<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Budidaya &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/budidaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Mar 2026 12:12:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Budidaya &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ketemu Pengurus dan Anggota KPPUK, Mas Dhito Gagas Pendirian Kawasan Budidaya</title>
		<link>https://memontum.com/ketemu-pengurus-dan-anggota-kppuk-mas-dhito-gagas-pendirian-kawasan-budidaya</link>
					<comments>https://memontum.com/ketemu-pengurus-dan-anggota-kppuk-mas-dhito-gagas-pendirian-kawasan-budidaya#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[anggota]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[ketemu]]></category>
		<category><![CDATA[kppuk,]]></category>
		<category><![CDATA[pendirian]]></category>
		<category><![CDATA[Pengurus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230792</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Sebagai salah satu sentra budi daya ayam petelur, peternak layer di Kabupaten Kediri, masih menghadapi kendala lahan pendirian kandang yang ideal untuk pengembangan usaha sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah. Menyikapi kondisi itu, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berharap di periode kedua kepemimpinannya, pihaknya dapat menyelesaikan persoalan yang masih dialami para peternak ayam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Sebagai salah satu sentra budi daya ayam petelur, peternak layer di Kabupaten Kediri, masih menghadapi kendala lahan pendirian kandang yang ideal untuk pengembangan usaha sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah. Menyikapi kondisi itu, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berharap di periode kedua kepemimpinannya, pihaknya dapat menyelesaikan persoalan yang masih dialami para peternak ayam petelur ini dalam melakukan pengembangan usaha.</p>



<p>&#8220;Kemarin dari DKPP mengajukan untuk melakukan kajian kawasan industri peternakan, ini bagus tapi mengapa tidak sekalian kawasan budi daya,&#8221; kata Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, saat bertemu dengan jajaran pengurus dan anggota Koperasi Produsen Peternak Unggas Kediri (KPPUK), Jumat (06/03/2026) tadi.</p>



<p>Dengan pendirian kawasan budi daya tersebut, menurut Mas Dhito, tidak hanya mengatasi persoalan peternak layer. Sebab, kawasan budi daya itu juga bisa mencakup budi daya sektor lain seperti perikanan air tawar maupun pertanian.</p>



<p>Di Kabupaten Kediri, populasi layer atau ayam petelur per 6 Maret 2026 ada 7.569.539 ekor dengan produksi telur 5.917.100 kg perbulan. Dari jumlah produksi itu, Kediri tiap bulannya mengalami surplus karena kebutuhan telur hanya 891.700 kg perbulan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Adapun jumlah peternak unggas besar di Kediri hingga saat ini, lanjutnya, kurang lebih ada 60 orang dan untuk pengusaha kecil atau mikro kurang lebih mencapai 2.800 orang. Dari usaha ini, anggota KPPUK dapat menyerap tenaga kerja antara 1000 hingga 1200 orang.</p>



<p>&#8220;Anggota KPPUK saat ini sebarannya pasti masih tidak tersentralisasi, ini perlu nanti dijadikan satu kawasan dan 2026 ini dibuat kajiannya,&#8221; tambah Mas Dhito.</p>



<p>Sementara itu Ketua KPPUK, Eko Sanjoyo, mengapresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan oleh Mas Dhito untuk kemajuan KPPUK. Diakuinya, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) terus melakukan pendampingan.</p>



<p>&#8220;Kami berharap KPPUK ini dapat terus bersinergi dan mendukung program-program pemerintah daerah dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kediri secara luas,&#8221; ucapnya. <strong>(pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/ketemu-pengurus-dan-anggota-kppuk-mas-dhito-gagas-pendirian-kawasan-budidaya/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230792</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Resmikan Destinasi Wisata Petik Anggur dan Edukasi Budidaya Anggur</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-resmikan-destinasi-wisata-petik-anggur-dan-edukasi-budidaya-anggur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[anggur]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228525</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kota Malang akhirnya resmi memiliki destinasi agrowisata berbasis edukasi terbaru, yakni Duta Pengangguran yang merupakan wisata petik anggur dan edukasi budidaya anggur. Bahkan, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meresmikan tempat wisata edukasi yang berada di area Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Sabtu (06/12/2025) tadi. Wali Kota Wahyu dalam momen itu menyambut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kota Malang akhirnya resmi memiliki destinasi agrowisata berbasis edukasi terbaru, yakni Duta Pengangguran yang merupakan wisata petik anggur dan edukasi budidaya anggur. Bahkan, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meresmikan tempat wisata edukasi yang berada di area Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Sabtu (06/12/2025) tadi.</p>



<p>Wali Kota Wahyu dalam momen itu menyambut baik pembukaan Duta Pengangguran yang menurutnya melengkapi destinasi wisata kota dengan konsep agrowisata dan edukasi budidaya anggur. “Ini melengkapi destinasi wisata yang ada di Kota Malang. Selain dari wisata-wisata yang ada saat ini, mulai tematik, kemudian heritage dan sekarang ada kawasan agrowisata, yaitu anggur,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Hal ini, tambahnya, selaras dengan branding Kota Malang sebagai Kota Pendidikan dan Kota Pariwisata. Wali Kota Wahyu pun berharap, tempat ini menjadi role model pembangunan wisata yang dapat mencakup beberapa fungsi sekaligus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Ini sejalan dengan Dasa Bakti Unggulan Ngalam Pinter, Ngalam Asyik, Ngalam Laris, dan Ngalam Tahes. Karena ada pengembangan wisatanya, ada edukasinya, juga menggandeng UMKM sekitar,” tambahnya.</p>



<p>Pada kesempatan sama, Direktur Duta Pengangguran, Reni Widjayati, menjelaskan bahwa tempat ini berfungsi sebagai ruang inovasi, rekreasi, pemberdayaan masyarakat, serta merupakan bentuk pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) yang efektif dan edukatif. “Kami menawarkan beragam fasilitas. Mulai dari Petik Anggur, Greenhouse Edukasi, Kelas Budidaya Singkat, dan Sentra UMKM lokal,” jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Wakil Direktur Polbangtan Malang, Hamyana, menambahkan bahwa kolaborasi ini memiliki makna positif bagi lembaga pendidikan. Pihaknya memastikan sinergi ini memberikan dampak ekonomi dan mendukung tugas pokok Polbangtan, sekaligus bermanfaat bagi masyarakat dan mewujudkan Malang Mbois dan Berkelas.</p>



<p>“Tempat ini akan menjadi klinik dan laboratorium bagi mahasiswa kami untuk belajar dan praktik,” paparnya optimis. <strong>(kom/mlg/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228525</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Santri, Dispangtan Kota Malang Salurkan Bantuan Sarpras Budidaya Ikan Air Tawar</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hari-santri-dispangtan-kota-malang-salurkan-bantuan-sarpras-budidaya-ikan-air-tawar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[salurkan]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<category><![CDATA[Sarpras]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227001</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional 2025, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, memberikan bantuan kepada dua Pondok Pesantren (Ponpes) berupa satu set Sarana dan Prasarana (Sarpras) budidaya ikan air tawar, Rabu (22/10/2025) tadi. Pemberian bantuan itu, diserahkan saat apel pelaksanaan peringatan di Balai Kota Malang. Kepala Dispngtan Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional 2025, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, memberikan bantuan kepada dua Pondok Pesantren (Ponpes) berupa satu set Sarana dan Prasarana (Sarpras) budidaya ikan air tawar, Rabu (22/10/2025) tadi. Pemberian bantuan itu, diserahkan saat apel pelaksanaan peringatan di Balai Kota Malang.</p>



<p>Kepala Dispngtan Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan bahwa bantuan tersebut diberikan sebagai upaya untuk menggerakkan kegiatan produktif di lingkungan pesantren. Selain itu, juga mengenalkan para santri pada kegiatan di luar kepesantrenan.</p>



<p>&#8220;Dua pesantren yang menerima bantuan ini sebelumnya telah mengajukan surat permohonan dan proposal. Kami tindak lanjuti dengan melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan ketersediaan lahan dan sumber air, agar bantuan tepat sasaran,” ujar Slamet.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dikatakannya, bahwa bantuan tersebut terdiri dari kolam terpal, blower, probiotik, pakan ikan sebanyak 60 kilogram, serta bibit ikan nila sebanyak 250 ekor. Sebelumnya, Dispangtan Kota Malang juga telah menyalurkan fasilitas serupa ke sejumlah pesantren, termasuk Ponpes Bahrul Maghfiroh, yang kini memiliki unit usaha perikanan produktif.</p>



<p>“Salah satu yang sudah berjalan cukup baik adalah di Ponpes Bahrul Maghfiroh. Di sana, unit perikanan dikelola oleh mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya. Mereka menjalankan budidaya sekaligus pengolahan hasil ikan,” katanya.</p>



<p>Ke depan, nantinya Dispangtan Kota Malang juga akan terus melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) secara berkelanjutan melalui penyuluh perikanan. “Kami memiliki penyuluh yang bertugas melakukan pendampingan dan Monev agar bantuan yang kami berikan berupa budidaya ikan air tawar dengan sistem kolam terpal ini dapat terus berjalan,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakan, bahwa kegiatan tersebut juga untuk mendorong ketahanan pangan di lingkungan Ponpes. Selain itu, Dispangtan Kota Malang juga memfasilitasi dibidang pertanian, melalui urban farming. &#8220;Kami memfasilitasi baik budidaya perikanan dan urban farming yang sudah berjalan di lingkungan Ponpes,&#8221; imbuh Slamet. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227001</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelar Pelatihan Budidaya Ikan Air Tawar, Pemkot Malang Harap Jadi Solusi Ekonomi dan Gizi</title>
		<link>https://memontum.com/gelar-pelatihan-budidaya-ikan-air-tawar-pemkot-malang-harap-jadi-solusi-ekonomi-dan-gizi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi]]></category>
		<category><![CDATA[tawar,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226221</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) menggelar pelatihan Budidaya Ikan Air Tawar dengan sistem Kolam Terpal, Rabu (24/09/2025) tadi. Kegiatan itu, dinilai mampu menjawab keterbatasan lahan di perkotaan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan aspirasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) menggelar pelatihan Budidaya Ikan Air Tawar dengan sistem Kolam Terpal, Rabu (24/09/2025) tadi. Kegiatan itu, dinilai mampu menjawab keterbatasan lahan di perkotaan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang muncul dalam Musrenbang tematik. Termasuk usulan dari DPRD Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Kolam terpal ini solusi untuk keterbatasan lahan. Hasilnya tidak kalah dengan kolam permanen. Dengan pengelolaan baik, target Dasa Bakti sesuai Ngalam Idrek bisa tercapai,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Menurutnya, manfaat budidaya ikan air tawar tidak hanya sebatas peningkatan ekonomi. Namun, juga bisa membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Ikan ini sumber protein yang bisa menekan angka stunting. Kalau masyarakat bisa mengelola sendiri, kebutuhan gizi tercukupi dan inflasi bisa ditekan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menambahkan bahwa tren produksi ikan di Kota Malang terus meningkat. Tahun 2023 tercatat 158,6 ribu ton, naik menjadi 160 ribu ton di tahun 2024.</p>



<p>&#8220;Baik dengan ember, kolam terpal maupun kolam tanah, semuanya berkembang cukup pesat. Targetnya tahun ini bisa lebih tinggi dari capaian 2024,&#8221; ujar Slamet.</p>



<p>Dengan dukungan anggaran pemerintah, pendampingan penyuluh, serta antusiasme masyarakat, budidaya ikan air tawar di Kota Malang diharapkan bisa jadi penopang ketahanan pangan perkotaan.</p>



<p>Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut, Pemkot Malang juga menyalurkan bantuan kepada 103 pelaku budidaya ikan air tawar. Bantuan yang diberikan meliputi pakan ikan, kolam terpal, jaring ikan dan sejumlah item perpipaan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226221</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Optimalkan Budidaya Ikan Koi, Pemkab Siapkan Gelaran Kediri Koi Show 12</title>
		<link>https://memontum.com/optimalkan-budidaya-ikan-koi-pemkab-siapkan-gelaran-kediri-koi-show-12</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 15:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225432</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri bakal menggelar kontes koi &#8216;Kediri Koi Show 12&#8217; pada akhir Agustus ini. Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melalui Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafidz, menyebut bahwa potensi ekonomis dari Ikan Koi di daerah sangat tinggi. Yaitu, mencapai di angka Rp 700 miliar setahun. Sementara, ujar Nur Hafidz, produksi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri bakal menggelar kontes koi &#8216;Kediri Koi Show 12&#8217; pada akhir Agustus ini. Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melalui Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafidz, menyebut bahwa potensi ekonomis dari Ikan Koi di daerah sangat tinggi. Yaitu, mencapai di angka Rp 700 miliar setahun.</p>



<p>Sementara, ujar Nur Hafidz, produksi Ikan Koi di Kabupaten Kediri, cukup besar. “Produksi Ikan Koi di Kabupaten Kediri saat ini sekitar 95 juta ekor pertahun, dengan nilai ekonomis sekitar Rp 700 miliar,” terangnya, Senin (25/08/2025) tadi.</p>



<p>Dengan potensi tersebut, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Kediri terus mendorong agar pembudidaya Koi di Bumi Panjalu untuk terus meningkatkan kualitas koi. Sehingga, diharapkan bisa meningkatkan nilai jual dan pasar ikan hias tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk memperluas pasar Ikan Koi, lanjut Nur Hafidz, Kediri Koi Show rutin digelar dari tahun ke tahun. Dimana tahun ini, akan diikuti oleh penghobi koi dari berbagai daerah di Indonesia. Seperti Surabaya, Jakarta, Palembang, hingga Bali dan Lombok.</p>



<p>Pihaknya juga berharap, dengan event ini bisa meningkatkan minat masyarakat terhadap ikan hias termasuk pula mendorong daya saing koi lokal Kabupaten Kediri. “Harapannya dengan event ini, itu bisa meningkatan daya saing ikan koi lokal untuk pasar domestik dan ekspor,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, Koi Show 12 ini sekaligus sebagai peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Sedangkan pelaksanaanya, akan digelar selama dua hari, yaitu 30 dan 31 Agustus 2025. Adapun dalam kontes tersebut akan, merebutkan piala bergilir Bupati Kediri dan juara akan mendapatkan uang pembinaan jutaan rupiah. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225432</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buka Festival Anggrek Jember 2025, Ketua TP PKK Ning Ghyta Harap Bangkitnya Budidaya Anggrek Jember</title>
		<link>https://memontum.com/buka-festival-anggrek-jember-2025-ketua-tp-pkk-ning-ghyta-harap-bangkitnya-budidaya-anggrek-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Anggrek]]></category>
		<category><![CDATA[bangkitnya]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225393</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, membuka gelaran Festival Anggrek Jember (FAJ) ke-3 dengan tema &#8216;Anggrek Pesona Loka 2025&#8217; di Gedung Serba Guna Kaliwates, Senin (25/08/2025) tadi. Melalui festival itu, diharapkan mampu membangkitkan kembali budidaya anggrek dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Sekedar diketahui, Kabupaten Jember sejak beberapa tahun terakhir, rutin menggelar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, membuka gelaran Festival Anggrek Jember (FAJ) ke-3 dengan tema &#8216;Anggrek Pesona Loka 2025&#8217; di Gedung Serba Guna Kaliwates, Senin (25/08/2025) tadi. Melalui festival itu, diharapkan mampu membangkitkan kembali budidaya anggrek dan meningkatkan perekonomian masyarakat.</p>



<p>Sekedar diketahui, Kabupaten Jember sejak beberapa tahun terakhir, rutin menggelar festival anggrek guna menggeliatkan budidaya anggrek. Karenanya, tema Anggrek Pesona Loka 2025 dipilih, untuk menegaskan bahwa anggrek merupakan keindahan lokal Kabupaten Jember yang pesonanya telah dikenal hingga ke berbagai daerah di Nusantara.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Jember sendiri, dalam gelaran ini memberikan dukungan penuh dan berharap FAJ dapat menjadi agenda tahunan yang konsisten. Sekaligus, bisa sebagai upaya membangkitkan gairah dunia peranggrekan di Jember.</p>



<p>“Festival Anggrek ini jangan hanya menjadi kegiatan biasa. Namun, bagaimana caranya kita, khususnya generasi muda, bisa berkontribusi lebih besar lagi dalam mengembangkan potensi anggrek,” kata Ketua TP PKK Jember.</p>



<p>Ditambahkan Ning Ghyta, dalam pelaksanaan tahun ini, FAJ diikuti oleh 34 peserta yang berasal dari berbagai daerah. Meliputi Jember, Pasuruan, Lumajang, Banyuwangi, Surabaya, Probolinggo, Sumbawa, Jawa Tengah, Malang, Blitar, Mojokerto dan Nganjuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tingginya animo peserta, lanjutnya, menegaskan bahwa secara skala nasional, festival tersebut memperkuat posisi Jember sebagai pusat kegiatan peranggrekan di Indonesia. Selain pameran anggrek, FAJ juga menghadirkan talkshow inspiratif dengan menghadirkan empat nara sumber. Diantaranya, Ning Ghyta yang hadir mewakili Bupati Jember, Muhammad Fawaid. Selanjutnya, Ketua PAI DPD Jawa Timur, Gus Yasin, Ketua DPC Malang Raya, Dedek Setia dan Ketua Departemen Agribisnis DPD PAI, Novianto.</p>



<p>Talkshow sendiri, mengangkat tema &#8216;Inovasi Budaya dan Bisnis Anggrek sebagai Potensi Penggerak Ekonomi Daerah&#8217;. Dalam kesempatan itu, Ning Ghyta menyampaikan harapannya agar Festival Anggrek Jember terus berkembang dari tahun ke tahun, dengan kualitas yang lebih baik serta jangkauan yang lebih luas.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, bahwa Jember telah memiliki laboratorium anggrek yang berpotensi besar untuk dikembangkan. “Hasil penelitian dari laboratorium ini nantinya bisa melahirkan produk turunan yang bernilai dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.</p>



<p>Dengan adanya FAJ, diharapkan anggrek tidak hanya menjadi simbol keindahan Jember, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal yang berdaya saing nasional. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225393</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kampung Lobster Bangsring Banyuwangi, dari Budidaya, Kuliner hingga Tembus Pasar Ekspor</title>
		<link>https://memontum.com/kampung-lobster-bangsring-banyuwangi-dari-budidaya-kuliner-hingga-tembus-pasar-ekspor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[bangsring]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lobster]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221243</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kabupaten Banyuwangi banyak dikenal dengan potensi perikanannya. Salah satunya adalah seperti di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, yang terdapat pusat budidaya lobster laut yang hasilnya sudah di ekspor ke Taiwan dan Tiongkok. Bahkan, di kawasan itu juga dibuka sentra kuliner lobster. Kampung Lobster namanya. Kampung Lobster ini, dikenal sebagai tempat budidaya lobster sekaligus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kabupaten Banyuwangi banyak dikenal dengan potensi perikanannya. Salah satunya adalah seperti di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, yang terdapat pusat budidaya lobster laut yang hasilnya sudah di ekspor ke Taiwan dan Tiongkok. Bahkan, di kawasan itu juga dibuka sentra kuliner lobster.</p>



<p>Kampung Lobster namanya. Kampung Lobster ini, dikenal sebagai tempat budidaya lobster sekaligus sentral kuliner lobster yang berada dalam satu tempat yakni di pesisir Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.</p>



<p>Di lokasi itu, pengunjung dapat menikmati produk kuliner seafood lobster, yang sangat segar karena diambil langsung dari keramba budidaya di perairan laut persis di depan resto Kampung Lobster. Keberadaannya yang berdiri sejak 2020, juga menawarkan wisata selam melihat ekosistem budidaya lobster di bawah laut dan wisata kuliner aneka olahan seafood, lobster dan ikan.</p>



<p>Manager Kampung Lobster, Suwardi, mengatakan bahwa pihaknya telah mengembangkan sekitar 300 keramba, masing-masing keramba berisi 50 hingga 100 benih lobster. “Budidaya Lobster ini kita mulai dari tahap awal yaitu berupa bibit. Kita membesarkannya di dasar laut dengan kedalaman 15 sampai 20 meter,&#8221; kata Suwardi, saat dikunjungi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Rabu (16/04/2025) tadi.</p>



<p>Selanjutnya, Lobster diberi pakan khusus berupa kerang yang masih hidup untuk menjaga kualitas lobster yang dihasilkan. &#8220;Kita memberikan kerang itu harus segar. Tidak boleh mati, karena akan memicu bakteri-bakteri yang tidak baik untuk lobster. Makanannya kerang, karena proteinnya tinggi dan bagus untuk perkembangan lobster,&#8221; jelas Suwardi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, para penyelam akan memberi pakan ke lobster sekali sehari. “Salah satu alasan kami memilih Bangsring, karena ekosistem penyelam di sini sudah tersedia,” tambahnya.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Lobster siap diambil dari laut, ujarnya, ketika beratnya sudah mencapai standar sekitar 165 gram. Lobster dari Desa Bangsring ini, di ekspor ke Tiongkok dan Taiwan. Lobster yang dibudidaya adalah lobster pasir dan dan lobster mutiara. Keduanya punya profil rasa yang serupa.</p>



<p>“Kami kirim ekspor rata-rata perbulan sekitar 100 hingga 200 kg,” katanya.</p>



<p>Di Kampung Lobster, ditawarkan olahan lobster sedap dengan resep yang istimewa. Bagi penikmat citarasa asli olahan laut, mereka juga menyediakan lobster rebus. “Kami juga ada menu ikan laut, kepiting, kerang juga cumi. Tidak hanya lobster,” imbuhnya.&nbsp;</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam kesempatan itu mengaku sangat mengapresiasi keberadaan budidaya lobster ini. Menurutnya, ini adalah bentuk hilirisasi. Dari budidaya lobster di keramba-keramba bawah laut hingga bisa dinikmati menjadi produk kuliner. Sekaligus, ada unsur pemberdayaan warga setempat.</p>



<p>“Apalagi Kampung Lobster ini melibatkan puluhan warga lokal Bangsring, yang menjadi karyawannya. Saya sangat senang, karena berdampak positif pada warga lokal. Sehingga, tolong jaga kebersihan lingkungan sekitar sini, karena laut yang terjaga menjadi habitat yang baik bagi para penghuni laut,” kata Bupati Ipuk. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221243</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kiprah Pengusaha Muda Situbondo di Bisnis Perikanan Dunia dan Usaha Makmurkan Budidaya Lobster Indonesia</title>
		<link>https://memontum.com/kiprah-pengusaha-muda-situbondo-di-bisnis-perikanan-dunia-dan-usaha-makmurkan-budidaya-lobster-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Feb 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kiprah]]></category>
		<category><![CDATA[lobster]]></category>
		<category><![CDATA[makmurkan]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218894</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Sepanjang tahun 2024, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau akrab disapa Kanjeng Pangeran Krendo Panulahar atau Kanjeng Pangeran Edo Yudha Negara, terus berusaha mengembang kiprah dalam menaklukan bisnis perikanan dunia melalui Ekspedisi Barong Nusantara (E-Bara). Termasuk, terus memberikan perhatian serius terhadap kebijakan yang dilakukan Menteri KKP RI. E-Bara sendiri merupakan sebuah upaya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Sepanjang tahun 2024, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau akrab disapa Kanjeng Pangeran Krendo Panulahar atau Kanjeng Pangeran Edo Yudha Negara, terus berusaha mengembang kiprah dalam menaklukan bisnis perikanan dunia melalui Ekspedisi Barong Nusantara (E-Bara). Termasuk, terus memberikan perhatian serius terhadap kebijakan yang dilakukan Menteri KKP RI.</p>



<p>E-Bara sendiri merupakan sebuah upaya dari para Muda Nusantara, yang merasa bahwa kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI), justru menyuburkan ekspor Baby Lobster ke Vietnam tanpa memakmurkan Budidaya Lobster di Indonesia. “Oleh karena itu, Menteri KKP RI layak direshuffle dari kabinet,” kata HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Sabtu (01/02/2025) tadi.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan pengusaha muda asal Kabupaten Situbondo, karenanya E-Bara melangkah untuk mengembalikan kehormatan bagi yang berhak. “Indonesia pemilik Baby Lobster. Sedangkan Vietnam menjadi jawara pengekspor Lobster dunia yang Bibit Lobsternya didatangkan dari Indonesia. Hal inilah yang salah satunya menjadi perhatian,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Berbekal patriotisme dan nasionalisme, tambahnya, karenanya E-Bara dimunculkan untuk mendukung budidaya lokal Indonesia. Dalam perjalanannya, E-Bara melahirkan dua induk perusahaan, yakni Bandar Laut Dunia Grup (Balad Grup) dan Raja Samudera Dunia Grup (Rasada Grup). Selanjutnya Balad Grup dan Rasada Grup melahirkan 58 anak perusahaan yang bergerak di budidaya Lobster.</p>



<p>“Ketika proses budidaya Lobster berlangsung, kami membuka jaringan usaha perikanan budidaya ke tiga negara, yaitu China, Hongkong dan Singapura. Selanjutnya, penambahan jaringan tiga negara ini menambah spektrum usaha tidak lagi berkutat di Lobster, melainkan bertambah dan merambah pada empat usaha lain,&#8221; jelas Haji Lilur, panggilan akrab HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy.</p>



<p>Ke depan, kata Haji Lilur, kolaborasi Glora Grup dan Balad Grup akan melahirkan ribuan perusahaan budidaya. &#8220;Di sepanjang Tahun 2025 ini, saya akan fokus ke E-Bara karena akan berganti nama menjadi E-Perbaya Nusantara (Ekspedisi Perikanan Budidaya Nusantara),” jelasnya.</p>



<p>Selanjutnya, Haji Lilur mengatakan, E-Perbaya Nusantara, Ekspedisi Jawa Dwipa (E-Japa) dan Ekspedisi Beli Usaha Energi (E-Bagi) akan terus bergerak melakukan bisnis-bisnis legal lain dari wilayah sisi paling utara Vietnam hingga perbatasan dengan China. “Dari Kamar 1550 Li Lai International Hotel District Mong Cai Provinsi Quang Ninh Vietnam, saya meyakini bahwa saya mampu membawa Indonesia mengalahkan Vietnam bahkan China di dunia usaha perikanan budidaya,” paparnya. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218894</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pinjamkan Indukan Koi Berkualitas, Pj Bupati Pasuruan Bagikan Ilmu Budidaya Ikan Koi di UPT PBAT</title>
		<link>https://memontum.com/pinjamkan-indukan-koi-berkualitas-pj-bupati-pasuruan-bagikan-ilmu-budidaya-ikan-koi-di-upt-pbat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jan 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bagikan]]></category>
		<category><![CDATA[berkualitas]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[indukan]]></category>
		<category><![CDATA[pinjamkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218505</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, tidak hanya pandai dalam urusan pemerintahan, namun hal-hal teknis di luar pemerintahan, pun banyak yang dikuasainya. Salah satunya, adalah dalam bidang perikanan. Kepala daerah yang juga menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, ini terlihat membagikan ilmunya kepada para pegawai di UPT Perikanan Budidaya Air Tawar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, tidak hanya pandai dalam urusan pemerintahan, namun hal-hal teknis di luar pemerintahan, pun banyak yang dikuasainya. Salah satunya, adalah dalam bidang perikanan.</p>



<p>Kepala daerah yang juga menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, ini terlihat membagikan ilmunya kepada para pegawai di UPT Perikanan Budidaya Air Tawar (PBAT) Kabupaten Pasuruan, Minggu (19/01/2025) tadi. Salah satu Ilmu yang dibagikannya, mulai dari pemilihan bibit Ikan Koi hingga budidaya yang baik dan benar. Sebab, membudidayakan Ikan Koi tidak sama halnya dengan pemeliharaan ikan hias lainnya.</p>



<p>&#8220;Gampang-gampang susah, mulai dari PH air, pemberian pakan sampai hal teknis lainnya harus diperhatikan betul agar ikan koi bisa terus berkembang dengan baik,&#8221; katanya.</p>



<p>Tidak hanya sharing seputar pengalamannya dalam hal budidaya Ikan Koi, Pj Bupati Nurkholis juga meminjamkan puluhan indukan koi jenis Kohaku, Sanshoku dan Shusui, untuk bisa dipijahkan hingga menghasilkan benih Ikan Koi berkualitas tinggi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya bawa sekitar 12 indukan pejantan dan 3 hingga 5 indukan betina Koi. Ada jenis Kohaku, Sanshoku dan Shusui. Saya pinjamkan sampai keluar benih koi yang unggul, karena memang koi yang saya bawa yang bagus-bagus,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pj Bupati Nurkholis menegaskan, bahwa apa yang dirinya berikan kepada seluruh petugas, semata-mata agar mereka memiliki kemampuan yang mumpuni dalam hal budidaya ikan hias, khususnya koi. Jika berhasil, bukan tidak mungkin lagi akan berdampak pada semakin berkembangnya pangsa pasar di luar daerah, sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun bisa meningkat. &#8220;Karena ikan ini punya nilai ekonomis tinggi. Kalau berhasil dan banyak pesanan, sudah pasti akan bisa menambah keuntungan atau pendapatan bagi daerah,&#8221; terangnya.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati Nurkholis juga menyerahkan 13 ekor ikan dewa untuk bisa dipijah di UPT yang popular dengan istilah Balai Benih Ikan (BBI) Kabupaten Pasuruan. Dirinya berharap, ikan-ikan tersebut bisa tumbuh dengan baik.</p>



<p>&#8220;Syukur-syukur terus berkembang biak, karena ikan ini mahal. Banyak restoran yang mencari ikan ini untuk dimasak jadi menu andalan. Semoga berhasil dibudidayakan di sini,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218505</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
