<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>cerita &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/cerita/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Mar 2025 12:36:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>cerita &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Motivasi Siswa SMA Dharma Wanita Boarding School, Bupati Kediri dan Mbak Cicha Cerita Pengalaman Hidup</title>
		<link>https://memontum.com/motivasi-siswa-sma-dharma-wanita-boarding-school-bupati-kediri-dan-mbak-cicha-cerita-pengalaman-hidup</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2025 13:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[boarding]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[school]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220245</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, didampingi Ketua Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, memberikan motivasi kepada ratusan murid SMA Dharma Wanita Boarding School Pare, Kamis (13/03/2025) tadi. Perlu diketahui, bahwa sejumlah murid merupakan anak-anak dengan latar belakang dari keluarga tidak mampu, yang tadinya tidak memiliki kesempatan sekolah, namun memiliki kemauan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, didampingi Ketua Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, memberikan motivasi kepada ratusan murid SMA Dharma Wanita Boarding School Pare, Kamis (13/03/2025) tadi. Perlu diketahui, bahwa sejumlah murid merupakan anak-anak dengan latar belakang dari keluarga tidak mampu, yang tadinya tidak memiliki kesempatan sekolah, namun memiliki kemauan bersekolah.</p>



<p>Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, kepada sejumlah murid menyampaikan setiap orang memiliki kesempatan menjadi pemimpin dan bisa melakukan hal besar bagi banyak orang. &#8220;Adik-adik, saya berharap jangan sia-siakan waktu selama kalian bersekolah di sini,&#8221; kata bupati muda berusia 32 tahun itu, seusai berbuka puasa bareng di SMA Dharma Wanita Boarding School Pare.</p>



<p>Mas Dhito menegaskan, sekolah gratis dengan sistem boarding school yang telah berjalan di tahun kedua ini, masih terus dievaluasi untuk menyempurnakan kekurangan yang ada. Pihaknya menaruh harapan, siswa-siswi di sana begitu lulus, bisa bersaing masuk perguruan tinggi ternama di Indonesia.</p>



<p>Untuk itu, imbuh Mas Dhito, selain murid yang didorong untuk rajin belajar, kompetensi guru juga harus diupgrade. Dalam hal ini, pihaknya akan melakukan evaluasi pada guru dan murid.</p>



<p>&#8220;Yang diupgrade tidak hanya murid. Karena sekolah hebat, yang belajar adalah guru dan murid. Dan, kalau yang belajar hanya murid nggak akan maju sekolahnya,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam acara penuh keakraban itu, Mas Dhito juga menceritakan pengalaman pribadinya saat mulai dari masa sekolah hingga kini menjadi bupati. Menurutnya, pada setiap tahapan pasti ada masalah yang akan dihadapi.</p>



<p>Mas Dhito mengingatkan para murid, untuk tidak menyerah ketika menghadapi masalah. &#8220;Saya tidak mau kalian menyerah ketika menghadapi masalah. Masalah itu pasti ada. Hidup ini tidak ruwet,&#8221; kata Mas Dhito.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Mas Dhito juga membuka dialog dan memberi kesempatan bagi para murid untuk menyampaikan keluhannya sebagai bahan evaluasi. Momen itupun, dimanfaatkan bagi para murid untuk bertukar cerita dan meminta tanggapan bupati.</p>



<p>Sebagaimana kesan yang dirasakan Nadia, salah satu murid angkatan kedua, Kelas X. Menurutnya, kesempatan ini menjadi momen yang sangat berkesan karena dapat berdialog langsung dengan sosok yang selama ini memberi perhatian penuh bagi masa depan mereka.</p>



<p>&#8220;Ini momen yang sangat kami nantikan. Kami sangat berterimakasih kepada Mas Dhito dan Mbak Cicha, yang juga mau mendengarkan suara-suara kami,&#8221; ujarnya. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220245</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cerita Warga di Insiden KA Kertanegara Tabrak Truk di Kediri, Masinis Tergencet 15 Sak Pupuk</title>
		<link>https://memontum.com/cerita-warga-di-insiden-ka-kertanegara-tabrak-truk-di-kediri-masinis-tergencet-15-sak-pupuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2025 11:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[insiden]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kertanegara,]]></category>
		<category><![CDATA[masinis]]></category>
		<category><![CDATA[tabrak]]></category>
		<category><![CDATA[tergencet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220089</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Sejumlah warga Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, turut menjadi saksi insiden kecelakaan Kereta Api (KA) Kertanegara yang bertabrakan dengan truk muatan pupuk di perlintasan rel tanpa palang pintu diantara Stasiun Kras &#8211; Ngadiluwih, Senin (10/03/2025) tadi. Bahkan, tidak sedikit sejumlah warga turut melakukan evakuasi masinis KA Kertanegara, yang kondisinya tergencet dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Sejumlah warga Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, turut menjadi saksi insiden kecelakaan Kereta Api (KA) Kertanegara yang bertabrakan dengan truk muatan pupuk di perlintasan rel tanpa palang pintu diantara Stasiun Kras &#8211; Ngadiluwih, Senin (10/03/2025) tadi. Bahkan, tidak sedikit sejumlah warga turut melakukan evakuasi masinis KA Kertanegara, yang kondisinya tergencet dan tertimbun belasan sak pupuk.</p>



<p>&#8220;Kondisi masinis sempat tertimbun oleh pupuk. Bahkan, ada setidaknya 15 sak pupuk di dalam ruang masinis,&#8221; ujar warga Desa Branggahan, Jojon.</p>



<p>Ditambahkan Jojon, insiden kecelakaan kereta api dengan truk muatan pupuk itu terdengar jelas dari rumahnya. Sangking kerasnya, suara benturan itu seperti layaknya dentuman bom.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kejadiannya sekitar 10.30 dan terdengar suara begitu keras. Sehingga, saya langsung lari dan ternyata ada kereta menabrak truk muatan pupuk,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Ditambahkannya, warga sekitar pun kemudian bergotong royong, untuk menyingkirkan belasan pupuk yang menimbun tiga orang di lokomotif masinis. &#8220;Satu orang luka-luka, satunya kaki luka tergencet dan mungkin patah tulang. Sementara satunya juga luka-luka,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, insiden kecelakaan KA Kertanegara menabrak truk bermuatan pupuk, terjadi di perlintasan rel tanpa palang pintu antara Stasiun Kras &#8211; Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Akibat kejadian itu, truk mengalami ringsek, sedangkan KA Kertanegara terhenti setelah melaju sejauh 500 meter. Akibat kecelakaan itu, sopir truk dalam kondisi kritis dan masinis luka-luka. <strong>(pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220089</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Manfaatkan Masa Istirahat, Bupati Kediri Berbagi Cerita Tugas Kepala Daerah selama Retreat</title>
		<link>https://memontum.com/manfaatkan-masa-istirahat-bupati-kediri-berbagi-cerita-tugas-kepala-daerah-selama-retreat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Feb 2025 15:00:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[istirahat]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kepala]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[retreat]]></category>
		<category><![CDATA[selama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219647</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Magelang &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berbagi cerita selama bersama kepala daerah lain di Jawa Timur, saat mengikuti agenda retreat yang diadakan di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, mengatakan bahwa salah satu kegiatannya yaitu mengerjakan tugas di tengah waktu istirahat. &#8220;Kita semua kepala daerah yang retreat di Akmil, itu diminta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Magelang</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berbagi cerita selama bersama kepala daerah lain di Jawa Timur, saat mengikuti agenda retreat yang diadakan di Akademi Militer (Akmil) Magelang.</p>



<p>Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, mengatakan bahwa salah satu kegiatannya yaitu mengerjakan tugas di tengah waktu istirahat. &#8220;Kita semua kepala daerah yang retreat di Akmil, itu diminta membuat paper (dengan topik yang berbeda),&#8221; katanya, Selasa (25/02/2025) tadi.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, dalam retreat itu para kepala daerah mendapatkan berbagai pembekalan materi termasuk terkait berbagai isu baik nasional maupun internasional. Tidak hanya mendapatkan pemaparan materi, kepala daerah ini juga mendapatkan tugas membuat esai.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Seperti Mas Dhito, yang mengaku mendapatkan tugas esai terkait kebijakan yang diambil Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, paska dilantik dan dampaknya bagi pemerintah daerah. &#8220;Ini lagi jam makan siang sebenarnya. Cuman karena jam 21.00 (malam) ini kita sudah harus upload, makanya kita selesaikan tugas kita,&#8221; paparnya.</p>



<p>Tugas membuat esai yang dikerjakan Mas Dhito, berbeda dengan kepala daerah lain, yang saat itu satu tenda dengan dirinya. Seperti, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.</p>



<p>Meski harus bisa memanfaatkan waktu antara mengikuti kegiatan dengan mengerjakan tugas, Mas Dhito terlihat menikmati kegiatan retreat yang akan diselenggarakan hingga 28 Februari 2025 ini. <strong>(pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219647</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mengintip Cerita Dibalik Upacara Adat Labuh Laut Larung Sembonyo di Pantai Prigi Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/mengintip-cerita-dibalik-upacara-adat-labuh-laut-larung-sembonyo-di-pantai-prigi-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 May 2024 07:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[dibalik]]></category>
		<category><![CDATA[Larung]]></category>
		<category><![CDATA[mengintip]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[sembonyo]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209656</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Labuh Laut Larung Sembonyo, sebuah tradisi yang selalu dilestarikan dan diperingati oleh nelayan di Pantai Prigi, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Menjadi salah satu kalender wisata, gelaran Sembonyo tentunya menjadi daya tarik kunjungan wisata di Kabupaten Trenggalek. Sembonyo sendiri, merupakan sesajen dan patung manten serta tumpeng agung yang nantinya akan dilarung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Labuh Laut Larung Sembonyo, sebuah tradisi yang selalu dilestarikan dan diperingati oleh nelayan di Pantai Prigi, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Menjadi salah satu kalender wisata, gelaran Sembonyo tentunya menjadi daya tarik kunjungan wisata di Kabupaten Trenggalek.</p>



<p>Sembonyo sendiri, merupakan sesajen dan patung manten serta tumpeng agung yang nantinya akan dilarung di tengah laut menggunakan kapal nelayan. Upacara adat ini, merupakan simbol rasa syukur para nelayan atas hasil tangkapan yang melimpah serta harapan keselamatan saat melaut.</p>



<p>Menurut salah satu tokoh masyarakat di Watulimo, Suparlan, upacara adat ini berdasarkan cerita rakyat yang sudah turun temurun sejak dulu. &#8220;Menurut cerita turun temurun, upacara adat ini merupakan kisah perkawinan antara Raden Tumenggung Yudho Negoro dalam rangka membuka wilayah di Prigi. Ada sarana yang harus dijalani dengan menikahi Putri Gambar Inten, putri di Tengahan,&#8221; ucapnya, dalam prosesi Labuh Laut Larung Sembonyo, Selasa (21/05/2024) tadi.</p>



<p>Dijelaskan Suparlan, jatuhlah pernikahan keduanya pada hari Senin Kliwon pada penanggalan Jawa. Raden Tumenggung meminta agar setiap tahunnya diperingati dengan acara Labuh Laut Larung Sembonyo. &#8220;Makanya, upacara adat ini selalu diperingati setiap Senin Kliwon Bulan Selo dalam setiap tahunnya,&#8221; tegas Suparlan.</p>



<p>Ketika itu, juga meminta hiburannya Langgam Tayub dan Jaranan. Jadi Tayub dan Jaranan ini menjadi salah satu cerita dalam kegiatan Labuh Laut Larung Sembonyo ini. &#8220;Kegiatan Labuh Laut Larung Sembonyo ini lebih kepada wujud syukur para nelayan atas rejeki tangkapan yang melimpah dan doa harapan tidak ada musibah, kecelakaan dan bencana lainnya. Nelayan sehat, nelayan selamat dengan tangkapan melimpah sehingga dapat meningkatkan perekonomian nelayan dan masyarakat serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Trenggalek,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Hadir dan menjadi bagian dalam kegiatan Labuh Laut Larung Sembonyo 2024, Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin. Dirinya menyampaikan rasa syukur atas budaya luhur yang masih dan akan selalu dilestarikan ini. &#8220;Mari bersyukur, karena masih diberi kesehatan, kesadaran melestarikan budaya leluhur. Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan kelancaran sampai sekarang,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mas Ipin-sapaan akrabnya juga mengajak masyarakat yang hadir dalam kegiatan Sembonyo ini, untuk mengirim doa kepada nelayan yang menjadi korban laka laut dan sampai sekarang belum diketemukan. Dirinya berdoa, agar keluarga yang ditinggalkan diangkat derajatnya. Perlu diketahui, ada delapan orang nelayan Teluk Prigi yang menjadi korban Laka laut tahun 2023 kemarin yang sampai sekarang belum diketemukan jasadnya.</p>



<p>Bupati Trenggalek itu juga mengingatkan, bahwa banyak ahli yang menyatakan bumi sedang tidak baik-baik saja. Cuaca semakin tidak menentu (terjadi krisis iklim). Semakin sulit nelayan menangkap ikan dan tangkapan semakin jauh. Ini diharapkan mejadi refleksi bagi nelayan untuk mau menjaga alam. Dengan hidup berdampingan dengan alam dipercaya kepala daerah muda itu, bahwa alam akan memberikan rejeki.</p>



<p>&#8220;Laut ini adalah lahan rejeki, wadah makan kita jangan kotori dengan sampah. Masak kita mau makan dengan sampah. Jagalah alam ini dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kemudian tidak melakukan pembalakan liar, menebang pohon sembarangan. Dengan begitu alam akan lebih terjaga,&#8221; ujar suami Novita Hardiny ini.</p>



<p>Bupati Arifin juga menyinggung soal infrastruktur yang semakin baik di sekitar Prigi. Jalur Lintas Selatan (JLS) sudah tersambung dengan Tulungagung, diharapkan masyarakat bisa menangkap momentum ini dengan baik, sehingga berdampak ekonomi kepada masyarakat.</p>



<p>&#8220;Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya berpamitan dengan masyarakat di Teluk Prigi karena pada 7-8 Juni 2024 nanti Kabupaten Trenggalek menjadi tuan rumah ajang Putri Otonomi Indonesia. Akan ada tamu dari berbagai daerah, di penjuru tanah air, bahkan luar negeri di Teluk Prigi dalam ajang ini. Tentunya, ini momentum langka yang diharapkan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga Trenggalek,&#8221; tambahnya. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209656</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cerita di Balik Kunjungan 17 Delegasi Internasional di Ambassador Goes to Kampung KB Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/cerita-di-balik-kunjungan-17-delegasi-internasional-di-ambassador-goes-to-kampung-kb-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2024 06:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ambassador]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[delegasi]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209486</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Sebanyak 17 delegasi internasional dari 12 negara dan organisasi internasional melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi dalam rangkaian acara &#8216;Ambassador Goes to Kampung KB&#8217;. Selama tiga hari atau sejak 13 hingga 15 Mei di Bumi Blambangan, sejumlah utusan internasional mengaku terkesan dengan kuliner dan keelokan alam wilayah Banyuwangi. Maklum, dalam kegiatan itu, para [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Sebanyak 17 delegasi internasional dari 12 negara dan organisasi internasional melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi dalam rangkaian acara &#8216;Ambassador Goes to Kampung KB&#8217;. Selama tiga hari atau sejak 13 hingga 15 Mei di Bumi Blambangan, sejumlah utusan internasional mengaku terkesan dengan kuliner dan keelokan alam wilayah Banyuwangi.</p>



<p>Maklum, dalam kegiatan itu, para delegasi meninjau dan sharing berbagai program kependudukan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang ada. Termasuk, meninjau bagaimana pengelolaan pariwisata yang dilakukan oleh pemerintah daerah Banyuwangi.</p>



<p>Mereka mengunjungi Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, yang merupakan salah satu Kampung KB yang banyak memiliki program-program kependudukan berbasis warga desa. Di sana, para delegasi disuguhkan hasil pertanian dan olahan warga setempat. Seperti buah naga, manggis dan durian.</p>



<p>“Desa ini sangat fantastis. Warganya kompak dan aktif mengelola berbagai program. Termasuk bagaimana hasil pertaniannya sangat menarik, khususnya buah-buahannya,” kata Deputy Head of Mission Kedubes Finlandia, Essi Evelina.</p>



<p>Duta Besar Thailand, Prapan Disyatat, mengungkapkan sempat mengunjungi Gunung Ijen dan kagum terhadap keindahan. &#8220;Ijen sangat indah dan perjalanan menuju puncaknya cukup menantang. Tetapi, semua pengorbanan itu sepadan. Dari segi pariwisata, Banyuwangi tidak kalah menarik dengan Bali,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dalam rangkaian itu, para delegasi mengunjungi hutan De Djawatan, yang dikenal dengan hutan Lord of The Rings Banyuwangi. Deputy Head of Mission Kedubes Kenya, Jackson Nyagaka Onkoba, mengaku terkesima dengan keindahan hutan De Djawatan dan dan kagum terhadap upaya pelestarian pohon-pohon tua yang telah dilakukan selama berabad-abad. Dirinya juga terkesan dengan kehangatan dan kekompakan masyarakat lokal.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya terkesan dengan komunitas yang kuat di sini dan penerimaan hangat masyarakat terhadap kami. Saya berharap dapat kembali ke sini dan mengajak kolega untuk mengunjungi destinasi wisata alami yang menakjubkan lainnya di Banyuwangi,&#8221; ujar Joseph.</p>



<p>Para delegasi tersebut juga menikmati berbagai kuliner Banyuwangi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat. Seperti yang diungkapkan Konselor Kedutaan Australia, Simon Joseph Flores, yang mengaku cocok dengan rasa kopi Banyuwangi.</p>



<p>&#8220;Rasa kopinya soft, nikmat. Saya suka, sekali duduk bisa habis sampai dua cangkir,&#8221; ujarnya sambil tertawa.</p>



<p>Buah durian Banyuwangi juga berhasil mencuri perhatian Kevin Tokar, diplomat Kedutaan Kanada yang mengaku ini merupakan pengalaman pertama makan durian. &#8220;Aromanya sangat kuat, tapi rasanya enak. Banyuwangi fantastik. Saya ingin kembali lagi ke Banyuwangi suatu saat nanti,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengaku sangat mengapresiasi kunjungan yang dilakukan sejumlah delegasi. Itu karena, akan memberikan dampak positif bagi Banyuwangi. Selain akan mendapat insight-insight untuk memperkaya program-progam kependudukan, juga bisa mempromosikan memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Banyuwangi kepada dunia.</p>



<p>&#8220;Kami sangat antusias ketika kami dipilih BKKBN menjadi tuan rumah kegiatan Ambassador Goes To Kampung KB, pada tahun ini. Semoga para delegasi menikmati dan terkesan selama berada di sini, dan mengabarkan pada negara masing-masing. Dan yang terpenting kami tunggu kedatangannya kembali lagi ke Banyuwangi,&#8221; kata Bupati Ipuk, Kamis (16/05/2024) tadi. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209486</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ngarang Cerita Pembegalan di Sawojajar karena Terlilit Hutang, Oknum Guru di Singosari Diamankan</title>
		<link>https://memontum.com/ngarang-cerita-pembegalan-di-sawojajar-karena-terlilit-hutang-oknum-guru-di-singosari-diamankan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2024 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[diamankan]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[karena]]></category>
		<category><![CDATA[ngarang]]></category>
		<category><![CDATA[pembegalan]]></category>
		<category><![CDATA[Sawojajar]]></category>
		<category><![CDATA[Singosari]]></category>
		<category><![CDATA[terlilit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204845</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; M Sukron, seorang guru, warga Jalan Tumapel, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, harus berurusan dengan petugas Polresta Malang Kota. Dirinya diamankan petugas, karena membuat cerita palsu terkait aksi pembegalan di sekitar SPBU Jalan Ranugrati, Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Aksi itu sengaja dibuat, karena dirinya terlilit hutang sebesar Rp 4 juta kepada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; M Sukron, seorang guru, warga Jalan Tumapel, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, harus berurusan dengan petugas Polresta Malang Kota. Dirinya diamankan petugas, karena membuat cerita palsu terkait aksi pembegalan di sekitar SPBU Jalan Ranugrati, Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.</p>



<p>Aksi itu sengaja dibuat, karena dirinya terlilit hutang sebesar Rp 4 juta kepada temannya. Sementara tujuan membuat cerita yang berujung ramai di media sosial, adalah untuk membohongi istrinya. Hal ini terungkap, dalam rilis di Mapolresta Malang Kota, Senin (22/01/2024) tadi.</p>



<p>&#8220;Saya ada janji untuk bayar hutang kepada teman saya, Kamis (18/01/2024) siang. Namun saat itu, saya tidak ada uang. Dari sinilah, selanjutnya saya telpon istri dan mengatakan saya sedang dipepet orang dan diancam. Saat itu, saya minta ditranfer. Istri saya panik dan bertanya apakah saya kena begal. Selanjutnya, saya ditranfer uang oleh istri karena mengira saya kena begal,&#8221; kata Sukron.</p>



<p>Atas cerita pembegalan ini, ujarnya, istrinya bercerita kepada adiknya. &#8220;Kemudian, adik saya cerita ke temannya. Selanjutnya, teman adik saya ini cerita ke anaknya. Anak teman adik saya inilah, yang selanjutnya menguploud di media sosial. Padahal, niat saya hanya bohongin istri agar ditranfer uang,&#8221; urainya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dijelaskan Sukron, bahwa dirinya punya hutang Rp 4 juta, karena telah menghilangkan HP milik temannya. &#8220;Saya hutang Rp 4 juta, itu masalah HP. Saya hilangkan HP teman, sekitar seminggu sebelumnya. Ternyata akibat kebohongan saya sama istri, bakal seperti ini. Saya tidak berfikir akan sampai viral info pembegalan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Meskipun Sukron tidak ditahan, namun dirinya harus berurusan dengan petugas Reskrim Polresta Malang Kota. Bahkan akibat ulahnya yang sangat meresahkan, petugas sudah membuat Laporan Polisi (LP) pada Sabtu (20/01/2024). Yakni terkait Pasal 14 Ayat 1 UU RI No 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 15 UU RI 1 tahun 1996.</p>



<p>Berbunyi, &#8216;Barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat dan atau barang siapa yang menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedankan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga, bahwa kabar demikian dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat&#8217;.</p>



<p>Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto, mengatakan bahwa pihaknya juga akan memanggil si pengaploud informasi palsu pembegalan ini. &#8220;Saat ini sudah terbit LP. Termasuk yang uploud, nanti akan kami panggil. Bahwa setelah kami amankan, yang bersangkutan berbohong karena lilitan hutang. Dia membuat cerita palsu tentang pembegalan. Seolah-olah dirinya menjadi korban begal di Jalan Ranugrati. Saat ini, kami masih melakukan pengembangan,&#8221; tegasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204845</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunker Ke Kabupaten Ngawi, Ini Cerita dari Ketua TP PKK Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/kunker-ke-kabupaten-ngawi-ini-cerita-dari-ketua-tp-pkk-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Nov 2023 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kunker]]></category>
		<category><![CDATA[ngawi,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200787</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Ngawi. Kunker itu, disambut langsung Ketua TP PKK Ngawi, Ana Ony Anwar beserta jajaran. Pelaksanaan Kunker istri Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, ini salah satunya mencoba merajut tali silaturahmi lebih erat dengan koleganya sesama daerah di Jawa Timur. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Trenggalek</strong> &#8211; Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Ngawi. Kunker itu, disambut langsung Ketua TP PKK Ngawi, Ana Ony Anwar beserta jajaran.</p>



<p>Pelaksanaan Kunker istri Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, ini salah satunya mencoba merajut tali silaturahmi lebih erat dengan koleganya sesama daerah di Jawa Timur. Kedatangannya sendiri, mendapatkan penyambutan yang baik dari PKK Kabupaten Ngawi. Apalagi saat Founders UPRINTIS Indonesia, itu tidak segan berbagi kisah suksesnya selama menjabat di Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Kadang orang menganggap PKK ini sebelah mata. Namun, bila dikaji mendalam, PKK memiliki peran yang sangat luar biasa. PKK di Trenggalek telah menginisiasi lahirnya Sekolah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan lainnya atau yang biasa disebut Sepeda Keren,&#8221; kata Novita, Rabu (01/11/2023) siang.</p>



<p>Dijelaskan ibu tiga anak ini, bukan sepeda yang dihias keren atau sepeda mahal kelihatan keren. Namun, Sepeda Keren ini adalah sekolah vokasi dimana ditujukan untuk meningkatkan kapasitas perempuan atau kelompok rentan bisa lebih berdaya di keluarganya.</p>



<p>Diinisiasi langsung Novita Hardiny, bahkan Sepeda Keren sempat dinobatkan menjadi inovasi terbaik dalam Kompetensi Inovasi Publik (Kovablik) Jawa Timur. Tidak sekedar keren-kerenan saja, Sepeda Keren di Trenggalek, bahkan juga melahirkan Musrena Keren, Musyawarah Perencanaan Perempuan, Anak dan Kelompok Rentan pertama dan satu satunya di tanah air. Dimana melalui Musrena Keren ini, perempuan dan kelompok rentan diberikan ruang untuk bisa berpartisipasi dalam pembangunan.</p>



<p>&#8220;Trenggalek punya Musrena Keren (Musyawarah Perencanaan Perempuan, Anak dan Kelompok Rentan). Ini menjadi salah satu ikonnya Trenggalek yang lahir dari PKKnya Trenggalek. Sebelumnya, perempuan itu datang untuk diundang di dalam Musrenbang dan untuk mendengarkan saja. Dan hampir semua didominasi oleh laki laki. Karenanya, saya berpikir kenapa sebelum dilaksanakan Musrenbang, kita lebih dahulu melaksanakan Musrena Keren,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan begitu, paparnya, perempuan, anak dan difabel di setiap desa bisa ikut berpartisipasi usul dalam penyusunan perencanaan pembangunan. Kelompok rentan ini diberikan ruang dan ini memberikan dampak yang cukup signifikan di Kabupaten Trenggalek.</p>



<p>Saat masuk ke Trenggalek, lanjutnya, angka kemiskinan di Trenggalek 10 besar tertinggi di Jawa Timur. Oleh karena itu, bagaimana Tim Penggerak PKK bisa menyasar gerakan-gerakan mikro ke bawah untuk menekan angka kemiskinan.</p>



<p>Sedangkan di dalamnya, kemiskinan itu ada kelompok rentan seperti perempuan yang tidak dapat akses pendidikan, anak yang tidak dapat akses pendidikan sampai dengan mereka yang tergolong difabel. Apalagi, kemiskinan ekstrem juga menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Trenggalek, selain stunting. Sebagai mitra kerja pemerintah daerah, Ketua PKK Trenggalek kembali menginisiasi Program Dapur Cinta yang merupakan pengembangan dari Program Sareng Masak Bersama Bu Novita (SMS Bu Novita).</p>



<p>&#8220;Melalui dapur cinta, kita mengirim makanan setiap hari sekitar jam makan siang. Ini kita menggerakkan para kader untuk menyasar kelompok itu. Yang terbaru akan kita launching Bulan November, kita bekerjasama dengan warung-warung menyediakan makanan kemudian kita distribusikan kepada mereka,&#8221; tutur Novita.</p>



<p>Peran lain PKK Trenggalek saat ini, ujarnya, yang sangat signifikan yaitu bagaimana PKK ikut berperan aktif dalam upaya mencegah perkawinan anak. Alasan mencegah perkawinan anak, selain rahim anak belum siap melahirkan, perkawinan anak diyakini akan menciptakan kemiskinan baru.</p>



<p>&#8220;Kenapa begitu, karena secara psikologis mereka belum siap. Ekonomi juga belum matang, sehingga kuat dugaan nantinya akan menjadi beban baru bagi orang tua mereka. Kita membangun komitmen semua lini di setiap desa melalui Dasawisma untuk mencegah perkawinan anak. Tahun 2022 sampai 2024, stop perkawinan anak menjadi program utama dan masih menjadi prioritas untuk kami tekan. Dari semua desa, angka perkawinan anak ini berhasil turun signifikan dari 14 persen turun menjadi 2 persen sekian, turun sangat banyak,&#8221; tuturnya.</p>



<p>PKK ini tidak terlihat, tapi tugasnya sangat berat sampai banyak dinas yakin bahwasannya tidak berhasil tanpa melibatkan PKK. &#8220;Tahun 2023 semester I, perkawinan anak kita tinggal 2,1 persen. Ini semester I belum diperhitungkan dengan semester II,&#8221; tambahnya. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200787</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Manjakan Pengunjung, Wisata Ubalan Kediri Bakal Menghadirkan Konsep Baru Yakni Cerita Panji</title>
		<link>https://memontum.com/manjakan-pengunjung-wisata-ubalan-kediri-bakal-menghadirkan-konsep-baru-yakni-cerita-panji</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Oct 2023 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[manjakan]]></category>
		<category><![CDATA[menghadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[ubalan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200205</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, tengah menyiapkan konsep baru untuk Wisata Ubalan. Pihaknya berencana, untuk menghadirkan cerita panji sebagai experience baru bagi pengunjung. Konsep tersebut, didesain layaknya latar cerita pada masa cerita panji. Dengan konsep itu, harapannya para pengunjung di Ubalan bisa merasakan bagaimana masuk dalam cerita panji di masa lalu. Orang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kediri </strong>&#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, tengah menyiapkan konsep baru untuk Wisata Ubalan. Pihaknya berencana, untuk menghadirkan cerita panji sebagai experience baru bagi pengunjung.</p>



<p>Konsep tersebut, didesain layaknya latar cerita pada masa cerita panji. Dengan konsep itu, harapannya para pengunjung di Ubalan bisa merasakan bagaimana masuk dalam cerita panji di masa lalu.</p>



<p>Orang nomor satu di Kabupaten Kediri tersebut menjelaskan, jika melihat time line pengembangan Ubalan, pihaknya baru akan melakukan rehab pada tahun 2024.</p>



<p>“Jadi prediksi saya, hitungan saya sudah bisa menjadi destinasi wisata atau theme park. Jadi, tempat wisata yang punya konsep di 2024,” kata bupati yang akrab disapa Mas Dhito, Sabtu (21/10/2023) tadi.</p>



<p>Dirinya mengatakan, untuk merealisasikan konsep tersebut, bupati yang gemar bervespa ini akan melakukan survei lapangan untuk memastikan konsep yang dicanangkan cocok dengan kondisi destinasi yang berada di Kecamatan Wates tersebut. Mas Dhito berharap, dengan konsep yang baru ini, maka akan bisa menarik banyak pengunjung. Terlebih, letak Ubalan ini terbilang dekat dengan Gunung Kelud, yang juga menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Kediri.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain Ubalan di tahun 2024, pihaknya juga akan melakukan rehab pada destinasi Sumber Corah yang berada di Kecamatan Pare. &#8220;Memang Ubalan dan Corah, sedang kita bahas dalam hitungan time line yang sekarang ada. Jadi, akan mulai direhab tahun depan,” papar Mas Dhito.</p>



<p>Untuk membuat konsep baru di Ubalan tersebut, Mas Dhito rencananya akan menggandeng Provaliant Group yang juga telah berhasil membuat theme park di kota-kota besar.</p>



<p>Salah satu pimpinan Provaliant Group, Chandra Sugiono, mengungkapkan konsep cerita panji ini merupakan konsep berlatar kearifan lokal pertama yang dibuat. Ini menurutnya, bakal menjadi daya tarik tersendiri, karena cerita panji yang akan dipamerkan tersebut merupakan legenda asli dari Kediri yang telah dikenal oleh masyarakat.</p>



<p>“Rencananya, semua pekerja akan menggunakan baju pada zamannya. Seperti menjadi casting atau aktor aktris di dalam dunia (yang dibuat) itu,” katanya.</p>



<p>Dari berbagai cerita panji yang ada, ujarnya, seperti cerita timun mas dan ande-ande lumut, akan melakukan pergantian tema sesuai cerita yang diangkat secara periodik. &#8220;Rencananya sih kita akan punya tematik-tematik yang akan berganti secara periodik,” terangnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200205</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cerita di Balik Mahasiswa Asal Spanyol yang Lolos dari Ganasnya Ombak Pantai Jembatan Panjang</title>
		<link>https://memontum.com/cerita-di-balik-mahasiswa-asal-spanyol-yang-lolos-dari-ganasnya-ombak-pantai-jembatan-panjang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jul 2023 08:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[asal]]></category>
		<category><![CDATA[balik]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[ganasnya]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[lolos]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[ombak]]></category>
		<category><![CDATA[panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192860</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Mahasiswi FKUB asal Spanyol, Ana Brieva Raimirez (23), yang sebelumnya sempat terseret ombak di Pantai Jembatan Panjang, Kabupaten Malang, telah mendapatkan perawatan intensif di RSUB. Sebagaimana diberitakan, korban berhasil ditemukan selamat pada Minggu (09/07/2023) pukul 10.45 di Pantai Bantol, Desa Banjarejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang atau sekitar 4,77 Nautikal Mile (NM) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Mahasiswi FKUB asal Spanyol, Ana Brieva Raimirez (23), yang sebelumnya sempat terseret ombak di Pantai Jembatan Panjang, Kabupaten Malang, telah mendapatkan perawatan intensif di RSUB. Sebagaimana diberitakan, korban berhasil ditemukan selamat pada Minggu (09/07/2023) pukul 10.45 di Pantai Bantol, Desa Banjarejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang atau sekitar 4,77 Nautikal Mile (NM) dari jarak awal tenggelam.</p>



<p>Anggota Pengabdian Masyarakat (Pengmas) FKUB yang bertugas di lokasi, dr Aurick Yudha Nagara, menceritakan kejadian yang menimpa Ana. Disampaikannya, bahwa Ana bisa selamat dari ganasnya ombak dengan cara menjaga ketenangan dan berpegangan papan yang mengapung agar tidak tenggelam. &#8220;Ana mengaku, dirinya selamat setelah berenang ke tepi pantai yang tidak berpenghuni dan berusaha untuk bertahan hingga menjelang matahari terbit dengan membuat lubang pasir untuk ditiduri. Dan selama semalam (malam itu, red), dirinya tidur di pantai tersebut,&#8221; kata Aurick, Senin (10/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kemudian, tambahnya, jika saat itu Ana sempat melihat lampu senter di pantai. Setelah pagi hari, Ana berusaha mencari pertolongan dengan berjalan kaki mengikuti jalan setapak kecil selama empat sampai lima jam. Akhirnya, bertemu dengan seorang warga dan dibawa ke posko.</p>



<p>“Kami melanjutkan pemeriksaan dan perawatan saat di Puskesmas Bantur karena dehidrasi sedang dan perawatan luka yang dialami oleh Ana,” lanjut Aurick.</p>



<p>Insiden yang menimpa Ana, ini terjadi saat korban sedang menikmati suasana Pantai Jembatan Panjang di Bantur, bersama dengan teman-temannya, Sabtu (08/07/2023) lalu. Tidak disangka, tiba-tiba ombak besar menghantam pantai dan Ana terseret arus yang kuat bersama Jana Olivia Soland (23) warga Negara Swiss. Sementara tiga guide yang mengetahui dan berusaha menolong keduanya, pun akhirnya juga terseret ombak.</p>



<p>Hingga saat ini, operasi SAR masih menyusur sepanjang garis pantai, untuk mencari tiga korban lain yang belum ditemukan. Yaitu, Jana Olivia Soland (23) warga Swis, serta dua guide rombongan Made dan Bayu. Sedangkan, satu guide lain atas nama Muhammad Ruspandi atau Pendik, berhasil ditemukan dan selamat, sebelum Ana berhasil ditemukan tim gabungan. <strong><em>(rsy/gie)</em></strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192860</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
