<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>BPBD Pemkab Sidoarjo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bpbd-pemkab-sidoarjo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Oct 2019 12:22:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>BPBD Pemkab Sidoarjo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gudang Kayu di Sidoarjo Ludes Terbakar, Dipicu Puntung Rokok</title>
		<link>https://memontum.com/gudang-kayu-di-sidoarjo-ludes-terbakar-dipicu-puntung-rokok</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Oct 2019 12:22:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Pemkab Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[PMK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://memontum.com/95428-gudang-kayu-di-sidoarjo-ludes-terbakar-dipicu-puntung-rokok</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Sebuah gudang kayu yang ada di JL Raya Lingkar Timur, Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Sidoarjo ludes terbakar, Senin (30/9/2019) malam. Namun demikian, hingga kini belum diketahui pasti penyebab kebakaran hebat yang menyedot perhatian warga dan para pengguna jalan itu. Bahkan saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sidoarjo menerjunkan 10 mobil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Sebuah gudang kayu yang ada di JL Raya Lingkar Timur, Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Sidoarjo ludes terbakar, Senin (30/9/2019) malam. Namun demikian, hingga kini belum diketahui pasti penyebab kebakaran hebat yang menyedot perhatian warga dan para pengguna jalan itu.</p>
<p>Bahkan saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sidoarjo menerjunkan 10 mobil Pemadam Kebakaran (PMK) untuk memadamkan api yang terus menjalar kemana-mana itu. Namun petugas belum bisa menjinakkan api yang membakar gudang kayu milik Jujuk itu.</p>
<p>&#8220;Selain karena angin, api belum bisa dipadamkan karena yang terbakar merupakan ratusan balok kayu berbagai jenis dan ukuran. Posisi tumpukan balok kayu itu ada di depan gudang,&#8221; terang saksi Agus di lokasi kejadian, Senin (30/9/2019) malam.</p>
<p>Lebih jauh, Agus mengungkapkan selain api membakar tumpukan kayu, juga membakar mobil. Hal itu lantaran terlihat ada kerangka mobil yang diduga juga ikut terbakar.</p>
<p>&#8220;Api pertama kali terlihat sekitar pukul 16.45 WIB. Kemudian api menjalar kemana-mana,&#8221; imbuh pria 30 tahun ini.</p>
<p>Selain itu, kata Agus api pertama kali diketahui muncul dari tumpukan kayu yang berada di pojok depan sebelah selatan. Saat kebakaran, pemilik gudang tidak ads di lokasi kejadian. &#8220;Infonya pemilik rumah sedang menjemput anaknya mengaji di TPA,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-95429" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191001-WA0006-copy.jpg?resize=740%2C367" alt="" width="740" height="367" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191001-WA0006-copy.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191001-WA0006-copy.jpg?resize=300%2C149&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191001-WA0006-copy.jpg?resize=768%2C381&amp;ssl=1 768w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Berdasarkan data di lapangan menyebutkan, hingga pukul 18.30 WIB, ada sekitar terlihat 10 unit mobil Petugas Memadam Kebakaran (PMK) Sidoarjo dikerahkan untuk memadamkan api. Selain itu, petugas kepolisian terlihat menutup Jalan Raya Lingkar Timur untuk melancarkan proses pemadaman kebakaran itu.</p>
<p>&#8220;Kendala utamanya saat pemadaman adalah sumber air. Karena itu mobil diatur secara pararel untuk mengalirkan air dalam proses pemadaman kebakaran ini,&#8221; tegas Sri Kasi Operasional Pemadam Kebakaran (Damkar) Sidoarjo, Sri Wulyono.</p>
<p>Sri Wulyono meminta agar masyarakat tidak menjadikan peristiwa kebakaran menjadi tontonan. Alasannya, selain mengganggu kinerja petugas PMK dalam proses pemadaman juga khawatir membahayakan keselamatan warga.</p>
<p>&#8220;Karena api bisa jadi sewaktu-waktu makin membekar dan menjalar kemana-mana. Kalau ada letusan kayu yang terbakar juga bisa terlempar mengenai warga yang menyaksikan kebakaran,&#8221; pintahnya.</p>
<p>Sementara tetangga korban, Sumaji mengungkapkan belum diketahui pasti penyebab kebakaran itu. Alasannya, saat kebakaran tidak ada aktivitas di gudang kayu itu. Apalagi, pekerjanya sudah pulang semua.</p>
<p>&#8220;Penyebab kebakaran bisa dipicu putung rokok pengendara yang dibuang sembarangan saat melintas. Apalagi, di lokasi banyak serbuk kayu sisa pemotongan. Akibatnya, percikan api rokok sangat mungkin memicu kebakaran hebat ini,&#8221; tandasnya. <strong>Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">95428</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Usir Angin dengan Lur&#8230;.Ulur</title>
		<link>https://memontum.com/usir-angin-dengan-lur-ulur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2019 16:30:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Pemkab Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Puting Beliung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/78396-usir-angin-dengan-lur-ulur</guid>

					<description><![CDATA[Memomtum Sidoarjo &#8211; Puluhan rumah warga yang ada di sejumlah desa di Kecamatan Candi dan Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo mengalami rusak ringan dan rusak sedang. Rata-rata kerusakannya di bagian atap rumahnya. Hal ini disebabkan amukan angin puting beliung yang terjadi, Rabu (13/2/2019) pukul 16.00 WIB. Selain merusak rumah warga amukan angin kencang ini juga menyebabkan sejumlah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memomtum Sidoarjo</strong> &#8211; Puluhan rumah warga yang ada di sejumlah desa di Kecamatan Candi dan Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo mengalami rusak ringan dan rusak sedang. Rata-rata kerusakannya di bagian atap rumahnya.</p>
<p>Hal ini disebabkan amukan angin puting beliung yang terjadi, Rabu (13/2/2019) pukul 16.00 WIB. Selain merusak rumah warga amukan angin kencang ini juga menyebabkan sejumlah warga ketakutan keluar rumah. Mereka berusaha mengusir angin memutar itu dengan cara berteriak-teriak.</p>
<p>&#8220;Ulur-ulur, ulur-ulur &#8230;,&#8221; ucap warga yang keluar rumah saat kejadian.</p>
<p>Hasilnya angin itu memutar ke arah selatan. Namun warga yang sudah mengetahui kerusakan atap rumahnya langsung berusaha membersihkan reruntuhan atap rumahnya masing-masing.</p>
<p>&#8220;Beruntung angin memutar itu segera mengarahkan ke selatan. Kalau tidak bisa rusak semua rumah warga dan para tetangga saya,&#8221; ungkap Husain di lokasi kejadian.</p>
<p>Berdasarkan datanya, amukan angin puting beliung itu terjadi di Desa Durungbanjar dan Desa Jambangan, Kecamatan Candi. Selain itu juga terjadi di Desa Randegan dan Desa Ganggangpanjang, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Namun kondisi terpara diperkirakan terjadi di Desa Randegan, Kecamatan Tanggulangin dan Desa Durungbanjar, Kecamatan Tanggulangin.</p>
<p>Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sidoarjo, Dwijo Prawito menegaskan pihaknya belum bisa memastikan jumlah rumah warga yang rusak akibat amukan angin itu. Termasuk jumlah fasum yang rusak.</p>
<p>&#8220;Karena kejadiannya baru saja. Kami masih melaksanaan pendataan rumah korban dengan cara berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa dan kecamatan di masing-masing lokasi kejadian bencana,&#8221; tandasnya.<strong> (Wan/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">78396</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ratusan Siswa Smamita Diajari Mitigasi Bencana Alam</title>
		<link>https://memontum.com/ratusan-siswa-smamita-diajari-mitigasi-bencana-alam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2019 15:24:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Pemkab Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[Smamita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/76877-ratusan-siswa-smamita-diajari-mitigasi-bencana-alam</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Sebanyak 659 siswa dan siswi SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) diajari mitigasi bencana alam. Kegiatan yang dipusatkan di Aula sekolah berlantai VIII ini untuk melatih para siswa agar mampu dan tanggap terhadap terjadinya bencana alam. Baik itu bencana alam tanah longsor, banjir hingga gempa bumi. Bahkan diakhir kegiatan mitigasi bencana ini, para [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Sebanyak 659 siswa dan siswi SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) diajari mitigasi bencana alam. Kegiatan yang dipusatkan di Aula sekolah berlantai VIII ini untuk melatih para siswa agar mampu dan tanggap terhadap terjadinya bencana alam. Baik itu bencana alam tanah longsor, banjir hingga gempa bumi.</p>
<p>Bahkan diakhir kegiatan mitigasi bencana ini, para siswa diajari simulasi bencana alam gempa bumi. Hal ini mengingat sekolah yang ada di JL Raya Desa Ketegan, Kecamatan Taman, Sidoarjo ini memiliki ketinggian 8,5 lantai. Oleh karenanya, saat ada bencana gempa bumi maka para siswa dan siswi ini berlarian menuju titik kumpul pertama di depan gedung sekolah bertingkat itu.</p>
<div id="attachment_76878" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-76878" decoding="async" class="size-full wp-image-76878" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/20190204_112558-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="MITIGASI BENCANA - Sebanyak 659 siswa dan siswi SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) diajari mitigasi bencana petugas BPBD Pemkab Sidoarjo, Senin (04/02/2019)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/20190204_112558-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/20190204_112558-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/20190204_112558-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/20190204_112558-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/20190204_112558-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-76878" class="wp-caption-text"><strong>MITIGASI BENCANA &#8211; Sebanyak 659 siswa dan siswi SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) diajari mitigasi bencana petugas BPBD Pemkab Sidoarjo, Senin (04/02/2019)</strong></p></div>
<p>&#8220;Selama ini para siswa kami sangat awam dengan bencana alam. Terutama gempa bumi. Oleh karena itu, sekolah mendatangkan tim khusus dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sidoarjo untuk membuka wawasan para siswa soal bencan alam,&#8221; terang Kepala Smamita, Zainal Arif Fakhrudi kepada Memontum.com, Senin (04/02/2019).</p>
<p>Bagi pria yang akrab dipanggil Arif ini, jika siswa dan siswinya mengenal mitigasi bencana alam, maka bisa melaksanakan pencegahan prefentif dalam setiap bencana alam. Oleh karenya, Arif menilai pelajaran mitigasi bencana alam sangat penting bagi para pelajarnya.</p>
<p>&#8220;Contohnya saat ada bencana gempa bumi, para siswa kami harus tahu cara membuka pintu, tidak menggunakan lift atau elevator tetapi harus malui tangga hingga harus mengetahui lokasi titik kumpul saat ada bencana gempa. Termasuk gejala gempanya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara Kabid Pencegahan Kedaruratan dan Logistik BPBD Pemkab Sidoarjo, Karsono menjelaskan pendidikan bencana alam di Indonesia, khususnya di Sidoarjo untuk para pelajar sangat penting. Apalagi hampir semua daerah di Indonesia memiliki potensi rawan bencana.</p>
<p>&#8220;Untuk para siswa kalau sudah dikenalkan mitigasi bencana mereka punya modal pengertian mitigasi bencana. Apalagi para siswa dan siswi Smamita kalau kuliah tidak hanya di satu kampus melainkan di kampus yang berbeda-beda dengan potensi bencana alam yang berbeda-beda pula,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sedangkan saran untuk Smamita kata Karsono harus menambah alat pemadam kebakaran. Selain itu, lokasi titik kumpul harus lebih luas. Misalnya bisa meminjam gedung di sekitar Smamita serta menambah rambu-rambu jalur evakuasi.</p>
<p>&#8220;Karena gedung SMA ini lebih tinggi dibanding gedung SMA lainnya di Sidoarjo,&#8221; pintahnya.</p>
<p>Sementara salah seorang siswi Smamita mengaku bersyukur bisa diberi materi mitigasi bencana. Dengan begitu dirinya mengenal tanda, gejala maupun kondisi alam sebelum terjadi bencana alam itu. Selain itu mengerti tindakan utama saat terjadi bencana alam. <strong>(Wan/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">76877</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPBD Sedot Banjir Jalan Raya Porong Lama Pakai Pompa</title>
		<link>https://memontum.com/bpbd-sedot-banjir-jalan-raya-porong-lama-pakai-pompa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2019 14:17:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Pemkab Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Raya Porong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/72618-bpbd-sedot-banjir-jalan-raya-porong-lama-pakai-pompa</guid>

					<description><![CDATA[Memomtum Sidoarjo &#8211; Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sidoarjo akhirnya turun tangan untuk menyelesaikan genangan air di JL Raya Porong Lama Desa Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo. BPBD Sidoarjo terpaksa menyedot genangan air itu menggunakan 2 rumah pompa. Aksi ini setelah BPBD berkoordinasi dengan Dinas PUPR, PPLS dan BBWS untuk penyedotan genangan air itu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memomtum Sidoarjo</strong> &#8211; Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sidoarjo akhirnya turun tangan untuk menyelesaikan genangan air di JL Raya Porong Lama Desa Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo. BPBD Sidoarjo terpaksa menyedot genangan air itu menggunakan 2 rumah pompa. Aksi ini setelah BPBD berkoordinasi dengan Dinas PUPR, PPLS dan BBWS untuk penyedotan genangan air itu.</p>
<p>&#8220;Karena genangan air hingga Rabu (9/1/2019) malam masih setinggi sekitar 10 – 30 sentimeter dengan area tergenang sekitar 500 meter, maka kami melaksanakan penyedotan genangan air,&#8221; terang Kepala BPBD Pemkab Sidoarjo, Dwijo Prawito kepada Memo X grup Memontum.com, Rabu (9/1/2019) malam.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/20190110_134705-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-72619" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/20190110_134705-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/20190110_134705-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Dwijo menguraikan jika penyedotan genangan air ini memicu terganggunya akses JL Raya Porong. Oleh karenanya pihaknya langsung menurunkan tim itu.</p>
<p>&#8220;Penyedotan genangan air ini menggunakan 2 rumah pompa yang dialirkan ke sungai buatan yang berada di barat jalan raya menuju ke tanggul lumpur,&#8221; tegasnya. Sementara hingga malam itu, Arus lalu lintas masih ditutup dan dialihkan ke Jalan Arteri Porong. </p>
<p>Diberitakan sebelumnya, JL Raya Porong lama kembali tergenang air. Hal ini salah satunya dipicu intensitas hujan deras yang mengguyur wilayah Sidoarjo dan sekitarnya mulai Selasa (8/1/2019) malam. Dampaknya, </p>
<p>JL Raya Porong Lama kembali tergenangi air dengan ketinggian di bahu jalan sekitar 50 sentimeter dan di badan jalan hanya 25 sentimeter.</p>
<p>Berdasarkan pantauan di lapangan, air menggenangi JL Raya Surabaya &#8211; Malang itu sekitar 300 meter dari arah Surabaya menuju Malang. Sedangkan untuk jalur sebaliknya tidak tergenang air sama sekali. Akibatnya, sejumlah kendaraan roda dua yang memaksa menerobos genangan air mengalami mogok dan macet. <strong>(Wan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">72618</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puluhan Rumah Warga di Balongbendo Rusak Diterjang Puting Beliung</title>
		<link>https://memontum.com/puluhan-rumah-warga-di-balongbendo-rusak-diterjang-puting-beliung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Dec 2018 15:03:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Pemkab Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Puting Beliung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/68841-puluhan-rumah-warga-di-balongbendo-rusak-diterjang-puting-beliung</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Puluhan rumah warga yang ada di Desa Bakungpringgondani dan Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo rusak berat dan ringan. Puluhan rumah warga itu rusak lantaran diterjang angin puting beliung. Selain merusak atap rumah warga, dalam peristiwa amukan angin kencang disertai hujan deras itu juga membuat sejumlah pohon tumbang. Sebagian juga mengenai kabel listrik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Puluhan rumah warga yang ada di Desa Bakungpringgondani dan Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo rusak berat dan ringan. Puluhan rumah warga itu rusak lantaran diterjang angin puting beliung.</p>
<p>Selain merusak atap rumah warga, dalam peristiwa amukan angin kencang disertai hujan deras itu juga membuat sejumlah pohon tumbang. Sebagian juga mengenai kabel listrik yang mengalir ke kedua desa itu.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181215-WA0056-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181215-WA0056-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-68843" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181215-WA0056-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181215-WA0056-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Beruntung dalam bencana alam itu, tidak ada korban jiwa. Namun kerugian materialnya masih dalam tahap pendataan dan penghitungan.</p>
<p>&#8220;Untuk data kerusakan rumah terbanyak sementara di Desa Bakungpringgondani yakni mencapai sekitar 29 rumah. Kemudian di Desa Wonokarang ada 14 rumah,&#8221; terang Kasi Trantib Kecamatan Balongbendo, Bambang kepada Memo X, Sabtu (15/12/2018) sore.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181215-WA0055-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181215-WA0055-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-68842" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181215-WA0055-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181215-WA0055-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Lebih jauh, Bambang menguraikan saat ini terdata baru kebanyakan kerusakan rumah ada di bagian atap. Namun pihaknya tetap masih berkoordinasi dengan para pejabat dan perangkat desa masing-masing untuk kepastian kerusakan lainnya baik rumah warga maupun fasilitas umumnya.</p>
<p>&#8220;Karena saat pendataan awal itu, kondisinya masih turun hujan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sidoarjo, Dwijo Prawito menegaskan usai mendapatkan laporan bencana puting beliung itu, petugas BPBD langsung melaksanakan sejumlah langkah. Diantaranya, memotong pohon tumbang, mengkaji cepat dan melaksanakan pendataan serta berkoordinasi dengan masing-masing pemerintah desa dan kecamatan. </p>
<p>&#8220;Agar bencana alam segera tertangani dan kebutuhan bantuan bisa diupayakan secepatnya,&#8221; pungkasnya. <strong>(Wan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">68841</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Korban Terima Bantuan, Kasus Kebakaran di Sidoarjo Naik 92 Peristiwa Setahun</title>
		<link>https://memontum.com/korban-terima-bantuan-kasus-kebakaran-di-sidoarjo-naik-92-peristiwa-setahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Nov 2018 12:27:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Pemkab Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/65302-korban-terima-bantuan-kasus-kebakaran-di-sidoarjo-naik-92-peristiwa-setahun</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Angka kebakaran yang melanda rumah, warung, gudang maupun pabrik di wilayah Sidoarjo meningkat cukup drastis. Dalam setahum terakhir ini, tidak tanggung-tanggung angka kenaikan peristiwa kebakaran itu mencapai 92 peristiwa. Jika di Tahun 2017 ada 273 kasus kebakaran, di Tahun 2018 ada 365 kasus peristiwa kebakaran. &#8220;Kasus kebakaran di Sidoarjo tahun ini meningkat. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Angka kebakaran yang melanda rumah, warung, gudang maupun pabrik di wilayah Sidoarjo meningkat cukup drastis. Dalam setahum terakhir ini, tidak tanggung-tanggung angka kenaikan peristiwa kebakaran itu mencapai 92 peristiwa. Jika di Tahun 2017 ada 273 kasus kebakaran, di Tahun 2018 ada 365 kasus peristiwa kebakaran.</p>
<p>&#8220;Kasus kebakaran di Sidoarjo tahun ini meningkat. Berdasarkan datanya, sampai November Tahun 2018 ada 365 kali kejadian kebakaran. Jumlah ini lebih tinggi dibanding Tahun 2017 dengan kasus kebakaran 273 kali. Mudah-mudahan sampai akhir tahun ini angka itu tidak bertambah,&#8221; terang Kepala Seksi Operasional, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sidoarjo, Sri Wulyono kepada Memo X (Grup Memomtum.com), Rabu (21/11/2018) di sela-sela penyerahan bantuan korban bencana kebakaran.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/11/3.jpeg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-62867" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Menurut Sri Wulyono tingginya angka kebakaran tahun ini, akibat musim kemarau panjang disertai angin kencang. Selain itu kelalaian dalam penggunaan kompor atau tabung gas dan arus pendek dalam instalasi listrik juga menjadi penyebab.</p>
<p>&#8220;Kelalaian dari korban maupun keluarga korban sendiri juga menjadi salah satu pemicu kebakaran,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/11/4-1.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-65303" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/11/4-1.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/11/4-1.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sementara itu, korban kebakaran rumah di Desa Wedoro dan Desa Berbek, Kecamatan Waru serta Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, menerima bantuan dana tanggap darurat Pemkab Sidoarjo. Bantuan ini diserahkan langsung Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin didampingi Kepala Seksi Operasional BPBD Sidoarjo, Sri Wulyono.</p>
<p>Seusai menyerahkan bantuan di Desa Wedoro, Wakil Bupati yang akrab disapa Cak Nur ini langsung menuju rumah H Fakih Abdullah, korban kebakaran di Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati. Wabup didampingi Camat Sedati, Ridho Prasetyo.</p>
<p>&#8220;Hari ini ada 7 orang penerima bantuan korban kebakaran. Lima diantaranya di Desa Wedoro, satu di Desa Berbek dan satu lainnya di Desa Kalanganyar,&#8221; ucap Cak Nur.</p>
<p>Selain itu, Cak Nur menegaskan bantuan yang diberikan Pemkab Sidoarjo ini memang tidak banyak. Akan tetapi bantuan ini merupakan sumbangsih dari pemerintah.</p>
<p>&#8220;Meski tidak besar, kami mohon ini diterima dengan ikhlas. Mudah-mudahan bantuan yang diterima bisa dimanfaatkan agar korban bisa kembali hidup normal,&#8221; pintahnya.</p>
<p>Sementara pada kesempatan itu, Cak Nur menegaskan pada akhir-akhir ini kebakaran memang terjadi beruntun di Sidoarjo. Oleh karena itu, Cak Nur berharap agar semua bisa lebih waspada dan berhati-hati.</p>
<p>&#8220;Salah satunya adalah dalam penggunaan kompor dan instalasi listrik. Itu harus betul-betul ekstra hati-hati karena kebakaran kebanyakan dipicu dua penyebab utama itu,&#8221; pungkasnya. <strong>(Wan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">65302</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bantuan Puting Beliung di 3 Desa Sidoarjo Tunggu Pendataan</title>
		<link>https://memontum.com/bantuan-puting-beliung-di-3-desa-sidoarjo-tunggu-pendataan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Mar 2018 13:05:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Pemkab Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Puting Beliung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/32349-bantuan-puting-beliung-di-3-desa-sidoarjo-tunggu-pendataan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8212; Bantuan untuk puluhan korban bencana alam puting beliung yang menimpa 3 desa di Kecamatan Sedati dan Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo bakal segera cair. Namun demikian, pencairan bantuan alam itu masih menuggu hasil pendataan masing-masing di tingkat desa dan kecamatan. &#8220;Besaran bantuan itu bergantung kerusakan rumah dan bangunan akibat amukan angin puting beliung,&#8221; [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8212; Bantuan untuk puluhan korban bencana alam puting beliung yang menimpa 3 desa di Kecamatan Sedati dan Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo bakal segera cair. Namun demikian, pencairan bantuan alam itu masih menuggu hasil pendataan masing-masing di tingkat desa dan kecamatan.</p>
<p>&#8220;Besaran bantuan itu bergantung kerusakan rumah dan bangunan akibat amukan angin puting beliung,&#8221; terang Kepala BPBD Pemkab Sidoarjo, Dwijo Prawito kepada Memo X, Senin (19/03/2018).</p>
<p>Dwijo memastikan untuk korban puting beliung di Desa Semambung, Kecamatan Gedangan serta di Desa Sedati Gede dan Desa Pabean, Kecamatan Sedati hanya mengalami kerusakan kategori rusak ringan. Menurutnya, rusak ringan itu dibagi tiga. Yakni ringan, ringan sedang, dan ringan berat. Sedangkan bantuannya disalurkan bergantung kondisi kerusakan bangunan itu.</p>
<p>&#8220;Maksimal untuk korban Rp 5 juta. Kami sudah melakukan pendataan. Tetapi pencairan bantuan masih menunggu pendataan pasti dari pihak kecamatan. Data dari kecamatan ini dipakai dasar pencairan bantuan korban puting beliung,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Berdasarkan datanya, kata Dwijo angin kencang di Desa Semambung, Kecamatan Gedangan, terjadi di lima titik. Rinciannya, di RT 14 RW 4 ada dua rumah, RT 15 RW 5 ada 12 rumah plus satu mushola, RT 17 RW 5 ada delapan rumah, RT 18 RW 5 ada lima rumah, dan di RT 19 RW 5 ada satu rumah. Seluruhnya mengalami kerusakan di bagian atap. </p>
<p>&#8220;Kerusakannya masih tergolong kerusakan ringan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Kemudian, kata Dwijo untuk di Desa Pabean, Kecamatan Sedati, angin kencang mengamuk di lima titik perkampungan penduduk. Di RT 14 RW 5 ada 12 rumah rusak, RT 52 RW 16 tiga rumah, RT 51 RW 16 tiga rumah, RT 14 RW 6 ada empat rumah, dan di RT 13 RW 5 ada tiga rumah menjadi korban. Sedangkan di Desa Pabean, dilaporkan ada satu warga menjadi korban. Yakni Nunik, warga Pabean Asri yang sempat dibawa ke puskesmas setempat. Tapi lukanya ringan dan sudah dibawa pulang ke rumahnya. </p>
<p>Sementara di Desa Sedati Gede, ada 27 rumah dan satu gudang di RT 23 RW 24 yang menjadi korban, dan di RT 1 RW 16 ada satu rumah. </p>
<p>&#8220;Sama seperti daerah lainnya, kerusakan terjadi di bagian atap rumah termasuk kerusakan ringan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Bencana angin puting beliung itu, bagi Dwijo sering menerjang di daerah wilayah selatan. Sebelumnya, peristiwa serupa juga terjadi di Desa Ngingas dan Desa Tambaksawah, Kecamatan Waru. Amukan angin itu terjadi di daerah yang banyak area terbukanya. </p>
<p>&#8220;Kami mengimbau warga untuk selalu waspada. Terutama saat musim penghujan. Karena BPBD sendiri sudah memperpanjang status siaga bencana. Jika sebelumnya cuma sampai akhir Februari, sekarang diperpanjang sampai akhir Maret seiring informasi dari BMKG puncak hujan bakal terjadi sampai akhir Maret ini,&#8221; tandasnya. <strong>(wan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">32349</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
