<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>catatkan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/catatkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Jan 2026 17:21:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>catatkan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Banyuwangi Catatkan Jumlah Penumpang Tertinggi Kereta Api selama Libur Nataru</title>
		<link>https://memontum.com/banyuwangi-catatkan-jumlah-penumpang-tertinggi-kereta-api-selama-libur-nataru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[catatkan]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah]]></category>
		<category><![CDATA[kereta]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[penumpang]]></category>
		<category><![CDATA[selama]]></category>
		<category><![CDATA[tertinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229294</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember, mencatat bahwa Banyuwangi sebagai wilayah dengan jumlah penumpang kereta api tertinggi selama masa angkutan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). &#8220;Kabupaten Banyuwangi dengan berbagai potensi pariwisatanya, membuat masyarakat memilih kereta api sebagai moda transportasi untuk menuju Banyuwangi,&#8221; kata Manager Hukum Humas Daop [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember, mencatat bahwa Banyuwangi sebagai wilayah dengan jumlah penumpang kereta api tertinggi selama masa angkutan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).</p>



<p>&#8220;Kabupaten Banyuwangi dengan berbagai potensi pariwisatanya, membuat masyarakat memilih kereta api sebagai moda transportasi untuk menuju Banyuwangi,&#8221; kata Manager Hukum Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, Selasa (06/01/2026) tadi.</p>



<p>Disampaikan Cahyo, secara keseluruhan KAI Daop 9 Jember melayani penumpang berangkat dan tiba mencapai sekitar 416 ribu orang. Dari jumlah tersebut, Banyuwangi sebagai daerah dengan jumlah penumpang tertinggi. Bahkan menurutnya, hampir separuh pergerakan penumpang terpusat di daerah ujung timur Pulau Jawa tersebut.</p>



<p>&#8220;Tercatat sekitar 207 ribu penumpang atau 49 persen dari total kumulatif penumpang Nataru berangkat dan tiba di wilayah Kabupaten Banyuwangi,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dari jumlah tersebut, lanjutnya, Stasiun Banyuwangi Kota menjadi yang paling sibuk dengan jumlah penumpang naik dan turun mencapai sekitar 62 ribu orang. Selanjutnya, disusul Stasiun Ketapang 53 ribu penumpang, Stasiun Kalisetail 39 ribu penumpang dan Stasiun Rogojampi 32 ribu penumpang.</p>



<p>&#8220;Stasiun Kalisetail yang tergolong stasiun kecil justru potensinya luar biasa. Bahkan penumpangnya mengungguli Stasiun Rogojampi,&#8221; ungkap Cahyo.</p>



<p>Dari sisi layanan, kereta api yang paling banyak digunakan masyarakat adalah KA Sri Tanjung dan KA Probowangi. Keduanya, memiliki relasi awal dan akhir perjalanan di Banyuwangi. Sementara untuk KA jarak jauh komersial, KA Blambangan Ekspres dan KA Wijaya Kusuma menjadi favorit penumpang selama masa libur panjang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Cahyo menjelaskan, tingginya penumpang di Banyuwangi dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya jumlah stasiun yang cukup banyak, yakni sekitar 6 stasiun aktif melayani naik turun penumpang.</p>



<p>Selain itu, jumlah perjalanan KA menuju Banyuwangi juga terus bertambah. Saat ini terdapat KA Ijen Ekspres, perpanjangan relasi KA Blambangan Ekspres, KA Mutiara Timur reguler, serta KA Mutiara Timur tambahan yang beroperasi fakultatif selama Nataru.</p>



<p>&#8220;Total perjalanan KA selama Nataru ada 26 perjalanan, terdiri dari 24 reguler dan 2 KA tambahan. Khusus yang melayani Banyuwangi, ada sekitar 22 perjalanan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dirinya menambahkan, sekitar 80 persen perjalanan KA di Daop 9 Jember memiliki tujuan akhir atau awal di Banyuwangi, kecuali KA Ranggajati dan KA Pandalungan. KAI Daop 9 Jember tengah mengkaji penambahan relasi dan perjalanan KA baru dari Banyuwangi ke sejumlah kota.</p>



<p>Pertumbuhan penumpang selama Nataru mencapai 11 persen, sementara pertumbuhan kapasitas tempat duduk hanya sekitar 5-7 persen. &#8220;Artinya masih ada peluang pasar yang bisa kami tangkap untuk pengembangan layanan dari dan menuju Banyuwangi,&#8221; kata Cahyo.</p>



<p>KAI juga telah melakukan penataan di Stasiun Ketapang dan Stasiun Banyuwangi Kota, serta penataan Stasiun Kalisetail yang saat ini masih berlangsung.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengaku bersyukur dengan minat masyarakat menggunakan kereta api menuju Banyuwangi selama libur Nataru cukup tinggi. &#8220;Akses transportasi yang semakin baik berperan penting dalam mendukung sektor pariwisata dan pergerakan ekonomi daerah,&#8221; kata Bupati Ipuk. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229294</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Apel Hari Santri Nasional di Situbondo Catatkan Rekor Muri</title>
		<link>https://memontum.com/apel-hari-santri-nasional-di-situbondo-catatkan-rekor-muri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Oct 2023 05:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[catatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200220</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Bupati Situbondo, Karna Suswandi dan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Safi&#8217;iyah Sukorejo, K H R Ach Azaim Ibrahimy menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri), Minggu (22/10/223) tadi. Penghargaan ini diberikan, lantaran Pemkab Situbondo dan Ponpes Salafiyah Safi&#8217;iyah Sukorejo menjadi pemrakarsa dan penyelenggara Apel Hari Santri Nasional dengan jumlah peserta terbanyak. &#8220;Saya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Situbondo</strong> &#8211; Bupati Situbondo, Karna Suswandi dan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Safi&#8217;iyah Sukorejo, K H R Ach Azaim Ibrahimy menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri), Minggu (22/10/223) tadi. Penghargaan ini diberikan, lantaran Pemkab Situbondo dan Ponpes Salafiyah Safi&#8217;iyah Sukorejo menjadi pemrakarsa dan penyelenggara Apel Hari Santri Nasional dengan jumlah peserta terbanyak.</p>



<p>&#8220;Saya mewakili Ketua Umum Muri, Bapak Jaya Suprana, hari ini kami mengumumkan sekaligus mengesahkan bahwa Upacara Peringatan Hari Besar Keagamaan, yakni Hari Santri Nasional secara serentak oleh peserta terbanyak 40.893 peserta di 17 titik resmi tercatat di Museum Rekor Indonesia,&#8221; kata Juri Muri, Ari Andiani di Gelora Ibrahimy, di Ponpes Salafiyah Safi&#8217;iyah Sukorejo.</p>



<p>Ari Andiani menyampaikan, data yang dihimpun Muri, bahwa Apel Hari Santri Nasional di Situbondo diikuti oleh 40.893 peserta. Jumlah tersebut, melebihi jumlah peserta yang diusulkan Pemkab Situbondo, yaitu sekitar 29 ribu peserta.</p>



<p>&#8220;29 ribu peserta yang diusulkan ke kami, terbagi di 17 titik dan tadi sudah disampaikan oleh Bapak Bupati. Namun ternyata dari hasil verifikasi yang kami lakukan, tidak hanya 29 ribu peserta. Tetapi melebihi yang sudah diusulkan, yaitu 40.893 peserta,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Jumlah peserta tersebut, ujarnya, juga diperkuat rekomendasi dari DPW MUI Provinsi Jawa Timur. &#8220;Kami ucapkan selamat kepada Kabupaten Situbondo yang terkenal dengan Kota Santri Pancasila ini,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa penghargaan MURI tersebut menjadi rekor ke 11.330. &#8220;Sebagai bukti tercatatnya prestasi ini, maka kami menganugerahkan piagam penghargaan Muri kepada Bupati Situbondo, Karna Suswandi dan Pengasuh Ponpes Salafiyah Safi&#8217;iyah Sukorejo, K.H.R Achmad Azaim Ibrahimy,&#8221; bebernya.</p>



<p>Ari Andiani mengungkapkan, Hari Santri Nasional menjadi momentum yang tepat untuk merefleksi dan mengingat kembali sejarah sebagai bekal bagi para santri di zaman modern sekarang ini untuk selalu berbenah. Salah satunya, memperbaiki kualitas diri demi kemajuan bangsa Indonesia.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Karna Suswandi mengatakan bahwa dengan diraihnya penghargaan tersebut, maka menunjukkan kepada Indonesia hingga dunia bahwa santri di Situbondo terus menggelorakan semangat untuk berkontribusi besar dalam mewujudkan visi Situbondo Berjaya melalui bidang pendidikan. &#8220;Sehingga, Indeks Pembangunan Manusia atau IPM Kabupaten Situbondo terus mengalami kenaikan,&#8221; ujarnya. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200220</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Probolinggo Catatkan Soto Ayam Koya di Rekor MURI</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-probolinggo-catatkan-soto-ayam-koya-di-rekor-muri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Sep 2023 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[catatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197667</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Sajian Soto Ayam dengan taburan koya sedang naik kelas, Rabu (06/09/2023) tadi. Bagaimana tidak, warisan budaya tak benda asal Kota Probolinggo, itu berhasil mencetak rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang ke 11.210. Pemecahan rekor itu, pun berlangsung dari Rumah Dinas Dandim 0820 Probolinggo, Letkol ARM Heri Budiasto, di Kawasan Suroyo Kelurahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Sajian Soto Ayam dengan taburan koya sedang naik kelas, Rabu (06/09/2023) tadi. Bagaimana tidak, warisan budaya tak benda asal Kota Probolinggo, itu berhasil mencetak rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang ke 11.210. Pemecahan rekor itu, pun berlangsung dari Rumah Dinas Dandim 0820 Probolinggo, Letkol ARM Heri Budiasto, di Kawasan Suroyo Kelurahan Sukabumi.</p>



<p>“Rekor dunia, piagam penghargaan MURI, nomor 11.210/R.MURI/IX/2023, dianugerahkan dengan bangga kepada Pemerintah Kota Probolinggo. Atas rekor pemrakarsa dan penyelenggara sajian Soto Ayam Koya terbanyak, yakni 8 ribu porsi. Semoga membawa manfaat bagi kita semua,” kata Representatif MURI, Sri Widayati.</p>



<p>Selanjutnya, piagam penghargaan yang bertuliskan &#8216;Mangan Soto Ayam Koya Bareng Wali Kota dan Rekor MURI Sajian Soto Ayam Koya Terbanyak dengan 8.000 Porsi&#8217;, diberikan kepada Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin.</p>



<p>Usai menerima piagam, Wali Kota Habib Hadi pun menyampaikan rasa bangga akan salah satu menu khas Kota Probolinggo, yang berhasil tercatat secara resmi di MURI. Menurutnya, hal itu tidak mungkin tercipta tanpa adanya dukungan kebersamaan dari semua pihak.</p>



<p>“Terima kasih pada semua yang sudah ikut serta dan berbaur bersama semua elemen dan lapisan masyarakat, untuk mensukseskan acara ini. Hal ini menunjukkan bahwa makanan khas Kota Probolinggo, patut dibanggakan. Selain itu, juga selaras dengan komitmen Pemerintah Kota Probolinggo dalam menggerakkan perekonomian masyarakat,” katanya.</p>



<p>Wali Kota Habib Hadi menilai, sajian ini juga perlu dikenalkan sebagai menu andalan yang khas. Khususnya, pada masyarakat luar daerah, bahwa Soto Ayam Koya khas Kota Probolinggo, berbeda dengan soto yang ditawarkan di daerah lain.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Soto Ayam Koya, adalah sejenis sup berkuah kaya rempah, dengan rasa yang gurih nikmat berpadu dengan topping koya kelapa yang khas. Isian yang cukup banyak dan lengkap ditiap mangkuknya, menjadikan soto ini cocok disajikan sebagai menu sarapan tradisional yang wajib dicoba.</p>



<p>Sebagai informasi, 8 ribu porsi soto ayam koya dalam acara ini disajikan oleh 27 pedagang soto yang ada di kota yang lekat dengan julukan Bayuangga. Secara terperinci, 26 rombong menyajikan 300 porsi soto dan 27 rombong lainnya, menyiapkan masing-masing sebanyak 200 porsi Soto Ayam Koya.</p>



<p>Soto ini, kemudian disajikan untuk masyarakat umum. Masyarakat yang ingin menikmati, cukup menukarkan kupon miliknya dengan semangkuk soto. &#8220;Saya seneng banget pas di kasi tahu ada acara ini dari kelurahan. Kalo bisa sering-sering (diadakan acara) makan bareng seperti ini, dengan menu lainnya lagi. Terima kasih Pemkot Probolinggo, terima kasih Habib Hadi. Semoga Kota Probolinggo makin sukses luar biasa ke depannya,” ujar warga asal Kelurahan Jrebeng Wetan, Nefi.</p>



<p>Ditemui di sela-sela acara, istri Wali Kota Habib Hadi, yang juga turut hadir, mengaku dirinya dan keluarga sangat favorit dengan sajian ini. “Betul (soto adalah makanan favorit kami, red). Di kota lain, hanya ada soto. Tetapi soto dengan koya seperti ini, hanya ada di Probolinggo. Kami terbiasa (menikmati sajian ini),” katanya sambil menunjukkan jempolnya.</p>



<p>Hal yang sama juga diakui Sekda Ninik, yang mengaku menyukai menu Soto Ayam Koya. Bahkan, dirinya memiliki tiga tempat langganan, yang sering dikontak untuk berbagai keperluan. “Saya sangat suka sekali. Sampai punya langganan di tiga tempat. Jadi kalau lagi sama temen-temen, kita ngumpulnya di warung soto ayam koya,” terangnya.</p>



<p>Seperti diketahui, selain soto, sebelumnya Pemkot Probolinggo juga mencatatkan rekor pada beberapa hal lain. Diantaranya, pembuatan kerajinan dari bahan daur ulang dengan jumlah peserta terbanyak pada 2013 lalu, training safety riding dengan peserta perempuan terbanyak pada tahun 2015, membuat ikan asap krispi terbanyak di tahun 2019 dan sajian ketan kratok terbanyak tahun 2020.</p>



<p>Sedangkan pada momen refleksi kepemimpinan Habib Hadi Ke 4 tahun ini, Pemkot juga mencatatkan rekor pelatihan pembuatan meja lipat rangka baja ringan secara hybrid kepada pelajar SMK dalam jumlah terbanyak pada 31 Januari lalu. <strong>(kom/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197667</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Apel Strudel 780 Meter di Kota Batu Berhasil Catatkan Rekor MURI</title>
		<link>https://memontum.com/apel-strudel-780-meter-di-kota-batu-berhasil-catatkan-rekor-muri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Aug 2023 08:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[catatkan]]></category>
		<category><![CDATA[strudel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195566</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Kue Apel Strudel atau kue dari olahan Buah Apel yang dibuat di Kota Batu, akhirnya berhasil tercatat di Musium Rekor Indonesia (Muri). Kue sepanjang sekitar 780 meter itu, tercatat di urutan nomor 11.111 Muri. Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa rangkaian kue Apel Strudel sepanjang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Kue Apel Strudel atau kue dari olahan Buah Apel yang dibuat di Kota Batu, akhirnya berhasil tercatat di Musium Rekor Indonesia (Muri). Kue sepanjang sekitar 780 meter itu, tercatat di urutan nomor 11.111 Muri.</p>



<p>Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa rangkaian kue Apel Strudel sepanjang 780 meter itu berhasil dibuat oleh chef dari semua hotel yang di Kota Batu. Serta, dibantu siswa dari SMKN1 Kota Batu.</p>



<p>&#8220;Jadi, Kota Batu berhasil menorehkan prestasi dengan memecahkan rekor kue Apel Strudel sepanjang 780 meter. Ini terpanjang di Indonesia,&#8221; terangnya, seusai pembukaan Batu Street Festival 2023 di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jumat (11/08/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mengenai pembuatan kue Apel Strudel yang melibatkan siswa SMK, menurut pria yang juga Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur ini, adalah secara langsung menunjukkan praktik untuk mengembangkan potensi yang dimiliki siswa dari hasil pembelajaran. &#8220;Siswa SMK ini menunjukkan potensi yang luar biasa. Karenanya, bisa kolaborasi dengan bekerjasama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Makanua, nanti kalau ada event-event seperti ini, kita ingin meningkatkan siswa SMK ini dengan kreatifitas lain,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Tim Rekor Muri, Sri Widayati, mengatakan saat ini Muri sudah mencatat 11 ribu lebih prestasi yang dihasilkan dari karya putra putri Indonesia. Sedangkan, Kota Batu sendiri sudah sering menorehkan prestasinya yang tercatat di rekor Muri. Kali ini, kue Apel Strudel sepanjang 780 meter telah sah tercatat sebagai rekor di Muri.</p>



<p>&#8220;Rangkaian kue strudel sepanjang 780 meter hari ini sah telah tercatat rekornya di Muri. Kami berharap, putra putri di Kota Batu untuk terus berprestasi dengan hasil karyanya,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195566</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
