<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>cenderung &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/cenderung/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Aug 2025 12:35:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>cenderung &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kasus Penelantaran Anak di Kota Malang Cenderung Tinggi</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-penelantaran-anak-di-kota-malang-cenderung-tinggi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2025 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[cenderung]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penelantaran]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225480</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kasus penelantaran anak di Kota Malang cenderung tinggi. Hal itu dikatakan Pekerja Sosial Ahli Pertama, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, Rendita Putri, Kamis (28/08/2025) tadi. Perempuan yang kerap disapa Rendita, itu menyampaikan bahwa laporan mengenai penelantaran anak banyak diterima oleh Dinsos [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kasus penelantaran anak di Kota Malang cenderung tinggi. Hal itu dikatakan Pekerja Sosial Ahli Pertama, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, Rendita Putri, Kamis (28/08/2025) tadi.</p>



<p>Perempuan yang kerap disapa Rendita, itu menyampaikan bahwa laporan mengenai penelantaran anak banyak diterima oleh Dinsos P3AP2KB Kota Malang. Bahkan, sebagian besar berasal dari aduan masyarakat.</p>



<p>&#8220;Kami banyak mendapat laporan seperti ini. Biasanya justru dari pengaduan masyarakat. Kami sudah berupaya memberikan sosialisasi terkait pengasuhan, tapi tidak bisa menjangkau satu per satu masyarakat. Sehingga banyak kasus baru terungkap saat anak menghadapi masalah administrasi,&#8221; jelas Rendita.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, dicontohkannya bahwa beberapa anak diketahui tidak memiliki dokumen kependudukan. “Ada yang mau mengurus sesuatu tidak bisa. Setelah kami asesmen, ternyata anak tersebut ditelantarkan, bukan anak kandung, atau tanpa administrasi kependudukan,” tambahnya.</p>



<p>Sepanjang tahun 2025 hingga September, tercatat ada sekitar 25 hingga 30 kasus penelantaran anak yang masuk dalam laporan Dinsos P3AP2KB Kota Malang. Data tersebut, merupakan gabungan dengan tahun sebelumnya, mengingat proses intervensi sosial terhadap kasus anak tidak bisa singkat.</p>



<p>&#8220;Prosesnya panjang dan banyak tahapan yang harus dilalui. Karena itu, kadang kasus yang muncul di tahun sebelumnya kembali ditangani di tahun berikutnya ketika timbul permasalahan baru,&#8221; imbuh Rendita. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225480</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perubahan Cuaca yang Cenderung Dingin, Dinkes Kabupaten Malang Ingatkan Kurangi Konsumsi Es</title>
		<link>https://memontum.com/perubahan-cuaca-yang-cenderung-dingin-dinkes-kabupaten-malang-ingatkan-kurangi-konsumsi-es</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2023 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[cenderung]]></category>
		<category><![CDATA[dingin,]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[konsumsi,]]></category>
		<category><![CDATA[kurangi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196590</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Perubahan kondisi cuaca yang cenderung lebih dingin saat malam hari, mendapat perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Merespon situasi itu, pihaknya mengingatkan masyarakat agar bisa mengurangi konsumsi es. Kepala Dinkes Kabupaten Malang, drg Wijanto Wijoyo, mengatakan bahwa untuk mengimbangi kondisi cuaca yang dingin, salah satunya adalah tidak memperbanyak konsumsi es. Sehingga, kestabilan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Malang</strong> &#8211; Perubahan kondisi cuaca yang cenderung lebih dingin saat malam hari, mendapat perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Merespon situasi itu, pihaknya mengingatkan masyarakat agar bisa mengurangi konsumsi es.</p>



<p>Kepala Dinkes Kabupaten Malang, drg Wijanto Wijoyo, mengatakan bahwa untuk mengimbangi kondisi cuaca yang dingin, salah satunya adalah tidak memperbanyak konsumsi es. Sehingga, kestabilan kondisi tubuh atau kesehatan tubuh tetap bisa terjaga.</p>



<p>&#8220;Jadi, untuk mengimbangi kondisi cuaca yang dingin, tentunya tidak mengkonsumsi es. Karena, bisa saja nanti dampaknya pada batuk atau demam. Meskipun, cuaca dingin sebenarnya lebih kepada bentol-bentol dan gatal,&#8221; kata Kadinkes, Selasa (22/08/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, kalaupun masyarakat mengalami gejala gentol dan gatal, maka solusi yang baik adalah dengan menjemur tubuh di pagi hari. Karena, cuaca yang terjadi sekarang adalah faktor alam.</p>



<p>&#8220;Multivitamin juga perlu. Meskipun, sebenarnya dengan sinar matahari setiap pagi, itu sudah bagus,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Masih menurut Wiyanto, bahwa perubahan cuaca yang berlangsung selama beberapa bulan, adalah hal yang wajar. Karena, cuaca dingin diakibatkan karena posisi matahari yang menjauh dari garis khatulistiwa. Sehingga, membuat cuaca lebih dingin dari biasanya.</p>



<p>&#8220;Itulah mengapa, sinar matahari di pagi hari sangat penting. Termasuk, mengurangi konsumsi es bagi tubuh,&#8221; lanjutnya. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196590</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
