<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Budayawan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/budayawan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 26 Mar 2024 09:42:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Budayawan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Silaturahmi dengan Seniman dan Budayawan, Bupati Ipuk Ajak Kolaborasi Majukan Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/silaturahmi-dengan-seniman-dan-budayawan-bupati-ipuk-ajak-kolaborasi-majukan-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Mar 2024 07:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[majukan]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207726</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bersilaturahmi dengan puluhan seniman dan budayawan daerah di Pelinggihan Dinas Pariwisata, Selasa (26/03/2024) tadi. Dalam momen yang sekaligus Ramadan itu, Bupati Ipuk mengajak sejumlah seniman dan budayawan untuk senantiasa terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah guna memajukan seni budaya daerah. &#8220;Kesenian dan budaya telah menjadi bagian vital bagi Banyuwangi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bersilaturahmi dengan puluhan seniman dan budayawan daerah di Pelinggihan Dinas Pariwisata, Selasa (26/03/2024) tadi. Dalam momen yang sekaligus Ramadan itu, Bupati Ipuk mengajak sejumlah seniman dan budayawan untuk senantiasa terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah guna memajukan seni budaya daerah.</p>



<p>&#8220;Kesenian dan budaya telah menjadi bagian vital bagi Banyuwangi. Kehadiran para seniman dan budayawan, memiliki kontribusi penting untuk membangun identitas kultural masyarakat Banyuwangi,” kata Bupati Ipuk di hadapan seratus seniman dan budayawan.</p>



<p>Komitmen kuat masyarakat Banyuwangi dalam melestarikan seni budaya, ujar Bupati Ipuk, kini mendapat apresiasi yang luas. Bahkan, kerap diundang dalam forum-forum kebudayaan di level internasional.</p>



<p>“Kepercayaan itu tidak datang begitu saja, tetapi datang berkat kekompakkan kita semua. Seniman dan budayawan yang saling kompak, berkolaborasi bersama-sama pemerintah daerah untuk terus melestarikan dan memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan,” ungkapnya.</p>



<p>Bupati Ipuk juga berpesan kepada segenap seniman dan budayawan, untuk senantiasa merespon perkembangan dunia seni global. Baginya, adanya perkembangan seni kontemporer adalah keniscayaan yang tak bisa dihindari. Akan tetapi, hal tersebut harus tetap dibina agar tak melenceng dari norma yang berlaku.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Karena virus budaya global sekarang sangat mudah diakses. Maka tugas kita semua untuk mengimbanginya dengan tetap mengenalkan dan menghadirkan seni, budaya dan adat istiadat lokal agar tidak hilang,” tambahnya.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk juga berkesempatan menyerahkan apresiasi berupa tali asih kepada 100 seniman dan budayawan daerah. Pemberian ini, merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk terus memberi perhatian pada pegiat seni budaya lokal.</p>



<p>“Jangan dilihat besarannya, tapi ini sebagai bentuk silaturahmi kami terhadap para pelaku seni budaya di Banyuwangi,” ungkapnya.</p>



<p>Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banyuwangi Taufiq Rahman, mengatakan bahwa pemberian tali asih kepada seniman, budayawan dan pelaku wisata itu, rutin dilaksanakan dalam tiga tahun terakhir. Hal ini, sebagai bentuk kehadiran pemerintah.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Setiap tahunnya ada seratus orang penerima. Jadi, sampai sekarang, total ada 300 penerima,” katanya. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207726</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disdikbud Jombang Motivasi Seniman dan Budayawan untuk Terus Menampilkan Karya</title>
		<link>https://memontum.com/disdikbud-jombang-motivasi-seniman-dan-budayawan-untuk-terus-menampilkan-karya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Feb 2024 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[menampilkan]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205907</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang menggelar sosialisasi bersama seniman di Gedung Kesenian Kabupaten Jombang, Rabu (07/02/2024) tadi. Pelaksanaan itu, juga dihadiri Sekretaris Disdikbud Kabupaten Jombang, Dian Yunitasari, Kepala Bidang Kebudayaan, Heru Cahyono, seniman serta budayawan Kabupaten Jombang. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui Sekretaris Disdikbud Kabupaten Jombang, Dian Yunitasari, mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang menggelar sosialisasi bersama seniman di Gedung Kesenian Kabupaten Jombang, Rabu (07/02/2024) tadi. Pelaksanaan itu, juga dihadiri Sekretaris Disdikbud Kabupaten Jombang, Dian Yunitasari, Kepala Bidang Kebudayaan, Heru Cahyono, seniman serta budayawan Kabupaten Jombang.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui Sekretaris Disdikbud Kabupaten Jombang, Dian Yunitasari, mengatakan bahwa tujuan sosialisasi supaya para seniman serta budayawan di Kabupaten Jombang, adalah agar dapat menghidupkan kembali seni dan budaya yang telah lama mati suri. Sehingga dengan begitu, bisa terus eksis dan bersinambung.</p>



<p>&#8220;Para seniman dan budayawan yang hadir di sini, saya harap menyuarakan nilai-nilai seni serta budaya untuk Kabupaten Jombang. Sehingga, jangan sampai hanya menjadi penonton,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>baca juga:</strong></p>





<p>Pihaknya berharap, agar para seniman dan budayawan juga bisa saling bersinergi dan kolaborasi. Sehingga, bisa menghidupkan kembali nilai-nilai seni serta budaya yang ada di Kabupaten Jombang.</p>



<p>Di tempat sama, Kepala Bidang Kebudayaan, Heru Cahyono, menyampaikan bahwa melalui sosialisasi ini dapat menjadi pemantik api semangat untuk seluruh seniman dan budayawan yang ada di Kabupaten Jombang. Apalagi, kedepannya Perda juga sudah ada.</p>



<p>&#8220;Jika peraturan daerah sudah jadi, maka ayo kita buat Dewan Kebudayaan Daerah (DKD). Jadi, mari bersama kita tumbuhkan lagi dan lestarikan nilai-nilai seni dan budaya Kabupaten Jombang,” ujarnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205907</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Budayawan Sumenep Apresiasi Kepedulian Pemkab dalam Jembatani Transformasi Musik Tong-tong</title>
		<link>https://memontum.com/budayawan-sumenep-apresiasi-kepedulian-pemkab-dalam-jembatani-transformasi-musik-tong-tong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Oct 2023 14:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan]]></category>
		<category><![CDATA[jembatani]]></category>
		<category><![CDATA[kepedulian]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[tong-tong]]></category>
		<category><![CDATA[transformasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200081</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Kepedulian Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam merawat tradisi, patut dihargai sebagai sebentuk apresiasi. Terlebih, berbagai event yang telah digelar, terus dikaji dan dievaluasi, guna tidak terkesan sekedar hura-hura. Merawat tradisi atau melestarikan kearifan lokal, itu jangan sampai mengenyampingkan tuntunan di dalam tradisi itu. Melalui musik Tong-tong, dimungkinkan akan mengalami transformasi budaya atau berevolusi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Kepedulian Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam merawat tradisi, patut dihargai sebagai sebentuk apresiasi. Terlebih, berbagai event yang telah digelar, terus dikaji dan dievaluasi, guna tidak terkesan sekedar hura-hura.</p>



<p>Merawat tradisi atau melestarikan kearifan lokal, itu jangan sampai mengenyampingkan tuntunan di dalam tradisi itu. Melalui musik Tong-tong, dimungkinkan akan mengalami transformasi budaya atau berevolusi. Kalau dahulu dikenal dengan Tong-tong musik patrol, tapi di Era 1990-an dikenal Tong-tong musik Ul-daul.</p>



<p>&#8220;Saya mengapresiasi, Pemkab Sumenep dalam merawat tradisi. Tetapi, tetap segala gelaran even harus juga dievaluasi. Tiap event itukan harus ada pesan moral yang mau disampaikan ke masyarakat (publik). Secara kuantitas sudah oke, tetapi secara kualitas perlu dievaluasi lagi,&#8221; kata Budayawan Sumenep, Ibnu Hajar, Rabu (18/10/2023) tadi.</p>



<p>Menurut Ibnu, bukan hanya khusus festival musik Tong-tong. Namun, segala event harus dievaluasi. Misalnya terkait dampaknya, substansinya bagaimana penganggarannya. Termasuk, bagaimana mendatangkan wisatawan dari luar Sumenep. Sehingga, dapat menyumbang dari APBD Sumenep.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Jadi, kata Ibnu, soal musik Tong-tong yang mengalami transformasi budaya itu menjadi ul-daul, memang mengikuti tuntutan jaman dan itu harus. Sebab kebudayaan itu adalah dinamis dan tidak stagnan. Ini memang menjadi karya seni yang luar biasa sehingga mampu berevolusi.</p>



<p>&#8220;Tapi perlu juga diperkenalkan pada generasi muda, bahwa musik Tong-tong sebelum mengalami transformasi dengan musik Tong-tong yang sudah bertransformasi menjadi musik ul-daul. Jadi ada maping atau pemetaan dimana ada seni musik tradisional, seni modern dan musik seni yang berevolusi,&#8221; paparnya.</p>



<p>Bagi budayawan satu ini, menganggap tidak masalah seni musik Tong-tong bertransformasi, asal jangan menghilangkan substansi atau kearifan lokalnya (lokal wisdom). Tapi generasi muda juga harus tahu mana seni musik tradisional dan mana seni musik yang modern.</p>



<p>&#8220;La iyalah, ketika bicara karya seni budaya, itu tidak sekedar hiburan tapi memiliki pesan moral. Misalnya terkait kekompakan hingga harmonisasi hidup. Seperti musik Tong-tong, didalamnya ada tari-tarian, ada tembang atau kejungan. Saya tidak tahu yang dinilai itu soal harmonisasinya, unsur musikalnya, ada kidung-kidungnya yang mengandung pesan moral dan dari unsur gerakannya memunculkan filosofi seperti apa. Sebab produk kebudayaan itu kan komplek,&#8221; ujarnya. <strong>(edo/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200081</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelaran Madura Ethnic Carnival 2023 di Mata Budayawan</title>
		<link>https://memontum.com/gelaran-madura-ethnic-carnival-2023-di-mata-budayawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Sep 2023 18:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan]]></category>
		<category><![CDATA[carnival]]></category>
		<category><![CDATA[ethnic]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198368</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Even Madura Ethnic Carnival (MEC) mendapat apresiasi dari budayawan Madura, Ibnu Hajar. Even bergengsi ini, tentu berpotensi melahirkan kreator-kreator dalam hal bagaimana mendesain fashion ataupun bagaimana memunculkan ide-ide inspiratif bagi para penontonnya. Jadi, kata Ibnu, masyarakat Sumenep juga harus realistis melihat even yang digelar Pemkab Sumenep. &#8220;Ya jangan bandingkan dengan kota-kota lain, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Even Madura Ethnic Carnival (MEC) mendapat apresiasi dari budayawan Madura, Ibnu Hajar. Even bergengsi ini, tentu berpotensi melahirkan kreator-kreator dalam hal bagaimana mendesain fashion ataupun bagaimana memunculkan ide-ide inspiratif bagi para penontonnya.</p>



<p>Jadi, kata Ibnu, masyarakat Sumenep juga harus realistis melihat even yang digelar Pemkab Sumenep. &#8220;Ya jangan bandingkan dengan kota-kota lain, yang sudah memulai lebih dulu. Kita baru dua tahun memulai even karnaval seperti ini. Proses itukan tidak semuanya sempurna, ada nada minor, ada tanggapan miring dari masyarakat misalnya,&#8221; kata Ibnu, Minggu (17/09/2023) tadi.</p>



<p>Tapi, paparnya, dirinya melihat even ini dalam perspektif positif. Karena berawal dari sinilah, akan menggugah kreator-kreator muda lokal untuk berkarya. Artinya, ruang ini sudah dibuka oleh pihak Pemkab Sumenep yang kolaborasi dengan teman-teman komunitas jurnalis.</p>



<p>Pemkab Sumenep sudah membuka ruang kreasi, sehingga masyarakat menilai persoalan-persoalan karya, persoalan seni, tampilan-tampilan di pentas. Jadi, pihaknya berharap kreativitas ini lebih hebat lagi kedepannya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya melihatnya bagaimana bahan-bahan dasar busana atau fashion,.berbahan lontar atau daun siwalan. Inikan memperkenalkan Madura betul. Tinggal bagaimana mengkreasikan. Dari yang ditampilkan banyak fashion bermotif sapi, pecut dan model-model kesenian kerapan sapi lainnya,&#8221; kata Ibnu bangga.</p>



<p>Ditambahkannya, untuk membuat kreator yang melahirkan karya fashion berbahan daun siwalan, itukan mengambil dari simbol-simbol Madura. Hanya saja, persoalannya bagaimana memberkan ruh pada karya budaya itu pada akhirnya. Sehingga, akan lebih baik lagi kedepannya.</p>



<p>Jadi, paparnya, kalau ada sebagian masyarakat yang berpandangan bahwa ini menghabiskan anggaran, maka dirinya malah merespon positif. &#8220;Persoalan melahirkan karya seni budaya itukan bukan persoalan instans. Membuat karya itukan tidak segampang bikin pisang goreng, yang langsung jadi. Itu semua butuh proses. Maka penikmat-penikmat seni budaya juga perlu memahami tentang ini,&#8221; paparnya.</p>



<p>Initnya sebagai budayawan, dirinya menyambut baik agenda atau even yang digelar oleh Pemkab Sumenep. Kedepannya, ini perlu dikembangkan. &#8220;Saya berharap, bagaimana kreator-kreator muda Sumenep, anak-anak muda Sumenep mampu melahirkan karya. Bukan diam tanpa karya. Ini bentuk proses kebudyaaan yang perlu diapresiasi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Harapan sekaligus PR bagi teman-teman panitia penyelenggara even, lanjutnya, banyak berkonsultasilah dengan seniman, budayawan dan lain-lain. Jangan hanya studi banding ke luar kota. <strong>(edo/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198368</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puncak Peringatan Hari Jadi Lamongan Ke- 453 Tahun 2022 Digelar Secara Sakral dan Berbudaya</title>
		<link>https://memontum.com/puncak-peringatan-hari-jadi-lamongan-ke-453-tahun-2022-digelar-secara-sakral-dan-berbudaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 May 2022 09:02:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Lamongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=169715</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Kabupaten Lamongan menggelar puncak peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-453 tahun, Kamis (26/05/2022) secara sakral dan berbudaya. Rangkaian acara puncak peringatan HJL tahun 2022, ini dimulai dengan upacara pembukaan Selubung Pataka Lambang Daerah dan pemasangan Oncer Sesanti, kirab Lambang Daerah, penyemayaman lambang daerah dan Pasamuan Agung, serta ditutup dengan upacara pelepasan oncer [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Kabupaten Lamongan menggelar puncak peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-453 tahun, Kamis (26/05/2022) secara sakral dan berbudaya. Rangkaian acara puncak peringatan HJL tahun 2022, ini dimulai dengan upacara pembukaan Selubung Pataka Lambang Daerah dan pemasangan Oncer Sesanti, kirab Lambang Daerah, penyemayaman lambang daerah dan Pasamuan Agung, serta ditutup dengan upacara pelepasan oncer sesanti dan penutupan selubung lambang daerah.</p>



<p>Prosesi pembukaan selubung pataka lambang daerah dan pemasangan oncer sesanti, ini dilaksanakan di Gedung DPRD Kabupaten Lamongan dan dibuka oleh Ketua DPRD Lamongan, Abdul Ghofur dan diserahkan kepada Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, untuk kemudian dilaksanakan kirab. Diiringi oleh Drumband Gentabuana SMA 5 Taruna Brawijaya Kediri, Lambang Daerah Kabupaten Lamongan tersebut kemudian dikirab menuju Pendopo Lokatantra Lamongan untuk disemayamkan dan dilakukan upacara pasamuan agung.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Dalam prosesi pasamuan agung, juga ditampilkan berbagai kisah dan budaya Lamongan dalam bentuk tarian. Yakni, Tari Bedoyo Amangku Bumi dan Sendra Tari Panji Laras Liris yang menceritakan kisah awal mula budaya calon mempelai wanita melamar calon mempelai pria di Lamongan.</p>



<p>Ditemui pada acara, Bupati Yuhronur mengajak seluruh masyarakat Lamongan untuk turut menyemarakkan HJL ke 453 tahun. &#8220;Hari ini adalah puncak kegiatan HJL yang ke 453, untuk itu hari ini kita laksanakan kirab dan kegiatannya sampai nanti malam. Nanti, ada drama kolosal yang menyajikan kejayaan Lamongan mulai dari masa Majapahit sampai saat ini. Manfaatkan kesempatan ini, mari kita meriahkan bersama. Hari Jadi Lamongan ini adalah hari jadi milik kita semua, milik seluruh masyarakat Lamongan,” jelasnya.</p>



<p>Selain itu di usia Lamongan yang ke 453 tahun ini, Bupati Yuhronur berharap kedepannya, Lamongan bisa menjadi lebih baik dalam segala hal. Serta, untuk terus melaksanakan kolaborasi yang sudah menjadi budaya di Lamongan. Sebagaimana tertuang dalam tema HJL ke 453 yakni &#8216;Kolaborasi Mewujudkan Pembangunan Inklusif&#8217;.</p>



<p>“Kolaborasi di Lamongan ini sudah terbukti berhasil. Buktinya, saat berada dalam krisis pandemi, Lamongan dapat menjadi yang pertama dalam Level 1 di Indonesia. Kata kuncinya adalah kolaborasi dan inklusi. Oleh karena itu kolaborasi kita gunakan sebagai tema HJL ke-453 ini, supaya menegaskan bahwa ini saatnya melaksanakan kolaborasi, bahwa pemerintah tidak bisa sendirian tanpa dukungan dari berbagai pihak, ini diperlukan dan terbukti berhasil diterapkan di Lamongan,” terangnya.<strong> (zen/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">169715</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Seniman dan Budayawan</title>
		<link>https://memontum.com/presiden-jokowi-tinjau-vaksinasi-seniman-dan-budayawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2021 16:01:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksinasi Covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=140458</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Sejumlah seniman dan budayawan, telah mengikuti vaksinasi massal yang digelar di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (19/04) tadi. Presiden Joko Widodo meninjau langsung jalannya proses vaksinasi tersebut. Dalam kesempatan itu juga, Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa pandemi Covid-19 masih ada. Oleh karena itu, seluruh pihak masih harus tetap waspada dan tidak boleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Sejumlah seniman dan budayawan, telah mengikuti vaksinasi massal yang digelar di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (19/04) tadi. Presiden Joko Widodo meninjau langsung jalannya proses vaksinasi tersebut.</p>



<p>Dalam kesempatan itu juga, Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa pandemi Covid-19 masih ada. Oleh karena itu, seluruh pihak masih harus tetap waspada dan tidak boleh lengah dalam masa pandemi saat ini.</p>



<p>&#8220;Pandemi Covid-19 masih ada dan nyata di negara kita. Oleh sebab itu kita tetap harus ingat dan waspada, eling lan waspada, tetap tidak boleh lengah. Tidak boleh menyepelekan yang namanya Covid. Jangan sampai situasi sekarang yang kurvanya sudah lebih baik, menurun, ini menjadi naik lagi gara-gara kita lengah dan tidak waspada,&#8221; ujar Presiden.</p>



<p>Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, yang hadir mendampingi Presiden menegaskan, meski telah mendapatkan suntikan dosis vaksin, bukan berarti protokol kesehatan dapat diabaikan. Sebaliknya, protokol kesehatan tersebut tetap harus dijalankan mengingat masih ada risiko lonjakan kasus penularan yang dapat terjadi.</p>



<p>Menkes berharap, agar partisipasi para seniman dan budayawan yang menjadi tokoh panutan masyarakat dan dapat meyakinkan masyarakat terkait keamanan vaksinasi yang akan diberikan kepada setidaknya 181,5 juta penduduk.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-korupsi-pengadaan-jasa-outsourcing-kpk-tetapkan-bupati-pekalongan-sebagai-tersangka">Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-pekalongan-dua-periode-terjaring-ott-kpk">Bupati Pekalongan Dua Periode Terjaring OTT KPK</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-progres-pembangunan-knmp-lateng-banyuwangi-menteri-kkp-beri-bantuan-dan-janjikan-kapal">Tinjau Progres Pembangunan KNMP Lateng Banyuwangi, Menteri KKP Beri Bantuan dan Janjikan Kapal</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Terutama para lansia. Masih banyak lansia yang merasa takut, sungkan, enggan datang, termasuk anak-anaknya juga ragu mengajak bapak dan ibunya untuk vaksinasi. Padahal vaksinasi ini sangat penting untuk melindungi mereka karena mereka termasuk golongan yang rentan atau rawan kemungkinan fatalitas yang tinggi,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Saat ini, pemerintah masih terus berupaya untuk mendatangkan stok vaksin dari berbagai sumber, untuk mendukung kebijakan vaksinasi massal secara gratis yang telah dijalankan selama beberapa waktu belakangan.</p>



<p>&#8220;Kemarin itu datang enam juta bahan baku, itu akan jadi (setelah diolah Bio Farma) sekitar 80 persennya atau 4,8 juta dosis satu bulan kemudian di bulan Mei,&#8221; jelasnya. <strong>(hms/neg/aye/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">140458</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Presiden Tinjau Vaksinasi Bagi Seniman dan Budayawan</title>
		<link>https://memontum.com/presiden-tinjau-vaksinasi-bagi-seniman-dan-budayawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2021 14:34:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[protokol kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<category><![CDATA[Sultan Hamengku Buwono]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136584</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Presiden Joko Widodo, meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi massal di Padepokan Seni Bagong Kussudiarja yang berlokasi di Dusun Kembaran, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (10/03). Sejumlah 517 orang akan menerima vaksin Covid-19 dalam pelaksanaan vaksinasi massal yang diperuntukkan bagi para seniman dan budayawan tersebut. &#8220;Saya berkunjung ke Kabupaten Bantul, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Presiden Joko Widodo, meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi massal di Padepokan Seni Bagong Kussudiarja yang berlokasi di Dusun Kembaran, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (10/03).</p>



<p>Sejumlah 517 orang akan menerima vaksin Covid-19 dalam pelaksanaan vaksinasi massal yang diperuntukkan bagi para seniman dan budayawan tersebut.</p>



<p>&#8220;Saya berkunjung ke Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di Padepokan Seni Bagong Kussudiarja, di mana pagi hari ini dilaksanakan vaksinasi untuk 517 seniman. Semuanya tadi divaksinasi dan alhamdulillah semua berjalan dengan lancar,&#8221; ujar Presiden saat memberikan keterangan.</p>



<p>Presiden mengatakan, bahwa situasi pandemi saat ini merupakan situasi yang tidak mudah bagi para seniman dan budayawan. Namun, Kepala Negara berkeyakinan bahwa, di tengah pandemi dan pembatasan yang ada semangat mereka tidaklah luntur dan karya-karyanya tidak akan pernah sirna.</p>



<p>&#8220;Kita harus terus merawat semangat agar beliau-beliau yang bekerja di bidang seni ini terus memiliki semangat untuk berkarya. Meski dalam masa pandemi dan adanya pembatasan-pembatasan, tetapi karyanya tidak pernah berhenti. Dengan vaksinasi kita harapkan para seniman dan budayawan semuanya bisa terlindungi dari Covid-19,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Saat peninjauan, tampak sejumlah seniman atau budayawan yang tengah menjalani proses vaksinasi, antara lain Anter Asmorotejo, Paranditya Wintarni, Sumisih Yuningsih, Landung Simatupang, hingga Susilo Nugroho.</p>



<p>Butet Kartaredjasa, selaku pemilik Padepokan Seni Bagong Kussudiarja, menyambut kedatangan Presiden dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden atas vaksinasi, yang diberikan kepada para seniman dan budayawan.</p>



<p>&#8220;Terima kasih sudah dolan ke padepokan untuk bertemu kawan-kawan seniman dan budayawan yang hari ini menerima vaksin. Ini suatu peristiwa yang menurut kami sangat penting dan bersejarah,&#8221; ucap Butet.</p>



<p>&#8220;Ini sangat menyenangkan dan membanggakan karena memang kita punya komitmen bersama untuk menyelamatkan kehidupan bersama dan merelakan diri disuntik vaksin. Kita juga tetap menjalankan protokol Kesehatan. Ini kegembiraan kawan-kawan seniman, saya mewakili seniman mengucapkan terima kasih,&#8221; imbuhnya. Hadir dalam pelaksanaan vaksinasi massal tersebut di antaranya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih. <strong>(hms/neg/aye/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136584</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Minimalisir Kasus Bullying,  Pelaku Budaya Kota Malang Tawarkan Budayawan Mengajar</title>
		<link>https://memontum.com/minimalisir-kasus-bullying-pelaku-budaya-kota-malang-tawarkan-budayawan-mengajar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Feb 2020 11:22:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[Dialog Publik]]></category>
		<category><![CDATA[K3M]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/105779-minimalisir-kasus-bullying-pelaku-budaya-kota-malang-tawarkan-budayawan-mengajar</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Budayawan mengajar, salah satu rekomendasi yang disodorkan para budayawan dan seniman pada giat &#8220;Dialog Publik Amanat Pemajuan Seni dan Budaya Kota Malang&#8221; yang dihelat oleh Komite Kebudayaan Kota Malang (K3M) di gedung KNPI kota Malang (5/2/20&#8217;20 malam). &#8220;Pak Wali kami ingin merekomendasikan agar budayawan kota Malang diikutkan dalam proses belajar mengajar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Budayawan mengajar, salah satu rekomendasi yang disodorkan para budayawan dan seniman pada giat &#8220;Dialog Publik Amanat Pemajuan Seni dan Budaya Kota Malang&#8221; yang dihelat oleh Komite Kebudayaan Kota Malang (K3M) di gedung KNPI kota Malang (5/2/20&#8217;20 malam).</p>
<p>&#8220;Pak Wali kami ingin merekomendasikan agar budayawan kota Malang diikutkan dalam proses belajar mengajar atau program budayawan mengajar. Itu termotivasi dari permasalahan perundungan (bullying-red) siswa, yang menurut kami juga disebabkan oleh hilangnya nilai nilai budaya dalam pengajaran, dan melalui program ini juga akan menguatkan pendidikan karakter dari Pak Wali, &#8221; demikian diutarakan Wahyu Eko Setiawan, yang biasa dipanggil Sam Wes.</p>
<p>Sutiaji, Walikota Malang merespon positif gagasan tersebut. &#8220;Sesungguhnya ini sudah linier. Dimana sekarang fungsi bidang kebudayaan sudah melekat di dinas Pendidikan, yang kini sudah menjadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Artinya apa yang dilontarkan Sam Wahyu, sangat dimungkinkan dan segera saya minta dinas untuk merumuskan aktualisasinya,&#8221; respon Pak Aji, demikian Walikota Malang akrab disapa.</p>
<p>Hal lain yang disinggung dan dititipkan para budayawan serta direspon baik oleh Walikota Malang dalam dialog adalah pelibatan budayawan dalam menyemarakkan hut kota Malang ke 106 tahun. Serta penguatan data base pelaku budaya kota Malang oleh perangkat daerah teknis.</p>
<p>Sementara Jatmiko, ketua K3M, mengutarakan kegiatan dialog digelar sebagai bentuk keterpanggilan dan komitmen Budayawan Kota Malang untuk ikut memajukan kota Malang, sekaligus &#8220;menagih&#8221; dukungan Pemkot kepada pemajuan kebudayaan kota Malang. <strong>(*/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">105779</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
