<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Cagar Budaya &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/cagar-budaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 May 2023 13:24:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Cagar Budaya &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Mausoleum Graaf J Dinger Desa Tulungrejo Jadi Situs Cagar Budaya dan Wisata Baru Kota Batu</title>
		<link>https://memontum.com/mausoleum-graaf-j-dinger-desa-tulungrejo-jadi-situs-cagar-budaya-dan-wisata-baru-kota-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 May 2023 13:24:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Cagar Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=188971</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Ruang pemakaman atau mausoleum keluarga kewarganegaraan Belanda Graaf J Dinger atau yang lebih dikenal Makam Dinger di lereng Gunung Arjuna atau tepatnya di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, ditetapkan menjadi situs cagar budaya. Ini disebabkan, karena bangunan yang berdiri sejak zaman penjajahan Belanda, itu masih kokoh hingga sekarang. Kepala Dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Ruang pemakaman atau mausoleum keluarga kewarganegaraan Belanda Graaf J Dinger atau yang lebih dikenal Makam Dinger di lereng Gunung Arjuna atau tepatnya di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, ditetapkan menjadi situs cagar budaya. Ini disebabkan, karena bangunan yang berdiri sejak zaman penjajahan Belanda, itu masih kokoh hingga sekarang.</p>



<p>Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arif A Sidiq, mengatakan bahwa mulai tahun 2022 yang lalu area Makam Dinger sudah ditata dengan rapi dengan memberikan batas pagar yang bertujuan memudahkan wisatawan saat berkunjung. &#8220;Memang benar, Makam Dinger sudah ditetapkan menjadi cagar budaya. Jelasnya dengan dijadikannya cagar budaya, situs ini tentunya akan terlindungi dari ulah orang-orang yang tidak bertanggungjawab,&#8221; terangnya, saat berada di Jalibar Kota Batu, Kamis (18/05/2023) sore.</p>



<p>Untuk itu, menurutnya, Makam Dinger sudah diperkenalkan sebagai wisata sejarah dan menjadi paket bundling wisata yang dipromosikan sejak satu tahun lalu tepat Mei 2022. &#8220;Tentunya, kami tetap melakukan perawatan supaya kelihatan bersih terus. Tetapi, tidak merubah tatanan aslinya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-kerawanan-libur-lebaran-polresta-malang-kota-gelar-operasi-ketupat-semeru-2026">Antisipasi Kerawanan Libur Lebaran, Polresta Malang Kota Gelar Operasi Ketupat Semeru 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-produk-lebaran-aman-pemkot-malang-cek-kedaluwarsa-parsel-di-pusat-perbelanjaan">Pastikan Produk Lebaran Aman, Pemkot Malang Cek Kedaluwarsa Parsel di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/aspal-di-jember-mulus-sambut-pemudik-pulang-kampung-jadi-makin-nyaman">Aspal di Jember Mulus Sambut Pemudik, Pulang Kampung Jadi Makin Nyaman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-pasar-murah-dprd-kota-malang-dorong-pelaksanaan-hingga-tingkat-kelurahan">Evaluasi Pasar Murah, DPRD Kota Malang Dorong Pelaksanaan hingga Tingkat Kelurahan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/beri-kenyamanan-pemudik-dishub-jember-ramp-check-bus-di-terminal-tawang-alun">Beri Kenyamanan Pemudik, Dishub Jember Ramp Check Bus di Terminal Tawang Alun</a></li>
</ul>


<p>Sementara itu, Kepala Desa Tulungrejo, Suliyono, menyebutkan bahwa bangunan arsitektur Belanda itu sebenarnya bukan sebuah rumah. Akan tetapi, Mausoleum atau ruang pemakaman orang. Dahulunya, ada jembatan menuju ke ruang makan seperti pos pantau zaman Belanda.</p>



<p>&#8220;Yang saya tahu, dulu itu pas di bawah bangunan ada sebuah kolam yang bagus dan membentang jembatan menuju ruangan makam. Tetapi sekarang sudah rata dengan tanah,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Kondisinya, tambah Suliyono, sekarang kelihatan bersih dan terawat karena area makam sudah dipaving. Meski demikian, sebenarnya aura mistis dan misteri masih nampak. &#8220;Sekarang sudah bersih meskipun masih terlihat angker. Tapi inilah yang disukai wisatawan karena sudah jelas menyimpan banyak sejarah. Tentunya, saya berharap destinasi wisata sejarah yang baru ini lebih luas lagi yang mengenalinya. Terutama di Negera Belanda sana,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Berdasarkan sumber resmi dari Kemendikbud, mengisahkan Graf J Dinger adalah seorang tuan tanah dari banyak kebun di sana yang memproduksi berbagai hasil pertanian mulai kopi, kina, teh hingga tebu. Disebutkan juga, Dinger sebagai seorang direktur dari Bank Excompto. Setelah tinggal dalam waktu yang lama, Dinger kemudian wafat pada 2 Maret 1917 dan berwasiat untuk dimakamkan di kebun lahan pertanian miliknya. Kemudian disusul istrinya, Elisabeth Malvine Ernestine van Polanen Petel ikut dimakamkan di sana pada 7 maret 1938.</p>



<p>Dari sejarah yang panjang inilah, membuat Pemkot Batu menjadikannya sebagai objek wisata sejarah. Sebagai bukti bahwa Kota Batu menjadi saksi peradaban di zaman penjajahan dan berkembang hingga sekarang. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">188971</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Raih Penghargaan Pelestarian Cagar Budaya dari Provinsi Jawa Timur</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-raih-penghargaan-pelestarian-cagar-budaya-dari-provinsi-jawa-timur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2022 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Cagar Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot malang]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Raih Penghargaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=176008</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang berhasil mendapatkan Penghargaan Pelestarian Cagar Budaya dari Provinsi Jawa Timur Kategori Pemerintah Daerah. Penghargaan itu, diterima Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, karena Pemkot Malang dinilai telah menetapkan 42 cagar budaya sebagai peninggalan sejarah. Kepala Disdikbud, Suwarjana, menyampaikan bahwa di Kota Malang untuk penetapan cagar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang berhasil mendapatkan Penghargaan Pelestarian Cagar Budaya dari Provinsi Jawa Timur Kategori Pemerintah Daerah. Penghargaan itu, diterima Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, karena Pemkot Malang dinilai telah menetapkan 42 cagar budaya sebagai peninggalan sejarah.</p>



<p>Kepala Disdikbud, Suwarjana, menyampaikan bahwa di Kota Malang untuk penetapan cagar budaya tersebut yakni mulai dari bangunan, kawasan dan benda yang memiliki sejarah. Tentu dalam penetapan tersebut, juga dilakukan oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).</p>



<p>“Di tahun 2021 kemarin, ada 42 cagar budaya yang kita tetapkan sebagai peninggalan sejarah. Dan itu, kalau mereka mau mengubah bangunan harus ijin ke teman-teman TACB,” jelas Suwarjana, seusai mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Sabtu (01/10/2022) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa Kota Malang ini menjadi salah satu dari kelima penerima penghargaan tersebut. Karena, dinai mampu melestarikan cagar budaya untuk bangunan kuno. Dalam hal ini, menurutnya juga tidak ada juara satu, dua dan seterusnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-kerawanan-libur-lebaran-polresta-malang-kota-gelar-operasi-ketupat-semeru-2026">Antisipasi Kerawanan Libur Lebaran, Polresta Malang Kota Gelar Operasi Ketupat Semeru 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-produk-lebaran-aman-pemkot-malang-cek-kedaluwarsa-parsel-di-pusat-perbelanjaan">Pastikan Produk Lebaran Aman, Pemkot Malang Cek Kedaluwarsa Parsel di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/aspal-di-jember-mulus-sambut-pemudik-pulang-kampung-jadi-makin-nyaman">Aspal di Jember Mulus Sambut Pemudik, Pulang Kampung Jadi Makin Nyaman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-pasar-murah-dprd-kota-malang-dorong-pelaksanaan-hingga-tingkat-kelurahan">Evaluasi Pasar Murah, DPRD Kota Malang Dorong Pelaksanaan hingga Tingkat Kelurahan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/beri-kenyamanan-pemudik-dishub-jember-ramp-check-bus-di-terminal-tawang-alun">Beri Kenyamanan Pemudik, Dishub Jember Ramp Check Bus di Terminal Tawang Alun</a></li>
</ul>


<p>“Jadi, lima daerah yang mendapatkan apresiasi pelestari budaya kelas Pemerintah Daerah dan salah satunya Kota Malang ini,” lanjutnya.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa untuk kompensasi pemeliharaan cagar budaya saat ini, masih akan dibuatkan payung hukumnya. Tentu ini sangat penting dan menurutnya juga harys ada timbal balik untuk pelestariannya.</p>



<p>“Untuk saat ini masih digodok oleh teman-teman Pemerintah Daerah, mau dibuat payung hukumnya. Nanti kita menentukan juga harus ada timbal balik pelestarian, minimal pengecatan pemeliharan. Insyaallah tahun depan,” katanya.</p>



<p>Penghargaan tersebut, juga baru diterima oleh Pemerintah Kota Malang di tahun ini. Dirinya berharap, agar di tahun-tahun berikutnya juga bisa meraih penghargaan tersebut.</p>



<p>“Mudah-mudahan di tahun berikutnya juga dapat. Selama kita eksis, insyaallah bisa,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">176008</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Arca di Museum Bentoel Diteliti Tim Ahli Cagar Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/dua-arca-di-museum-bentoel-diteliti-tim-ahli-cagar-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Sep 2022 11:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Arca]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Cagar Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=175033</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Museum Bentoel Kota Malang yang berada di Jalan Wiromargo, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, didatangi oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang. Itu karena, museum tersebut memiliki cerita mengenai perkembangan industri rokok Bentoel, yang didirikan oleh Ong Hok Lion sejak awal tahun 1900 an. Di tahun 2021, sayangnya posisi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Museum Bentoel Kota Malang yang berada di Jalan Wiromargo, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, didatangi oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang. Itu karena, museum tersebut memiliki cerita mengenai perkembangan industri rokok Bentoel, yang didirikan oleh Ong Hok Lion sejak awal tahun 1900 an.</p>



<p>Di tahun 2021, sayangnya posisi museum tersebut dikosongkan oleh pemiliknya dan terpampang jelas banner berwarna merah dan tulisan putih dijual. Termasuk, terpampang dua nomor ponsel yang ditulis di banner.</p>



<p>Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan (Dikbud) Kota Malang, Dian Kuntari, menyampaikan bahwa lingkungan museum tersebut masuk dalam zonasi kecagarbudayaan dalam kawasan strategis sosial budaya. Dimana, perlu dilakukan perlindungan pelestarian pemanfaatan sesuai peruntukan. Itu juga sudah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Malang No 1 Tahun 2018 tentang Cagar Budaya.</p>



<p>“Sebenarnya alih tangan kepemilikan sebuah museum, benda atau bangunan cagar budaya, itu tidak masalah. Yang penting, fungsi itu tetap sebagai museum dan cagar budaya,” jelas Dian, Jumat (09/09/2022) tadi.</p>



<p>TACB juga memastikan, tambahnya, bahwa di halaman museum tersebut masih terdapat dua benda objek yang diduga cagar budaya. Yakni, berupa arca Dewa Siwa dan Lembu Nandi.</p>



<p>Kedua arca itu, berbahan batu andesit. Arca Dewa Siwa berukuran tinggi 75 cm dan lebar 38 cm. Sedangkan, Lembu Nandi juga berbahan batu andesit dengan ukuran tinggi 25 cm, panjang 37 cm dan lebar 19 cm.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-kerawanan-libur-lebaran-polresta-malang-kota-gelar-operasi-ketupat-semeru-2026">Antisipasi Kerawanan Libur Lebaran, Polresta Malang Kota Gelar Operasi Ketupat Semeru 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-produk-lebaran-aman-pemkot-malang-cek-kedaluwarsa-parsel-di-pusat-perbelanjaan">Pastikan Produk Lebaran Aman, Pemkot Malang Cek Kedaluwarsa Parsel di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/aspal-di-jember-mulus-sambut-pemudik-pulang-kampung-jadi-makin-nyaman">Aspal di Jember Mulus Sambut Pemudik, Pulang Kampung Jadi Makin Nyaman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-pasar-murah-dprd-kota-malang-dorong-pelaksanaan-hingga-tingkat-kelurahan">Evaluasi Pasar Murah, DPRD Kota Malang Dorong Pelaksanaan hingga Tingkat Kelurahan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/beri-kenyamanan-pemudik-dishub-jember-ramp-check-bus-di-terminal-tawang-alun">Beri Kenyamanan Pemudik, Dishub Jember Ramp Check Bus di Terminal Tawang Alun</a></li>
</ul>


<p>“Arca yang diduga Dewa Siwa, itu&nbsp; digambarkan duduk. Diduga dalam posisi duduk silatumpang (padmasana), karena tertutup oleh kain. Bagian wajahnya juga rusak, sehingga sulit untuk diidentifikasi. Tidak diketahui dengan pasti dari mana asal arca tersebut,” lanjutnya.</p>



<p>Sementara itu, Sekretaris TACB, Rakai Hino Galeswangi, menjelaskan mengenai Arca Lembu Nandi. Dimana posisi arca tersebut, rebah ke tanah dengan keempat kakinya ditekuk (njerum). Batunya sudah sedikit aus dan lapuk oleh jamur.</p>



<p>“Lembu Nandi merupakan kendaraan Dewa Siwa dalam bentuknya yang Teriomorpic (hewan). Oleh karena itu, ia dekat sekali dengan Siwa. Ia dianggap suci. Pemujaan binatang lembu di India sudah berlangsung lama sekali, dan ini tentunya dikaitkan dengan fungsi lembu dalam kehidupan masyarakat,” ucap Rakai Hino.</p>



<p>Selain itu, anggota TACB, Isa Wahyudi, menegaskan jika kedua benda tersebut memiliki peluang untuk ditetapkan sebagai benda cagar budaya. Maka, akan diberi SK oleh Wali Kota Malang. Terlebih, museum tersebut rawan pencurian, maka menurutnya sebaiknya dinas bisa bersurat ke pemilik agar bisa diamankan di Museum Empu Purwa terlebih dahulu.</p>



<p>&#8220;Ini strateginya dua benda ini dikaji terlebih dahulu apakah merupakan arca kuno asli dan perlu ditelusuri sebelumnya keberadaannya dari mana. Karena ini tempatnya juga rawan pencurian, sebaiknya bisa bersurat agar diamankan terlebih dahulu,” imbuh Ki Demang, sapaan akrabnya. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175033</post-id>	</item>
		<item>
		<title>TACB Kota Malang Lakukan Survei Penetapan Objek Cagar Budaya di Stasiun Kota Baru</title>
		<link>https://memontum.com/tacb-kota-malang-lakukan-survei-penetapan-objek-cagar-budaya-di-stasiun-kota-baru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Jul 2022 10:03:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Cagar Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[stasiun]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun Kota Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun Malang]]></category>
		<category><![CDATA[survei]]></category>
		<category><![CDATA[TACB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=171608</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang, bersama dengan Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, melakukan survei untuk menetapkan benda cagar budaya yang ada di Stasiun Kota Baru Malang. Hal itu dilakukan, dalam rangka rencana penetapan Kawasan Tugu sebagai Kawasan Cagar Budaya Kota Malang. Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang, bersama dengan Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, melakukan survei untuk menetapkan benda cagar budaya yang ada di Stasiun Kota Baru Malang. Hal itu dilakukan, dalam rangka rencana penetapan Kawasan Tugu sebagai Kawasan Cagar Budaya Kota Malang.</p>



<p>Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Dian Kuntari, menjelaskan bahwa Stasiun Kota Baru sudah ditetapkan sebagai cagar budaya sejak 12 Desember 2018) lalu. Namun, pihaknya meminta TACB Kota Malang, untuk mencari lagi Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB).</p>



<p>“Bangunan Stasiun Kota Baru sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya dengan nomer SK 185.45/369/35.73.112/2018. Saat ini, kami meminta TACB Kota Malang untuk mencari lagi. Barangkali, masih ada penambahan Objek Diduga Cagar Budaya. Sehingga, status stasiun ini meningkat menjadi situs cagar budaya,” jelas Dian Kuntari, Jumat (01/07/2022) tadi.</p>



<p>TACB Kota Malang itu, dalam pelaksaan langsung ditemui dan diajak keliling stasiun oleh Wakil Kepala Stasiun Kota Baru, Edy Kurnianto. Dalam pengecekan itu, ditemukan beberapa benda yang usianya sudah melampaui 50 tahun dan masing-masing diantaranya masih ada yang bisa berfungsi.</p>



<p>“Ada Induktor Genta, Bel Genta, Corong Air, Meja Putar, timbangan, dongkrak kayu, Telepon T, Brankas, yang semuanya masih berfungsi. Sementara Bogie SS, Trek Por sudah tidak berfungsi,” lanjutnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-kerawanan-libur-lebaran-polresta-malang-kota-gelar-operasi-ketupat-semeru-2026">Antisipasi Kerawanan Libur Lebaran, Polresta Malang Kota Gelar Operasi Ketupat Semeru 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-produk-lebaran-aman-pemkot-malang-cek-kedaluwarsa-parsel-di-pusat-perbelanjaan">Pastikan Produk Lebaran Aman, Pemkot Malang Cek Kedaluwarsa Parsel di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/aspal-di-jember-mulus-sambut-pemudik-pulang-kampung-jadi-makin-nyaman">Aspal di Jember Mulus Sambut Pemudik, Pulang Kampung Jadi Makin Nyaman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-pasar-murah-dprd-kota-malang-dorong-pelaksanaan-hingga-tingkat-kelurahan">Evaluasi Pasar Murah, DPRD Kota Malang Dorong Pelaksanaan hingga Tingkat Kelurahan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/beri-kenyamanan-pemudik-dishub-jember-ramp-check-bus-di-terminal-tawang-alun">Beri Kenyamanan Pemudik, Dishub Jember Ramp Check Bus di Terminal Tawang Alun</a></li>
</ul>


<p>Sementara itu, Ketua TACB Kota Malang, Erliana Laksmiani Wahjutami, menjelaskan bahwa dengan kompleksitas Bagunan Cagar Budaya Stasiun Kota Baru, ini mempunyai prospek untuk ditingkatkan status menjadi Situs Cagar Budaya. Pasalnya, bukan hanya benda-benda lama yang ditemukan, tetapi juga karena adanya terowongan bawah tanah.</p>



<p>“Di stasiun ini, bukan hanya bangunan saja. Namun ternyata, juga memiliki peran tinggi yang terhubung dengan terowongan bawah tanah sebagai akses pejalan kaki. Itu sebagai bagian dari sistem perekertaapian,” beber Erliana.</p>



<p>Sebagai informasi, TACB Kota Malang mempunyai program kerja menetapkan kawasan Tugu sebagai Kawasan cagar budaya Kota Malang. Selain Stasiun Kota Baru, bangunan yang ditetapkan Cagar Budaya, diantaranya ada SMA Tugu, Bangunan Balai Kota Malang, dua Jembatan Mojopahit dan Kahuripan. Lalu, Hotel Tugu Malang dan Graha Tumapel UM/Wisma IKIP Malang.</p>



<p>“Oleh karena itu, dibutuhkan minimal dua situs dalam satu lingkungan dan salah satunya di stasiun ini mempunyai prospek sebagai Situs Cagar Budaya Stasiun Kota Baru,” papar Erlina. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">171608</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Tandatangani Prasasti The Shalimar Boutique Hotel Jadi Cagar Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-tandatangani-prasasti-the-shalimar-boutique-hotel-jadi-cagar-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jun 2022 11:42:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Cagar Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Prasasti]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=170769</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, melakukan penandatangan Prasasti The Shalimar Boutique Hotel Malang sebagai Heritage Kota Malang, Selasa (14/06/2022) sore. Bangunan itu, dianggap sebagai cagar budaya yang harus terus dilestarikan dan sebagai bagian kekuatan wisata Kota Malang. Dalam sambutannya, Wali Kota Sutiaji, mengatakan bahwa pihaknya menghargai bangunan dan karya bangsa. Itu harus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, melakukan penandatangan Prasasti The Shalimar Boutique Hotel Malang sebagai Heritage Kota Malang, Selasa (14/06/2022) sore. Bangunan itu, dianggap sebagai cagar budaya yang harus terus dilestarikan dan sebagai bagian kekuatan wisata Kota Malang.</p>



<p>Dalam sambutannya, Wali Kota Sutiaji, mengatakan bahwa pihaknya menghargai bangunan dan karya bangsa. Itu harus terus dikuatkan oleh The Shalimar Boutique Hotel Malang untuk mempertahankan bangunannya.</p>



<p>“Kami ucapkan terima kasih untuk owner The Shalimar Boutique Hotel Malang, yang menjadi heritage. Karya ini perlu dikuatkan. Jangan sampai, hanya jadi simbol. Ini dijadikan komitmen bersama dan implementasi di lapangan,” jelas Sutiaji, Selasa (14/06/2022).</p>



<p>Dalam penetapan sebagai cagar budaya, tentu dapat mempromosikan warisan budaya di Kota Malang kepada masyarakat luar. Sehingga, daya tarik wisatawan di Kota Malang kian meningkat, dengan adanya Heritage.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-kerawanan-libur-lebaran-polresta-malang-kota-gelar-operasi-ketupat-semeru-2026">Antisipasi Kerawanan Libur Lebaran, Polresta Malang Kota Gelar Operasi Ketupat Semeru 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-produk-lebaran-aman-pemkot-malang-cek-kedaluwarsa-parsel-di-pusat-perbelanjaan">Pastikan Produk Lebaran Aman, Pemkot Malang Cek Kedaluwarsa Parsel di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/aspal-di-jember-mulus-sambut-pemudik-pulang-kampung-jadi-makin-nyaman">Aspal di Jember Mulus Sambut Pemudik, Pulang Kampung Jadi Makin Nyaman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-pasar-murah-dprd-kota-malang-dorong-pelaksanaan-hingga-tingkat-kelurahan">Evaluasi Pasar Murah, DPRD Kota Malang Dorong Pelaksanaan hingga Tingkat Kelurahan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/beri-kenyamanan-pemudik-dishub-jember-ramp-check-bus-di-terminal-tawang-alun">Beri Kenyamanan Pemudik, Dishub Jember Ramp Check Bus di Terminal Tawang Alun</a></li>
</ul>


<p>“Dengan adanya heritage ini sebagai daya tarik wisatawan. Dimana harus menghargai warisan bangsa, dari menghargai ini juga dapat berimbas pada perbaikan moral penerus-penerus kita,” katanya.</p>



<p>Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, untuk mempertahankan legalitas cagar budaya, pihaknya menyinggung terkait Peraturan Daerah (Perda) mengenai intensif dan disinsentif cagar budaya. &#8220;Perda Cagar Budaya terus kita godok, sehingga tidak sekedar penentuan dan penetapan saja. Tapi kelestariannya dijaga, misal perawatannya dan pajaknya gimana,” lanjutnya.</p>



<p>Sementara itu, Owner The Shalimar Boutique Hotel Malang, Lily Jessica Tjokrosetio, mengatakan bahwa pihaknya sangat bangga dan senang menjadi bagian dari sejarah Kota Malang yang harus terus melestarikan gedung berserajah. &#8220;Pedoman yang harus kita pegang yakni melestarikan gedung dan sejarah Kota Malang ini. Membangun cagar budaya ini perlu adanya kesadaran bersama. Karena perawatan cagar budaya perlu usaha ekstra,” ucap Lily.</p>



<p>Selain itu, dirinya juga mengungkapkan, jika warisan budaya tersebut harus dijaga. Harapannya, melalui pelestarian budaya tersebut menjadi salah satu daya tarik wisatawan Kota Malang.</p>



<p>“Saya percaya apa yang terjadi hari ini, karena sejarah harus diingat. Sehingga cerita dan sejarah gedung ini tidak akan dilupakan,” imbuhnya. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">170769</post-id>	</item>
		<item>
		<title>The Shalimar Boutiqe Hotel Jadi Bangunan Hotel Cagar Budaya Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/the-shalimar-boutiqe-hotel-jadi-bangunan-hotel-cagar-budaya-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 May 2022 13:30:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Cagar Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=169403</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Salah satu Manager The Shalimar Boutique Hotel, Agoes Basoeki, merespon positif dengan ditetapkannya bangunan hotel yang dikelolanya sebagai salah satu Cagar Budaya Kota Malang. Menurutnya, penetapan ini akan membuatnya menjaga keutuhan pada bangunan dan harus tetap lestari. “Kami harus melestarikan keutuhan bangunan itu dan kebetulan owner berkomitmen terhadap hal-hal yang mempunyai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Salah satu Manager The Shalimar Boutique Hotel, Agoes Basoeki, merespon positif dengan ditetapkannya bangunan hotel yang dikelolanya sebagai salah satu Cagar Budaya Kota Malang. Menurutnya, penetapan ini akan membuatnya menjaga keutuhan pada bangunan dan harus tetap lestari.</p>



<p>“Kami harus melestarikan keutuhan bangunan itu dan kebetulan owner berkomitmen terhadap hal-hal yang mempunyai nilai sejarah. Tentunya, itu menjadi kekuatan kami agar tempat usaha bisa menjadi sarana untuk promosi juga,” ungkap Agoes Basoeki, Jumat (20/05/2022) tadi.</p>



<p>Dirinya yang juga sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, mengatakan bahwa gedung induk milik The Shalimar Boutique Hotel, tetap dipertahankan. Namun, hanya ada beberapa sisi yang harus direnovasi karena menyesuaikan dengan kebutuhan.</p>



<p>“Tentunya, itu nggak gampang. Tingkat kebutuhannya tinggi, biayanya juga tinggi. Karena, kita menempati tempat cagar budaya memang ada beberapa hal-hal yang diberikan oleh pemerintah,” lanjutnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-kerawanan-libur-lebaran-polresta-malang-kota-gelar-operasi-ketupat-semeru-2026">Antisipasi Kerawanan Libur Lebaran, Polresta Malang Kota Gelar Operasi Ketupat Semeru 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-produk-lebaran-aman-pemkot-malang-cek-kedaluwarsa-parsel-di-pusat-perbelanjaan">Pastikan Produk Lebaran Aman, Pemkot Malang Cek Kedaluwarsa Parsel di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/aspal-di-jember-mulus-sambut-pemudik-pulang-kampung-jadi-makin-nyaman">Aspal di Jember Mulus Sambut Pemudik, Pulang Kampung Jadi Makin Nyaman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-pasar-murah-dprd-kota-malang-dorong-pelaksanaan-hingga-tingkat-kelurahan">Evaluasi Pasar Murah, DPRD Kota Malang Dorong Pelaksanaan hingga Tingkat Kelurahan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/beri-kenyamanan-pemudik-dishub-jember-ramp-check-bus-di-terminal-tawang-alun">Beri Kenyamanan Pemudik, Dishub Jember Ramp Check Bus di Terminal Tawang Alun</a></li>
</ul>


<p>Sebagai informasi, bangunan Hotel Shalimar itu dulunya merupakan gedung pertemuan alias societeit bagi para pejabat Belanda yang tinggal di kawasan Ijen. Gedung itu, juga dipakai untuk kegiatan-kegiatan sosial seperti pesta. Pada saat pendudukan Jepang, gedung tersebut lantas berubah menjadi rumah bagi tahanan Belanda atau kamp interniran sekitar tahun 1942 hingga 1945, sebelum para tahanan tersebut dipindah ke Cimahi.</p>



<p>“Setelah kemerdekaan, sempat juga digunakan untuk Radio Republik Indonesia (RRI), menjadi radio perjuangan hingga RRI melepas aset untuk Hotel Graha Cakra lalu jadi Shalimar saat ini,” jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang (Disdikbud), Suwarjana, mengatakan bahwa penetapan bangunan sebagai cagar budaya itu dilihat dari segi bentuk dan tahun berdirinya.</p>



<p>“Yang jelas dari segi bentuk, tahun, mereka pasti punya jaman. Mulai kolonial kah, atau apa, itu harus ada semuanya,” ungkap Suwarjana. <strong>(cw2/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">169403</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wabup Jombang Resmikan Revitalisasi Cagar Budaya Gardupapak</title>
		<link>https://memontum.com/wabup-jombang-resmikan-revitalisasi-cagar-budaya-gardupapak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2022 11:05:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Cagar Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Wabup Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=164579</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, meresmikan bangunan cagar budaya Gerdupapak yang telah rampung direvitalisasi oleh Kelompok Masyarakat Peduli Budaya Dusun Parimono, Desa Plandi, Jombang, Sabtu (26/02/2022). Giat yang dilakukan terbatas dengan memperhatikan protokol kesehatan ini, dibuka dengan Khatmil Quran dari santri Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kemudian, dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan kirim doa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, meresmikan bangunan cagar budaya Gerdupapak yang telah rampung direvitalisasi oleh Kelompok Masyarakat Peduli Budaya Dusun Parimono, Desa Plandi, Jombang, Sabtu (26/02/2022).</p>



<p>Giat yang dilakukan terbatas dengan memperhatikan protokol kesehatan ini, dibuka dengan Khatmil Quran dari santri Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kemudian, dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan kirim doa kepada para leluhur. Berikutnya, kegiatan diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan ceremonial peresmian dengan pemotongan pita oleh Wakil Bupati Jombang. Rangkaian kegiatan sendiri juga digelar monolog besutan dan ditutup pengajian umum oleh KH Nurhadi atau Mbah Bolong.</p>



<p>Turut hadir dalam pelaksanaan itu, Wakil Ketua DPRD Jombang, Donny Anggun, Kepala Desa Plandi, Dwi Priyanto, Jajaran perangkat desa, seluruh pengurus Kelompok Masyarakat Cagar Budaya, tokoh masyarakat Parimono, Muhammad Masrur, tokoh agama, budayawan Jombang, Cak Nas dan masyarakat Desa Plandi.</p>



<p>Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa revitalisasi Gerdupapak sudah terbangun kembali. Harapan ke depan, Dusun Parimono, Desa Plandi ini menjadi desa yang makmur.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-kerawanan-libur-lebaran-polresta-malang-kota-gelar-operasi-ketupat-semeru-2026">Antisipasi Kerawanan Libur Lebaran, Polresta Malang Kota Gelar Operasi Ketupat Semeru 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-produk-lebaran-aman-pemkot-malang-cek-kedaluwarsa-parsel-di-pusat-perbelanjaan">Pastikan Produk Lebaran Aman, Pemkot Malang Cek Kedaluwarsa Parsel di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/aspal-di-jember-mulus-sambut-pemudik-pulang-kampung-jadi-makin-nyaman">Aspal di Jember Mulus Sambut Pemudik, Pulang Kampung Jadi Makin Nyaman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-pasar-murah-dprd-kota-malang-dorong-pelaksanaan-hingga-tingkat-kelurahan">Evaluasi Pasar Murah, DPRD Kota Malang Dorong Pelaksanaan hingga Tingkat Kelurahan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/beri-kenyamanan-pemudik-dishub-jember-ramp-check-bus-di-terminal-tawang-alun">Beri Kenyamanan Pemudik, Dishub Jember Ramp Check Bus di Terminal Tawang Alun</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Alhamdulillah, Gerdupapak sudah terbangun kembali. Semoga Plandi menjadi desa yang makmur, rukun barokah,&#8221; ujarnya</p>



<p>Wabup Sumrambah juga mengajak kepada seluruh masyarakat Desa Plandi khususnya dan masyarakat Jombang umumnya agar tetap mengedepankan kerukunan, membangun desa, kabupaten dan Bangsa Indonesia. &#8220;Ayo podo rukun membangun desa, membangun Kabupaten serta membangun bangsa besama-sama,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Ditempat sama, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Donny Anggun, juga menyampaikan pesan kepada masyarakat Jombang, untuk saling melestarikan dan menjaga cagar budaya, salah satunya peninggalan Gerdupapak ini. &#8220;Semoga Desa Plandi ke depan menjadi semakin aman. Spiritnya masyarakat dalam bergotong-royong luar biasa, semua ini untuk menuju kesejahteraan. Mari sama-sama dijaga jangan dicoret-coret ikon Gerdupapak ini,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Desa Plandi, Dwi Priyanto, menyampaikan terima kasih kepada Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jombang Donny Anggun, atas kepeduliannya terhadap cagar budaya yang ada di Dusun Parimono ini. Serta telah menjadi aspirator melalui pokok pikiran Dewan, sehingga bantuan anggaran untuk revitalisasi Gerdupapak dan pembangunan gapura bisa cair melalui anggaran yang bersumber dari P-APBD Kabupaten Jombang Tahun 2021. &#8220;Kami sampaikan terima kasih kepada Pak Donny, telah memberikan Pokirnya kepada masyarakat. Sehingga, revitalisasi Gerdupapak bisa terealisasi,&#8221; ujarnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">164579</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lewat Pengukuhan Dewan Kesenian, Mas Dhito Tak Ingin Kasus Perusakan Situs Cagar Budaya Kediri Terulang</title>
		<link>https://memontum.com/lewat-pengukuhan-dewan-kesenian-mas-dhito-tak-ingin-kasus-perusakan-situs-cagar-budaya-kediri-terulang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2022 13:49:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Cagar Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Mas Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[pengukuhan]]></category>
		<category><![CDATA[perusakan]]></category>
		<category><![CDATA[Situs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=163865</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito, prihatin dengan aksi pengrusakan situs di Desa Jambean, Kecamatan Kras. Mas Dhito berharap dan tidak menginginkan, kasus pengrusakan situs cagar budaya kembali terjadi. &#8220;Saya ngenes lihatnya. Dipalu, dirusak begitu saja dan saat ini belum ketemu ya, pelakunya,&#8221; katanya saat melakukan pengukuhan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito, prihatin dengan aksi pengrusakan situs di Desa Jambean, Kecamatan Kras. Mas Dhito berharap dan tidak menginginkan, kasus pengrusakan situs cagar budaya kembali terjadi.</p>



<p>&#8220;Saya ngenes lihatnya. Dipalu, dirusak begitu saja dan saat ini belum ketemu ya, pelakunya,&#8221; katanya saat melakukan pengukuhan pengurus Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK4) periode 2022-2025 di Ruang Pamenang, Pemkab Kediri, Rabu (16/02/2022).</p>



<p>Mas Dhito berharap, hal-hal yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi dapat dimonitor DK4. Pihaknya pun meminta kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, dapat bersinergi dengan DK4.</p>



<p>&#8220;Dengan adanya Dewan Kesenian dan Kebudayaan, saya berharap kedepannya kejadian-kejadian seperti itu tidak terulang lagi,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Di Kabupaten Kediri, lanjut Mas Dhito, hidup dan berkembang kurang lebih 36 jenis kesenian yang terdaftar dalam registrasi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri. Selain itu, ada 1522 organisasi dan profesi seniman serta 509 cagar budaya dan 29 adat istiadat lokal.</p>



<p>&#8220;Ini nanti menjadi tanggung jawab Dewan Kesenian dan Kebudayaan untuk memonitor. Jangan sampai, ada situs-situs atau cagar budaya yang tidak terdaftarkan,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Keberadaan DK4, lanjut Mas Dhito, menjadi pengayom bagi pegiat seni dan budaya di Kabupaten Kediri. Apalagi selama 2 tahun pandemi Covid-19, pegiat seni budaya tidak bisa pentas dan mendapatkan penghasilan.</p>



<p>Mas Dhito berharap, keberadaan DK4 dapat memberikan pertimbangan dalam perumusan kebijakan bidang kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Kediri. &#8220;Kami pemerintah Kabupaten Kediri hanya bisa berusaha dan berupaya terus. Selebihnya, kami minta masukan dan saran,&#8221; paparnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-kerawanan-libur-lebaran-polresta-malang-kota-gelar-operasi-ketupat-semeru-2026">Antisipasi Kerawanan Libur Lebaran, Polresta Malang Kota Gelar Operasi Ketupat Semeru 2026</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pastikan-produk-lebaran-aman-pemkot-malang-cek-kedaluwarsa-parsel-di-pusat-perbelanjaan">Pastikan Produk Lebaran Aman, Pemkot Malang Cek Kedaluwarsa Parsel di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/aspal-di-jember-mulus-sambut-pemudik-pulang-kampung-jadi-makin-nyaman">Aspal di Jember Mulus Sambut Pemudik, Pulang Kampung Jadi Makin Nyaman</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-pasar-murah-dprd-kota-malang-dorong-pelaksanaan-hingga-tingkat-kelurahan">Evaluasi Pasar Murah, DPRD Kota Malang Dorong Pelaksanaan hingga Tingkat Kelurahan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/beri-kenyamanan-pemudik-dishub-jember-ramp-check-bus-di-terminal-tawang-alun">Beri Kenyamanan Pemudik, Dishub Jember Ramp Check Bus di Terminal Tawang Alun</a></li>
</ul>


<p>Sementara itu, Ketua DK4, Imam Mubarok, menyampaikan dengan pengukuhan itu, pengurus mengemban tugas berat yang harus dijalankan sebagaimana yang telah dipesankan Bupati Kediri. Apalagi, disebutkan ada ratusan situs purbakala dan cagar budaya di Kabupaten Kediri, yang harus diselamatkan.</p>



<p>&#8220;Ini menjadi tanggung jawab bersama, bahwa ini tidak bisa kita sendiri (DK4) yang melakukan. Tetapi harus ada bagian dari keseluruhannya,&#8221; paparnya.</p>



<p>Artinya, lanjutnya, seperti dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, masyarakat secara umum, pemangku kebijakan kebudayaan di daerah dan terutama pelaku seni budaya di kediri harus bersinergi. Semua harus terlibat menjaga dan melestarikan seni dan budaya di Kabupaten Kediri.</p>



<p>Berkaca dari kasus perusakan situs di Desa Jambean, Kecamatan Kras, dirinya berpendapat, sejauh ini dari situs dan cagar budaya yang ada di Kabupaten Kediri hanya ada 18 yang memiliki juru pelihara (Jupel). Kedepan, pihaknya berharap akan lebih banyak jupel situs cagar budaya.</p>



<p>&#8220;Sekaligus bangunan-bangunan yang rawan untuk diamankan, harus bener bener ada Jupel. Karena kemarin, yang ada di Jambean itu adalah dua situs yang sangat langka,&#8221; bebernya.</p>



<p>Situs yang dirusak itu yakni Ambang Pintu di era Raja Bameswara berangka tahun 1055 Saka. Raja Bameswara merupakan raja yang paling banyak membuat karya, baik dalam bentuk prasasti. Disamping Ambang Pintu Raja Bameswara juga ada Ambang Pintu masa Raja Ken Arok berangka tahun 1148 Saka yang juga harus diselamatkan.</p>



<p>Terlepas dari kasus yang telah dilaporkan ke polisi itu, sebagaimana tugas DK4, terkait pembangunan bandara di Kabupaten Kediri, Imam Mubarok menyatakan, DK4 memberi saran dan masukan kepada Mas Dhito. Sebagaimana bandara yang ada di Yogyakarta maupun Bali, yang ada ciri khas daerah yang dimasukkan. Pihaknya memberi saran, supaya nantinya ada ciri khas Kabupaten Kediri yang dimasukkan di bandara Kediri.</p>



<p>&#8220;Jadi, bandara nanti usulan kita konsepkan wujud apa yang harus ditonjolkan untuk menampakkan tentang Kediri,&#8221; paparnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">163865</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dikbud Kota Malang Targetkan 40 ODCB Jadi Cagar Budaya Tahun Ini</title>
		<link>https://memontum.com/dikbud-kota-malang-targetkan-40-odcb-jadi-cagar-budaya-tahun-ini</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2021 04:32:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Cagar Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dikbud]]></category>
		<category><![CDATA[Dikbud Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Ini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136865</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Baru sejumlah 32 dari total 755 Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) Kota Malang yang telah naik statusnya menjadi cagar budaya. Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang, Dian Kuntari, menyatakan bahwa pihaknya terus mendukung pencatatan sejarah, agar target tahun ini 40 ODCB menjadi cagar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Baru sejumlah 32 dari total 755 Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) Kota Malang yang telah naik statusnya menjadi cagar budaya. Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang, Dian Kuntari, menyatakan bahwa pihaknya terus mendukung pencatatan sejarah, agar target tahun ini 40 ODCB menjadi cagar budaya tahun ini terpenuhi. Bahkan kedepannya masyarakat umum secara mandiri bisa mendaftarkan temuan yang diduga ODCB secara online.</p>



<p>&#8220;Dari 755 ODCB yang sudah ditetapkan menjadi cagar budaya baru di 32 objek, jadi masih ada sekitar 700 sekian objek yang harus dikaji oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Sehingga bisa dinaikkan statusnya menjadi cagar budaya untuk dikaji,&#8221; ungkapnya, Senin (15/03).</p>



<p>“Setelah dikaji oleh TACB, hasil kajian diserahkan ke Dikbud Kota Malang. Nanti Bidang Kebudayaan yang akan menghimpun semua untuk dinaikkan ke Bapak Wali Kota untuk ditetapkan sebagai cagar budaya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Diakui Dian ada beberapa kendala yang menyebabkan baru 32 objek yang naik status menjadi cagar budaya. Hal tersebut karena masih ada aspek-aspek yang belum dipenuhi, dimana nantinya juga berpengaruh terhadap kemampuan dari TACB untuk menganalisanya.</p>



<p>&#8220;Kan tidak mungkin dari sekian ratus itu diselesaikan dalam waktu yang cepat. Karena ini harus ada hasil kajian yang mendalam, harus holistik, dan tidak boleh parsial,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/136853-diterjang-angin-kencang-pohon-trembesi-tumbang-timpa-tiga-motor#ixzz6p9SsiGga" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Diterjang Angin Kencang, Pohon Trembesi Tumbang Timpa Tiga Motor</a></strong></p>



<p>Meski begitu ditegaskan Dian, pada tahun ini Bidang Kebudayaan Dikbud Kota Malang menargetkan 40 ODCB yang bisa ditetapkan menjadi cagar budaya.</p>



<p>Untuk itu pihaknya akan menguatkan tim pendaftaran. Dimana tidak hanya Dikbud yang bisa mendaftarkan, tetapi bisa melibatkan warga masyarakat.</p>



<p>&#8220;Disini Dikbud mempunyai dua alternatif pendaftaran, manual dan digital. Yang digital ini sedang diproses pembuatannya, jadi masyarakat bisa mendaftarkan temuan dia yang diduga cagar budaya melalui saluran tersebut. Tapi kalau misalkan yang manual disilakan ke kantor,&#8221; katanya.</p>



<p>Terakhir, pendaftaran secara online temuan yang diduga cagar budaya, disampaikan Dian, penggarapannya masih dalam proses.</p>



<p>&#8220;Mudah-mudahan tahun ini rampung,&#8221; harapnya. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136865</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
