<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>cermin &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/cermin/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Aug 2024 08:27:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>cermin &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Cermin Kualitas Pembangunan dan Ekosistem Sosial Baik, AHH Kota Malang Lebihi Provinsi</title>
		<link>https://memontum.com/cermin-kualitas-pembangunan-dan-ekosistem-sosial-baik-ahh-kota-malang-lebihi-provinsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Aug 2024 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[cermin]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[lebihi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[provinsi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213191</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Angka Harapan Hidup (AHH) di Kota Malang saat ini cukup tinggi, yakni tercatat mencapai 75,48. Angka tersebut, lebih tinggi bila dibandingkan Provinsi Jawa Timur yang hanya 74,87 dan Nasional 73,93. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, menyampaikan bahwa dengan meningkatnya AHH di Kota Malang, maka mencerminkan adanya kualitas pembangunan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Angka Harapan Hidup (AHH) di Kota Malang saat ini cukup tinggi, yakni tercatat mencapai 75,48. Angka tersebut, lebih tinggi bila dibandingkan Provinsi Jawa Timur yang hanya 74,87 dan Nasional 73,93.</p>



<p>Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, menyampaikan bahwa dengan meningkatnya AHH di Kota Malang, maka mencerminkan adanya kualitas pembangunan dan ekosistem sosial yang baik di Kota Malang. “Dibandingkan tahun sebelumnya, sekarang kita terus meningkat. Ini menunjukkan bahwa dari kesehatan, lingkungan hingga interaksi sosial di Kota Malang, saling mendukung. Sehingga, angka harapan hidup di Kota Malang ini tinggi,” jelas Sekda Erik, Rabu (21/08/2024) tadi.</p>



<p>Dalam hal ini, lanjut Sekda Erik, program sekolah Lansia juga memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan dan produktivitas para Lansia. Program tersebut juga tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga bentuk kepedulian Kota Malang terhadap para Lansia.</p>



<p>“Sekolah Lansia itu bertujuan agar Lansia tetap sehat, produktif dan menjadi ajang silaturahmi. Kota Malang itu memiliki komitmen tinggi terhadap kesejahteraan Lansia. Termasuk, melalui Musrenbang tematik dan organisasi Lansia, seperti karang wreda hingga paguyuban pensiunan,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut, Sekda Erik juga menyampaikan bahwa Lansia bukan hanya sebagai individu yang tidak produktif. Namun, justru sebagai sumber kebijaksanaan dan pengetahuan berharga bagi masyarakat.</p>



<p>“Karena dari berbagai pengalaman yang telah dilewatinya, itu kita banyak belajar ilmu dan menjadi referensi. Sehingga di dalam merumuskan suatu kebijakan di dalam menyikapi permasalahan kita bisa menjadi individu yang lebih bijak lagi dari pengalaman yang ditularkan oleh para Lansia,” tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito, menyampaikan bahwa dengan AHH 75,48 tersebut, tentu dapat memacu Dinsos P3AP2KB Kota Malang dalam mengembangkan agar Kota Malang ramah pada Lansia. &#8220;Memang di kami ada sekolah Lansia, nanti materinya mengacu pada 7 dimensi, mulai pembangunan fisik itu ada senam Lansia, kemudian pembangunan dimensi spiritual, pembangunan emosional, intelektualnya, masalah bidang vokasional dan profesionalnya, hingga masalah pembangunan lingkungan,&#8221; terang Donny. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213191</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kisah Tragis Guru SD di Kota Malang yang Meninggal bersama Istri dan Anak, Tinggalkan Wasiat di Cermin Kamar</title>
		<link>https://memontum.com/kisah-tragis-guru-sd-di-kota-malang-yang-meninggal-bersama-istri-dan-anak-tinggalkan-wasiat-di-cermin-kamar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Dec 2023 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[cermin]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[tinggalkan]]></category>
		<category><![CDATA[tragis]]></category>
		<category><![CDATA[Wasiat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203239</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kisah tragis meninggalnya keluarga Wahaf Effendi atau Pak Guru Wahab (44) warga Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, yang sehari-harinya tinggal di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, masih menyisakan tanda tanya. Apalagi, beberapa temuan terkait meninggalnya tiga orang dalam satu keluarga itu, juga berhasil ditemukan petugas Satreskrim Polres Malang. Termasuk yang terbaru, tulisan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Malang</strong> &#8211; Kisah tragis meninggalnya keluarga Wahaf Effendi atau Pak Guru Wahab (44) warga Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, yang sehari-harinya tinggal di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, masih menyisakan tanda tanya. Apalagi, beberapa temuan terkait meninggalnya tiga orang dalam satu keluarga itu, juga berhasil ditemukan petugas Satreskrim Polres Malang.</p>



<p>Termasuk yang terbaru, tulisan atau wasiat yang ditulis di kaca rias dalam kamar. Tulisan itu, seolah ditujukan untuk satu putri mereka yang masih hidup, AKE (13). AKE merupakan saudara kembar RY, yang ikut meninggal bersama orang ibunya di kamar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Di TKP, kami menemukan di kaca meja rias pesan yang tulisannya identik dengan buku agenda miilik WE (Wahab),&#8221; ujar Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah Hidayat, kepada wartawan.</p>



<p>Adapun informasi tulisan tersebut, berbunyi &#8216;Kakak Jaga Diri, Papa, Mama, Adik pergi dulu. Nurut Uti, Kung, Tante dan Om. Belajar yang Baik. Uang Papa Mama untuk pemakaman jadi satu love you kakak-Papa&#8217;.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, keluarga Wahaf Effendi atau Pak Guru Wahab, ditemukan dengan kondisi pergelangan tangan luka robek bersimbah darah, Selasa (12/12/2023) pagi. Sementara istri dan anaknya, Sulikhah (40) dan putrinya ARE (12), siswi kelas 7 SMP, sudah ditemukan meninggal dunia dengan mulut berbusa di atas tempat tidurnya. Wahab sendiri saat itu masih hidup dan sempat dilarikan ke RS Dr Munir. Namun karena sudah banyak kehilangan darah, Wahab akhirnya meninggal dunia. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203239</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
