupaten Blitar bersama warga membersihkan bekas-bekas timbunan tanah longsor di Desa Ngrendeng, Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar" width="740" height="370" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200303-WA0102-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200303-WA0102-copy.jpg?resize=300%2C150&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200303-WA0102-copy.jpg?resize=600%2C300&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200303-WA0102-copy.jpg?resize=200%2C100&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-107587" class="wp-caption-text">Petugas BPBD Kabupaten Blitar bersama warga membersihkan bekas-bekas timbunan tanah longsor di Desa Ngrendeng, Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar</p></div></p>
<p>&#8220;Akibat kejadian ini, material longsor menutup bahu jalan penghubung antar desa. Yaitu Desa Ngrendeng ke Desa Sumberagung. Sementara longsor di dusun Dewi, Desa Semen menutup setengah bahu jalan penghubung antara Desa Semen ke Desa Slumbung,&#8221; kata Ahmad Cholik, Selasa (3/3/2020).</p>
<p>Ahmad Cholik mengaku, jika pihaknya telah mendata dua kecamatan yang terdampak tanah longsor tersebut.</p>
<p>&#8220;Kemarin kami menerima dua laporan tanah longsor. Pertama di Kecamatan Gandusari longsor terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Kemudian di Kecamatan Selorejo longsor terjadi pukul 21.30 WIB,&#8221; jelas Ahmad Cholik.</p>
<p>Cholik menambahkan, karena kondisi cuaca material longsor tersebut tidak bisa langsung dibersihkan. Selain itu petugas juga masih menunggu alat berat untuk memindahkan material longsor.</p>
<p>&#8220;Sampai saat ini kondisi jalan belum bisa dilewati. Tadi malam kami bersama warga sempat melakukan pembersihan, namun longsoran susulan terjadi lagi dan menutup penuh badan jalan sehingga jalan sudah tidak bisa di lewati,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, lanjut Cholik, bagi warga yang hendak menuju Desa Ngrendeng dari arah Timur harus melewati Desa Sumberagung. Jika dari arah Barat bisa lewat jalan Desa Banjarsari.</p>
<p>&#8220;Semua akses jalan tersebut harus memutar kurang lebih lima kilometer,” jelasnya</p>
<p>Kepala BPBD memghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Karena curah hujan tinggi seperti saat ini berpotensi menyebabkan bencana, seperti banjir dan tanah longsor.</p>
<p>&#8220;Di Kabupaten Blitar ada beberapa wilayah yang berpotensi bencana tanah longsor. Utamanya wilayah bagian Blitar Utara seperti Kecamatan Garum, Doko, Gandusari. Potensi tanah longsor lainnya juga ada di wilayah Blitar Timur seperti Wlingi, Kesamben dan Selorejo,&#8221; pungkasnya.<strong> (jar/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107586</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masuki Puncak Musim Hujan, BPBD Imbau Warga Waspadai Banjir dan Tanah Longsor</title>
		<link>https://memontum.com/masuki-puncak-musim-hujan-bpbd-imbau-warga-waspadai-banjir-dan-tanah-longsor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jan 2019 16:03:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[musim hujan]]></category>
		<category><![CDATA[waspada banjir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/71298-masuki-puncak-musim-hujan-bpbd-imbau-warga-waspadai-banjir-dan-tanah-longsor</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bencana banjir dan tanah longsor. Utamanya di daerah Blitar Utara tepatnya di lereng Gunung Kelud hingga ke arah Blitar Timur. Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Heru Irawan menuturkan, puncak musim hujan di Kabupaten Blitar diprediksi akan terjadi pada pertengahan Januari 2019. Hal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bencana banjir dan tanah longsor. Utamanya di daerah Blitar Utara tepatnya di lereng Gunung Kelud hingga ke arah Blitar Timur.</p>
<p>Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Heru Irawan menuturkan, puncak musim hujan di Kabupaten Blitar diprediksi akan terjadi pada pertengahan Januari 2019. Hal ini, berdasarkan informasi yang diterima BPBD dari Badan Meterologi Klematologi Dan Geofisika (BMKG).</p>
<p>&#8220;Surat edaran dari BMKG sudah kami terima. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan adanya bencana longsor bagi masyarakat yang bertempat tinggal di perbukitan,&#8221; kata Heru Irawan, Rabu (02/01/2019).</p>
<p>Heru Irawan menyebut, sejumlah kecamatan di Kabupaten Blitar rawan bencana tanah longsor diantaranya, Kecamatan Gandusari, Doko, Selorejo, dan Kecamatan Kesamben. Karena letak wilayahnya berbukit-bukit.</p>
<p>Sedangkan beberapa kecamatan yang rawan banjir diantaranya, Kecamatan Sutojayan dan Kecamatan Wonodadi. Serta kecamatan yang dilewati sungai aliran lahar Gunung Kelud seperti Kecamatan Garum dan Kecamatan Nglegok.</p>
<p>Heru menambahkan dengan kondisi ini, pihaknya mulai meningkatkan pantauan terhadap kondisi cuaca di Kabupaten Blitar secara berkala. Terutama kerawanan terjadi nya bencana alam terutama bencana tanah longsor.</p>
<p>&#8220;Tentu di musim seperti ini petugas BPBD secara otomatis akan meningkatkan pantauan terhadap kondisi sejumlah wilayah yang rawan bencana,&#8221; pungkas Heru Irawan. <strong>(fjr/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">71298</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dampak Kekeringan, Permintaan Dropping Air Bersih ke BPBD Meningkat</title>
		<link>https://memontum.com/dampak-kekeringan-permintaan-dropping-air-bersih-ke-bpbd-meningkat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2018 16:02:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[kekeringan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/51039-dampak-kekeringan-permintaan-dropping-air-bersih-ke-bpbd-meningkat</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar terus melakukan dropping air bersih ke sejumlah wilayah di Blitar Selatan. Dropping air bersih tersebut dilakukan karena masih ada warga yang mengusulkan dropping air bersih akibat sumber mata air yang mengering saat musim kemarau. Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Heru Irawan mengatakan, beberapa desa dari lima [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar terus melakukan dropping air bersih ke sejumlah wilayah di Blitar Selatan. Dropping air bersih tersebut dilakukan karena masih ada warga yang mengusulkan dropping air bersih akibat sumber mata air yang mengering saat musim kemarau.</p>
<p>Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Heru Irawan mengatakan, beberapa desa dari lima kecamatan yang mengalami kekeringan mengajukan dropping air bersih. Pasca adanya pengajuan itu, BPBD langsung menyuplai kebutuhan air bersih ke desa yang membutuhkan.</p>
<p>&#8220;Sekarang begitu sumber air mengering beberapa warga memilih untuk membeli air bersih. Namun kebanyakan warga memang meminta dopping air bersih melalui surat pengajuan dari pihak desa,&#8221; kata Heru Irawan, Kamis (09/08/2018).</p>
<p>Libih lanjut Heru menyampaikan, lima kecamatan di Blitar Selatan memang menjadi langganan ancaman kekeringan selama musim kemarau. Lima kecamatan tersebut diantaranya Kecamatan Bakung, Wonotirto, Panggungrejo, Binagun dan Kecamatan Wates.</p>
<p>&#8220;Untuk Blitar Selatan ada 19 desa di 5 kecamatan yang mengalami kekeringan,&#8221; jelas Heru.</p>
<p>Heru menambahkan, berdasarkan ramalan Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) diperkirakan, musim memarau akan berlangsung hingga bulan September mendatang. Selain menyiapkan armada dan personel untuk dropping air nersih, BPBD Kabupaten Blitar juga telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Malang dan Tulungagung, untuk memback up jika dampak kekeringan meluas.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan ramalan BMKG bisa sampai bulan September. Tapi biasanya sumber air kembali memancarkan air secara bertahap. Bisa jadi Oktober baru ada sumber air,&#8221; pungkasnya. <strong>(fjr/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">51039</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nelayan Diimbau Tetap Waspada, Meski Gelombang Mulai Normal</title>
		<link>https://memontum.com/nelayan-diimbau-tetap-waspada-meski-gelombang-mulai-normal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jul 2018 13:15:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/49387-nelayan-diimbau-tetap-waspada-meski-gelombang-mulai-normal</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Meski gelombang laut pantai Selatan mulai normal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar menghimbau kepada para nelayan agar tetap waspada. Sebelumnya kondisi gelombang di pantai pesisir Selatan Jawa beberapa waktu terakhir sedang mengganas. Bahkan, selama sepekan terakhir ketinggian gelombang bisa mencapai 7 meter. Kondisi gelombang tinggi ini membuat nelayan di Blitar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Meski gelombang laut pantai Selatan mulai normal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar menghimbau kepada para nelayan agar tetap waspada. Sebelumnya kondisi gelombang di pantai pesisir Selatan Jawa beberapa waktu terakhir sedang mengganas. Bahkan, selama sepekan terakhir ketinggian gelombang bisa mencapai 7 meter.  Kondisi gelombang tinggi ini membuat nelayan di Blitar selatan tak melaut. Sehingga tidak mendapatkan tangkapan ikan. </p>
<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar memasuki pekan kedua menyatakan, kondisi gelombang sudah mulai normal. Kendati demikian nelayan dan wisatawan diminta untuk tetap waspada. Mengingat selain gelombang tinggi, kondisi cuaca saat ini juga tidak bisa diprediksi.</p>
<p>&#8220;Setiap tahun memang selalu ada gelombang tinggi. Informasi dari Badan Meterologi Klematologi Dan Geofisika (BMKG) puncaknya empat hari, yaitu 23 sampai 27 Juli. Sekarang sudah mulai normal. Meski begitu kami minta nelayan tetap waspada,&#8221; kata Kepala BPBD Kabupaten Blitar Heru Irawan, Senin (30/07/2018).</p>
<p>Lebih lanjut Heru menyampaikan, di Kabupaten Blitar ada beberapa pantai yang menjadi perhatian khusus BPBD. Diantaranya Pantai Serang, Desa Serang, Kecamatan Pangungrejo, Pantai Tambak,  Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, dan Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung. </p>
<p>Menurut Heru, saat terjadi gelombang tinggi di tiga lokasi tersebut, terjadi banjir rob. Bahkan di Pantai Pangi, empat warung porak-poranda diterjang ombak. Selain itu, tiga pantai ini juga merupakan objek wisata, yang sering dikunjungi wisatawan. Sehingga dibutuhkan perhatian khusu agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. </p>
<p><strong>Baca Juga :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/17720-pemancing-hilang-tergulung-ombak-ditemukan-tak-bernyawa" rel="noopener" target="_blank">Pemancing Hilang Tergulung Ombak, Ditemukan Tak Bernyawa</a></p>
<p>&#8220;Disana ada monitor dan ada petugas jika gelombang mulai tinggi nantinya petugas akan intens memberikan peringatan kepada wisatawan maupun nelayan. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Selain menyebabkan nelayan tak bisa melaut, gelombang tinggi di pesisir Blitar Selatan beberapa waktu lalu juga memakan korban jiwa seorang pemancing. Warga dusun Sumberagung, Desa Sumbersih, Kecamatan Pangungrejo ditemukan tak bernyawa setelah tiga hari hilang. Korban bernama Sugito (35) itu tergulung gelombang tinggi saat memancing di daerah Pantai Ngleles, Desa Sumbersih. <strong>(jar/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">49387</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPBD Blitar Ingatkan Masyarakat Waspada Perubahan Cuaca</title>
		<link>https://memontum.com/bpbd-blitar-ingatkan-masyarakat-waspada-perubahan-cuaca</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jul 2018 13:12:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan cuaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/46440-bpbd-blitar-ingatkan-masyarakat-waspada-perubahan-cuaca</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Warga Blitar sudah sebulan dibuat bingung dengan kondisi cuaca yang tidak menentu. Karena kondisi tersebut membuat kondisi badan tidak fit. Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, tidak mempermasalahkan kondisi ini. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Heru Irawan mengatakan, perubahan cuaca yang terjadi saat ini tergolong wajar. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Warga Blitar sudah sebulan dibuat bingung dengan kondisi cuaca  yang tidak menentu. Karena kondisi tersebut membuat kondisi badan tidak fit. Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, tidak mempermasalahkan kondisi ini.</p>
<p>Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Heru Irawan mengatakan, perubahan cuaca yang terjadi saat ini tergolong wajar. karena saat ini bumi sedang berada di titik Aphelion, dimana posisi bumi berada jauh dari matahari. Kondisi tersebut menyebabkan suhu bumi menjadi lebih dingin dan mencapai titik minimumnya.</p>
<p><div id="attachment_46441" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-46441" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/Sungai-kering-1-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Akibat perubahan cuaca, beberapa sungai di Blitar debet airnya mulai surut" width="650" height="333" class="size-full wp-image-46441" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/Sungai-kering-1-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/Sungai-kering-1-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-46441" class="wp-caption-text"><em><strong> Akibat perubahan cuaca, beberapa sungai di Blitar debet airnya mulai surut</strong></em></p></div></p>
<p>&#8220;Perubahan cuaca itu hal biasa, kondisi itu menandakan adanya perubahan musim, untuk saat ini dari musim hujan ke musim kemarau&#8221;, kata Heru Irawan.</p>
<p>Lebih lanjut Heru menyampaikan, kondisi seperti ini juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya ketika pergantian musim. Perubahan cuaca yang terjadi yakni suhu naik tapi mendadak suhu menjadi turun yang mengakibatkan suhu menjadi dingin. Selain itu, masih ada hujan ringan yang turun dan angin kencang.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan pengalaman sebelumnya, setiap pergantian musim selalu diiringi dengan pergantian cuaca yang sangat mendadak&#8221;, jelasnya.</p>
<p>Heru menambahkan, meski dalam kategori wajar, tetapi pihaknya tetap mengingatkan kepada warga untuk tetap waspada dan hati-hati. Sebab, bukan tidak mungkin pergantian cuaca tersebut bisa menjadi ekstrim yang memicu adanya bencana alam. &#8220;Berdasarkan prakiraan cuaca, untuk saat ini kondisi masih normal&#8221;, tandasnya.</p>
<p>Menurut Heru, saat ini pihaknya lebih mewaspadai adanya bencana kekeringan pada puncak kemarau tahun ini. Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan memetakan daerah yang rawan terhadap kekeringan. </p>
<p>&#8220;Kami akan melihat prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk melihat daerah yang rawan terhadap kekeringan&#8221;, pungkas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar. <strong>(jar/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">46440</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPBD Kabupaten Blitar Cabut Status Siaga Bencana</title>
		<link>https://memontum.com/bpbd-kabupaten-blitar-cabut-status-siaga-bencana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2018 17:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[siaga bencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/30564-bpbd-kabupaten-blitar-cabut-status-siaga-bencana</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar – Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) disebutkan, bahwa cuaca ekstrem melanda wilayah Blitar hingga bulan Februari 2018 lalu. Sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar menetapkan status siaga bencana hingga Februari 2018. Status siaga bencana juga diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Blitar khususnya yang bertempat tinggal di daerah rawan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> – Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) disebutkan, bahwa cuaca ekstrem melanda wilayah Blitar hingga bulan Februari 2018 lalu. Sehingga  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar menetapkan status siaga bencana hingga Februari 2018.</p>
<p>Status siaga bencana juga diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Blitar khususnya yang bertempat tinggal di daerah rawan bencana seperti longsor di Blitar Utara dan banjir yang sering terjadi di Blitar Selatan. </p>
<p>Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Heru Irawan mengatakan, memasuki bulan ketiga tahun 2018 ini pihaknya memastikan sudah mencabut status siaga bencana. Menurut Heru, status siaga bencana ini dicabut setelah kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Blitar kembali normal.</p>
<p>&#8220;Saat ini intensitas hujan semakin rendah. Selain itu, sejauh ini kondisi angin terpantau normal dan aman,&#8221; kata Heru Irawan, Kamis (8/3/2018).</p>
<p>Lebih lanjut Heru menyampaikan meskipun status siaga bencana telah dicabut, saat ini hujan juga masih terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Blitar. Namun dengan intensitas rendah, dan hal ini terjadi hampir di seluruh wilayah di Jawa Timur.</p>
<p>&#8220;Tentunya jika nanti kembali terjadi cuaca ekstrem, maka kita akan kembali memperpanjang status siaga bencana ini. Tetapi yang jelas untuk sekarang kondisi cuaca sudah berangsur-angsur normal&#8221;, pungkas Heru Irawan. <strong>(jar/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">30564</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pohon Waru di Blitar Tumbang, Timpa Rumah Warga</title>
		<link>https://memontum.com/pohon-waru-di-blitar-tumbang-timpa-rumah-warga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Feb 2018 16:17:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[pohon tumbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/28018-pohon-waru-di-blitar-tumbang-timpa-rumah-warga</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar – Akibat wilayah Desa Semen Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar diguyur hujan deras yang disertai angina kencang, pohon Waru Gunung tumbang hingga menimpa rumah warga. Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun atap rumah milik Subaktiyo (47) warga dusun Putukdawung RT 01 RW 01 Desa Semen mengalami kerusakan. Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> – Akibat wilayah Desa Semen Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar diguyur hujan deras yang disertai angina kencang, pohon Waru Gunung tumbang hingga menimpa rumah warga. Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun atap rumah milik Subaktiyo (47) warga dusun Putukdawung RT 01 RW 01 Desa Semen mengalami kerusakan.</p>
<p>Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya mengatakan, sebelum kejadian, Kamis (22/02/2018) sekitar pukul 14.50 wilayah Desa Semen, sejak pukul 13.00 diguyur hujan deras disertai angin kencang. Sehingga mengakibatkan 1 pohon jenis Waru Gunung dengan bulat 80 centimeter roboh dan menimpa rumah korban.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/Pohon-tumbang-2-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-28019" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/Pohon-tumbang-2-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/Pohon-tumbang-2-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/Pohon-tumbang-2-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/Pohon-tumbang-2-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /> </p>
<p>“Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, hanya saja kondisi rumah mengalami rusak pada sisi atap, dan kerugian diperkirakan sekitar Rp. 2 juta”, kata Slamet Waloya kepada wartawan, Kamis (22/02/2018).</p>
<p>Lebih lanjut Slamet Waloya menyampaikan, sekitar pukul 16.00, warga sekitar bersama anggota Polsek Gandusari dan Badan Penangglangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar melakukan pemotongan pohon yang diketahui milik Yulianto , (43), warga setempet.</p>
<p>“Atas kejadian ini, pihak pemerintah Desa Semen memfasilitasi untuk mediasi antara pemilik rumah dengan pemilik pohon. Dan disepakati bahwa pemilik pohon menanggung biaya perbaikan rumah milik korban”, tandas Kapolres Blitar. <strong>(jar/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">28018</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
