<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>briket &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/briket/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Nov 2024 16:00:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>briket &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ciptakan Inovasi Brikomek, SMPN 30 Malang Ubah Limbah Organik Jadi Briket Bernilai Ekonomis</title>
		<link>https://memontum.com/ciptakan-inovasi-brikomek-smpn-30-malang-ubah-limbah-organik-jadi-briket-bernilai-ekonomis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Nov 2024 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bernilai]]></category>
		<category><![CDATA[briket]]></category>
		<category><![CDATA[brikomek,]]></category>
		<category><![CDATA[ciptakan]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomis]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[organik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216449</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; SMP Negeri 30 Kota Malang berinovasi menciptakan Briket Kompos Ekonomi (Brikomek) berbasis screw press. Hal itu dilakukan, karena melihat adanya penumpukan sampah di lingkungan sekolah. Inovasi tersebut, merupakan gagasan dari salah satu guru di SMPN 30 Kota Malang, yakni Supriadi. Itu dikembangkan bersama tim sekolah sebagai solusi atas limbah organik yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; SMP Negeri 30 Kota Malang berinovasi menciptakan Briket Kompos Ekonomi (Brikomek) berbasis screw press. Hal itu dilakukan, karena melihat adanya penumpukan sampah di lingkungan sekolah.</p>



<p>Inovasi tersebut, merupakan gagasan dari salah satu guru di SMPN 30 Kota Malang, yakni Supriadi. Itu dikembangkan bersama tim sekolah sebagai solusi atas limbah organik yang dihasilkan setiap hari.</p>



<p>Guru SMPN 30 Kota Malang, Utari Dian Palupi, menyampaikan bahwa Brikomek tersebut dihasilkan dari pengolahan sampah organik. Yakni daun dan sekam, yang diubah menjadi briket kompos ramah lingkungan.</p>



<p>&#8220;Bahan-bahan untuk membuat Brikomek ini hampir semuanya gratis karena berasal dari limbah organik. Satu-satunya bahan yang perlu dibeli hanyalah tepung kanji sebagai perekat,&#8221; kata Utari, Selasa (12/11/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam prosesnya, kompos dicampur dengan tepung kanji dengan menggunakan perbandingan tertentu. Kemudian, dicetak dengan alat pengepres yang telah dimodifikasi.</p>



<p>&#8220;Screw press ini kami buat sendiri dan telah diatur agar memiliki daya tekan yang maksimal dan stabil. Setelah dicetak, briket dijemur selama lima hari di bawah sinar matahari,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Inovasi Brikomek tidak hanya menjadi solusi pengolahan sampah organik yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga mengurangi polusi udara yang diakibatkan metode pembakaran sampah. Sebelumnya, sampah yang tidak terolah di sekolah kerap dibakar, namun metode ini menimbulkan polusi dan merusak lingkungan sekitar.</p>



<p>Selain sebagai langkah mengurangi sampah, Brikomek kini dijadikan media pembelajaran di SMPN 30 Kota Malang. Maka dari itu, siswa dapat memahami langsung bagaimana mengolah limbah organik menjadi produk bernilai ekonomis yang dapat menjadi bahan bakar alternatif.</p>



<p>&#8220;Melalui Brikomek, kami berharap siswa turut belajar tentang pentingnya inovasi dalam menjaga kebersihan lingkungan dan bagaimana memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat,&#8221; imbuh Utari. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216449</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Manfaatkan Limbah Tempurung Batok Kelapa Jadi Briket Ekspor, Warga Gucialit Sukses Dulang Cuan</title>
		<link>https://memontum.com/manfaatkan-limbah-tempurung-batok-kelapa-jadi-briket-ekspor-warga-gucialit-sukses-dulang-cuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Oct 2024 07:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[briket]]></category>
		<category><![CDATA[dulang]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[Gucialit]]></category>
		<category><![CDATA[kelapa]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[sukses,]]></category>
		<category><![CDATA[tempurung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215300</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Tidak ada yang tidak mungkin. Bisa jadi, kegigihan itulah yang menggambarkan perjuangan warga Desa Gucialit-Lumajang, Nur Hasan, dalam memanfaatkan limbah yang ada di sekitar atau lingkungannya. Bermodalkan limbah batok kelapa yang biasa ditemuinya di sekitar rumah, dirinya pun mampu mengubahnya menjadi arang briket. Tidak sebatas itu, dari hasil awal ini pula, akhirnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Tidak ada yang tidak mungkin. Bisa jadi, kegigihan itulah yang menggambarkan perjuangan warga Desa Gucialit-Lumajang, Nur Hasan, dalam memanfaatkan limbah yang ada di sekitar atau lingkungannya.</p>



<p>Bermodalkan limbah batok kelapa yang biasa ditemuinya di sekitar rumah, dirinya pun mampu mengubahnya menjadi arang briket. Tidak sebatas itu, dari hasil awal ini pula, akhirnya juga mampu dikembangkan sehingga menjadi ekspor. Dan sudah barang tentu, kini dari setiap transaksi briketnya itu, pun menghasilkan cuan.</p>



<p>&#8220;Kebetulan di Gucialit (Desa, red), limbah tempurung kelapa melimpah ruah. Kalau itu, tidak ada yang memanfaatkan, sehingga saya kumpulkan. Saya cari manfaatnya dan akhirnya terpikir membuat arang briket,&#8221; katanya, saat dikonfirmasi di rumah produksinya di Desa Gucialit, Sabtu (12/10/2024) tadi.</p>



<p>Nur Hasan juga menjelaskan, kali pertama mengawali usahanya itu, yakni dengan cara manual. Hingga akhirnya, dalam setahun terakhir berbuah manis. Salah satunya, mendapatkan pembeli dari produknya tersebut dengan jumlah 20 hingga 30 ton perdua bulan untuk di ekspor ke Turki.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya promosikan kok alhamdulillah. Ketemu buyer dari Turki dan dia minat. Bahkan datang ke saya, hingga akhirnya produk saya kirim ke negara mereka dan mereka cocok. Alhamdulillah, permintaan sekarang melebihi 2 kontainer atau sekitar 36 ton,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Arang briket sendiri, tambahnya, kini makin menjadi pilihan utama dan banyak orang berganti dari arang konvensional. Kelebihan arang ini, dari berbagai aspek adalah ramah lingkungan, tahan lama, hasil pembakaran lebih bersih, penggunaan mudah dan praktis untuk aktivitas outdoor.</p>



<p>Karenanya, ujar Nur Hasan, tidak heran kalau kemudian arang jenis ini memiliki permintaan tinggi dari negara tetangga. Arang briket juga semakin populer penggunaannya di dunia kuliner.</p>



<p>&#8220;Semoga usaha ini semakin berkembang. Sehingga, nanti bisa mengajak masyarakat pemuda sekitar yang pengangguran bisa bekerja dan mengangkat perekonomian masyarakat sekitar,&#8221; paparnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215300</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peduli Lingkungan, SMPN 2 Purwosari Buat Briket dari Tongkol Jagung sebagai Energi Alternatif Pengganti Kompor</title>
		<link>https://memontum.com/peduli-lingkungan-smpn-2-purwosari-buat-briket-dari-tongkol-jagung-sebagai-energi-alternatif-pengganti-kompor</link>
					<comments>https://memontum.com/peduli-lingkungan-smpn-2-purwosari-buat-briket-dari-tongkol-jagung-sebagai-energi-alternatif-pengganti-kompor#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jul 2024 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[briket]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Jagung]]></category>
		<category><![CDATA[kompor,]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[pengganti]]></category>
		<category><![CDATA[purwosari]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[tongkol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211649</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Energi alternatif ramah lingkungan pengganti kayu bakar dan kompor, berhasil dikembangkan SMPN 2 Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Adalah Inovasi berupa pembuatan briket dari tongkol jagung atau Pembritoja, yang berhasil dikembangkan tim SMPN 2 Purwosari yang melibatkan mulai siswa, guru hingga OPD Pemkab Pasuruan. Suksesnya inovasi ini, pun sekarang dikembangkan pada tingkatan keluarga siswa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Energi alternatif ramah lingkungan pengganti kayu bakar dan kompor, berhasil dikembangkan SMPN 2 Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Adalah Inovasi berupa pembuatan briket dari tongkol jagung atau Pembritoja, yang berhasil dikembangkan tim SMPN 2 Purwosari yang melibatkan mulai siswa, guru hingga OPD Pemkab Pasuruan.</p>



<p>Suksesnya inovasi ini, pun sekarang dikembangkan pada tingkatan keluarga siswa hingga dewan guru. Termasuk, warga sekitar yang bermata pencaharian pertanian sebagai petani jagung.</p>



<p>Inovator Pembritoja, Umi Supriatim, menjelaskan bahwa ide inovasi ini muncul karena lingkungan SMPN 2 Purwosari merupakan daerah pertanian yang mata pencahariannya adalah petani jagung. Dalam perkembangannya, usai panen dan biji jagung dimanfaatkan, justru menyisakan tongkol jagung yang tidak dioptimalkan dengan baik. Karenanya, muncul ide untuk dikembangkan agar lebih bernilai ekonomis untuk masyarakat atau petani sekitar.</p>



<p>&#8220;Inovasi ini sudah diuji coba pada tahun 2021. Kemudian, berlanjut di tahun 2022 untuk penerapan dan 2023 dilakukan kebaharuan,&#8221; kata Umi, Rabu (10/07/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari hasil pengembangan ini, lanjutnya, pemanfaatan briket sebagai energi alternatif memiliki ketahanan yang relatif lama. Yakni, antara rentan waktu 30 menit hingga 60 menit. Sehingga, sangat layak untuk digunakan.</p>



<p>&#8220;Untuk bahan-bahannya, relatif sangat mudah. Yakni, tongkol jagung yang bisa diperoleh dari petani sekitar dan tepung kanji sebagai bagian perekat tongkol jagung yang sudah dihancurkan. Kemudian, juga alat bantu tong untuk media bakar dan alat penumbuk,&#8221; tambahnya seraya menjelaskan inovasi ini akan turut dilombakan pada inovasi tingkat pendidikan.</p>



<p>Untuk cara pembuatannya sendiri, tambah Guru IPA itu, yaitu diawali dengan mencari bahan baku tongkol jagung. Setelah terkumpul, tongkol jagung yang didapat kemudian dijemur hingga kering. Usai kering, semua tongkol dikumpulkan untuk diproses pembakaran tongkol menjadi arang. Setelah itu, baru didiamkan dan berlanjut pada penumbukan.</p>



<p>&#8220;Agar hasilnya bagus, usai ditumbuk maka berlanjut pada pengayakan dan berlanjut pada pencetakan menjadi briket. Dalam proses ini, panaskan tepung kanji agar bisa menjadi perekat yang dicampur bersama tepung arang dengan perbandingan 2:1 (2 tepung dan 1 kanji). Setelah itu baru dijemur dan siap pakai,&#8221; ungkapnya. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/peduli-lingkungan-smpn-2-purwosari-buat-briket-dari-tongkol-jagung-sebagai-energi-alternatif-pengganti-kompor/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211649</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
