<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>BPCB Trowulan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bpcb-trowulan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Nov 2020 05:18:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>BPCB Trowulan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ekskavasi Situs (Desa) Pendem Kembali Dilanjutkan</title>
		<link>https://memontum.com/ekskavasi-situs-desa-pendem-kembali-dilanjutkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2020 05:03:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[BPCB Trowulan]]></category>
		<category><![CDATA[Disparta]]></category>
		<category><![CDATA[ekskavasi]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Pendem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=127577</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Penggalian situs Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, yang sempat berhenti karena keterbatasan biaya serta adanya Covid-19, akhirnya mulai dilanjutkan. Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu melalui PAPBD 2020, menggelontorkan anggaran sekitar Rp 150 juta, untuk meneruskan pengungkapan &#8216;cerita&#8217; penemuan situs Pendem. Bahkan, sejak Selasa (10/11) aktifitas sudah mulai dilanjutkan. “Penggalian nanti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Penggalian situs Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, yang sempat berhenti karena keterbatasan biaya serta adanya Covid-19, akhirnya mulai dilanjutkan. Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu melalui PAPBD 2020, menggelontorkan anggaran sekitar Rp 150 juta, untuk meneruskan pengungkapan &#8216;cerita&#8217; penemuan situs Pendem. Bahkan, sejak Selasa (10/11) aktifitas sudah mulai dilanjutkan.</p>
<p>“Penggalian nanti rencananya sampai 18 November. Kami menurunkan delapan orang dengan rincian empat orang dari BPCB Trowulan dan empat orang dari Disparta,” ungkap Arkeolog BPCB Trowulan, Wicaksono Dwi Nugraha, Rabu (11/11) siang.</p>
<p>Ditambahkannya, dalam ekskavasi yang telah dilakukan, saat ini sudah menemukan koin berdiameter satu centimeter yang terpatinasi setelah sebelumnya candi berukuran 7,5 meter x 7,5 meter dan terdapat sumuran berukuran 2,1 meter x 2,1 meter di tengahnya.</p>
<p>Lebih lanjut Dwi-sapaannya menerangkan, targetnya membuka singkapan lebih luas hingga diketahui bentuk secara lebih utuh. Dirinya juga menekankan, penggalian akan dilanjutkan ke arah timur, karena diperkirakan sebagai arah hadap candi.</p>
<p>“Penggalian ini dilakukan untuk menemukan bangunan pendukung lainnya. Biasanya, di sekitar candi induk terdapat candi perwara atau candi pelengkap,” imbuhnya.</p>
<p>Dwi juga menerangkan, situs Candi Pendem diperkirakan memiliki kaitan erat dengan Prasasti Sanguran di masa Mpu Sindok sebagai Raja pertama Medang Kamulan pada tahun 929 Masehi. Beberapa prasasti itu, kini berpindah ke Skotlandia. Konon, prasasti ini berada di Ngandat yang kini menjadi nama sebuah dusun di Desa Mojorejo. Atau, berjarak satu kilometer dari lokasi penemuan situs Pendem.</p>
<p>“Dalam catatan Verbeek, prasasti itu menuliskan tanah siman sebagai tempat pendharmaan bagi I Sang Hyang Prasada Kabhaktyan ing Sima Kajurugusalyan i Mananjung. Nanti akan kita ketahui lebih lanjut kedepannya, setelah penelitan dan eskavasi ini rampung,” tandasnya. <strong>(bir/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127577</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPCB Jatim Sebut Penemuan Perahu Baja di Lamongan Peninggalan Perang Dunia Pertama</title>
		<link>https://memontum.com/bpcb-jatim-sebut-penemuan-perahu-baja-di-lamongan-peninggalan-perang-dunia-pertama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2019 12:22:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPCB Trowulan]]></category>
		<category><![CDATA[kapal kuno]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Dunia Pertama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99398-bpcb-jatim-sebut-penemuan-perahu-baja-di-lamongan-peninggalan-perang-dunia-pertama</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Satu dari tiga perahu baja yang berada di dasar bengawan solo Lamongan telah berhasil diangkat. Diduga kuat perahu tersebut dimasa itu digunakan sebagai alat transportasi perang dunia pertama. Hal itu diungkapkan Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jatim, Andi Muhammad Said. Ia mengatakan, selain untuk mengangkut serdadu, perahu itu juga digunakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Satu dari tiga perahu baja yang berada di dasar bengawan solo Lamongan telah berhasil diangkat. Diduga kuat perahu tersebut dimasa itu digunakan sebagai alat transportasi perang dunia pertama.</p>
<p>Hal itu diungkapkan Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jatim, Andi Muhammad Said. Ia mengatakan, selain untuk mengangkut serdadu, perahu itu juga digunakan untuk mengangkut logistik.</p>
<p>&#8220;Perahu ini merupakan kapal sisa perang dunia pertama. Hal Itu dibuktikan dengan adanya koin yang tertera pada tahun 1902,&#8221; kata Said usai mengangkat perahu ke atas tanggul Bengawan Solo, Kamis (7/11/2019).</p>
<p>Tak hanya itu, Said juga mengungkapkan, kemungkinan besar perahu itu tidak diproduksi di indonesia, kendati pada masa itu di Indonesia belum punya pabrik baja. Bahkan sejauh ini juga belum pernah ada penemuan perahu sejenis di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Belum ada temuan sejenis ini dan baru di sini ini. Hal itu sangat masuk akal, karena Bengawan Solo kan sangat besar waktu itu. Jadi memang bisa dilalui transportasi laut, jadi wajar saja kalau ada di sini,&#8221; ujarnya menegaskan.</p>
<p>Hanya saja kata Said, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan tahun pembuatan perahu yang memiliki panjang 7,2 meter dan bisa dipisahkan menjadi 2 bagian tersebut.</p>
<p>&#8220;Kita belum melihat indikasi tahun pembuatannya. Habis ini kita akan melihat referensi, literasi yang mendukung nanti seperti apa nanti kita cari. Tipenya kan pasti ada, tipe seperti ini dibangun tahun berapa,&#8221; kata Said menandaskan. <strong>(tyo/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99398</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perahu Baja Kuno Diekskavasi, Arkeolog Temukan Peluru Aktif dan Koin Kuno</title>
		<link>https://memontum.com/perahu-baja-kuno-diekskavasi-arkeolog-temukan-peluru-aktif-dan-koin-kuno</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Nov 2019 16:35:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[BPCB Trowulan]]></category>
		<category><![CDATA[ekskavasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perahu Kuno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99307-perahu-baja-kuno-diekskavasi-arkeolog-temukan-peluru-aktif-dan-koin-kuno</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Beberapa Tim arkeolog dari BPCB menemukan peluru aktif dan koin kuno yang terkubur bersama perahu baja zaman kolonial yang berada di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. Tepat di hari ke-4, ekskavasi tiga perahu baja di sungai Bengawan solo. Wicaksono Dwi Nugroho Tim Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jatim, telah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan </strong>&#8211; Beberapa Tim arkeolog dari BPCB menemukan peluru aktif dan koin kuno yang terkubur bersama perahu baja zaman kolonial yang berada di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan.</p>
<p>Tepat di hari ke-4, ekskavasi tiga perahu baja di sungai Bengawan solo. Wicaksono Dwi Nugroho Tim Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jatim, telah menemukan peluru dan koin kuno dari lokasi perahu baja.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-99309" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0001-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0001-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0001-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0001-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0001-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Temuan peluru aktif dan koin kuno ini semakin menguatkan asumsi awal yang menyebut perahu baja ini adalah perahu baja peninggalan masa kolonial.</p>
<p>Tak hany itu, Koin kuno yang berangka tahun 1902 dan 1909 adalah pecahan uang 2,5 sen dengan angka tahun 1909 dan pecahan setengah sen berangka tahun 1902.</p>
<p>“Selain berangka tahun, salah satu sisi mata uang juga ada tulisan Netherlands Indies. Ada juga yang bertuliskan huruf Jawa dan huruf Arab melayu atau huruf pegon,” kata Wicaksono Dwi Nugroho. Rabu (6/11/2019).</p>
<p>Tak hanya koin kuno, peluru aktif juga ditemukan saat ekskavasi perahu baja.</p>
<p>“Tak hanya koin kuno, Peluru aktif juga kami temukan kemungkinan digunakan untuk senjata jenis AK47,” jelasnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-99308" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0000-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0000-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0000-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0000-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0000-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Terkait temuan menarik Badan Peninggalan dan Cagar Budaya (BPCB) Jatim di Trowulan, selama proses ekskavasi ini adalah tentang keberadaan perahu baja itu sendiri.</p>
<p>Tim arkeolog, mengaku fakta perahu baja ini adalah perahu yang bersambungan atau gandeng seperti layaknya kereta api yang berasal dari masa penjajahan Belanda pada masa Perang Dunia pertama sampai Perang Dunia kedua.</p>
<p>“Panjang perahu kami perkirakan adalah 3,6 meter dengan lebar 1,5 perahu dan ada juga temuan pengait di perahu baja ini,” terang Wicaksono</p>
<p>Hingga kini BPCB Jatim, proses ekskavasi terhadap perahu baja masih terus berlangsung dan sudah berhasil menampakkan ketiga perahu untuk pengangkatan ke permukaan. Salah satunya dimulai dengan membuat bendungan di sekeliling perahu. <strong>(tyo/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99307</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diyakini Petilasan Kahuripan, BPCB Ekskavasi Temuan Situs Watesari &#8211; Balongbendo</title>
		<link>https://memontum.com/diyakini-petilasan-kahuripan-bpcb-ekskavasi-temuan-situs-watesari-balongbendo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jul 2019 01:23:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[BPCB Trowulan]]></category>
		<category><![CDATA[ekskavasi]]></category>
		<category><![CDATA[Situs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/88412-diyakini-petilasan-kahuripan-bpcb-ekskavasi-temuan-situs-watesari-balongbendo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto mengekskavasi temuan situs di Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. Ekskavasi yang pertama ini, setelah situs yang diduga peninggalan Kerajaan Kahuripan itu ditemukan warga setempat Tahun 2018 lalu. Ekskavasi situs tumpukan batu bata menyerupai pondasi itu dilakukan enam orang tim perwakilan BPCB Jatim. Ekskavasi ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto mengekskavasi temuan situs di Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. Ekskavasi yang pertama ini, setelah situs yang diduga peninggalan Kerajaan Kahuripan itu ditemukan warga setempat Tahun 2018 lalu.</p>
<p>Ekskavasi situs tumpukan batu bata menyerupai pondasi itu dilakukan enam orang tim perwakilan BPCB Jatim. Ekskavasi ini dilakukan petugas BPCB Jatim bersama warga sekitar serta komunitas penggiat budaya sekitar. Kemudian dibantu warga sekitar yang membersihkan ranting-ranting pohon di sekitaran punden Mbah Sukirman untuk mempermudah petugas mengeksplorasi temuan bersejarah itu.</p>
<div id="attachment_88414" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-88414" decoding="async" class="size-full wp-image-88414" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160201-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="EKSKAVASI - Tim BPCB Trowulan, Mojokerto mengekskavasi temuan situs di Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Selasa (16/07/2019)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160201-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160201-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160201-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160201-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160201-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-88414" class="wp-caption-text"><strong>EKSKAVASI &#8211; Tim BPCB Trowulan, Mojokerto mengekskavasi temuan situs di Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Selasa (16/07/2019)</strong></p></div>
<p>&#8220;Sejak ditemukan struktur bangunan yang diduga peninggalan Kerajaan Kahuripan itu, belum ada bantuan dari pihak pemerintah daerah sama sekali. Makanya kami memilih dana desa sekitar Rp 20 juta dipotong pajak untuk proses eksplorasi ini,&#8221; terang</p>
<p>Kepala Desa Watesari, Sukisno kepada Memo X, Rabu (17/7/2019).</p>
<p>Sukisno mengaku tertarik melakukan ekskavasi ini untuk menggali lebih dalam situs yang ada di desanya. Paling tidak, pihaknya berharap setelah ekskavasi terlihat jelas bentuk situs iti.</p>
<p>&#8220;Kalau bisa dijadikan destinasi wisata di Desa Watesari ini,&#8221; pintahnya.</p>
<p>Ketua Tim BPCB Trowulan Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho menilai temuan struktur bangunan serta sumur di punden Mbah Sukirman ini memiliki kriteria sebagai cagar budaya sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Hal itu berdasarkan hasil peninjauan Tahun 2018 lalu. Karena itu, pihak BPCB Jatim ini berencana bakal melaksanakan ekskavasi selama empat hari.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-88413" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160229-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160229-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160229-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160229-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160229-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/20190717_160229-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Situs ini berkaitan adanya prasasti Kamalagyan yang jaraknya kurang lebih 3,5 kilometer di arah barat dan keberadaan situs Trik sejauh 7 kilometer di arah timur laut.</p>
<p>Kalau Kamalagyan menyebut pembangunan bendungan di masa Airlangga. Sedangkan Trik ada di masa awal-awal kerajaan majapahit. Pemukiman disini bagian dari mana, itu yang akan dicari dan diketahui dalam proses ekskavasi ini,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara salah seorang penggiat budaya, Laskar Nuswantara, Tri Kisnowo mengapresiasi BPCB dan pihak desa mengekskavasi situs itu. Baginya, situs itu bakal bisa dijadikan destinasi wisata lain, selain agrowisata tanaman belimbing di desa itu.</p>
<p>&#8220;Yang tidak kalah penting, ekskavasi ini menggunakan dana desa karena sudah tidak ada solusi lain. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan Pemkab maupun dinas terkait, tapi selalu jawabannya tidak ada aturan. Padahal, kami sudah mengusulkan raperda inisiatif ke dewan dan terakhir di Bapemperda. Menggunakan dana desa ini menjadi solusi proses pelaksanaan eskavasi ini,&#8221; tandasnya. <strong>(Wan/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88412</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
