<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>busana &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/busana/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Apr 2026 09:31:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>busana &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Songsong Keberangkatan CJH Pasuruan, Pemkab Fasilitasi Armada hingga Busana</title>
		<link>https://memontum.com/songsong-keberangkatan-cjh-pasuruan-pemkab-fasilitasi-armada-hingga-busana</link>
					<comments>https://memontum.com/songsong-keberangkatan-cjh-pasuruan-pemkab-fasilitasi-armada-hingga-busana#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Armada]]></category>
		<category><![CDATA[busana]]></category>
		<category><![CDATA[fasilitasi]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[keberangkatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[songsong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231676</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Tahun ini, ada sebanyak 1.635 warga Kabupaten Pasuruan akan melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah. Ribuan calon tamu Allah SWT tersebut, akan mulai berangkat haji mulai 22 hingga 23 April 2026 mendatang, melalui 9 kloter, yakni kloter 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 dan kloter 37. Plt Kepala Kementerian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Tahun ini, ada sebanyak 1.635 warga Kabupaten Pasuruan akan melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah. Ribuan calon tamu Allah SWT tersebut, akan mulai berangkat haji mulai 22 hingga 23 April 2026 mendatang, melalui 9 kloter, yakni kloter 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 dan kloter 37.</p>



<p>Plt Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pasuruan, Ahmad Marzuqi, menjelaskan bahwa sejak adanya laporan bahwa dua jamaah meninggal, pihaknya langsung menyampaikan ke ahli waris jika ada hak yang dapat digunakan untuk mengganti orang tuanya naik haji. Hanya saja, setelah ada konfirmasi bahwa keluarga memilih tunda berangkat di tahun 2027 mendatang, maka secara otomatis akan diisi oleh jamaah cadangan yang telah melunasi (Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).</p>



<p>&#8220;Ketika ahli waris yang punya hak, tapi karena memilih tidak jadi berangkat di tahun ini, maka cadangan yang daftar tunggu bisa naik,&#8221; kata Marzuki, Selasa (14/04/2026) tadi.</p>



<p>Untuk diketahui, jamaah Kabupaten Pasuruan yang berangkat melalui kloter 3, ada sebanyak 1 orang. Kemudian kloter 4, sebanyak 8 orang, kloter 5 ada 63 orang, kloter 6 ada 373 orang, kloter 7 ada 375 orang, kloter 8 ada 374 orang, kloter 9 ada 374 orang, kloter 10 yang tergabung dengan kota pasuruan sebanyak 60 orang serta kloter 37 sebanyak 6 orang.</p>



<p>Gus Anis-sapaan akrab Plt Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pasuruan, mengatakan semua tahapan sudah rampung. Dalam artian, hanya melakukan finalisasi dan koordinasi dengan Pemerintah Kota Pasuruan maupun Kabupaten Pasuruan. Khususnya, dalam hal armada maupun hal-hal lain yang diperlukan para jamaah sebelum naik haji.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Sekarang sedang persiapan finalisasi dengan Pemkab dan Pemkot Pasuruan. InsyaAllah lancar semuanya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, menegaskan bahwa Pemkab Pasuruan siap membantu para calon jamaah haji Kabupaten Pasuruan. Khususnya, dalam menyediakan armada bus yang digunakan para jamaah untuk berangkat ke Asrama Haji Sukolilo maupun saat kepulangan dari ibadah haji mendatang.</p>



<p>&#8220;Pemkab Pasuruan siap membantu keberangkatan para jamaah, terutama menyediakan bus untuk mengangkut jamaah sekaligus mengantarkan kepulangannya nanti,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Tidak hanya armada kendaraan, Pemkab Pasuruan menurut Gus Shobih juga membuatkan seragam yang menandakan ciri khas jamaah haji Kabupaten Pasuruan. Seragam tersebut, sengaja dibuat dengan tone warna dan motif yang sama, agar bisa dikenal dan terlihat oleh sesama jamaah dari Kabupaten Pasuruan.</p>



<p>&#8220;Kami juga membuatkan seragam ciri khas jamaah haji Kabupaten Pasuruan biar bisa kenal dan terlihat oleh teman-temannya,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/puj/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/songsong-keberangkatan-cjh-pasuruan-pemkab-fasilitasi-armada-hingga-busana/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231676</post-id>	</item>
		<item>
		<title>HUT Ke-112 Kota Malang, Pemkot Luncurkan Busana Khas Malangan yang Miliki Nilai Sejarah</title>
		<link>https://memontum.com/hut-ke-112-kota-malang-pemkot-luncurkan-busana-khas-malangan-yang-miliki-nilai-sejarah</link>
					<comments>https://memontum.com/hut-ke-112-kota-malang-pemkot-luncurkan-busana-khas-malangan-yang-miliki-nilai-sejarah#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[busana]]></category>
		<category><![CDATA[ke-112]]></category>
		<category><![CDATA[luncurkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Malangan]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231399</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke 112 Kota Malang menjadi momen bersejarah dengan diluncurkannya busana khas Malangan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Rabu (01/04/2026) tadi. Peluncuran busana tersebut, sebagai upaya memperkuat identitas budaya daerah. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa busana khas Malangan tidak sekadar pakaian seremonial, namun memiliki filosofi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke 112 Kota Malang menjadi momen bersejarah dengan diluncurkannya busana khas Malangan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Rabu (01/04/2026) tadi. Peluncuran busana tersebut, sebagai upaya memperkuat identitas budaya daerah.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa busana khas Malangan tidak sekadar pakaian seremonial, namun memiliki filosofi sejarah panjang perjalanan Kota Malang. Menurutnya, desain pakaian tersebut merepresentasikan perjalanan kepemimpinan dan perkembangan Kota Malang sejak era pemerintahan kolonial Belanda hingga masa sekarang.</p>



<p>“Hari ini menjadi momen bersejarah karena Kota Malang mulai memiliki pakaian khas yang filosofinya menggambarkan nilai histori dan kearifan lokal asli Kota Malang,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dirinya menjelaskan, busana tersebut nantinya akan digunakan dalam berbagai kegiatan resmi dan upacara tertentu di lingkungan Pemkot Malang. Menurutnya, karakter budaya Kota Malang berbeda dengan daerah di Malang Raya lainnya. Jika Kabupaten Malang memiliki kultur kerajaan dan Kota Batu berkembang dengan karakter tersendiri, maka Kota Malang merupakan perpaduan budaya tradisional dan pengaruh kolonial.</p>



<p>“Perpaduan antara kolonial dan tradisional inilah yang menjadi identitas Kota Malang, dan itu diwujudkan dalam busana khas Malangan,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, menjelaskan bahwa busana khas Kota Malang dirancang melalui kajian nilai sosial budaya masyarakat dari masa ke masa. Secara desain, busana menggunakan atasan jas berwarna hitam dengan dalaman kemeja putih berkerah tinggi dan dasi panjang. Bawahan berupa celana panjang hitam dipadukan kain batik motif Tugu Pucuk Kopi yang dikenakan sebatas paha.</p>



<p>Kemudian, untuk penutup kepala menggunakan topi Aalstenaar yang dipadukan dengan udeng bermotif batik Tugu Pucuk Kopi, serta dilengkapi aksesoris pejabat berupa selempang dan obybelt. Untuk alas kaki, menggunakan sepatu pantofel kulit hitam untuk menampilkan kesan formal klasik dan elegan.</p>



<p>&#8220;Motif batik Tugu Pucuk Kopi sendiri terinspirasi dari ornamen batik kawung pada peninggalan era Kerajaan Singasari yang kemudian dipadukan dengan simbol kopi dan tugu khas Kota Malang,&#8221; jelas Suwarjana.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakannya, bahwa desain busana tersebut juga mengadopsi inspirasi dari pakaian pejabat masa lalu, khususnya busana yang dikenakan Raden Adipati Aryo Suryo Adiningrat yang menjabat Bupati Malang pada periode 1898–1934. Dalam perkembangannya, konsep busana turut mempertimbangkan mobilitas kerja pejabat di lapangan.</p>



<p>Kain panjang yang sebelumnya digunakan disesuaikan menjadi lebih praktis hingga sebatas lutut agar mendukung kesiapan pejabat turun langsung menyelesaikan persoalan masyarakat. &#8220;Peluncuran busana khas ini dilatarbelakangi karena belum adanya standar busana identitas resmi Kota Malang. Harapannya menjadi simbol identitas budaya, memperkuat branding Kota Malang, sekaligus mendukung promosi pariwisata di tingkat regional hingga internasional,” imbuh Suwarjana. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/hut-ke-112-kota-malang-pemkot-luncurkan-busana-khas-malangan-yang-miliki-nilai-sejarah/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231399</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hari Jadi Kota Malang 2026, Pemkot Siapkan Busana Sejarah hingga Peluncuran Tugu Unesco</title>
		<link>https://memontum.com/hari-jadi-kota-malang-2026-pemkot-siapkan-busana-sejarah-hingga-peluncuran-tugu-unesco</link>
					<comments>https://memontum.com/hari-jadi-kota-malang-2026-pemkot-siapkan-busana-sejarah-hingga-peluncuran-tugu-unesco#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[busana]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peluncuran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[UNESCO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231307</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah mematangkan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Malang 2026, dengan konsep berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memastikan perayaan tahun ini akan dikemas lebih bermakna, menonjolkan identitas sejarah dan budaya Kota Malang tanpa kemeriahan berlebihan. Sehingga, saat ini fokus utama Pemkot Malang adalah memastikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah mematangkan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Malang 2026, dengan konsep berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memastikan perayaan tahun ini akan dikemas lebih bermakna, menonjolkan identitas sejarah dan budaya Kota Malang tanpa kemeriahan berlebihan. Sehingga, saat ini fokus utama Pemkot Malang adalah memastikan seluruh rangkaian Hari Jadi berjalan maksimal.</p>



<p>“Kita ingin Hari Jadi Kota Malang tahun 2026 ini spesial. Ada konsep baru yang menampilkan perjalanan sejarah Kota Malang melalui busana yang memiliki cerita budaya,” ujar Wali Kota Wahyu, Jumat (27/03/2026) tadi.</p>



<p>Dirinya menjelaskan, Pemkot Malang telah menyiapkan desain pakaian khusus yang menggambarkan perjalanan kepemimpinan Kota Malang, sejak masa pemerintahan Belanda hingga era modern. Busana tersebut akan dikenakan dalam momentum peringatan hari jadi sebagai simbol identitas daerah.</p>



<p>“Setiap unsur pakaian itu ada maknanya, ada cerita sejarahnya. Ini menjadi simbol perjalanan Kota Malang dari masa ke masa,” tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Salah satu agenda paling menarik dalam perayaan tahun ini, adalah peluncuran tugu penanda pengakuan Kota Malang sebagai Kota Kreatif Dunia bidang Media Art oleh Unesco. Tugu tersebut, akan diresmikan pada 1 April 2026 di kawasan Alun-Alun Merdeka sebagai simbol kebanggaan warga Kota Malang.</p>



<p>“Ini kebanggaan besar karena Kota Malang menjadi Kota Kreatif Dunia bidang Media Art pertama di Asia Tenggara. Konsepnya sudah disetujui Unesco,” jelasnya.&nbsp;</p>



<p>Menurutnya, pemasangan identitas kota kreatif dunia sebenarnya telah dijadwalkan sejak Februari lalu, mengikuti kota-kota kreatif dunia lainnya. Namun, Pemkot Malang sengaja menunggu momentum Hari Jadi agar peluncurannya memiliki nilai simbolis lebih kuat.</p>



<p>&#8220;Harusnya memang pemasangannya itu pertengahan Februari kemarin, sama seperti 58 di Kota Kreatif Dunia yang lain sudah terpasang. Tetapi untuk Kota Malang memang menunggu momennya pas tanggal 1 April,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Meski menghadirkan konsep baru, Wali Kota Wahyu menegaskan perayaan tetap digelar secara sederhana. Pemkot Malang tidak ingin peringatan Hari Jadi identik dengan pesta besar, melainkan refleksi perjalanan kota.</p>



<p>&#8220;Rangkaian kegiatan akan berlangsung bertahap, mulai dari agenda pra-acara, peringatan hari H, hingga kegiatan lanjutan bagi masyarakat. Kita tidak hura-hura. Resepsi juga dilaksanakan sederhana di Gedung Cendrawasih. Yang penting maknanya, bukan kemeriahannya,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/hari-jadi-kota-malang-2026-pemkot-siapkan-busana-sejarah-hingga-peluncuran-tugu-unesco/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231307</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Terbitkan Edaran Jam Kerja dan Aturan Busana bagi ASN Selama Ramadan 1447 H</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-terbitkan-edaran-jam-kerja-dan-aturan-busana-bagi-asn-selama-ramadan-1447-h</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aturan]]></category>
		<category><![CDATA[busana]]></category>
		<category><![CDATA[edaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[selama]]></category>
		<category><![CDATA[terbitkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230291</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 6 tahun 2026, yang mengatur jam kerja serta penggunaan pakaian bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemkot Malang, selama Bulan Ramadan 1447 Hijriah. Kepala Plt Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 6 tahun 2026, yang mengatur jam kerja serta penggunaan pakaian bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemkot Malang, selama Bulan Ramadan 1447 Hijriah.</p>



<p>Kepala Plt Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Malang, Hendru Martono, menyampaikan bahwa dalam aturan baru tersebut, terdapat penyesuaian yang signifikan. Yaitu, kewajiban penggunaan busana muslim bagi para pegawai.</p>



<p>&#8220;Jika pada tahun lalu busana muslim diwajibkan pada Hari Jumat, kini durasinya ditambah menjadi dua hari, yaitu Kamis dan Jumat,&#8221; ucap Hendru, saat dihubungi, Rabu (18/02/2026) tadi.</p>



<p>Untuk rincian jam kerja selama Ramadan, berdasarkan SE yang ditandatangani Sekretaris Daerah Kota Malang atas nama Wali Kota Malang, total jam kerja efektif selama Ramadan ditetapkan sebanyak 32 jam 30 menit perminggu. Sehingga, seluruh ASN tetap diwajibkan bekerja dari kantor tanpa opsi bekerja jarak jauh.</p>



<p>&#8220;Sementara belum menerapkan Work From Home (WFH) atau Work From Anywhere (WFA),&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut disampaikan, detail pembagian jam kerja bagi instansi dengan lima hari kerja ditetapkan pada Senin hingga Kamis pukul 08.00–15.00 WIB, dengan waktu istirahat pukul 12.00–12.30 WIB. Khusus Jumat, jam kerja dimulai pukul 07.30–15.00 WIB dengan waktu istirahat pukul 11.30–12.30 WIB. Sementara itu, bagi instansi dengan enam hari kerja, operasional pada Senin hingga Kamis dimulai pukul 07.30–14.15 WIB, Jumat pukul 07.30–11.00 WIB, dan Sabtu pukul 07.30–11.30 WIB.</p>



<p>&#8220;Selain penambahan hari untuk penggunaan busana muslim, ketentuan berpakaian pada hari lain tetap mengikuti aturan dinas yang berlaku. Untuk Senin hingga Rabu, pegawai menggunakan pakaian dinas harian sesuai jadwal reguler. Sedangkan pada Kamis dan Jumat, pegawai pria maupun wanita wajib mengenakan busana muslim, sementara bagi pegawai non-muslim diminta untuk menyesuaikan pakaian secara sopan dan rapi,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Melalui edaran tersebut, para Kepala Perangkat Daerah diminta untuk tetap melakukan pengawasan ketat agar produktivitas kerja dan pelayanan publik tetap berjalan optimal meski dalam suasana ibadah puasa. &#8220;Mudah-mudahan selama Ramadan diberikan efektifitas serta kelancaran dalam bertugas dan berjalan dengan baik,&#8221; imbuh Hendru. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230291</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berbalut Busana Khas Malangan, Bupati Sanusi Pimpin Upacara Hari Jadi ke-1265 Kabupaten Malang</title>
		<link>https://memontum.com/berbalut-busana-khas-malangan-bupati-sanusi-pimpin-upacara-hari-jadi-ke-1265-kabupaten-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berbalut]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[busana]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[ke-1265]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Malangan]]></category>
		<category><![CDATA[pimpin]]></category>
		<category><![CDATA[Sanusi]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228274</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi dan Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, bersama jajaran Forkopimda mengenakan busana khas Kabupaten Malang berwarna hitam, dalam upacara Peringatan Hari Jadi ke-1265 Kabupaten Malang 2025 yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang berlangsung di Halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (28/11/2025) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi dan Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, bersama jajaran Forkopimda mengenakan busana khas Kabupaten Malang berwarna hitam, dalam upacara Peringatan Hari Jadi ke-1265 Kabupaten Malang 2025 yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang berlangsung di Halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (28/11/2025) pagi.</p>



<p>Pemakaian busana khas Kabupaten Malang ini, sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan budaya daerah. Dengan mengusung tema &#8216;Peningkatan Daya Saing Daerah dalam Peningkatan Ekonomi Inklusif yang Berkelanjutan&#8217;, peringatan Hari Jadi ke-1265 ini menjadi momentum refleksi perjalanan Kabupaten Malang dari masa ke masa.</p>



<p>&#8220;Tema ini, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya harus bergerak maju, tetapi juga memastikan pemerataan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, dari pesisir hingga pegunungan, serta dari petani, nelayan, pelaku UMKM hingga generasi muda yang menjadi pilar masa depan,&#8221; kata Bupati Sanusi, saat sebagai inspektur upacara Hari Jadi ke-1265 Kabupaten Malang.</p>



<p>Sejarah panjang Kabupaten Malang yang berakar pada Prasasti Dinoyo sejak 28 November 760 Masehi, menghadirkan warisan nilai berupa semangat pantang menyerah, kerja keras dan kegotongroyongan. Nilai-nilai ini, terus relevan dalam menjawab tantangan zaman, mulai dari transformasi digital, kompetisi global, perubahan iklim, hingga dinamika ekonomi yang bergerak cepat.</p>



<p>Bersamaan dengan momentum ini, juga diperingati Hari Ulang Tahun ke-54 Korpri dengan tema nasional Bersatu, Berdaulat, Bersama Korpri, Dalam Mewujudkan Indonesia Maju. &#8220;Tema tersebut, menegaskan peran strategis ASN dan anggota Korpri sebagai penggerak tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional dan berorientasi pelayanan,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, Korpri dituntut menjadi contoh kedisiplinan, moralitas dan etos kerja yang tinggi. Bupati Malang menegaskan, bahwa pelayanan publik harus terus diperbaiki menuju birokrasi yang cepat, tepat dan akuntabel.</p>



<p>“Tidak boleh ada birokrasi yang lamban, tidak boleh ada pelayanan yang berbelit-belit dan tidak boleh ada aparatur yang tidak memberi manfaat bagi rakyat. Kita harus memberikan bukti, bukan sekadar janji,” tegasnya.</p>



<p>Bupati Malang juga mengajak seluruh anggota Korpri Kabupaten Malang untuk terus memperkuat integritas dan profesionalisme. “Di usia ke-54 ini, saya mengajak seluruh anggota Korpri Kabupaten Malang untuk menjadikan pengabdian sebagai ibadah, menjadikan jabatan sebagai amanah dan menjadikan pelayanan masyarakat sebagai kemuliaan,” ujarnya.</p>



<p>Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Malang, menatap masa depan dengan penuh optimisme. “Kita memiliki potensi yang besar sumber daya alam yang melimpah, generasi muda yang cerdas, budaya yang luhur, serta semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama bangsa. Jika seluruh potensi ini kita satukan, maka Insyaallah Kabupaten Malang akan menjadi daerah yang semakin berdaya saing, semakin maju dan semakin mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh warganya,” tambahnya.</p>



<p>Di penghujung seremonial, suasana upacara peringatan Hari Jadi ke-1265 Kabupaten Malang semakin semarak dengan penampilan berbagai kesenian daerah. Performa seni tersebut menjadi penutup yang indah, menambah hangatnya kebersamaan dan keceriaan pada hari yang istimewa bagi seluruh masyarakat Kabupaten Malang dalam merayakan Hari Jadi ke-1265 Kabupaten Malang. <strong>(kom/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228274</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Santri Nasional 2025, Disdikbud Imbau Pelajar Gunakan Busana Muslim</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-santri-nasional-2025-disdikbud-imbau-pelajar-gunakan-busana-muslim</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[busana]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[gunakan]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226951</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mengimbau seluruh pelajar TK hingga SMP untuk mengenakan busana muslim. Imbauan itu untuk dilakukan selama tiga hari, mulai Rabu (22/10/2025) besok, hingga Jumat (24/10/2025) lusa. Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut berlaku bagi siswa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mengimbau seluruh pelajar TK hingga SMP untuk mengenakan busana muslim. Imbauan itu untuk dilakukan selama tiga hari, mulai Rabu (22/10/2025) besok, hingga Jumat (24/10/2025) lusa.</p>



<p>Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut berlaku bagi siswa yang beragama Islam. Sedangkan bagi pelajar non-Muslim, dapat menyesuaikan dengan busana yang sopan sesuai keyakinannya.</p>



<p>“Kami mengimbau siswa yang beragama Islam mengenakan busana muslim selama tiga hari dalam rangka HSN. Untuk yang non-Muslim, menyesuaikan saja,” ujar Suwarjana, Selasa (21/10/2025) tadi.</p>



<p>Tidak hanya itu, para pelajar menurutnya juga diperbolehkan menggunakan sarung dan aksesoris lainnya yang bernuansa islami. “Kalau memakai sarung silakan, alas kaki menyesuaikan saja. Kalau pakai sarung sebaiknya jangan memakai sepatu, tapi kalau tetap ingin memakai sepatu juga tidak masalah,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, momentum HSN ini bukan sekadar seremonial saja. Melainkan memiliki makna mendalam dalam menanamkan nilai keimanan dan ketakwaan di kalangan pelajar.</p>



<p>“Santri itu juga murid. Jadi melalui momentum HSN ini, kami ingin menanamkan nilai iman dan takwa, bahwa seorang santri harus mengikuti aturan dan nasihat gurunya. Karena guru atau kiai pasti mengajarkan kebaikan,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut Suwarjana juga menyinggung, akan pentingnya pembentukan karakter di tengah tantangan pergaulan modern, terutama dengan maraknya konten negatif di media sosial. “Kalau melihat kondisi sekarang, anak-anak perlu pembatasan dan penguatan karakter positif. Karena banyak konten yang tidak pantas ditonton. Ini menjadi tanggung jawab bersama, termasuk Kominfo, untuk bisa membatasi atau memblokir konten negatif bagi pelajar,” imbuh Suwarjana. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226951</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan HUT RI, Satlantas Polresta Malang Kota di Satpas SIM dan Samsat Kenakan Busana Kemerdekaan</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hut-ri-satlantas-polresta-malang-kota-di-satpas-sim-dan-samsat-kenakan-busana-kemerdekaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[busana]]></category>
		<category><![CDATA[Kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[kenakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[polresta]]></category>
		<category><![CDATA[Samsat]]></category>
		<category><![CDATA[Satlantas]]></category>
		<category><![CDATA[Satpas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225044</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Suasana Peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan Indonesia, terlihat semarak di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) dan Satpas SIM Polresta Malang Kota, Sabtu (16/08/2025) tadi. Itu karena, petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Malang Kota yang bertugas di Kantor Samsat, diwajibkan mengenakan pakaian bertema kemerdekaan. Beragam busana bernuansa kemerdekaan, mulai dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Suasana Peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan Indonesia, terlihat semarak di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) dan Satpas SIM Polresta Malang Kota, Sabtu (16/08/2025) tadi. Itu karena, petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Malang Kota yang bertugas di Kantor Samsat, diwajibkan mengenakan pakaian bertema kemerdekaan.</p>



<p>Beragam busana bernuansa kemerdekaan, mulai dari busana pejuang, pakaian tradisional hingga atribut Merah Putih, dikenakan oleh petugas. Tak ayal, pemandangan ini terlihat cukup menarik hingga banyak masyarakat ikut mengabadikan moment ini dengan kamera ponsel.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kompol Agung Fitransyah, menjelaskan bahwa aturan ini berlaku selama dua hari, yakni sejak Jumat (15/08/2025) hingga Sabtu (16/08/2025). “Ini bentuk partisipasi kami dalam memperingati HUT RI ke-80. Semangat kemerdekaan bisa diekspresikan dalam berbagai kegiatan, termasuk dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” kata Kompol Agung, Sabtu (16/08/2025) tadi.</p>



<p>Dirinya berharap, nuansa kemerdekaan yang dihadirkan ini dapat menumbuhkan energi positif. Baik itu bagi petugas maupun masyarakat yang sedang mengurus layanan di Samsat.</p>



<p>“Harapan kami, semangat kemerdekaan ini bisa tertuang dan dapat diimplementasikan dalam kegiatan apapun, termasuk memberikan layanan kepada masyarakat melalui Samsat,” tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225044</post-id>	</item>
		<item>
		<title>10 Desainer Busana dan Perancang dari Dekranasda Kota Malang Meriahkan Malang Fashion Runway</title>
		<link>https://memontum.com/10-desainer-busana-dan-perancang-dari-dekranasda-kota-malang-meriahkan-malang-fashion-runway</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2025 13:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[busana]]></category>
		<category><![CDATA[Dekranasda]]></category>
		<category><![CDATA[Desainer]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[perancang]]></category>
		<category><![CDATA[runway]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223924</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak 10 desainer busana menampilkan hasil karyanya dalam gelaran ‘Malang Fashion Runway‘ (MFR) 2025 di Grand Hall Malang Town Square (Matos) Jalan Veteran Kota Malang, Sabtu (12/07/2025) malam. Tidak ketinggalan, beberapa perancang busana dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Malang, pun menampilkan hasil karyanya. Berbagai busana yang diperagakan para model, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 10 desainer busana menampilkan hasil karyanya dalam gelaran ‘Malang Fashion Runway‘ (MFR) 2025 di Grand Hall Malang Town Square (Matos) Jalan Veteran Kota Malang, Sabtu (12/07/2025) malam. Tidak ketinggalan, beberapa perancang busana dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Malang, pun menampilkan hasil karyanya.</p>



<p>Berbagai busana yang diperagakan para model, pun berhasil memukau para hadirin dan tamu undangan. Termasuk, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang turut hadir menyaksikan MFR.</p>



<p>Orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang, itu mengungkapkan event yang tidak hanya didominasi para perancang busana muda ini juga menyuguhkan banyak hasil rancang busana berkualitas tinggi. &#8220;Di sini juga menampilkan karya-karya dari para pelaku UMKM dan hal ini sangat luar biasa,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut dirinya mengatakan, jika busana rancangan desainer Kota Malang, tidak kalah dengan desainer dari daerah lain di Indonesia dan bahkan dengan luar negeri. “Kota Malang merupakan kota dengan segudang desainer mode dan bahkan salah satu kiblat dunia mode. Kami yakin, ke depan akan terus bermunculan banyak perancang busana muda bertalenta di Kota Malang, dengan berbagai karya-karyanya yang berkelas nasional serta internasional,” tambahnya.</p>



<p>Dengan sering diadakannya acara seperti ini, ujar Wali Kota Wahyu, maka akan menjadi pemacu untuk melahirkan perancang busana yang lebih banyak lagi nantinya. “Tidak kalah penting, kegiatan seperti ini sejalan dengan program unggulan yaitu program seribu event,” paparnya. <strong>(kom/mlg/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223924</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kartinian Ning Kayutangan, Wali Kota Malang Sebut Tak Sekedar Peragaan Busana Tapi Pelestarian Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/kartinian-ning-kayutangan-wali-kota-malang-sebut-tak-sekedar-peragaan-busana-tapi-pelestarian-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2025 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[busana]]></category>
		<category><![CDATA[kartinian]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[peragaan]]></category>
		<category><![CDATA[sekedar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221264</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi gelaran pelaksanaan Kartinian ning Kayutangan, yang digelar di Kawasan Kayutangan Heritage, Minggu (20/04/2025) tadi. Kegiatan Kartinian itu, merupakan hasil kolaborasi antara Asosiasi Perajin Batik Kota Malang (APBKM) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Disampaikan Wali Kota Wahyu, bahwa kegiatan tersebut bukan hanya sekadar ajang peragaan busana, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi gelaran pelaksanaan Kartinian ning Kayutangan, yang digelar di Kawasan Kayutangan Heritage, Minggu (20/04/2025) tadi. Kegiatan Kartinian itu, merupakan hasil kolaborasi antara Asosiasi Perajin Batik Kota Malang (APBKM) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.</p>



<p>Disampaikan Wali Kota Wahyu, bahwa kegiatan tersebut bukan hanya sekadar ajang peragaan busana, tetapi juga sarat nilai pelestarian budaya. &#8220;Tak hanya memperagakan dan mengenalkan batik dan kebaya, pada kesempatan ini juga tersampaikan pesan bagaimana menggunakan batik dan kebaya yang baik dan sesuai etika orang ketimuran. Kita juga bangga, karena dalam acara ini banyak kaum muda yang terlibat. Sehingga, diharapkan mereka nantinya menjadi pewaris dalam melestarikan warisan leluhur ini,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Tidak hanya itu, ditambahkannya bahwa kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari program seribu event yang tengah digalakkan Pemkot Malang. Karena semakin seringnya kegiatan budaya digelar di kawasan Kayutangan Heritage, maka akan mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kerakyatan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kurang dari seratus model, yang didominasi oleh ibu-ibu tadi memperagakan busana batik dan kebaya. Tentu ini juga dalam rangka peringatan Hari Kartini sekaligus HUT ke-111 Kota Malang,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Panitia Acara, Isa Wahyudi atau yang akrab disapa Ki Demang, menyampaikan bahwa peragaan tersebut merupakan upaya nyata dalam melestarikan batik dan kebaya sebagai bagian dari warisan budaya Nusantara. “Kami ingin mengajak dan menyampaikan pesan bahwa batik dan kebaya ini harus terus dilestarikan sepanjang masa,” ujar Ki Demang.</p>



<p>Lebih lanjut ditambahkan, dengan keterlibatan generasi muda bahkan anak-anak dalam acara tersebut, diharapkan ke depan tongkat estafet pelestarian budaya tetap terjaga, di tengah arus modernisasi. &#8220;Di tengah kemajuan zaman dan teknologi, sebagai generasi muda harus terlibat dan berperan aktif dalam menjaga kelestarian batik dan kebaya ini,” imbuh Ki Demang. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221264</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
