<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Bulukerto &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bulukerto/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Nov 2023 09:37:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Bulukerto &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>163 Warga Desa Bulukerto Terima Penyerahan PTSL BPN Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/163-warga-desa-bulukerto-terima-penyerahan-ptsl-bpn-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Nov 2023 09:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Bulukerto]]></category>
		<category><![CDATA[Penyerahan]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201976</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Sebanyak 163 orang warga Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menerima sertifikat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Selasa (21/11/2023) tadi. Penyerahan sertifikat tersebut, diberikan langsung oleh Kepala BPN Kota Batu bersama Kepala Desa Bulukerto, Polres Batu, Kejaksaan Negeri Batu dan jajaran Muspika. Kepala BPN Kota Batu, Haris Suharto, menjelaskan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Sebanyak 163 orang warga Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menerima sertifikat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Selasa (21/11/2023) tadi. Penyerahan sertifikat tersebut, diberikan langsung oleh Kepala BPN Kota Batu bersama Kepala Desa Bulukerto, Polres Batu, Kejaksaan Negeri Batu dan jajaran Muspika.</p>



<p>Kepala BPN Kota Batu, Haris Suharto, menjelaskan bahwa tahun ini sebanyak 5,007 bidang tanah di Kota Batu, yang telah diajukan melalui Program PTSL. Dari jumlah itu, ada sekitar 1.000 bidang tanah yang diajukan dari Desa Bulukerto.</p>



<p>&#8220;Pemberian sertifikat PTSL yang sudah jadi ini, memang diberikan secara bertahap. Yaitu, antara 150 sampai 200, yang setidaknya lima kali pembagian. Karena, kalau pelaksanaan dilakukan secara bersamaan, maka memerlukan lokasi yang sesuai,&#8221; terang Haris, saat di Kantor Balai Desa Bulukerto.</p>



<p>Sertifikat yang diberikan tersebut, tambahnya, adalah atas nama pemohon. &#8220;Kalau memang pemohon yang menerima atau pemohon sertifikatnya meninggal, maka bisa langsung dibalik nama dengan syarat saat balik nama ahli waris membuat surat keterangan waris,&#8221; urainya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Kemudian, jelas Haris, kegiatan sertifikasi ini merupakan pendaftaran pertama kali. Artinya, yang didaftarkan adalah tanah yang belum bersertifikat. &#8220;Ketika ada temuan sudah memiliki sertifikat terus didaftarkan lagi, maka ini akan membuat masalah baru dan akan dilakukan pengecekan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan, mengatakan tujuan dari PTSL yang diselenggarakan di desanya adalah agar semua bidang jelas statusnya dengan memiliki sertifikat. &#8220;Ke depan, kami berharap adalagi penambahan bidang yang diajukan di PTSL. Agar semua bidang di Desa Bulukerto bersertifikat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Salah satu warga RT01 RW04, Desa Bulukerto, Sunariyo, mengungkapkan bahwa dirinya merasa senang atas sertifikat yang diterimanya. &#8220;Tentunya, saya dan keluarga merasa senang menerima sertifikat PTSL ini. Dan, sertifikat tanah seluas 132 meter persegi ini adalah warisan. Selanjutnya, sertifikat ini akan saya simpan untuk anak saya,&#8221; jelasnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201976</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Habitat Elang Jawa Ditemukan di Gunung Pucung Desa Bulukerto Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/habitat-elang-jawa-ditemukan-di-gunung-pucung-desa-bulukerto-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Aug 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Bulukerto]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[habitat]]></category>
		<category><![CDATA[pucung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196201</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Habitat Elang Jawa ditemukan di kawasan Hutan Gunung Pucung, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Kabar penemuan itu, pun mendapat respon positif Founder Pro Fauna, Rosek Nur Sahid. Dirinya berharap, agar masyarakat tidak melakukan alih fungsi lahan yang bisa menimbulkan kerusakan ekosistem satwa yang hampir punah tersebut. Apalagi, ada sebanyak tiga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Habitat Elang Jawa ditemukan di kawasan Hutan Gunung Pucung, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Kabar penemuan itu, pun mendapat respon positif Founder Pro Fauna, Rosek Nur Sahid.</p>



<p>Dirinya berharap, agar masyarakat tidak melakukan alih fungsi lahan yang bisa menimbulkan kerusakan ekosistem satwa yang hampir punah tersebut. Apalagi, ada sebanyak tiga ekor satwa liar Elang Jawa, yang terekam dalam kamera trap di kawasan Hutan Gunung Pucung.</p>



<p>&#8220;Di kawasan Hutan Gunung Pucung terdapat kawanan habitat Elang Jawa. Ini, kami jumpai sebanyak tiga ekor berkeliaran bebas di hutan itu,&#8221; terangnya, Sabtu (19/08/2023) siang.</p>



<p>Menurutnya, Elang Jawa menjadi inspirasi lahirnya lambang Negara Indonesia, yakni Garuda Pancasila. Untuk itu, dirinya mengajak masyarakat di sekitar Gunung Pucung, untuk menjaga kelestarian hutan. Karena, ekosistem di Hutan Gunung Pucung sangat penting sehingga perlu dijaga.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Jangan sampai terjadi alih fungsi hutan yang dapat menimbulkan kerusakan ekosistem. Rusaknya fungsi kawasan hutan, juga dapat memicu bencana hidrometeorologi. Salah satunya banjir bandang di Desa Bulukerto pada 2021 lalu,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Sementara, Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan, membenarkan bahwa habitat Elang Jawa sudah sejak lama menghuni di kawasan Hutan Gunung Pucung. &#8220;Memang benar, ada Burung Elang Jawa di hutan gunung Pucung. Itu saya temui sejak sembilan tahun lalu. Bahkan, burung itu terbang bebas di wilayah desa Kecamatan Bumiaji,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dari keberadaan Elang Jawa itu, tegas Suhermawan, diharapkan kepada masyarakat setempat untuk menjaga kelestarian kawasan hutan di sekitar Desa Bulukerto. Terutama kawasan hutan yang sudah menjadi habitat satwa yang dilindungi.</p>



<p>&#8220;Kalau ada orang yang membawa senapan di kawasan Hutan Gunung Pucung serta kawasan hutan lain di Desa Bulukerto, maka akan langsung berurusan kepada yang berwajib,&#8221; tambahnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196201</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PTSL Desa Bulukerto Kota Batu Ditarget Rampung Agustus</title>
		<link>https://memontum.com/ptsl-desa-bulukerto-kota-batu-ditarget-rampung-agustus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2023 09:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[agustus]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Bulukerto]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[ditarget]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[PTSL]]></category>
		<category><![CDATA[rampung,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192629</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu menargetkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dari 1.000 bidang tanah milik warga setempat bisa diselesaikan pada Agustus 2023 mendatang. Dan, diharapkan paling lama akhir tahun juga sudah tercetak dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Ketua Pokmas PTSL Desa Bulukerto, Widhi Kuncoro, mengatakan bahwa sebanyak 1.000 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu menargetkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dari 1.000 bidang tanah milik warga setempat bisa diselesaikan pada Agustus 2023 mendatang. Dan, diharapkan paling lama akhir tahun juga sudah tercetak dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).</p>



<p>Ketua Pokmas PTSL Desa Bulukerto, Widhi Kuncoro, mengatakan bahwa sebanyak 1.000 bidang tanah milik warga yang diajukan di program PTSL, selama ini sudah memenuhi persyaratan. &#8220;Jadi, bulan Agustus 2023 atau bulan depan kami targetkan semua berkas sudah selesai kami garap. Karena, dari 1.000 bidang tanah yang diajukan sudah memenuhi persyaratan dan setelah itu diserahkan ke BPN untuk di validasi,&#8221; terangnya di Kantor Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jumat (07/07/2023) tadi.</p>



<p>Secara teknis pemberkasan, menurutnya, mulai Januari 2023 yang sejak awal dilakukan pengukuran memang ada yang bersengketa. Tetapi, bila ditemukan ada yang bersengketa maka akan ditinggal dan dicarikan penggantinya hingga lengkap 1.000 bidang yang diajukan.</p>



<p>&#8220;Secara teknis di lapangan, memang ada yang bersengketa. Misalnya, di wilayah RW yang dijatah 250 bidang ada salah satunya bersengketa maka ketua RW harus mencari pengganti yang tidak bersengketa. Disinilah, dari yang tidak bersengketa itu berkasnya lengkap dan bisa diajukan PTSL,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Dari program PTSL yang diselenggarakan ini, ujarnya, ternyata secara langsung diketahui sejumlah bidang tanah milik warga yang bersengketa.</p>



<p>Selain itu, disebut bahwa persyaratan yang tidak layak diajukan PTSL dikarenakan sebagian warga selama ini tidak pernah membayar pajak selama bertahun-tahun sehingga keblokir di Dinas Pendapatan.</p>



<p>&#8220;Sebenarnya kalau warga membayar pajak tanahnya bisa dengan mudah mengikuti PTSL. Ini yang baru disadari oleh masyarakat. Dan, pajak tahunan atau SPPT yang tidak kebayar mulai tahun 2016 dipastikan keblokir. Dan, untuk buka blokir harus bayar SPPT 2023,&#8221; paparnya.</p>



<p>Untuk itu, tegasnya, diharapkan setelah selesai pemberkasan yang kemudian diserahkan ke BPN untuk divalidasi diharapkan bisa selesai paling lama akhir tahun 2023.</p>



<p>&#8220;Tentunya, kami berharap akhir tahun ini masyarakat bisa memegang sertifikat dari BPN. Setelah kami selesaikan pemberkasan bulan Agustus 2023 mendatang,&#8221; pungkasnya.</p>



<p>Diketahui, tahun ini Kota Batu mendapatkan 5.000 bidang tanah yang menjadi kuota PTSL. Ini terbagi per 1.000 bidang tanah di Kelurahan Sisir, Desa Bulukerto, Punten, Pandanrejo dan Pesanggrahan.</p>



<p>Dan, tercatat total bidang tanah di Kota Batu berjumlah 108.238 bidang. Dari jumlah keseluruhan itu, yang terdaftar sertifikasi sebanyak 82.622 bidang tanah atau 76,37 persen. Sisanya 25.576 bidang tanah atau 23,63 belum tersertifikasi. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192629</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kopi Sontoloyo Ada di Bulukerto</title>
		<link>https://memontum.com/kopi-sontoloyo-ada-di-bulukerto</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Sep 2018 18:14:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Bulukerto]]></category>
		<category><![CDATA[Cafe]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=57478</guid>

					<description><![CDATA[SONTOLOYO kata unik, tetapi tidak asing bagi orang Indonesia terutama suku Jawa. Kata itu dipilih untuk menamai warung atau kafe yang berada di Desa Bulukerto Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Iwan, pemilik cafe Sontoloyo menuturkan nama itu dipilih agar lebih mudah diingat. Ketika memberi nama itu diawali dari guyonan yang kemudian jadi nama paten. Sontoloyo lebih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SONTOLOYO</strong> kata unik, tetapi tidak asing bagi orang Indonesia terutama suku Jawa. Kata itu dipilih untuk menamai warung atau kafe yang berada di Desa Bulukerto Kecamatan Bumiaji Kota Batu.</p>
<p>Iwan, pemilik cafe Sontoloyo menuturkan nama itu dipilih agar lebih mudah diingat. Ketika memberi nama itu diawali dari guyonan yang kemudian jadi nama paten.</p>
<p class="default_cursor_cs">Sontoloyo lebih dipahami sebagai umpatan untuk mengungkapkan sesuatu yang tidak beres. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan arti kata sontoloyo yakni konyol, tidak beres, bodoh. Sontoloyo biasa digunakan sebagai makian.</p>
<p class="default_cursor_cs">Namun, tak banyak yang tahu dari mana sebenarnya asal kata ini. Setelah ditelusuri, rupanya sontoloyo berasal dari Bahasa Jawa.</p>
<p class="default_cursor_cs">Maknanya pun sangat berbeda jauh dengan yang dipahami orang kebanyakan. Sebagaimana dikutip dari <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Halaman_Utama" target="_blank" rel="noopener">Wikipedia</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sontoloyo" target="_blank" rel="noopener">sontoloyo</a> merupakan sebutan bagi orang yang menggembalakan itik atau bebek.</p>
<p>Meski namanya seperti itu, yang ada di dalam cafe itu menyuguhkan hal yang luar biasa. Terdiri barang yang serba antik, dengan ruang paling luas berupa joglo.</p>
<p class="default_cursor_cs">Kursi dan perabotan yang ada terkesan antik. Menurut pemiliknya, semua barang ini memang antik dan banyak kekhasan dari orang jawa. &#8220;Inilah yang menjadi berbeda dengan yang lain, &#8221; katanya.</p>
<p class="default_cursor_cs">Selain itu, di cafe ini pengunjung tidak hanya bisa bersantai sambil menikmati udara sejuk pegunungan, serta pemandangan alam Kota Batu dari atas ketinggian. Melainkan juga bisa merasakan nuansa pedesaan jaman dulu alias jadul.</p>
<p>Di tempat ini, pengunjung seakan diajak melintasi lorong waktu untuk kembali ke jaman dulu, maka tak heran jika pengunjung cafe ini betah berlama-lama, sembari mengabadikannya dalam jepretan kamera atau swafoto.</p>
<p>Cafe ini baru dibuka pada 1 September lalu, sebuah tempat yang unik ada di Lereng Gunung Arjuno, dengan konsep yang tak biasa membuat banyak orang merasa penasaran.</p>
<p>Menu yang ada di cafe ini beraneka ragam. Mulai makanan ringan sampai makanan yang berat. Sesuai konsep yang dibuat semua jenis sajian makanan dan minumannya khas jaman dulu dengan nuansa khas jawa.</p>
<p>Soal harga, itu sangat relatif. Buka mulai pukul empat sore hingga dua belas malam. Untuk menuju tempat ini tidaklah sulit. Dari Alun-alun Batu tinggal mengikuti arah wisata Selecta, dan langsung menuju ke arah Desa Bulukerto atau buka google map. <strong>(jun)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">57478</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
