<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Covid 19 &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/covid-19/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Jun 2025 05:20:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Covid 19 &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tanggapi SE Kewaspadaan Lonjakan Covid-19, Wali Kota Wahyu Imbau Warga untuk Tak Panik</title>
		<link>https://memontum.com/tanggapi-se-kewaspadaan-lonjakan-covid-19-wali-kota-wahyu-imbau-warga-untuk-tak-panik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2025 05:20:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[kewaspadaan]]></category>
		<category><![CDATA[lonjakan]]></category>
		<category><![CDATA[tanggapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222600</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) mengenai kewaspadaan lonjakan Covid-19. Sebab, di beberapa kawasan Asia, mulai dari Thailand, Hongkong, Malaysia dan Singapura, telah menunjukkan peningkatan. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, merespon kondisi itu meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Menurutnya, SE tersebut tidak dimaksudkan untuk menimbulkan kecemasan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) mengenai kewaspadaan lonjakan Covid-19. Sebab, di beberapa kawasan Asia, mulai dari Thailand, Hongkong, Malaysia dan Singapura, telah menunjukkan peningkatan.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, merespon kondisi itu meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Menurutnya, SE tersebut tidak dimaksudkan untuk menimbulkan kecemasan, melainkan sebagai langkah antisipatif.</p>



<p>&#8220;Langkah-langkah selanjutnya harus kita koordinasikan untuk menjabarkan dan mengimplementasikan SE dari Kemenkes. Jangan sampai menimbulkan kepanikan atau kecemasan di masyarakat. Kita harus bersikap bijak dan memberikan pemahaman yang tepat,&#8221; kata Wali Kota Wahyu, Senin (02/06/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa virus yang saat ini diwaspadai bukanlah Covid-19, seperti pada masa pandemi lalu. Namun, Kemenkes tetap menyarankan langkah-langkah pencegahan. Itu dilakukan, guna mencegah penyebaran penyakit yang memiliki gejala serupa.</p>



<p>&#8220;Ini memang dikhawatirkan seperti Covid, padahal bukan. Virusnya berbeda dan lebih aman. Tapi tetap ada upaya pencegahan agar tidak menyebar, itu yang harus kita lakukan,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wali Kota Wahyu juga menekankan, bahwa penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) tetap menjadi anjuran, terutama bagi masyarakat yang mengalami gejala. Selain itu, petugas kesehatan juga telah menggunakan masker khusus saat menangani pasien dengan gejala tersebut.</p>



<p>&#8220;Yang sudah mengalami gejala diminta memakai masker. Tenaga kesehatan juga harus pakai masker khusus karena mereka bersentuhan langsung dengan pasien. Itu saja langkah-langkahnya,&#8221; tambah Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Malang, Meifta Eti Winindar, menyampaikan bahwa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perlu dilakukan. Dengan memakai handsanitizer, cuci tangan dan menggunakan masker saat di tempat-tempat umum.</p>



<p>&#8220;Kemudian kalau merasa sakit, sebaiknya itu menghindar biar tidak menulari ke orang lain. Imunitasnya kita juga harus ditingkatkan. Sebanyak apapun virus yang beredar kalau imunitas kita kuat, tidak tertular di sana. Minum vitamin, istirahat cukup dan makan bergizi,&#8221; ujar Meifta.</p>



<p>Lebih lanjut dirinya menjelaskan, apabila ada masalah kesehatan disarankan untuk segera menuju Puskesmas atau klinik. Apalagi, layanan Rumah Sakit di Kota Malang menurutnya sudah menerapkan Universal Health Coverage (UHC) dan semua warga sudah tercover oleh BPJS Kesehatan.</p>



<p>&#8220;Jadi tidak ada alasan untuk kita melakukan cek kesehatan pada diri kita sendiri dan cakupan vaksinasi dosis pertama serta kedua di Kota Malang juga sudah lebih dari 100 persen. Insyaallah imunitasnya baik. Untuk penyebaran dan penularan insyaallah tidak, cuma memang ada SE kewaspadaan saja,&#8221; imbuh Meifta. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222600</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Haru Bahagia Keberangkatan CJH Kota Malang, Jamaah Tertunda Karena Covid-19 hingga Nunggu 12 Tahun</title>
		<link>https://memontum.com/haru-bahagia-keberangkatan-cjh-kota-malang-jamaah-tertunda-karena-covid-19-hingga-nunggu-12-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2024 00:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[karena]]></category>
		<category><![CDATA[keberangkatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[nunggu]]></category>
		<category><![CDATA[tertunda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209462</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perasaan haru bahagia mengantarkan kedua orang tua untuk menjalankan ibadah haji, dirasakan oleh Alfiana Nikmah Fadhilah (21) warga Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (16/05/2024) pagi. Perasaan ini, tentunya satu dari ribuan keluarga yang turut mengantar 1.195 calon jamaah haji (CJH) Kota Malang, yang akan melaksanakan ibadah haji. “Saya merasa senang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Perasaan haru bahagia mengantarkan kedua orang tua untuk menjalankan ibadah haji, dirasakan oleh Alfiana Nikmah Fadhilah (21) warga Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (16/05/2024) pagi. Perasaan ini, tentunya satu dari ribuan keluarga yang turut mengantar 1.195 calon jamaah haji (CJH) Kota Malang, yang akan melaksanakan ibadah haji.</p>



<p>“Saya merasa senang sekaligus sedih, karena ditinggal melaksanakan ibadah haji. Alhamdulillah, orang tua bisa berangkat dan alhamdulillah orang tua sudah menyiapkan semuanya. Mulai dari kesehatan fisik, mental dan semuanya,” kata Alfina.</p>



<p>Dirinya juga menceritakan, bahwa sebenarnya kedua orang tuanya itu dijadwalkan berangkat pada tahun 2021 lalu. Namun, karena terkendala Covid-19, maka baru bisa melaksanakan ibadah pada tahun 2024 ini.</p>



<p>“Karena Covid-19 dahulu, jadi ditunda (keberangkatan, red) dan baru bisa berangkat di 2024. Ini anugerah dan nikmat karena kedua orang tua masih bisa berangkat,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Calon Jamaah Haji Kota Malang 2024, Agus Widarko (61) dan Dzurrotul Farida (57), menyampaikan rasa bahagianya. Sebab, setelah menunggu 12 tahun akhirnya di tahun 2024 ini berangkat untuk melaksanakan ibadah haji.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Alhamdulillah senang bisa berangkat. Kami daftar di tahun 2012 dan sekarang baru berangkat. Tadi diantar oleh keluarga, ini berangkat bersama istri. Daftarnya waktu itu bersamaan,” ucap Agus.</p>



<p>Tentunya kesiapan mental, fisik dan kesehatan sudah dipersiapkan dengan matang. Termasuk juga rangkaian ibadah haji, seperti manasik.</p>



<p>“Persiapan perlengkapan pun juga sudah dilist sesuai dengan aturan yang ditetapkan KBIH kami. Jadi untuk koper bagasi, koper kabin, tas paspor, ini sudah dilist apa saja yang harus dibawa,” ucapnya.</p>



<p>Diakhir, Agus juga menyampaikan bahwa ibadah haji yang akan dilaksanakan tersebut berjalan selama kurang lebih 45 hari. Pada besok, Jumat (17/05/2024) pukul 06.00 WIB akan terbang menuju Madinah.</p>



<p>“Insyaallah kembali ke Kota Malang pada 28 Juni 2024. Kami mohon doa semoga dalam menjalankan ibadah haji diberi sehat, kemudahan dan kelancaran. Begitupun juga dengan keluarga, saudara, tetangga, mudah-mudahan selalu dalam kondisi sehat,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209462</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pj Wali Kota Malang Segera Tindaklanjuti SE Pencegahan Pandemi Covid-19</title>
		<link>https://memontum.com/pj-wali-kota-malang-segera-tindaklanjuti-se-pencegahan-pandemi-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Dec 2023 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[segera]]></category>
		<category><![CDATA[tindaklanjuti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203537</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Antisipasi melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Malang, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengimbau masyarakat untuk menguatkan Protokol Kesehatan (Prokes). Apalagi, hal itu juga sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pria yang kerap disapa Wahyu, itu menyampaikan jika pihaknya telah menerima Surat Edaran (SE) mengenai langkah-langkah pencegahan Pandemi Covid-19 dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Antisipasi melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Malang, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengimbau masyarakat untuk menguatkan Protokol Kesehatan (Prokes). Apalagi, hal itu juga sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).</p>



<p>Pria yang kerap disapa Wahyu, itu menyampaikan jika pihaknya telah menerima Surat Edaran (SE) mengenai langkah-langkah pencegahan Pandemi Covid-19 dari Kemenkes dan meminta Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, untuk menindaklanjuti SE tersebut. &#8220;Saya sudah minta ke Pak Kadinkes, itu untuk semua kita persiapkan, terkait Prokes sesuai arahan Kemenkes. Kita akan buat surat edaran terkait dengan detail-detailnya mulai dari sarana prasarana kesehatan, puskesmas, Rumah Sakit, tenaga kesehatan harus kita mulai siapkan termasuk sarana pendukung yang lain. Yang jelas Prokes akan kita kuatkan,” kata Pj Wali Kota Wahyu, Selasa (19/12/2023) tadi.</p>



<p>Pihaknya juga menyampaikan, bahwa masyarakat tidak perlu panik dengan melonjaknya kasus Covid-19. Sebab, nantinya Pemkot Malang akan terus memfasilitasi dan mencegah terjadinya penularan virus.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Tidak perlu panik, memang kita akan siapkan dan ingatkan dengan surat edaran agar berhati-hati. Selama ini masyarakat sudah paham dan kita ingatkan juga beberapa hal yang memang mencegah penularan. Termasuk antisipasi apabila ada yang terkena, mulai dari puskesmas, RSUD Kota Malang, sudah kita minta persiapan,” paparnya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, mengenai tempat keramaian, seperti pusat perbelanjaan nantinya juga akan diberikan imbauan mengenai Prokes. Pihaknya berharap, agar dalam situasi seperti saat ini masyarakat bisa tetap di rumah saja, apabila tidak ada hal-hal penting yang harus dilakukan di luar rumah.</p>



<p>“Kita mengimbau saja. SE tidak tapi kita informasikan ke tempat keramaian, pusat perbelanjaan, kita rapat untuk bisa mencegah. Terutama kepada mereka yang memang mempunyai kondisi tidak sehat. Harapan kita di rumah saja supaya tidak terkena pada lingkungan sekitar. Work From Home (WFH) tidak ada,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203537</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nihil Kasus Covid-19, RSSA Malang Imbau Tetap Waspada dan Gunakan Prokes</title>
		<link>https://memontum.com/nihil-kasus-covid-19-rssa-malang-imbau-tetap-waspada-dan-gunakan-prokes</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Dec 2023 12:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[gunakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Prokes]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203508</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Direktur Rumah Sakit Umum dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Dr. dr. Mochammad Bachtiar Budianto, menyampaikan bahwa kasus Covid-19 di Malang Raya perSenin (18/12/2023) hari ini, tidak ada kasus. Meski begitu, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak gelisah, terhadap potensi lonjakan kasus Covid-19 di Malang Raya. “Alhamdulillah, sampai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Direktur Rumah Sakit Umum dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Dr. dr. Mochammad Bachtiar Budianto, menyampaikan bahwa kasus Covid-19 di Malang Raya perSenin (18/12/2023) hari ini, tidak ada kasus. Meski begitu, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak gelisah, terhadap potensi lonjakan kasus Covid-19 di Malang Raya.</p>



<p>“Alhamdulillah, sampai dengan hari ini tidak ada kasus. Yang penting adalah masyarakat tidak takut, tapi waspada. Sesuai dengan pesan dari menteri kesehatan bahwa saat ini masyarakat dianjurkan untuk menggunakan kembali Protokol Kesehatan (Prokes), dengan menggunakan masker di tempat umum,” ujar dr Bachtiar.</p>



<p>Terlebih, juga menjelang libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru), yang diprediksi terjadi peningkatan dan perpindahan manusia. Sehingga, memungkinkan terjadi kerumunan.</p>



<p>“Harapan kami, masyarakat bisa memahami. Sehingga, berupaya menggunakan Prokes di tempat umum dan di RS pun juga pasti. Apalagi, di ruang perawatan semua harus menggunakan APD sesuai protokol. Berharap mudah-mudahan tidak ada penambahan kasus terkonfirmasi dan semoga masyarakat kita tetap sehat dan terjaga,” harapnya.</p>



<p>Di sisi lain, untuk fasilitas layanan di rumah sakit milik Pemprov Jatim, itu juga disiagakan. Mulai dari menyiapkan tim, Sumber Daya Manusia (SDM) hingga sarana prasarana (Sarpras). “Insyaallah kita sudah siap jika ada kasus baru. Tetapi, mudah-mudahan tidak terjadi,” ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Peningkatan kasus Covid-19, ujarnya, diduga karena virus terus bermutasi dan saat ini sedang berkembang varian EG.5. Virus Covid-19 varian EG.5, secara umum memiliki gejala serupa dengan beberapa varian yang lain, yakni demam tinggi, batuk, rhinorrhea, penurunan atau kehilangan bau dan atau pengecap. Tetapi, masih dimungkinkan ditemukan tanpa gejala sama sekali.</p>



<p>Selain itu, juga disebabkan seperti fungsi vaksin yang mulai menurun, mobilisasi masyarakat yang tinggi, kegiatan kumpul bersama, pelonggaran Prokes dan lainnya. &#8220;Untuk itu, masyarakat juga harus menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga prokes dengan cuci tangan, menggunakan masker dan makan dengan gizi seimbang,” katanya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Instalasi Pelayanan Infeksi Terpadu RSSA, Dr. dr. Susanthy Djajalaksana Sp.P (K), mengatakan bahwa layanan pasien Covid-19 nantinya akan tersendiri, atau terisolir dengan pasien non Covid-19. Hal ini baik pasien suspek maupun terkonfirmasi positif akan ditindaklanjuti sesuai standar prosedur yang berlaku.</p>



<p>&#8220;Untuk tenaga medis dan sarana prasarana juga telah disiapkan sedemikian rupa termasuk skenario ketika ada lonjakan kasus,&#8221; katanya.</p>



<p>Sebagai informasi, RSSA memiliki gedung Instalasi Pelayanan Infeksi Terpadu untuk melayani pasien kasus Covid-19. Fasilitas yang ada yakni aliran oksigen sentral, ruang foto thorax, ruang CT scan, USG, tempat swab dan lainnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203508</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tren Covid-19 Melonjak, Kadinkes Kota Malang Imbau Kewaspadaan</title>
		<link>https://memontum.com/tren-covid-19-melonjak-kadinkes-kota-malang-imbau-kewaspadaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Dec 2023 06:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Kadinkes]]></category>
		<category><![CDATA[kewaspadaan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melonjak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203415</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tren kasus Covid-19 di Indonesia, baru-baru ini kembali mengalami lonjakan. Namun, fakta di Kota Malang sampai dengan saat ini masih belum ada laporan mengenai kasus Covid-19 tersebut. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif, mengimbau masyarakat Kota Malang untuk tetap waspada. Apalagi, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Tren kasus Covid-19 di Indonesia, baru-baru ini kembali mengalami lonjakan. Namun, fakta di Kota Malang sampai dengan saat ini masih belum ada laporan mengenai kasus Covid-19 tersebut.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif, mengimbau masyarakat Kota Malang untuk tetap waspada. Apalagi, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI juga sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) mengenai kewaspadaan peningkatan kasus Covid-19.</p>



<p>“Surat Edaran itu sudah ada, dari Kemenkes sudah keluar. Ada beberapa hal yang menjadi kewaspadaan,” jelas dr Husnul saat dikonfirmasi, Sabtu (16/12/2023) tadi.</p>



<p>Disebutkan Husnul, jika di dalam SE tersebut pertama berisikan mengenai tenaga kesehatan yang bekerja di pintu masuk bandara, pelabuhan dan lainnya agar mendapatkan perlindungan yang optimal dengan melengkapi dosis vaksinasi Covid-19 baik primer maupun lanjutan (booster) sesuai ketentuan. &#8220;Jadi kalau melihat informasi dari Dirjen, gejala-gejala Covid-19 ini trennya meningkat akibat adanya perjalanan dari luar negeri. Jadi memang ada beberapa negara yang diindikasikan ada penyebaran itu. Nah, itu ditindaklanjuti dengan pengetatan di pintu masuk bandara, pelabuhan dan lainnya,” ucapnya.</p>



<p>Kemudian, juga memantau tren peningkatan kasus Influenza Like Illness (ILI) – Severe Acute Respiratory Infection (SARI), pneumonia dan suspek Covid-19 melalui Surveilans Berbasis Indikator/Indicator Based Surveillance (IBS) dan Surveilans Berbasis Kejadian/Event Based Surveillance (EBS) di aplikasi SKDR atau surveilans sentinel ILI-SARI.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Prinsipnya kalau kita di wilayah, mengaktifkan surveilans. Artinya kasus-kasus yang mengarah kepada gejala Covid-19, itu mungkin di infeksi saluran pernafasan akut, kemudian di influenza light illness. Jadi, dilihat apakah ada peningkatan di wilayah, itu harus melakukan surveilans,” tuturnya.</p>



<p>Lalu, menyiapkan vaksinasi Covid-19 bagi yang belum melengkapi. Terutama juga untuk kelompok rentan. Selain itu, juga telah disiapkan fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes).</p>



<p>“Di rumah sakit, itu sudah tidak ada perawatan khusus untuk Covid-19 tapi masih ada ruangan khusus untuk infeksi kalau memang nanti ada kasus, itu dimasukkan ke sana. Beberapa Rumah Sakit kemarin sudah menyiapkan,” ujarnya.</p>



<p>Namun, yang terpenting menurutnya yaitu masyarakat diimbau untuk menggunakan alat pelindung, seperti pemakaian masker. Terlebih, digunakan saat beraktivitas di tempat-tempat umum atau saat berkegiatan di luar rumah.</p>



<p>“Kami sampaikan kepada masyarakat untuk bisa mencegah agar tidak kembali lagi ada gejala Covid-19,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, capaian vaksinasi dosis satu dan dua di Kota Malang, sudah lebih dari 100 persen. Untuk vaksinasi booster tahap satu sudah diangka 90 persen dan booster tahap dua masih di angka 80 persen. Ke depan vaksinasi booster tersebut juga akan ditingkatkan dan dilengkapi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203415</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Suplay Darah di Kabupaten Probolinggo Lancar Dibanding Saat Pandemi Covid-19</title>
		<link>https://memontum.com/suplay-darah-di-kabupaten-probolinggo-lancar-dibanding-saat-pandemi-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jul 2023 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[darah]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[dibanding]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[lancar]]></category>
		<category><![CDATA[Pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[saat]]></category>
		<category><![CDATA[suplay]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193934</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Suplay darah di Kabupaten Probolinggo, saat ini lebih mudah jika dibandingkan pada saat pandemi Covid-19. Hal itu dikarenakan, saat ini pelaksanaan donor darah bisa menjangkau di beberapa lokasi. Hal itu, seperti yang dijelaskan Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Probolinggo, Adi Nugroho, Sabtu (22/07/2023) tadi. Bahwa, kegiatan donor darah yang dilaksanakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Suplay darah di Kabupaten Probolinggo, saat ini lebih mudah jika dibandingkan pada saat pandemi Covid-19. Hal itu dikarenakan, saat ini pelaksanaan donor darah bisa menjangkau di beberapa lokasi. Hal itu, seperti yang dijelaskan Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Probolinggo, Adi Nugroho, Sabtu (22/07/2023) tadi.</p>



<p>Bahwa, kegiatan donor darah yang dilaksanakan bisa dilakukan di balai desa, perumahan dan bahkan rumah salah satu pendonor rutin. Kemudian, juga di sekolah, instansi dan perusahaan swasta lainnya. Kegiatan tersebut, juga dilakukan secara rutin dan terjadwal. Dengan upaya ini, pemenuhan persediaan darah dapat dilakukan secara konsisten.</p>



<p>&#8220;Jika cara tersebut tidak membuahkan hasil, maka akan dilakukan dropping dari UDD PMI terdekat yang memiliki stok banyak,&#8221; katanya Sabtu (22/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Saat ini, imbuhnya, stok kantong darah di Kabupaten Probolinggo masih tersedia sebanyak 167 kantong. Itu, terdiri dari golongan darah A sebanyak 35 kantong, golongan darah B sebanyak 20 kantong, golongan darah O sebanyak 89 kantong, dan golongan darah AB sebanyak 23 kantong.</p>



<p>Jumlah tersebut, imbuhnya, diperkirakan aman untuk stok dalam sepekan terakhir. Walaupun dalam kondisi aman, permintaan kantong darah dari masyarakat bisa saja melonjak suatu saat. Sehingga, pihaknya harus terus mengantisipasi hal tersebut jika terjadi sesuatu.</p>



<p>&#8220;Tapi masih perlu ada pemenuhan stok, khawatir tiba-tiba permintaan meningkat,&#8221; katanya.&nbsp;<strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193934</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Juli hingga November Ini Dinkes Kota Batu Jadwalkan Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas</title>
		<link>https://memontum.com/juli-hingga-november-ini-dinkes-kota-batu-jadwalkan-vaksinasi-covid-19-di-puskesmas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jul 2023 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[jadwalkan]]></category>
		<category><![CDATA[juli]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[november]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192950</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu menjadwalkan vaksinasi Covid-19. Rencananya, pelaksanaan itu tidak hanya akan berlangsung di Juli ini. Namun, akan berlangsung hingga November 2023 mendatang. Koordinator Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu, dr Susana Indahwati, mengatakan bahwa meskipun saat ini memasuki era endemi setelah pandemi Covid-19, tetapi sesuai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu menjadwalkan vaksinasi Covid-19. Rencananya, pelaksanaan itu tidak hanya akan berlangsung di Juli ini. Namun, akan berlangsung hingga November 2023 mendatang.</p>



<p>Koordinator Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu, dr Susana Indahwati, mengatakan bahwa meskipun saat ini memasuki era endemi setelah pandemi Covid-19, tetapi sesuai instruksi Presiden RI, masyarakat harus tetap berhati-hati terhadap menyebarnya virus Covid-19.</p>



<p>Oleh karenanya, bagi masyarakat yang ingin melengkapi vaksinasi Covid-19, bisa melakukan di puskesmas terdekat. &#8220;Dinkes Kota Batu menjadwalkan vaksinasi Covid-19 mulai Juli ini, di puskesmas yang ditunjuk,&#8221; terangnya, saat dihubungi lewat ponsel, Selasa (11/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Untuk vaksinasi Juli 2023 ini, menurutnya, dijadwalkan di Puskesmas Sisir. Lalu untuk Agustus, bisa vaksin di Puskesmas Batu. September vaksinasi disediakan di Puskesmas Bumiaji. Sementara untuk Oktober di Puskesmas Beji dan November bisa mendapatkan vaksin di Puskesmas Junrejo.</p>



<p>&#8220;Untuk Juli ini, kesediaan vaksin dalam satu ampul diperuntukkan bagi 10 orang. Tetapi, memang untuk minat vaksinasi masyarakat masih kurang,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sedangkan, tambah Susan, vaksin saat ini yang tersedia adalah Indova. Dimana, layanan vaksin ini bisa digunakan untuk dosis berapapun.</p>



<p>&#8220;Meskipun saat ini dikatakan era endemi, tetapi untuk virus bukan berarti hilang. Artinya, masih ada. Oleh sebab itu, agar masyarakat tetap memanfaatkan kesempatan ini,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192950</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Umumkan Status Covid-19, Wali Kota Probolinggo Minta Tetap Terapkan Pola Hidup Sehat</title>
		<link>https://memontum.com/umumkan-status-covid-19-wali-kota-probolinggo-minta-tetap-terapkan-pola-hidup-sehat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jun 2023 04:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[minta]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[pola]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>
		<category><![CDATA[status]]></category>
		<category><![CDATA[terapkan]]></category>
		<category><![CDATA[tetap]]></category>
		<category><![CDATA[umumkan]]></category>
		<category><![CDATA[wali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192039</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Problinggo &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo telah mencabut status pandemi Covid-19. Disampaikan Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, bahwa pihaknya sudah memutuskan pancabutan status tersebut dengan pertimbangan pandemi Covid-19 di kancah nasional juga telah mendekati nihil. “Di samping itu, sesuai dengan hasil survey, 99 persen masyarakat Indonesia telah memiliki antibodi Covid-19. Hal ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Problinggo</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo telah mencabut status pandemi Covid-19. Disampaikan Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, bahwa pihaknya sudah memutuskan pancabutan status tersebut dengan pertimbangan pandemi Covid-19 di kancah nasional juga telah mendekati nihil.</p>



<p>“Di samping itu, sesuai dengan hasil survey, 99 persen masyarakat Indonesia telah memiliki antibodi Covid-19. Hal ini, tentunya patut disyukuri bersama setelah tiga tahun lebih kita berjuang bersama menghadapi pandemi Covid-19. Sejak Maret 2020 silam, yang mengharuskan kita disiplin mematuhi protokol kesehatan dan membatasi ruang interaksi dan mobilitas,” jelasnya Rabu (28/06/2023) tadi.</p>



<p>Lebih lanjut Wali Kota Habib Hadi mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang ikut menyukseskan dalam penanganan penekanan pencegahan virus Covid-19 di Kota Probolinggo. “Patut kita syukuri, bahwa situasi dan kondisi Kota Probolinggo terpantau aman dan kondusif. Hal ini tidak lepas dari sinergitas dan kolaborasi yang baik semua elemen komponen masyarakat, pemerintah, Forkopimda, aparat keamanan TNI dan Polri,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Dalam kesempatan itu, Wali Kota Probolinggo juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tetap menjaga pola hidup sehat setiap harinya. Sehingga, mata rantai pencegahan virus Covid-19, bisa benar-benar terputus.</p>



<p>&#8220;Karena virus Covid-19 masih akan tetap ada seperti halnya penyakit menular lainnya, yang sudah lebih dulu ada di Indonesia,&#8221; urainya.</p>



<p>Dirinya juga berharap, dengan pencabutan status Covid-19, ini dapat mendorong perekonomian masyarakat lebih baik di segala sektor. Terutama dengan mobilitas masyarakat yang sudah tidak terbatas seperti di masa pandemi.</p>



<p>&#8220;Sehingga akan mengalami pertumbuhan yang akan berdampak pada meningkatnya daya beli masyarakat,&#8221; harapnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192039</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satgas Covid-19 Relaksasi Kebijakan Perjalanan, Kegiatan Berskala Besar dan Prokes Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/satgas-covid-19-relaksasi-kebijakan-perjalanan-kegiatan-berskala-besar-dan-prokes-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jun 2023 13:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Prokes]]></category>
		<category><![CDATA[Satgas]]></category>
		<category><![CDATA[satgas covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190592</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Kondisi penanganan Covod-19 di dunia dan Indonesia sudah semakin terkendali. Data terakhir menunjukan perkembangan kasus harian di dunia sejak awal 2023 hingga 8 Juni 2023, mengalami penurunan. Kasus positif turun 97 persen, kasus kematian turun 95 persen dan kasus aktif turun 4 persen. Kemudian, untuk rata-rata persentase kasus kesembuhan di Dunia selama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Kondisi penanganan Covod-19 di dunia dan Indonesia sudah semakin terkendali. Data terakhir menunjukan perkembangan kasus harian di dunia sejak awal 2023 hingga 8 Juni 2023, mengalami penurunan. Kasus positif turun 97 persen, kasus kematian turun 95 persen dan kasus aktif turun 4 persen. Kemudian, untuk rata-rata persentase kasus kesembuhan di Dunia selama tahun 2023 sebesar 96 persen.</p>



<p>Secara nasional, perkembangan indikator pandemi yakni kasus positif mengalami penurunan sejak awal 2023 hingga saat ini. Per 1 Januari sampai dengan 8 Juni 2023, kasus positif turun 31 persen menjadi 254 kasus dari 366 kasus. Kemudian, rata-rata persentase kasus kesembuhan di Indonesia saat ini sebesar 97,47 persen sama dengan pada awal 2023, dan kasus kematian mengalami penurunan 43 persen.</p>



<p>Selanjutnya, cakupan vaksinasi dosis lengkap saat ini sebesar 74,53 persen booster dosis pertama 37,93 persen dan booster dosis kedua 1,73 persen. Capaian vaksinasi ini, juga diikuti dengan hasil survei imunitas (serosurvey) yang menunjukkan cakupan dan kekebalan imunitas penduduk Indonesia tinggi, berada pada angka 99 persen per Januari 2023.</p>



<p>Juru Bicara Penanganan Covod-19, Prof Wiku Adisasmito, menyampaikan bahwa kondisi tersebut merupakan tanda positif. Ditambah, Badan Kesehatan Dunia telah mencabut Public Health Emergency of International Concern (PHEIC), sehingga ini merupakan momentum yang tepat melakukan penyesuaian kebijakan protokol kesehatan untuk pelaku perjalanan dalam dan luar negeri, kegiatan skala besar, maupun kebijakan di fasilitas publik dalam upaya memaksimalkan peningkatan ekonomi di Indonesia.</p>



<p>&#8220;Demi memaksimalkan perekoniman Indonesia dan proses transisi endemi, Satgas Covid-19 telah melakukan relaksasi kebijakan dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) No 1 Tahun 2023 tentang Protokol kesehatan Pada Masa Transisi Endemi Untuk Mencegah Penularan Covid-19,&#8221; ujar Wiku, Jumat (09/06/2023) tadi.</p>



<p>Wiku Adisasmito menambahkan, bahwa SE terbaru tersebut sekaligus mencabut SE No 24/2022 tentang Pelaku Perjalanan Dalam Negeri, SE No. 25/2022 tentang Pelaku Perjalanan Luar Negeri, SE No.20/2022 tentang Kegiatan Skala Besar, dan SE No. 19/2021 tentang Satgas di Fasilitas Publik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebagai Informasi, surat edaran terbaru secara umum mengatur terkait protokol kesehatan kepada seluruh masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dalam dan luar negeri, pelaku kegiatan berskala besar, dan kegiatan di fasilitas publik untuk melakukan perlindungan atau tanggung jawab secara pribadi untuk mencegah penularan Covid-19 dengan anjuran, yakni:</p>



<p>Pertama, tetap melakukan vaksinasi Covid-19 sampai dengan booster kedua terutama bagi masyarakat rentan seperti Lansia dan komorbid. Kedua, diperbolehkan tidak menggunakan masker bagi masyarakat dalam keadaan sehat dan tidak beresiko penularan Covid-19 serta dianjurkan tetap menggunakan masker dengan baik apabila dalam keadaan tidak sehat atau beresiko penularan Covid-19.</p>



<p>Ketiga, dianjurkan tetap membawa hand sanitizer atau menggunakan sabun dan air mengalir untuk mencuci tangan untuk terhindar dari virus. Keempat, dianjurkan untuk menjaga jarak bagi orang dalam keadaan tidak sehat dan beresiko tertular atau menularkan Covid-19. Terakhir, dianjurkan tetap menggunakan aplikasi SATUSEHAT untuk terus memonitor kesehatan pribadi.</p>



<p>Selanjutnya, kepada seluruh pengelola dan operator fasilitas transportasi, fasilitas publik, dan kegiatan skala besar bersama dengan pemerintah daerah dianjurkan untuk tetap melakukan perlindungan kepada masyarakat melalui upaya preventif dan promotif serta tetap melakukan pengawasan, pembinaan, penertiban, dan penindakan terhadap pelaksaanaan protokol kesehatan, hal ini bertujuan untuk mengendalikan penularan Covid-19.</p>



<p>Terakhir, Juru Bicara Penanganan Covid-19 tersebut mengatakan meskipun kondisi pandemi masih belum dicabut oleh WHO, masyarakat Indonesia harus bersiap dengan transisi endemi dengan protokol kesehatan yang baru dengan menekankan tanggung jawab pribadi dan kolektif untuk mencegah penularan Covid-19.</p>



<p>“Banyak negara yang sudah dapat mengendalian Covid-19 sehingga kasusnya melandai, maka WHO dapat mempertimbangkan untuk menentukan pengakhiran pandemi serta saat ini tanggung jawab masyarakat pada transisi endemi sangat penting untuk saling melindungi dan saling menjaga untuk tidak tertular Covid-19,&#8221; imbuh Wiku. <strong>(kom/stg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190592</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
