<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>cabai &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/cabai/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Mar 2026 12:04:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>cabai &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Miliki 65 Hektare Lahan Cabai, Kota Malang Dinilai Mampu Jaga Ketersediaan Stok</title>
		<link>https://memontum.com/miliki-65-hektare-lahan-cabai-kota-malang-dinilai-mampu-jaga-ketersediaan-stok</link>
					<comments>https://memontum.com/miliki-65-hektare-lahan-cabai-kota-malang-dinilai-mampu-jaga-ketersediaan-stok#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[cabai]]></category>
		<category><![CDATA[dinilai]]></category>
		<category><![CDATA[hektare]]></category>
		<category><![CDATA[ketersediaan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230698</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Meski dikenal sebagai kota pendidikan dan jasa, Kota Malang ternyata memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Secara keseluruhan atau total, ada sekitar 65 hektare lahan cabai yang tersebar di sejumlah wilayah, yang dinilai mampu menopang kebutuhan masyarakat. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa di Kecamatan Kedungkandang terdapat sekitar 40 hektare [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Meski dikenal sebagai kota pendidikan dan jasa, Kota Malang ternyata memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Secara keseluruhan atau total, ada sekitar 65 hektare lahan cabai yang tersebar di sejumlah wilayah, yang dinilai mampu menopang kebutuhan masyarakat.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa di Kecamatan Kedungkandang terdapat sekitar 40 hektare lahan pertanian cabai, sementara di wilayah Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, terdapat sekitar 25 hektare. “Walaupun Kota Malang ini kota, kita masih punya hamparan lahan yang cukup luas. Dengan potensi ini seharusnya kita tidak terlalu kesulitan menjaga ketersediaan cabai dan ayam potong,” ujar Wali Kota Wahyu, seusai melakukan tinjauan di Poktan Cabai Lesanpuro dan Peternak Ayam Ras, Rabu (04/03/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wali Kota Wahyu juga telah melakukan diskusi langsung dengan petani, terkait harga jual dan potensi panen. Saat ini, harga jual cabai di tingkat petani berkisar Rp 80 ribu perkilogram, sementara harga di pasar masih menembus Rp 100 ribu. Sehingga, dalam hal ini menurutnya penting melihat kondisi dari sisi hulu sebelum mengambil kebijakan.</p>



<p>&#8220;Sehingga keseimbangan harus dijaga agar petani tetap memperoleh keuntungan, namun harga di tingkat konsumen tidak memberatkan,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain cabai, TPID Kota Malang juga memantau produksi ayam potong sebagai komoditas strategis yang permintaannya meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. “Kita lihat hulunya dulu, kita diskusi dengan petani dan peternak. Setelah itu baru kita lihat hilirnya di pasar. Dari situ TPID akan menentukan langkah yang tepat,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/miliki-65-hektare-lahan-cabai-kota-malang-dinilai-mampu-jaga-ketersediaan-stok/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230698</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Stabilkan Harga Cabai, TPID Kota Malang Siapkan Intervensi Via Warung Tekan Inflasi</title>
		<link>https://memontum.com/stabilkan-harga-cabai-tpid-kota-malang-siapkan-intervensi-via-warung-tekan-inflasi</link>
					<comments>https://memontum.com/stabilkan-harga-cabai-tpid-kota-malang-siapkan-intervensi-via-warung-tekan-inflasi#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 04:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[cabai]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[intervensi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[stabilkan]]></category>
		<category><![CDATA[warung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230695</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama dengan jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, melakukan peninjauan ke petani cabai di Poktan Sido Makmur RW 05 Kelurahan Lesanpuro dan peternak ayam ras di Poktan Sadar Jaya Kelurahan Kedungkandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (04/03/2026) tadi. Tinjauan itu dilakukan, untuk menjaga stabilitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama dengan jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, melakukan peninjauan ke petani cabai di Poktan Sido Makmur RW 05 Kelurahan Lesanpuro dan peternak ayam ras di Poktan Sadar Jaya Kelurahan Kedungkandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (04/03/2026) tadi. Tinjauan itu dilakukan, untuk menjaga stabilitas dan keterjangkauan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.</p>



<p>Sebelum melakukan peninjauan, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama jajaran TPID melakukan High Level Meeting (HLM) mengenai perkembangan harga berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) serta kondisi riil di lapangan. “Dari hasil pembahasan dan pemantauan di pasar, harga cabai saat ini ternyata masih di atas Rp 100 ribu perkilogram. Padahal harga jual dari petani sekitar Rp 80 ribu. Di hulu tadi kita sudah sempat berdiskusi banyak hal dan akhirnya kita tangkap. Selain itu, nanti kita juga akan melihat ke hilir,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Ditambahkan wali kota, meskipun pasokan cabai sudah dicukupi oleh beberapa daerah lain, namun menurutnya belum mampu menekan harga secara signifikan. Karena itu, melalui TPID Kota Malang akan menyiapkan skema intervensi melalui Warung Tekan Inflasi (WTI).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Nanti kita membeli cabai dari petani dengan harga Rp 80 ribu perkilogram dan menjualnya kembali ke pasar dengan harga yang sama. Harapannya, harga pasar bisa terdorong turun atau setidaknya mendekati harga tersebut,” ucapnya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu memastikan, jika anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) telah disiapkan sebagai instrumen pendukung. Saat ini, TPID tengah memetakan teknis pelaksanaan, termasuk kemungkinan kerja sama antar daerah maupun optimalisasi produksi lokal.</p>



<p>“Kami tidak ingin merugikan petani, tetapi juga harus menjaga daya beli masyarakat. Di situlah peran TPID untuk mencari keseimbangan,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/stabilkan-harga-cabai-tpid-kota-malang-siapkan-intervensi-via-warung-tekan-inflasi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230695</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Stabilkan Harga Cabai, Pemkab Lumajang Bentuk Program Cluster Pertanian Cabai</title>
		<link>https://memontum.com/stabilkan-harga-cabai-pemkab-lumajang-bentuk-program-cluster-pertanian-cabai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2025 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk]]></category>
		<category><![CDATA[cabai]]></category>
		<category><![CDATA[cluster]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[stabilkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226687</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang mengambil langkah strategis membentuk Cluster Pertanian Cabai. Langkah ini dilakukan Pemkab Lumajang, dalam upaya menstabilkan harga cabai yang sempat naik beberapa pekan terakhir. Program ini, akan fokus pada produksi cabe rawit dan cabe merah besar di Kecamatan Sumbersuko, Pasrujambe, Senduro, Lumajang dan Kecamatan Kunir. Dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang mengambil langkah strategis membentuk Cluster Pertanian Cabai. Langkah ini dilakukan Pemkab Lumajang, dalam upaya menstabilkan harga cabai yang sempat naik beberapa pekan terakhir.</p>



<p>Program ini, akan fokus pada produksi cabe rawit dan cabe merah besar di Kecamatan Sumbersuko, Pasrujambe, Senduro, Lumajang dan Kecamatan Kunir. Dengan tujuan, menjaga pasokan dan kualitas hasil panen.</p>



<p>Kepala Bidang Hortikultura DKPP, Hendra Suwandaru, menyatakan bahwa langkah ini sekaligus mempermudah pengawasan terhadap kualitas cabai dan penanganan hama secara terpadu. “Dengan adanya cluster pertanian, produksi cabai diharapkan lebih terkontrol. Sehingga, harga di pasar tidak mudah naik tajam. Petani juga bisa berbagi praktik terbaik untuk hasil panen yang maksimal,” jelas Hendra, Jumat (10/10/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, langkah ini sangat dibutuhkan, karena harga cabai di Lumajang, memang sempat berfluktuasi. Data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur menunjukkan, per 1 Oktober 2025 harga rata-rata cabai di tingkat konsumen, cabe merah keriting Rp 39.666 perkg, cabe merah besar Rp 50 ribu perkg dan cabe rawit merah Rp 45 ribu perkg.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pada 9 Oktober 2025, harga di pasar utama seperti Pasar Baru, Pasar Sukodono dan Pasar Pasirian, tercatat stabil. Diantaranya, cabe merah keriting Rp 40 ribu perkg, cabe merah besar Rp 50 ribu perkg dan cabe rawit merah Rp 35 perkg.</p>



<p>Menurut Hendra, ada beberapa penyebab fluktuasi harga sebelumnya. Seperti stok cabai yang mulai menipis hingga cuaca yang tidak menentu. Sehingga, cabai cepat busuk, serta serangan hama seperti petek, antraknosa dan layu fusarium yang menurunkan hasil panen.</p>



<p>Salah satu kelompok tani yang tergabung dalam cluster, Poktan Awan Gono, yang diketuai Sulkhan Maarif, menyambut baik inisiatif ini. “Cluster membuat kami bisa berbagi pengalaman dan menjaga kualitas panen. Hasilnya, harga di pasar pun lebih stabil,” kata Sulkhan.</p>



<p>Program Cluster Cabai DKPP Lumajang, menjadi contoh langkah solutif pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan fluktuasi harga cabai dapat diminimalkan dan pasokan tetap aman untuk masyarakat. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226687</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Stabilkan Harga Cabai, Wali Kota Malang Panen Perdana di Lahan 8 Ribu Meter Persegi</title>
		<link>https://memontum.com/stabilkan-harga-cabai-wali-kota-malang-panen-perdana-di-lahan-8-ribu-meter-persegi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2025 04:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[cabai]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perdana]]></category>
		<category><![CDATA[persegi]]></category>
		<category><![CDATA[stabilkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220192</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi Wakil Wali Kota, Ali Muthohirin dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang, melakukan panen cabai di Kelompok Tani Ainul Hayat I, Kampung Baran, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (13/03/2025) tadi. Pelaksanaan panen cabai perdana tersebut, dilakukan di lahan seluas 8 ribu meter [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi Wakil Wali Kota, Ali Muthohirin dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang, melakukan panen cabai di Kelompok Tani Ainul Hayat I, Kampung Baran, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (13/03/2025) tadi. Pelaksanaan panen cabai perdana tersebut, dilakukan di lahan seluas 8 ribu meter persegi, dengan jenis cabai unggulan yakni cabai kaliber.</p>



<p>Walaupun harga cabai cenderung naik, namun para petani telah bersiap untuk bisa menjualkan dengan harga terbaik. &#8220;Alhamdulillah, walaupun ini di Kota Malang, tetapi kita ada hamparan untuk memanen cabai. Katanya, ini cabai dengan kaliber tingkat kepedasannya yang paling baik dan paling tidak harga cabai kita bisa lebih stabil. Sehingga, tidak perlu mengambil cabai yang dari luar Kota Malang,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Untuk lahan cabai yang dimiliki oleh Kota Malang, urainya, tersebar di tiga kelurahan. Yakni di Kelurahan Wonokoyo, dengan luas 50 hektare dan di Kelurahan Merjosari serta Kelurahan Lowokwaru dengan total 30 hektare.</p>



<p>&#8220;Luasan itu belum ditambah saat kita panen perdana tadi. Sebelumnya petani tersebut menanam tebu, tapi sudah beralih sejak tiga bulan lalu menjadi cabai. Alhamdulillah ada peningkatan daripada ketika mereka menanam tebu,&#8221; tambah Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa untuk stok cabai di Kota Malang saat ini dalam kondisi aman. Dengan dilakukan panen tersebut, diharapkan juga menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga ketersediaan cabai, sekaligus menekan harga agar tetap terjangkau di masyarakat.</p>



<p>&#8220;Cabai di Kota Malang sedang bagus harganya, tetapi harga di pasar harus kita tekan agar daya beli di masyarakat akan lebih terjangkau,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, bahwa meski hasil panen cukup baik, tetapi para petani masih menghadapi beberapa kendala. Seperti serangan hama dan busuk buah. Namun, cabai yang dipanen kali ini memiliki daya tahan lebih lama mencapai enam hari sebelum mengalami pembusukan.</p>



<p>Sebagai informasi, usai melakukan panen cabai perdana, Wahyu bersama dengan jajarannya juga melakukan tinjauan ke peternak ayam petelur yang juga berada di Kawasan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang. <strong>(cw1/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220192</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Miliki Dua Kecamatan Penopang Produksi Cabai, Dispangtan Kota Malang Berharap Mampu Bantu Tekan Inflasi</title>
		<link>https://memontum.com/miliki-dua-kecamatan-penopang-produksi-cabai-dispangtan-kota-malang-berharap-mampu-bantu-tekan-inflasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Dec 2023 12:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[cabai]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[penopang]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202960</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penuhi kebutuhan bahan pangan cabai di Kota Malang, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, miliki dua titik kecamatan penopang produksi cabai. Yaitu, Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Meskipun hasil produksi cabai tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan secara keseluruhan di Kota Malang, namun diharapkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Penuhi kebutuhan bahan pangan cabai di Kota Malang, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, miliki dua titik kecamatan penopang produksi cabai. Yaitu, Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.</p>



<p>Meskipun hasil produksi cabai tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan secara keseluruhan di Kota Malang, namun diharapkan juga mampu menekan angka inflasi di Kota Malang. Terlebih, harga cabai kini kian merangkak naik hingga menyetuh ratusan ribu.</p>



<p>“Di dua kecamatan ini ada lahan tadah hujan. Untuk di Kecamatan Lowokwaru, Kelurahan Merjosari, sendiri ada lahan tadah hujan kurang lebih 36 hektare. Itu terdiri dari lahan untuk tanaman cabai rawit kurang lebih 20 hektare dan cabai besar dengan luas lahan 16,5 hektare. Sedangkan di Kecamatan Kedungkandang, itu kurang lebih ada 40 hektare yang status lahannya lahan tadah hujan,” jelas Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, Rabu (06/12/2023) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya jika dengan luasan lahan 3 hektare di Kecamatan Lowokwaru, nantinya bisa memanen cabai besar hingga 270 kg. Sedangkan untuk cabai rawit, nantinya bisa menghasilkan hingga 50 kg cabai rawit pada luasan lahan 2 hekatre.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Harapan kami yang bisa dipanen itu sebagian bisa dikonsumsi, sebagian dijual dan sebagian juga untuk benih selanjutnya. Sehingga dapat dikembangkan tanaman-tanaman cabai lainnya,” katanya.</p>



<p>Namun, untuk musim panen dari cabai di kedua lokasi tersebut berbeda-beda. Itu diakibatkan, karena waktu menanam cabai berbeda-beda. Jika di Kecamatan Lowokwaru sendiri, masa tanam mulai dari Oktober hingga November dan panen bisa dilakukan pada awal Desember, namun tidak terlalu banyak.</p>



<p>“Jadi sekitar Desember pertengahan sampai akhir, nanti bisa mulai panen untuk di Kecamatan Lowokwaru. Kalau di Kecamatan Kedungkandang, itu pada Oktober-November kemarin masih menyiapkan lahan. Jadi pengolahan lahan, juga mempersiapkan bibit, memasang mulsa di sepanjang media tanam. Kemungkinan panen di akhir Desember 2023 ini sampai Januari 2024 nanti. Itu baik cabai besar maupun cabai kecil,” jelasnya.</p>



<p>Disisi lain, Dispangtan Kota Malang juga telah membagikan 5 ribu bibit cabai sebanyak disertai penyangga bibit cabai, kemudian pupuk NPK dan pupuk kandang. Itu diberikan pada 26 kelompok urban farming, kelompok wanita tani dan kelompok tani.</p>



<p>“Jadi kita sudah buatkan grup untuk memonitor keberlanjutan pertumbuhan dari bibit cabai yang sudah kita bagikan. Minimal bisa cepat tumbuh, subur, sehingga kurang lebih sekitar 3 bulan ke depan bisa menghasilkan cabai,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202960</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Upaya Pengendalian Inflasi, Pemkot Batu Distribusikan 5 Ribu Bibit Cabai di Lima Kelurahan</title>
		<link>https://memontum.com/upaya-pengendalian-inflasi-pemkot-batu-distribusikan-5-ribu-bibit-cabai-di-lima-kelurahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2023 07:54:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[cabai]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=182844</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Sebanyak 5 ribu bibit cabai didistribusikan ke lima kelurahan di wilayah Kota Batu. Pendistribusian ini, dimaksudkan agar ditanam di pekarangan rumah. Disampaikan Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi. &#8220;Pendistribusian cabai ini merupakan upaya pengendalian inflasi dan mewujudkan pekarangan pangan lestari,&#8221; terang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Sebanyak 5 ribu bibit cabai didistribusikan ke lima kelurahan di wilayah Kota Batu. Pendistribusian ini, dimaksudkan agar ditanam di pekarangan rumah.</p>



<p>Disampaikan Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi. &#8220;Pendistribusian cabai ini merupakan upaya pengendalian inflasi dan mewujudkan pekarangan pangan lestari,&#8221; terang Pj Wali Kota Batu, saat di Kampung Wisata Tani, Kelurahan Temas, Kecamatan/Kota Batu, Kamis (09/02/2023) tadi.</p>



<p>Melalui penanaman cabai, tambahnya, diharapkan bisa menjadi gerakan awal untuk mencegah inflasi dengan mendorong terpenuhinya kebutuhan pangan secara mandiri di masing-masing rumah. &#8220;Kita mulai galakkan gerakan menanam ini kepada masyarakat. Saya yakin ketika hasilnya bisa dipanen, konsumsi pribadi bisa terpenuhi dan bisa juga dijual ke pasar untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” terang Aries.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Heru Yulianto, mengatakan bahwa program tanam cabai ini diharapkan dapat menginisiasi 19 desa di Kota Batu, untuk menciptakan pekarangan pangan lestari. &#8220;Penanaman ini merupakan stimulus. Dan semua tidak akan berjalan dengan baik, jika tidak ada dukungan dari masyarakat. Apa yang kita lakukan ini, akan menjadi pilot project untuk 19 desa di Kota Batu,” kata Heru.</p>



<p>Perlu diketahui, dari 5 ribu bibit tanaman cabai yang didistribusikan, itu diberikan di 5 kelurahan. Diantaranya, Kelurahan Temas, Sisir, Songgokerto, Dadaprejo dan Ngaglik. Masing-masing kelurahan mendapatkan 1.000 bibit cabai. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182844</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Rini Berharap Komoditas Cabai di Kabupaten Blitar Bisa Tetap Stabil dan Terjangkau</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-rini-berharap-komoditas-cabai-di-kabupaten-blitar-bisa-tetap-stabil-dan-terjangkau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2022 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[cabai]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=176147</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Kabupaten Blitar merupakan daerah agraris, sebagai penyangga pangan nasional. Untuk itu, berbagai upaya dilakukan supaya hasil produksi pangan di wilayah Kabupaten Blitar, meningkat. Baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Hal tersebut, disampaikan Bupati Blitar, Rini Syarifah, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Kawawan Sentra Produksi Pangan di ruang pertemuan Dinas Pertanian Tanaman [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Kabupaten Blitar merupakan daerah agraris, sebagai penyangga pangan nasional. Untuk itu, berbagai upaya dilakukan supaya hasil produksi pangan di wilayah Kabupaten Blitar, meningkat. Baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.</p>



<p>Hal tersebut, disampaikan Bupati Blitar, Rini Syarifah, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Kawawan Sentra Produksi Pangan di ruang pertemuan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Blitar, Senin (03/10/2022) tadi. Acara sendiri, dihadiri oleh Dirjend Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) wilayah Malang, DR Setya Budhi Udrayana S.Pt. MSi dan diikuti sekitar 40 orang alumni Polbangtan.</p>



<p>Bupati Blitar mengatakan bahwa kegiatan Bimtek ini untuk menindaklanjuti MoU antara Pemerintah Kabupaten Blitar dan Polbangtan. &#8220;Polbangtan akan melakukan pendampingan pada kawasan sentra produksi pangan, agar hasil produksi pangan di wilayah Kabupaten Blitar, meningkat. Baik itu dari sisi kuantitas maupun kualitas,&#8221; kata Bupati Rini Syarifah.</p>



<p>Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Mak Rini ini menyampaikan, beberapa waktu lalu Badan Pangan Nasional (PBN) atau National Food Agency (NFA)&nbsp; meluncurkan Gerakan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Hal ini, untuk menjaga ketahanan pangan nasional dengan pembenahan sektor pertanian dari hulu ke hilir. Termasuk, perubahan budaya konsumsi masyarakat.</p>



<p>&#8220;Nah, tentunya kita harus mendukung gerakan B2SA tersebut dan salah satu diantaranya seperti kegiatan yang akan dilaksanakan selama 3 bulan mulai Oktober sampai Desember 2022 ini,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Mak Rini menambahkan, untuk komoditas yang akan didampingi yaitu cabai rawit di Kecamatan Udanawu, pasar lelang cabai di Kecamatan Wonodadi dan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kecamatan Sanankulon.</p>



<p>&#8220;Dari hasil pendampingan diharapkan komoditas cabai rawit dan hasil produksi dari kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) akan lebih jelas pemasarannya, dan kelompok tani akan lebih paham tentang agribisnis,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Blitar ini menambahkan, pada hakekatnya tujuan dan sasaran kegiatan P2L itu, yaitu untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas dan pemanfaatan pangan bagi rumah tangga. Ini, sesuai dengan kebutuhan pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.</p>



<p>&#8220;Selain itu, yang terpenting untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui penyediaan pangan yang berorientasi pasar,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Mak Rini menyebut, Kabupaten Blitar pada tahun 2021 komoditas cabai rawit mencapai 71.337 ton, cabai merah 7.092 ton, dan cabai keriting 3.579 ton.</p>



<p>&#8220;Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, komoditas cabai di Kabupaten Blitar bisa tetap stabil dengan harga terjangkau, sehingga tidak menyumbang inflasi. Dan Kabupaten Blitar bisa mendukung Indonesia wujudkan Swasembada Pangan, menuju Indonesia Lumbung Dunia,&#8221; paparnya. <strong>(jar/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">176147</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Cabai di Sumenep Melonjak hingga Rp 110 Ribu</title>
		<link>https://memontum.com/harga-cabai-di-sumenep-melonjak-hingga-rp-110-ribu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jun 2022 12:36:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[cabai]]></category>
		<category><![CDATA[harga cabai]]></category>
		<category><![CDATA[harga naik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=170830</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Harga cabai saat ini terus merangkak naik. Di Kabupaten Sumenep misalkan, harga komoditas pertanian itu mencapai hingga di angka Rp 110 ribu perkilonya. Atau, hampir setara dengan harga daging sapi. Warga Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Mutiatul Hasanah, mengatakan bahwa kenaikan harga cabai ini sudah sekitar 2 pekan lalu. Harga saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sumenep</strong> &#8211; Harga cabai saat ini terus merangkak naik. Di Kabupaten Sumenep misalkan, harga komoditas pertanian itu mencapai hingga di angka Rp 110 ribu perkilonya. Atau, hampir setara dengan harga daging sapi.</p>



<p>Warga Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Mutiatul Hasanah, mengatakan bahwa kenaikan harga cabai ini sudah sekitar 2 pekan lalu. Harga saat ini, pun terbilang cukup menggila, yakni perkilonya mencapai Rp 110 ribu. Dengan harga itu, dirinya yang keseharian sebagai penjual bakso pentol, pun terdampak.</p>



<p>&#8220;Karena harga cabai sekarang mahal, jadi jual pentolnya bisa rugi. Saya beli sekilo harganya Rp 110 ribu,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Dirinya menambahkan, harga cabai sebelumnya sekitar Rp 45 ribu. Namun, dua pekan ini harganya naik menjadi Rp 80 ribu sampai Rp 85 ribu.</p>



<p>&#8220;Bingung ini, mau dapat untung dari mana. Toh harga cabai semakin melapaui batas,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Sumenep, Chainur Rasyid, melalui Kabid Perdagangan, Noer Lisa Anbiyah, mengatakan bahwa harga cabai itu tidak diatur dalam mekanisme pabrikasi. Artinya, nilai jual cabai itu tergantung dari stok barang.</p>



<p>&#8220;Itu tidak diatur dari pabrikan. Jadi, kami tidak bisa menyikapi itu. Kami hanya memantau saja. Jika stok barang banyak dan kebutuhan pasar sedikit, maka harga jualnya pasti murah. Begitu juga sebaliknya,&#8221; tambahnya. <strong>(dan/edo/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">170830</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Cabai Melambung Tinggi, Pedagang Kota Malang Ketar-Ketir</title>
		<link>https://memontum.com/harga-cabai-melambung-tinggi-pedagang-kota-malang-ketar-ketir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2022 10:54:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[cabai]]></category>
		<category><![CDATA[harga cabai]]></category>
		<category><![CDATA[harga naik]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=170545</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Harga cabai di Kota Malang, kini melambung hingga ratusan ribu. Kenaikan itu, dipicu karena pasokan dari petani tidak dapat mencukupi kebutuhan pasar dan produksi berkurang akibat serangan jamur. Salah satu pedagang Pasar Dinoyo, Istikomah (30), menyebutkan, jika harga cabai mengalami kenaikan di semua jenis cabai yang dijualkan. Untuk cabai rawit, mengalami [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Harga cabai di Kota Malang, kini melambung hingga ratusan ribu. Kenaikan itu, dipicu karena pasokan dari petani tidak dapat mencukupi kebutuhan pasar dan produksi berkurang akibat serangan jamur.</p>



<p>Salah satu pedagang Pasar Dinoyo, Istikomah (30), menyebutkan, jika harga cabai mengalami kenaikan di semua jenis cabai yang dijualkan. Untuk cabai rawit, mengalami kenaikan hingga Rp 110 ribu. Sebelumnya, harga cabai hanya dikisaran Rp 50 ribu.</p>



<p>“Semuanya naik, dari cabai rawit sama cabai merah besar. Sekarang cabai rawit Rp 110 ribu perkilonya, yang cabai merah besar Rp 90 ribu,” jelas Istikomah, saat dikonfirmasi, Jumat (10/06/2022).</p>



<p>Dijelaskannya, kenaikan itu disebabkan karena pasokan cabai mengalami penurunan dan beberapa tanaman terkena penyakit jamur. Karena itu, pihaknya sering mendapat keluhan dari berbagai konsumen dan itu mengakibatkan penurunan pembelian di tokonya.</p>



<p>“Ini memang ada penyakit, jamuran dan apalagi sekarang sudah mulai masuk masa tanam juga. Jadi ya berkurang, dan banyak yang mengeluh dengan kenaikan ini, cuman ya bagaimana lagi, namanya kebutuhan,” katanya.</p>



<p>Hal tersebut juga dialami pedagang lain, Siti (60), yang kini membandrol cabai rawit dengan harga Rp 110 ribu perkilonya. Kendati demikian, untuk ketersediaan cabai di pasar, dirinya mengaku masih tersedia hingga jelang Idul Adha.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>“Ya sama naiknya, saya jualnya Rp 110 perkilonya. Kalaupun sampai Idul Adha nanti, ketersediaan insyaallah ada, nanti Idul Adha para petani bakalan masuk ke musim panen,” ungkapnya.</p>



<p>Kepala Bidang Pertanian Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Sapto Wibowo, secara terpisah mengatakan, jika memang beberapa minggu terakhir cabai mengalami kenaikan. Dirinya juga membenarkan, jika produksi dari petani mengalami penurunan produksi.</p>



<p>“Itu disebabkan, di beberapa tempat produksi dari petani-petani itu memang turun. Disebabkan karena penyakit, jamur porong (antraknosa/patek),” ujar Sapto.</p>



<p>Karena adanya penyakit itu, ujarnya, maka berdampak pada penjualan harga cabai sendiri. Pasalnya, para petani harus mengeluarkan biaya tambahan, seperti biaya obat-obatan. Selain itu, pihaknya juga mengungkapkan, untuk ketersediaan cabai di Kota Malang dapat dipastikan. Namun untuk saat ini, pihaknya tidak dapat mengintervensi naiknya harga cabai, sebab hal tersebut merupakan kondisi yang tidak dapat dihindari.</p>



<p>“Kita kategorikan dengan gagal panen atau diserang penyakit, kita juga tidak bisa berbuat banyak. Itu tidak hanya terjadi di Kota Malang saja, di beberapa daerah juga mengalami hal demikian,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">170545</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
