<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ceritakan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ceritakan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Jan 2024 08:41:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ceritakan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pameran Seni Kriya Tekstil dan Sandang Jelang Julang, Ceritakan Karakteristik 57 Kelurahan Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/pameran-seni-kriya-tekstil-dan-sandang-jelang-julang-ceritakan-karakteristik-57-kelurahan-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2024 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ceritakan]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[julang,]]></category>
		<category><![CDATA[karakteristik]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[sandang]]></category>
		<category><![CDATA[tekstil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204811</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pameran Seni Kriya Tekstil dan Sandang Jelang Julang, untuk ketiga kalinya digelar di Kota Malang dengan mengangkat tema ‘Malang Nggeber Cerita&#8217;. Kegiatan itu, merupakan sebuah kolaborasi dari tiga perajin tekstil, dengan memamerkan 57 motif stilasi yang menggambarkan karakteristik dari 57 kelurahan di Kota Malang. Salah satu panitia event, Fikrah Ryanda Saputra, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Pameran Seni Kriya Tekstil dan Sandang Jelang Julang, untuk ketiga kalinya digelar di Kota Malang dengan mengangkat tema ‘Malang Nggeber Cerita&#8217;. Kegiatan itu, merupakan sebuah kolaborasi dari tiga perajin tekstil, dengan memamerkan 57 motif stilasi yang menggambarkan karakteristik dari 57 kelurahan di Kota Malang.</p>



<p>Salah satu panitia event, Fikrah Ryanda Saputra, menyampaikan bahwa kolaborasi tiga perajin itu, diantaranya Hamparan Rintik yang merupakan produsen kain shibori dan batik dari Dinoyo. Kemudian, Batik Blimbing Kota Malang, produsen kain batik tulis dan cap dari Blimbing dan Griya Madukara, produsen kain ecoprint dari Polehan.</p>



<p>“Kurang lebih enam bulan kami buat kain ini dengan menggandeng teman-teman Seni Rupa dari Universitas Brawijaya untuk motifnya. Jadi memang kami gambarkan ikon-ikon di setiap kelurahan. Baik itu gedung, cagar budaya, sumber daya alam, kerajinan, atau potensi pariwisatanya,” ujar Fikrah, saat dikonfirmasi, Senin (22/01/2024) tadi.</p>



<p>Ke depan, Fikrah berharap Jelang Julang menjadi event tahunan yang rutin diselenggarakan. Selain itu juga mendorong lebih banyak perajin yang berkolaborasi untuk menghasilkan karya-karya otentik dan unik.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>“Kami juga menginginkan nantinya di tiap kelurahan memiliki motif sendiri yang bisa dijadikan ciri khas, sehingga tiap kelurahan punya suvenir atau kerajinannya sendiri yang motifnya benar-benar menggambarkan cerita setiap kelurahan. Malang itu image-nya kota kreatif, jadi kita buat Malang sejuta motif, jadi motifnya banyak,” ungkap owner Hamparan Rintik ini.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Yuke Siswanti, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. &#8220;Tentu, kegiatan ini nantinya akan terus kita support dalam kalander event Kota Malang. Sehingga, diharapkan kedepan nantinya bisa berkembang lebih baik lagi dan potensi yang ada bisa tereksplor ke luar Kota Malang,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, pameran tersebut berlangsung mulai Kamis (18/01/2024) hingga Rabu (24/01/2024) di Gedung Malang Creative Center (MCC). Dalam kegiatan tersebut juga bukan hanya pameran seni saja, melainkan juga ada berbagai lomba, workshop, talkshow dan berbagai kegiatan lainnya.&nbsp;<strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204811</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Camat Kedungkandang Berpulang, Wali Kota Malang Ceritakan Dedikasi Kerja dan Firasat Almarhum</title>
		<link>https://memontum.com/camat-kedungkandang-berpulang-wali-kota-malang-ceritakan-dedikasi-kerja-dan-firasat-almarhum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Aug 2023 05:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[almarhum]]></category>
		<category><![CDATA[berpulang]]></category>
		<category><![CDATA[ceritakan]]></category>
		<category><![CDATA[dedikasi]]></category>
		<category><![CDATA[firasat]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungkandang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196271</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kabar duka menyelimuti pemerintahan Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Minggu (20/08/2023) pagi. Camat Kedungkandang, Sapto Wibowo, meninggal dunia akibat sakit gula darah. Kabar duka ini, pun membuat Wali Kota Malang, Sutiaji, datang ke rumah duka di Perumahan Sukun Pondok Indah (SPI). Wali kota pun mengungkapkan, rasa duka dan kehilangannya. Dirinya menilai, bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kabar duka menyelimuti pemerintahan Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Minggu (20/08/2023) pagi. Camat Kedungkandang, Sapto Wibowo, meninggal dunia akibat sakit gula darah.</p>



<p>Kabar duka ini, pun membuat Wali Kota Malang, Sutiaji, datang ke rumah duka di Perumahan Sukun Pondok Indah (SPI). Wali kota pun mengungkapkan, rasa duka dan kehilangannya. Dirinya menilai, bahwa sosok almarhum memiliki loyalitas dan dedikasi yang luar biasa dalam bekerja.</p>



<p>“Walaupun beliau ini sedang sakit, tetapi tetap memilih untuk berangkat ke kantor. Saya pun juga sudah memberikan izin kepada beliau. Luar biasa beliau ini dalam bekerja dan tanggung jawabnya,” ujar Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Dikatakan Sutiaji, jika sebelumnya almarhum sempat menciuminya dengan penuh hormat dan berkata terima kasih. Awalnya, Sutiaji tidak memiliki firasat apapun, namun ternyata kejadian tersebut memiliki arti yang mendalam.</p>



<p><strong>Baca Juga:</strong></p>





<p>&#8220;Saya punya insting yang tidak baik, ketika beliau menciumi saya. Sebelum mencium saya, beliau minta maaf. Tapi saya bilang, kalau beliau tidak punya salah. Saya diciumi, pipi saya, badan saya, leher saya. Sambil bilang makasih. Saya tidak mengerti firasat itu,” kata Wali Kota menceritakan momen terakhir bersama almarhum di sela pelaksanaan Peringatan HUT Kemerdekaan RI di Balai Kota Malang, beberapa waktu lalu.</p>



<p>Berpulangnya sosok Sapto Wibowo, juga dirasakan oleh masyarakat sekitar. Sebab, dirinya juga sempat menjadi sosok sebagai Ketua RT sebanyak empat kali. “Beliau ini sudah empat kali menjadi Ketua RT di sini. Tentu, ini menunjukkan betapa dia disenangi oleh warganya dan mampu menjalin hubungan yang kuat dengan masyarakat. Kita doakan bersama-sama, mudah-mudahan diberikan jalan yang lapang oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” imbuh Sutiaji.</p>



<p>Usai disalatkan, rencananya jenazah akan langsung diberangkatkan ke Solo untuk dikebumikan. Menurut rencana, jenazah akan dimakamkan, Minggu sore ini. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196271</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
