<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>BPBD &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bpbd/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Jul 2023 11:21:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>BPBD &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kurangi Resiko Bencana, BPBD Kota Malang Hadirkan Inovasi melalui Edukasi</title>
		<link>https://memontum.com/kurangi-resiko-bencana-bpbd-kota-malang-hadirkan-inovasi-melalui-edukasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Jul 2023 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kurangi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melalui]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193702</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Selain memberikan pelatihan kepada para relawan dalam menghadapi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang juga selalu memberikan edukasi-edukasi. Dengan menyasar masing-masing sekolah mulai dari jenjang TK hingga SMA, bahkan juga korporasi. Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, menyampaikan jika edukasi tersebut diberikan mulai dari sebelum kejadian bencana, saat bencana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Selain memberikan pelatihan kepada para relawan dalam menghadapi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang juga selalu memberikan edukasi-edukasi. Dengan menyasar masing-masing sekolah mulai dari jenjang TK hingga SMA, bahkan juga korporasi.</p>



<p>Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, menyampaikan jika edukasi tersebut diberikan mulai dari sebelum kejadian bencana, saat bencana dan sesudah bencana. Menurutnya, hal tersebut diberikan sebab mitigasi dinilai sangat penting.</p>



<p>“Karena dengan memberikan edukasi ini, tentunya menambah kesadaran masyarakat. Kurikulum kebencanaan dari tingkat SD, hingga kuliah itu tidak ada, kecuali Magister kebencanaan. Sehingga kami harus membentuk mulai dari kelurahan tangguh, kecamatan tangguh, bahkan sekolah tangguh,” jelas Prayitno, Rabu (19/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, ditambahkannya jika BPBD Kota Malang akan membuat inovasi baru, yaitu rumah edukasi bencana. Sehingga, kelompok masyarakat, kelompok sekolah, bahkan institusi juga bisa mendapatkan edukasi bencana.</p>



<p>“Rencananya, rumah edukasi bencana itu nanti di Kantor BPBD dan bisa didatangi oleh siapa saja untuk mendapatkan edukasi bencana. Nantinya, kami akan share teknik dan tata cara dalam menghadapi bencana,” katanya.</p>



<p>Kemudian, juga akan memanfaatkan berbagai macam sosial media untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Apalagi, teknologi saat ini diyakini juga semakin canggih dan mudah dikenali oleh masyarakat luas.</p>



<p>“Jadi nanti akan mengonsepkan edukasi bencana itu lewat sosial media terutama tiktok, itu sedang kami kembangkan, dan nantinya dapat dibuat belajar oleh anak-anak SD, SMP dan umum. Di dalamnya tentu memuat edukasi sebelum bencana, saat bencana dan sesudah bencana,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut Prayitno juga mengatakan, jika di tahun 2024 mendatang, pihaknya akan meluncurkan mobil edukasi bencana. Dimana akan dilengkapi dengan videotron, sehingga menyampaikan kebencanaan secara visual.</p>



<p>“Insyaallah, mohon doanya tahun akan ada mobil edukasi bencana. Jadi dencan membawa mobil, dilengkapi videotron, sehingga bisa menyampaikan secara visual tentang kebencanaan seperti apa,” imbuhnya.&nbsp;<strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193702</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Getaran Gempa 6,6 Magnitudo Goyang Wilayah Malang Raya, BPBD Lakukan Pemantau Wilayah</title>
		<link>https://memontum.com/getaran-gempa-66-magnitudo-goyang-wilayah-malang-raya-bpbd-lakukan-pemantau-wilayah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jun 2023 13:55:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[Getaran]]></category>
		<category><![CDATA[goyang]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[magnitudo]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemantau]]></category>
		<category><![CDATA[raya]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192202</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Getaran gempa bumi bermagnitudo 6,6 yang terjadi pukul 19.57 WIB, di 8.70LS, 110.06BT, 94 KM Barat Daya Bantul-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terasa hingga ke wilayah Malang Raya, Jumat (30/06/2023) malam. Cukup lamanya gempa, pun sempat membuat beberapa warga yang tengah berada di dalam rumah, menjadi panik dan keluar rumah. Salah satu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Getaran gempa bumi bermagnitudo 6,6 yang terjadi pukul 19.57 WIB, di 8.70LS, 110.06BT, 94 KM Barat Daya Bantul-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terasa hingga ke wilayah Malang Raya, Jumat (30/06/2023) malam. Cukup lamanya gempa, pun sempat membuat beberapa warga yang tengah berada di dalam rumah, menjadi panik dan keluar rumah.</p>



<p>Salah satu warga Kota Malang, Novia Wahyu Ramadhani (21), mengaku langsung panik dengan getaran gempa yang baru saja terjadi. Sebab, selain cukup terasa, tempo waktu saat gempa juga berlangsung cukup lama. Karenanya, dirinya pun memilih untuk langsung bergegas keluar rumah, sambil memanggil keluarganya.</p>



<p>“Kaget tadi, tiba-tiba terasa getaran gempa. Posisinya saya waktu itu lagi di kamar lantai dua. Jadinya, karena gempanya lama, makanya cepat-cepat turun dan segera keluar rumah,” kata Novia, Jumat (30/06/2023) malam.</p>



<p>Sementara itu, dalam akun resmi twitter BMKG, banyak para netizen yang juga berkomentar dan turut merasakan getaran gempa bumi tersebut hingga Sidoarjo, Surabaya, Cirebon, Semarang, Banyuwangi hingga Bali. Bahkan, beberapa netizen juga memamerkan video dampak kerusakan dari gempa tersebut.</p>



<p>“Di Sidoarjo kerasa dikit, ternyata pusatnya lumayan jauh di Jogja,” tulis akun @darhmh.</p>



<p>“Malang kerasa banget, woi serem,” tulis akun @wjdnryg.</p>



<p>“Stay safe yang ada di Bantul dan sekitarnya,” tulis akun @sondesix.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tak hanya itu, dalam akun twitter @bpbd_malangkota juga menuliskan “merasakan guncangan yang cukup kencang.” Sehingga, banyak warga netizen yang juga turut memberikan komentar.</p>



<p>“Daerah Lowokwaru Kota Malang kerasa min,” tulis akun @estiTeguh.</p>



<p>BPBD Kota Malang juga berharap, dalam kejadian gempa bumi tersebut, tidak menimbulkan dampak yang luar biasa bagi masyarakat Kota Malang.</p>



<p>“Semoga tidak menimbulkan dampak, semoga tetap terkendali di wilayah DIY dan sekitarnya,” tulis akun @bpbd_malangkota.</p>



<p>Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Malang, Nur Fuad Fauzi, mengatakan getaran gempa juga terasa di wilayah Kabupaten Malang. Karena getaran gempa terasa dan cukup lama, pihaknya pun sekarang tengah melakukan pemantauan beberapa wilayah. Dikhawatirkan, memang ada dampak.</p>



<p>&#8220;Pusat gempanya di Bantul. Namun karena terasa dan lama, makanya sekarang sedang dilakukan pemantauan. Harapannya, tentu tidak berdampak ke warga di Kabupaten Malang,&#8221; ujarnya kepada Memontum.com.</p>



<p>Kalaksa BPBD Kota Batu, Agung Sedayu, pun mengaku jika pihaknya juga sedang melakukan pemantauan. Terutama, untuk bangunan rumah warga.</p>



<p>&#8220;Untuk Batu (Kota, red), kita sedang lakukan pemantauan terutama bangunan. Semoga saja semuanya aman,&#8221; paparnya. <strong>(rsy/put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192202</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Desa Selok Anyar Terancam Tsunami, BPBD Lumajang Berharap Destana Beranjak dari Pratama</title>
		<link>https://memontum.com/desa-selok-anyar-terancam-tsunami-bpbd-lumajang-berharap-destana-beranjak-dari-pratama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jun 2023 13:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[anyar]]></category>
		<category><![CDATA[beranjak]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Destana]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[pratama]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[selok]]></category>
		<category><![CDATA[terancam]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191437</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Desa Selok Anyar, Kecamatan Pasirian, menjadi salah satu desa di wilayah Kabupaten Lumajang, yang terancam akan bencana Tsunami. Potensi bencana itu, imbas dari dampak bencana alam, karena posisi wilayahnya yang berbatasan langsung dengan Laut Selatan. Untuk mengantisipasi dan memperkuat mitigasi bencana di Desa Selok Anyar, BPBD Kabupaten Lumajang, pun sejak tahun 2020 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Desa Selok Anyar, Kecamatan Pasirian, menjadi salah satu desa di wilayah Kabupaten Lumajang, yang terancam akan bencana Tsunami. Potensi bencana itu, imbas dari dampak bencana alam, karena posisi wilayahnya yang berbatasan langsung dengan Laut Selatan.</p>



<p>Untuk mengantisipasi dan memperkuat mitigasi bencana di Desa Selok Anyar, BPBD Kabupaten Lumajang, pun sejak tahun 2020 lalu, telah membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana). Sejumlah anggota Desatana yang terlibat, terdiri dari warga setempat, perangkat desa dan anggota relawan lain, yang sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan terkait penanganan bencana di tingkat desa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi mengatakan, mengatakan bahwa Destana dibentuk dengan tujuan agar masyarakat di desa lebih siap dan dapat menanggulangi bencana yang ada di desanya lebih awal, sebelum Tim BPBD menjangkau atau datang. &#8220;Anggotanya adalah warga masyarakat desa tersebut. Bisa dari Perangkat Desa, Karang Taruna, PKK dan siapapun warga desa yang peduli. Mereka dilatih membuat peta bencana, melakukan pertolongan awal saat dari kabupaten belum tiba di lokasi,&#8221; katanya dalam kegiatan Sapa Destana, Senin (19/06/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkan Wawan, saat ini Destana Selok Anyar sudah masuk dalam kategori Destana Pratama. Sehingga, diharapkan ada peningkatan kelas, sehingga Destana Selok Anyar bisa membantu masyarakat untuk lebih sadar dan tanggap terhadap bencana.</p>



<p>&#8220;Harapannya, tentu ada peningkatan dari peringkat Destana Pratama naik menjadi Destana Madya atau Destana Utama. Sehingga, nantinya juga ada Keluarga Tangguh Bencana,&#8221; paparnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191437</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cegah Tanah Gerak di Dusun Brau, BPBD Kota Batu Gandeng PTN dan Gunakan Ampas Tebu</title>
		<link>https://memontum.com/cegah-tanah-gerak-di-dusun-brau-bpbd-kota-batu-gandeng-ptn-dan-gunakan-ampas-tebu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jun 2023 09:31:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[PTN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190416</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211;  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mulai melakukan penelitian untuk mencari solusi pencegahan tanah gerak di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Pelaksanaan penelitian tersebut, dilakukan dengan melibatkan akademisi perguruan tinggi negeri (PTN) Malang dan Jakarta Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Kota Batu, Sudarwito, mengatakan sejak terjadinya tanah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotabatu.memontum.com">Kota Batu</a></strong> &#8211;  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mulai melakukan penelitian untuk mencari solusi pencegahan tanah gerak di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Pelaksanaan penelitian tersebut, dilakukan dengan melibatkan akademisi perguruan tinggi negeri (PTN) Malang dan Jakarta</p>



<p>Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Kota Batu, Sudarwito, mengatakan sejak terjadinya tanah gerak pada awal Desember 2022 yang lalu, hingga menyebabkan keretakan dinding sekolah dasar satu atap, memang sebelumnya sudah dibangun dua sumur pelega. Tujuannya, untuk berfungsi mengurangi tekanan dalam tanah dengan cara mengeluarkan air bawah tanah.</p>



<p>&#8220;Kami sedang melakukan penelitian untuk mencegah terjadinya bencana tanah gerak di Dusun Brau. Dan, ini kami lakukan bersama dua akademisi politeknik negeri dari Jakarta dan Malang,&#8221; terangnya di Kantor BPBD Kota Batu, Kamis (08/06/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Penyebab tanah gerak itu, ujarnya, setelah diamati dikarenakan volume air yang berlebihan di titik bencana. Dalam kondisi tersebut, ketika ada bencana longsor jarak 400 sampai 500 meter, maka titik bencana tanah gerak itu bereaksi. Sehingga, menyebabkan ketinggian tanah turun dan bangunan menjadi retak.</p>



<p>&#8220;Secara alami, kami sudah membuat sumur pelega untuk mengurangi kandungan air dalam tanah yang yang terlalu besar hingga menjadi titik gerak. Kalau air tanah ini juga banyak berkurang, yang dikhawatirkan juga menimbulkan rongga. Sehingga, akan menyebabkan tanah ambles. Jadi, lewat penelitian ini meski sudah ada sumur pelega juga dibuat cara lain,&#8221; terangnya.</p>



<p>Bagaimana teknik dari penelitian itu, Sudarwito mengurai, pertama kali dilihat dari radius tanah gerak ini antara 100 sampai 150 centimeter. Apabila terjadi penurunan yang disebabkan gerakan tanah bisa sampai 1 meter, maka setelah dipelajari diperlukan ampas tebu dan geotekstil.</p>



<p>Mengapa ada ampas tebu, tambahnya, karena ampas tebu mengandung silika yang tinggi. Sehingga, saat bercampur dengan tanah bisa terikat padat. Dan, gemburnya tanah akibat banyaknya kandungan air, bisa memadat. Yang kemudian, peran geotekstil dihamparkan di bawah tanah dengan tujuan untuk mengurangi reaksi gerakan tanah yang ditimbulkan oleh titik lain yang terjadi bencana longsor.</p>



<p>&#8220;Tanah gerak itu, bisa juga terjadi ketika tanah itu ambles serta tanah itu mengalami longsor. Nah, di Dusun Brau ada semua. Untuk itu, kita lakukan penelitian dan kajian bagaimana cara pencegahannya. Saat ini, penelitian tadi sedang diuji di laboratorium,&#8221; paparnya.&nbsp;<strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190416</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPBD Jember Gandeng BNPB Gelar Dasar Manajemen Bencana dengan Libatkan BPBD dari Delapan Wilayah</title>
		<link>https://memontum.com/bpbd-jember-gandeng-bnpb-gelar-dasar-manajemen-bencana-dengan-libatkan-bpbd-dari-delapan-wilayah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 May 2023 13:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Jember]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten jember]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=188929</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia menggelar pelatihan dasar manajemen bencana, Senin (15/05/2023) tadi. Pelatihan yang digelar di Kabupaten Jember, diikuti sejumlah BPBD dari beberapa daerah. Diantaranya, BPBD Kota Probolinggo, BPBD Kabupaten Lumajang, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kota Banjarmasin, BPBD Kabupaten Buleleng, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia menggelar pelatihan dasar manajemen bencana, Senin (15/05/2023) tadi. Pelatihan yang digelar di Kabupaten Jember, diikuti sejumlah BPBD dari beberapa daerah. Diantaranya, BPBD Kota Probolinggo, BPBD Kabupaten Lumajang, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kota Banjarmasin, BPBD Kabupaten Buleleng, BPBD Kabupaten Magetan, BPBD Kabupaten Semarang dan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan.</p>



<p>Bupati Jember, Hendy Siswanto, menyampaikan bahwa di Kabupaten Jember terdapat banyak titik rawan bencana alam. Sehingga, cocok menjadi tempat latihan manajemen bencana.</p>



<p>Kendati menjadi banyak titik bencana, urai Bupati Hendy, namun dirinya berharap tidak ada bencana alam di Jember. “Kabupaten Jember adalah tempat istimewa untuk pelatihan kebencanaan. Mudah-mudahan hanya untuk pelatihan dan tidak ada bencana di Jember,” ujar Bupati Hendy.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Dalam kesempatan itu, bupati juga mengajak seluruh daerah yang hadir untuk menggugah seluruh warga daerahnya, akan kewaspadaan dan antisipasi bencana. Karena penanganan kebencanaan adalah tanggung jawab semua, baik pemerintah, masyarakat dan pengusaha.</p>



<p>“Ilmu yang didapatkan dari belajar bersama kali ini, ketika kembali ke daerah masing-masing, mohon untuk segera disebarluaskan. Lalu, perbanyaklah duta-duta kebencanaan di tengah masyarakat,” paparnya.</p>



<p>Dirinya mencontohkan, bahwa antisipasi bencana yang harus dilakukan masyarakat ialah melakukan bersih-bersih saluran air di sekitar rumah. Serta, memangkas pohon yang berisiko menimbulkan bencana pohon tumbang.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Hendy juga mengintruksikan kepada seluruh ASN di Kabupaten Jember, untuk bergerak dan menjadi relawan kebencanaan di tengah masyarakat. Dengan banyaknya orang yang menjadi duta kebencanaan, maka bencana alam bisa diminimalisir lebih maksimal. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">188929</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Bencana saat Libur Lebaran, BPBD Kota Malang Siapkan Tim Tanggap Bencana</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-bencana-saat-libur-lebaran-bpbd-kota-malang-siapkan-tim-tanggap-bencana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Apr 2023 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Libur Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Tanggap Bencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=187309</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Mengantisipasi terjadinya bencana alam saat momen Idul Fitri 1444 Hijriah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang telah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD, Prayitno, menyampaikan jika pihaknya telah membentuk dua tim tanggap bencana. Diantaranya, tim pusat data informasi atau biasa disebut Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Mengantisipasi terjadinya bencana alam saat momen Idul Fitri 1444 Hijriah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang telah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan.</p>



<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD, Prayitno, menyampaikan jika pihaknya telah membentuk dua tim tanggap bencana. Diantaranya, tim pusat data informasi atau biasa disebut Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) dan tim unit operasional.</p>



<p>“Untuk tim unit operasional kami itu ada dua orang, lalu ditambah lagi dua orang yang spesifikasinya kaji cepat. Jadi untuk mengasessment, dan menilai wilayah,&#8221; kata Prayitno, Sabtu (22/04/2023) tadi.</p>



<p>Kemudian, tambahnya, jika tim tanggap bencana siap siaga, akan on call selama 24 jam. Tentu, hal itu sebagai bentuk upaya untuk memberikan respon cepat dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat selama libur Lebaran.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>“Kami prinsipnya mengimbau untuk masyarakat agar tidak ragu menghubungi BPBD Kota Malang, apabila terjadi keadaan darurat ataupun bencana. Kami on call, piket 24 jam setiap hari. Kemudian Pusdalops itu juga 24 jam, menampung seluruh laporan masyarakat. Baik dari BMKG, masyarakat, BPBD kota lain misalnya ada keterkaitan dengan kami, itu menyampaikan informasi kepada kami,” jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut pihaknya juga telah melakukan koordinasi dan sinergitas bersama dengan lembaga terkait, diantaranya seperti Dinkes, DLH, hingga PLN untuk penanganan tanggap kebencanaan. &#8220;Misalnya ada kejadian pohon tumbang yang menimpa orang, otomatis dua atau tiga lembaga kami hubungi. Dinkes untuk menyiapkan ambulans, DLH untuk sinergi, lalu PLN untuk kabel-kabel yang putus. Itu pusdalops kami sudah link dengan 112 contact unit operasional itu,” ungkap Prayit.</p>



<p>Disisi lain, Prayit menyebut jika beberapa bencana yang perlu diantisipasi saat momen libur lebaran kali ini, adalah cuaca ekstrem, seperti banjir dan angin kencang. Karena itu, tim BPBD Kota Malang telah mempersiapkan kewaspadaan dini serta mengedukasi masyarakat terkait hal-hal yang perlu dilakukan dalam keadaan gawat darurat.</p>



<p>“Kalau seperti cuaca ekstrem, kita kewaspadaan dini saja, sama edukasi ke masyarakat. Kami menyebar informasi dari BMKG, untuk per tiga hari. Kami juga selalu berkoordinasi dengan warga melalui lurah, camat, RT/RW, dan tentunya kelurahan tangguh di masing-masing wilayah,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">187309</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hari Ketiga Pencarian ABK Kapal Harapan Baru Asal Pamekasan Belum Ditemukan</title>
		<link>https://memontum.com/hari-ketiga-pencarian-abk-kapal-harapan-baru-asal-pamekasan-belum-ditemukan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Mar 2023 04:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=185897</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Pencarian terhadap Anak Buah Kapal (ABK) KM Harapan Baru, Jefrizal Firdausi (20), warga Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, terus dilakukan hingga Kamis (30/03/2023) tadi. Sayangnya, hingga hari ketiga pencarian siang ini, tubuh korban Jefrizal belum juga ditemukan. Perlu diketahui, bahwa Jefrizal adalah salah satu ABK KM Harapan Baru, yang terjatuh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Pencarian terhadap Anak Buah Kapal (ABK) KM Harapan Baru, Jefrizal Firdausi (20), warga Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, terus dilakukan hingga Kamis (30/03/2023) tadi. Sayangnya, hingga hari ketiga pencarian siang ini, tubuh korban Jefrizal belum juga ditemukan.</p>



<p>Perlu diketahui, bahwa Jefrizal adalah salah satu ABK KM Harapan Baru, yang terjatuh usai menankap ikan. Yakni saat berada di laut sekitar Pantai Jumiang, Kabupaten Pamekesan, Selasa (28/03/2023) dini hari.</p>



<p>Plt Kalaksa BPBD Pamekasan, melalui Analis Muda Kebencanaan BPBD Pamekasan, Budi Cahyono, mengatakan bahwa pencarian hari ketiga dilakukan dengan menggerakan lima tim laut. Tiga diantaranya, adalah perahu nelayan, dua perahu karet BPBD dan Basarnas.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Jadi untuk Tim Basarnas, kita berangkatkan dari Kecamatan Pragaan Sumenep. Kemudian Tim BPBD dan tiga perahu nelayan berangkat dari Branta Pesisir, Kabupaten Pamekasan,&#8221; paparnya.</p>



<p>Menurut Budi, area pencarian pada hari ketiga berdasarkan Map yang telah dibuat bersama Basarnas, ialah sekitar Prenduan Sumenep sebelah timur Pantai Jumiang, sampai ke arah selatan Karang Bali. &#8220;Area pencarian sebelah timur Jumiang, sampai arah selatan Karang Bali,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Dirinya menambahkan, ada informasi dari masyarakat bahwasanya salah seorang nelayan tadi malam melihat benda yang dimungkinkan merupakan jenazah Jefrizal. Akan tetapi, belum bisa di cek ke lokasi karena letaknya yang jauh. &#8220;Ada informasi dari masyarakat, hanya saja letaknya agak jauh. Mohon doanya semoga hari ini bisa diketemukan,&#8221; ujarnya.<strong> (azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">185897</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, BPBD Kota Malang Siaga 24 Jam</title>
		<link>https://memontum.com/cuaca-ekstrem-masih-mengancam-bpbd-kota-malang-siaga-24-jam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Feb 2023 14:05:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Angin Kencang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca buruk]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[siaga bencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=184039</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Cuaca dan bencana di Kota Malang kali ini harus tetap diwaspadai. Sebab, beberapa pekan ini terjadi hujan yang tak menentu, ditambah dengan angin kencang. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, terus lakukan upaya mitigasi bencana. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno, menyampaikan jika pihaknya akan terus menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Cuaca dan bencana di Kota Malang kali ini harus tetap diwaspadai. Sebab, beberapa pekan ini terjadi hujan yang tak menentu, ditambah dengan angin kencang. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, terus lakukan upaya mitigasi bencana.</p>



<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno, menyampaikan jika pihaknya akan terus menyampaikan informasi yang telah diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kepada kelurahan tangguh. Dalam hal itu, pihaknya juga siap siaga 24 jam.</p>



<p>“Antisipasi kami dari BPBD adalah siaga 24 jam. Jadi mulai pagi sampai pagi lagi, tim kami siaga. Kemudian, ada tim kaji cepat jika ada laporan dari masyarakat langsung meng-assesment tingkat keparahannya,” kata Prayitno, Senin (27/02/2023) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkan jika pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait, seperti Public Safety Center (PSC) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dan juga Dinas Lingkungan Hidup (DLH). &#8220;Kalau ada diperlukaan kecideraan kami langsung asses ke PSC Dinkes, dan kalau ada pohon yang menghalangi lalu lintas atau menimpa rumah orang kami biasanya sinergi dengan DLH,” ujarnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Tidak hanya itu, pihaknya juga menyampaikan, jika akan selalu melakukan pemutakhiran informasi kebencanaan, di setiap kelurahan Kota Malang, melalui anggota kelurahan tangguh. &#8220;Kami juga bersama kelurahan tangguh selalu update. Sehingga hampir setiap dua menit ada laporan dari wilayah dimana ada empat sampai enam grup yang melaporkan kondisi secara umum, termasuk perihal cuaca,” lanjutnya.</p>



<p>Sebagai informasi, pihaknya menuturkan jika pada laman media sosial instagram dan twitter BPBD Kota Malang, juga telah memberikan informasi terkait kewaspadaan cuaca ekstrem yang terjadi beberapa pekan ini. Adapun prakiraan cuaca di Kota Malang selama dua hari, mulai tanggal 27-28 Februari 2023, yakni hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, dan cenderung terjadi di waktu menjelang sore hingga dini hari.</p>



<p>“Hujan masih berpeluang turun mulai sore, malam, hingga pagi. Hujan ringan sampai sedang bisa turun lebih awal dari perkiraan. Waspadai kecepatan angin yang berhembus kencang, kemudian jauhi pohon yang besar atau rimbun, yang berpotensi patah atau tumbang,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">184039</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPBD Pamekasan Minta Warga Waspadai Cuaca Ekstrim saat Puncak Musim Penghujan</title>
		<link>https://memontum.com/bpbd-pamekasan-minta-warga-waspadai-cuaca-ekstrim-saat-puncak-musim-penghujan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Feb 2023 10:32:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[musim hujan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=184006</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan meminta masyarakat mewaspadai cuaca ekstrim saat puncak musim penghujan 2023. Karena, intensitas hujan deras bisa berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi. PLT Pelaksana BPBD Pamekasan, Yusuf Wibisono, mengatakan bahwa puncak musim penghujan menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada tahun 2023 diperkirakan pada Maret nanti. &#8220;Warga Pamekasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan meminta masyarakat mewaspadai cuaca ekstrim saat puncak musim penghujan 2023. Karena, intensitas hujan deras bisa berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi.</p>



<p>PLT Pelaksana BPBD Pamekasan, Yusuf Wibisono, mengatakan bahwa puncak musim penghujan menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada tahun 2023 diperkirakan pada Maret nanti. &#8220;Warga Pamekasan diharapkan tetap waspada darurat hidrometeorologi di puncak musim penghujan 2023 pada Maret,&#8221; katanya, Senin (27/02/2023) tadi.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Menurut Yusuf, saat ini BPBD Pamekasan lebih waspada dan lebih cepat pada penanganan. Hal itu, karena update informasi cuaca ekstrim dari BMKG, lebih cepat. &#8220;BMKG itu sudah memastikan masa hidrometeorologi terjadi sejak bulan November 2022 sampai Maret 2023,&#8221; imbuhnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">184006</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
