<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>bunuh &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/bunuh/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 Jul 2023 11:06:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>bunuh &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>500 Tanaman Tembakau Dibabat Orang Tak Dikenal, Petani Kraksaan Probolinggo Ancam Bunuh Pelaku</title>
		<link>https://memontum.com/500-tanaman-tembakau-dibabat-orang-tak-dikenal-petani-kraksaan-probolinggo-ancam-bunuh-pelaku</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2023 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[ancam]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh]]></category>
		<category><![CDATA[dibabat]]></category>
		<category><![CDATA[dikenal]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kraksaan,]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[Tembakau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194083</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Sebanyak 500 tanaman tembakau milik Suharto (51) warga Dusun Krajan, Desa Tamansari, Kecamatan Kraksaan, menjadi sasaran aksi pengrusakan orang tidak dikenal. Diduga, aksi pengrusakan yang dilakukan pelaku itu, berlangsung pada Minggu (23/07/2023) dini hari. Menurut keterangan Suharto, dirinya baru mengetahui tanaman tembakau miliknya rusak, pada Minggu sekitar pukul 06.00. Saat itu, seperti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Sebanyak 500 tanaman tembakau milik Suharto (51) warga Dusun Krajan, Desa Tamansari, Kecamatan Kraksaan, menjadi sasaran aksi pengrusakan orang tidak dikenal. Diduga, aksi pengrusakan yang dilakukan pelaku itu, berlangsung pada Minggu (23/07/2023) dini hari.</p>



<p>Menurut keterangan Suharto, dirinya baru mengetahui tanaman tembakau miliknya rusak, pada Minggu sekitar pukul 06.00. Saat itu, seperti biasa dirinya mengecek sawah garapannya. Lokasi sawah sendiri, berada di perbatasan Desa Sumberlele dan Tamansari, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>&#8220;Saat sampai di sawah, saya langsung terkejut melihat tanaman tembakau yang mulanya sangat bagus, sudah porak poranda dibabat oleh orang. Padahal, saat itu niat saya akan menyiram tembakau. Ternyata, tanaman saya dibabat orang,&#8221; katanya, Senin (24/07/2023) tadi.</p>



<p>Lebih lanjut Suharto menceritakan, ada sekitar 500 tanaman tembakau yang rusak oleh ulah pelaku. Sementara kerugian, ditaksir mencapai hingga Rp 2,5 juta. Karena, usia tanaman sudah menginjak sebulan lebih dan memiliki nilai jual perbatangnya seharga Rp 5 ribu.</p>



<p>“Kalau dijual sekarang paling Rp5 ribu perbatangnya,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Suharto mengaku, tidak tahu apa motif dari aksi pengrusakan tanaman tembakaunya. Apalagi, dirinya juga tidak merasa memiliki musuh ataupun selisih paham dengan orang lain.</p>



<p>Akibat kejadian itu, Suharto mengaku sangat kesal. Terlebih lagi, mengingat harga pupuk saat ini sangat tinggi, karena tidak lagi bersubsidi. Bahkan sangking kesalnya, dirinya mengatakan akan membunuh pelaku yang telah merusak tanaman tanpa sebab yang jelas itu.</p>



<p>“Kalau ketemu orangnya, paling saya bunuh. Saya ini tidak pulang-pulang dari sawah, kok dibabat seperti ini tembakau saya,” ujarnya kesal.</p>



<p>Sementara itu, Kades Taman Sari, Hosni, mengatakan bahwa kejadian tersebut sudah dilaporkan ke pihak kepolisian oleh korban. &#8220;Sudah dilaporkan, mas. Kejadiannya di Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan,&#8221; jawabnya melalui pesan singkat. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194083</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seorang Ibu di Malang Diduga Bunuh Anaknya Lalu Gantung Diri Akibat Terbelit Utang Bank Titil</title>
		<link>https://memontum.com/seorang-ibu-di-malang-diduga-bunuh-anaknya-lalu-gantung-diri-akibat-terbelit-utang-bank-titil</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Jul 2023 11:57:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[anaknya]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[diri]]></category>
		<category><![CDATA[gantung]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[lalu]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<category><![CDATA[terbelit]]></category>
		<category><![CDATA[titil]]></category>
		<category><![CDATA[utang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193891</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Ketenangan warga di Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, berubah menjadi geger, Jumat (21/07/2023) tadi. Itu karena, seorang perempuan yang teridentifikasi bernama Mujiati (33) dan anaknya berinisial A (3), ditemukan meninggal dunia di dalam rumah. Mujiati ditemukan gantung diri di area dapur. Sementara anaknya, ditemukan meninggal dengan kondisi pergelangan tangannya tersayat. Akibat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Malang</strong> &#8211; Ketenangan warga di Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, berubah menjadi geger, Jumat (21/07/2023) tadi. Itu karena, seorang perempuan yang teridentifikasi bernama Mujiati (33) dan anaknya berinisial A (3), ditemukan meninggal dunia di dalam rumah.</p>



<p>Mujiati ditemukan gantung diri di area dapur. Sementara anaknya, ditemukan meninggal dengan kondisi pergelangan tangannya tersayat. Akibat peristiwa itu, warga pun melaporkan kejadian ke Polsek Karangploso dan diteruskan ke Polres Malang. Sehingga, petugas kepolisian segera tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.</p>



<p>Menurut keterangan salah seorang warga, Joko Harupan, bahwa kejadian itu baru diketahui sekitar pukul 07.00. Peristiwa ini, diketahui atas kecurigaan warga karena kondisi rumah korban terlihat sepi atau tidak seperti biasanya.</p>



<p>&#8220;Awalnya sepi, tidak terdengar suara dari dalam rumah. Itu tidak seperti biasanya. Kondisi rumahnya terkunci. Sehingga, dilaporkan warga ke Pak RT hingga akhirnya dicongkel dari jendela,&#8221; ujarnya. Karena lubang jendelanya kecil, imbuhnya, akhirnya sempat meminta seorang anak untuk masuk melalui celah-celah jendela yang sudah dicongkel. &#8220;Saat masuk itu, lihat anaknya tergeletak di kamar dengan bersimpah darah. Sementara ibunya, gantung diri di dapur yang depan letter L itu,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kondisi sang ibu asal Desa Banjarejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, itu sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Sedangkan anaknya, ada di dalam kamar dengan pergelangan tangan bersimbah darah. &#8220;Dugaannya anak korban disayat nadinya, terus ibunya bunuh diri,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Ditanya mengenai aksi nekad korban, Joko Harupan menduga ada kaitannya dengan utang oleh rentenir. Karena, korban sempat ditagih dengan cara kasar dibentak-bentak.</p>



<p>&#8220;Korban sering ditagih utang ke rumahnya. Saat nagih, itu marah-marah dan bentak. Semacam bank titil, tapi bukan Pinjol. Kemungkinannya dari itu, bisa jadi,&#8221; tambah Joko.</p>



<p>Ketua RT01, Ahmad Toyyib Fadillah, secara terpisah pun menduga aksi nekad itu karena jeratan utang dari rentenir yang menjadi penyebab meninggalnya ibu dan anak. Sehingga, sampai berbuat nekad.</p>



<p>&#8220;Dugaanya mungkin utang piutang dengan bank titil. Bank titil itu biasanya nagih sambil marah-marah. Kemarin itu masih nagih. Kalau gak dikasih, biasanya menunggu sampai malam,&#8221; kata Toyyib.</p>



<p>Sementara itu di lokasi, tampak Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Rizki Saputro dan Kapolsek Karangploso, Iptu Bambang Subinanjar, juga terlihat memimpin olah TKP. Tim Inafis Polres Malang juga diterjunkan untuk melakukan identifikasi dua jenazah ibu dan anak. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193891</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Istri Pedagang Cilok di Jember Diduga Bunuh Dua Buah Hati? Sang Ibu Akhiri Hidup dengan Gantung Diri</title>
		<link>https://memontum.com/istri-pedagang-cilok-di-jember-diduga-bunuh-dua-buah-hati-sang-ibu-akhiri-hidup-dengan-gantung-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jun 2023 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[akhiri]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[buah]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh]]></category>
		<category><![CDATA[cilok]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[diri]]></category>
		<category><![CDATA[dua]]></category>
		<category><![CDATA[gantung]]></category>
		<category><![CDATA[HATI]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[sang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191171</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Peristiwa tragis dan menyayat hati terjadi di Jalan Kepodang II, Lingkungan Krajan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Sabtu (17/06/2023) sekitar pukul 01.00. Seorang ibu yang diketahui bernama Husnul Khotimah (36), diduga telah tega membunuh dua anaknya yang masih Balita yakni AVS berusia 8 bulan dan LA yang masih berumur 7 tahun. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Peristiwa tragis dan menyayat hati terjadi di Jalan Kepodang II, Lingkungan Krajan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Sabtu (17/06/2023) sekitar pukul 01.00.</p>



<p>Seorang ibu yang diketahui bernama Husnul Khotimah (36), diduga telah tega membunuh dua anaknya yang masih Balita yakni AVS berusia 8 bulan dan LA yang masih berumur 7 tahun. Kedua anak tidak berdosa tersebut, ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar. Sedangkan ibu korban sendiri, ditemukan dalam kondisi meninggal dengan kondisi gantung diri.</p>



<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, peristiwa tragis ini diketahui setelah Agus Riyadi, suami Husnul Khotimah, pulang kerja dari berdagang cilok di depan RS Soebandi. Saksi atau orang tua kedua bocah, curiga saat rumah dalam keadaan sepi. Ketika pintu rumah diketuk, tidak ada satupun anggota keluarganya yang merespon dari dalam rumah. Setelah agak lama menunggu, anak keduanya, RKZ, berumur 6 tahun, keluar dari kamar dan membuka pintu.</p>



<p>Baca juga:</p>





<p>&#8220;Anak Pak Agus itu ada tiga. LA yang meninggal itu anak pertama dan AV yang Balita usia 8 bulan itu anak ketiga. Sementara RKZ adalah anak kedua,&#8221; kata seorang warga yang enggan disebut namanya.</p>



<p>Usai pintu dibuka, Agus pun tanpa curiga langsung masuk. Ketika masuk itulah, didapati sang istri meninggal dengan kondisi gantung diri. Kemudian, Agus makin syok saat melihat dua anaknya yakni LA dan AV kondisinya mengenaskan, karena tidak bernyawa di dalam kamarnya.</p>



<p>“Kedua anak korban, LA dan AVS ini meninggal dunia terlentang di atas kasur,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Usai mendapati istri dan anaknya dalam kondisi tidak bernyawa, Agus pun langsung berteriak histeris dan minta pertolongan ke warga. Saat itu juga, warga pun berdatangan dan ada pula yang melaporkan ke Polsek Patrang hingga petugas segera tiba di lokasi melakukan penyelidikan.</p>



<p>Kanitreskrim Polsek Patrang, Aiptu Sutaryoto, saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. Hanya saja, untuk kronologi lengkapnya bisa konfirmasi ke Kapolsek Patrang, AKP Hery Supadmo.</p>



<p>&#8220;Saya sekarang masih di rumah sakit. Untuk keterangan lengkapnya, bisa hubungi Pak Kapolsek,&#8221; jawabnya melalui pesan singkat WhatsApp.</p>



<p>Sebagai informasi, saat ini ketiga jenazah anggota keluarga Agus, sedang menjalani proses otopsi di RSD Soebandi. <strong>(rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191171</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
