<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bunuh diri &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bunuh-diri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Jun 2023 10:25:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bunuh diri &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pria Tanpa Identitas Diduga Sengaja Mengakhiri Hidup dengan Tungkurap di Lintasan KA Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/pria-tanpa-identitas-diduga-sengaja-mengakhiri-hidup-dengan-tungkurap-di-lintasan-ka-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Jun 2023 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[kapolsek blimbing]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[tanpa identitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190633</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang pria tanpa identitas ditemukan tak bernyawa setelah tertabrak kereta api di rel perlintasan KM 49 +8-9 atau tepatnya di Jalan Untung Suropati Selatan, Gang I, Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Minggu (11/06/2023) sekitar pukul 04.30. Kapolsek Blimbing, Kompol Danang Yudanto, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, jika sebelum kejadian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotamalang.memontum.com/">Kota Malang</a></strong> &#8211; Seorang pria tanpa identitas ditemukan tak bernyawa setelah tertabrak kereta api di rel perlintasan KM 49 +8-9 atau tepatnya di Jalan Untung Suropati Selatan, Gang I, Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Minggu (11/06/2023) sekitar pukul 04.30.</p>



<p>Kapolsek Blimbing, Kompol Danang Yudanto, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, jika sebelum kejadian korban terlihat tengkurap di rel kereta api. &#8220;Dari keterangan saksi, diketahui bahwa korban terlihat dalam kondisi tengkurap di atas rel saat KA Brawijaya (Malang-Gambir) akan melintas dari arah Selatan,&#8221; kata Kompol Danang</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Saat itu, tambahnya, masinis sempat membunyikan klakson. Akan tetapi , korban tetap berada di posisinya sehingga korban tertabrak kereta api dan terseret kurang lebih sejauh 20 meter.</p>



<p>&#8220;Korban meninggal di lokasi kejadian,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Karena kejadian itu, petugas perlintasan kereta api, pun segera melaporkan ke petugas Polsek Blimbing. Sehingga, petugas segera tiba di lokasi kejadian dan mengevakuasi jenazah korban untuk dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang. &#8220;Identitasnya belum ditemukan. Kalau usianya sekitar 60 tahun,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190633</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PN Kraksaan Benarkan Pria Gantung Diri di Probolinggo Mantan Satpam Pengadilan</title>
		<link>https://memontum.com/sikapi-pria-gantung-diri-karena-phk-jadi-satpam-pn-kraksaan-benarkan-korban-mantan-satpam-pengadilan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 May 2023 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[hukum kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[PHK]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189747</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Aksi nekad AM (56) warga Desa Sukomulyo, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, yang mengakhiri hidup dengan cara gantung dan diduga depresi karena telah menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) jadi Satpam, terus menyita perhatian. Terlebih, setelah diketahui bahwa korban sebelumnya disebut-sebut pernah bekerja di di Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan-Probolinggo. Humas PN Kraksaan, Nasrul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum </strong><a href="https://probolinggo.memontum.com"><strong>Probolinggo</strong> </a>&#8211; Aksi nekad AM (56) warga Desa Sukomulyo, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, yang mengakhiri hidup dengan cara gantung dan diduga depresi karena telah menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) jadi Satpam, terus menyita perhatian. Terlebih, setelah diketahui bahwa korban sebelumnya disebut-sebut pernah bekerja di di Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan-Probolinggo.</p>



<p>Humas PN Kraksaan, Nasrul Kadir, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa korban bunuh diri tersebut pernah bekerja di PN Kraksaan sebagai satpam. Pihak PN, kemudian melakukan evaluasi tahunan di tahun 2021 dan korban tidak memenuhi syarat untuk perpanjangan kontrak kerja.</p>



<p>&#8220;Almarhum termasuk salah satu dari 10 orang yang tidak memenuhi syarat untuk diperpanjang kontraknya. Sehingga sejak awal 2022, almarhum sudah tidak mengabdi di PN Kraksaan,&#8221; terangnya, Selasa (30/05/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Namun, tambahnya, pihaknya tidak bisa memastikan bahwa korban depresi karena di PHK. Sehingga, nekad melakukan gantung diri atau dikarenakan hal-hal lain.</p>



<p>Namun, imbuhnya, dari informasi yang didapatnya, setelah korban tidak bekerja di PN Kraksaan, pihaknya tidak mendengar adanya keluhan terkait perpanjangan kontrak kerjanya. &#8220;Info dari rekan-rekan di kantor, almarhum tidak pernah ada keluhan atau curhat kepada rekan-rekan di pengadilan mengenai kontraknya yang tidak diperpanjang lagi,&#8221; katanya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, AM (56), warga Desa Sukomulyo, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, ditemukan meninggal gantung diri di belakang rumahnya. Korban ditemukan menggantungkan diri ke Pohon Ceri, Minggu (28/05/2025) sekitar pukul 15.00. Korban ditemukan pertama kali oleh tetangganya yang bernama Sri Musrifah sekitar pukul 15.00. Sebelum ditemukan gantung diri, korban sebelumnya juga dikabarkan telah melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum obat rumput, namun gagal.&nbsp;<strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189747</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Psikolog Sebut Kesadaran, Trauma hingga Lingkungan Jadi Faktor Penyebab Bunuh Diri</title>
		<link>https://memontum.com/psikolog-sebut-kesadaran-trauma-hingga-lingkungan-jadi-faktor-penyebab-bunuh-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 May 2023 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Suhat]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Psikolog]]></category>
		<category><![CDATA[Suhat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189735</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kasus percobaan bunuh diri yang belakangan ini kerap kali dilakukan di Jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Kota Malang, menurut pakar psikologi karena adanya beberapa faktor penyebab. Kendati demikian, kesadaran dan kehendak dari lingkungan sekitar, sangat diperlukan.  Psikolog Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Fuji Astutik, menyampaikan jika faktor penyebab itu bisa karena trauma [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotamalang.memontum.com">Kota Malang</a></strong> &#8211; Kasus percobaan bunuh diri yang belakangan ini kerap kali dilakukan di Jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Kota Malang, menurut pakar psikologi karena adanya beberapa faktor penyebab. Kendati demikian, kesadaran dan kehendak dari lingkungan sekitar, sangat diperlukan. </p>



<p>Psikolog Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Fuji Astutik, menyampaikan jika faktor penyebab itu bisa karena trauma yang pernah dialami. Seperti perundungan, keterampilan yang dimiliki dalam menyelesaikan masalah yang belum berkembang dengan optimal dan karena perasaan rendah diri yang dimiliki begitu kuat.</p>



<p>“Banyak faktor penyebab itu bisa terjadi. Bisa saja dia merasa sendiri, sehingga menganggap bahwa masalahnya terlalu berat dan tidak mampu menyelesaikannya. Kemudian lingkungan sekitar, dirasa sudah tidak mampu lagi untuk membantu dirinya,” jelas Fuji, saat dihubungi melalui sambungan seluler, Selasa (30/05/2023) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkanbya, jika upaya preventif untuk mencegah tindakan seseorang melakukan bunuh diri itu sangat diperlukan. Seperti, melibatkan orang sekelilingnya untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi.</p>



<p>“Misalnya, dia itu kalau ada masalah selalu menyalahkan dirinya sendiri. Nah, itu bisa dibantu dengan mengajak berbicara secara halus, menjalin komunikasi dengan teman-temannya, bagaimana caranya berteman dengan orang lain, jadi diberikan keterampilan sesuai dengan dirinya sendiri,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Selain itu, Fuji juga menegaskan, bahwa mengakhiri hidup itu bukan penyelesaian sebuah masalah. Namun, akan menambah luka bagi orang-orang sekitarnya, yang peduli dan mencintai individu tersebut. Sehingga, itu bukanlah sesuatu yang baik.</p>



<p>“Seberat apapun masalah itu kita harus punya pilihan. Dengan masalah yang berat ini saya harus seperti apa, akan ngapain. Nah, saya akan ngapain ini perlu dicari hal-hal yang sifatnya adaptif, baik dan positif. Pada dasarnya, setiap permasalahan itu ada solusinya dan setiap orang yang bermasalah, itu masih punya hak untuk bertahan hidup, dan memilih kehidupan yang seperti apa,” tambahnya.</p>



<p>Sehingga, kesadaran dari dalam diri dan kehendak untuk berubah, dinilai begitu penting dalam mengatasi sebuah masalah. Itu dapat dibangun melalui lingkungan sekitar yang mendukung. Seperti memberikan dukungan emosional, pemahaman, dorongan untuk berubah dan keinginan melakukan perubahan yang positif.</p>



<p>“Harus bertekad untuk menyelesaikan masalahnya, kalau berhasil dan kemudian dia sounding ke orang-orang yang mengalami masalah yang sama bahwa dia berhasil menghadapi masalah itu, malah akan lebih bagus, dia menjadi contoh yang baik dan berguna bagi orang lain. Jadi memang kesadaran dari dalam diri kita, dan kehendak untuk berubah begitu penting. Kalau itu tidak ada, ya susah,” lanjutnya.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, dirinya juga menekankan bahwa lembaga pendidikan, pemerintahan, psikolog dan psikiater perlu adanya kerjasama dalam memberikan sosialiasi kepada remaja di Kota Malang. Sebab, di dalam hidup ini menurutnya yang dihadapi bukan hanya tugas-tugas akademik saja, melainkan juga tugas-tugas kehidupan.</p>



<p>“Jadi bagaimana menghadapi masalah, pengambilan keputusannya, itu perlu digalakkan lagi, terlebih sekarang ini referensi orang bunuh diri diberitakan, jadi semua orang tahu kalau punya masalah berat bunuh diri saja, nah dikhawatirkan nanti akan menjadi trigger (pemicu) bagi orang-orang yang depresi. Jadi perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak,” imbuhnya.&nbsp;<strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189735</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jembatan Kerap Jadi Sasaran Bunuh Diri, Wali Kota Malang Usulkan Pengaman untuk Antisipasi</title>
		<link>https://memontum.com/jembatan-kerap-jadi-sasaran-bunuh-diri-wali-kota-malang-usulkan-pengaman-untuk-antisipasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 May 2023 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189692</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Keberadaan jembatan di Kota Malang, yang acapkali menjadi sasaran percobaan bunuh diri hingga membuat korbannya meninggal, menjadi perhatian serius Wali Kota Malang, Sutiaji. Terutama, keberadaan Jembatan Sukarno Hatta (Suhat), yang sempat ramai karena mengakibatkan korbannya meninggal. Disampaikan orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, bahwa jembatan (Suhat, red) merupakan kewenangan dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotamalang.memontum.com">Kota Malang</a></strong> &#8211; Keberadaan jembatan di Kota Malang, yang acapkali menjadi sasaran percobaan bunuh diri hingga membuat korbannya meninggal, menjadi perhatian serius Wali Kota Malang, Sutiaji. Terutama, keberadaan Jembatan Sukarno Hatta (Suhat), yang sempat ramai karena mengakibatkan korbannya meninggal.</p>



<p>Disampaikan orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, bahwa jembatan (Suhat, red) merupakan kewenangan dari pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov). Sehingga, pihaknya akan mengusulkan dan memberitahukan permasalahan tersebut, agar segera diberikan pengamanan.</p>



<p>“Jembatan Suhat itu bukan domain kami (Pemkot Malang), karena Jembatan Suhat itu di wilayah jalan provinsi. Tapi, kita akan sarankan ke sana dan mudah-mudahan ada undang-undang yang baru berkaitan dengan masalah jalan ini,” kata Wali Kota Sutiaji, Senin (29/05/2023) siang.</p>



<p>Kemudian, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang seperti itu. Sebab, hal itu dinilai dapat merugikan diri sendiri dan juga keluarga.</p>



<p>“Bunuh diri memang urusan pribadi. Tetapi begitu, kita melihat ada orang yang melakukan hal tersebut lalu kita biarkan, itu menjadi masalah hukum yang lain. Jadi, jangan sampai melakukan bunuh diri,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengatakan jika di Jembatan Suhat tersebut akan diusulkan mengenai pengamanannya pada pihak provinsi. &#8220;Itu kan bukan kewenangan kami karena itu di wilayah jalan Provinsi. Kalau mengusulkan bisa, kita usulkan itu. Cuma, meskipun kita kasih pagar atau pengaman, namanya orang bunuh diri akan mencari celah yang lainnya,” ujar Dandung.</p>



<p>Namun, apabila di jembatan tersebut akan dipasang pengaman, maka harus memperhitungkan beban dari jembatan. Kemudian harus dianalisa dan harus dilakukan kajian. &#8220;Jembatan Suhat itu kan kekuatannya saat ini sudah mulai berkurang. Dulu itu sudah pernah dan sudah lama diusulkan untuk pengamanan itu. Saya juga lebih sepakat kalaupun ada pengaman itu untuk orang-orang agar tidak membuang sampah sembarangan,” imbuh Dandung.&nbsp;<strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189692</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diduga Depresi Akibat PHK Jadi Satpam, Pria 56 Tahun di Probolinggo Gantung Diri</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-depresi-akibat-phk-jadi-satpam-pria-56-tahun-di-probolinggo-gantung-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 May 2023 05:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[gantung diri]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[PHK]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189700</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Seorang pria berinisial AM (56) warga Desa Suko Mulyo, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, ditemukan meninggal dunia gantung diri di belakang rumahnya. Pria tersebut ditemukan menggantungkan diri ke Pohon Kecirih yang berada di tepi sungai belakang rumah. Informasi Memontum.com, bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (28/05/2023) sekitar pukul 15.00. Korban diduga mengalami depresi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum </strong><a href="https://probolinggo.memontum.com"><strong>Probolinggo</strong> </a>&#8211; Seorang pria berinisial AM (56) warga Desa Suko Mulyo, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, ditemukan meninggal dunia gantung diri di belakang rumahnya. Pria tersebut ditemukan menggantungkan diri ke Pohon Kecirih yang berada di tepi sungai belakang rumah.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (28/05/2023) sekitar pukul 15.00. Korban diduga mengalami depresi hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.</p>



<p>Kapolsek Pajarakan, Iptu Eko Purwadi, mengatakan bahwa menurut informasi yang diperoleh, sebelumnya korban pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum obat rumput, tepatnya pada Februari 2023 lalu. Namun saat itu, usahanya tersebut berhasil diselamatkan keluarganya.</p>



<p>&#8220;Ini merupakan perbuatan korban yang kedua kalinya,&#8221; ujarnya, Senin (29/05/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Diuraikannya, sebelum ditemukan itu, korban berpamitan ke keluarganya untuk mencari rumput di belakang rumah. Hanya saja, sekitar pukul 15.00, korban kemudian ditemukan telah menggantungkan diri oleh tetangganya bernama Sri Musrifah. Saat itu, saksi tersebut berteriak meminta pertolongan kepada warga setempat.</p>



<p>&#8220;Korban kemudian dievakuasi oleh warga setempat dan dibawa ke rumah duka yang berjarak sekitar 100 meter,&#8221; katanya.</p>



<p>Dari informasi yang diperoleh, korban dikabarkan depresi lantaran mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai satpam di Kecamatan Kraksaan tepatnya di tahun 2022 lalu. Tepatnya, sebagai Satpam Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan. &#8220;Informasi yang kami terima memang demikian (depresi, red) dan ini merupakan perbuatan korban yang kedua kalinya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Humas PN Kraksaan, Nasrul Kadir, mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui informasi tersebut. &#8220;Saya masih belum tahu informasi ini, mas. Saya masih baru di sini. Selama saya di sini, ya saya belum paham. Saya Desember baru di PN Kraksaan, nanti saya cari info lagi,&#8221; terangnya. <strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189700</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jembatan Kota Malang berikut Beberapa Aksi Percobaan Bunuh Diri dan Mati</title>
		<link>https://memontum.com/jembatan-kota-malang-berikut-beberapa-aksi-percobaan-bunuh-diri-dan-mati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 May 2023 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[percobaan bunuh diri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189570</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Aksi nekad percobaan bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari jembatan di Kota Malang hingga mati, ternyata bukan sekali ini terjadi. Selain TJS (18), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, yang nekad mengakhiri hidup dengan cara melompat dari Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada Jumat (26/05/2023) kemarin dan mati, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Aksi nekad percobaan bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari jembatan di Kota Malang hingga mati, ternyata bukan sekali ini terjadi. Selain TJS (18), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, yang nekad mengakhiri hidup dengan cara melompat dari Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada Jumat (26/05/2023) kemarin dan mati, nyatanya masih ada serentetan aksi percobaan serupa yang pernah dilakukan warga melalui jembatan di Kota Malang.</p>



<p>Jembatan di mana saja dan bagaimana nasibnya, berikut beberapa catatan aksi percobaan diri dari jembatan di Kota Malang.&nbsp;</p>



<p>Pertama atau tiga tahun lalu, persisnya Selasa (15/09/2020) sekitar pukul 17.40, seorang mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Malang, berinisial MTE (21) asal NTT, juga melakukan aksi percobaan bunuh diri dengan melompat dari atas Jembatan Joyogrand, Jalan Joyosari, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Kala itu usai melakukan aksinya, kondisi MTE masih hidup dengan kondisi luka parah pada bagian kepala.</p>



<p>Namun, karena lukanya sangat serius, korban pun akhirnya dilarikan guna segera mendapat perawatan. Namun sayang, sekitar pukul 21.00, MTE akhirnya meninggal. Jenazahnya, pun kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kedua atau berselang setahun. Yakni pada Rabu (01/09/2021), lagi-lagi seorang mahasiswa berusaha melakukan aksi sama. Kali ini, diduga karena depresi faktor ekonomi, MM (22), mahasiswa PTN di Kota Malang, asal Kecamatan Dau Kabupaten Malang, berusaha melakukan aksi percobaan bunuh diri di Jembatan Soekarno-Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Namun sebelum aksi terjun bebas ke Sungai Brantas berhasil dilakukan, MM berhasil ditenangkan sehingga selamat.</p>



<p>Ketiga atau di tahun 2022, kembali seorang pria yang diketahui nekad melakukan aksi percobaan bunuh diri. Kali ini, aksi itu dilakukan dari Jembatan Kahuripan atau Sungai Brantas di kawasan Splindit Jalan Majapahit, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (28/06/2022) malam.</p>



<p>Akibat kejadian itu, korban pun meninggal. Bahkan, kejadian yang sempat membuat arus kendaraan macet itu, pun dibuat heboh karena sebelumnya sempat dirumorkan jika aksi tidak dilakukan seorang diri.</p>



<p>Hanya saja, dari olah TKP dan keterangan saksi, dipastikan bahwa korban berbuat nekad seorang diri. Tidak hanya itu, Kapolsek Klojen, Kompol Domingos Ximenes, pun berhasil mengidentifikasi korban berikut dugaan aksi nekad itu dilakukan.</p>



<p>&#8220;Sang kakek teridentifikasi bernama Harry Alamsyah (78) warga Jalan Kali Kepiting, Kelurahan Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya,&#8221; kata Kapolsek Klojen, saat kala itu menjabat dan memberikan keterangan kepada wartawan. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189570</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Beberapa Aksi Percobaan Bunuh Diri di Jembatan Suhat Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/beberapa-aksi-percobaan-bunuh-diri-di-jembatan-suhat-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 May 2023 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Suhat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189549</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Motif TJS (18), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, masih menjadi misteri. Bahkan, hingga Sabtu (27/05/2023) tadi, petugas pun masih kesulitan untuk mampu mengurangi penyebab dari kejadian itu. Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo, saat dikonfirmasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotamalang.memontum.com">Kota Malang</a></strong> &#8211; Motif TJS (18), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, masih menjadi misteri. Bahkan, hingga Sabtu (27/05/2023) tadi, petugas pun masih kesulitan untuk mampu mengurangi penyebab dari kejadian itu.</p>



<p>Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo, saat dikonfirmasi kembali oleh Memontum.com pada Sabtu (27/05/2023) sekitar pukul 16.00, belum bisa memastikan motif aksi nekad dari TJS hingga berujung kematian. &#8220;Untuk motifnya, kami masih belum mengetahui. Namun, akibat peristiwa itu korban meninggal dan keluarga korban masih berduka,&#8221; ujar AKP Anton Widodo saat dihubungi melalui ponselnya.</p>



<p>Lantas, berapa kali jembatan itu menjadi sasaran percobaan bunuh diri, berikut catatannya. Berdasarkan data <a href="https://memontum.com">Memontum.com</a>, TJS sudah pernah mencoba melakukan aksi percobaan bunuh diri di Jembatan Suhat. Yaitu pada Senin (01/08/2022) tahun lalu atau saat korban masih berusia 17 tahun. Hanya saja, aksinya tersebut berhasil digagalkan oleh petugas Polsek Lowokwaru.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Namun siapa sangka, pada Jumat (26/05/2023) kemarin, korban kembali mendatangi Jembatan Suhat. Hingga akhirnya, saksi yang melihat mengatakan bahwa korban secara tiba-tiba melompat dari jembatan yang didasarnya adalah Sungai Brantas dan ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.</p>



<p>Aksi nekad tersebut, dari data yang dimiliki Memontum.com, ternyata bukan hanya sekali itu Jembatan Suhat dijadikan sasaran usaha percobaan bunuh dan mengakibatkan korban meninggal. Sebab, pada Rabu (01/09/2021) atau dua tahun lalu, seorang mahasiswa PTN di Kota Malang berinisial MM (22), asal Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, pun juga mencoba mengakhiri hidupnya dari Jembatan Suhat. Namun lagi-lagi sebelum usaha korban melompat dari jembatan, petugas Polsek Lowokwaru juga berhasil menggalkan aksi MM. Saat itu, dengan kondisi memangis, MM berhasil ditenangkan oleh petugas. Diketahui, MM depresi karena tidak punya laptop hingga takut tidak bisa lulus kuliah tepat&nbsp;waktu.<strong>&nbsp;(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189549</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Identitas Pria Bunuh Diri di Jembatan Suhat Terungkap, 2022 Pernah Coba Lakukan Aksi Serupa</title>
		<link>https://memontum.com/identitas-pria-bunuh-diri-di-jembatan-suhat-terungkap-2022-pernah-coba-lakukan-aksi-serupa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 May 2023 12:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Suhat]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189440</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Identitas pria yang bunuh diri di Jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akhirnya terungkap. Pria yang sebelumnya tidak diketahui namanya itu, teridentifikasi berinisial TJS (18), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Hal itu, disampaikan Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo. Disampaikannya, bahwa identitas korban diketahui dari dompet yang berhasil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotamalang.memontum.com">Kota Malang</a></strong> &#8211; Identitas pria yang bunuh diri di Jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akhirnya terungkap. Pria yang sebelumnya tidak diketahui namanya itu, teridentifikasi berinisial TJS (18), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Hal itu, disampaikan Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo.</p>



<p>Disampaikannya, bahwa identitas korban diketahui dari dompet yang berhasil ditemukan petugas. Selain tanda pengenalan berupa KTP, juga ada foto seorang perempuan. Hanya saja, siapa identitas foto itu tidak diketahui.</p>



<p class="has-medium-font-size"><strong>Baca juga :</strong> </p>





<p class="related">Namun, Kapolsek memastikan bahwa dari tanda pengenal itu, diketahui jika pria kelahiran tahun 2005 itu, sebelumnya juga sudah pernah mencoba melakukan aksi percobaan bunuh diri. Yaitu, berusaha hendak melompat di Jembatan Suhat, pada Senin (01/08/2022) tahun lalu. Saat itu, korban sempat hilir mudik dan menuai curiga pemakai jalan.</p>



<p>“Iya, dia (pria, red) orang yang sama, yang pernah mencoba hendak melompat bunuh diri pada tahun 2022 lalu,” ujar Anton, Jumat (26/05/2023) tadi.</p>



<p>Pada tahun lalu itu, tambahnya, petugas Polsek Lowokwaru berhasil menggagalkan aksi percobaan bunuh diri tersebut. Sebab, para pengendara yang berlalu lalang di area jembatan, berhasil melaporkan pria itu ke Pos Polisi Simpang Tiga Universitas Brawijaya.</p>



<p>“Memang waktu itu, sempat gagal dilakukan. Karena, banyak warga yang telah mencurigai dengan rencana korban. Saat itu, dia sempat mondar-mandir di Jembatan Suhat. Lalu, warga langsung melaporkan ke Pos Polisi dan berhasil kami gagalkan,” katanya.</p>



<p>Dalam aksinya kali ini, terangnya, pria yang masih pelajar itu, melompat ke bawah jembatan lagi. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal, di aliran Sungai Brantas atau berjarak beberapa meter dari korban jatuh kali pertama.</p>



<p>“Jaraknya sekitar 500 meter dari titik korban melompat. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” tambahnya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, akibat kejadian itu, sontak menyita perhatian pengguna jalan. Apalagi, sebelum diketahui melompat dari jembatan, di titik awal jembatan didapati ceveran darah. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189440</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bunuh Diri dengan Melompat dari Jembatan Suhat, Tubuh Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mati Terbawa Arus</title>
		<link>https://memontum.com/bunuh-diri-dengan-melompat-dari-jembatan-suhat-tubuh-pria-tanpa-identitas-ditemukan-mati-terbawa-arus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 May 2023 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Suhat]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189397</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang pria yang masih belum diketahui identitasnya melakukan aksi bunuh diri di Jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (26/05/2023) tadi. Aksi nekad itu, diketahui beberapa warga dan langsung dilaporkan ke petugas kepolisian. Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo, mengatakan bahwa aksi nekad itu diketahui oleh pengguna jalan yang melintas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang pria yang masih belum diketahui identitasnya melakukan aksi bunuh diri di Jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (26/05/2023) tadi. Aksi nekad itu, diketahui beberapa warga dan langsung dilaporkan ke petugas kepolisian.</p>



<p>Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo, mengatakan bahwa aksi nekad itu diketahui oleh pengguna jalan yang melintas di Jembatan Suhat. Melihat korban melompat, warga tersebut langsung berteriak meminta tolong dan melaporkan kepada petugas. Sementara di sekitar lokasi, ditemukan ceceran darah.</p>



<p>“Kemungkinannya sebelum lompat, diduga korban menyayat atau bagaimana dahulu. Karena, ditemukan ada ceceran darah di titik awal korban. Sementara, untuk identitas atau sarana yang digunakan korban, tidak ada di lokasi,&#8221; kata AKP Anton saat ditemui Memontum.com.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tim SAR bersama dengan BPBD Kota Malang, di lokasi mulai melakukan penyusuruan dari bawah Jembatan Suhat hingga wilayah Tembalang, Kota Malang. Bahkan, pencarian tubuh korban sampai memakan waktu selama kurang lebih 1,5 jam.</p>



<p>“Penyisiran mulai dilakukan dari jembatan sampai wilayah Tembalang, Kota Malang. Karena diduga, korban jatuh dan terbawa arus menuju ke arah sana,” lanjutnya.</p>



<p>Setelah dilakukan penyisiran, tubuh korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Tubuh korban, ditemukan berjarak sekitar 500 meter dari titik korban melompat.</p>



<p>&#8220;Tadi yang menemukan dari Tim SAR. Untuk identifikasinya, nanti di kamar mayat. Nama saksi mata masih di pos polisi dan nanti kami beri tahu lebih lanjut,” ujarnya.</p>



<p>Akibat aksi nekad itu, sontak membuat kemacetan di area Suhat hingga menuju Jalan Mayjend Panjaitan, Kota Malang. Itu karena, banyak masyarakat yang antusias untuk melihat lokasi kejadian. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189397</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
