<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>curhatan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/curhatan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Apr 2026 12:13:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>curhatan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bunga Desaku, Bupati Jember Terima Curhatan Ketua RW di Mumbulsari Mengenai Bandara</title>
		<link>https://memontum.com/bunga-desaku-bupati-jember-terima-curhatan-ketua-rw-di-mumbulsari-mengenai-bandara</link>
					<comments>https://memontum.com/bunga-desaku-bupati-jember-terima-curhatan-ketua-rw-di-mumbulsari-mengenai-bandara#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bandara]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[curhatan]]></category>
		<category><![CDATA[desaku]]></category>
		<category><![CDATA[mengenai]]></category>
		<category><![CDATA[Mumbulsari]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231516</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desaku) Pemkab Jember di Halaman Kantor Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, dipadati ratusan warga, Senin (06/04/2026) tadi. Program ini, menjadi andalan Bupati Jember, Muhammad Fawait, untuk memangkas jarak antara birokrasi pemerintahan dengan denyut nadi kehidupan masyarakat di tingkat akar rumput. Acara yang dikemas secara santai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desaku) Pemkab Jember di Halaman Kantor Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, dipadati ratusan warga, Senin (06/04/2026) tadi. Program ini, menjadi andalan Bupati Jember, Muhammad Fawait, untuk memangkas jarak antara birokrasi pemerintahan dengan denyut nadi kehidupan masyarakat di tingkat akar rumput.</p>



<p>Acara yang dikemas secara santai dan khidmat ini, menjadi panggung terbuka bagi rakyat untuk menyampaikan unek-unek mereka. Salah satu momen yang paling mencuri perhatian, adalah saat Ketua RW 01 Dusun Krajan, Amiruddin, maju ke depan.</p>



<p>Dengan gaya bicara yang lugas namun tetap santun, Amiruddin membawa oleh-oleh berupa sederet aspirasi warga yang telah dirangkum dengan rapi. Dirinya mengawali pembicaraannya, dengan memberikan apresiasi tinggi terhadap visi pembangunan yang diusung oleh pemerintahan Gus Fawait yang dinilai sangat pro rakyat.</p>



<p>Tidak sekadar pujian yang dibawa Amiruddin, dirinya juga memberikan catatan kritis yang sangat tajam mengenai optimalisasi aset daerah, terutama keberadaan Bandara Notohadinegoro di Jember. Menurut pandangan Amiruddin dan warga Dusun Krajan, kemajuan ekonomi Jember tidak bisa dilepaskan dari peran bandara.</p>



<p>Namun, dirinya menyayangkan sarana penunjang menuju gerbang udara tersebut yang masih jauh dari kata mumpuni. Dirinyapun mencontohkan, kondisi jembatan yang menjadi akses utama menuju pintu masuk bandara.</p>



<p>Kondisinya dinilai perlu perhatian khusus, agar mobilitas tidak terhambat. Tidak hanya itu, Amiruddin juga menyoroti minimnya aktivitas pertokoan atau pusat ekonomi di sekitar bandara yang membuat kawasan tersebut terasa sepi dan kurang bergairah.</p>



<p>&#8220;Bandara adalah tolok ukur kemajuan ekonomi kita, tapi kalau sarana penunjangnya kurang, ekonomi warga sekitar sulit ikut terangkat,&#8221; ujar Amiruddin, yang kemudian diamini warga.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pembicaraan kemudian beralih ke isu yang lebih teknis namun krusial, yakni legalitas tanah. Amiruddin mengungkapkan, bahwa Program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL) dan Prona seringkali menghadapi kendala di lapangan karena target bidang tanah yang ditetapkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) dirasa terlalu kaku.</p>



<p>Amiruddin mengusulkan, agar pemerintah daerah bisa menjembatani komunikasi dengan BPN untuk mengevaluasi atau bahkan menghapus target yang kaku tersebut. Sehingga, proses sertifikasi tanah bisa lebih fleksibel mengikuti kondisi riil di setiap desa.</p>



<p>Hal yang tidak kalah menarik, adalah usulan Amiruddin mengenai penampilan pengurus lingkungan. Dirinya mengusulkan, adanya pengadaan seragam dan sepatu baru untuk seluruh pengurus RT dan RW di wilayahnya. Baginya, penampilan yang rapi adalah bentuk profesionalitas dalam melayani warga.</p>



<p>Selain itu, dirinya juga menanyakan nasib program bantuan UMKM bertajuk Gerobak Cinta untuk tahun 2026. Amiruddin berharap, kuota bantuan ini ditambah karena masih banyak warganya di RW 01 yang sangat membutuhkan sarana usaha tersebut namun belum kebagian pada periode sebelumnya.</p>



<p>Mendengar semua aspirasi itu, Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, memberikan respons yang sangat hangat dan antusias. Dirinya tidak merasa terganggu dengan catatan kritis tersebut, melainkan menjadikannya sebagai masukan berharga. Diskusi berlangsung sangat dinamis.</p>



<p>Menariknya, Gus Fawait justru menambahkan ide cerdik untuk melengkapi seragam RT/RW dengan kopiah resmi agar para ketua RW tampak lebih berwibawa di mata masyarakat. Bupati juga memberikan hadiah coklat kepada Amiruddin sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan ketajaman usulannya.</p>



<p>&#8220;Suara dari tingkat RW adalah fondasi utama dalam merumuskan kebijakan Jember di masa depan,&#8221; tegas Gus Fawait. <strong>(rio/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/bunga-desaku-bupati-jember-terima-curhatan-ketua-rw-di-mumbulsari-mengenai-bandara/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231516</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bunga Desaku di Kencong, Bupati Fawait Terima Curhatan Kesadaran Sampah Serum Bisa Ular</title>
		<link>https://memontum.com/bunga-desaku-di-kencong-bupati-fawait-terima-curhatan-kesadaran-sampah-serum-bisa-ular</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[curhatan]]></category>
		<category><![CDATA[desaku]]></category>
		<category><![CDATA[fawait]]></category>
		<category><![CDATA[Kencong]]></category>
		<category><![CDATA[kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228002</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawaid, menampung aspirasi curhatan seluruh Ketua RT dan RW se-Kecamatan Kencong, Jumat (21/11/2025) tadi. Curhatan itu, mulai dari persoalan sampah hingga ketersedian serum bisa ular. Forum yang dilakoni, adalah rangkaian kegiatan Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku), di hari pertama di Kecamatan Kencong. Kegiatan yang selalu ada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawaid, menampung aspirasi curhatan seluruh Ketua RT dan RW se-Kecamatan Kencong, Jumat (21/11/2025) tadi. Curhatan itu, mulai dari persoalan sampah hingga ketersedian serum bisa ular.</p>



<p>Forum yang dilakoni, adalah rangkaian kegiatan Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku), di hari pertama di Kecamatan Kencong. Kegiatan yang selalu ada disetiap program Bunga Desaku tersebut, digelar di Aula Dira Kencong.</p>



<p>Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, dalam momen itu juga berjumpa dengan BPD kepala desa dan para perangkat desa. Saat ditanya terkait dengan keluhan di wilayah, tidak sedikit yang mulai menyuarakan aspirasinya.</p>



<p>Seperti yang disampaikan Suradi Hasan, Ketua RW 009, Dusun Krajan II, Kencong. Dirinya mengungkapkan, bahwa selama ini banyak warga setempat yang bermukim di bantaran.</p>



<p>&#8220;Ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan. Mudah-mudahan nanti juga cepat penanganannya. Terus terang saja, bahwa mayoritas warga Kencong hidup di bantaran sungai,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sayangnya, ujarnya, warga kemudian justru menjadi pembuat polusi sampah. Warga dengan gampangnya, membuang sampahnya di sungai.</p>



<p>&#8220;Yang terjadi Gus, sungai justru dibuat sasaran untuk membuang sampah sembarangan. Ini yang menyakitkan, sehingga kalau ini tidak ada upaya untuk mencegah, saya yakin laut kita ini akan menjadi gudang sampah. Mohon ini darurat Gus,&#8221; tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya persoalan sampah, bupati juga menerima permintaan Ketua RT 004 Dusun Krajan, Kencong. Pria yang berprofesi sebagai pedagang bunga itu, menyampaikan keluhan terkait dengan kurangnya serum anti bisa ular di Puskesmas.</p>



<p>&#8220;Seperti temen saya (dipatok ular berbisa), saat dibawa ke rumah sakit atau Puskesmas, tidak ada obatnya. Untuk itu saya mohon agar disediakan obat anti bisanya di rumah sakit atau Puskesmas,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Menanggapi curhatan tersebut, Gus Fawait langsung merespons. Mantan anggota DPRD Jawa Timur selama tiga periode, itu mengatakan saat ini masih banyak warga yang belum sadar dampak membuang sampah di sungai. &#8220;Memang masih banyak yang berpikir, bahwa sungai itu tempat pembuangan sampah. Oleh karena itu, perlu kita atasi bersama,&#8221; urainya.</p>



<p>Bupati berharap, ada upaya dari jajaran pemerintahan desa dan kecamatan setempat. &#8220;Saya tunggu justru kepala desa nanti punya program itu. Nanti OPD kami siap untuk bersinergi. Karena kalau cuman kabupaten, bisa kewalahan,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Lebih dari itu, Gus Fawait berharap, mudah-mudahan Kencong termasuk dalam program Gus Darling tahun ini. Apa itu? Yakni, gerakan untuk Semua Sadar Lingkungan. &#8220;Kami ingin seperti zaman dulu. Zaman dulu itu, warga itu tanam pohon mangga, pohon buah di setiap depan rumahnya atau belakang rumahnya. Nah, ini ingin saya kembalikan lagi. Untuk apa? Supaya hijau, oksigen kita lebih bagus dan anak-anak kita tidak kekurangan buah,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Sedangkan terkait serum bisa ular, Gus Fawait akan memerintahkan Dinas Kesehatan setempat agar menyediakan serum anti bisa ular. &#8220;Dalam satu bulan, melalui Dinas Kesehatan, kami akan mengupayakan itu. Jika dalam satu bulan masih belum ada, saya mengimbau agar warga segera melapor ke Wadul Gus&#8217;e. Ingatkan saya melalui saluran Wadul Gus&#8217;e ya,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228002</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
