<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Budaya &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/budaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 May 2026 13:53:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Budaya &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Matangkan Integrasi Budaya dan Pariwisata, Pemkot Malang Usung Jargon Menolak Lupa</title>
		<link>https://memontum.com/matangkan-integrasi-budaya-dan-pariwisata-pemkot-malang-usung-jargon-menolak-lupa</link>
					<comments>https://memontum.com/matangkan-integrasi-budaya-dan-pariwisata-pemkot-malang-usung-jargon-menolak-lupa#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 06:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[integrasi]]></category>
		<category><![CDATA[jargon]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[matangkan]]></category>
		<category><![CDATA[menolak]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232790</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai mematangkan integrasi sektor kebudayaan dengan pariwisata sebagai upaya memperkuat identitas daerah. Meskipun, berbagai program pengembangan budaya, sesekali terkesan tumpang tindih. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa saat ini urusan kebudayaan di Kota Malang, masih bersinggungan dengan sektor pendidikan maupun pariwisata. Kondisi tersebut, membuat pengelolaan dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai mematangkan integrasi sektor kebudayaan dengan pariwisata sebagai upaya memperkuat identitas daerah. Meskipun, berbagai program pengembangan budaya, sesekali terkesan tumpang tindih.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa saat ini urusan kebudayaan di Kota Malang, masih bersinggungan dengan sektor pendidikan maupun pariwisata. Kondisi tersebut, membuat pengelolaan dan pengembangan kebudayaan belum dapat dilakukan secata optimal dan terintegrasi. Karena itu, pihaknya berencana melakukan koordinasi dengan Kementerian Kebudayaan guna mencari formulasi yang tepat dalam pengelolaan kebudayaan di daerah.</p>



<p>“Kami akan koordinasi dengan Kementerian Kebudayaan. Karena selama ini di Kota Malang tugas dan fungsi perangkat daerah mengenai kebudayaan berhimpitan, antara kebudayaan dengan pendidikan dan juga dengan pariwisata. Untuk menyatukan hal tersebut kami masih sedikit sulit,” ucap Wali Kota Wahyu, Sabtu (30/05/2026) tadi.</p>



<p>Meski begitu, Wali Kota Wahyu memastikan berbagai program dan kegiatan kebudayaan tetap berjalan. Bahkan menurutnya, perhatian pemerintah pusat terhadap kebudayaan Kota Malang cukup besar, terutama terkait pelestarian cagar budaya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pihaknya mencontohkan, belum lama ini Komisi X DPR RI kunjungan ke Kota Malang untuk membahas persoalan cagar budaya. Kunjungan tersebut dinilai menjadi bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap upaya pelestarian sejarah dan budaya di Kota Pendidikan tersebut.</p>



<p>“Dari Komisi X DPR RI juga datang dan kami membahas terkait cagar budaya. Itu merupakan perhatian dari pusat bahwa terkait cagar budaya di Kota Malang mendapatkan apresiasi,” katanya.</p>



<p>Tak hanya itu, Wali Kota Wahyu menyebut bila Menteri Kebudayaan juga memberikan apresiasi terhadap pengembangan budaya di Kota Malang. Dirinya mengaku terus menggencarkan jargon &#8216;Menolak Lupa&#8217; sebagai bagian dari upaya menjaga identitas sejarah dan budaya khas Kota Malang.</p>



<p>“Di situ kami selalu menunjukkan kebudayaan khas Kota Malang. Setiap ada acara di Dewan Kesenian Malang juga saya selalu hadir,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/matangkan-integrasi-budaya-dan-pariwisata-pemkot-malang-usung-jargon-menolak-lupa/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232790</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230394</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kabupaten Banyuwangi bakal suguhkan Objek Wisata Banyuwangi 2026. Event ini, menyuguhkan 86 atraksi keberagaman seni dan budaya masyarakat Banyuwangi. Diantaranya, Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, Seblang dan Kebo Keboan yang merupakan tradisi masyarakat setempat. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan bahwa event Objek Wisata Banyuwangi merupakan salah satu cara Banyuwangi memperkuat identitas lokal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kabupaten Banyuwangi bakal suguhkan Objek Wisata Banyuwangi 2026. Event ini, menyuguhkan 86 atraksi keberagaman seni dan budaya masyarakat Banyuwangi. Diantaranya, Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, Seblang dan Kebo Keboan yang merupakan tradisi masyarakat setempat.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan bahwa event Objek Wisata Banyuwangi merupakan salah satu cara Banyuwangi memperkuat identitas lokal daerah, sekaligus menjadi ajang konsolidasi bagi warga. &#8220;Hal ini sejalan dengan Program Aman, Sehat, Bersih, Indah (ASRI) Indonesia dari Presiden Prabowo. Di mana ASRI mengamanatkan setiap daerah untuk memperkuat seni budaya daerah yang memperkaya budaya nasional,&#8221; ujarnya, Sabtu (21/02/2026) tadi.</p>



<p>Banyuwangi sendiri telah meluncurkan Banyuwangi ASRI untuk mempercepat program Indonesia dari ASRI. Di komponen Indah, Banyuwangi mengimplementasikannya dalam program pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, ramah lingkungan dan berbasis kearifan lokal. Salah satunya, melalui Banyuwangi Attractions.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Banyuwangi dikenal sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan seni pertunjukan budaya. Namun, budaya saja tidak cukup hanya diwariskan, budaya harus dijaga, dipentaskan dan dibanggakan,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurut bupati, Objek Wisata Banyuwangi 2026 adalah panggung besar yang menyatukan budaya, olah raga, pariwisata dan semangat kebersamaan. &#8220;Acara-acara ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga ruang ekspresi bagi seniman lokal, generasi muda dan pelaku ekonomi kreatif. Atraksi yang dikemas dengan baik ini adalah cara untuk memperkuat identitas budaya kita sekaligus memastikan bahwa tradisi tetap hidup dan relevan dengan zaman,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Atraksi yang akan dihadirkan dalam Objek Wisata Banyuwangi 2026, antara lain Tumpeng Sewu, Barong Ider Bumi, Gandrung Sewu pada 24 Oktober. Seblang Olehsari pada 23-29 Maret, Kebo-Keboan Alasmalang pada 28 Juni dan Petik Laut Muncar pada 10 Juli.</p>



<p>Para pencinta olah raga juga dapat menikmati acara-acara yang memacu adrenalin. Bagi penggemar sepeda, ada Banyuwangi BMX Super Cross pada 27 Juni dan Banyuwangi Ijen Geopark Downhill pada 19-20 September 2026.</p>



<p>Selain bersepeda, para pencinta olahraga lainnya juga akan dimanjakan dengan berbagai acara lainnya. Para pencinta lari akan disuguhi keindahan lintasan hijau eksotis di Ijen Green Run/Trail 2026 pada tanggal 12 September.</p>



<p>Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Hartono, menjelaskan bahwa Atraksi Banyuwangi bukan hanya pariwisata, tetapi juga strategi pembangunan daerah. Atraksi ini memperkuat budaya, menggerakkan perekonomian, membangun citra positif daerah, dan sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan pelaku bisnis. “Kami percaya bahwa ketika budaya dilindungi, olah raga dipromosikan dan lingkungan dijaga, maka pembangunan akan lebih berkelanjutan dan inklusif,” kata Hartono. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230394</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penguatan Pelestarian Cagar Budaya, Komisi X DPR RI Lakukan Kunjungan ke Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/penguatan-pelestarian-cagar-budaya-komisi-x-dpr-ri-lakukan-kunjungan-ke-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[pelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[penguatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230160</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Banyuwangi, Rabu hingga Kamis (12/02/2026) besok. Kunker yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X, MY Esti Wijayati dan diikuti sejumlah anggota DPR RI, mulai Denny Cagur, Karmila Sari dan Adde Rosi Khoerunnisa, tidak lain untuk melakukan pengawasan kebijakan pemerintah dalam pelestarian cagar budaya. Dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Banyuwangi, Rabu hingga Kamis (12/02/2026) besok. Kunker yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X, MY Esti Wijayati dan diikuti sejumlah anggota DPR RI, mulai Denny Cagur, Karmila Sari dan Adde Rosi Khoerunnisa, tidak lain untuk melakukan pengawasan kebijakan pemerintah dalam pelestarian cagar budaya.</p>



<p>Dalam pelaksanaan itu, Komisi X DPR RI juga membawa mitra kerja dari Kementerian Kebudayaan yang diwakili Subdirektorat Registrasi, Pengamanan dan Penyelamatan, Direktorat Warisan Budaya, Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan, Tradisi. Sementara mengawali Kunker tersebut, Komisi X melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestaindani, Dewan Kesenian Blambangan, Tim Ahli Cagar Budaya, Komunitas Seni, akademisi, para budayawan hingga sejarawan Banyuwangi di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (11/02/2026) tadi.</p>



<p>&#8220;Banyuwangi potensi budayanya luar biasa. Makanya kita ke sini, untuk fokus ke penguatan cagar budaya. Kita ingin lihat, sejauh mana sudah dilakukan intervensi dari pemerintah maupun yang belum tersentuh,&#8221; kata MY Esti Wijayati.</p>



<p>Dirinya juga bersyukur, karena Pemkab Banyuwangi telah memasukkan aspek perlindungan cagar budaya dalam kebijakan penataan ruang. Sehingga, tidak terjadi peralihan fungsi lahan yang berpotensi mengancam keberadaan situs bersejarah. Karena berdasarkan data Kementerian Kebudayaan, dari sekitar 400 ribu lebih titik peninggalan yang ada di Indonesia, baru sekitar 5 persen yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya.</p>



<p>Biasanya, kata Esti, permasalahan ada pada regulasi dan pendanaan cagar budaya. Regulasi sektoral lain seperti Undang-Undang Penataan Ruang, Undang-Undang Pemda, Undang-Undang Lingkungan Hidup dan berbagai peraturan menteri, sering kali terjadi muatan yang saling tumpang tindih atau bahkan kontradiktif dalam hal pengaturan ruang.</p>



<p>&#8220;Maka hasil kunjungan ke Banyuwangi ini tentu akan menjadi bahan rujukan dalam pengambilan keputusan mengenai pelestarian cagar budaya,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam momen itu menyampaikan bahwa Banyuwangi memiliki banyak situs dan bangunan sejarah. Diantaranya, seperti Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Pasar Banyuwangi, Asrama Inggrisan, penginapan Kiai Saleh, Museum Blambangan, Kantor Pos, ada pula salah satu sekolah yang menjadi cagar budaya seperti SMK PGRI 2 Giri Banyuwangi.</p>



<p>Bahkan, Banyuwangi juga memiliki kawasan-kawasan tradisi dan struktur bangunan atau budaya yang terhubung dengan narasi panjang Kerajaan Blambangan, Kerajaan Macan Putih. Lalu, juga ada migrasi, ada peninggalan kolonialisme hingga perjuangan kemerdekaan.</p>



<p>&#8220;Sehingga saya rasa di Banyuwangi lengkap, dimana tidak hanya bicara masa lampau tetapi masa-masa perjuangan ini juga ada di Banyuwangi. Peninggalan-peninggalan bersejarah ini terus kita jaga dan kita rawat bersama-sama,&#8221; ujar Bupati Ipuk.</p>



<p>Bahkan, Pemkab Banyuwangi telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2019 tentang Arsitektur Osing. Aturan tersebut, mewajibkan bangunan pemerintah, fasilitas publik termasuk hotel dan homestay memasukkan unsur arsitektur yang menjadi entitas Banyuwangi dalam desainnya.</p>



<p>&#8220;Kami terus berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan cagar budaya yang ada di Banyuwangi. Dan ini juga butuh dukungan dari pusat. Terima kasih atas dukungannya,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain itu, Bupati Ipuk menyampaikan bahwa Geopark Ijen telah menjadi bagian Unesco Global Geopark melalui Geopark Ijen sejak 2023. Tahun ini, Geopark Ijen dijadwalkan menjalani proses revalidasi.</p>



<p>&#8220;Insyallah nanti April akan ada revalidasi dan kami sedang mempersiapkan itu. Kami berharap dukungan dari Komisi X DPR RI terkait dengan proses revalidasi yang kami jalankan. Semoga Ijen Geopark kembali ditetapkan menjadi bagian dari Unesco Global Geopark,&#8221; ungkap Bupati Ipuk. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230160</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Wahyu Paparkan Kekuatan Budaya Kota Malang di Hadapan Tim Penilai PWI Pusat</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-wahyu-paparkan-kekuatan-budaya-kota-malang-di-hadapan-tim-penilai-pwi-pusat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[hadapan]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[paparkan]]></category>
		<category><![CDATA[penilai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229372</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengikuti presentasi Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, yang digelar di Kantor PWI Pusat, Jakarta, Jumat (09/01/2026) tadi. Pelaksanaan presentasi itu, merupakan bagian dari tahapan penilaian Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, yang diberikan kepada kepala daerah atas dedikasi dan kontribusinya dalam memajukan kebudayaan di daerah. Rencananya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengikuti presentasi Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, yang digelar di Kantor PWI Pusat, Jakarta, Jumat (09/01/2026) tadi. Pelaksanaan presentasi itu, merupakan bagian dari tahapan penilaian Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, yang diberikan kepada kepala daerah atas dedikasi dan kontribusinya dalam memajukan kebudayaan di daerah.</p>



<p>Rencananya, pemberian penghargaan tersebut akan diserahkan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Provinsi Banten.</p>



<p>Dalam presentasi itu, pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, memaparkan berbagai potensi unggulan Kota Malang yang menjadi penopang pemajuan kebudayaan. Mulai dari kekayaan seni tradisi, sejarah, kuliner, hingga ekosistem kreatif yang berkembang pesat di kalangan generasi muda.</p>



<p>Tidak hanya itu, penetapan Kota Malang sebagai Kota Kreatif Dunia Unesco bidang Media Arts pada akhir 2025 lalu juga disinggung. Karena, hal itu dinilai menjadi penguat posisi Malang dalam pemajuan kebudayaan nasional.</p>



<p>“Kota Malang memiliki kekuatan budaya yang lengkap, mulai dari warisan sejarah, seni pertunjukan, kuliner tradisional, hingga komunitas kreatif yang aktif dan inovatif. Ini menjadi modal besar untuk pemajuan kebudayaan yang berkelanjutan,” ujar Wali Kota Wahyu, di hadapan tim penilai.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Salah satu program unggulan yang disoroti, adalah Program 1.000 Event, yang digagas Pemkot Malang untuk mendorong partisipasi masyarakat sekaligus menghidupkan ruang-ruang budaya. Program tersebut, mencakup festival seni, pertunjukan budaya, pameran kreatif, hingga agenda berbasis kearifan lokal yang digelar sepanjang tahun.</p>



<p>“Saya tidak ingin melupakan kebudayaan dan kearifan lokal Kota Malang. Itu harus terus dihidupkan agar generasi muda juga mengenal identitas budayanya,” tegas Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Selain itu, Wali Kota Wahyu juga menjelaskan komitmen Pemkot Malang dalam memberikan ruang ekspresi bagi pelaku seni dan budaya, dukungan terhadap UMKM berbasis budaya, serta kolaborasi lintas sektor agar kebudayaan menjadi penggerak ekonomi dan pariwisata.</p>



<p>Pelaksanaan presentasi tersebut, dinilai langsung tim juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat yang terdiri dari Dr Nungki Kusumastuti, Agus Dermawan T, Sudjiwo Tejo dan Yusuf Susilo Hartono. Sementara dalam sesi tanya jawab, budayawan Sudjiwo Tejo mempertanyakan kuatnya ikatan persaudaraan Arema di berbagai daerah. Sementara juri lainnya, Yusuf Susilo Hartono, menyinggung keberadaan bahasa walikan yang masih digunakan di Kota Malang.</p>



<p>Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Wahyu menjelaskan bahwa Arema memiliki ikatan emosional yang kuat dengan identitas satu jiwa. “Karena itu, dalam salam pembuka presentasi tadi saya sampaikan salam satu jiwa, Arema,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229372</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seminar Nasional, Bupati Fawait Tegaskan Kopi Jember Identitas Budaya dan Ekonomi</title>
		<link>https://memontum.com/seminar-nasional-bupati-fawait-tegaskan-kopi-jember-identitas-budaya-dan-ekonomi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2025 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[fawait]]></category>
		<category><![CDATA[identitas]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228095</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan bahwa struktur ekonomi Kabupaten Jember masih ditopang dari sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satunya adalah kopi, yang menjadi salah satu komoditas unggulan. Hal ini disampaikan Bupati Fawait, saat menjadi nara sumber utama mengenai capaian dan arah pembangunan perekonomian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan bahwa struktur ekonomi Kabupaten Jember masih ditopang dari sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satunya adalah kopi, yang menjadi salah satu komoditas unggulan.</p>



<p>Hal ini disampaikan Bupati Fawait, saat menjadi nara sumber utama mengenai capaian dan arah pembangunan perekonomian Kabupaten Jember, dalam Seminar Nasional Temu Usaha Pemberdayaan Ekonomi Lokal dalam Pengembangan Komoditas Kopi di Wilayah Aglomerasi Tapal Kuda 2025, yang diselenggarakan Universitas Jember melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) di Auditorium Unej, Selasa (25/11/2025) tadi. Agenda ini, menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, serta masyarakat dalam merumuskan langkah konkret penguatan ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan, khususnya kopi.</p>



<p>Menurut Bupati Fawait, kopi bukan hanya sekadar minuman, tetapi memiliki peluang besar menjadi motor kesejahteraan masyarakat apabila diolah dan dikembangkan dengan tepat. Menurutnya, Kabupaten Jember adalah penghasil kopi yang memiliki cita rasa yang sangat baik.</p>



<p>“Jember kami tegaskan sebagai surga kopi Indonesia. Dari lereng sampai kawasan kebun, kopi Jember menghasilkan cita rasa yang diakui, baik Arabika maupun Robusta. Jika 4 sampai 5 komoditas unggulan Jember yaitu kopi, tembakau cerutu, edamame, okra dan kakao dikembangkan bersama, maka potensi kesejahteraan masyarakat akan tumbuh sangat kuat,” ujar Gus Fawait-sapaan Bupati Jember.</p>



<p>Bupati Fawait menambahkan, bahwa sebagian besar masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem berada di kawasan pinggir kebun, pinggir hutan, serta pinggir pantai. Karena itu, pengembangan kopi akan diarahkan melalui skema perhutanan sosial agar masyarakat yang tidak memiliki lahan tetap dapat berproduksi dan meningkatkan pendapatan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Harapan tersebut, selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan BP Taskin, untuk memastikan program percepatan penurunan kemiskinan berjalan efektif hingga ke kelompok masyarakat paling rentan. Kegiatan tersebut, dihadiri Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Iwan Sumule, yang juga menjadi nara sumber dalam seminar ini.</p>



<p>Dalam seminar ini, Iwan memberikan gambaran kondisi nasional terkait target penurunan kemiskinan. Dirinya menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga, pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun gerakan bersama.</p>



<p>“Pengentasan kemiskinan tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus bergerak bersama. Pada Maret 2025, angka kemiskinan nasional berada di 8,47 persen terendah sejak krisis 1998. Pemerintah menargetkan penurunan menjadi 4,5 persen pada tahun 2029 dan angka kemiskinan ekstrem mencapai 0 persen di tahun 2026. Jika target nasional dilanjutkan secara konsisten, Indonesia berpotensi mencapai kemiskinan 0 persen di tahun 2034,” jelasnya.</p>



<p>Iwan menegaskan, bahwa Jember menjadi salah satu daerah yang perlu mendapat perhatian khusus karena memiliki angka kemiskinan ekstrem tertinggi di Jawa Timur. Oleh sebab itu, BP Taskin melakukan langkah afirmatif dengan mengintegrasikan berbagai program kementerian yang relevan agar tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.</p>



<p>“Harapan kami, dengan koordinasi yang tepat dan komitmen bersama, Jember dapat benar-benar mewujudkan diri sebagai daerah surga kopi Nusantara sekaligus menurunkan kemiskinan ekstrem secara signifikan,” tuturnya.</p>



<p>Kehadiran kedua tokoh ini, menegaskan bahwa pembahasan komoditas kopi memiliki keterkaitan langsung dengan agenda besar pengurangan kemiskinan ekstrem sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Seminar nasional ini, menjadi momentum penting untuk membangun pola pikir baru bahwa komoditas kopi bukan hanya identitas budaya dan ekonomi, tetapi juga instrumen pemerataan kesejahteraan.</p>



<p>Melalui dialog dan penguatan jejaring usaha, LP2M Unej mendorong terciptanya ekosistem kopi yang mampu menggerakkan masyarakat dari hulu sampai hilir. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228095</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dukung Pelestarian Budaya, Wali Kota Malang Tampil di Pementasan Ludruk Genaro Ngalam di TMII</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-pelestarian-budaya-wali-kota-malang-tampil-di-pementasan-ludruk-genaro-ngalam-di-tmii</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2025 12:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[genaro]]></category>
		<category><![CDATA[Ludruk]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[ngalam]]></category>
		<category><![CDATA[pelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[Pementasan]]></category>
		<category><![CDATA[tampil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227577</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menghadiri sekaligus ikut berpartisipasi sebagai pemain tamu dalam pementasan Ludruk Genaro Ngalam yang digelar di Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (09/11/2025) tadi. Kehadiran pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang itu, menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya lokal, khususnya kesenian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menghadiri sekaligus ikut berpartisipasi sebagai pemain tamu dalam pementasan Ludruk Genaro Ngalam yang digelar di Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (09/11/2025) tadi.</p>



<p>Kehadiran pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang itu, menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya lokal, khususnya kesenian ludruk yang terus tumbuh dan diapresiasi masyarakat melalui Komunitas Genaro Ngalam. Selain menjadi ajang seni, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi Wali Kota Wahyu, untuk menyapa dan memberi perhatian kepada warga Malang yang tinggal di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.</p>



<p>“Sebagai Bapak e Wong Malang, saya ingin kebersamaan dan jalinan emosional antara pemerintah daerah dan warganya terus terjaga di mana pun mereka berada,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Wali Kota Wahyu juga tampil di atas panggung, bersama sejumlah bintang tamu nasional. Diantaranya, seperti Cak Lontong, Cak Akbar, Tessy dan beberapa komedian ludruk lainnya. Kolaborasi tersebut, menghadirkan suasana hangat, jenaka, sekaligus membangkitkan kebanggaan terhadap budaya Malang yang ditampilkan secara modern, namun tetap mempertahankan ruh tradisionalnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wali Kota Wahyu juga menegaskan, bahwa Pemerintah Kota Malang di bawah kepemimpinannya akan terus membangkitkan serta melestarikan kebudayaan dan peninggalan masa lalu. “Menolak Lupa menjadi tagline saya sejak dahulu. Kebudayaan asli Ngalam dan peninggalan heritage harus kita jaga dan hidupkan kembali,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut Wali Kota Wahyu menyampaikan, bahwa Pemkot Malang telah mengaktifkan kembali gedung kesenian di Kota Malang dengan berbagai gelaran seni budaya. Dirinya pun memberikan apresiasi kepada Komunitas Genaro Ngalam dan seluruh panitia yang sukses menghadirkan karya budaya di panggung nasional.</p>



<p>“Seni tradisi adalah jembatan yang menghubungkan identitas, sejarah dan nilai-nilai luhur masyarakat Malang. Ludruk bukan hanya hiburan, tetapi cermin kearifan lokal yang mengajarkan kritik sosial, humor, dan persaudaraan. Pemerintah Kota Malang akan selalu mendukung upaya pelestarian budaya seperti ini, termasuk memperkuat rasa bangga sebagai arek Malang di mana pun berada,” tegasnya.</p>



<p>Acara sendiri, berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat dari ratusan penonton yang hadir. Selain menjadi ajang silaturahmi warga Malang di perantauan, pementasan ini juga membuktikan bahwa seni tradisi tetap relevan dan dicintai lintas generasi. <strong>(kom/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227577</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Suguhan Kolaborasi Pementasan Budaya dan UMKM di Jember Culture &#038; UMKM Viral 2025 Tuai Apresiasi</title>
		<link>https://memontum.com/suguhan-kolaborasi-pementasan-budaya-dan-umkm-di-jember-culture-umkm-viral-2025-tuai-apresiasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[culture]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pementasan]]></category>
		<category><![CDATA[suguhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227586</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Event Jember Culture &#38; UMKM Viral 2025 berlangsung meriah di Alun-Alun Jember, Minggu (09/11/2025) tadi. Ribuan masyarakat nampak terhibur dengan adanya pementasan budaya dan bazaar UMKM. Selain menyuguhkan puluhan stan UMKM, acara ini juga menghadirkan Dalang Arek, Combo Dangdut, Reog Bocah, hingga Karawitan Uyon-Uyon. Di akhir acara, penampilan K2 Reggae menutup serangkaian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Event Jember Culture &amp; UMKM Viral 2025 berlangsung meriah di Alun-Alun Jember, Minggu (09/11/2025) tadi. Ribuan masyarakat nampak terhibur dengan adanya pementasan budaya dan bazaar UMKM.</p>



<p>Selain menyuguhkan puluhan stan UMKM, acara ini juga menghadirkan Dalang Arek, Combo Dangdut, Reog Bocah, hingga Karawitan Uyon-Uyon. Di akhir acara, penampilan K2 Reggae menutup serangkaian Jember Culture &amp; UMKM Viral 2025.</p>



<p>Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi, melalui Tim Ahli Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Gogot Cahyo Baskoro, menuturkan bahwa kegiatan ini digelar sebagai wujud untuk mendukung geliat UMKM dan melestarikan budaya di Kabupaten Jember. Yang menarik pula, bahwa kegiatan tersebut tidak digelar dengan menggunakan APBD Kabupaten Jember.</p>



<p>&#8220;Anggaran kegiatan ini sama sekali tidak menggunakan APBD. Jadi, tidak pakai duitnya rakyat Jember,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pihaknya bersyukur, karena Jember Culture &amp; UMKM Viral 2025, 100 persen dibiayai oleh Pertamina Gas Negara (PGN) yang sebelumnya diinisiasi oleh Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi. Harapannya, kegiatan serupa dapat digelar setahun dua kali dan bahkan lebih sering hingga 3 bulan sekali. Selain itu, pihaknya berharap agar pelaku UMKM di Jember dapat lebih kompetitif dan bisa bersaing dengan UMKM di kabupaten dan kota lain.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jember, Sartini, mengapresiasi Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi dan jajaran PGN yang telah menyukseskan Jember Culture &amp; Umkm Viral 2025.</p>



<p>&#8220;Menyongsong perayaan Hari Pahlawan besok, kami mengucapkan terima kasih karena para pelaku UMKM diberikan wadah untuk memamerkan berbagai produk di Kabupaten Jember,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Sartini optimistis, produk UMKM Jember tidak kalah dengan daerah lain. Namun, pihaknya mengajak masyarakat Jember untuk memberikan dukungan agar produk UMKM Jember semakin maju. &#8220;Ayo bela dan beli produk asli Jember,&#8221; imbuhnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227586</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Malang Launching Logo Pariwisata Padukan Semangat Harmoni Alam dan Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-malang-launching-logo-pariwisata-padukan-semangat-harmoni-alam-dan-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[harmoni]]></category>
		<category><![CDATA[launching]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[padukan]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227561</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, melaunching logo pariwisata Kabupaten Malang, di kawasan Wisata Boonpring, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Minggu (09/11/2025) tadi. Logo ini, diperkenalkan oleh Pemkab Malang, sebagai branding pariwisata baru yang mengusung semangat harmoni alam dan budaya. Logo ini, merupakan hasil karya Amar Ma&#8217;ruf, peserta asal Malang yang berhasil mengungguli puluhan peserta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, melaunching logo pariwisata Kabupaten Malang, di kawasan Wisata Boonpring, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Minggu (09/11/2025) tadi. Logo ini, diperkenalkan oleh Pemkab Malang, sebagai branding pariwisata baru yang mengusung semangat harmoni alam dan budaya.</p>



<p>Logo ini, merupakan hasil karya Amar Ma&#8217;ruf, peserta asal Malang yang berhasil mengungguli puluhan peserta lain dalam lomba desain logo pariwisata yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang. Logo baru ini, akan digunakan sebagai identitas resmi pariwisata Kabupaten Malang dalam berbagai kegiatan promosi, baik di tingkat nasional maupun internasional.</p>



<p>Harapannya, kehadiran logo ini mampu memperkuat posisi Malang sebagai destinasi unggulan di Jawa Timur, sekaligus menjadi simbol sinergi antara pelestarian alam dan pengembangan.</p>



<p>Dalam sambutannya, Bupati Sanusi menyampaikan bahwa peluncuran logo ini menandai semangat baru bagi sektor pariwisata daerah. “Pada hari ini, kita meluncurkan logo branding pariwisata Kabupaten Malang yang mencerminkan harapan baru bagi kebangkitan sektor pariwisata di Bumi Kanjuruhan yang dinamis, ramah, berbudaya dan penuh energi positif,” kata Bupati Sanusi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati menegaskan, bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar melalui pemberdayaan ekonomi lokal dan pelestarian lingkungan.</p>



<p>“Kita ingin pariwisata Kabupaten Malang tumbuh dengan karakter sendiri, yang adiluhung, harmonis dan berkelanjutan. Karena itu, pelibatan masyarakat menjadi kunci agar sektor ini benar-benar membawa manfaat luas,” tambahnya.</p>



<p>Mengusung tagline &#8216;Kabupaten Malang Adiluhung Harmony&#8217;, logo ini bukan sekadar simbol visual, melainkan janji dan identitas baru untuk mengangkat potensi wisata Malang ke tingkat nasional dan internasional. &#8220;Bahwa di bumi yang kita pijak saat ini, sejarah telah memberi arah, alam telah memberi kehidupan dan budaya telah memberikan jiwa bagi kemajuan daerah,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Hadir dalam launching itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Forkopimda, pelaku pariwisata, seniman dan komunitas kreatif, yang bersama-sama menyambut optimisme baru bagi masa depan pariwisata Kabupaten Malang. <strong>(pro/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227561</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lomba Mewarna dan Edukasi Sejarah di Museum Airlangga, Disbudparpora Kota Kediri Ajak Generasi Muda Cinta Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/lomba-mewarna-dan-edukasi-sejarah-di-museum-airlangga-disbudparpora-kota-kediri-ajak-generasi-muda-cinta-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[airlangga,]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[disbudparpora]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[mewarna]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227451</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kota Kediri menggelar kegiatan lomba mewarnai tingkat TK hingga SMP di Museum Airlangga, Jalan Selomangleng No.1 Kota Kediri, Minggu (02/11/2025) tadi. Kegiatan tersebut, dibuka Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Bambang Priambodo SH MM, yang sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta untuk terus berkarya dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kota Kediri menggelar kegiatan lomba mewarnai tingkat TK hingga SMP di Museum Airlangga, Jalan Selomangleng No.1 Kota Kediri, Minggu (02/11/2025) tadi. Kegiatan tersebut, dibuka Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Bambang Priambodo SH MM, yang sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta untuk terus berkarya dan berani mengekspresikan diri.</p>



<p>“Melalui lomba mewarnai ini, kami ingin menumbuhkan kreativitas, kepercayaan diri, serta kemampuan motorik halus anak-anak. Ini juga menjadi wadah bagi mereka untuk mengekspresikan gagasan dan imajinasi secara positif,” kata Kadisbudparpora.</p>



<p>Dalam pelaksanaan itu, sejumlah peserta tampak antusias mengikuti kegiatan. Anak-anak TK berfokus pada mewarnai gambar bertema budaya dan alam Kota Kediri, sementara peserta dari jenjang SMP mendapatkan kesempatan belajar sejarah langsung di lingkungan Museum Airlangga. Mereka berkeliling, mengamati koleksi, serta melakukan dokumentasi foto sambil mendengarkan penjelasan tentang sejarah Goa Selomangleng dan peradaban masa Airlangga.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Disampaikan Bambang, pengenalan sejarah kepada generasi muda sangat penting, terutama di era modern yang serba digital. “Kediri memiliki sejarah panjang yang menjadi identitas daerah. Jangan sampai nilai-nilai sejarah dan budaya ini hilang hanya karena kurang dikenalkan sejak dini,” tegasnya.</p>



<p>Suasana kegiatan semakin meriah, dengan dukungan penuh dari para orang tua yang hadir mendampingi anak-anaknya. Sambil menunggu jalannya perlombaan, pihak penyelenggara juga menyediakan hiburan musik untuk seluruh pengunjung yang hadir.</p>



<p>Bambang berharap, melalui kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. “Semoga acara seperti ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun, agar kreativitas dan kecintaan terhadap budaya lokal semakin tumbuh di kalangan generasi muda,” paparnya. <strong>(pan/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227451</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
