<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bunga &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bunga/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 Jul 2023 07:34:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bunga &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kenang Jasa 35 Tentara Pahlawan Trip, Wali Kota Malang Ziarah dan Upacara Tabur Bunga</title>
		<link>https://memontum.com/kenang-jasa-35-tentara-pahlawan-trip-wali-kota-malang-ziarah-dan-upacara-tabur-bunga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Jul 2023 03:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[jasa]]></category>
		<category><![CDATA[kenang]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[Tabur]]></category>
		<category><![CDATA[Tentara]]></category>
		<category><![CDATA[trip,]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<category><![CDATA[wali]]></category>
		<category><![CDATA[ziarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194631</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, bersama dengan Paguyuban Mas Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), melakukan ziarah dan upacara tabur bunga di Monumen Pahlawan Trip, Jalan Pahlawan Trip, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (31/07/2023) tadi. Prosesi itu dilakukan, sebagai bentuk memperingati para 35 tentara yang telah gugur dalam pertempuran pelajar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, bersama dengan Paguyuban Mas Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), melakukan ziarah dan upacara tabur bunga di Monumen Pahlawan Trip, Jalan Pahlawan Trip, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (31/07/2023) tadi. Prosesi itu dilakukan, sebagai bentuk memperingati para 35 tentara yang telah gugur dalam pertempuran pelajar perjuangan.</p>



<p>Wali Kota Malang, Sutiaji, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa sejarah peringatan itu harus dipertahankan terus hingga kapanpun. Karena, memiliki nilai juang yang terpatri untuk Bangsa Indonesia.</p>



<p>“Kita terus upayakan penguatan memorial Jalan Trip ini. Ini luar biasa, karena pelajar sudah mengangkat senjata untuk memperjuangkan eksistensi Bangsa Indonesia. Selain memaknai itu, saya kira ini juga menjadi satu kebanggaan bagi Bumi Arema yang kita cintai,” kata Wali Kota Sutiaji.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kemudian, pihaknya juga menyampaikan bahwa nantinya upacara tersebut akan selalu diperingati setiap setahun sekali pada 31 Juli dan itu hukumnya wajib. Hal tersebut dilakukan, guna untuk menghargai para pejuang bangsa yang telah gugur.</p>



<p>“Saya sudah punya tekad sambil nanti berproses mengenai Peraturan Wali Kota (Perwal) nya, agar ditentukan bahwa ini nanti seperti hari daerah seperti Ulang Tahun Kota Malang. Karena, ini sudah jelas ada ceritanya, ada filmnya di museum, sehingga kita cuma menetapkan saja,” jelasnya.</p>



<p>Pihaknya berharap, ke depan siapapun Kepala Daerah Kota Malang nantinya bisa terus meneruskan peringatan tersebut. Karena itu peristiwa yang bersejarah dan warga Kota Malang harus tahu. Terlebih, para pelajar dan masyarakat Kota Malang harus menghormati para jasa pahlawan.</p>



<p>“Ini titik perjuangan yang punya nilai bersejarah dan harus dikuatkan bersama. Pelajar saat itu dihatinya ada patriotisme yang luar biasa tanpa pamrih, siap mati. Kita hanya perlu menghargai itu. Ini kewajiban bagi kita untuk menghormati perjuangan sebelumnya,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, usai melakukan ziarah dan upacara tabur bunga, juga dilakukan potong tumpeng sebagai bentuk simbolis peringatan pahlawan yang telah gugur dan dilanjutkan dengan treatrikal pertempuran pelajar perjuangan.<strong> (rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194631</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Siklus Mekarnya Bunga Matahari di Ladang Bunga Matahari Pandanrejo Jadi Wahana Wisata Baru Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/siklus-mekarnya-bunga-matahari-di-ladang-bunga-matahari-pandanrejo-jadi-wahana-wisata-baru-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jun 2023 08:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[ladang]]></category>
		<category><![CDATA[Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[mekarnya]]></category>
		<category><![CDATA[pandanrejo]]></category>
		<category><![CDATA[siklus]]></category>
		<category><![CDATA[wahana]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191747</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Siklus mekarnya Bunga Matahari yang hanya berlangsung dua sampai tiga kali dalam setahun dan hanya bertahan selama tiga minggu di Ladang Bunga Matahari Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menjadi wahana wisata baru. Untuk melihat indahnya siklus itu, pengelola menawarkan harga tiket masuk sebesar Rp 10 ribu perpengunjung Di lokasi ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Siklus mekarnya Bunga Matahari yang hanya berlangsung dua sampai tiga kali dalam setahun dan hanya bertahan selama tiga minggu di Ladang Bunga Matahari Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menjadi wahana wisata baru. Untuk melihat indahnya siklus itu, pengelola menawarkan harga tiket masuk sebesar Rp 10 ribu perpengunjung</p>



<p>Di lokasi ini, selain bisa melihat siklus nan indah, wisatawan juga bisa melakukan foto selfi dengan latar Bunga Matahari. Termasuk, menikmati indahnya alam pegunungan dengan hembusan angin yang sejuk.</p>



<p>Untuk menjangkau lokasi ini, pengunjung juga akan disuguhi indahnya pematang sawah. Tidak kurang, ada sekitar 50 meter dan lebar lebih kurang 40 centimeter, pematang yang bisa dijumpai.</p>



<p>Pemilik usaha Ladang Bunga Matahari, Nur Zelynda Avelina, mengatakan bahwa lahan yang digunakan untuk menanam Bunga Matahari ini seluas sekitar seperempat hektar atau 2.500 meter persegi dengan 3.000 bibit yang ditanam. Dan, ladang Bunga Matahari tersebut dirintis mulai tahun 2019.</p>



<p>&#8220;Jadi, ladang Bunga Matahari ini luas sekali. Ada 2.500 meter persegi yang kami tanami. Sehingga, wisatawan yang berkunjung di sini bisa jalan-jalan sampai puas,&#8221; terangnya di ladang Bunga Matahari di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Sabtu (24/06/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Konsep ladang dari Bunga Matahari ini, tambahnya, adalah natural alami. Dalam artian, lokasi lahan tidak merubah struktur tanah. &#8220;Jadi, wisatawan yang berkunjung ke sini, itu akan melewati pematang sawah sekitar 50 meter dan lebar 40 centimeter. Ternyata, ini juga banyak yang diminati oleh wisatawan. Apalagi, wisatawan dari luar Kota Batu, seperti Surabaya, Lamongan, Jombang, Blitar atau daerah lain yang jarang ada pemandangan ladang sayuran seperti ini,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Untuk lokasi ladang itu, jelas Nur, tidak jauh dari pusat Kota Batu. Dari pintu tol Karanglo sebelum jembatan Kali Lanang, terus belok kiri mengikuti rambu petunjuk arah. Sebaliknya, setelah Alun-alun Kota Batu menuju Surabaya, lewat jalur Bendo kemudian setelah jembatan Kali Lanang belok kanan.</p>



<p>&#8220;Ini sebenarnya buka sejak tahun 2019. Namun saat itu, ada pandemi Covid-19. Sekarang, dibuka kembali sejak Maret 2022 sampai sekarang yang setiap harinya buka pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB. Tarif pengunjung Rp 10 ribu perorang,&#8221; urainya.</p>



<p>Di ladang ini, imbuhnya, yang harus diketahui wisatawan bahwa Bunga Matahari tidak bisa mekar setiap saat. Bunga Matahari ini ada siklus mekarnya. Sekali mekar, itu bertahannya hanya tiga sampai empat minggu. Lebih dari itu, kalau musim hujan, kebanyakan gagal mekar.</p>



<p>Di lokasi ini, imbuhnya, terdapat lima spot foto yang bisa dimanfaatkan pengunjung dengan tema suku Indian dan Asthetic. Selain itu, juga berfoto dengan latar belakang pemandangan pegunungan. Dan, bila pengunjung yang berminat foto keluarga di tengah ladang Bunga Matahari, maka kami juga sediakan fotografer dengan tarif Rp 15 ribu yang durasinya 15 menit dengan enam foto.</p>



<p>Untuk pengembangan, tegasnya, ke depan akan ditambah spot foto lagi supaya wisatawan tidak bosan. &#8220;Saya berharap, kondisi ini akan terus normal. Sehingga, bila ada rejeki bisa menambah semacam kafe juga spot foto supaya pengunjung lebih nyaman di sini,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191747</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
