<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>cita-cita &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/cita-cita/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Sep 2024 10:10:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>cita-cita &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Audiensi dan Tanya Cita-Cita Anggota Paskibra Garuda 11, Bupati Kediri Ingatkan Basuh Kaki Ibu</title>
		<link>https://memontum.com/audiensi-dan-tanya-cita-cita-anggota-paskibra-garuda-11-bupati-kediri-ingatkan-basuh-kaki-ibu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Sep 2024 11:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[anggota]]></category>
		<category><![CDATA[audiensi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[cita-cita]]></category>
		<category><![CDATA[garuda]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Paskibra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214063</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Paskibra Garuda 11 Kabupaten Kediri tahun ini telah berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Sebagai bagian dari perhatian dan apresiasi, mereka pun berkesempatan bertatap muka langsung dengan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, di Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Jumat (06/09/2024) tadi. Dalam kesempatan itu, Paskibra Garuda 11 ditanya mengenai cita-cita dan rencana setelah nantinya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Paskibra Garuda 11 Kabupaten Kediri tahun ini telah berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Sebagai bagian dari perhatian dan apresiasi, mereka pun berkesempatan bertatap muka langsung dengan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, di Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Jumat (06/09/2024) tadi.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Paskibra Garuda 11 ditanya mengenai cita-cita dan rencana setelah nantinya lulus SMA. Dari tim yang ada, lima anggota diantaranya berani mengungkapkan rencana tersebut. Kebanyakan, dari mereka memilih untuk melanjutkan pendidikan ke kepolisian dan militer, melalui akademi kepolisian maupun militer.</p>



<p>Merespon jawaban itu, Mas Dhito-sapaan akrab bupati muda, memberikan dorongan dan motivasi kepada anggota. Salah satu yang menginginkan untuk menjadi seorang polisi, adalah Rachel Sabian Putra Aryanto.</p>



<p>Di kesempatan itu, dirinya menyampaikan bahwa telah mendapatkan dukungan dari kedua orang tua untuk berkarir sebagai polisi. Dan Mas Dhito-sapaan sendiri, mendengar hal tersebut juga berpesan agar Rachel meminta restu dengan cara membasuh kaki ibunya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Saran saya, basuhlah kaki ibumu, saat nanti sebelum kamu mendaftar. Insyaallah, ridho dari ibumu akan menjadikanmu menjadi polisi,” papar Mas Dhito.</p>



<p>Dirinya juga mengungkapkan, restu seorang ibu merupakan modal paling besar bagi anak untuk bisa berkarir. Itu karena, seluruh keberhasilan seseorang ditentukan dari seberapa besar doa yang diberikan oleh ibu.</p>



<p>Di sisi lain, bupati berkacamata tersebut juga mendoakan agar seluruh anggota Paskibra, bisa mencapai cita-cita mereka masing-masing. Termasuk, bagi yang ingin menjadi seorang anggota Polri maupun TNI.</p>



<p>“Saya doakan kamu akan jadi polisi. Syukur-syukur, bisa jadi Kapolres Kediri. Siapa tahu (nantinya, red), kamu kandidat Kapolri,“ kata Mas Dhito.</p>



<p>Pihaknya juga berharap, pengabdian anggota Paskibra ini juga tidak hanya berhenti seusai melaksanakan tugas. Namun, juga mampu menjadi garda terdepan untuk mengantisipasi datangnya paham radikal serta bullying di sekolah dan lingkungan.<strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214063</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Edukasi dan Motivasi Yatim Piatu Kejar Cita-Cita, Ketua TP PKK Kediri Ajak Kunjungi Destinasi Unggulan</title>
		<link>https://memontum.com/edukasi-dan-motivasi-yatim-piatu-kejar-cita-cita-ketua-tp-pkk-kediri-ajak-kunjungi-destinasi-unggulan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Jun 2024 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[cita-cita]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[unggulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210791</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, berbagi kebahagiaan dengan mengajak keliling sekitar 104 anak yatim piatu ke sejumlah destinasi unggulan di Kabupaten Kediri. Program ini digelar, sebagai rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-52 tahun 2024 dengan mengusung tema &#8216;Kejarlah Mimpi dan Teruslah Bergerak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, berbagi kebahagiaan dengan mengajak keliling sekitar 104 anak yatim piatu ke sejumlah destinasi unggulan di Kabupaten Kediri. Program ini digelar, sebagai rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-52 tahun 2024 dengan mengusung tema &#8216;Kejarlah Mimpi dan Teruslah Bergerak Menuju dan Mencapai Cita-cita, serta Dengan Berbagi Kita Akan Saling Mencintai&#8217;.</p>



<p>“Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan motivasi agar adik-adik yatim piatu semakin semangat dan mempunyai tekad untuk mencapai cita-citanya,” kata Mbak Cicha-sapaan akrabnya, di Taman Pancar, Wonotirto, Gurah, Sabtu (15/06/2024) tadi.</p>



<p>Dalam kesempatan bernuansa edukasi itu, ditandai seluruh peserta diajak berkeliling untuk melihat Bandara Internasional Dhoho, Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) dan Taman Pancar di Kecamatan Gurah.</p>



<p>Di bandara, Mbak Cicha menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi nilai pembekalan edukasi terkait materi proses operasional bandara. Mulai dari kedatangan dan keberangkatan pesawat, proses masuk keluar barang bagasi pesawat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan pembekalan materi sejak dini, Istri Bupati Kediri tersebut berharap, kegiatan yang diusung kelompok penggerak keluarga ini bisa menjadi suntikan motivasi bagi seluruh peserta supaya semakin giat mengasah kemampuan hingga mencapai cita-cita. &#8220;Percayalah adik-adik, siapapun bisa menjadi apapun asalkan kalian belajar sungguh-sungguh dan tentunya harus rajin berdoa,&#8221; motivasi Mbak Cicha.</p>



<p>Suntikan motivasi juga diberikan kepada peserta, dengan mengadakan kuis game, pembagian doorprize dan souvenir selama kegiatan berlangsung.</p>



<p>Ketua Pokja I TP PKK Kabupaten Kediri, Dyah Saktiana, menambahkan bahwa kegiatan berbagi kebahagiaan ini menjadi tahun ke-3 digelar dengan mengundang anak yatim piatu secara bergantian dari masing-masing kecamatan. Ini dilakukan, sebagaimana komitmen kelompok penggerak kesejahteraan keluarga dalam menggelar program yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Kabupaten Kediri.</p>



<p>“Kita mengaplikasikan apa yang menjadi inisiasi Mbak Cicha. Semoga tahun depan program ini juga akan berlanjut lagi, tentunya dengan tema yang berbeda,” paparnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210791</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pimpin Upacara Pengibaran Bendera, Bupati Trenggalek Sampaikan Merdeka Bukan Sebuah Tujuan Akhir Cita-cita</title>
		<link>https://memontum.com/pimpin-upacara-pengibaran-bendera-bupati-trenggalek-sampaikan-merdeka-bukan-sebuah-tujuan-akhir-cita-cita</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Aug 2023 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Bendera]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[cita-cita]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[pengibaran]]></category>
		<category><![CDATA[pimpin]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<category><![CDATA[sebuah]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195996</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Pimpin upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka HUT Ke-78 Proklamasi Kemerdekaan RI, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sebuah tujuan akhir dari cita-cita bangsa. &#8220;Syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala, Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan nikmat berupa kemerdekaan. Tetapi, kemerdekaan yang telah kita proklamirkan tersebut tentu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Pimpin upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka HUT Ke-78 Proklamasi Kemerdekaan RI, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sebuah tujuan akhir dari cita-cita bangsa.</p>



<p>&#8220;Syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala, Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan nikmat berupa kemerdekaan. Tetapi, kemerdekaan yang telah kita proklamirkan tersebut tentu bukanlah akhir dari cita-cita,&#8221; kata Bupati Arifin, dalam upacara peringatan, Kamis (17/08/2023) siang.&nbsp;</p>



<p>Seperti yang disampaikan oleh Jendral Sudirman, paparnya, ketika bergerilya mempertahankan kemerdekaan. &#8220;Beliau ingin Indonesia Merdeka yang 100 persen. Merdeka yang sejati-jatinya merdeka. Sesuai dengan cita-cita ingin menuju kepada melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesa,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Menyampaikan kembali pidato kenegaraan Bung Karno 60 tahun yang lalu, tentang Genta Suara Revolusi Indonesia, Bupati Trenggalek berharap sesuai tema HUT RI tahun 2024, &#8216;Terus Melaju Untuk Indonesia Maju&#8217; bisa benar benar terwujud. &#8220;Menurut Bung Karno, revolusi itu harus hidup. Haruslah sebagai sebuah revolusi yang dinamis, revolusi yang sadar akan makna mengemban amanat,&#8221; imbuhnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Revolusi yang disampaikan Bung Karno, ujarnya, dimaksudkan sebagai satu kesadaran sosial yang menggebu-gebu yang berapi-api laksana nyalanya api unggun karena tantangan ke depan berkaitan erat dengan kondisi kemakmuran. &#8220;Presiden Joko Widodo ingin memastikan kemiskinan ekstrem 0 persen. Ingin memastikan stanting turun di bawah 19 persen, ingin memastikan pemberdayaan manusia terus meningkat, ingin memastikan pendapatan perkapita terus meningkat,&#8221; jelas Bupati Trenggalek.</p>



<p>Maka dari itu, sambungnya, tahun depan bukanlah waktu yang panjang. Tahun depan sangatlah pendek. Oleh karenanya, tidak cukup waktu untuk melakukan evolusi.</p>



<p>&#8220;Kita butuh satu revolusi sehingga tercipta satu sumber daya manusia yang kreatif yang mampu menjawab dan membangun masa depan yang lebih baik,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Mari satukan jiwa, kita dongakkan kepala dalam arti peras otak sejadi-jadinya untuk mencari solusi. Kita busungkan dada kita tidak untuk sombong tetapi membesarkan kesabaran membesarkan istiqomah dalam berjuang memberikan pelayanan pengabdian kepada masyarakat.</p>



<p>&#8220;Mari kita bulatkan langkah kita untuk berlari menuju kemajuan Indonesia, dalam mengejar cita-cita ini. Kalaupun ada yang mencibir, kalaupun ada yang menertawakan, salah satu pepatah bijak mengatakan kalau tidak ada satupun orang yang menertawakan tujuanmu, maka bisa jadi tujuanmu memang terlalu kecil,&#8221; kata Mas Ipin-sapaan akrabnya.</p>



<p>Suami Novita Hardiny ini juga menyampaikan alasannya untuk sampaikan kembali pidato kenegaraan Bung Karno 60 tahun lalu. Alasan pertamanya, karena dianggap cocok bila melihat tema peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan tahun ini.</p>



<p>&#8220;Makanya, tadi saya mem-flashback 60 tahun yang lalu. Dimana Presiden Sukarno menyampaikan Genta Suara Revolusi Indonesia yang biasa dikenal dengan Gensuri. Salah satunya menginginkan revolusi yang dinamis. Revolusi yang dinamis, revolusi yang menghayati, mengemban amanat penderitaan rakyat yakni Terus Melaju untuk Indonesia Maju,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Saat ini, ujarnya, Pemerintah Daerah memiliki PR, seperti kemiskinan ekstrem. Itu adalah bagian dari penderitaan rakyat yang harus diselesaikan. Kemudian, terkait stunting untuk mewujudkan sumber daya manusia yang baik.</p>



<p>Untuk indeks pembangunan manusia, Pemkab Trenggalek baru selesai memiliki rumah sakit. Dirinya memohon doa agar kedepannya bisa memiliki kampus science tekhnopark yang representatif yang itu bisa menjadi kawah candradimuka bagi sumber daya manusia yang berada dari Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Ini sebagai simbol kita tegak lurus dengan cita-cita Pak Presiden yang juga sudah diundangkan. Ada ibukota baru yang namanya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di Kalimantan. Jadi karena ini saya memilih pakaian yang berasal dari Kalimantan. Dan pakaian ini spesial karena saya tidak menyewa di tempat penyewaan,&#8221; papar Bupati Arifin. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195996</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
