<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>brantas &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/brantas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Nov 2025 02:33:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>brantas &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Perbaikan Longsor Jembatan Embong Brantas Ditarget Rampung 19 Desember, Lalin Diberlakukan Buka Tutup</title>
		<link>https://memontum.com/perbaikan-longsor-jembatan-embong-brantas-ditarget-rampung-19-desember-lalin-diberlakukan-buka-tutup</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[desember]]></category>
		<category><![CDATA[diberlakukan]]></category>
		<category><![CDATA[ditarget]]></category>
		<category><![CDATA[embong]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan]]></category>
		<category><![CDATA[rampung,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228181</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penanganan longsor pada dinding penahan tanah di sisi timur trotoar Jembatan Embong Brantas, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, dipastikan membutuhkan waktu lebih panjang dari perkiraan awal. Jika sebelumnya diproyeksikan selesai dalam 1–2 minggu, kini pekerjaan ditarget rampung pada 19 Desember 2025. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Penanganan longsor pada dinding penahan tanah di sisi timur trotoar Jembatan Embong Brantas, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, dipastikan membutuhkan waktu lebih panjang dari perkiraan awal. Jika sebelumnya diproyeksikan selesai dalam 1–2 minggu, kini pekerjaan ditarget rampung pada 19 Desember 2025.</p>



<p>Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan bahwa perubahan estimasi waktu tersebut berdasarkan hasil rapat teknis bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). &#8220;Pada saat kami rapat dengan BBPJN bertempat di Kantor DPUPRPKP Kota Malang, itu mereka sudah menyusun time schedule. Bahwa pelaksanaan penanganan ini nanti sampai dengan tanggal 19 Desember 2025,&#8221; jelas Dandung, Jumat (28/11/2025) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa rincian tahapan pekerjaan sesuai dengan jadwal terbaru, yakni mulai 25 November hingga 1 Desember dilakukan penyiapan lahan dan area lereng. Kemudian, 2 sampai 13 Desember, pelaksanaan konstruksi berupa pembangunan plengsengan dan 14 hingga 19 Desember dilakukan pekerjaan timbunan dan perapihan akhir.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Perpanjangan jadwal ini bukan karena kendala, melainkan hasil dari perhitungan teknis yang lebih detail,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selama dilakukan pekerjaan konstruksi, yang akan berlangsung pada 2 hingga 13 Desember, lalu lintas di lokasi akan dilakukan penutupan lajur sisi timur. Sehingga diberlakukan sistem buka-tutup.</p>



<p>&#8220;Pekerjaannya pakai alat berat, sehingga hanya separuh jalan yang bisa digunakan, yakni sisi barat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut, untuk arus lalu lintas yang terdampak akan dialihkan melalui Jalan Aris Munandar dan kawasan sekitarnya. Skema lengkap pengaturan lalu lintas akan dikoordinasikan oleh Dishub Provinsi, Dishub Kota Malang dan Satlantas Polresta Malang Kota.</p>



<p>&#8220;Nanti bisa dikonfirmasi ke Dishub Provinsi untuk teknis peralihannya. Rapat kemarin juga lengkap, termasuk Dishub Kota dan Satlantas,&#8221; imbuh Dandung. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228181</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BBPJN Pasang Cerucuk dan Dinding Penahan Tanah untuk Penanganan Darurat Jembatan Embong Brantas</title>
		<link>https://memontum.com/bbpjn-pasang-cerucuk-dan-dinding-penahan-tanah-untuk-penanganan-darurat-jembatan-embong-brantas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[cerucuk]]></category>
		<category><![CDATA[darurat]]></category>
		<category><![CDATA[dinding]]></category>
		<category><![CDATA[embong]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[pasang]]></category>
		<category><![CDATA[penahan]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228062</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali mulai melakukan penanganan darurat dan menyiapkan perbaikan permanen pada oprit Jembatan Embong Brantas, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Itu dilakukan, karena adanya tanah ambrol dan memicu longsor, Minggu (23/11/2025) malam. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.6 BBPJN Jatim–Bali, Reza Maulana Hermawan, mengatakan bahwa timnya telah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali mulai melakukan penanganan darurat dan menyiapkan perbaikan permanen pada oprit Jembatan Embong Brantas, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Itu dilakukan, karena adanya tanah ambrol dan memicu longsor, Minggu (23/11/2025) malam.</p>



<p>Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.6 BBPJN Jatim–Bali, Reza Maulana Hermawan, mengatakan bahwa timnya telah bergerak cepat sesaat setelah kejadian tersebut. Bahkan, untuk lokasi sudah dilakukan penutupan dengan terpal.</p>



<p>&#8220;Untuk penanganan sementara, kami sudah melakukan penutupan terpal dan pemasangan sand bag. Selanjutnya kami akan memasang cerucuk untuk mengantisipasi longsoran susulan,&#8221; jelas Reza, saat ditemui seusai meninjau Jembatan Embong Brants, Senin (24/11/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dikatakannya, bahwa penanganan permanen akan segera dilakukan, dengan target pengerjaan dilakukan paling cepat satu minggu, paling lama dua minggu. Fokus pekerjaan berada pada bagian oprit yang mengalami ambrol.</p>



<p>&#8220;Untuk perbaikan permanen akan kami segera laksanakan. Kami akan memasang dinding penahan tanah dan mengembalikan kondisi oprit seperti sebelumnya. Untuk struktur jembatan dalam kondisi aman. Yang rusak adalah plengsengan dan oprit jalan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selain oprit, tambahnya, kondisi pagar jembatan yang tampak kropos juga akan mendapatkan perbaikan. &#8220;Iya, nanti kami perbaiki. Sementara ini fokus pada posisi longsor terlebih dahulu,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228062</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Persempit Lajur dan Batasi Kendaraan Bertonase Besar Lewati Jembatan Embong Brantas</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-persempit-lajur-dan-batasi-kendaraan-bertonase-besar-lewati-jembatan-embong-brantas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Batasi]]></category>
		<category><![CDATA[bertonase]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[embong]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[lewati]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[persempit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228059</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mengambil langkah tegas untuk pengaturan arus lalu lintas sementara di sekitar Jembatan Embong Brantas, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Hal itu dilakukan, menyusul ambrolnya struktur jembatan dan terjadinya tanah longsor. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa forum lalu lintas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mengambil langkah tegas untuk pengaturan arus lalu lintas sementara di sekitar Jembatan Embong Brantas, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Hal itu dilakukan, menyusul ambrolnya struktur jembatan dan terjadinya tanah longsor.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa forum lalu lintas langsung melakukan langkah cepat tidak lama setelah kejadian jalan ambrol. Penguatan keputusan dilakukan dalam rapat mendadak, Senin (24/11/2025) tadi.</p>



<p>&#8220;Forum lalu lintas tadi malam melakukan langkah cepat. Pagi ini kita rapat mendadak untuk memastikan layanan bagi masyarakat saat menggunakan badan jalan,&#8221; ujar Jaya-sapaannya.</p>



<p>Sebagai langkah awal, ujarnya, Dishub Kota Malang akan mempersempit badan jalan di atas jembatan. Jika sebelumnya tiap jalur kendaraan menggunakan dua ruas, kini hanya satu ruas yang dibuka perarah.</p>



<p>&#8220;Yang bisa kita lakukan sementara adalah mempersempit badan jalan. Dari Utara ke Selatan, maupun sebaliknya. Jika sebelumnya dua ruas, sekarang khusus di jembatan masing-masing satu ruas,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, Dishub Kota Malang juga memberlakukan pembatasan kendaraan bertonase besar. Itu dilakukan, guna mencegah beban tambahan di area yang terdampak.</p>



<p>&#8220;Pembatasan kendaraan besar harus kita lakukan mulai sekarang. Kita koordinasi dengan Balau Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan Dishub Provinsi. Kendaraan berat kita batasi sejak Bululawang dan akses jalan tol. Kalau keluar, jangan di Pakis atau Singosari, silakan keluar lewat Madyopuro,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya Jalan Gatot Subroto yang melintas di atas Jembatan Embong Brantas berstatus jalan nasional dan merupakan jalur utama. Karena itu, penutupan total berpotensi menimbulkan masalah besar.</p>



<p>&#8220;Kalau ditutup, risikonya kepadatan sangat signifikan. Di timur ada Ki Ageng Gribig sampai Mayjend Sungkono, di barat ada Klayatan sampai Sukun. Kalau semua dialihkan ke sana bebannya berat,&#8221; katanya.</p>



<p>Untuk mengurangi dampak kemacetan, Dishub Kota Malang tentunya juga mengerahkan petugas lapangan dan berkoordinasi dengan kepolisian, serta instansi perhubungan di tingkat provinsi dan nasional. Dalam hal ini Jaya juga meminta masyarakat untuk tetap bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan.</p>



<p>&#8220;Kami mohon seluruh pengguna jalan untuk bersabar. Kami sudah melibatkan kepolisian, Dishub provinsi, maupun nasional untuk pengaturan di lapangan,&#8221; imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228059</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jembatan Embong Brantas Ambrol, Wali Kota dan Wawali Tinjau Lokasi Terdampak</title>
		<link>https://memontum.com/jembatan-embong-brantas-ambrol-wali-kota-dan-wawali-tinjau-lokasi-terdampak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ambrol]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[embong]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<category><![CDATA[Wawali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228068</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), meninjau lokasi ambrolnya Jembatan Embong Brantas dan rumah warga terdampak tanah longsor, Senin (24/11/2025) tadi. Wali Kota Wahyu mengatakan bahwa kerusakan jembatan dipengaruhi oleh sejumlah faktor. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), meninjau lokasi ambrolnya Jembatan Embong Brantas dan rumah warga terdampak tanah longsor, Senin (24/11/2025) tadi.</p>



<p>Wali Kota Wahyu mengatakan bahwa kerusakan jembatan dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Mulai dari intensitas hujan tinggi, kondisi trotoar yang tidak memiliki plengsengan, hingga aktivitas perbaikan jalan yang membuat elevasi trotoar sejajar dengan lapisan hotmix.</p>



<p>“Kami melihat langsung bahwa ada beberapa permasalahan yang harus dibenahi. Jembatan ini kewenangannya ada di pusat. Intensitas hujan tinggi dan kondisi bawah trotoar yang masih tanah membuat air mudah menggerus struktur,” jelas Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Menurutnya, selama ini warga melakukan penanganan darurat secara swadaya untuk mencegah air masuk ke pemukiman. Akan tetapi, penutupan aliran air tersebut justru membuat genangan dan memperburuk kondisi tanah di sekitar jembatan.</p>



<p>“Penanganan selama ini sifatnya sementara dan tidak mempertimbangkan kejadian lanjutan. Akhirnya berdampak seperti sekarang,” ujarnya.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa BBPJN telah menyiapkan langkah penanganan darurat. Untuk proses perbaikan sementara, ditargetkan memakan waktu 1 sampai 2 minggu untuk mencegah aliran air semakin menggerus tanah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, Pemkot Malang juga akan melakukan kajian lebih menyeluruh bersama Kementerian PUPR, mengingat seluruh lahan di kawasan tersebut merupakan aset PT KAI. “Kami ingin duduk bersama menyelesaikan masalah ini. Tidak bisa hanya satu sektor. Kalau tidak lintas sektor, kejadian seperti ini bisa berulang lagi,” tambah Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakannya, bahwa data awal menyebut terdapat 10 rumah terdampak, namun laporan terbaru menunjukkan jumlahnya meningkat menjadi 22 rumah akibat hujan intens. Bantuan darurat juga sudah disalurkan melalui Baznas dan beberapa OPD terkait.</p>



<p>“Bantuan sudah diberikan. Kami berharap balai segera menyelesaikan perbaikan agar tidak terjadi longsoran ulang,” katanya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu juga menjelaskan, bahwa ada perbedaan struktur antara sisi timur dan barat jembatan turut menjadi penyebab genangan. Sisi barat sudah memiliki plengsengan, sedangkan sisi timur tidak. Kemudian, perbaikan trotoar yang sejajar dengan hotmix membuat air mengalir ke permukiman. Warga kemudian membuat tembok penahan agar air tidak masuk rumah, sehingga air justru menggenang di titik tersebut.</p>



<p>&#8220;Kemudian, BBPJN ini membangun bak kontrol untuk mengalirkan air ke Sungai Brantas, namun proses pemasangan pipa memerlukan pembongkaran paving, yang justru membuka resapan air dan menyebabkan tanah semakin tergerus. Sehingga banyak hal teknis yang harus ditata ulang. Ini akan kami sampaikan secara detail kepada Kementerian PUPR,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228068</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jembatan Embong Brantas Ambrol, Puluhan Rumah Terdampak</title>
		<link>https://memontum.com/jembatan-embong-brantas-ambrol-puluhan-rumah-terdampak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ambrol]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[embong]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[puluhan]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228053</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Jembatan Embong Brantas, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, mengalami ambrol dan memicu tanah longsor, pada Minggu (23/11/2025) pukul 18.30 WIB. Peristiwa itu, menyebabkan material jembatan dan tanah longsor menimpa sejumlah rumah warga yang berada dibawah jembatan tersebut. Salah satu rumah yang terdampak, adalah milik Dasuki (60). Diceritakannya, bahwa akibat kejadian itu mengakibatkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Jembatan Embong Brantas, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, mengalami ambrol dan memicu tanah longsor, pada Minggu (23/11/2025) pukul 18.30 WIB. Peristiwa itu, menyebabkan material jembatan dan tanah longsor menimpa sejumlah rumah warga yang berada dibawah jembatan tersebut.</p>



<p>Salah satu rumah yang terdampak, adalah milik Dasuki (60). Diceritakannya, bahwa akibat kejadian itu mengakibatkan material jembatan menghantam bagian belakang rumahnya.</p>



<p>“Sore itu istri saya sedang masak sekitar pukul 18.00 WIB. Saya ada di ruang tamu. Mendadak ada gempuran dari atas. Saya kira kecelakaan mobil yang sampai jatuh. Getarannya keras sekali,” ujar Dasuki, Senin (24/11/2025) tadi.</p>



<p>Material longsor langsung menjebol tembok belakang rumahnya. Sejumlah perabotan seperti pakaian, lemari dan peralatan rumah tangga rusak tertimbun material. Rumah dua lantai milik Dasuki, yang sebagian berbahan cor dan sebagian bangunan lama, mengalami kerusakan.</p>



<p>“Istri saya teriak minta tolong. Namanya musibah, saya panik. Tetangga langsung kumpul. Semalam kami tidur di rumah tetangga,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dasuki menyebut selama lebih dari 30 tahun tinggal di lokasi tersebut, banjir biasa terjadi namun tidak pernah separah malam kejadian.</p>



<p>Sementara itu, saksi mata sekaligus anggota Linmas Ksatrian, Ngateman, menyampaikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Dirinya juga menyebut, genangan air sudah terlihat sejak sebelum maghrib. Menurutnya, kondisi aliran air di sekitar jembatan berubah setelah adanya pemasangan paralon gorong-gorong yang belum selesai dipasang.</p>



<p>“Sebelumnya air mengalir lewat aspal. Setelah dipasang paralon dan dialihkan ke trotoar, mulai ada genangan. Tapi sejak aspal ditinggikan dan trotoar tidak dinaikkan, air makin mudah naik,” jelas Ngateman.</p>



<p>Dari pantauan di lokasi, Jembatan Embong Brantas yang ambrol itu memiliki dimensi sekitar 20 meter x 2 meter. Sementara longsoran tanah yang mengikuti memiliki dimensi 20 meter x 20 meter dengan tinggi 10 meter. Dampak kerusakan di permukiman warga, ada 22 rumah yang terdampak di RT 01 dan RT 02 RW 12. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228053</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Ketahanan Air di Tengah Musim Kering, PJT I Lakukan Modifikasi Cuaca di Wilayah Sungai Brantas</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-ketahanan-air-di-tengah-musim-kering-pjt-i-lakukan-modifikasi-cuaca-di-wilayah-sungai-brantas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[kering,]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[tengah]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226824</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perum Jasa Tirta (PJT) I melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di daerah tangkapan air Wilayah Sungai Brantas, yang menjadi sumber utama pasokan air di Jawa Timur. Hal ini dilakukan, sebagai upaya menjaga ketersediaan air di tengah rendahnya curah hujan. Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat, mengatakan bahwa OMC dilakukan untuk meningkatkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Perum Jasa Tirta (PJT) I melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di daerah tangkapan air Wilayah Sungai Brantas, yang menjadi sumber utama pasokan air di Jawa Timur. Hal ini dilakukan, sebagai upaya menjaga ketersediaan air di tengah rendahnya curah hujan.</p>



<p>Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat, mengatakan bahwa OMC dilakukan untuk meningkatkan curah hujan buatan di kawasan tangkapan air waduk. Langkah tersebut menjadi strategi menjaga keberlanjutan fungsi bendungan yang debit airnya terus menurun sejak tahun 2024.</p>



<p>“Melalui kegiatan ini, kami berupaya menambah pasokan air secara alami di waduk. Untuk OMC kali ini, target hujan diarahkan di atas Bendungan Sutami (Karangkates, Kabupaten Malang),” ujar Fahmi, Kamis (16/10/2025) tadi.</p>



<p>Secara teknis, OMC dilakukan dengan menyemai awan menggunakan bubuk NaCl (garam dapur). Bahan semai tersebut, berfungsi mempercepat kejenuhan awan. Sehingga, hujan dapat terjadi di wilayah yang ditentukan.</p>



<p>Untuk pelaksanaan OMC sendiri, dijadwalkan berlangsung selama 15 hari. Yakni, mulai 14 Oktober hingga 28 Oktober 2025, dengan pusat kegiatan di Bandar Udara Abdul Rachman Saleh, Kabupaten Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dikatakannya, bahwa Waduk Sutami sendiri memiliki peran vital sebagai penyedia air baku, irigasi pertanian, sumber energi listrik PLTA, serta kebutuhan air minum masyarakat. Namun, dua tahun terakhir waduk ini mengalami penurunan debit air akibat kondisi tahun kering.</p>



<p>“Kami berkomitmen menjaga keandalan pasokan air bagi masyarakat, pertanian dan energi. Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden poin kedua, yaitu memperkuat ketahanan air, energi, dan pangan menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.</p>



<p>Dalam pelaksanaannya, PJT I berkolaborasi dengan berbagai pihak, diantanya BMKG, PT PLN Nusantara Power UP Brantas dan PT Alkonost Aviasi Indonesia. Tentunya semua itu terlibat dalam operasi udara untuk memastikan efektivitas proses penyemaian awan.</p>



<p>“Melalui kerja sama lintas sektor ini, kami berharap OMC berjalan lancar dan tepat sasaran. Ini langkah konkret menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya air, khususnya di Wilayah Sungai Brantas yang menjadi tulang punggung ekonomi dan kehidupan masyarakat Jawa Timur,” imbuh Fahmi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226824</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cari Keberadaan Anak Hanyut, Tim SAR Gabungan Kembali Sisir Sungai Brantas Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/cari-keberadaan-anak-hanyut-tim-sar-gabungan-kembali-sisir-sungai-brantas-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2025 08:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[gabungan]]></category>
		<category><![CDATA[hanyut]]></category>
		<category><![CDATA[keberadaan]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223022</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tim SAR gabungan masih terus berupaya mencari keberadaan Nm (10), warga Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Brantas, pada Senin (16/06/2025) kemarin. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan bahwa pada hari kedua pencarian ini, satu SRU air bergerak melakukan penyisiran di aliran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tim SAR gabungan masih terus berupaya mencari keberadaan Nm (10), warga Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Brantas, pada Senin (16/06/2025) kemarin.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan bahwa pada hari kedua pencarian ini, satu SRU air bergerak melakukan penyisiran di aliran Sungai Brantas dengan menggunakan perahu rafting. &#8220;SRU air menggunakan perahu rafting sebab menyesuaikan dengan karakter Sungai Brantas yang mengalir di Kota Malang, berarus deras, memiliki banyak jeram dan bebatuan,&#8221; jelasnya, Selasa (17/06/2025) tadi.</p>



<p>SRU air menyusuri aliran Sungai Brantas hingga radius 4 kilometer dari titik awal tenggelamnya korban. “Selama pencarian di sungai, SRU air terus memantau permukaan air, tepian sungai, serta area yang berpotensi menjadi lokasi korban terjebak, seperti pusaran air atau dasar sungai yang dangkal,” ujar Nanang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pada saat yang bersamaan, Tim SAR gabungan juga mengerahkan sebanyak 4 SRU darat untuk melakukan pemantauan di beberapa titik di sepanjang aliran Sungai Brantas, seperti di Jembatan Gadang, belakang Pabrik Cokro dan dua titik lainnya.</p>



<p>Untuk mengoptimalkan pencarian, Tim SAR gabungan juga menyebarluaskan informasi kejadian tenggelamnya korban ini kepada warga sekitar, dengan tujuan agar warga melaporkan jika melihat keberadaan korban. Sementara upaya pencarian sendiri, selain Tim Unit Siaga SAR Malang Raya, upaya pencarian korban ini juga melibatkan puluhan personel gabungan dari instansi dan organisasi berpotensi SAR di wilayah Malang Raya. Hanya saja, hingga berita ini diturunkan, Tim SAR gabungan masih berupaya mencari korban di Sungai Brantas.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, gadis kecil berinisial Nm (10), atau siswi kelas 4 setingkat SD di Kota Malang, hanyut di Sungai Brantas, yang tidak jauh dari rumahnya, Senin (16/05/2025) sekitar pukul 10.00. Nm hanyut saat sedang mandi di Sungai Brantas bersama temannya Ar dan Nv. Saat kejadian, Ar sedang berada di tepian, sedangkan Nv berhasil selamat . <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223022</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Main di Sungai Brantas, Pelajar SD di Kota Malang Dilaporkan Hanyut</title>
		<link>https://memontum.com/main-di-sungai-brantas-pelajar-sd-di-kota-malang-dilaporkan-hanyut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[dilaporkan]]></category>
		<category><![CDATA[hanyut]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222995</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Gadis kecil berinisial Nm (10), siswi Kelas 4 setingkat SD di Kota Malang, warga Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, hanyut di Sungai Brantas, yang posisinya tidak jauh dari rumahnya, Senin (16/05/2025) sekitar pukul 10.00. Hingga saat ini, Nm masih dalam pencarian petugas. Informasi Memontum.com, sebelum kejadian, korban Nm dan dua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Gadis kecil berinisial Nm (10), siswi Kelas 4 setingkat SD di Kota Malang, warga Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, hanyut di Sungai Brantas, yang posisinya tidak jauh dari rumahnya, Senin (16/05/2025) sekitar pukul 10.00. Hingga saat ini, Nm masih dalam pencarian petugas.</p>



<p>Informasi Memontum.com, sebelum kejadian, korban Nm dan dua temannya yakni Nv dan Ar, bermain di pinggiran Sungai Brantas. Hal ini, diketahui oleh Muliati (46), warga sekitar yang sempat menegur ketiganya agar tidak bermain di sungai.</p>



<p>Namun setelah Muliati pulang ke rumah untuk memasak, ketiga bocah tersebut malah turun ke sungai. Ketiganya mulai bermain dan mandi di Sungai Brantas. Namun saat Nm dan Nv asik mandi, tiba-tiba aliran sungai menjadi deras. Tubuh kedua gadis kecil ini terseret arus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Saat peristiwa itu, Ar yang berada di tepian segera naik dan meminta tolong warga sekitar. Saat warga datang, Nv berhasil menepi, namun Nm telah hilang terseret arus. Kejadian ini, pun membuat heboh warga sekitar hingga melakukan pencarian.</p>



<p>Hanya saja, tubuh Nm tidak juga ditemukan. Kejadian ini, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kedungkandang hingga petugas segera tiba di lokasi.</p>



<p>Plh Kapolsek Kedungkandang, AKP Sugeng Iryanto melalui Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdianto, membenarkan adanya peristiwa ini. &#8220;Saat ini korban masih dalam proses pencarian,&#8221; ujarnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222995</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terseret Aliran Sungai Brantas hingga 125 Kilometer, Jenazah Warga Kediri Ditemukan di Mojokerto</title>
		<link>https://memontum.com/terseret-aliran-sungai-brantas-hingga-125-kilometer-jenazah-warga-kediri-ditemukan-di-mojokerto</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 May 2025 11:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[aliran]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kilometer]]></category>
		<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[terseret]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222253</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Jenazah Karmuji (55), warga Desa Pelas, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Brantas, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan, Selasa (20/05/2025) tadi. Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Kelas A Surabaya, Didit Arie Ristandy, mengatakan penemuan korban ini berawal saat ada informasi dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Jenazah Karmuji (55), warga Desa Pelas, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Brantas, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan, Selasa (20/05/2025) tadi.</p>



<p>Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Kelas A Surabaya, Didit Arie Ristandy, mengatakan penemuan korban ini berawal saat ada informasi dari potensi SAR di Kabupaten Mojokerto, menemukan satu jenazah di aliran Sungai Brantas, wilayah Kabupaten Mojokerto. Jenazah korban akhirnya berhasil dievakuasi ke darat dan selanjutnya Tim SAR gabungan membawa jenazah korban ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari guna mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh petugas yang berwenang.</p>



<p>&#8220;Hasil identifikasi dari petugas, terkonfirmasi bahwa jenazah yang ditemukan tersebut adalah korban yang dicari di Sungai Brantas, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Lokasi penemuan korban ini berjarak sekitar 125 kilometer dari lokasi awal korban di laporkan hanyut di sungai,&#8221; katanya.</p>



<p>Sebelumnya dalam upaya pencarian korban, sebanyak dua SRU air telah dikerahkan untuk melakukan pencarian di Sungai Brantas. Penyisiran dilakukan di sisi kanan dan sisi kiri sungai, dimulai dari lokasi kejadian menuju ke arah hilir.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk mengoptimalkan upaya pencarian, Tim SAR gabungan menyebarluaskan informasi kejadian yang dialami korban ini kepada warga yang beraktivitas di sungai. Hal ini bertujuan jika ada yang melihat korban, maka diharapkan untuk melaporkannya.</p>



<p>Proses pencarian hingga evakuasi korban ini berhasil berkat keterlibatan sejumlah pihak, diantaranya Unit Siaga SAR Bojonegoro, BPBD Kabupaten Kediri, Satbrimob Kediri, Polsek Mojo, Koramil Mojo, Wana Rescue, Gusdurian, PBNU, Tagana, Satpol PP, PMI, SAR MTA, Pemdes Ngadi, SAKA SAR, Semar Mojokerto, BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Kabupaten Sidoarjo, Relawan Birunya Cinta, LPBI NU Mojokerto, warga sekitar dan potensi SAR lainnya.</p>



<p>Diketahui, kejadian nahas yang dialami korban ini berawal saat hendak menyeberangi sungai, Minggu (18/05/2025) tadi. Awalnya, Karmuji sedang duduk di atas sepeda motor dan bersandar pada tiang bambu yang ada di dermaga penyeberangan sambil menunggu perahu datang. Karena kondisi tiang tidak stabil, mengakibatkan korban terjatuh ke sungai beserta motornya.</p>



<p>Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR gabungan resmi ditutup dan seluruh personel yang terlibat kembali ke kesatuannya masing-masing. &#8220;Kami mengimbau agar masyarakat waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terlebih lagi saat musim hujan, dimana debit air meningkat dan arusnya menjadi lebih deras,” terang Didit. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222253</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
