<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>buddha &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/buddha/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Jun 2024 13:51:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>buddha &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Batik Kinnara Kinnari Banyuwangi Usung Motif Filosofi Ajaran Buddha</title>
		<link>https://memontum.com/batik-kinnara-kinnari-banyuwangi-usung-motif-filosofi-ajaran-buddha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jun 2024 11:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[ajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[kinnara]]></category>
		<category><![CDATA[kinnari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211151</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Sektor kreatif industri batik di Banyuwangi terus tumbuh dan memiliki beragam jenis dengan segala motifnya. Dengan tetap melestarikan warisan motif khas Banyuwangi, saat ini hampir setiap desa di Banyuwangi terdapat industri batik dengan ide-ide kreatif motif yang beragam. Salah satunya, Batik Kinnara Kinnari. Industri batik yang terletak di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Sektor kreatif industri batik di Banyuwangi terus tumbuh dan memiliki beragam jenis dengan segala motifnya. Dengan tetap melestarikan warisan motif khas Banyuwangi, saat ini hampir setiap desa di Banyuwangi terdapat industri batik dengan ide-ide kreatif motif yang beragam.</p>



<p>Salah satunya, Batik Kinnara Kinnari. Industri batik yang terletak di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, itu mengusung motif filosofi ajaran Buddha. Seperti corak Roda Dhamma, Daun Bodhi, Teratai dan sebagainya.</p>



<p>Batik Kinnara Kinnari ini, diproduksi oleh ibu-ibu Buddhis yang tergabung dalam kelompok Panca Vihara. &#8220;Awalnya kami mendapatkan pelatihan membatik di Vihara tempat kami melakukan Pujadharma. Dari sana, kami tercetus ingin membuat usaha batik bersama,&#8221; ujar salah satu penggagas, Indah Yuswaningtyas, saat menerangkan kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di sela kegiatan Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa), Selasa (25/06/2024) tadi.</p>



<p>Dirinya juga menceritakan, bahwa usaha batik yang dikembangkannya itu dimulai sejak tahun 2020, dengan melibatkan banyak perempuan Buddhis dari desa setempat. Sementara mengenai nama Batik Kinnara Kinnari, diambil dari nama Dewa Dewi Keharmonisan.</p>



<p>“Harapannya, ini bisa membawa berkah dan kebaikan bagi semuanya,” ujarnya.</p>



<p>Sejak berdiri, lanjutnya, mereka konsisten mengangkat corak-corak Buddhis dalam karyanya. Menurut mereka, ini adalah cara untuk terlibat dalam menghidupkan ajaran Buddha.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Berjalan tiga tahun, kelompok ini telah memproduksi sedikitnya 25 corak yang mengkombinasikan batik tradisional Banyuwangi dengan motif Buddhis. Batik produksi mereka telah merambah ke pasar nasional, melalui penjualan online. Perlembar kain batik dibanderol dengan harga Rp 135 ribu hingga Rp 150 ribu.</p>



<p>“Jika ditotal, sudah ribuan yang terjual. Vihara-vihara dari seluruh Indonesia sudah pernah memesan batik Buddhis kami,” ungkap Indah.</p>



<p>Bupati Ipuk sendiri dalam kesempatan itu sangat mengapresiasi kelompok perempuan Buddhis tersebut. Karena selain sebagai dharma, usaha Batik Buddhis menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi kaum perempuan.</p>



<p>“Ini salah satu upaya peningkatan kemandirian ekonomi. Ibu-ibu rumah tangga diberdayakan menjadi perajin batik sehingga memilki penghasilan untuk menambah pendapatan keluarganya,” kata Bupati Ipuk.&nbsp;</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk juga menyerahkan surat rekomendasi untuk memfasilitasi pengurusan hak kekayaan intelektual (HKI) produk batiknya. Hal ini, untuk memperoleh perlindungan secara hukum atas karya mereka.</p>



<p>“HKI penting agar produk yang kita buat tidak diakui oleh pihak lain. Dengan HKI, daya saing dan jangkauan pasar juga lebih meningkat,” tambahnya. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211151</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Simposium Dialog Borobudur, Umat Buddha Berharap Pemasangan Chattra di Stupa Utama Borobudur Terwujud</title>
		<link>https://memontum.com/simposium-dialog-borobudur-umat-buddha-berharap-pemasangan-chattra-di-stupa-utama-borobudur-terwujud</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Nov 2023 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[chattra]]></category>
		<category><![CDATA[dialog]]></category>
		<category><![CDATA[pemasangan]]></category>
		<category><![CDATA[Simposium]]></category>
		<category><![CDATA[terwujud]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202313</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Umat Buddha Indonesia berharap pemasangan chattra di puncak stupa utama Candi Borobudur, segera bisa diwujudkan. Harapan itu disampaikan tokoh dan umat Buddha, saat simposium Dialog Borobudur dengan mengangkat tema &#8216;Chattra dalam Sudut Pandang Teologi Buddhis &#38; Arkeologi&#8217; dalam rangkaian acara Borobudur Writers and Cultural Festival di Kampus Universitas Negeri Malang, Sabtu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Umat Buddha Indonesia berharap pemasangan chattra di puncak stupa utama Candi Borobudur, segera bisa diwujudkan. Harapan itu disampaikan tokoh dan umat Buddha, saat simposium Dialog Borobudur dengan mengangkat tema &#8216;Chattra dalam Sudut Pandang Teologi Buddhis &amp; Arkeologi&#8217; dalam rangkaian acara Borobudur Writers and Cultural Festival di Kampus Universitas Negeri Malang, Sabtu (25/11/2023) tadi.</p>



<p>Sebagai pemateri, Bhante Ditthisampanno Thera menjelaskan bahwa pemasangan chattra memperkuat aspek spiritualitas dan menjadi kesempurnaan Borobudur sebagai tempat suci peribadatan Umat Buddha. Hal itu dikarenakan, chattra bermakna payung atau pelindung yang merupakan mahkota stupa.</p>



<p>&#8220;Pemasangan chattra atau payung di puncak Stupa Candi Borobudur bagi Umat Buddha, itu memiliki makna filosofi dan spiritual, pelindung sekaligus penyempurnaan akan keagungan candi Buddha. Kami berharap, pemasangan chattra di stupa utama Candi Borobudur segera diwujudkan,&#8221; katanya.</p>



<p>Dosen di STIAB Smaratungga ini juga mendorong, agar Borobudur terus dikembangkan dari aspek kemanfaatan, yakni wisata religi. &#8220;Jadi tak sebatas untuk peningkatan nilai spiritual, pengembangan Candi Borobudur bisa dilakukan pada sisi lain pariwisata religi bagi umat Buddha seluruh dunia,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Upaya ini, diyakini tidak sulit karena pemerintah juga memiliki kebijakan yang searah yakni menjadikan Candi Borobudur sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Bahkan, Kementerian Agama juga mendukung rencana pemasangan chattra tersebut.</p>



<p>Dorongan pemasangan chattra, juga disampaikan Stanley Khu, dosen Universitas Diponegoro, Semarang. Disampaikan, chattra memiliki perspektif filosofi spiritualitas yang sangat mendalam. Dirinya menilai, Candi Borobudur sebagai sebuah mandala tak akan terpisahkan dari elemen chattra atau payung mulia tersebut.</p>



<p>Dosen antropologi ini menekankan, bahwa Buddhisme secara umum, mengatakan bahwa sebuah stupa bukanlah stupa sampai ia dinaungi chattra diatasnya. &#8220;Chattra merupakan perwujudan konkret dari nilai-nilai Buddhis. Saya meyakini jika chattra bisa dipasang di stupa utama Candi Borobudur, maka akan menjadi penguat keyakinan bagi umat Buddha,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sebelumnya, pada 21 Juli 2023, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan bahwa Chattra Borobudur akan segera dipasang. Hal itu disampaikan, dalam keterangan pers seusai Rapat Koordinasi Nasional Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Magelang, Jawa Tengah.</p>



<p>&#8220;Tadi disepakati bahwa Chattra Borobudur akan segera dipasang. Ini menjadi kabar baik bagi umat Buddha dan menjadi daya tarik bagi wisatawan dunia. Nah, kalau Chatra itu dipasang maka Borobudur ini akan menjadi semakin agung dan lengkap. Saya berharap kabar ini juga dapat menjadi kabar baik bagi umat Buddha,&#8221; jelasnya. Saat ini chattra, masih disimpan di Museum Karmawibhangga Taman Wisata Candi Borobudur. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202313</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
