<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>buah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/buah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Jul 2023 13:40:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>buah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kejam, Seorang Suami Tega Bakar Istri dan Dua Buah Hatinya di Cakung Jaktim</title>
		<link>https://memontum.com/kejam-seorang-suami-tega-bakar-istri-dan-dua-buah-hatinya-di-cakung-jaktim</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Jul 2023 10:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bakar]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[buah]]></category>
		<category><![CDATA[cakung]]></category>
		<category><![CDATA[hatinya]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[jaktim]]></category>
		<category><![CDATA[kejam,]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>
		<category><![CDATA[tega]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192321</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta Timur &#8211; Seorang suami berinisial US (48), warga Cakung, Jakarta Timur (Jaktim), tega membakar istrinya berinisial W (37) dan dua buah hatinya yaitu N (15) dan juga K (13) di rumah kontrakannya. Atas perbuatan kejamnya itu, US kini harus berurusan dengan petugas Polres Metro Jakarta Timur. Informasi Memontum.com, bahwa kejadian ini bermula saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta Timur</strong> &#8211; Seorang suami berinisial US (48), warga Cakung, Jakarta Timur (Jaktim), tega membakar istrinya berinisial W (37) dan dua buah hatinya yaitu N (15) dan juga K (13) di rumah kontrakannya. Atas perbuatan kejamnya itu, US kini harus berurusan dengan petugas Polres Metro Jakarta Timur.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa kejadian ini bermula saat US tersulut emosi ketika terlibat cekcok dengan istrinya, pada Rabu (28/06/2023) malam. Saat itu, US sendiri sedang memegang botol bensin. Karena emosi itulah, tanpa pikir panjang langsung menyiramkannya kepada W dan kedua anaknya dan langsung membakarnya.</p>



<p>&#8220;Mereka cekcok, yaitu suami dan istrinya. Dua anak korban ini, saat itu sedang main HP di rumah kontrakan itu. Saat suami marah memegang botol bensin, seketika itu ketiganya diguyur,&#8221; kata Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polres Metro Jakarta Timur, Iptu Sri Yatmini, Minggu (02/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Usai membakar istri dan kedua anaknya, US kemudian panik dan mengguyurkan bensin juga ke tubuhnya hingga ikut terbakar. Dari teriakkan korban inilah, kemudian didengar oleh warga hingga langsung mendobrak pintu rumah untuk melakukan pertolongan.</p>



<p>Akibat kejadian itu, tambahnya, pelaku mengalami luka bakar 20 persen. Sementara W dan kedua anaknya, K dan N, mengalami luka bakar 50 persen. &#8220;Korban dan dua anak korban juga luka bakar semua,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Karena perbuatan kejam itu, US pun harus berurusan dengan PPA Polres Metro Jakarta Timur. Sementara istri dan salah satu anak korban, telah dirawat di RS Tarakan. Sementara satu korban lain masih berada di RS Koja, Jakarta Utara. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192321</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dorong Gaya Hidup Minim Sampah, Ketua TP PKK Kediri Ajak Buah Hati Lihat Lomba Daur Ulang</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-gaya-hidup-minim-sampah-ketua-tp-pkk-kediri-ajak-buah-hati-lihat-lomba-daur-ulang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jun 2023 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ajak]]></category>
		<category><![CDATA[buah]]></category>
		<category><![CDATA[daur]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[gaya]]></category>
		<category><![CDATA[HATI]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[ketua]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[lihat]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>
		<category><![CDATA[minim]]></category>
		<category><![CDATA[PKK]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[tp]]></category>
		<category><![CDATA[ulang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191904</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Beragam cara dilakukan dalam memberikan contoh nyata. Seperti yang dilakukan Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, mengajak anak pertamanya, Shanaya Arsyila Pramana, dengan meninjau langsung lomba daur ulang sampah. Kedatangan istri Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, bersama sang buah hati itu, dalam rangka pelaksanaan lomba Hari Lingkungan Hidup Sedunia di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Beragam cara dilakukan dalam memberikan contoh nyata. Seperti yang dilakukan Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, mengajak anak pertamanya, Shanaya Arsyila Pramana, dengan meninjau langsung lomba daur ulang sampah.</p>



<p>Kedatangan istri Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, bersama sang buah hati itu, dalam rangka pelaksanaan lomba Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Taman Totok Kerot, Senin (26/06/2023) tadi. Dengan mengenakan tas selempang putih bergambar kuda poni, Shanaya pun juga terlihat antusias melihat hasil daur ulang sampah yang dibuat oleh TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Kediri.</p>



<p>Untuk mengabadikan momen langka itu, sesekali acap kali peserta lomba, pun mengajak ibu dan anak itu berswafoto. &#8220;Mbak Cicha (sapaan akrab Eriani Annisa, red), boleh saya minta foto bareng sama Dik Shanaya,” pinta salah satu peserta lomba.</p>



<p>Mendengar beberapa kali ajakan dari peserta, Mbak Cicha pun tidak segan-segan langsung mengambil posisi dengan latar belakang hasil karya daur ulang. Mulai dari plastik bekas dengan berbagai bentuk seperti lampion hingga vas bunga dan gaun, ataupun karya lain.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, Mbak Cicha juga mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah plastik yang susah terurai. &#8220;Di tangan orang-orang kreatif, sampah plastik daur ulang justru dapat dibuat menjadi karya yang menarik dan bernilai ekonomis. Meskipun begitu, karena sampah plastik sulit terurai, agar masyarakat juga bisa berhemat,&#8221; kata Ibu dua anak itu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain mengenai penggunaan plastik, pihaknya juga meminta kader-kader PKK, untuk terus berupaya membantu mengurangi dampak pemanasan global. Caranya, dengan gerakan menanam dan menjaga lingkungan.</p>



<p>Dengan upaya itu, lanjutnya, keseimbangan manusia dan alam akan terus terjaga agar terwujud Kabupaten Kediri bersih dan terbebas dari polusi plastik. &#8220;Mari kita hidupkan kembali dan tanamkan gaya hidup minim sampah untuk Kabupaten Kediri. Sehingga, Kediri menjadi kabupaten yang bersih, hijau dan bebas plastik,” terangnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, menyebutkan bahwa dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023, dinas bekerjasama dengan TP PKK Kabupaten Kediri. Nantinya, ada dua agenda lain dalam rangkaian kegiatan tersebut. Yakni, lomba foto instagram dan melukis tempat sampah untuk SD dan MI.</p>



<p>“Di lomba daur ulang sampah ini, nantinya setelah karyanya jadi, maka akan didisplay dan kita beri hadiah,” ujarnya.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa kegiatan semacam ini juga merupakan sarana edukasi masyarakat untuk mengurangi sampah plastik di Kabupaten Kediri. &#8220;Semoga hasil (daur ulang, red) ini nanti tidak hanya dipajang. Tetapi, juga dikembangkan sehingga memiliki nilai ekonomi,” paparnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191904</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Istri Pedagang Cilok di Jember Diduga Bunuh Dua Buah Hati? Sang Ibu Akhiri Hidup dengan Gantung Diri</title>
		<link>https://memontum.com/istri-pedagang-cilok-di-jember-diduga-bunuh-dua-buah-hati-sang-ibu-akhiri-hidup-dengan-gantung-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jun 2023 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[akhiri]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[buah]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh]]></category>
		<category><![CDATA[cilok]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[diri]]></category>
		<category><![CDATA[dua]]></category>
		<category><![CDATA[gantung]]></category>
		<category><![CDATA[HATI]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[sang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191171</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Peristiwa tragis dan menyayat hati terjadi di Jalan Kepodang II, Lingkungan Krajan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Sabtu (17/06/2023) sekitar pukul 01.00. Seorang ibu yang diketahui bernama Husnul Khotimah (36), diduga telah tega membunuh dua anaknya yang masih Balita yakni AVS berusia 8 bulan dan LA yang masih berumur 7 tahun. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Peristiwa tragis dan menyayat hati terjadi di Jalan Kepodang II, Lingkungan Krajan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Sabtu (17/06/2023) sekitar pukul 01.00.</p>



<p>Seorang ibu yang diketahui bernama Husnul Khotimah (36), diduga telah tega membunuh dua anaknya yang masih Balita yakni AVS berusia 8 bulan dan LA yang masih berumur 7 tahun. Kedua anak tidak berdosa tersebut, ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar. Sedangkan ibu korban sendiri, ditemukan dalam kondisi meninggal dengan kondisi gantung diri.</p>



<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, peristiwa tragis ini diketahui setelah Agus Riyadi, suami Husnul Khotimah, pulang kerja dari berdagang cilok di depan RS Soebandi. Saksi atau orang tua kedua bocah, curiga saat rumah dalam keadaan sepi. Ketika pintu rumah diketuk, tidak ada satupun anggota keluarganya yang merespon dari dalam rumah. Setelah agak lama menunggu, anak keduanya, RKZ, berumur 6 tahun, keluar dari kamar dan membuka pintu.</p>



<p>Baca juga:</p>





<p>&#8220;Anak Pak Agus itu ada tiga. LA yang meninggal itu anak pertama dan AV yang Balita usia 8 bulan itu anak ketiga. Sementara RKZ adalah anak kedua,&#8221; kata seorang warga yang enggan disebut namanya.</p>



<p>Usai pintu dibuka, Agus pun tanpa curiga langsung masuk. Ketika masuk itulah, didapati sang istri meninggal dengan kondisi gantung diri. Kemudian, Agus makin syok saat melihat dua anaknya yakni LA dan AV kondisinya mengenaskan, karena tidak bernyawa di dalam kamarnya.</p>



<p>“Kedua anak korban, LA dan AVS ini meninggal dunia terlentang di atas kasur,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Usai mendapati istri dan anaknya dalam kondisi tidak bernyawa, Agus pun langsung berteriak histeris dan minta pertolongan ke warga. Saat itu juga, warga pun berdatangan dan ada pula yang melaporkan ke Polsek Patrang hingga petugas segera tiba di lokasi melakukan penyelidikan.</p>



<p>Kanitreskrim Polsek Patrang, Aiptu Sutaryoto, saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. Hanya saja, untuk kronologi lengkapnya bisa konfirmasi ke Kapolsek Patrang, AKP Hery Supadmo.</p>



<p>&#8220;Saya sekarang masih di rumah sakit. Untuk keterangan lengkapnya, bisa hubungi Pak Kapolsek,&#8221; jawabnya melalui pesan singkat WhatsApp.</p>



<p>Sebagai informasi, saat ini ketiga jenazah anggota keluarga Agus, sedang menjalani proses otopsi di RSD Soebandi. <strong>(rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191171</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
