<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>BPCB &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bpcb/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Nov 2022 08:06:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>BPCB &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>BPCB Jatim Temukan Pemukiman Zaman Kerajaan di Bantaran Sungai Brantas Blitar</title>
		<link>https://memontum.com/bpcb-jatim-temukan-pemukiman-zaman-kerajaan-di-bantaran-sungai-brantas-blitar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Nov 2022 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[BPCB]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Brantas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=178235</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menemukan sejumlah benda Zaman kerajaan di bantaran Sungai Brantas di Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Arkeolog BPCB Jatim, Nugroho Harjo Lukito, mengatakan berdasarkan survei eskavasi yang dilakukan BPCB Jawa Timur, menemukan sejumlah benda yang mengarah bahwa lokasi tersebut adalah permukiman zaman kerajaan. Diantaranya, adanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menemukan sejumlah benda Zaman kerajaan di bantaran Sungai Brantas di Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.</p>



<p>Arkeolog BPCB Jatim, Nugroho Harjo Lukito, mengatakan berdasarkan survei eskavasi yang dilakukan BPCB Jawa Timur, menemukan sejumlah benda yang mengarah bahwa lokasi tersebut adalah permukiman zaman kerajaan. Diantaranya, adanya sumur dan sejumlah artefak lepas hingga beberapa bagian pada bangunan rumah.</p>



<p>&#8220;Penemuan berawal dari hasil tinjauan beberapa waktu lalu yang menunjukkan ada struktur bata kuno. Dari hasil peninjauan ada potensi bahwa ini sebuah permukiman kuno yang berada di bantaran zsungai Brantas,&#8221; kata Nugroho Harjo Lukito, Sabtu (12/11/2022) tadi.</p>



<p>Baca Juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Disampaikannya, berdasarkan artefak yang ditemukan, sebagian besar merujuk pada abad 14. &#8220;Secara kronologis periodisasi berdasarkan artefak yang ditemukan, sebagian besar merujuk abad 14,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Nugroho menambahkan, sejak dahulu Sungai Brantas merupakan jalur transportasi utama untuk mengangkut hasil sumber daya alam. Sehingga, arus lalu lintas di sekitaran Sungai Brantas, sangat padat pada saat itu. &#8220;Sejak zaman dahulu, pinggiran Sungai Brantas sudah dijadikan pemukiman,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Dirinya juga menjelaskan, eskavasi masih dilakukan dengan luasan tanah sekitar 12 meter x 12 meter. Pihaknya menduga masih ada beberapa pemukiman lainnya yang terdapat di lokasi tersebut. &#8220;Ini baru satu rumah yang kami temukan. Ini perlu ada ekskavasi lebih besar dan lebih lama untuk melihat potensi di sini. Tapi ini kami observasi dulu,&#8221; ujarnya. <strong>(jar/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178235</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPCB Jatim Observasi Temuan Arca Dwarapala dan Jaladwara di Tulungagung</title>
		<link>https://memontum.com/bpcb-jatim-observasi-temuan-arca-dwarapala-dan-jaladwara-di-tulungagung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 May 2022 09:06:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BPCB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=169365</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Tulungagung &#8211; Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Timur, melakukan observasi terhadap penemuan barang berharga berupa arca, yang sudah tiga bulan lamanya ditemukan. Temuan itu, meliputi dua arca yaitu Dwarapala dan Jaladwara, yang disebut-sebut peninggalan masa Kerajaan Hindu. Arkeolog BPCB Pemprov Jatim, Muhammad Ichwan, menjelaskan bajwa hal ini merespon atas temuan objek diduga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Tulungagung</strong> &#8211; Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Timur, melakukan observasi terhadap penemuan barang berharga berupa arca, yang sudah tiga bulan lamanya ditemukan. Temuan itu, meliputi dua arca yaitu Dwarapala dan Jaladwara, yang disebut-sebut peninggalan masa Kerajaan Hindu.</p>



<p>Arkeolog BPCB Pemprov Jatim, Muhammad Ichwan, menjelaskan bajwa hal ini merespon atas temuan objek diduga cagar budaya dari Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Tulungagung. Tinjauan pertama di Gudang Masjid Muhammad Mesir, telah tersimpan satu Arca Dwarapala yang merupakan temuan Februari 2022.</p>



<p>&#8220;Selain Arca Dwarapala, ada Arcanaga panjang keseluruhan kurang lebih 127 cm terdiri atas 4 buah potongan batu,&#8221; ujar Muhammad Ichwan, Jumat (20/05/2022) tadi.</p>



<p>Arca naga atau yang disebut Jaladwara, merupakan naga mendongak ke arah belakang. Tim Balai Besar Cagar Budaya Pemprov Jawa Timur, pun langsung mengukur mulai dari tinggi, lebar hingga karakteristik kedua benda yang diduga cagar budaya. Setelahnya mencatat data hasil observasi yang berada di balai depan makam umum Desa Ngadirogo, selanjutnya tim menuju belakang gudang masjid untuk melihat lokasi penemuan.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Ichwan melakukan test terhadap indikasi, batu bata kurang lebih 100 cm dan lebar 50 cm serta kedalaman kurang lebih 30 cm. Telah mendapatkan indikasi, bahwa batu bata yang merupakan bata kulit sisi barat membujur arah utara selatan.</p>



<p>&#8220;Saat ini ukuran yang kami ketahui 148 cm, ini tampak sisi ujung selatan memang putus ataukah berlanjut kearah timur merupakan sudut struktur bangunan,&#8221; paparnya.</p>



<p>Menurutnya, ini perlu ada kajian lebih lanjut. Untuk tinggi yang terlihat, 84 cm dan merupakan 12 lapis bata. Struktur ini, ditemukan kurang lebih 30 dari tanah existing saat ini, tampak bagian bawahnya habis. &#8220;Apakah itu merupakan profil sebuah bangunan, apakah bagian terbawah, kita akan lakukan eskavasi,&#8221; paparnya.</p>



<p>Pihaknya mendapat informasi dari dinas terkait, bahwa lokasi ini juga terdapat indikasi struktur bata. Serta belum lama, kurang lebih 5 sampai 10 meter dari ditemukan ini, pernah dideteksi oleh geologi Bandung menunjukkan warna merah. Akan tetapi belum tahu benda, struktur, arca atau bata yang ada kaitannya struktur yang telah ditemukan.</p>



<p>Tidak hanya itu, menurut informasi dari penemu orang sekitar pernah ditemukan juga Dwarapala. Tepatnya pada 1998, yang ukurannya lebih besar dari saat ini, sekarang sudah dipindahkan dan amankan di Museum Wajakensis.</p>



<p>&#8220;Untuk interpretasi awal, ini merupakan temuan yang sangat menarik dan penting. Karena adanya indikasi struktur itu batu bata,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Pamong Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, Winarto, mengucapkan rasa terima kasih atas kesediaan BCPB yang mengobservasi dia benda bersejarah. Pasalnya, telah menunggu tiga bulan untuk bisa hadir di Tulungagung.</p>



<p>&#8220;Kita menunggu hasil kajian dari BPCB hasil rekomendasinya seperti apa. Kita manut saja, kalau harus dievakuasi pokoknya menunggu hasilnya,&#8221; ungkap Winarto.</p>



<p>Ketika harus safety, pihaknya bakal pengamanan dengan membawanya ke museum, untuk di pamerkan di museum. Selanjutnya akan memberikan langsung semacam imbalan jasa ke pihak penemu. &#8220;Kita belum berkoordinasi kepada penemu dan desa. Harapan kami semoga ini rekomendasinya akan dievakuasi, semoga BPCB menganggarkan istilahnya untuk Kabupaten Tulungagung untuk evakuasi,&#8221; terangnya. <strong>(jaz/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">169365</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
