<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>BPBD Lamongan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bpbd-lamongan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jan 2020 15:56:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>BPBD Lamongan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jembatan Penghubung Antar Desa di Mantup Jebol Diterjang Banjir Bandang</title>
		<link>https://memontum.com/jembatan-penghubung-antar-desa-di-mantup-jebol-diterjang-banjir-bandang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jan 2020 15:56:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Lamongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/103252-jembatan-penghubung-antar-desa-di-mantup-jebol-diterjang-banjir-bandang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Jembatan penghubung antar Desa Kedungsoko dan Sidomulyo, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan putus setelah diterjang banjir bandang pada Rabu (1/1/2019) Kemarin. Pasalnya, jembatan diduga sudah tidak kuat menahan derasnya arus aliran sungai tapatnya di Kedungsoko sehingga meluap kendati tidak mampu menampung debit air saat hujan lebat tiba. &#8220;Jembatan penghubung di dua desa itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Jembatan penghubung antar Desa Kedungsoko dan Sidomulyo, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan putus setelah diterjang banjir bandang pada Rabu (1/1/2019) Kemarin. Pasalnya, jembatan diduga sudah tidak kuat menahan derasnya arus aliran sungai tapatnya di Kedungsoko sehingga meluap kendati tidak mampu menampung debit air saat hujan lebat tiba.</p>
<p>&#8220;Jembatan penghubung di dua desa itu putus karena hujan deras sehingga air mengalir sangat cepat yang mengakibatkan bendungan itu jebol,&#8221; Ujar Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, Muslimin, Kamis (2/1/2020).</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-103254" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/20200102_183424-copy.jpg?resize=740%2C367&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="367" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/20200102_183424-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/20200102_183424-copy.jpg?resize=300%2C149&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/20200102_183424-copy.jpg?resize=600%2C298&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/20200102_183424-copy.jpg?resize=200%2C99&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Tak hanya itu, Kata Muslimin, faktor usia jembatan itu sendiri sebenarnyadiketahui tidak terlalu tua dan masih layak untuk dilalui.</p>
<p>Namun sayangnya, beber Muslimin, lantaran intensitas air hujan sangat tinggi sebabkan arus sungai kali mengalir sangat deras serta ditambah lagi banyaknya tumpukan sampah sehingga aliran air terhambat dan jembatan tidak kuat menahan derasnya air hingga akhirnya terputus.</p>
<p>&#8220;Masih layak dilalui kendaraan bermotor dan roda empat. Tapi karena saat ini terputus maka roda empat tidak bisa melewati jalan tersebut,&#8221; katanya menjelaskan.</p>
<p>Menurut laporan yang diterimanya, kata Muslimin, saat ini masyarakat setempat terpaksa membuat jembatan darurat yang terbuat dari anyaman bambu atau gedek.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-103253" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/20200102_183333-copy.jpg?resize=740%2C493&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="493" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/20200102_183333-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/20200102_183333-copy.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/20200102_183333-copy.jpg?resize=600%2C400&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/20200102_183333-copy.jpg?resize=200%2C133&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Jembatan sementara dari kayu, tapi ini hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua. Sedangkan mobil dump truk atau roda empat lainnya masih belum bisa melintasi jembatan tersebut. Saat ini, kami juga sudah upayakan agar segera ditangani,&#8221; Ucapnya menegaskan.</p>
<p>Selain itu, BPBD Lamongan, tegas Muslimin, sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga agar segera ditindaklanjuti dan meminta agar jembatan yang mempunyai lebar 3 meter dan panjang 40 meter itu cepat diperbaiki.</p>
<p>&#8220;Kami sudah datang ke lokasi dan mengecek langsung kondisi jembatan tersebut dan juga melakukan pembersihkan sampah dan kayu yang menyangkut di bawa jembatan,&#8221; Ungkapnya.</p>
<p>Nantinya, Dinas PU Bina Marga Lamongan sendiri bakal melakukan pemasangan plat besi di sekitar jembatan sampai menunggu proses pekerjaan proyek jembatan selesai. Tujuan pemasangan plat agar pengendara motor aman saat melintas.</p>
<p>&#8220;Menurut informasi yang kami terima akan dipasang plat besi pada jabatan yang putus. Dan harapan kami pada masyarakat agar tetap waspada karena saat ini curah hujan juga sangat lebat,&#8221; Pungkasnya. <strong>(aju/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103252</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPBD Lamongan: Sedikitnya Ada 10 Lokasi Rawan Longsor di Sepanjang Sungai Bengawan Solo</title>
		<link>https://memontum.com/bpbd-lamongan-sedikitnya-ada-10-lokasi-rawan-longsor-di-sepanjang-sungai-bengawan-solo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Nov 2019 12:15:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bengawan solo]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Rawan Longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100061-bpbd-lamongan-sedikitnya-ada-10-lokasi-rawan-longsor-di-sepanjang-sungai-bengawan-solo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Beberapa desa dengan jumlah penduduk mencapai ribuan jiwa, di empat Kecamatan diduga terancam mengalami longsor di sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo, Kabupaten Lamongan. Hal itu diungkapkan Muslimin selaku Kepala seksi tanggap darurat BPBD Lamongan. Selasa (19/11/2019). Ia mengatakan, pada tahun ini, sedikitnya ada 10 lokasi rawan longsor di sepanjang bantaran Sungai Bengawan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Beberapa desa dengan jumlah penduduk mencapai ribuan jiwa, di empat Kecamatan diduga terancam mengalami longsor di sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo, Kabupaten Lamongan.</p>
<p>Hal itu diungkapkan Muslimin selaku Kepala seksi tanggap darurat BPBD Lamongan. Selasa (19/11/2019). Ia mengatakan, pada tahun ini, sedikitnya ada 10 lokasi rawan longsor di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo.</p>
<p>“Untuk jumlahnya semakin bertambah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, saat itu hanya terdapat enam titik dan ada di empat kecamatan rawan longsor diantaranya di Kecamatan Maduran, Karanggeneng, Laren, Babat dan Kecamatan Kalitengah,” Kata Muslimin.</p>
<p>Tak hanya itu, dijelaskan Muslimin, bertambahnya kawasan rawan titik longsor tersebut disebabkan oleh kemarau yang berkepanjangan. Sehingga menyebabkan berkurangnya debit volume air dan mengeringnya sungai Bengawan Solo dan menjadi pemicu retakan tanah dipermukaan.</p>
<p>Dicontohkan Muslimin, diantaranya sudah terjadi di dua desa yakni Desa Pelangwot Kecamatan Laren dan Bedahan Kecamatan Babat terdapat rumah warga yang terdampak akibat mengeringnya air sungai Bengawan Solo.</p>
<p>“Karena sepanjang sejarah, diketahui baru tahun ini terjadi, air sungai Bengawan Solo stoknya sampai habis. Sehingga dapat menimbulkan retakan tanah yang semula tertahan oleh banyaknya air. Dan sekarang justru mengalami kekeringan sehingga menyebabkan retakan tanah pun terjadi,” Jelasnya.</p>
<p>Selain itu, dari sepuluh titik lokasi rawan longsor ini, diketahui saat sejumlah petugas BPBD Lamongan selama sepekan terakhir menelusuri lokasi bantaran sungai Bengawan Solo dari Kecamatan Kalitengah hingga Kecamatan Babat.</p>
<p>Sehingga, BPBD Lamongan mengimbau kepada seluruh warga yang berada di Desa Pelangwot, Keduyung, Mojoasem, Kecamatan Laren, Bedahan Kecamatan Babat, dan sejumlah desa yang berada di dekat Bengawan Solo, agar berhati-hati karena rawan longsor.</p>
<p>“Dalam cacatan kami, longsor terparah ada di Desa Pelangwot, kendati sudah ada beberapa rumah warga bersama material tanahnya hanyut ke sungai,” ujarnya menandaskan. <strong>(aju/zen/yN)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100061</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hujan Deras, Pohon Tumbang Terjang PJU, Mobil, Tower dan Atap Kantor Desa</title>
		<link>https://memontum.com/hujan-deras-pohon-tumbang-terjang-pju-mobil-tower-dan-atap-kantor-desa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Nov 2019 06:36:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[pohon tumbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99756-hujan-deras-pohon-tumbang-terjang-pju-mobil-tower-dan-atap-kantor-desa</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Hujan deras disertai angin kencang yang berlangsung di wilayah Lamongan kerap menyebabkan sejumlah pohon tumbang. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, baru diketahui sedikitnya ada 8 titik pohon tumbang. &#8220;Pertama, di jalan menuju akses Desa Simbatan, Kecamatan Sarirejo, kemudian di Jalan Nasional depan rumah makan Aqila, Jalan Kusumabangsa, Jalan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Hujan deras disertai angin kencang yang berlangsung di wilayah Lamongan kerap menyebabkan sejumlah pohon tumbang. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, baru diketahui sedikitnya ada 8 titik pohon tumbang.</p>
<p>&#8220;Pertama, di jalan menuju akses Desa Simbatan, Kecamatan Sarirejo, kemudian di Jalan Nasional depan rumah makan Aqila, Jalan Kusumabangsa, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan Lamongrejo, Jalan Sunandrajad, Belakang Masjid Al Azar serta Jalan Raya Lamongan-Mantup dekat Masjid Namira,&#8221; kata Muslimin, Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan.</p>
<p>Tak hanya itu, diperparah lagi, beberapa pohon yang tumbang juga mengakibatkan sejumlah tiang lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) roboh, Tower di Kecamatan Turi, Mobil tertimpa pohon, bahkan atap Kantor Pemerintahan Desa Tugu, Kecamatan Mantup juga mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon.</p>
<p>&#8220;Bersyukur, menurut laporan tidak ada korban baik korban luka maupun korban jiwa,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Meski demikian, kami mengimbau kepada masyarakat Lamongan agar selalu waspada ketika terjadi hujan disertai angin kencang. Dan harus melakukan langkah-pangkah pencegahan pohon tumbang, salah satunya dengan cara melakukan perampingan pada dahan pohon.</p>
<p>&#8220;Kemarin juga himbauan sudah kami sampaikan kepada seluruh OPD dan Camat se-Kabupaten Lamongan agar mewaspadai hujan disertai angin,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain itu ditambahkan Muslimin, saat memasuki musim hujan seperti ini, angin kencang memang kerap melanda wilayah Lamongan, terutama Lamongan bagian wilayah selatan.</p>
<p>&#8220;Untuk wilayah yang paling rawan angin kencang adalah Lamongan bagian wilayah selatan, diantaranya Kecamatan Kedungpring, Sukorame, Modo, Ngimbang dan sekitarnya. Kemarin di Modo juga terjadi puting beliung, selain pohon tumbang, beberapa rumah warga juga rusak,&#8221; Bebernya.<strong> (aju/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99756</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tanggul Bengawan Solo di Laren Longsor, Rumah dan Kandang Rusak Parah</title>
		<link>https://memontum.com/tanggul-bengawan-solo-di-laren-longsor-rumah-dan-kandang-rusak-parah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2018 17:34:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[bengawan solo]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/64128-tanggul-bengawan-solo-di-laren-longsor-rumah-dan-kandang-rusak-parah</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Tanggul Sungai Bengawan Solo yang berada di wilayah Lamongan kembali longsor. Kali ini, longsor terjadi di wilayah Kecamatan Laren, tepatnya di Dusun Gendong Desa Laren, Kecamatan Laren. Setelah, sekitar dua minggu yang lalu, longsor juga terjadi di Desa Keduyung Kecamayan Laren dan Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Tanggul Sungai Bengawan Solo yang berada di wilayah Lamongan kembali longsor. Kali ini, longsor terjadi di wilayah Kecamatan Laren, tepatnya di Dusun Gendong Desa Laren, Kecamatan Laren. Setelah, sekitar dua minggu yang lalu, longsor juga terjadi di Desa Keduyung Kecamayan Laren dan Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, longsor yang terjadi di Dusun Gendong ini sepanjang 50 meter dengan kedalaman 5 meter dan lebar longsoran 15 meter.</p>
<p>&#8220;Longsor yang ada di Dusun Gendong ini mengakibatkan satu rumah dan satu kandang yang ada di desa ini rusak,&#8221; kata Camat Laren, Naim, Rabu (14/11/2018). Naim menerangkan rumah yang mengalami kerusakan tersebut milik Aisiah dan kandang milik Hartono. Kedua bangunan itu mengalami kerusakan yang cukup parah, sehingga harus direlokasi.</p>
<p>&#8220;Dua bangunan itu tidak mungkin bisa ditempati, karena retakannya juga melintas tepat di tengah rumah dan kandang,&#8221; terangnya.</p>
<p>Di sisi lain, Kasi Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Muslimin, yang datang ke lokasi longsor mengungkapkan, pihaknya sudah meninjau lokasi longsor dan akan membantu korban untuk membongkar dan pindah ke tempat yang lebih aman.</p>
<p>&#8220;Untuk Bu Aisiah ditampung di rumah saudaranya sampai rumahnya selasai dibangun kembali,&#8221; kata Muslimin. Sementara untuk tanggul sliding atau longsor tersebut, Muslimin menyerahkan penanganannya pada Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS).</p>
<p>&#8220;Bagaimana teknik penanganan tanggul yang longsor dan yang masih terancam, semuanya wewenang balai besar (BBWS),&#8221; ujarnya.</p>
<p>Insiden longsornya tanggul Bengawan Solo yang berada di wilayah Lamongan memang hampir terjadi setiap musim. Bahkan sampai memakan lahan penduduk, tempat berdirinya bangunan rumah.</p>
<p>&#8220;Kemungkinan penyebabnya sama yakni kemarau panjang, kemudian volume air Bengawan Solo sangat minim, sementara terjadi guyuran hujan diawal musim penghujan,&#8221; pungkas Muslimin. <strong>(ifa/zen/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">64128</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Percepat Penyaluran Air, BPBD Beri Bantuan Tandon Sementara</title>
		<link>https://memontum.com/percepat-penyaluran-air-bpbd-beri-bantuan-tandon-sementara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Sep 2018 13:24:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[kekeringan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/56518-percepat-penyaluran-air-bpbd-beri-bantuan-tandon-sementara</guid>

					<description><![CDATA[Memomtum Lamongan &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan terus berupaya meringankan beban masyarakat Lamongan yang terdampak kemarau panjang yang terjadi pada tahun ini. Tak hanya melakukan melakukan droping air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan, BPBD Lamongan juga memberikan bantuan berupa tandon air sementara untuk menampung air ke desa. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memomtum Lamongan</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan terus berupaya meringankan beban masyarakat Lamongan yang terdampak kemarau panjang yang terjadi pada tahun ini.</p>
<p>Tak hanya melakukan melakukan droping air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan, BPBD Lamongan juga memberikan bantuan berupa tandon air sementara untuk menampung air ke desa. &#8220;Dengan adanya tandon itu warga tidak harus mengantri menunggu pengisian pipa dari tangki, warga tinggal mengambil air di tandon terpal,&#8221; kata Kepala Seksi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, M Muslimin, Kamis ( 20/9/2018).</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/pemerintahan.memontum.com/wp-content/uploads/sites/5/2018/09/IMG-20180919-WA0022-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-12233" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Dikatakannya, adanya tandon air sementara ini juga sebagai cara mempercepat gerak petugas BPBD untuk memasok kebutuhan air ke tempat lainnya. &#8220;Jadi, truk tangki tidak perlu lama-lama mengisi langsung ke cerigen atau tempat yang dibawa warga,&#8221; ujarnya. </p>
<p>Berdasarkan data dari BPBD Lamongan menyebutkan ada sebanyak 56 desa dari 13 kecamatan di Kabupaten Lamongan yang terdampak kekeringan dan krisis air. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan jumlah desa kekeringan pada dua pekan yang lalu sebanyak 31 desa. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/pemerintahan.memontum.com/wp-content/uploads/sites/5/2018/09/IMG-20180920-WA0005-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-12234" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>56 desa tersebut yakni enam desa di Kecamatan Tikung, empat desa di Kecamatan Lamongan sembilan desa di Kecamatan Sugio, satu desa di Kecamatan Mantup, sebelas desa di Kecamatan Kembangbahu,  enam desa di Kecamatan Sukodadi, tiga desa di Kecamatan Sarirejo, delapan desa di Kecamatan Modo, dua desa di Kecamatan Bluluk, tiga desa di Kecamatan Sukorame, dua desa di Kecamatan Kedungpring dan satu desa di Kecamatan Glagah dan Kecamatan Babat. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">56518</post-id>	</item>
		<item>
		<title>20 Desa dari 9 Kecamatan Kekeringan, BPBD Lamongan Droping 99 Tangki Air</title>
		<link>https://memontum.com/20-desa-dari-9-kecamatan-kekeringan-bpbd-lamongan-droping-99-tangki-air</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Aug 2018 15:23:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[kekeringan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/51255-20-desa-dari-9-kecamatan-kekeringan-bpbd-lamongan-droping-99-tangki-air</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Sebanyak 20 Desa dari 9 Kecamatan di Kabupaten Lamongan sudah terdampak bencana kekeringan di musim kemarau tahun ini. 20 Desa tersebut sudah tidak memiliki sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhannya dalam sehari-hari. &#8220;Sampai saat ini sudah ada 20 desa yang meminta untuk didroping air,&#8221; kata Kepala Seksi Tanggap Darurat Badan Penanggulang Bencana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan </strong>&#8211; Sebanyak 20 Desa dari 9 Kecamatan di Kabupaten Lamongan sudah terdampak bencana kekeringan di musim kemarau tahun ini. 20 Desa tersebut sudah tidak memiliki sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhannya dalam sehari-hari.</p>
<p>&#8220;Sampai saat ini sudah ada 20 desa yang meminta untuk didroping air,&#8221; kata Kepala Seksi Tanggap Darurat Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, M. Muslimin, Minggu (12/8/2018).</p>
<div id="attachment_11235" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-11235" decoding="async" src="https://i0.wp.com/pemerintahan.memontum.com/wp-content/uploads/sites/5/2018/08/IMG-20180812-WA0002-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Masyarakat saling berebut air Yang didroping oleh BPBD Lamongan" width="650" height="333" class="size-full wp-image-11235" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-11235" class="wp-caption-text">Masyarakat saling berebut air Yang didroping oleh BPBD Lamongan</p></div>
<p>Dari data BPBD Lamongan menyebutkan 20 desa yang terdampak kekeringan diantaranya Desa Sumberagung, Desa Kedungwaras, Desa Kedunglerep, Desa Kedungrejo, Desa Jatipayak, Desa Medalem, Desa Kacangan dan Desa Sidomulyo di Kecamatan Modo. Kemudian dua desa di Kecamatan Bluluk yakni Desa Talunrejo dan Desa Bluluk.</p>
<p>Selanjutanya, satu desa di Kecamatan Lamongan yakni Desa Kebet dan satu desa di Kecamatan Tikung, Desa Bakalanpule. Selain itu kekeringan juga melanda Desa Kedungkmpul Sarirejo, Desa Banjarejo Kecamatan Sukodadi, Desa Gedungmegareng Kecamatan Kembangbahu, Desa Mantup Kecamatan Mantup dan empat Desa di Kecamatan Sugio yakni Desa Bedingi, Desa Pangkatrejo, Desa Bakalanrejo serta Desa Gedungbanjar.</p>
<p>Dari 20 desa itu, dikatakan Muslimin sebanyak 12 desa sudah menerima droping air bersih dari BPBD Lamongan. &#8220;Sampai dengan hari ini sudah 99 tangki air bersih yang sudah kami salurkan ke masyarakat. Hari ini kami juga melakukan droping ke Dusun Walangkopo, Desa Kedungkumpul Kecamtaan Sarirejo,&#8221; terang Muslimin yang menyebut 8 desa lainnya masih belum dilakukan droping air.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">51255</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Fadeli Imbau Jajaran OPD Antisipasi Perubahan Musim</title>
		<link>https://memontum.com/fadeli-imbau-jajaran-opd-antisipasi-perubahan-musim</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jul 2018 05:45:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan Musim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/49277-fadeli-imbau-jajaran-opd-antisipasi-perubahan-musim</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Bupati Lamongan, Fadeli menghimbau agar seluruh jajaran Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD) Kabupaten Lamongan mengantisipasi datangnya perubahan musim dari musim penghujan ke musim kemarau, terutama dalam masalah kekurangan air. &#8220;Situasi dan kondisi sekarang ini yang perlu kita antisipasi saat ini mulai musim kering, musim hujan tambah pendek, kita semua harus antisipasi kepala OPD, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Bupati Lamongan, Fadeli menghimbau agar seluruh jajaran Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD) Kabupaten Lamongan mengantisipasi datangnya perubahan musim dari musim penghujan ke musim kemarau, terutama dalam masalah kekurangan air.</p>
<p>&#8220;Situasi dan kondisi sekarang ini yang perlu kita antisipasi saat ini mulai musim kering, musim hujan tambah pendek, kita semua harus antisipasi kepala OPD, teknis lapangan apalagi para camat, jangan sampai pertanian kita kekurangan air itu menjadi kebutuhan yang maksimal, &#8221; ucapnya tegas.</p>
<p>Iapun menegaskan agar para OPD memanfaatkan secara optimal fasilitas yang ada untuk mengantisipasi adanya kekeringan di sejumlah wilayah di Lamongan untuk meringankan beban masyarakat yang kekurangan air bersih, apalagi diperkirakan musim kemarau ini akan berlangsung sampai dengan bulan September. </p>
<p>&#8220;Mobil tangki diperbanyak, yang punya mobil tangki tidak hanya bpbd, ini harus dioptimalkan, sekarang ini musim kering belum maksimal belum puncaknya, bulan depan agustus, september itu puncak-puncaknya, itu harus kita antisipasi kEbutuhan air bersih di wilayah, &#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain mengenai kekeringan yang harus diantisipasi, Fadeli juga menuturkan masalah kebakaran juga tidak kalah pentingnya untuk diantisipasi. Sebab, sering kali di musim kemarau seperti ini sangat rawan terjadinya kebakaran.</p>
<p>&#8220;Kita harus antisipasi kebakaran ini karena di musim kering kita harus Antisipasi semuanya, mobil-mobil kebakaran, pemadam kita, dan yang paling penting antisipasi di rumah-rumah penduduk, kita harus ingatkan warga kita untuk tetap antisipasi,&#8221; tuturnya.</p>
<p><!–nextpage–></p>
<p>Di sisi lain, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Suprapto mengungkapkan saat ini pihaknya sudah melakukan droping ke enam desa di wilayah Lamongan, diantaranya Desa Oro-oro Ombo yang ada di Kecamatan Mantup, Desa Bakalanpule Kecamatan Tikung dan empat desa di Kecamatan Sugio. </p>
<p>&#8220;Rata sudah droping 5 sampai 7 tangki setiap desanya dengan total lebih dari 35 tangki,&#8221; ungkap Prapto yang juga menghimbau setiap desa yang membutuhkan air bersih sgera melapor ke BPBD.</p>
<p>&#8220;Saya himbau kepada pak camat ataupun pak lurah kalau memang daerahnya sudah kurang air bersih segera membat surat kepada pak camat dan diteruskan ke BPBD,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, pada tahun 2018 ini, berdasarkan data yang assessment atau penilaian BPBD ada 19 Desa dari 10 kecamatan yang terdampak kekeringan. 10 kecamatan diantaranya, Kecamatan Tikung, Kembangbahu, Sarirejo, Modo, Kedungpring, Sugio, Sambeng, Bluluk, Lamongan dan Sukodadi. </p>
<p>&#8220;Untuk potensi desa kekeringan masih belum bertambah, semoga tidak bertambah walapun bertambah BPBD sudah siap. Kalau menurut perkembangan BMKG informasinya nanti 19 Desa dari 10 Kecamatan itu berpotensi akan mengalami kekeringan di bulan Agustus dan September,&#8221; tukasnya. <strong>(ifa/zen/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">49277</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terpeleset, Dua Anak Tenggelam di Bengawan Solo</title>
		<link>https://memontum.com/terpeleset-dua-anak-tenggelam-di-bengawan-solo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jun 2018 14:03:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[bengawan solo]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/43517-terpeleset-dua-anak-tenggelam-di-bengawan-solo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Nasib naas menimpa dua anak, Najib (10) anak dari Solikin dan M. Abdul Kohar (9) anak dari Karim, warga Desa Centini, Kecamatan Laren asal Lamongan yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo yang melintas di wilayah Lamongan, Senin (4/6/2018). Bahkan, hingga pukul 18.00 WIB pencarian terhadap dua anak ini masih terus dilakukan. Kasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Nasib naas menimpa dua anak, Najib (10) anak dari Solikin dan M. Abdul Kohar (9) anak dari Karim, warga Desa Centini, Kecamatan Laren asal Lamongan yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo yang melintas di wilayah Lamongan, Senin (4/6/2018). Bahkan,  hingga pukul 18.00 WIB pencarian terhadap dua anak ini masih terus dilakukan.</p>
<p>Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, M Muslimin menerangkan kejadian tersebut bermula saat 3 anak ini, yaitu Najib, Kohar dan Huda jalan-jalan pagi sambil membawa pancing. Sesampainya di tepi tanggul Bengawan Solo yang ada di Desa Simorejo, Kecamatan Widang, Tuban, salah satu dari 3 anak ini mengayunkan pancing yang mereka bawa ke arah sungai. Nahas, saat mengayunkan pancing ini salah satu dari mereka terpeleset dan jatuh ke sungai. &#8220;Saat terpeleset ini, salah satunya berusaha menolong temannya tapi ikut terpeleset juga ke sungai,&#8221; terang Muslimin menceritakan kronologis kejadiannya.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG20180604122940-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-43519" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG20180604122940-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG20180604122940-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sementara, Huda yang berhasil selamat, melihat 2 temannya terpeleset jatuh ke sungai, lanjut tidak berani menolong dan akhirnya berlari pulang untuk memanggil kedua orang tuanya. &#8220;Dari cerita korban selamat inilah, kami akhirnya melakukan pencarian di sepanjang sungai Bengawan Solo Mulai dari Simorejo yang masuk wilayah Tuban hingga ke Lamongan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Muslimin menuturkan, hingga saat ini petugas masih terus melakukan pencarian terhadap 2 korban ini dengan melibatkan petugas pencarian dari BPBD Lamongan dan BPBD Tuban dengan menggunakan 4 perahu karet. &#8220;Proses pencarian masih berlangsung hingga saat ini, dan kami menggunakan teknik floating agar korban bisa muncul di permukaan,&#8221; terangnya.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG20180604121442-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-43518" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG20180604121442-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG20180604121442-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Muslimin juga mengungkapkan, untuk memudahkan proses pencarian, pihaknya juga sudah menutup pintu air yang ada di Bendung Gerak Babat (Babat Barrage). Pihaknya, lanjut Muslimin, terus berkoordinasi dengan penjaga bendung gerak untuk mempermudah menemukan korban. &#8220;Petugas kita bagi jadi 2 tim, tim kapal dan tim pantai yang ada di atas,&#8221; pungkasnya. </p>
<p>Di sisi lain, Solikin ayah korban Najib mengaku saat kejadian tersebut tidak mengalami firasat apapun. &#8220;Anaknya gak pernah main ke bendungan,  malah kalau di ajak ke bendungan sering tidak mau,&#8221; ucapnya. <strong>(ifa/zen/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">43517</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
