<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>buthak &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/buthak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 May 2025 09:31:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>buthak &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sukses Taklukan Gunung Bokong, Siswa SDN Ngaglik 1 Batu Bakal Taklukkan Gunung Buthak</title>
		<link>https://memontum.com/sukses-taklukan-gunung-bokong-siswa-sdn-ngaglik-1-batu-bakal-taklukkan-gunung-buthak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bokong,]]></category>
		<category><![CDATA[buthak]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[ngaglik]]></category>
		<category><![CDATA[sukses,]]></category>
		<category><![CDATA[taklukan]]></category>
		<category><![CDATA[taklukkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221757</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Bagi anak-anak di Dusun Seruk, Desa Pesangrahan, Kecamatan/Kota Batu, mendaki Gunung Bokong, Gunung Buthak dan Gunung Panderman, mungkin hal yang biasa dan lumrah. Itu lantaran, tempat tinggal mereka di kaki Gunung Panderman. Bahkan, hampir tiap hari anak-anak di Dusun Seruk, bisa ikut orang tuanya pergi ke ladang untuk bercocok tanam sambil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Bagi anak-anak di Dusun Seruk, Desa Pesangrahan, Kecamatan/Kota Batu, mendaki Gunung Bokong, Gunung Buthak dan Gunung Panderman, mungkin hal yang biasa dan lumrah. Itu lantaran, tempat tinggal mereka di kaki Gunung Panderman.</p>



<p>Bahkan, hampir tiap hari anak-anak di Dusun Seruk, bisa ikut orang tuanya pergi ke ladang untuk bercocok tanam sambil mencari rumput untuk sapi perahnya. Tapi, beda lagi dengan siswi SDN Ngaglik 01, Kota Batu, Aqilla Bening Nafisah. Siswa Kelas III yang tinggal di Desa Oro Oro Ombo, Kecamatan Batu, ini tidak biasa pergi ke ladang. Apalagi, membantu mencari rumput untuk sapi perah.</p>



<p>Tiap harinya yang hanya ke sekolah, pergi ke musala untuk belajar tulis Alquran sambil mendalami ilmu ke Islamannya, tentunya hal itu menjadi pengalaman baru. Di luar aktivitas sehari-harinya, tidak disangka Aqilla mencoba tantangan baru itu. Yakni, mendaki Gunung Bokong (lokasinya di sisi utara Gunung Panderman, Red).</p>



<p>Untuk tahap awal, puncak Gunung Bokong yang diberhasil dipuncaki Aqilla, cukup menantang. Apalagi, gunung itu memiliki ketinggian 1.720 dpl.</p>



<p>Berawal dari Kamis (02/05/2025) lalu, Aqilla baru pulang dari Musala Shirotul Jannah. Sampai di rumah mendengar kakaknya, Salasa, ingin mendaki Gunung Bokong bersama lima orang temannya dari Kota Malang. Mendengar itu, spontan Aqilla teriak ingin ikut mendaki.</p>



<p>Dari situ, dirinya minta izin orang tuanya. Ke esok harinya, Aqilla dipinjamkan peralatan mendaki gunung oleh kakaknya. Mulai tas pingan, tongkat dan senter atau lampu penerangan khusus pendaki gunung.</p>



<p>Aqilla sendiri tak pernah memperhitungkan resiko yang akan dihadapi, selama perjalanan menuju puncak Gunung Bokong. Baginya, yang penting kakinya kuat dibuat jalan sampai tujuan. Padahal jalan menuju puncak Gunung Bokong, tergolong terjal.</p>



<p>&#8220;Pokoknya aku ikut kakak. Papa dan mama di rumah saja. Insyaallah saya kuat jalan,&#8221; kata Aqilla, penuh semangat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Baginya, rencana itu merupakan pengalaman pertamanya mendaki gunung. Sesampai di pos pertama atau loket pendaftaran pendakian, Aqilla bertemu dengan puluhan orang yang sama-sama tujuannya. Yakni, ada yang ingin mendaki Gunung Panderman, Gunung Bokong dan ke puncak Gunung Buthak.</p>



<p>“Wah seru banget. Suhunya dingin, dari mulut keluar asapnya,” ungkap Aqilla. Setelah menunggu 30 menit, atau usai proses regrestasi, rombongan Aqilla bersama kakaknya bergegas menyusuri jalan setapak menuju puncak Gunung Bokong. Di sepanjang jalan, Aqilla bertemu dengan rombongan pendaki lainnya. Saat pendakian, usia Aqilla mungkin paling muda jika dibandingkan dengan pendaki lainnya yang rata-rata sudah berusia di atas 15 tahun.</p>



<p>“Aku ketemu banyak orang dan selalu diberi ucapan &#8216;Semangat Dik&#8217;&#8230; Kurang 5 menit lagi sampai puncak. Padahal jaraknya, masih jauh.. Pokoknya saya sempat jadi artis dadakan, karena disemangati banyak orang agar kuat berjalan kaki sampai puncak Gunung Bokong,” imbuhnya senang.</p>



<p>Dengan ayunan kaki yang terasa berat, Aqilla terus berusaha menaklukkan setiap anak tangga, tikungan dan jalan licin yang dilaluinya. “Aku mau usul ke Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Biar di tempat ini dipasang lift. Biar saya gampang naik Gunung Bokong,” ucap Aqilla sambil tertawa untuk menghilangkan rasa lelahnya.</p>



<p>Sampai di Pos 1, rombongan Aqilla berhenti sejenak sambil meneguk air putih. Perjalannya dilanjutkan ke Pos 2 dan Pos 3. Di tengah perjalanan, rombongan juga sempat berhenti sejenak untuk meregangkan otot kaki sambil minum dan makan perbekalan.</p>



<p>Tidak berapa lama setelah melanjutkan perjalanan, rasa lelah dan letih langsung terbayar, saat tiba di puncak Gunung Bokong. Pemandangan alam yang mempesona, tidak akan dilupakan Aqilla di sepanjang hidupnya. Dirinya melihat matahari terbit dari puncak Gunung Bokong.</p>



<p>Di kaki langit itu, dirinya melihat keindahan Kota Batu dan perkampungan wilayah Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, yang bermandikan cahaya listrik. Puncak Gunung Semeru, Gunung Arjuno dan gugusan Gunung Anjasmoro, menjadikan Sabtu (03/05/2025) pagi lebih ceriah dan indah.</p>



<p>Setelah istirahat sejenak, tidak lupa menunaikan Salat Subuh, dilanjutkan saran pagi, dirinya bersiap untuk turun kembali. Termasuk, angan-angannya untuk kembali mendaki Gunung Buthak. “Sepatuku kekecilan, jempol kaki kananku sakit. Andaikan sepatuku longgar, saya akan lari seperi kakak saat turun gunung,” ungkap Aqilla, seraya menunjukan sepatu sebelah kanannya di robek agar jempol kakinya nyaman untuk dibuat jalan.</p>



<p>Ada satu pelajaran yang bisa dipetik dari perjalanan Aqilla menuju puncak Gunung Bokong. Yaitu, berupa niatnya kuat untuk menggapai yang diinginkan. Usia tidak menjadikannya untuk berdiam diri di rumah. Semoga ke depannya bisa menaklukan puncak gunung lain yang lebih tinggi dari Gunung Bokong. Jangan lupa terus berusaha dan berdoa agar cita-citanya di kabulkan Allah SWT. <strong>(man/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221757</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
