<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bullying &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bullying/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Nov 2025 07:55:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bullying &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Komisi D DPRD Kota Malang Desak Pemkot Perkuat Upaya Cegah Bullying</title>
		<link>https://memontum.com/komisi-d-dprd-kota-malang-desak-pemkot-perkuat-upaya-cegah-bullying</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227846</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kasus bullying yang terjadi di Kecamatan Sukun, Kota Malang, mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Malang. Anggota Komisi D, Ginanjar Yoni Wardoyo, menilai bahwa dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang harus lebih bekerja keras (effort) dan menghadirkan strategi yang lebih kreatif untuk meminimalisir terjadinya kasus serupa. Pria yang akrab disapa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kasus bullying yang terjadi di Kecamatan Sukun, Kota Malang, mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Malang. Anggota Komisi D, Ginanjar Yoni Wardoyo, menilai bahwa dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang harus lebih bekerja keras (effort) dan menghadirkan strategi yang lebih kreatif untuk meminimalisir terjadinya kasus serupa.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Ginanjar, itu menegaskan bahwa sebagai Kota Pendidikan sekaligus kota yang berkomitmen menjadi Kota Layak Anak, seharusnya kasus perundungan maupun pelecehan seksual tidak lagi berulang terjadi. “Malang ini Kota Pendidikan dan seharusnya juga kota ramah anak. Jadi tidak boleh sebenarnya ada kejadian-kejadian seperti itu berulang. Baik pelecehan seksual, perundungan dan sebagainya,” ujar Ginanjar, Rabu (19/11/2025) tadi.</p>



<p>Menurutnya, seluruh dinas terkait harus memiliki formula yang jelas dan efektif untuk mewujudkan Kota Malang yang benar-benar ramah anak. Namun, upaya tersebut menurutnya juga tidak boleh berhenti pada lingkup pendidikan saja.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Semua masyarakat harus melindungi. Anak-anak ini bagian dari masyarakat. Kita harus mendidik mereka agar lingkungan menjadi pelopor dan pelapor. Keberanian anak menjadi pelopor anti perundungan dan melaporkan jika ada sesuatu itu penting, termasuk keberanian masyarakat,” jelasnya.</p>



<p>Dalam hal ini, Ginanjar juga menilai bahwa Pemkot Malang perlu memperluas jangkauan edukasi tentang anti-bullying. Menurutnya, itu tidak hanya menyasar pada pembuat kebijakan atau institusi pendidikan.</p>



<p>“Harus ada edukasi kepada sesama masyarakat. Jangan sampai edukasi berhenti pada level pengambil keputusan saja. Kampanye anti perundungan harus semua elemen bergerak, seperti halnya kampanye KB atau wajib belajar,” tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut Ginanjar juga menekankan, pentingnya formula yang kreatif, cerdas dan tepat sasaran, khususnya dari Dinsos P3AP2KB sebagai leading sector dalam perlindungan anak. &#8220;Kalau seperti ini, harus dipikirkan cara yang kreatif dan cerdas. Dinsos P3AP2KB harus punya formulanya,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227846</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polresta Malang Kota Selidiki Dugaan Bullying terhadap Anak di Kecamatan Sukun</title>
		<link>https://memontum.com/polresta-malang-kota-selidiki-dugaan-bullying-terhadap-anak-di-kecamatan-sukun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2025 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[polresta]]></category>
		<category><![CDATA[selidiki]]></category>
		<category><![CDATA[terhadap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227694</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Polresta Malang Kota tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan kasus bullying terhadap korban FK, yang terjadi di wilayah Kecamatan Sukun, Kota Malang. Hal itu dikatakan oleh Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Rusdiyanto, Kamis (13/11/2025) tadi. Pria yang akrab disapa Yudi, itu membenarkan bahwa laporan tersebut telah diterima dan kini tengah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Polresta Malang Kota tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan kasus bullying terhadap korban FK, yang terjadi di wilayah Kecamatan Sukun, Kota Malang. Hal itu dikatakan oleh Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Rusdiyanto, Kamis (13/11/2025) tadi.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Yudi, itu membenarkan bahwa laporan tersebut telah diterima dan kini tengah ditangani oleh Satreskrim Polresta Malang Kota bersama Polsek Sukun. “Kami Polresta Malang Kota telah menerima laporan adanya dugaan kekerasan terhadap anak. Selanjutnya kami laporkan kepada Bapak Kapolresta Malang Kota. Bapak Kapolres memerintahkan kami untuk melakukan penelusuran dan penyelidikan terkait dengan dugaan tersebut,” jelas Ipda Yudi.</p>



<p>Menurutnya, proses penelusuran di lapangan telah dilakukan sejak Rabu (12/11/2025) kemarin. Tim gabungan Satreskrim Polresta Malang Kota dan Unit Reskrim Polsek Sukun mendatangi lokasi kejadian sekaligus mengidentifikasi korban.</p>



<p>“Syukur Alhamdulillah, kemarin sore sekitar pukul 17.00, korban telah melaporkan kejadian tersebut dan langsung melaksanakan visum. Selanjutnya, kasus ini akan kami tindaklanjuti proses hukumnya secepatnya, mengingat ini berkaitan dengan kekerasan terhadap anak,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Korban bullying tersebut kelahiran tahun 2012 dan masih berstatus pelajar. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung. Tentunya masih dilakukan pendalaman oleh Polresta Malang Kota.</p>



<p>&#8220;Tentu harus berhati-hati karena korban mengalami trauma. Termasuk soal hubungan antara korban dan pelaku, apakah teman sekolah atau teman lainnya, itu juga masih kami dalami,” tuturnya.</p>



<p>Selain menerima laporan, pihak kepolisian juga memberikan pendampingan psikologis terhadap korban. “Kami mengajak korban melaporkan kejadian tersebut dan secara otomatis kami juga memberikan pelayanan psikologi melalui tim trauma healing Polresta Malang Kota. Kami akan mendampingi korban sampai perkara ini tuntas,” ujarnya.</p>



<p>Terkait kondisi korban, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dari pihak medis. “Korban juga seorang perempuan dan kami belum bisa menjelaskan luka-luka apa saja sampai hasil visum keluar,” lanjutnya.</p>



<p>Hingga kini, penyidik masih menelusuri dugaan pelaku yang disebut-sebut masih sebaya dengan korban. “Nanti kita lihat hasil penyelidikannya. Karena ini menyangkut anak di bawah umur, penanganannya tentu dilakukan secara hati-hati sesuai prosedur perlindungan anak,” imbuh Yudi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227694</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinsos P3AP2KB Kota Malang Pastikan Turut Beri Pendampingan Korban Bullying di Kecamatan Sukun</title>
		<link>https://memontum.com/dinsos-p3ap2kb-kota-malang-pastikan-turut-beri-pendampingan-korban-bullying-di-kecamatan-sukun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[Dinsos]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[P3AP2KB]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendampingan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227688</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, memastikan turut melakukan pendampingan terhadap korban kasus bullying anak yang terjadi di wilayah Kecamatan Sukun. Hal itu dikatakan Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, Kamis (13/11/2025) tadi. Menurut Donny, kasus bullying tersebut saat ini sedang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, memastikan turut melakukan pendampingan terhadap korban kasus bullying anak yang terjadi di wilayah Kecamatan Sukun. Hal itu dikatakan Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, Kamis (13/11/2025) tadi.</p>



<p>Menurut Donny, kasus bullying tersebut saat ini sedang ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Malang Kota. Meski, belum mendapat update terbaru, namun apabila diminta bantuan pihaknya akan ikut menangani.</p>



<p>&#8220;Belum dapat updatenya. Kalau diminta bantuan, kita ikut menangani. Resminya bagaimana itu masih belum tahu secara mendalam. Tapi sudah koordinasi dengan PPA Polresta Malang Kota,&#8221; ujar Donny.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa Dinsos P3AP2KB Kota Malang akan memprioritaskan pendampingan terhadap korban. Termasuk dukungan psikolog apabila itu dibutuhkan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Secara rutin, tim kami akan mendatangi korban,” tambahnya.</p>



<p>Untuk pelaku, Dinsos P3AP2KB Kota Malang juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), serta PPA Polresta agar kejadian serupa tidak terulang.</p>



<p>“Kalau pelakunya, kami koordinasi dengan sekolah dan pihak terkait supaya ada langkah pembinaan. Kami cenderung fokus dulu ke pemulihan korban,” tegas Donny.</p>



<p>Sementara itu, Kepala UPT PPA Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Fulan Diana Kusumawati, menyampaikan bahwa tim saat ini sedang melakukan asesmen terhadap korban.</p>



<p>&#8220;Kami sedang melakukan penjangkauan ke korban. Saat ini ada empat anak yang menjadi korban, termasuk kasus di Sukun. Anak masih sekolah, jadi kami menyesuaikan waktu pendampingannya,” imbuh Fulan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227688</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Bullying di Kalangan Pelajar, Satpol PP Lumajang Luncurkan Program Ayo Main ke Sekolah</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-bullying-di-kalangan-pelajar-satpol-pp-lumajang-luncurkan-program-ayo-main-ke-sekolah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Oct 2024 14:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[kalangan]]></category>
		<category><![CDATA[luncurkan]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[satpol]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215745</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lumajang meluncurkan program inovatif bertajuk &#8216;Satpol PP Ayo Main ke Sekolah&#8217;. Melalui program ini, diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya kenakalan remaja dan bullying. “Program ini bertujuan untuk mendekatkan Satpol PP kepada pelajar serta memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga diri dan lingkungan,” kata Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lumajang meluncurkan program inovatif bertajuk &#8216;Satpol PP Ayo Main ke Sekolah&#8217;. Melalui program ini, diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya kenakalan remaja dan bullying.</p>



<p>“Program ini bertujuan untuk mendekatkan Satpol PP kepada pelajar serta memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga diri dan lingkungan,” kata Kepala Seksi Penyuluhan Masyarakat Satpol PP Lumajang, Sukardi, Selasa (22/10/2024) tadi.</p>



<p>Sukardi menambahkan, bahwa inisiatif tersebut dilatar belakangi oleh meningkatnya kasus kenakalan remaja di kalangan siswa. “Dengan program ini, kami ingin mengedukasi siswa tentang dampak negatif dari perilaku menyimpang dan bullying, serta cara untuk mencegahnya,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam program tersebut, Tim Satpol PP akan mengunjungi berbagai sekolah di Kabupaten Lumajang, untuk mengadakan sosialisasi dan diskusi interaktif. Melalui pendekatan yang humanis, diharapkan dapat menciptakan suasana yang nyaman bagi siswa untuk berbagi pengalaman dan bertanya tentang isu-isu yang mereka hadapi di sekolah.</p>



<p>“Kami ingin para siswa tidak hanya memahami bahaya kenakalan remaja, tetapi juga memiliki keberanian untuk melapor jika mereka atau teman-teman mereka menjadi korban bullying,” terangnya.</p>



<p>Dengan peluncuran Program Satpol PP Ayo Main ke Sekolah, lanjutnya, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran di kalangan pelajar. &#8220;Menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, sehingga mereka dapat belajar dengan tenang dan fokus pada masa depan,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215745</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sosialisasikan Gerakan Stop Kekerasan pada Anak, Bupati Jember Ajak Pelajar Jauhi Bullying hingga Judol</title>
		<link>https://memontum.com/sosialisasikan-gerakan-stop-kekerasan-pada-anak-bupati-jember-ajak-pelajar-jauhi-bullying-hingga-judol</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Sep 2024 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214423</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, sosialisasikan Gerakan Stop Kekerasan pada Anak. Hal ini terlihat, saat orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Jember, ini mengunjungi SMK 1 Pancasila dan SMA Negeri Ambulu, Kamis (19/09/2024) tadi. Dalam sosialisasi itu, Bupati Hendy mengajak para pelajar untuk tidak melakukan bullying kepada sesama teman pelajar. Termasuk, juga memberikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, sosialisasikan Gerakan Stop Kekerasan pada Anak. Hal ini terlihat, saat orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Jember, ini mengunjungi SMK 1 Pancasila dan SMA Negeri Ambulu, Kamis (19/09/2024) tadi.</p>



<p>Dalam sosialisasi itu, Bupati Hendy mengajak para pelajar untuk tidak melakukan bullying kepada sesama teman pelajar. Termasuk, juga memberikan pemahaman dampak pembulyan.</p>



<p>Selain itu, Bupati Hendy meminta para pelajar untuk fokus dalam meningkatkan pengetahuan, serta kemampuan diri sesuai bakat dan minat. &#8220;Dan jangan mau menikah dini. Usia anda ini usia belajar, nanti kalau sudah di atas 25 tahun, sudah punya karir yang mapan, baru boleh menikah,&#8221; kata Bupati Hendy.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, nikah dini dapat berisiko pada rapuhnya mental saat berumah tangga, sehingga potensi bercerai tinggi. Di samping itu, nikah dini itu secara biologis pihak perempuan belum siap untuk hamil. Sehingga, berisiko tinggi pada kematian ibu atau kematian bayi saat proses hamil hingga melahirkan.</p>



<p>Selain itu, Bupati Hendy mengingatkan akan bahaya judi online. “Seseorang yang telah berjudi, itu dihinggapi rasa candu dan penasaran, kalah masih penasaran. Terlebih judi yang dijalankan secara online, dampaknya banyak. Mulai dari masa depan yang berantakan, rumah tangga hancur, ekonomi hancur, banyak hutang, hingga berakhir bunuh diri karena sudah putus asa,” ujar Bupati Hendy.</p>



<p>Oleh karena itu, Bupati Hendy juga meminta peran orangtua untuk aktif mengawasi putra-putrinya supaya tetap dalam jalur yang benar. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214423</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Bullying, Pj Wali Kota Malang Tekankan Beberapa Hal untuk Guru dan Dinas</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-bullying-pj-wali-kota-malang-tekankan-beberapa-hal-untuk-guru-dan-dinas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jan 2024 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[beberapa]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204212</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka mengantisipasi terjadinya persoalan bullying di lingkungan sekolah yang ada di Kota Malang, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menekankan beberapa hal. Diantaranya, mulai dari memberikan pemahaman, pencegahan hingga dukungan psikologis. Pria yang menduduki kursi N1 di Kota Malang, itu menyampaikan jika memberikan pemahaman kepada para guru dan siswa menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka mengantisipasi terjadinya persoalan bullying di lingkungan sekolah yang ada di Kota Malang, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menekankan beberapa hal. Diantaranya, mulai dari memberikan pemahaman, pencegahan hingga dukungan psikologis.</p>



<p>Pria yang menduduki kursi N1 di Kota Malang, itu menyampaikan jika memberikan pemahaman kepada para guru dan siswa menjadi hal yang utama. Terlebih, juga berkaitan dengan penggunaan media sosial.</p>



<p>“Karena bullying itukan salah satu dampak dari media sosial. Nah, itu yang akan kita awasi dan akan saya minta kepada para guru untuk mengetahui dahulu dari mana penyebab bullying. Karena bullying, itukan punya penyebab dan akibat. Nah, itu yang akan kita awasi,” kata Pj Wali Kota Wahyu Hidayat, Senin (08/01/2024) tadi.</p>



<p>Dalam hal ini, pihaknya juga meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang, untuk gencar memberikan pemahaman terkait sebab dan akibat bullying. Sehingga, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menghindari perilaku tersebut.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>“Saat saya memberikan pengarahan kepada guru-guru semua, itu juga salah satunya untuk mengantisipasi bullying. Karena bullying inikan penyebabnya banyak, akhirnya ada perubahan pada kejiwaan individu atau siswa itu,” tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Pj Wali Kota Wahyu juga menyampaikan jika dalam menyikapi persoalan bullying, Pemkot Malang telah memiliki terobosan untuk menjalin kerja sama dengan psikiater. Tentunya, dengan melibatkan konsultasi dan tindakan preventif guna mencegah kasus bullying yang dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan mental individu atau siswa.</p>



<p>“Termasuk juga dengan pelayanan psikologisnya, untuk terus berupaya menyehatkan mental. Tentu langkah ini bertujuan untuk menanggulangi masalah seperti depresi dan tekanan mental yang mungkin dialami oleh korban bullying,” imbuhnya.<strong> (pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204212</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disparta Kota Batu Gelar Diskusi Anti Bullying Anak dengan Libatkan Semua Pihak</title>
		<link>https://memontum.com/disparta-kota-batu-gelar-diskusi-anti-bullying-anak-dengan-libatkan-semua-pihak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Dec 2023 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Disparta]]></category>
		<category><![CDATA[libatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203619</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Minimalisir aksi bullying di Kota Batu, Dinas Pariwisata Kota Batu menggelar diskusi bertajuk &#8221;Bullying: Mengapa Harus Terjadi?&#8221; di Gedung HAM Kota Batu, Kamis (21/12/2023) tadi. Gelaran ini dilakukan, karena kasus perundungan atau bullying pada anak-anak masih kerap terjadi. Bahkan, setidaknya sudah ada 10 kasus bullying yang terjadi di Kota Batu selama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Minimalisir aksi bullying di Kota Batu, Dinas Pariwisata Kota Batu menggelar diskusi bertajuk &#8221;Bullying: Mengapa Harus Terjadi?&#8221; di Gedung HAM Kota Batu, Kamis (21/12/2023) tadi. Gelaran ini dilakukan, karena kasus perundungan atau bullying pada anak-anak masih kerap terjadi.</p>



<p>Bahkan, setidaknya sudah ada 10 kasus bullying yang terjadi di Kota Batu selama 2023. Sementara untuk mencairkan pelaksanaan diskusi, jug dihadirkan dua nara sumber yaitu Sayekti (Psikolog) dan Naily Iriani (Advokat). Sementara diskusi itu juga dihadiri Telewicara oleh KPAI Hakim Adhoc dan testimoni pelaku, korban dan keluarga perundungan.</p>



<p>Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq, mengatakan bila maraknya kasus bullying harus ditekan dengan memperluas wawasan pendidikan Hak Asasi Manusia (HAM) oleh semua pihak. Karena untuk di Kota Batu sendiri, sedikitnya masih ada dan terjadi hingga 10 kasus bullying di 2023 ini.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Korban bullying ini tentunya sangat kasihan. Ada yang bahkan sampai trauma dan tidak berani cerita ke siapa-siapa. Maka dari itu, dari diskusi ini akan dibahas apa dan bagaimana yang harus dilakukan orang tua untuk menekan kasus bullying ini,&#8221; terangnya.</p>



<p>Ditambahkannya, dalam diskusi ini juga melibatkan anak-anak pelajar SMA termasuk orang tua. Harapannya, mereka bisa aware dengan masalah bullying dan ikut melakukan penguatan dan pencegahan kasus bullying di lingkungan masing-masing</p>



<p>&#8220;Maka dari itu, kita juga mengenalkan pendidikan HAM ini kepada anak-anak. Sekaligus juga untuk mengenalkan Museum HAM ini ada juga di Kota Batu,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Bahkan, Arif menambahkan, bahwa dalam diskusi itu juga menampilkan seni teater dari Teater Pandu SMA Negeri 1 Kota Batu, sebagai bagian dari upaya mengembangkan geliat kesenian di Kota Batu yang digawangi anak-anak muda. &#8220;Selain kenalkan adanya museum HAM, kami juga ingin mewadahi teater di Kota Batu agar mendapat perhatian lebih,&#8221; jelasnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203619</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Forum Anak Situbondo Geruduk Kantor DPRD, Beri Catatan untuk Kawasan Layak Anak, Kekerasan dan Bullying</title>
		<link>https://memontum.com/forum-anak-situbondo-geruduk-kantor-dprd-beri-catatan-untuk-kawasan-layak-anak-kekerasan-dan-bullying</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Sep 2023 11:22:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Geruduk]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197715</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Puluhan siswa SMA yang tergabung dalam Forum Anak Kabupaten Situbondo, menggeruduk Kantor DPRD Situbondo, Kamis (07/09/2023) tadi. Tujuan kedatangan mereka, yaitu untuk menyampaikan surat rekomendasi atau catatan terkait isu yang berkaitan dengan anak di Kabupaten Situbondo. Kegiatan yang dikemas dalam agenda audiensi parlemen anak, ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Puluhan siswa SMA yang tergabung dalam Forum Anak Kabupaten Situbondo, menggeruduk Kantor DPRD Situbondo, Kamis (07/09/2023) tadi. Tujuan kedatangan mereka, yaitu untuk menyampaikan surat rekomendasi atau catatan terkait isu yang berkaitan dengan anak di Kabupaten Situbondo.</p>



<p>Kegiatan yang dikemas dalam agenda audiensi parlemen anak, ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Situbondo, Sahlawi di Ruang Rapat Paripurna DPRD Situbondo. Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Situbondo, Imam Darmaji.</p>



<p>Ketua Komisi IV mengatakan, setidaknya ada 29 poin rekmendasi yang disampaikan saat audiensi. Dimana semua poinnya, merupakan isu terkait kasus maupun permasalahan yang berkaitan dengan anak sebagai subjeknya.</p>



<p>&#8220;Dalam 29 poin itu, terdapat beberapa fokus. Diantaranya, permasalahan kekerasan pada anak, perkawinan dini terhadap anak, kawasan layak aman anak serta bullying terhadap anak,&#8221; ujar Sahlawi.</p>



<p>Lebih lanjut, legislator Partai Demokrat ini mengungkapkan rekomendasi yang sudah diterimanya nantinya akan disebarkan dan ditindaklanjuti ke berbagai instansi terkait. Sehingga, bisa menjadi pertimbangan bersama dalam merumuskan kebijakan.</p>



<p>&#8220;Kami akan sebarkan dan sampaikan rekomendasi ini kepada instansi terkait agar bersama-sama nantinya ditindaklanjuti dalam membuat suatu kebijakan. Acuanya mempertimbangkan kebutuhan anak di Kabupaten Situbondo,&#8221; bebernya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Sahlawi menambahkan, apa yang dilakukan oleh forum anak itu perlu untuk diapresiasi. Sebab, dirinya mengaku baru pertama kali ada forum anak-anak hebat di Kabupaten Situbondo yang berani menyampaikan pendapat secara langsung dalam bentuk rekomendasi.</p>



<p>&#8220;Ini sangat luar biasa. Anak-anak sudah berani menyuarakan apa yang menjadi keluhan mereka di masyarakat. Ini baru pertama kalinya, apalagi sampai tersusun rapi dalam bentuk rekomendasi,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, salah satu siswa yang tergabung dalam Forum Anak Kabupaten Situbondo, Dhiyaul Auliyah, mengatakan bahwa kedatangnya bersama puluhan temannya tersebut membawa harapan semua anak-anak di Kabupaten Situbondo. Terutama, persoalan kekerasan pada anak dan kawasan yang masih dirasa layak untuk anak-anak. &#8220;Masih banyak kekerasan oleh orang tua terhadap anak yang terjadi, maka perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah terkait permasalahan ini,&#8221; ujar Siswa kelas XI SMAN 1 Asembagus itu.</p>



<p>Diceritakannya, bahwa pernah terjadi kasus bullying terjadi kepada temannya sendiri. Sehingga, ini mengakibatan temannya tersebut mencoba untuk bunuh diri.</p>



<p>&#8220;Kejahatan psikologis dalam bentuk bullying atau perundungan dikalangan siswa masih banyak. Bahkan tidak sedikit yang korbannya takut untuk sekolah hingga memutuskan untuk bunuh diri,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Di tempat yang sama, Auriel Cahya, Siswa SMAN 2 Situbondo, menjelaskan jika masih banyak kawasan umum yang tidak layak untuk anak. Hal tersebut dirinya buktikan, dengan masih banyaknya orang dewasa yang merokok di kawasan umum walaupun banyak anak di sekitarnya.</p>



<p>&#8220;Peraturan terkait kawasan bebas rokok harus dibuat dan disahkan segera. Ini untuk kepentingan kesehatan anak. Selain itu, masih banyak tempat wisata yang tidak dilengkapi fasilitasi keaman untuk anak, entah itu rambu-rambu khusus maupun dalam bentuk imbauan,&#8221; beber Auriel.</p>



<p>Dirinya berharap, DPRD Situbondo serta Pemerintah Kabupaten Situbondo, bisa merealisasikan 29 rekomendasi yang mereka ajukan. Semua itu, menurutnya untuk kepentingan semua anak-anak di Kabupaten Situbondo. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197715</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cegah Bullying di Lingkungan Sekolah, Pemkot Malang Gelar Sosialisasi Antisipasi</title>
		<link>https://memontum.com/cegah-bullying-di-lingkungan-sekolah-pemkot-malang-gelar-sosialisasi-antisipasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Jul 2023 05:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[cegah]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194430</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, menggelar kegiatan sosialisasi anti bullying kepada para Kepala Sekolah (Kepsek), guru dan siswa SD maupun SMP di SMPN 20 Kota Malang, Jumat (28/07/2023) pagi. Wali Kota Malang, Sutiaji, yang memberikan pengarahan dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa lembaga pendidikan menjadi laborat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, menggelar kegiatan sosialisasi anti bullying kepada para Kepala Sekolah (Kepsek), guru dan siswa SD maupun SMP di SMPN 20 Kota Malang, Jumat (28/07/2023) pagi.</p>



<p>Wali Kota Malang, Sutiaji, yang memberikan pengarahan dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa lembaga pendidikan menjadi laborat bagi para siswa untuk menapaki kehidupan dengan kebaikan. Sehingga, diharapkan nantinya tindakan bullying di sekolah itu tidak ada.</p>



<p>“Karena sekarang dimana-mana lagi ramai masalah bullying, jadi kita kuatkan supaya tidak ada bullying dan seterusnya. Karena ini dunia pendidikan dan dunia pendidikan ini kan dunia yang bagaimana menapaki dan mendidik anak-anak itu bisa kuat,” jelas Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan bahwa dari data bullying yang ada di Kota Malang saat ini yaitu 2,4 persen dari 24,4 persen dari seluruh Indonesia. Walaupun angka tersebut sangat kecil namun sangat diperlukan antisipasi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Walaupun sedikit kami harus mengantisipasi itu. Anak-anak boleh bergurau, bercanda, tapi tidak boleh berlebihan dan tidak boleh ada ketersinggungan,” kata Suwarjana.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya, jika untuk mengantisipasi tindakan bullying, masing-masing sekolah telah memiliki satgas anti bullying. Hal tersebut tentu terus diperkuat.</p>



<p>“Rata-rata di SMPN itu sudah membuat satgas antibullying. Kita hanya penguatan dan tidak boleh lengah. Dikala Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kemarin juga keliling, saya masuki anti bullying itu dan betul-betul harus dijaga,” tambahnya.</p>



<p>Selain itu, pihaknya juga menegaskan bahwa di lingkungan sekolah para siswa harus menjauhi dari narkoba. Sehingga, pihaknya melakukan kerjasama dengan Badan Narkotika Narkoba (BNN) terkait dengan pembinaan para siswa.</p>



<p>“Kami juga sudah mengadakan secara lisan kerjasama dengan BNN, nanti kami tunjukkan dengan MoU untuk pembinaan anak-anak. Tidak apa-apa nanti sekali kali kita tes, secara lisan kami dengan Kepala BNN sudah bertemu dan itu sudah oke, nanti kita jaga narkoba di lingkungan sekolah,” imbuh Suwarjana. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194430</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
