<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>COETIN &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/coetin/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Nov 2018 13:13:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>COETIN &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kontekstual Bukan Gaya Mengajar Era Millenial</title>
		<link>https://memontum.com/kontekstual-bukan-gaya-mengajar-era-millenial</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Nov 2018 13:13:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[COETIN]]></category>
		<category><![CDATA[FKIP]]></category>
		<category><![CDATA[konferensi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Muhammadiyah Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/65897-kontekstual-bukan-gaya-mengajar-era-millenial</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Serangkaian ulang tahun ke-30 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dibalut dalam konferensi internasional. Momen ini juga menjadi penanda awal diselenggarakannya Conference on English Teaching in Indonesia (COETIN) dan kali keempat English Language Teaching Materials (ELTeaM) diadakan, Selasa (27/11/2018). Konferensi bertajuk Quality [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Serangkaian ulang tahun ke-30 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dibalut dalam konferensi internasional. Momen ini juga menjadi penanda awal diselenggarakannya Conference on English Teaching in Indonesia (COETIN) dan kali keempat English Language Teaching Materials (ELTeaM) diadakan, Selasa (27/11/2018).</p>
<p>Konferensi bertajuk Quality Improvement and Innovation in ELT ini dihadiri oleh pemateri-pemateri berkompeten, di antaranya Willy Renandya (National Institute of Education, Singapore), Ivor Timmis (Leeds Bockett University, UK), Dr. Bradley (Bred) Horn (RELO of the U.S Embassy), dan Noohaida Aman (National Institute of Education, Singapore).</p>
<p>Willy Renandya menekankan pentingnya inovasi dalam sebuah pengajaran. “Ketika saya pertama menjadi seorang guru saya menggunakan sapaan bahasa Inggris pada umumnya. Halo murid-murid, apa kabar? Dan seluruh murid tentu akan menjawab, saya baik dan bagaimana dengan anda, Pak?” contoh Willy, diikuti dengan gelak tawa seluruh peserta. </p>
<p>Menurut Willy, pembelajaran di kelas harus inovatif. Sapaan kontekstual seperti di dalam buku belajar berbahasa Inggris terlalu kaku bila diterapkan dalam dunia nyata yang tak henti terus berkembang seperti sekarang. Ia memberikan gambaran inovasi-inovasi pembelajaran yang telah ia lakukan.</p>
<p>Hadir pula Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Drs. Muh. Abdul Khak, M. Hum, yang berharap anak-anak Indonesia selain menguasai bahasa inggris, juga menguasai bahasa daerah, dan tentunya bahasa Indonesia dengan baik dan benar. &#8220;Maka pesan kami satu dalam sebuah tagline hari ini. Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing,&#8221; tutupnya.<strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">65897</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
