<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>cawawali &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/cawawali/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Aug 2024 11:11:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>cawawali &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Cawawali PSI, Ali Mutohirin Komitmen Wujudkan Kota Malang sebagai Kota Inklusi</title>
		<link>https://memontum.com/cawawali-psi-ali-mutohirin-komitmen-wujudkan-kota-malang-sebagai-kota-inklusi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Aug 2024 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[cawawali]]></category>
		<category><![CDATA[inklusi]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mutohirin]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[wujudkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212753</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wujudkan Kota Malang sebagai kota inklusi, menjadi salah satu bentuk kepedulian dari Calon Wakil Wali (Cawawali) Kota Malang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ali Mutohirin. Hal tersebut, disampaikan dalam diskusi bersama dengan Yayasan Waroeng Inklusi di Sukun, Kota Malang, Kamis (08/08/2024) tadi. Menurut Ali, dukungan konkret kepada para penyandang disabilitas perlu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wujudkan Kota Malang sebagai kota inklusi, menjadi salah satu bentuk kepedulian dari Calon Wakil Wali (Cawawali) Kota Malang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ali Mutohirin. Hal tersebut, disampaikan dalam diskusi bersama dengan Yayasan Waroeng Inklusi di Sukun, Kota Malang, Kamis (08/08/2024) tadi.</p>



<p>Menurut Ali, dukungan konkret kepada para penyandang disabilitas perlu dilakukan agar nantinya dapat mencapai inklusi sosial yang sebenarnya. “Setiap individu, termasuk penyandang disabilitas, berhak mendapatkan kesempatan yang setara dan merasa diterima dalam masyarakat. Inilah yang menjadi tujuan kita bersama, yaitu menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah untuk semua,” kata Ali.</p>



<p>Tidak hanya itu, di bidang pendidikan, Ali juga mendukung pelatihan bagi para Guru Pendidikan Khusus (GPK). Hal itu dirasa sangat penting untuk melengkapi kompetensi yang memadai, agar mampu menangani anak-anak berkebutuhan khusus dengan baik.</p>



<p>“Kita perlu memastikan pemerataan kompetensi guru sehingga mereka bisa menangani anak-anak disabilitas dengan cara yang tepat. Pelatihan bagi GPK harus menjadi prioritas, karena mereka adalah garda terdepan dalam mendukung pendidikan inklusif,” jelas Ali.</p>



<p>Selain pelatihan, Ali juga menyoroti tantangan yang dihadapi anak-anak disabilitas setelah menyelesaikan pendidikan dasar. Banyak dari mereka yang masih kebingungan mengenai langkah selanjutnya, seperti pekerjaan atau pendidikan lanjutan.</p>



<p>“Anak-anak ini seringkali merasa bingung dengan masa depan mereka. Kita harus menyediakan panduan dan dukungan yang jelas agar mereka bisa merencanakan masa depan dengan percaya diri. Ini termasuk memastikan mereka mendapatkan kesempatan kerja yang layak setelah menyelesaikan pendidikan,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, pada kegiatan tersebut Ali juga menerima masukan dan keluhan dari yayasan dan keluarga penyandang disabilitas. Dalam hal ini, menurutnya perlu adanya perhatian lebih dari pemerintah terhadap kesejahteraan keluarga penyandang disabilitas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk memastikan bahwa semua warga Kota Malang dapat hidup dengan martabat dan tanpa diskriminasi. Langkah-langkah yang telah diambil harus diikuti dengan kebijakan yang efektif dan pelaksanaan yang nyata. Kita harus bergerak bersama untuk memastikan inklusi benar-benar terwujud di Kota Malang,” tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Yayasan Waroeng Inklusi, Afifah, mengungkapkan beberapa kendala yang saat ini dihadapi dalam upaya menjadikan Kota Malang sebagai kota inklusi. Salah satunya adalah minimnya dukungan finansial bagi Guru Pendamping Khusus (GPK) dan ketidaksesuaian antara aturan dan pelaksanaan di lapangan.</p>



<p>“Guru Pendamping Khusus (GPK) saat ini bekerja 36 jam per minggu, namun hanya mendapatkan pembayaran separuh dari sekolah dan separuh dari wali murid. Ini menunjukkan bahwa sistem yang ada belum mendukung inklusi dengan baik,” ujar Afifah.</p>



<p>Selain itu, menurutnya meskipun saat ini sudah ada Peraturan Daerah (Perda) mengenai sekolah inklusi, namun pelaksanaannya masih belum optimal. Banyak sekolah yang belum menerima Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan alasan keterbatasan fasilitas dan sumber daya.</p>



<p>“Inklusi dalam pendidikan harus lebih dari sekadar peraturan, kita butuh pelaksanaan yang nyata. Tanpa tindakan konkret, inklusi akan tetap menjadi sekadar wacana,” tegasnya.</p>



<p>Terpisah, salah satu orang tua dari anak tunarungu, Rizki Amaliah, menyampaikan bahwa ada tantangan yang dihadapi. Yakni mengenai biaya untuk alat bantu dengar dan pendampingan di sekolah menjadi beban yang signifikan bagi keluarganya.</p>



<p>“Kami merasa terbebani dengan biaya alat bantu dengar dan Guru Pendamping Khusus. Sekolah belum memberikan solusi yang memadai, sehingga kami sebagai orang tua harus menanggung beban ini sendirian,” keluh Rizki. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212753</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Solidkan Komitmen, Cawawali dari PSI Siap Dampingi Cawalkot Gerindra Maju di Pilkada Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/solidkan-komitmen-cawawali-dari-psi-siap-dampingi-cawalkot-gerindra-maju-di-pilkada-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jul 2024 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[cawalkot]]></category>
		<category><![CDATA[cawawali]]></category>
		<category><![CDATA[dampingi]]></category>
		<category><![CDATA[Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[solidkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211953</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Malang terus mensolidkan komitmennya untuk berkoalisi bersama Gerindra dalam mengawal Pilkada. Hal itu, sebagaimana disampaikan penerima rekomendasi PSI untuk maju sebagai calon Wakil Wali Kota Malang, Ali Mutohirin, Rabu (17/07/2024) tadi. “Secara partai, kesepakatannya memang PSI bersama Gerindra. Kalau Gerindra nanti memutuskan siapa N1 nya, maka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Malang terus mensolidkan komitmennya untuk berkoalisi bersama Gerindra dalam mengawal Pilkada. Hal itu, sebagaimana disampaikan penerima rekomendasi PSI untuk maju sebagai calon Wakil Wali Kota Malang, Ali Mutohirin, Rabu (17/07/2024) tadi.</p>



<p>“Secara partai, kesepakatannya memang PSI bersama Gerindra. Kalau Gerindra nanti memutuskan siapa N1 nya, maka kami mengikuti dari DPP Gerindra. Untuk PSI (Kota Malang, red) memang sudah tunggal mengusung nama saya,” kata Ali.</p>



<p>Akan tetapi, ujarnya, dalam hal ini dinamika politik itu bisa saja berubah. Namun, keputusan akhir tetap akan ditentukan di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai masing-masing.</p>



<p>“Apakah nanti dinamika politik mengharuskan dengan PSI atau tidak, itukan kewenangan masing-masing. Tinggal kita sebagai calon, bagaimana meyakinkan masyarakat. Soal nanti partai mengujinya lewat survei atau yang lain, itu kewenangan masing-masing partai,” jelasnya.</p>



<p>Diterangkan Ali, bahwa dirinya diusulkan sebagai wakil wali kota, itu karena perolehan kursi Gerindra di Kota Malang, lebih banyak. Yakni, Gerindra enam kursi dan PSI hanya dua kursi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Itu saja sebenarnya komprominya,” lanjutnya.</p>



<p>Selain itu, dirinya juga menyampaikan bahwa ada beberapa program strategi yang akan diusung dalam pencalonan nanti. Apalagi, Kota Malang sebagai daerah urban menghadapi masalah kesetaraan, terutama dalam hal pendidikan.</p>



<p>“Kadang keramahan orang Malang yang menerima pendatang itu, tidak seiring dengan kesempatan yang sama di level pendidikan,” ujarnya.</p>



<p>Kemudian, tambah Ali, juga mengenai potensi Kota Malang sebagai Kota Event. Mengingat, persaingan dengan Kota Batu dalam sektor pariwisata. Apalagi dapat mendatangkan sumber perekonomian dan investor ke Kota Malang. Di samping menjadikan Kota Malang sebagai basis kota kreatif.</p>



<p>“Yang lebih tepat adalah Kota Malang dijadikan Kota Event. Tempat semua event nasional maupun internasional harus bertempat di Kota Malang,” imbuh Ali. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211953</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sofyan Edy Jarwoko Sowan ke Makam Gribig</title>
		<link>https://memontum.com/sofyan-edy-jarwoko-sowan-ke-makam-gribig</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Feb 2018 14:45:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[cawawali]]></category>
		<category><![CDATA[Ki Ageng Gribiq]]></category>
		<category><![CDATA[SAE]]></category>
		<category><![CDATA[Sofyan Edy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/27484-sofyan-edy-jarwoko-sowan-ke-makam-gribig</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Calon Wakil Walikota Malang, Sofyan Edy Jarwoko tergolong orang yang berjiwa besar dan patuh terhadap nasehat orang tua serta nasehat dari guru gurunya termasuk teman temannya yang lebih tua. Kebesaran jiwa Edy ditunjukan dengan rasa hormatnya kepada tokoh babat alas/pendiri Kota Malang Ki Ageng Gribiq. Ditemani teman temannya dia menyempatkan berdoa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Calon Wakil Walikota Malang, Sofyan Edy Jarwoko tergolong orang yang berjiwa besar dan patuh terhadap nasehat orang tua serta nasehat dari guru gurunya termasuk teman temannya yang lebih tua.</p>
<p>Kebesaran jiwa Edy ditunjukan dengan rasa hormatnya kepada tokoh babat alas/pendiri Kota Malang Ki Ageng Gribiq. Ditemani teman temannya dia menyempatkan berdoa diatas makam Ki Ageng Gribig Selasa (20/2/2018) siang.</p>
<p>&#8220;Dulu saya pernah dinasehati oleh salah seorang ulama di Kota Malang. Nasehatnya begini. Kalau kamu punya hajat besar. Jangan kamu lupakan Ki Ageng Gribig. Sebab dia yang babat alas Kota Malang. Saat ini nasehat itu baru saya laksanakan. Semoga Allah SWT meridhoi dan merestui keinginan saya dan Pak Sutiaji menjadi Walikota dan Wakil Walikota Malang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Memakai baju batik warna coklat kombinasi putih. Sofyan Edy Jarwoko nampak khusuk memanjatkan doa diatas makam Ki Ageng Gribig. &#8220;Insya Allah saya tidak akan melupakan sejarah berdirinya Kota Malang. Ditempat ini dimakamkan tokoh besar yang berjasa untuk Kota Malang dan Kabupaten Malang. Kita semua harus menghormatinya,&#8221; tandas dia.</p>
<p>Menurut Sofyan Edy Jarwoko, dalam kompleks pemakaman Ki Ageng Gribig juga dimakamkan Bupati Malang pertama dan patih Kabupaten Malang. Maka dia sangat berkepentingan untuk berdoa diatas makam Ki Ageng Gribig. Sebab jasanya sangat besar terhadap Kota Malang dan sekitarnya.</p>
<p>Salah satu pengurus makam Ki Ageng Gribig yang tidak mau disebutkan namanya menyebutkan, dari tiga pasang Cawali Kota Malang yang pertama kali mengunjungi makam Ki Ageng Gribig baru Sofyan Edy Jarwoko.</p>
<p>&#8220;Cawali yang lain baru telpon saya saja. Tetapi hingga saat ini belum ada yang datang. Mungkin mereka masih sibuk dengan kegiatannya,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Biasanya setiap calon Kepala Daerah di Malang Raya selalu mengunjungi makam Ki Ageng Gribig. &#8220;Kita sebatas membantu setiap tamu yang berkunjung ketempat ini. Untuk urusan hasilnya hanya Allah SWT yang maha mengetahuinya,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Berikutnya dia berharap kepada calon Walikota Malang yang terpilih menjadi Walikota Malang lebih peduli kepada tempat tempat bersejarah di Kota Malang. Keberadaannya sebagai saksi bisu bahwa mereka pernah peduli terhadap berdirinya Kota Malang termasuk kepada sejarah perkembangan Kota Malang.</p>
<p>&#8220;Para tokoh itu memang tidak butuh disanjung dan dipuja puja. Tapi sebagai generasi muda wajib untuk menghormatinya. Minimal mengetahui sejarah perjuangannya. Supaya kita tidak khilaf dan takabur,&#8221; pungkasnya. <strong>(man/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">27484</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
