<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>BPPT &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bppt/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Jun 2022 07:58:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>BPPT &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gelar Inovasi dan Teknologi Pertanian, Mas Dhito Targetkan Petani Kediri Miliki Daya Tawar Tinggi</title>
		<link>https://memontum.com/gelar-inovasi-dan-teknologi-pertanian-mas-dhito-targetkan-petani-kediri-miliki-daya-tawar-tinggi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2022 07:58:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BPPT]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=170439</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mendorong petani di Kabupaten Kediri, untuk semakin memiliki daya tawar dan mampu meningkatkan nilai jual atas komoditas pertanian. Guna mencapai bargaining itu, petani diharapkan semakin paham kualitas dari komoditas yang ditanam. Berbagai upaya, pun dilakukan Pemerintah Kabupaten Kediri, melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun), untuk mendukung petani. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri </strong>&#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mendorong petani di Kabupaten Kediri, untuk semakin memiliki daya tawar dan mampu meningkatkan nilai jual atas komoditas pertanian. Guna mencapai bargaining itu, petani diharapkan semakin paham kualitas dari komoditas yang ditanam.</p>



<p>Berbagai upaya, pun dilakukan Pemerintah Kabupaten Kediri, melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun), untuk mendukung petani. Salah satunya, mempertemukan petani dengan beberapa produsen benih, pupuk maupun obat-obatan seperti dalam gelar inovasi dan teknologi pertanian yang diadakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Papar, Kamis (09/06/2022) tadi.</p>



<p>&#8220;Teman-teman petani harus tahu, sejauh apa nutrisi, kualitas dari tanaman yang jenengan miliki. Setelah itu, jenengan punya daya tawar, bargaining punya sikap kalau ditawar murah ya nggak bisa,&#8221; kata Mas Dhito dihadapan petani dalam acara inovasi dan teknologi pertanian.</p>



<p>Diadakannya gelaran pertanian itu, diharapkan petani bisa belajar dan menyaksikan langsung perkembangan teknologi terkini. Hal itu, karena di lokasi BPP Papar, selain memerkan pelatan modern bidang pertanian, tiap produsen benih misalnya disediakan lokasi untuk menunjukkan hasil produk andalannya.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dalami-laporan-pelayanan-mbg-dprd-kota-malang-akan-panggil-sppg">Dalami Laporan Pelayanan MBG, DPRD Kota Malang Akan Panggil SPPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-sampaikan-lkpj-2025-dprd-akan-dalami-sumber-surplus-anggaran">Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Akan Dalami Sumber Surplus Anggaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antrean-pasar-murah-membludak-meski-munculkan-kecewa-diskopindag-kota-malang-bakal-lakukan-evaluasi">Antrean Pasar Murah Membludak Meski Munculkan Kecewa, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kualitas-indek-pelayanan-publik-pemkab-lumajang-kian-meningkat-dan-masuk-kategori-sangat-tinggi">Kualitas Indek Pelayanan Publik Pemkab Lumajang Kian Meningkat dan Masuk Kategori Sangat Tinggi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-lantik-67-pejabat-administrator-dan-pengawas">Wali Kota Probolinggo Lantik 67 Pejabat Administrator dan Pengawas</a></li>
</ul>


<p>Dalam kegiatan itu, menurut Mas Dhito, pemerintah memberikan kesempatan bagi petani yang tergabung dalam Gapoktan supaya dapat berdiskusi dengan produsen benih maupun pupuk. Dari diskusi itu, apa yang menjadi kebutuhan petani termasuk kendala yang ditemui bisa disampaikan melalui BPP.</p>



<p>&#8220;Tahun 2022 ini kita sudah ada 12 BPP. Tahun 2023 nanti, kita akan menyelesaikan 26 BPP, jadi 2023 kita sudah tuntas BPP (di semua kecamatan, red),&#8221; ungkapnya.</p>



<p>BPP merupakan prasarana penunjang bagi penyuluh pertanian termasuk untuk sosialisasi dan alih teknologi bidang pertanian. Adanya BPP itu, lanjut Mas Dhito, diharapkan mampu menarik kalangan milenial untuk mau terjun dalam dunia pertanian.</p>



<p>&#8220;Kalau (petani) yang muda-muda banyak, saya yakin 2024 sampai terus ke depannya Kabupaten Kediri tidak akan pernah mengalami kesulitan dalam bidang lumbung pangan,&#8221; terangnya.</p>



<p>Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri, Anang Widodo, menambahkan bahwa gelaran inovasi dan teknologi pertanian itu bentuk pelaksanaan untuk mendukung visi misi Mas Dhito dalam pengembangan kawasan agropolitan khususnya di Kabupaten Kediri wilayah utara. Disebutkannya, kawasan Pagu, Plemahan, Papar dan Purwoasri (Palempari) merupakan sentra tanaman pangan. Sebagaimana dalam demplot yang ada di BPP itu, mayoritas yang dijumpai berupa tanaman pangan khususnya jagung.</p>



<p>Kegiatan gelar inovasi dan teknologi pertanian, itu diadakan selama dua hari atau tanggal 8 hingga 9 Juni 2022 dan didukung 17 pabrik formulator baik benih maupun obat-obatan. Selama dua hari itu dijadwalkan ada 1000 petani yang akan ikut dalam kegiatan.</p>



<p>&#8220;Harapannya, petani mendapatkan ilmu yang maksimal. Karena dalam gelaran ini juga dilakukan diskusi bersama,&#8221; tambahnya.<strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">170439</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinas Pertanian Kota Batu, Klarifikasi Hasil Kerjasama BPPT dengan Gapoktan</title>
		<link>https://memontum.com/dinas-pertanian-kota-batu-klarifikasi-hasil-kerjasama-bppt-dengan-gapoktan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2020 06:46:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[BPPT]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pertanian Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Gapoktan]]></category>
		<category><![CDATA[Klarifikasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=117616</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu – Berawal dari kekecewaan seorang petani yang sekaligus peneliti bibit kentang varietas baru, Rudy Madiyanto dari Desa Sumberbrantas. Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Sugeng Pramono akhirnya memberikan penjelasan terkait dana penelitian yang diperuntukkan kepada para petani di Desa Sumber Brantas, Kota Batu. Sebelumnya, diberitakan bahwa peneliti sekaligus petani asal Desa Sumber Brantas, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> – Berawal dari kekecewaan seorang petani yang sekaligus peneliti bibit kentang varietas baru, Rudy Madiyanto dari Desa Sumberbrantas. Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Sugeng Pramono akhirnya memberikan penjelasan terkait dana penelitian yang diperuntukkan kepada para petani di Desa Sumber Brantas, Kota Batu.</p>
<p>Sebelumnya, diberitakan bahwa peneliti sekaligus petani asal Desa Sumber Brantas, Rudy Madiyanto mengutarakan kekecewaannya karena anggaran dana penelitian yang telah ia tandatangani tidak jelas realisasinya.</p>
<p>Dikatakan Rudy, saat itu ia meneken tandatangan untuk penganggaran senilai Rp 1,2 M dari Kemenristek Dikti melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Serpong. Belakangan diketahui bahwa Rp 1,2 M itu adalah dana usulan, namun realisasinya yang cair senilai sekitar Rp 570 juta.</p>
<p>Sugeng menegaskan bahwa anggaran Rp 570 itu turun dari pemerintah pusat ke kelompok tani Sumber Jaya di Desa Sumber Brantas. Sedangkan Dinas Pertanian Batu tidak tahu menahu terkait anggaran tersebut. Dikatakannya, Dinas Pertanian Batu hanya bertindak sebagai fasilitator.</p>
<p>“Jadi perlu saya luruskan. Angka Rp 1.2 M itu adalah usulan, namun yang disetujui Rp 570 juta. Anggaran itu berupa sarana dan prasarana (sarpras), lalu pengembangan keilmuan dan biaya perjalanan ke Batu,” ujarnya, Kamis (25/6/2020).</p>
<p>Sugeng mengaku baru mengetahui kalau anggaran yang disetujui sekitar Rp 570 juta setelah menghubungi pihak BPPT dengan disaksikan ketua Gapoktan Sumber Jaya, Joni serta satu anggota dan Rudy pada Kamis (25/6/2020).</p>
<p>“Baru saja saya menghubungi orang BPPT dan baru tahu kalau yang disetujui itu senilai Rp 570 jutaan. Tadi semuanya mendengar karena saat telpon, suaranya diperkeras,” terang Sugeng.</p>
<p>Namun Sugeng tidak memberi tahu siapa orang BPPT yang ia hubungi. Diterangkan Sugeng, proyek dari BPPT itu telah selesai. Proyek berlangsung selama tiga tahun sejak 2016 hingga 2018. Proyek tersebut memang untuk pengembangan pertanian kentang di Sumber Brantas.</p>
<p>Proyek itu menyisakan antara lain green house yang kondisinya tidak terawat saat ini. Pasalnya, pada akhir 2019 lalu diterpa angin kencang. Sugeng juga mengatakan kalau ada anggaran Rp 10 juta namun untuk pembayaran sewa lahan kebutuhan pertanian.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Jaya, Joni mengatakan kalau bantuan yang diterimanya salah satunya adalah bibit kentang. Bibit kentang tersebut dikelola dan dikembangkan di Desa Sumber Brantas.</p>
<p>“Bantuannya dalam bentuk bibit kentang. Sejak ada bibit itu, bibit kentang di Sumber Brantas tidak pernah lagi impor,” katanya.</p>
<p>Ditanya terkait kucuran dana dari pusat ke Gapoktan Sumber Jaya, Joni mengatakan kalau anggaran berbentuk sarana dan prasarana yang mendukung pembibitan kentang. Ternyata selama ini Rudy tidak banyak dilibatkan dalam Gapoktan. Padahal Rudy adalah orang yang menandatangani anggaran untuk mendukung pembibitan kentang di Sumber Brantas. Joni juga mengaku baru mengetahui kalau anggaran yang disetujui Rp 570 juta.</p>
<p>Sementara itu, Rudy mengaku kecewa karena hasil temuannya terhadap varietas kentang tidak dimanfaatkan dengan baik. Bahkan cenderung dimanfaatkan oleh pihak lain. Rudy bahkan mengatakan kesulitan mengembangkan temuannya di kampung halamannya sendiri.</p>
<p>“ Di Jawa Tengah saya banyak membina petani, bahkan kerjasama berjalan sangat baik, tapi di sini di kampung halaman saya sendiri (Batu, Red) justru kesulitan,” katanya dengan nada heran.</p>
<p>Rudy juga mengaku baru mengetahui kalau anggaran yang disetujui senilai Rp 570 jutaan juga.</p>
<p>“Tapi yang penting hubungan dengan BPPT yang awal adalah nitip bibit. Saya berharap bibit yang saya titipkan itu bisa berjalan baik seperti program di sebuah universitas di Belanda,” katanya.</p>
<p>Awalnya Rudy menitipkan 10 varietas kentang temuannya di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Serpong. Kemudian turun anggaran untuk mengembangkan bibit milik Rudy yang dititipkan tersebut. Kalau tidak ada 10 jenis itu, anggaran tidak bisa dicairkan.</p>
<p>“Kalau ternyata anggaran turun ke Gapoktan ya silahkan, tapi benihnya jangan dikeluarkan dulu karena belum matang. Kalau sudah matang, silahkan siapapun yang membawa. Nah kalau begini, bagaimana cara kerjasamanya. Saya pikir selisih semuanya,” katanya.</p>
<p>“Kita juga antara Gapoktan, saya juga anggota Gapoktan. Terus sinkronnya di mana? Anggap saja saya sebagai tim risetnya Gapoktan kan ciamik begitu, saya ingin, idealisme dan saya dihargai sebagai peneliti. Jangan diplilntir-plintir, ya bingung saya,” tegas Rudy. <strong>(bir/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">117616</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terapkan Arsinum BPPT Gandeng Ponpes Rejo Darul Musthofa Putukrejo</title>
		<link>https://memontum.com/terapkan-arsinum-bppt-gandeng-ponpes-rejo-darul-musthofa-putukrejo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Oct 2019 11:28:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Arsinum]]></category>
		<category><![CDATA[BPPT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/97905-terapkan-arsinum-bppt-gandeng-ponpes-rejo-darul-musthofa-putukrejo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dengan menggandeng Pondok Pesantren (Ponpes) Rejo Darul Musthofa,Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan diseminasi air siap minum (Arsinum). Keberadaan Arsinum ini memungkinkan untuk mengolah air tanah langsung menjadi air siap minum tanpa harus dimasak terlebih dahulu. Peresmian penerapan teknologi ini dilaksanakan di Ponpes Rejo Darul Musthofa, Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Dengan menggandeng Pondok Pesantren (Ponpes) Rejo Darul Musthofa,Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan diseminasi air siap minum (Arsinum).</p>
<p>Keberadaan Arsinum ini memungkinkan untuk mengolah air tanah langsung menjadi air siap minum tanpa harus dimasak terlebih dahulu. Peresmian penerapan teknologi ini dilaksanakan di Ponpes Rejo Darul Musthofa, Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang, Selasa (15/10/2019) siang.</p>
<p>Pada penerapannya, Arsinum sendiri harus melalui tiga tahapan penyaringan. Sumber air tanah diolah menggunakan teknologi membran.</p>
<p>Tahap pertama yaitu tahap penyaringan menggunakan bag filter. Kemudian yang tahap kedua dilanjutkan dengan penyaringan membran ultrafiltrasi dan tahap ketiga atau terakhir penyaringan membran, reverse osmosis.</p>
<p>Direktur Pusat Teknologi Lingkungan BPPT, Rudi Nugroho menyampaikan bahwa teknologi ini telah dikembangkan sejak 19 tahun lalu.</p>
<p>&#8220;Arsinum ini sudah kami temukan,selanjutnya kami kembangkan di awal tahun 2000 mendatang. Dan ini terinspirasi dari tahun milenium. Makanya kita namakan Arsinum, dan ini hak nama sudah milik BPPT. Selain air, kami melaksanakan pengkajian dan penerapan teknologi lainnya. Insyaallah, 5 tahun ke depan kota-kota besar akan menerapkan teknologi ini (Arsinum).Di Jakarta, air tanah ini sangat mahal, dengan teknologi daur ulang itu sangat menguntungkan, selain murah, itu sudah kita kembangkan,&#8221;urai Rudi.</p>
<p>Tambah Rudi, pengolahan Arsinum yang ada di Ponpes Rejo Darul Musthofa ini mencapai kapasitas 5.000 liter per delapan jam. Bahkan bisa melebihi kapasitas tersebut.</p>
<p>&#8220;Arsinum ini berbeda dengan air isi ulang di pinggir jalan. Kapasitasnya ini 5.000 liter per delapan jam, bisa sampai 12.000 liter per sepuluh jam. Kenapa kita setting seperti itu Supaya membrannya awet. Secara ekonomis, masih oke lah, kalau mau dipasarkan. Kita saat ini sudah 35 lokasi, insyaallah tahun ini sampai 40 lokasi,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Sementara itu,Pengasuh Ponpes Rejo Darul Musthofa, KH Romo Ahmad Soeroso mengatakan, nantinya Arsinum tersebut akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan santri-santriwati di Ponpes Rejo Darul Musthofa, selain itu juga masyarakat yang berdomisili di sekitar ponpes.</p>
<p>&#8220;Kebutuhan untuk santri, wali santri dan para jamaah, setiap hari itu 500 galon, lalu mesin yang ada hanya mampu 300 galon, galon tidak kita jual tapi kita pinjamkan ke masyarakat. Kalau rusak itu, masyarakat tidak mau tahu, Arsinum itu memang untuk kami, adanya Arsinum untuk santri Rejo Darul Musthofa bisa gratis dan sehat-sehat,&#8221; tutur Romo Ahmad Soeroso.</p>
<p>Ditempat yang sama, Anggota Komisi VII DPR RI, Ridwan Hisjam yang juga hadir di Ponpes Rejo Darul Musthofa menjelaskan, jika penerapan teknologi Arsinum ini merupakan bagian dari program pemerintah. Dirinya menjelaskan, komisi yang ditempatinya memang fokus untuk bekerjasama dengan eksekutif terutama soal riset dan teknologi.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan program pemerintah, pemerintahan pak Jokowi. Komisi VII memang terfokus untuk bekerjasama dengan pemerintah, dengan BPPT ini untuk mengembangkan teknologi dan melakukan riset,&#8221; kata politisi Partai Golongan Karya ini. <strong>(sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">97905</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terima Bantuan Mesin BPPT, Muslimat Sidoarjo Kembangkan Arsinum Kemasan</title>
		<link>https://memontum.com/terima-bantuan-mesin-bppt-muslimat-sidoarjo-kembangkan-arsinum-kemasan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Oct 2018 12:15:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[BPPT]]></category>
		<category><![CDATA[PC Muslimat Sidoarjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=59084</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; PC Muslimat Sidoarjo bakal mengembangkan usaha dan bisnis pengolahan Air Siap Minum (Arsinum). Ini menyusul, lembaga perempuan NU ini, mendapatkan bantuan mesin Arsinum dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) RI. Penyerahan mesin pengolahan Arsinum bantuan ini, ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BPPT dan PC Muslimat Sidoarjo. Selain itu, dilengkapki [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; PC Muslimat Sidoarjo bakal mengembangkan usaha dan bisnis pengolahan Air Siap Minum (Arsinum). Ini menyusul, lembaga perempuan NU ini, mendapatkan bantuan mesin Arsinum dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) RI.</p>
<p>Penyerahan mesin pengolahan Arsinum bantuan ini, ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BPPT dan PC Muslimat Sidoarjo. Selain itu, dilengkapki dengan pemotongan tumpengan dan pemotongan pita penyerahan seperangkat mesin Arsinum.</p>
<p><a href="https://memontum.com/59084-terima-bantuan-mesin-bppt-muslimat-sidoarjo-kembangkan-arsinum-kemasan/img-20181006-wa0115-copy" rel="attachment wp-att-59087"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181006-WA0115-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-59087" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181006-WA0115-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181006-WA0115-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>&#8220;Kami mengucapkan terima kasih diberi kepercayaan menerima mesin Arsinum. Semoga bantuan ini bermanfaat tidak hanya untuk produksi air dalam galon. Akan tetapi diharapkan bisa memproduksi air kemasan gelas,&#8221; terang Ketua PC Muslimat Sidoarjo, Ainun Jariyah kepada Memo X, Sabtu (06/10/2018).</p>
<p>Saat ini, lanjut Ainun yang juga anggota DPRD Sidoarjo ini, PC Muslimat Sidoarjo memiliki yayasan Muslimat 1.400 siswa dari MI hingga Aliyah. Selain itu, siswa TK dan RA 2.600 siswa. Mereka bisa dijadikan lahan pemasaran dan konsumen air kemasan gelas. Belum lagi lembaga lainnya termasuk RS Siti Hajar dan kegiatan rutin pengajian PC Muslimat serta kegiatan lainnya.</p>
<p><a href="https://memontum.com/59084-terima-bantuan-mesin-bppt-muslimat-sidoarjo-kembangkan-arsinum-kemasan/20181005_1027180-copy" rel="attachment wp-att-59088"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/20181005_1027180-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-59088" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/20181005_1027180-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/20181005_1027180-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>&#8220;Kami berharap setelah air siap minum beroperasi tidak hanya untuk muslimat tapi bisa dikembangkan ke konsumen lainnya sehingga bisa menghasilkan dan mengembangkan perekonomian PC Muslimat Sidoarjo,&#8221; pintahnya.</p>
<p>Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Syaikhul Islam Ali meminta dengan adanya bantuan mesin Arsinum bisa meningkatkan perekonomian PC Muslimat Sidoarjo. Selain itu, mampu menjawab kebutuhan air kemasan dalam setiap acara di PC Muslimat Sidoarjo.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">59084</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Produktifitas Kentang di Kota Batu, BPPT Kerjasama dengan Dinas Pertanian</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-produktifitas-kentang-di-kota-batu-bppt-kerjasama-dengan-dinas-pertanian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2018 15:17:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[BPPT]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/21524-tingkatkan-produktifitas-kentang-di-kota-batu-bppt-kerjasama-dengan-dinas-pertanian</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8212; Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Walikota Batu lakukan penanaman umbi kentang hasil perbanyakan secara ex vitro di lahan budidaya kentang Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Usai penanaman, Kepala BPPT Unggul Priyanto menegaskan bahwa tantangan budidaya kentang tidak ringan, diantaranya ketersediaan benih kentang berkualitas yang masih terbatas. “Menjawab [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8212; Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Walikota Batu lakukan penanaman umbi kentang hasil perbanyakan secara ex vitro di lahan budidaya kentang Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.</p>
<p>Usai penanaman, Kepala BPPT Unggul Priyanto menegaskan bahwa tantangan budidaya kentang tidak ringan, diantaranya  ketersediaan benih kentang berkualitas yang masih terbatas.</p>
<p>“Menjawab tantangan tersebut, kentang ex vitro ini telah menunjukkan hasil positif. Yaitu telah terbangun sarana produksi benih kentang ex vitro kapasitas 100 ribu benih/tahun, dan dengan dukungan Dinas Pertanian Kota batu telah dilakukan uji coba penanaman benih kentang ex vitro dengan hasil yang menggembirakan (sekitar 35 ton/Ha),” jelas Unggul, Senin (22/1/2018).</p>
<p> <div id="attachment_4094" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-4094" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180122-WA0023-copy.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="Kegiatan Penanaman Bersama" width="650" height="400" class="size-full wp-image-21303" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-4094" class="wp-caption-text"><em>Kegiatan Penanaman Bersama</em></p></div></p>
<p>Kepada pemerintah kota dan petani kentang Kepala BPPT meminta untuk terus berkomitmen agar inovasi BPPT ini digarap secara serius dan berkelanjutan untuk dapat membantu meningkatkan produktivitas kentang.</p>
<p>“Terus tingkatkan kerjasama ini agar aplikasi teknik perbanyakan benih kentang secara ex vitro ini semakin mantap dan produktivitasnya semakin tinggi. Agar berdampak nyata secara nasional,” harap dia. </p>
<p>Lebih lanjut Kepala BPPT mengatakan agar teknik ex vitro ini dapat diterapkan untuk komoditi lain, seperti apel dan jeruk. Karena kedua jenis buah tersebut merupakan komoditi unggulan Kota Batu yang harus dipertahankan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21524</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
