<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>BPBD Kabupaten Trenggalek &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bpbd-kabupaten-trenggalek/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Dec 2019 11:48:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>BPBD Kabupaten Trenggalek &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tanah Retak, Bupati Trenggalek Tekankan Pemetaan dan Antisipatif</title>
		<link>https://memontum.com/tanah-retak-bupati-trenggalek-tekankan-pemetaan-dan-antisipatif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Dec 2019 11:48:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bupati trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[tanah bergerak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102960-tanah-retak-bupati-trenggalek-tekankan-pemetaan-dan-antisipatif</guid>

					<description><![CDATA[Trenggalek, Memontum &#8211; Mengetahui rumah warganya yang terdampak bencana tanah bergerak, Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin langsing meninjau ke lokasi dan segera meminta adanya langkah antisipasi. Bencana tanah gerak yang terjadi di Desa Melis Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek, membuat pemerintah setempat melalui OPD terkait, musti turun tangan. Dalam hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Trenggalek, Memontum </strong>&#8211; Mengetahui rumah warganya yang terdampak bencana tanah bergerak, Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin langsing meninjau ke lokasi dan segera meminta adanya langkah antisipasi.</p>
<p>Bencana tanah gerak yang terjadi di Desa Melis Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek, membuat pemerintah setempat melalui OPD terkait, musti turun tangan.</p>
<div id="attachment_102961" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-102961" decoding="async" class="size-full wp-image-102961" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191229-WA0030-copy.jpg?resize=740%2C494&#038;ssl=1" alt="Bupati Arifin saat meninjau rumah warga yang terdampak tanah gerak di Desa Melis Kecamatan Gandusari. (istimewa) " width="740" height="494" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191229-WA0030-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191229-WA0030-copy.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191229-WA0030-copy.jpg?resize=600%2C401&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191229-WA0030-copy.jpg?resize=200%2C134&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-102961" class="wp-caption-text">Bupati Arifin saat meninjau rumah warga yang terdampak tanah gerak di Desa Melis Kecamatan Gandusari. (istimewa)</p></div>
<p>Dalam hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek akan melakukan pemetaan potensi sebagai antisipasi ke depan.</p>
<p>Tercatat, sebanyak 15 rumah warga serta 2 fasilitas umum berupa sekolah dan mushola mengalami kerusakan akibat tanah gerak. 15 rumah warga tersebut antara lain di RT 14 RW 7 Dusun Jugang dan RT 9 RW 4 Dusun Ngringin Desa Melis, Kecamatan Gandusari.</p>
<p>Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat meninjau lokasi mengatakan Pemerintah Kabupaten melalui OPD terkait akan melakukan langkah-langkah antisipasi serta rehabilitasi bagi rumah yang terdampak.</p>
<p>&#8220;Dalam jangka waktu dekat kita tutup semua bongkahan untuk mengantisipasi bongkahan yang lebih besar karena air bisa masuk ke dalam, terus kemudian kedua kita bantu rehabilitasi untuk rumah-rumah yang parah khususnya yang punya resiko tinggi jika masih dihuni, &#8221; ungkapnya, Minggu (29/12/2019) sore.</p>
<p>Tak hanya itu, dalam jangka menengah pihaknya akan melakukan pemetaan potensi bahaya karena retakan.</p>
<p>Jika dilihat retakan yang terjadi ini sejajar dengan garis sungai. Selanjutnya, apakah sungai tersebut nantinya diperlukan pengerasan agar tidak terjadi sliding terus menerus atau tidak.</p>
<p>Selain itu, suami Novita Hardiny ini juga meminta kepada BPBD untuk melakukan pemetaan citra udara untuk menelusuri jalur retakan maupun jalur sungai.</p>
<p>&#8220;Kita akan lihat beberapa hari ke depan kalau curah hujannya sama seperti yang kemarin apakah masih ada tambahan jalur retakan lagi, &#8221; kata Arifin.</p>
<p>Pihaknya juga berharap kondisi retakan yang terjadi tidak semakin parah kedepannya. Hingga langkah &#8211; langkah antisipasi dari Pemerintah Daerah bisa diterapkan.</p>
<p>&#8220;Kalau setelah ditutup tidak ada tambahan jalur retakan berarti dimungkinkan sudah kuat struktur tanah, baru mungkin atas kajian BPBD bagaimana kita lakukan pengerasan di sisi sungai, &#8221; tegasnya. <strong>(mil/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102960</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemarau Panjang, 14 Kecamatan Di Trenggalek Kekeringan</title>
		<link>https://memontum.com/kemarau-panjang-14-kecamatan-di-trenggalek-kekeringan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Sep 2019 09:07:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau Panjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/93836-kemarau-panjang-14-kecamatan-di-trenggalek-kekeringan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Musim kemarau panjang, 14 Kecamatan di kota berjuluk Keripik Tempe terdampak kekeringan. Dari data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Trenggalek, sebanyak 46 Desa di 14 kecamatan mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Seperti yang diketahui, bencana kekeringan ini merupakan rutinitas tahunan yang terjadi di Kabupaten Trenggalek. Setiap musim kemarau tiba, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Musim kemarau panjang, 14 Kecamatan di kota berjuluk Keripik Tempe terdampak kekeringan. Dari data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Trenggalek, sebanyak 46 Desa di 14 kecamatan mengalami kekeringan dan krisis air bersih.</p>
<p>Seperti yang diketahui, bencana kekeringan ini merupakan rutinitas tahunan yang terjadi di Kabupaten Trenggalek. Setiap musim kemarau tiba, dapat dipastikan beberapa desa di Kabupaten Trenggalek mengalami kekeringan dan krisis air bersih.</p>
<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Trenggalek Joko Rusianto, melalui Kepala Bidang (Kabid) Logistik Rehabilitasi dan Rekonstruksi (LRL) BPBD Kabupaten Trenggalek, Ahmad Budiyanto mengatakan selama musim kemarau panjang, permintaan pengiriman air bersih selalu terjadi.</p>
<p>&#8220;Saat dipastikan selama musim kemarau panjang beberapa Desa di Kabupaten Trenggalek akan mengajukan permintaan pengiriman air bersih. Dia hal ini akan berlanjut sampai puncak musim kekeringan berakhir, &#8221; ucap Budi sapaan akrabnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/09/2019) siang.</p>
<p>Dikatakan Budi, sejak tahun 2013 lalu, baru tahun 2019 ini Kabupaten Trenggalek mengalami kekeringan di seluruh Kecamatan. Terkait kebutuhan air bersih, BPBD Kabupaten Trenggalek semaksimal mungkin untuk pemenuhannya.</p>
<p>Namun pihaknya menghimbau kepada warga yang terdampak kekeringan, agar bantuan air bersih yang diberikan digunakan seefisien mungkin. Karena apapun yang terjadi pemenuhan air bersih tidak akan bisa maksimal seperti saat musim hujan.</p>
<p>&#8220;Bantuan air bersih ini bisa digunakan untuk memasak, mandi ataupun yang lainnya. Dan sesuai prediksi puncak kemarau tahun ini akan berakhir Bukan November mendatang, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Lebih lanjut, selama musim kekeringan, BPBD Kabupaten Trenggalek dan berbagai pihak lain sudah mendistribusikan air bersih ke daerah-daerah terdampak kekeringan.</p>
<p>Sedangkan untuk proses pendistribusian air bersih ini, BPBD Kabupaten Trenggalek menggunakan air bersih sesuai standar dari PDAM.</p>
<p>&#8220;Kita sudah bekerjasama dengan pihak PDAM terkait air bersih yang akan didistribusikan. Dan kita juga tidak serta merta langsung melakukan pengiriman air bersih sebelum ada surat pengantar dari Desa dan diketahui Camat. Itupun kita juga harus melakukan pengecekan dilapangan, &#8221; tegas Budi.</p>
<p>Dalam setiap harinya, masing &#8211; masing tangki bisa sampai 3-4 kali pengiriman air bersih. Tergantung dari lokasi yang akan dikirim. Jika jaraknya cukup jauh, hanya bisa 2 kali pengiriman saja dalam sehari.</p>
<p>Mulai saat ini, pihak BPBD Kabupaten Trenggalek mengambil air bersih dari PDAM yang ada di Kecamatan Durenan. Mengingat PDAM yang ada di Kecamatan Kota mengalami penurunan debit air.</p>
<p>&#8220;Artinya tidak mengganggu untuk kebutuhan air bersih pelanggan, &#8221; katanya.</p>
<p>Disinggung terkait anggaran yang dikeluarkan untuk mencukupi permintaan air bersih kepada warga terdampak kekeringan, BPBD Kabupaten Trenggalek mengaku masih mencukupi.</p>
<p>&#8220;Dikatakan lebih tidak, tetapi mencukupi. Kalau pun memang nanti masih memerlukan anggaran lebih, akan di back up dari dana Biaya Tidak Terduga (BTT) Kabupaten Trenggalek, &#8221; pungkas Budi. <strong>(mil/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">93836</post-id>	</item>
		<item>
		<title>4 Desa di Trenggalek Dilanda Kekeringan</title>
		<link>https://memontum.com/4-desa-di-trenggalek-dilanda-kekeringan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jun 2019 10:45:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[kekeringan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=86424</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Musim kemarau tiba, sejumlah wilayah di Kabupaten Trenggalek mulai mengalami kekeringan. Menurut informasi yang diterima, ada 4 desa di Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek yang sudah mengalami kekeringan. Kondisi seperti ini memang rutin terjadi setiap musim kemarau tiba. Kepala Pelaksanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Trenggalek, Djoko Rusianto mengatakan sejumlah daerah yang mengalami [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek </strong>&#8211; Musim kemarau tiba, sejumlah wilayah di Kabupaten Trenggalek mulai mengalami kekeringan. Menurut informasi yang diterima, ada 4 desa di Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek yang sudah mengalami kekeringan.</p>
<p>Kondisi seperti ini memang rutin terjadi setiap musim kemarau tiba.</p>
<p>Kepala Pelaksanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Trenggalek, Djoko Rusianto mengatakan sejumlah daerah yang mengalami kekeringan ada 4 Desa yang letaknya di Kecamatan Panggul.</p>
<p>&#8220;Sampai saat ini diketahui ada 4 desa yang terdampak bencana kekeringan. Diantaranya adalah Desa Besuki, Desa Nglebeng, Desa Karang Tengah serta Desa Terbis, &#8221; ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (24/06/2019).</p>
<p>Dari keempat desa yang mengalami kekeringan, lanjut Joko, telah mengirimkan surat pemerimberitahuan pendistribusian air bersih ke pihak BPBD Trenggalek.<br />
Ribuan liter air bersih sudah didistribusikan ke 4 desa yang mengalami kekeringan.</p>
<p>“Pendistribusian air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan sudah dilakukan, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Menurutnya, bantuan suplai air bersih itu diberikan berdasarkan permintaan warga setempat yang terdampak. Selanjutnya pihak BPBD meninjau ke lapangan untuk menentukan kelayakan daerah tersebut menerima bantuan.</p>
<p>“Kami akan melakukan pengiriman air bersih sesuai dengan permintaan itu dari desa yang diketahui oleh kecamatan setempat. Dan dilakukan kroscek ke daerah tersebut untuk selanjutnya dilakukan pengiriman air bersih kita lakukan, ” kata Djoko.</p>
<p>Masih terang Djoko, guna mengantisipasi adanya bencana kekeringan di Kabupaten Trenggalek, pihaknya telah menyediakan anggaran senilai Rp 150 juta untuk pendistribusian air bersih.</p>
<p>Mengingat permintaan supaya air bersih ke daerah &#8211; daerah terdampak kekeringan akan berlangsung cukup masif. <strong>(mil/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">86424</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
