<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Buah Naga &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/buah-naga/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Feb 2022 11:06:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Buah Naga &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Buah Naga Diganti Tanaman Kelengkeng, Ini Kata Ahli Bibit Jemsu</title>
		<link>https://memontum.com/buah-naga-diganti-tanaman-kelengkeng-ini-kata-ahli-bibit-jemsu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2022 11:05:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bibit]]></category>
		<category><![CDATA[Buah Naga]]></category>
		<category><![CDATA[Kelengkeng]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=163428</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Lahan seluas 2,8 hektare milik Pemkab Jember yang berada di Puncak Rembangan, Kecamatan Arjasa, kini diganti dengan ditanami bibit tanaman buah Kelengkeng. Penanaman bibit tanaman buah Kelengkeng itu menggunakan varietas unggul yang dinamai Jemsu (Jember Super). Penggarap lahan tanaman itu dilakukan oleh perusahaan PT KDI (Karya Dunia Impian), yang diberitakan sebelumnya dipercaya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember </strong>&#8211; Lahan seluas 2,8 hektare milik Pemkab Jember yang berada di Puncak Rembangan, Kecamatan Arjasa, kini diganti dengan ditanami bibit tanaman buah Kelengkeng. Penanaman bibit tanaman buah Kelengkeng itu menggunakan varietas unggul yang dinamai Jemsu (Jember Super).</p>



<p>Penggarap lahan tanaman itu dilakukan oleh perusahaan PT KDI (Karya Dunia Impian), yang diberitakan sebelumnya dipercaya oleh Bupati Jember Hendy Siswanto untuk menggarap lahan milik Pemkab Jember.</p>



<p>Ahli Bibit Tanaman Buah Kelengkeng, Hidayat Teguh Wiyono, mengatakan dirinya dipercaya untuk menggarap lahan tersebut, atas permintaan PT KDI. Teguh sebagai seorang ahli, menggunakan dan menanam bibit tanaman buah Kelengkeng. Pasalnya tanaman buah Naga yang ada, sudah puluhan tahun dinilai tidak produktif.</p>



<p>“Sekitar 13 Januari 2022 kemarin, saya diminta secara pribadi untuk datang ke Pendapa (Wahyawibawagraha) oleh bupati. Karena saya dianggap sebagai orang yang mengerti dan ahli Kelengkeng,” kata Teguh saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Kamis (10/02/2022).</p>



<p>Saat itu , kataTeguh, dirinya ditanya bupati apakah mampu mengolah lahan tanaman buah naga yang dinilai tidak produktif itu. “Apakah berani menjamin Kelengkeng akan berbuah dan produktif dengan baik di Rembangan untuk menggantikan buah Naga? Saya jawab berani menjamin. Saya disana bukan karena melamar (izin menggarap lahan Pemkab), tapi saya diminta,&#8221; ungkap Teguh.</p>



<p>Pria yang juga diketahui sebagai salah satu dosen di Universitas Jember (Unej) ini menjelaskan, tanaman buah Kelengkeng dapat tumbuh dan produktif di dataran tinggi. Namun, katanya, juga dengan bantuan bahan khusus untuk menguatkan tanaman.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-potensi-pelanggaran-perusahaan-disnaker-pmptsp-kota-malang-buka-posko-pengaduan-thr">Antisipasi Potensi Pelanggaran Perusahaan, Disnaker PMPTSP Kota Malang Buka Posko Pengaduan THR</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/relawan-kresna-384-wagir-bagi-takjil-gratis-di-jalan-raya-kebonagung">Relawan Kresna 384 Wagir Bagi Takjil Gratis di Jalan Raya Kebonagung</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bocah-6-tahun-dilaporkan-hanyut-di-sungai-kasin-kota-malang">Bocah 6 Tahun Dilaporkan Hanyut di Sungai Kasin Kota Malang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/aplikasi-siapgrak-bapenda-kota-malang-pastikan-pembayaran-bphtb-mulai-februari">Aplikasi SIAPGRAK Bapenda Kota Malang Pastikan Pembayaran BPHTB Mulai Februari</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/serapan-perum-bulog-jatim-tembus-di-angka-200-ribu-ton-beras-per-februari">Serapan Perum Bulog Jatim Tembus di Angka 200 Ribu Ton Beras Per Februari</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Jadi sebelumnya, saya lakukan uji Kelengkeng ini yang tidak berbuah di dataran rendah, namun setelah saya beri booster (bahan khusus untuk menguatkan tanaman), ternyata hasilnya baik,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Teguh mengatakan, diyakini olehnya dari beberapa tahapan. Bibit tanaman buah Kelengkeng Jemsu yang terbaik. Teguh juga menambahkan, bibit tanaman buah Kelengkeng Jemsu itupun juga banyak ditemukan di daerah perbatasan Jember dan Lumajang.</p>



<p>&nbsp;&#8220;Sehingga karena dipercaya bupati, dari pengujian 14 kandidat Kelengkeng, yang berpotensi bagus hanya tinggal satu, ya Jember Super itu. Selanjutnya kita (Teguh dan PT KDI) memperbanyak bibit, untuk ditanam di Rembangan ini,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sebelum dilakukan penanaman di Puncak Rembangan, Teguh mengatakan, dirinya juga melakukan pengujian di Kecamatan Puger daerah Jember Selatan. “Pasirian (Lumajang), Situbondo daerah pantai utara hingga Malang. Bahkan di ketinggian 400 mdpl juga baik hasilnya. Memang keberhasilan ini juga dibantu dengan booster yang ada, dan saya yakin dengan ini,” sambungnya</p>



<p>Menyampaikan soal kegagalan dan keberhasilan, Teguh mengatakan bahwa penentunya hanya persoalan teknis. Namun dari sekian kali pengujian, untuk hasil stabil. &#8220;Kami sudah menguji ini, bukan hanya skala pot, namun sudah kita uji multi lokasi di skala kebun dan sudah dalam proses pendaftaran HKI (Hak Kekayaan Intelektual),&#8221; imbuhnya. <strong>(ark/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">163428</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Viral Buah Naga Dibuang, 3 Jam 1 Ton Ludes Terjual di Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/viral-buah-naga-dibuang-3-jam-1-ton-ludes-terjual-di-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2019 13:10:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Bazar]]></category>
		<category><![CDATA[Buah Naga]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=74867</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Meski sempat viral video pembuangan buah naga ke sungai yang diduga dilakukan oleh petani buah naga di Banyuwangi, namun tak membawa dampak signifikan terhadap penjualan buah naga di Malang Raya. Hal ini dibuktikan oleh Juari (36), pedagang buah naga yang turut meramaikan bazar kota Malang, di halaman depan Kartini Imperial Ballroom, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Meski sempat viral video pembuangan buah naga ke sungai yang diduga dilakukan oleh petani buah naga di Banyuwangi, namun tak membawa dampak signifikan terhadap penjualan buah naga di Malang Raya. Hal ini dibuktikan oleh Juari (36), pedagang buah naga yang turut meramaikan bazar kota Malang, di halaman depan Kartini Imperial Ballroom, Jl Tangkuban Perahu 1A Malang, selama 2 hari, Rabu-Kamis (23-24/1/2019), mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.</p>
<p>Juari membawa buah naga sebanyak 1 ton dan menjajakannya di atas pickup biru. Mulai digelar pukul 08.00, tak sampai 3 jam, buah naga yang dijual paketan 3 kilogram seharga Rp 10.000 langsung ludes diserbu pengunjung. &#8220;Meski bazar dibuka jam 8, pembeli sudah antre. Karena harus nunggu dibuka dulu,&#8221; jelas Juari.</p>
<p><div id="attachment_74870" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190123-WA0097-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-74870" decoding="async" class="size-full wp-image-74870" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190123-WA0097-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Juari menunjukkan buah naga di atas pickup ludes diserbu pembeli. (rhd)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190123-WA0097-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190123-WA0097-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190123-WA0097-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190123-WA0097-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190123-WA0097-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-74870" class="wp-caption-text"><strong>Juari menunjukkan buah naga di atas pickup ludes diserbu pembeli. (rhd)</strong></p></div></p>
<p>Meski diberitakan harga buah naga anjlok dikisaran harga Rp 1.500 per kilogram, tak banyak pembeli yang protes meski diobral 3 kilogram Rp 10.000. &#8220;Hanya 1-2 pembeli saja yang nanya kok lebih mahal dibandingkan di medsos. Ya saya jawab, kan ke sininya juga butuh ongkos transportasi. Kalau dihitung-hitung sampai sini itu mas, jatuhnya Rp 3.000 per kilogram. Untungnya ya tipis. Nah, kalau di luaran pinggir jalan kan masih Rp. 5.000 per kilogram,&#8221; beber juragan buah asal Lawang ini.</p>
<p>Pria yang biasa menyuplai beranekaragam jenis buah di sekitaran Lawang, Pandaan, hingga Trawas pada beberapa pedagang dan supermarket ini mengaku video yang sempat viral tersebut tak terlalu memberikan dampak buruk. Hanya saja, penjualan selalu meningkat. &#8220;Tiap hari supply buah naga ini datang 5 ton di gudang. Selalu habis. Prinsip kami sih yang penting laku, kami bisa makan, petani juga senang. Kalau petani susah, kami juga yang susah mau jual apa,&#8221; ungkap Juari.</p>
<p>Menurutnya, video viral buang buah naga ke sungai itu karena buahnya memang sudah tak layak. &#8220;Di sana kan lagi panen raya. Terus kena hujan dan banjir, jadinya rusak di pohon. Istilahnya telat panen. Sementara sebagian yang sudah dipanen, telat dikasih obat lalat buah, jadinya ya busuk. Makanya terus dibuang,&#8221; cerita Juari. <strong>(adn/gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">74867</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
