<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bronjong &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bronjong/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Mar 2021 14:41:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bronjong &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gubernur Jatim Khofifah Kunjungi Lokasi Banjir dan Tempat Pengungsian Warga Probolinggo</title>
		<link>https://memontum.com/gubernur-jatim-khofifah-kunjungi-lokasi-banjir-dan-tempat-pengungsian-warga-probolinggo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2021 14:02:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Bersama Warga]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[bronjong]]></category>
		<category><![CDATA[bupati lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Dapur Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Gabungan TNI]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[Pasca Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136653</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan ke lokasi banjir yang ada di desa kedungdalem Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Dalam kunjungannya itu Gubernur Jatim yang didampingi Bupati Probolinggo, Hj. Tantri Hasan Aminuddin menyerahkan bantuan kepada sejumlah warga yang terdampak banjir. Banjir kali ini sedikitnya merusak tujuh rumah warga. Bantuan yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan ke lokasi banjir yang ada di desa kedungdalem Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Dalam kunjungannya itu Gubernur Jatim yang didampingi Bupati Probolinggo, Hj. Tantri Hasan Aminuddin menyerahkan bantuan kepada sejumlah warga yang terdampak banjir. Banjir kali ini sedikitnya merusak tujuh rumah warga.</p>



<p>Bantuan yang diberikan berupa sembako 100 paket, tambah gizi 60 paket, lauk pauk 60 paket, bronjong, glangsing serta handsinitizer, APD dan lainnya.</p>



<p>Selain melakukan kunjungannya ke lokasi banjir Gubernur Jatim, Khofifah juga menyempatkan diri meninjau dapur umum bagi pengungsi yang ada di Kecamatan Gending, Rabu (10/03) sore.</p>



<p>Sebagai upaya penyelamatan saat banjir, petugas gabungan TNI/Polri, BPBD dan unsur lainnya langsung melakukan evakuasi. Sasaran utama penyelamatan yakni para lansia dan balita yang tinggal di daerah terdampak banjir.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/136658-khawatir-banjir-susulan-puluhan-warga-di-dua-desa-probolinggo-pilih-bertahan-di-pengungsian#ixzz6ooI31j00" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Khawatir Banjir Susulan, Puluhan Warga di Dua Desa Probolinggo Pilih Bertahan di Pengungsian</a></strong></p>



<p>Diinformasikan sebelumnya, pasca banjir yang menerjang ribuan rumah warga yang ada di Kecamatan Dringu, Wakil Bupati Probolinggo, Ahmad Timbul Prihanjoko turun langsung ke lokasi terdampak banjir. Pantauan di lokasi, Timbul turun ke lokasi banjir serta berdiskusi langsung bersama warga.</p>



<p>&#8220;Saya berharap tak hanya menjadi urusan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten, tapi Provinsi maupun Nasional. Kami tidak mampu menangani masalah banjir ini, karena sungainya juga besar,&#8221; harap Timbul.</p>



<p>Menurut Timbul penanganan banjir harus antar lembaga, tak hanya urusan Pemda. Semuanya mesti terlibat, lantaran dikhawatirkan adanya pengalihan fungsi lahan oleh warga. Ini perlu analisa yang mendalam.</p>



<p>Yang penting masyarakat bisa tenang, bisa menghadapi ini, dan kami dari Pemerintah Daerah berusaha semaksimal mungkin, memberikan pelayanan yang dibutuhkan,&#8221; katanya. <strong>(geo/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136653</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemasangan Bronjong Gedung Kompleks Sekolah Yayasan Ekklesia Tuai Protes Warga</title>
		<link>https://memontum.com/pemasangan-bronjong-gedung-kompleks-sekolah-yayasan-ekklesia-tuai-protes-warga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2021 07:54:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bronjong]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134566</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perbaikan komplek Gedung Sekolah Yayasan Pendidikan Kemuliaan Allah (Ekklesia) yang terletak di Jalan S Supriadi, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, tidak berjalan mulus. Pemasangan bronjong di pekarangan belakang gedung sekolah yang sempat dua kali mengalami longsor, menuai protes warga. Baca: Terdampak Debit Air Sungai, Dinding Sekolah di Sukun Malang Ambrol Berangkat dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com/tag/kota-malang">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Perbaikan komplek Gedung Sekolah Yayasan Pendidikan Kemuliaan Allah (Ekklesia) yang terletak di Jalan S Supriadi, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, tidak berjalan mulus.</p>



<p>Pemasangan bronjong di pekarangan belakang gedung sekolah yang sempat dua kali mengalami longsor, menuai protes warga.</p>



<p><strong>Baca: <a href="https://memontum.com/134035-terdampak-debit-air-sungai-dinding-sekolah-di-sukun-malang-ambrol">Terdampak Debit Air Sungai, Dinding Sekolah di Sukun Malang Ambrol</a></strong></p>



<p>Berangkat dari permasalahan itu, dilakukanlah mediasi untuk menyikapi polemik tersebut. Hadir di tengah warga dan pihak sekolah, anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Suyadi, Kepala Dinas Pendidikan, Suwarjana, dan Camat Sukun, Widi Wirawan, yang membantu mediasi pada, Jumat (12/2) siang.</p>



<p>&#8220;Permasalahan utama saat ini adalah rawan robohnya Gedung Lantai 3 sekolah. Namun, di sisi lain warga menganggap bahwa akan ada pendangkalan air sungai dan juga penyempitan lebar sungai. Akibat dari pemasangan bronjong yang akan segera dipasang oleh pihak sekolah dalam rangka mengurangi dampak aliran sungai terhadap rencana pembangunan pagar sekaligus tembok sekolah,&#8221; urai Camat Sukun, Widi Wirawan.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Widi itu mengatakan, bahwa warga takut pemasangan bronjong ini bisa membuat air sungai mengenai halaman rumah warga yang dibangun dekat bibir sungai.</p>



<p>&#8220;Dan informasinya ada sekitar 5 keluarga sudah diungsikan atau dipindah rumah sementara. Untuk jaga-jaga apabila air hujan atau air meluap sewaktu-waktu,&#8221; terangnya.</p>



<p>Disampaikan Widi, melalui mediasi yang berlangsung telah disepakati bahwa pada saat membangun, pihak Yayasan Ekklesia harus melibatkan tim teknis.</p>



<p>&#8220;Kedua, warga harus dilibatkan baik berupa saran, masukan, termasuk juga tenaga diantaranya bisa jadi tukang bangunan atau kuli dan sebagainya. Berikutnya juga tentu pihak Ekklesia benar-benar harus memaksimalkan tenaga manual, karena alat berat tidak bisa masuk kesini,&#8221; terangnya.</p>



<p>Dirinya menegaskan, bahwa sebenarnya warga tidak keberatan dengan pembangunan perbaikan gedung sekolah akibat longsor yang terjadi. Namun warga ingin pihak Yayasan Ekklesia memikirkan dampak yang bisa jadi berimbas ke warga.</p>



<p>&#8220;Warga meminta jangan asal membangun, karena nantinya pemasangan bronjong yang bisa mengambil lebar sungai itu dikhawatirkan akan berdampak ke rumah mereka,&#8221; paparnya.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://memontum.com/133945-banjir-dan-longsor-duduki-posisi-puncak-sederet-peristiwa-januari-2021-di-malang">Banjir dan Longsor Duduki Posisi Puncak Sederet Peristiwa Januari 2021 di Malang</a></strong></p>



<p>Disamping itu, anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Suyadi, menyampaikan bahwasannya musyawarah sangat diperlukan dalam penyelesaian masalah ini.</p>



<p>&#8220;Solusi sederhana sebenarnya, hanya komunikasi yang harus dibangun antara Yayasan dengan tokoh masyarakat disini,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Menurut Suyadi, pihak Yayasan Ekklesia sudah gerak cepat mengatasi longsor pertama. Namun sayang, belum usai pembenahan, longsor kedua pun terjadi.</p>



<p>&#8220;Kami hadir memberikan masukan kepada pihak terkait, karena ini pendidikan maka saya merasa harus melihat langsung. Jangan sampai nanti korbannya ada di dunia pendidikan,&#8221; ujarnya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134566</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
