<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Campak &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/campak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Apr 2026 09:21:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Campak &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Baru Tercapai 50 Persen, Dinkes Kota Malang Kejar Target Herd Immunity Imunisasi Campak</title>
		<link>https://memontum.com/baru-tercapai-50-persen-dinkes-kota-malang-kejar-target-herd-immunity-imunisasi-campak</link>
					<comments>https://memontum.com/baru-tercapai-50-persen-dinkes-kota-malang-kejar-target-herd-immunity-imunisasi-campak#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[immunity]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[target]]></category>
		<category><![CDATA[tercapai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231482</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus mengejar capaian imunisasi campak melalui program Catch-Up Campaign (CUC) guna memenuhi target herd immunity minimal 95 persen. Dari total 1.400 sasaran anak, hingga awal April 2026 ini capaiannya baru mencapai sekitar 50 persen atau sekitar sebanyak 700 anak. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus mengejar capaian imunisasi campak melalui program Catch-Up Campaign (CUC) guna memenuhi target herd immunity minimal 95 persen. Dari total 1.400 sasaran anak, hingga awal April 2026 ini capaiannya baru mencapai sekitar 50 persen atau sekitar sebanyak 700 anak.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan bahwa imunisasi campak diberikan dalam dua tahap. Yaitu, MR 1 pada usia 9 bulan dan MR 2 pada usia 18 bulan.</p>



<p>“CUC ini bertujuan mencari anak yang imunisasinya belum lengkap, baik MR 1 maupun MR 2, agar seluruh sasaran mendapatkan perlindungan optimal,” jelas Husnul, Senin (06/04/2026) tadi.</p>



<p>Menurutnya, angka 1.400 sasaran tersebut diperoleh setelah dilakukan verifikasi dari total sekitar 13 ribu anak usia 9–59 bulan di Kota Malang. Verifikasi dilakukan, untuk memastikan anak yang belum menerima imunisasi atau belum lengkap vaksinasinya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk pelaksanaan CUC, dilakukan secara serentak di 16 puskesmas Kota Malang, dan kini memasuki masa puncak hingga 7 April 2026. “Sekarang sudah memasuki puncak pelaksanaan sampai besok. Kami berharap capaian bisa mendekati target minimal 95 persen,” ucapnya.</p>



<p>Lebih lanjut, secara nasional cakupan imunisasi campak mengalami penurunan sejak tahun 2019. Kondisi tersebut juga berdampak pada Kota Malang sehingga diperlukan percepatan melalui imunisasi kejar. Di lapangan, sejumlah tantangan masih ditemukan, mulai dari kendala transportasi hingga orang tua yang belum memberikan izin imunisasi kepada anaknya.</p>



<p>“Untuk sasaran yang tidak hadir, kami lakukan kunjungan rumah sekaligus memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya vaksinasi campak,” katanya.</p>



<p>Dinkes Kota Malang juga mencatat terdapat 61 kasus suspek campak sepanjang tahun 2026. Seluruh kasus telah diambil sampelnya dan dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya untuk pemeriksaan lanjutan. Husnul menegaskan, campak merupakan penyakit dengan risiko penularan tinggi dan dapat menimbulkan dampak serius apabila tidak dicegah melalui imunisasi.</p>



<p>“Pada kondisi paling berat, campak bisa menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian,” imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/baru-tercapai-50-persen-dinkes-kota-malang-kejar-target-herd-immunity-imunisasi-campak/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231482</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Tinjau Pelaksanaan CUC Campak di Bunulrejo, Edukasi Door to Door Digencarkan</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-tinjau-pelaksanaan-cuc-campak-di-bunulrejo-edukasi-door-to-door-digencarkan</link>
					<comments>https://memontum.com/wali-kota-malang-tinjau-pelaksanaan-cuc-campak-di-bunulrejo-edukasi-door-to-door-digencarkan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Bunulrejo]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[Digencarkan]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231479</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, meninjau secara langsung pelaksanaan program Catch-Up Campaign (CUC) Campak, di RW 03 Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (06/04/2026) tadi. Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa tinjauan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, meninjau secara langsung pelaksanaan program Catch-Up Campaign (CUC) Campak, di RW 03 Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (06/04/2026) tadi.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa tinjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan imunisasi berjalan optimal, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi campak. Menurutnya, sebagian besar anak yang menjadi sasaran telah mengikuti imunisasi campak sesuai tahapan usia, mulai 9 bulan hingga 59 bulan.</p>



<p>“Beberapa sasaran sudah mengikuti semua tahapan imunisasi. Namun, memang masih ada sebagian kecil warga yang perlu pendekatan khusus karena masih beranggapan imunisasi campak tidak berdampak,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam hal ini, menurutnya Pemkot Malang terus melakukan berbagai upaya edukasi. Termasuk, juga pendekatan door to door kepada masyarakat yang belum bersedia mengikuti imunisasi.</p>



<p>Selain itu, tambahnya, Pemkot Malang tidak akan menyerah dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi campak. “Kita tidak putus asa. Pendekatan terus dilakukan bersama tokoh agama, tokoh pendidikan, dan tokoh masyarakat agar warga memahami pentingnya imunisasi ini,” tegasnya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakan, bahwa penyakit campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Bahkan, satu penderita dapat menularkan kepada hingga 18 orang lainnya apabila tidak dilakukan pencegahan melalui imunisasi.</p>



<p>“Dampaknya bisa sangat fatal, bahkan sampai menyebabkan kematian. Karena itu kampanye ini terus kita gencarkan agar masyarakat sadar akan bahayanya,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/wali-kota-malang-tinjau-pelaksanaan-cuc-campak-di-bunulrejo-edukasi-door-to-door-digencarkan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231479</post-id>	</item>
		<item>
		<title>100 Kasus Suspek Campak Muncul di Kota Malang, Dinkes Intensifkan Pemantauan</title>
		<link>https://memontum.com/100-kasus-suspek-campak-muncul-di-kota-malang-dinkes-intensifkan-pemantauan</link>
					<comments>https://memontum.com/100-kasus-suspek-campak-muncul-di-kota-malang-dinkes-intensifkan-pemantauan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[intensifkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[muncul]]></category>
		<category><![CDATA[pemantauan]]></category>
		<category><![CDATA[suspek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231472</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat ada sekitar 100 kasus suspek campak yang tersebar di seluruh wilayah Kota Malang hingga Maret 2026. Meskipun, hingga saat ini belum ditemukan kasus campak yang terkonfirmasi positif. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa jumlah suspek campak yang tersebut tersebar di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat ada sekitar 100 kasus suspek campak yang tersebar di seluruh wilayah Kota Malang hingga Maret 2026. Meskipun, hingga saat ini belum ditemukan kasus campak yang terkonfirmasi positif.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa jumlah suspek campak yang tersebut tersebar di seluruh 16 puskesmas yang ada di Kota Malang. “Kalau suspek ada, tetapi yang terkonfirmasi masih belum ada. Suspek dari seluruh faskes, terutama puskesmas, kami kumpulkan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Husnul, Sabtu (04/04/2026) tadi.</p>



<p>Husnul menjelaskan, sampel dari pasien suspek terlebih dahulu diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan indikasi campak, sampel akan kembali dikirim ke laboratorium rujukan nasional di Jakarta untuk konfirmasi akhir.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meski muncul sejumlah kasus suspek, Dinkes Kota Malang memastikan tenaga kesehatan tetap menjalankan standar perlindungan diri saat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dasar seperti masker, sarung tangan, serta hand scrub telah diterapkan di fasilitas layanan kesehatan.</p>



<p>“Tenaga kesehatan tetap menggunakan masker, sarung tangan, dan menjaga kebersihan tangan. Untuk APD lengkap seperti saat pandemi Covid-19 belum digunakan, tetapi stoknya tersedia cukup di puskesmas,” tuturnya.</p>



<p>Dalam hal ini, Dinkes Kota Malang terus melakukan pemantauan dan kewaspadaan dini guna mencegah potensi penyebaran campak, sekaligus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap seluruh kasus suspek yang ada. &#8220;Masyarakat juga kami imbau untuk tetap menjaga imunisasi anak sesuai jadwal, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam disertai ruam, sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit campak,&#8221; imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/100-kasus-suspek-campak-muncul-di-kota-malang-dinkes-intensifkan-pemantauan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231472</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Imunisasi Campak untuk Nakes, Dinkes Kota Malang Tunggu Aturan Kemenkes</title>
		<link>https://memontum.com/imunisasi-campak-untuk-nakes-dinkes-kota-malang-tunggu-aturan-kemenkes</link>
					<comments>https://memontum.com/imunisasi-campak-untuk-nakes-dinkes-kota-malang-tunggu-aturan-kemenkes#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 10:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aturan]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[nakes]]></category>
		<category><![CDATA[tunggu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231449</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menanggapi adanya Tenaga Kesehatan (Nakes) yang tertular penyakit campak, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang masih menunggu Petunjuk Teknis (Juknis) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait rencana pemberian imunisasi campak bagi para Nakes. Hal itu, disampaikan Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif. Pria yang akrab disapa Husnul, itu mengatakan bahwa hingga saat ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menanggapi adanya Tenaga Kesehatan (Nakes) yang tertular penyakit campak, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang masih menunggu Petunjuk Teknis (Juknis) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait rencana pemberian imunisasi campak bagi para Nakes. Hal itu, disampaikan Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Husnul, itu mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima regulasi resmi mengenai pelaksanaan vaksinasi tersebut. Namun, apabila kebijakan sudah diterbitkan, Pemkot Malang siap melaksanakan program tersebut.</p>



<p>“Kami masih menunggu aturan resminya dari Kemenkes. Kalau nanti sudah ada prosedurnya, tentu pelaksanaannya akan lebih mudah karena vaksinasi bisa langsung dilakukan di tempat kerja tenaga kesehatan,” ujar Husnul, Kamis (02/04/2026) tadi.</p>



<p>Namun, Husnul menilai vaksinasi tambahan bagi Nakes dapat menjadi langkah untuk mempersempit potensi transmisi penyakit di fasilitas pelayanan kesehatan. Apalagi, Nakes memiliki risiko paparan yang cukup tinggi karena setiap hari berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai kelompok usia.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Tenaga kesehatan ini berhubungan langsung dengan semua usia, termasuk kelompok sasaran imunisasi campak. Di situ ada celah penularan virus meskipun mereka sudah divaksin sebelumnya dan menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.</p>



<p>Sembari menunggu kebijakan pusat, menurutnya Dinkes Kota Malang tetap memperkuat perlindungan bagi tenaga kesehatan melalui penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) di seluruh fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah daerah. APD tersebut tersedia di puskesmas, RSUD, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), hingga lingkungan kantor Dinkes.</p>



<p>&#8220;Untuk saat ini penggunaan APD standar tetap berjalan. Memang belum seperti saat pandemi Covid-19 dengan APD lengkap, tetapi perlengkapan tersebut tersedia dan siap digunakan jika diperlukan. Nakes juga terus diimbau menggunakan masker, sarung tangan, serta menjaga kebersihan tangan saat memberikan pelayanan,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Terkait kemungkinan vaksinasi massal seperti saat pandemi Covid-19, Husnul menyebut hal itu masih menunggu analisis lebih lanjut dari pemerintah pusat, khususnya melihat perkembangan kasus campak di daerah. “Kami menunggu hasil analisa dari kementerian. Jika eskalasi kasus meningkat, tentu bisa saja ada kebijakan lanjutan termasuk vaksinasi yang lebih luas,” imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/imunisasi-campak-untuk-nakes-dinkes-kota-malang-tunggu-aturan-kemenkes/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231449</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Putus Rantai Penularan, Dinkes Kota Malang Siap Laksanakan Catch Up Campaign Campak Mulai 1 April</title>
		<link>https://memontum.com/putus-rantai-penularan-dinkes-kota-malang-siap-laksanakan-catch-up-campaign-campak-mulai-1-april</link>
					<comments>https://memontum.com/putus-rantai-penularan-dinkes-kota-malang-siap-laksanakan-catch-up-campaign-campak-mulai-1-april#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[laksanakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Penularan]]></category>
		<category><![CDATA[rantai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231383</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) siap melaksanakan program Catch Up Campaign (CUC) atau kampanye pengejaran imunisasi campak, mulai Rabu (01/04/2026) besok. Langkah tersebut diambil, sebagai respon cepat terhadap Surat Edaran (SE) Kemenkes RI mengenai peningkatan kewaspadaan penyakit campak. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa ada sebanyak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) siap melaksanakan program Catch Up Campaign (CUC) atau kampanye pengejaran imunisasi campak, mulai Rabu (01/04/2026) besok. Langkah tersebut diambil, sebagai respon cepat terhadap Surat Edaran (SE) Kemenkes RI mengenai peningkatan kewaspadaan penyakit campak.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa ada sebanyak 16 Puskesmas di wilayah Kota Malang yang telah disiagakan untuk melaksanakan pendataan dan penyuntikan vaksin bagi kelompok rentan. &#8220;Insyaallah, mulai 1 April besok kita laksanakan di 16 puskesmas, sampai dengan satu bulan. Sasarannya sekitar 13 ribu anak yang akan kami screening terlebih dahulu,&#8221; ujar Husnul saat ditemui, Selasa (31/03/2026) tadi.</p>



<p>Berbeda dengan program Outbreak Responses Immunization (ORI) yang menyasar semua orang tanpa memandang status vaksinasi, metode CUC bersifat lebih spesifik. Program ini, menyasar anak usia 9 bulan hingga 13 tahun yang status imunisasinya belum lengkap atau terlewat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;CUC ini istilahnya untuk menyulam bagi sasaran yang belum mendapatkan vaksinasi campak. Jadi kita screening dulu, yang sudah lengkap tidak (divaksin) lagi. Targetnya mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok minimal 95 persen,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Husnul menegaskan, langkah masif ini sangat krusial mengingat Kota Malang merupakan daerah dengan tingkat mobilisasi masyarakat yang sangat tinggi. Hal ini menyebabkan potensi transmisi virus melalui saluran pernapasan menjadi lebih cepat.</p>



<p>Meskipun sasaran utama vaksinasi adalah anak-anak, Husnul juga mengimbau kelompok dewasa untuk kembali memperketat protokol kesehatan layaknya masa pandemi Covid-19. &#8220;Jika kondisi badan tidak sehat, usahakan tidak beraktivitas di luar atau di ruang tertutup yang banyak orang. Kami juga sudah meminta teman-teman nakes untuk menjaga diri karena campak ini bukan lagi penyakit biasa,&#8221; imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/putus-rantai-penularan-dinkes-kota-malang-siap-laksanakan-catch-up-campaign-campak-mulai-1-april/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231383</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Capaian Imunisasi Massal Campak di Kota Malang Tembus 95 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/capaian-imunisasi-massal-campak-di-kota-malang-tembus-95-persen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[capaian]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[massal]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230473</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pelaksanaan Imunisasi massal campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) di Kota Malang telah mencapai target, yakni 95,06 persen. Hal itu, disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif. Menurutnya, program imunisasi massal itu telah berjalan optimal. Tingginya capaian ORI juga tidak lepas dari strategi jemput bola petugas kesehatan yang melakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pelaksanaan Imunisasi massal campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) di Kota Malang telah mencapai target, yakni 95,06 persen. Hal itu, disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif.</p>



<p>Menurutnya, program imunisasi massal itu telah berjalan optimal. Tingginya capaian ORI juga tidak lepas dari strategi jemput bola petugas kesehatan yang melakukan kunjungan rumah bagi sasaran yang tidak hadir di lokasi vaksinasi.</p>



<p>“Teman-teman melakukan kunjungan ke rumah bagi mereka yang tidak hadir,” ujar Husnul, Rabu (25/02/2026) tadi.</p>



<p>Husnul menjelaskan, ketidakhadiran sebagian anak bukan karena penolakan orang tua, melainkan faktor ketakutan akibat informasi dari teman sebaya bahwa suntikan akan terasa sakit. Setelah dilakukan pendekatan dan sosialisasi, para orang tua justru membawa anaknya langsung ke lokasi imunisasi.</p>



<p>“Alhamdulillah orang tuanya sendiri yang membawa sasaran ke tempat vaksinasi,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sasaran ORI Campak adalah anak usia sembilan bulan sampai 13 tahun. Dalam pelaksanaannya pun tidak mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya, sehingga seluruh anak dalam rentang usia tersebut tetap menjadi target.</p>



<p>&#8220;Karena ORI Campak ini, selain untuk memutus penularan, juga bertujuan mencegah dampak lanjutan campak yang dapat berujung pada komplikasi serius hingga kematian pada anak,&#8221; tambahnya.&nbsp;</p>



<p>Pelaksanaan ORI massal di Kota Malang masih berlangsung hingga batas waktu yang ditentukan, yakni sampai 28 Februari. Pihaknya berharap capaian imunisasi dapat terus meningkat agar kekebalan kelompok terbentuk dan potensi penyebaran penyakit dapat dicegah.</p>



<p>Sebagai informasi, pelaksanaan ORI tersebut dilakukan sebagai respon cepat Pemkot Malang dalam membendung penyebaran campak yang sempat ditemukan di dua wilayah kecamatan, yakni Kedungkandang dan Sukun. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230473</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DPRD Kota Malang Tekankan Penanganan Serius untuk Kasus Campak</title>
		<link>https://memontum.com/dprd-kota-malang-tekankan-penanganan-serius-untuk-kasus-campak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[serius]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229945</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kasus campak yang terjadi di Kota Malang menjadi perhatian serius dari DPRD Kota Malang. Itu karena, kesehatan harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), atau sejalan dengan visi besar Kota Malang di bidang pendidikan dan kesehatan. Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, menyebut pihaknya menerima [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kasus campak yang terjadi di Kota Malang menjadi perhatian serius dari DPRD Kota Malang. Itu karena, kesehatan harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), atau sejalan dengan visi besar Kota Malang di bidang pendidikan dan kesehatan.</p>



<p>Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, menyebut pihaknya menerima laporan adanya temuan kasus campak, khususnya di Kecamatan Sukun, yang mayoritas menyerang anak-anak usia sekolah dasar. Meski jumlahnya belum masuk kategori Kondisi Luar Biasa (KLB), potensi penularan dinilai cukup tinggi.</p>



<p>&#8220;Ini sebenarnya beberapa waktu yang lalu juga sudah masuk ke kami. Tetapi sampai sekarang masih ada kasus yang ditemukan. Kami meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan langlah penanganan secara serius, agar tidak menjadikan Kondisi Luar Biasa maka harus dilakukan lokalisir terkait kasus temuan ini. Jangan sampai ini kemudian merambat ke berbagai wilayah lain,&#8221; jelas Ginanjar, Selasa (03/02/2026) tadi.</p>



<p>Untuk pelokasian kasus, Ginanjar mendorong agar melibatkan Puskesmas dan kader Posyandu secara aktif turun ke lapangan. Selain itu, juga ditekankan pentingnya mitigasi jangka panjang, melalui edukasi hidup bersih dan sehat, perbaikan sanitasi, serta penguatan imunisasi dan vaksinasi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Peran Posyandu dan institusi pendidikan sangat krusial untuk menyadarkan orang tua yang masih menolak imunisasi. Jadi peran guru juga harus andil dalam penyadaran ini, karena ini menjadi gerakan bersama,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dalam hal ini, DPRD juga menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pola sosialisasi Dinkes, termasuk pengukuran capaian edukasi masyarakat. Jika upaya penanganan dinilai tidak optimal atau kasus terus bertambah, DPRD siap memanggil Dinkes untuk melakukan rapat koordinasi.</p>



<p>&#8220;Kalau memang kami rasa dalam satu minggu ke depan tidak ada upaya serius ataupun penambahan jumlah campak, maka itu sudah menjadi konsentrasi kami untuk melakukan rapat koordinasi,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Di akhir, Ginanjar menegaskan, bahwa dukungan anggaran kesehatan di Kota Malang sangat besar, hampir setara dengan sektor pendidikan. Karena itu, DPRD berharap anggaran tersebut benar-benar berdampak nyata dalam melindungi kesehatan masyarakat dan mencegah meluasnya kasus campak.</p>



<p>&#8220;Kami mengalokasikan hampir sama dengan Disdikbud, kurang lebih hampir Rp 500 miliar untuk kesehatan. Mulai dari jaminan kesehatan, anggaran puskesmas, operasional dan sebagainya,&#8221; imbuh Ginanjar. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229945</post-id>	</item>
		<item>
		<title>17 Kasus Campak Ditemukan, Dinkes Kota Malang Gelar ORI untuk 32 Ribu Anak</title>
		<link>https://memontum.com/17-kasus-campak-ditemukan-dinkes-kota-malang-gelar-ori-untuk-32-ribu-anak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229939</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menggelar imunisasi Outbreak Response Immunization (ORI) campak setelah ditemukan 17 kasus campak sepanjang tahun 2025 yang dilaporkan pada awal 2026. Langkah itu dilakukan, sebagai upaya memutus rantai penularan dan mencegah meluasnya kasus di wilayah Kota Malang. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa dari sekitar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menggelar imunisasi Outbreak Response Immunization (ORI) campak setelah ditemukan 17 kasus campak sepanjang tahun 2025 yang dilaporkan pada awal 2026. Langkah itu dilakukan, sebagai upaya memutus rantai penularan dan mencegah meluasnya kasus di wilayah Kota Malang.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa dari sekitar 300 kasus suspect campak yang ditemukan di lima kecamatan, hasil pemeriksaan laboratorium mengonfirmasi 17 kasus positif. Itu tersebar di Kecamatan Kedungkandang, Sukun dan Lowokwaru.</p>



<p>“Kasus terkonfirmasi ini hasil pemeriksaan sampel darah. Dari data 2025, ditemukan 10 kasus di Kedungkandang, 3 kasus di Sukun dan 4 kasus di Lowokwaru,” ujar Husnul, saat dihubungi melalui sambungan seluler, Selasa (03/02/2026) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa usia anak yang terpapar campak tersebut bervariasi, mulai dari usia satu tahun hingga usia sekolah dasar. Namun, kasus paling dominan ditemukan pada anak usia 5 hingga 11 tahun.</p>



<p>“Memang ada beberapa anak yang belum mendapatkan imunisasi rutin lengkap. Rentang usia 5 sampai 11 tahun menjadi kelompok yang paling banyak terkonfirmasi,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sehingga, berdasarkan rekomendasi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, wilayah dengan temuan kasus campak ditetapkan sebagai sasaran pelaksanaan ORI. Imunisasi dilakukan secara massal pada anak usia 9 bulan hingga 13 tahun, tanpa melihat status imunisasi sebelumnya.</p>



<p>“Sasaran ORI di Kota Malang sekitar 32 ribu anak, tersebar di Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Sukun,” ucapnya.</p>



<p>Pelaksanaan ORI dijadwalkan berlangsung mulai 2 hingga 6 Februari 2026, dengan melibatkan puskesmas, sekolah, serta lintas sektor terkait. Dinkes Kota Malang berharap imunisasi ini mampu menekan risiko penularan dan memberikan perlindungan maksimal bagi anak-anak.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk gejala awal campak umumnya ditandai dengan demam, disusul ruam berupa bintik-bintik merah yang muncul dari belakang telinga, kemudian menyebar ke wajah dan bagian tubuh lain, terutama dada dan punggung. Pada kondisi yang lebih berat, campak dapat disertai gangguan saluran pernapasan, seperti sakit tenggorokan, batuk, serta mata memerah.</p>



<p>&#8220;Nah, itu gejala-gejala campak. Sehingga perlu diwaspadai dan dilakukan imunisasi pada usia-usia dasar di usia sembilan bulan,&#8221; imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229939</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus Campak di Kota Malang Bertambah Jadi 9 Orang, 146 Masuk Kategori Suspek</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-campak-di-kota-malang-bertambah-jadi-9-orang-146-masuk-kategori-suspek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2025 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bertambah]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[kategori]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[suspek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225937</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kasus campak yang terjadi di Kota Malang, kini bertambah menjadi sembilan orang. Padahal sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat hanya ada lima anak. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa empat kasus baru tersebut, ditemukan di Kelurahan Kotalama. Sedangkan lima kasus sebelumnya, terdeteksi di Kelurahan Arjowinangun dan Bumiayu, Kecamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kasus campak yang terjadi di Kota Malang, kini bertambah menjadi sembilan orang. Padahal sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat hanya ada lima anak.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa empat kasus baru tersebut, ditemukan di Kelurahan Kotalama. Sedangkan lima kasus sebelumnya, terdeteksi di Kelurahan Arjowinangun dan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang.</p>



<p>&#8220;Untuk kondisi anak-anak yang sebelumnya terinfeksi sudah bagus, membaik. Tinggal istirahat, kemudian memenuhi asupan gizi. Tidak perlu sampai dirawat,” ujar Husnul, Jumat (12/09/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dikatakannya, bahwa proses pemulihan pasien campak umumnya membutuhkan waktu sekitar dua minggu. “Insyaallah dua minggu sudah pulih. Karena yang di Bumiayu dan Arjowinangun itu sudah bagus, tinggal recovery dengan istirahat yang cukup,” lanjutnya.</p>



<p>Selain kasus positif, Dinkes juga mencatat adanya 146 orang masuk kategori suspek campak berdasarkan data nomor epidemiologi. Suspek tersebut mayoritas berasal dari tiga wilayah yang sama, yakni Arjowinangun, Bumiayu dan Kotalama.</p>



<p>“Kalau suspeknya sekitar 146, itu dilihat dari nomor epid. Nah dari 146 itu, 9 yang positif. Suspeknya rata-rata dari sekitar pasien, baik teman sekolah maupun keluarganya,” imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225937</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
