<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>cuan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/cuan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Jul 2023 07:49:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>cuan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gelar Diskusi di Alun-alun Tulungagung, Kemenkominfo Bahas Peluang Profesi Cuan di Ruang Digital</title>
		<link>https://memontum.com/gelar-diskusi-di-alun-alun-tulungagung-kemenkominfo-bahas-peluang-profesi-cuan-di-ruang-digital</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Jul 2023 04:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[bahas]]></category>
		<category><![CDATA[cuan]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[peluang]]></category>
		<category><![CDATA[profesi]]></category>
		<category><![CDATA[ruang]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193335</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Tulungagung &#8211; Internet dan media sosial (Medsos) kini bukan lagi tempat untuk mencari hiburan, menambah teman, belajar dan beropini. Namun, banyak orang yang kini menjadikan kemajuan teknologi digital untuk menopang pekerjaan dan media berkarya yang produktif. Media sosial yang sudah menjadi bagian hidup saat ini, pun mampu memberikan peluang pekerjaan yang berpotensi menghasilkan cuan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Tulungagung</strong> &#8211; Internet dan media sosial (Medsos) kini bukan lagi tempat untuk mencari hiburan, menambah teman, belajar dan beropini. Namun, banyak orang yang kini menjadikan kemajuan teknologi digital untuk menopang pekerjaan dan media berkarya yang produktif. Media sosial yang sudah menjadi bagian hidup saat ini, pun mampu memberikan peluang pekerjaan yang berpotensi menghasilkan cuan.</p>



<p>Untuk membuka cakrawala pemahaman peluang profesi cuan di ruang digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Relawan Anti Narkoba akan menggelar diskusi literasi digital di Alun-alun Tulungagung, Minggu (16/07/2023) besok pagi sekitar pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Diskusi luring (offline) bertajuk &#8216;Peluang Profesi Cuan di Ruang Digital&#8217;, itu akan menghadirkan tiga nara sumber. Yaitu, Wakil Ketua Relawan TIK Tulungagung, Mochamad Ismanu Roziqi, pelatih Pusdikatcab Tulungagung, Mohamad Subaweh, Kaprodi Ekonomi Syariah STAI Muhammadiyah Tulungagung, Mei Santi dan Mohammad Noviyanto, selaku moderator.</p>



<p>&#8220;Diskusi literasi digital masuk desa ini digelar gratis. Bisa diikuti dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/DaftarTulungagung1607. Peserta akan mendapat e-sertifikat, juga hadiah e-money senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Sabtu (15/02023) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, peluang profesi yang bisa mendatangkan cuan di era digital, sangat luas dan ada di berbagai sektor. Salah satunya, sektor pertanian dan perkebunan yang banyak dijumpai di daerah. Dengan memanfaatkan teknologi digital, profesi cuan dapat diraih dengan menjadi petani digital.</p>



<p>”Kemenkominfo kini sudah memiliki aplikasi pertanian yang disebut Go Online. Dengan aplikasi tersebut, petani bisa belajar pola tanam (musim), memasarkan produk hasil panen secara langsung, informasi cuaca, bahkan penyuluh berbasis online,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam diskusi yang digelar &#8216;chip in di acara Campaign Run 2023 itu, Kemenkominfo mengatakan, kemajuan teknologi digital dan media sosial juga memunculkan profesi baru, seperti influencer dan kreator konten. &#8220;Selain itu, kini juga bermunculan bisnis online dan konsultan media sosial yang bertugas mengelola akun-akun bisnis atau orang lain dengan konten dan desain. Semua profesi itu mendatangkan cuan,&#8221; tegas Kemenkominfo.</p>



<p>Kemenkominfo menambahkan, kebebasan dalam mengakses media digital hendaknya mampu dimanfaatkan secara positif oleh masyarakat luas. ”Manfaatkan marketplace, media sosial (Instagram, Facebook, Tiktok dan lainnya) sebagai media promosi yang menghasilkan,” papar Kemenkominfo.</p>



<p>Diskusi literasi digital pada lingkup komunitas, untuk diketahui, merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.</p>



<p>Tahun ini, program IMCD menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya mereka yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif dan aman.</p>



<p>Program #literasidigitalkominfo tahun ini dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193335</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kerajinan Kayu Mahoni dan Sonokeling Kota Batu Tembus Pasar Nusantara, Limbahnya pun Jadi Cuan</title>
		<link>https://memontum.com/kerajinan-kayu-mahoni-dan-sonokeling-kota-batu-tembus-pasar-nusantara-limbahnya-pun-jadi-cuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jun 2023 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[cuan]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[kayu]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajinan]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[limbahnya]]></category>
		<category><![CDATA[mahoni]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[pun]]></category>
		<category><![CDATA[sonokeling]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191239</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Di tangan orang yang tepat, barang apapun akan mampu menjadi berkah. Gambaran itulah, yang menjadikan kerajinan berbahan baku kayu jenis Mahoni dan Sonokeling di Kota Batu, mampu diolah menjadi barang bermanfaat seperti alat dapur hingga alat pijat. Ya, tepat di Dusun Rejoso, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, bisa didapati kerajinan yang ternyata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum </a>Kota Batu </strong>&#8211; Di tangan orang yang tepat, barang apapun akan mampu menjadi berkah. Gambaran itulah, yang menjadikan kerajinan berbahan baku kayu jenis Mahoni dan Sonokeling di <a href="https://kotabatu.memontum.com">Kota Batu</a>, mampu diolah menjadi barang bermanfaat seperti alat dapur hingga alat pijat.</p>



<p>Ya, tepat di Dusun Rejoso, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, bisa didapati kerajinan yang ternyata mampu menghasilkan pundi yang hingga Rp 100 juta lebih pertahunnya. Bahkan, hingga limbah dari bahan baku itu, pun masih mampu dikembangkan hingga dijual lagi.</p>



<p>Pengrajin Mahoni dan Sonokeling, Agus Tritanto (52), mengatakan bahwa untuk saat ini barang-barang tersebut yang mendominasi pemesanan atau minat, adalah permintaan untuk alat dapur seperti cobek. Dan, yang paling banyak diminati, mulai cobek diameter 8 sampai 25 centimeter ,yang jumlah pesanannya 2 ribu biji perbulannya.</p>



<p>Sementara, untuk item lain seperti alat pengaduk di wajan (Sutil), entong (sendok nasi, red), rol kue, alat pijat, garukan dan lainnya pesanan di bawah 1 ribu biji. Sedangkan, untuk pemasarannya sendiri dilakukan secara langsung dengan didatangi oleh pembeli dan tidak pernah dijual lewat online.</p>



<p>&#8220;Permintaan cobek kayu, setiap bulan permintaannya dikirim ke Surabaya sebanyak 2 ribu biji. Lalu, ke Banjarmasin dan Nusa Tenggara Timur. Selebihnya, baru melayani pasar lokal di Kota Batu. Diantaranya, seperti Jatim Park, Selecta, Songgoriti, Coban Rondo juga Sengkaling,&#8221; terangnya saat ditemui di Dusun Rejoso, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Minggu (18/06/2023) tadi.</p>



<p>Kalau dihitung nilai rupiah, ungkapnya, untuk pemesanan ke Banjarmasin, dimana orderan campur setiap bulan seperti cobek, sutil, sendok nasi, alat garuk, alat pijat bila diuangkan bisa sebesar Rp 40 juta. Sedangkan, di Nusa Tenggara Timur sekali order Rp 30 juta. Dengan catatan, bila barang habis dan belum lagi dari pesanan lokal.</p>



<p>&#8220;Ya, penghasilan kalau dihitung perbulan tidak tentu. Tetapi, kalau pertahun ya rata-rata Rp 100 juta lebih,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk harga yang dibandrol, imbuh Agus, sebenarnya tidak terlalu mahal. Misalnya, dalam harga jumlah besar (Kulakan) cobek diameter 15 centimeter harganya Rp 6 ribu, lalu diameter 17 centimeter harganya Rp 7 ribu kemudian diameter 20 centimeter harganya Rp 8 ribu.</p>



<p>Untuk alat ulegnya dari bahan kayu Mahoni, dibandrol harga Rp 2 ribu. Kalau, dari bahan kayu pohon kelapa, dihargai Rp 3 ribu. Sutil dan sendok nasi dibandrol harga Rp 2.400 dan lainnya juga dibandrol dengan harga yang terjangkau.</p>



<p>&#8220;Jadi, selama dua tahun saya geluti kerajinan kayu, ini untuk keuntungan tidak terlalu banyak. Yang penting, orderan jalan terus,&#8221; tuturnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Bahan kayu baik Mahoni maupun Sonokeling yang dibutuhkan, imbuhnya, secara teknis untuk sendok nasi dan sutil dibutuhkan ketebalan kayu 1,2 centimeter. Lalu, cobek kayu dibutuhkan ketebalan 3 centimeter serta telenan 1,6 centimeter.</p>



<p>&#8220;Untuk limbah memang juga banyak yang butuh. Kayu potongan biasanya diambil pengrajin tahu satu pikap Rp 300 ribu. Terus, serbuk kayunya satu sak Rp 5 ribu. Alhamdulillah, kami disini berpenghasilan dalam setahun Rp 100 juta lebih dan ini merata di kampung pengrajin ini,&#8221; paparnya.</p>



<p>Perlu diketahui, beberapa item alat dapur berbahan kayu yang diproduksi di Dusun Rejoso, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, diantaranya cobek dan ulegnya, lumpang dan penumbuknya, sendok nasi, sutel, gelas kayu, tempat telor, telenan, kemudian alat pijat serta alat garuk juga alat kerajinan lain.<strong> (put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191239</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
