<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>buaya &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/buaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Dec 2023 09:30:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>buaya &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Perdayai Perempuan Asal Trenggalek, &#8216;Buaya Darat&#8217; Bawa Kabur Mobil Avanza</title>
		<link>https://memontum.com/perdayai-perempuan-asal-trenggalek-buaya-darat-bawa-kabur-mobil-avanza</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Dec 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[avanza]]></category>
		<category><![CDATA[buaya]]></category>
		<category><![CDATA[darat,]]></category>
		<category><![CDATA[perdayai]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203375</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Robet Lavida Oktavianto (27), warga asal Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, dibekuk petugas Polsek Lowokwaru, Jumat (08/12/2023) sekitar pukul 03.00. Terduga tersangka dibekuk, karena dilaporkan membawa kabur mobil Toyota Avanza Nopol AG 1120 B tahun 2010 milik Putri (27), kekasihnya yang mengaku berasal dari Trenggalek. Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo, mengatakan bahwa RLO (Robet, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Robet Lavida Oktavianto (27), warga asal Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, dibekuk petugas Polsek Lowokwaru, Jumat (08/12/2023) sekitar pukul 03.00. Terduga tersangka dibekuk, karena dilaporkan membawa kabur mobil Toyota Avanza Nopol AG 1120 B tahun 2010 milik Putri (27), kekasihnya yang mengaku berasal dari Trenggalek.</p>



<p>Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo, mengatakan bahwa RLO (Robet, red) telah menjalin hubungan dengan korban sejak setahun ini. &#8220;Sebelum kejadian, korban berkeluh kesah kepada tersangka, kalau keluarganya sedang kesusahan ekonomi,&#8221; ujar AKP Anton, saat rilis, Jumat (15/12/2023) siang.</p>



<p>Dari sinilah, ujarnya, RLO mulai melancarkan aksinya dengan mengaku memiliki apartemen di Begawan Kota Malang. &#8220;Kepada korban, tersangka mengatakan akan menjual apartemennya di Begawan untuk membantu perekonomian keluarga korban. Selain itu, tersangka juga berjanji akan menikahi korban,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Selanjutnya, RLO naik bus untuk datang ke Trenggalek dan menjemput korban. Selanjutnya, RLO mengajak korban ke Kota Malang untuk menjual apartemennya di Begawan. Saat itu, RLO meminta supaya korban membawa mobil Avanzanya sebagai sarana tranportasi.</p>



<p>&#8220;Sesampainya di Kota Malang, keduanya menginap di Apartemen Soekarno-Hatta. Setiap pukul 03.00, tersangka selalu izin memindahkan mobil, untuk keluar area parkiran guna menghindari pergantian jam agar parkirnya tidak mahal. Namun di hari ketiga, tersangka membawa kabur mobil tersebut meninggalkan korban seorang diri di kamar apartemen,&#8221; urainya.</p>



<p>Karena sang pujaan hati tidak kunjung kembali dan nomer ponselnya juga sudah tidak aktif, Putri akhirnya melapor ke Polsek Lowokwaru, Kamis (07/12/2023) lalu. Atas laporan ini, petugas kemudian melakukan pelacakan hingga berhasil menangkap RLO di kosan PakDoz Jalan Letnan Sulaiman, Desa Sobo, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi.</p>



<p>&#8220;Saat ditangkap, tersangka akan menjual mobil tersebut di kawasan Jember seharga Rp 30 juta. Atas perbuatannya, tersangka kami kenakan Pasal 372 KUHP,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, RLO mengaku bahwa kenal dengan korban di Aplikasi Bigo Live. Dari perkenalan itu, keduanya menjalin hubungan. &#8220;Mobil itu rencananya akan saya jual,&#8221; ujarnya.<strong> (gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203375</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Munculnya Buaya di Selokan Resahkan Warga Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/munculnya-buaya-di-selokan-resahkan-warga-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2021 14:28:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[buaya]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[PMK Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=137850</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sesosok hewan berukuran besar menyerupai buaya terekam kamera sedang berjalan di selokan saluran air di kawasan Taman Agung Atas 25 RT07/RW09, Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Video 4 detik penampakan buaya itu membuat warga cukup resah. Bahkan pada Jumat (26/3/2021) pukul 11.30, beberapa warga sekitar yang hendak berangkat Shalat Jumat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sesosok hewan berukuran besar menyerupai buaya terekam kamera sedang berjalan di selokan saluran air di kawasan Taman Agung Atas 25 RT07/RW09, Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang. <a href="https://memontum.com/tag/video">Video</a> 4 detik penampakan buaya itu membuat warga cukup resah.</p>



<p>Bahkan pada Jumat (26/3/2021) pukul 11.30, beberapa warga sekitar yang hendak berangkat Shalat Jumat merasa was-was.</p>



<p><strong>Baca juga: <a href="https://kotamalang.memontum.com/2744-eksis-nogel-masuk-bui-polsek-sukun">Eksis Nogel, Masuk Bui Polsek Sukun</a></strong></p>



<p>Tubuh bagian punggung bersisik gerigi diperkirakan panjang lebih dari 3 meter. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke <a href="https://kotamalang.memontum.com/tag/pmk-kota-malang">PMK Kota Malang</a> pukul 16.00.</p>



<p>Sebanyak 8 personel PMK datangi lokasi melakukan pencarian. Namun karena hujan deras dan adanya durasi waktu yang lama saat hewan tersebut terlihat. Petugas belum berhasil menemukan buaya tersebut.</p>



<p>&#8220;Ada durasi waktu yang cukup lama saat hewan tersebut terlihat dan waktu laporan kepada kami. Terlihat pukul 11.30 dan dilaporkan sekitar pukul 16.00. Apalagi saat pencarian sedang hujan deras,&#8221; ujar Kepala UPT PMK Kota Malang Tehuh Budi Wibawa.</p>



<p>Pihaknya belum memastikan apakah hewan tersebut buaya ataukah biawak bertubuh besar. &#8220;Kami belum memastikan. Namun jika hewan tersebut kembali terlihat, langsung saja laporkan kepada kami. Kapanpun kami siap,&#8221; ujar Teguh.</p>



<figure class="wp-block-video"><video controls src="https://memontum.com/wp-content/uploads/2021/03/buaya.mp4"></video><figcaption><em>Video penampakan yang diduga buaya.</em></figcaption></figure>



<p>Di kawasan Taman Agung Atas, buaya ini tidak hanya sekali terlihat, namun sudah beberapa kali. Yakni keluarnya pukul 11.30 hingga pukul 12.00.</p>



<p>Menurut keterangan Citra Wulandari warga sekitar, bahwa buaya itu pertama kali terlihat pada Senin (22/3/2021) siang.</p>



<p>&#8220;Saya melihatnya Senin kemarin. Hewan itu berjalan di selokan meniju arah keluar perumahan. Saya sempat takut hingga memanggil warga, namun hewan tersebut sudah menghilang. Kami ingin hewan itu bisa segera tertangkap. Karena membuat resah, disini banyak anak kecil. Kami takut kalau terjadi apa-apa,&#8221; ujar Citra.</p>



<p>Sedangkan saksi yang melihat buaya pada Jumat (26/3/2021) yakni Mikail Nathan (13) yang saat itu hendak Shalat Jumat. Kakaknya berhasil merekam penampakan buaya itu meskipun durasinya hanya 4 detik. Tampak lebar badan buaya itu hampir memenuhi selokan berukuran 50 centimeter.</p>



<p>&#8220;Suaranya kresek-kresek. Saya melihat warnanya gelap karena tercampur lumpur. Ada gerigi di punggungnya menyerupai buaya. Badannya besar memenuhi got dan berjalan meliuk,&#8221; ujar Mikail.</p>



<p>Sumardianto, bendahara RT lingkungan setempat-pun khawatir jika hewan itu berbahaya. Pasalnya, di sekitar lingkungan banyak anak kecil kadang bermain di jalan. Terlebih bila bola lalu masuk saluran air.&nbsp;&#8220;Kami sangat kuatir. Semoga bisa segera ditemukan,&#8221; ujarnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">137850</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Sukodono Digegerkan Anak Buaya di Sungai Jumputrejo</title>
		<link>https://memontum.com/warga-sukodono-digegerkan-anak-buaya-di-sungai-jumputrejo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2020 09:23:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sukodono]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Jumputrejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=110721</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Puluhan warga Dusun Kedung, Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono dikagetkan munculnya anak buaya di aliran sungai desa setempat, Rabu (1/4/2020) petang. Munculnya buaya dengan panjang 1 meter itu mengundang perhatian warga setempat. Selain itu, seketika warga yang melihat buaya itu langsung beramai-ramai masuk ke sungai dan menangkap buaya itu. &#8220;Buaya itu bisa ditangkap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Puluhan warga Dusun Kedung, Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono dikagetkan munculnya anak buaya di aliran sungai desa setempat, Rabu (1/4/2020) petang. Munculnya buaya dengan panjang 1 meter itu mengundang perhatian warga setempat.</p>
<p>Selain itu, seketika warga yang melihat buaya itu langsung beramai-ramai masuk ke sungai dan menangkap buaya itu.</p>
<p>&#8220;Buaya itu bisa ditangkap warga saat menjelang atau sekitar Magrib,&#8221; kata saksi Waluyo, Rabu (1/4/2020) malam.<br />
Usai buaya berhasil ditangkap, kata Waluyo anak buaya air tawar itu langsung diserahkan ke Ketua RW setempat. Selanjutnya, diteruakan pihak desa untuk dilaporkan ke Polsek Sukodono.</p>
<p>&#8220;Setelah itu petugas Polsek Sukodono dan perangkat desa melaporkan temuan buaya itu ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sidoarjo,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Kapolsek Sukodono Iptu Warjiin Krise menegaskan penemuan buaya anakan itu sudah dikoordinasikan dengan BPBD Pemkab Sidoarjo. Buaya langsung diserahkan ke BPBD Pemkab Sidoarjo disaksikan Bhabinkamtibmas dan perangkat Desa Jumputrejo.</p>
<p>&#8220;Selanjutnya, kemungkinkan besar anak buaya itu.akan diserahkan ke pihak BKSDA Jawa Timur,&#8221; tandasnya. <strong>Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">110721</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buaya Sepanjang 170 Cm, Nongkrong di Atap Rumah</title>
		<link>https://memontum.com/buaya-sepanjang-170-cm-nongkrong-di-atap-rumah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jul 2019 01:26:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Polsekta Kedungkandang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/87828-buaya-sepanjang-170-cm-nongkrong-di-atap-rumah</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Buaya sepanjang 170 cm dengan lebar tubuh 12 cm, Rabu (10/7/2019) sore, gegerkan warga Kedungkandang. Bagiamana tidak, buaya tersebut tampak berada di atap rumah Junaidi, warga Jl Ki Ageng Gribig, RT 02/RW 01, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Kejadian itu mengundang perhatian warga sekitar hingga mendatangi lokasi. Karena dianggap membahayakan warga, buaya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Buaya sepanjang 170 cm dengan lebar tubuh 12 cm, Rabu (10/7/2019) sore, gegerkan warga Kedungkandang. Bagiamana tidak, buaya tersebut tampak berada di atap rumah Junaidi, warga Jl Ki Ageng Gribig, RT 02/RW 01, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.</p>
<p>Kejadian itu mengundang perhatian warga sekitar hingga mendatangi lokasi. Karena dianggap membahayakan warga, buaya itu akhirnya ditangkap dan dibawa ke Polsekta Kedungkandang. Rencananya petugas Polsekta Kedungkandang akan berkoordinasi dengan petugas BKSA untuk penyerahan buaya ini.</p>
<p><div id="attachment_87829" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-87829" decoding="async" class="size-full wp-image-87829" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190711-WA0063-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Buaya setelah diamankan.(ist)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190711-WA0063-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190711-WA0063-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190711-WA0063-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190711-WA0063-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190711-WA0063-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-87829" class="wp-caption-text"><strong> Buaya setelah diamankan.(ist)</strong></p></div></p>
<p>Informasi Memontum, bahwa sore itu, warga melihat penampakan yang tidak biasa. Seokor huaya nampak berada di atap rumah Junaidi. Karena sudah lumayan besar, keberadaan hewan predator ini dianggap membahayakan karena berada di tengah perkampungan.</p>
<p>Warga dan petugas Polsekta Kedungkandang akhirnya berhasil menangkap buaya tereebut. &#8220;Buaya sudah diberhasil dititangkap saat berada di atap rumah warga. Rencananya kami akan berkoordinasi dengan BKSDA,&#8221; ujar Kapolsekta Kedungkandang Kompol Suko Wahyudi. <strong>(gie/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">87828</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buaya 2,5 Meter Masuk Kampung, Warga Gresik Gempar</title>
		<link>https://memontum.com/buaya-25-meter-masuk-kampung-warga-gresik-gempar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2018 15:12:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gresik]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA]]></category>
		<category><![CDATA[buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/46769-buaya-25-meter-masuk-kampung-warga-gresik-gempar</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Gresik &#8211; Warga Kelurahan Lumpur Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik digegerkan munculnya buaya dewasa jenis muara betina di dekat tambahk milik warga, Selasa (10/7/2018). Buaya muara dengan panjang 2,5 meter dan berat sekira 100 kilogram atau 1 kuintal ini diperkirakan berumur di atas 6 tahun. Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Surabaya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Gresik</strong> &#8211; Warga Kelurahan Lumpur Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik digegerkan munculnya buaya dewasa jenis muara betina di dekat tambahk milik warga, Selasa (10/7/2018). Buaya muara dengan panjang 2,5 meter dan berat sekira 100 kilogram atau 1 kuintal ini diperkirakan berumur di atas 6 tahun. </p>
<p>Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Surabaya dibantu warga berhasil mengevakuasi buaya muara sepanjang 2,5 meter dengan berat 1 kuintal milik warga Kelurahan Lumpur. Buaya muara sepanjang 2,5 meter dengan berat 1 kuintal ini merupakan milik Andiyas petani tambak asal Kelurahan Lumpur Gresik.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180710-WA0148-copy.jpg?resize=500%2C300&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="300" class="aligncenter size-full wp-image-46770" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180710-WA0148-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180710-WA0148-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Pria berumur 55 tahun tersebut awalnya menemukan buaya berukuran kecil di dekat rumahnya. Buaya berjenis kelamin betina itu kemudian dipelihara di belakang pekarangan rumahnya selama kurang lebih 5 tahun.</p>
<p>Evakuasi dilakukan lantaran buaya sempat lepas ke pemukiman warga, sebelum akhirnya kembali ditangkap. Andiyas mengaku, buaya miliknya sebenarnya sudah jinak. Hanya saja dikarenakan tempat pemeliharaannya sudah tak muat. Ukuran buaya yang semakin besar dan sempat lepas ke pemukiman warga ini, membuat dia rela menyerahkan buaya miliknya ke BKSDA.</p>
<p>“Buaya ini saya beri nama Pon Pon, sehari-hari saya beri makan ayam,” ujar Andiyas, seusai evakuasi, Selasa (10/7/2018).</p>
<p>Kepala Seksi BKSDA Wilayah III Surabaya Dodit Ari Guntoro menjelaskan, bahwa evakuasi buaya dilakukan karena ada laporan masyarakat. Apalagi buaya termasuk satwa dilindungi  sehingga pihaknya segera melakukan proses evakuasi.</p>
<p>“Setelah berhasil dievakuasi, buaya kemudian kami bawa ke penangkaran buaya di Kota Batu Malang dengan menggunakan mobil,” pungkas Dodit. <strong>(sgg/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">46769</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Heboh..! Anak Buaya Muncul di Κreongan Lor Patrang, Warga Waspada Induknya</title>
		<link>https://memontum.com/heboh-anak-buaya-muncul-di-%ce%9areongan-lor-patrang-warga-waspada-induknya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jan 2018 13:40:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Penampakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/22860-heboh-anak-buaya-muncul-di-%ce%9areongan-lor-patrang-warga-waspada-induknya</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8212; Sepertinya tidak bisa dipercaya kalau di kota Jember bisa ada buaya yang hidup berkeliaran di sungai kecil di perkampungan warga. Namun hal ini menjadi heboh karena warga RW 10 Jember Lor Patrang berhasil menangkapnya ketika buaya tersebut muncul dan keluar dari sarangnya, yaitu cempolong pembuangan milik warga (28/1/2017) Hebok, warga yang pertama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember </strong>&#8212; Sepertinya tidak bisa dipercaya kalau di kota Jember bisa ada buaya yang hidup berkeliaran di sungai kecil di perkampungan warga.</p>
<p>Namun hal ini menjadi heboh karena warga RW 10 Jember Lor Patrang berhasil menangkapnya ketika buaya tersebut muncul dan keluar dari sarangnya, yaitu cempolong pembuangan milik warga (28/1/2017)</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-28-at-8.18.53-PM-1.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-22862" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-28-at-8.18.53-PM-1.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-28-at-8.18.53-PM-1.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-28-at-8.18.53-PM-1.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-28-at-8.18.53-PM-1.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Hebok, warga yang pertama kali melihat kemunculan buaya ini  menyatakan bahwa beberapa hari belakangan ikan pembersih kaca yang ada di kali tersebut habis dimangsanya. &#8221; Sepertinya masih ada satu lagi  yang lebih besar dari ini mas, karena saya tadi sempat melihat ekornya dicempolong itu&#8221;, katanya kepada Memontum.com.</p>
<p>Ketika hal ini dikonfirmasi kepada ketua RW setempat, Sugeng Hariadi menyatakan akan melaporkan pada Dinas terkait karena menurutnya buaya adalah hewan berbahaya bila sampai berkeliaran bebas dipemukinan warga seperti di wilayah Kreongan ini. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-28-at-8.18a.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-22861" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-28-at-8.18a.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-28-at-8.18a.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-28-at-8.18a.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-28-at-8.18a.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Karena jika hal ini tidak mendapat  penanganan yang tepat  dikhawatirkan membahayakan warga saya, karena sewaktu waktu bisa naik ke darat dan akan memangsa apa saja ditemuinya&#8221; demikian Sugeng menyatakan kekhawatirannya. <strong>(cw2/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22860</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
