<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>cyberbullying &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/cyberbullying/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Oct 2024 06:51:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>cyberbullying &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kemenkominfo Webinar Bersosmed Tanpa Cyberbullying di Banyuwangi bersama Selebgram Dewi Hajar</title>
		<link>https://memontum.com/kemenkominfo-webinar-bersosmed-tanpa-cyberbullying-di-banyuwangi-bersama-selebgram-dewi-hajar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Oct 2024 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bersosmed]]></category>
		<category><![CDATA[cyberbullying]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[selebgram]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215096</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; YouTuber sekaligus selebgram asal kota santri Jombang, Dewi Hajar, bakal hadir menghibur peserta diskusi literasi digital di MTs Al-Amiriyyah PP Darussalam Blokagung, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (07/10/2024) pagi, pukul 07.00 WIB. Pelantun lagu-lagu religi bersuara merdu itu sengaja dihadirkan pada acara &#8216;Festival Makin Cakap Digital 2024&#8217; yang digelar Kementerian Komunikasi dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; YouTuber sekaligus selebgram asal kota santri Jombang, Dewi Hajar, bakal hadir menghibur peserta diskusi literasi digital di MTs Al-Amiriyyah PP Darussalam Blokagung, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (07/10/2024) pagi, pukul 07.00 WIB. Pelantun lagu-lagu religi bersuara merdu itu sengaja dihadirkan pada acara &#8216;Festival Makin Cakap Digital 2024&#8217; yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI, agar siswa atau santri mampu bersikap bijak di media sosial tanpa penindasan maya.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Bijak Bersosmed Tanpa Cyberbullying&#8217;, diskusi luring (offline) yang akan diikuti siswa dan santri dan pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung itu, rencananya menghadirkan enam nara sumber, yang dibagi dalam dua sesi diskusi.</p>



<p>Mereka yang bicara pada sesi pertama, adalah Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung, Mei Santi, Direktur Utama PT Mahakarya Samudra Agung, Muhjir Sulthonul Aziz, dosen Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, Meithiana Indrasari dan Livia Ramdhani Putri selaku moderator. Sesi kedua, akan diisi oleh Ketua Program Studi S1 Kewirausahaan Uiversitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo (Umaha), M Adhi Prasnowo, dosen Univesitas Negeri Surabaya (Unesa), Eko Pamuji dan Ketua Umum PB PMII, Shofiyulloh Cokro.</p>



<p>”Diskusi ini dapat diikuti secara gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaranbanyuwangi0710. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 2.000.000.- untuk 20 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Minggu (06/10/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan, bijak di media sosial juga menuntut sikap bertanggung jawab dan penerapan etika. Hal ini mencakup berbagai perilaku dan sikap yang berkontribusi terhadap kehadiran online yang positif, penuh hormat dan konstruktif.</p>



<p>Bijak bersosmed, lanjut Kemenkominfo, melibatkan pemikiran kritis, rasa hormat, empati, kesadaran privasi, perilaku etis, disiplin diri, kesadaran jejak digital dan pengaruh positif. &#8220;Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, individu dapat menciptakan lingkungan online yang lebih positif, saling menghormati, dan produktif bagi diri mereka sendiri dan orang lain,&#8221; jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Adapun penindasan maya atau cyberbullying, menurut Kemenkominfo, berarti mampu menggunakan teknologi digital seperti internet, media sosial, pesan teks, dan platform online lainnya, tanpa pengancaman atau melecehkan orang lain. Berbeda dengan penindasan pada umumnya, penindasan maya biasanya dilakukan berulang kali, dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga hal ini menyebar luas dan sering kali tidak dapat dihindari oleh korbannya,&#8221; imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Untuk diketahui, diskusi seperti digelar di Kabupaten Banyuwangi, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215096</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenkominfo Ajak Pelajar Kenali dan Cara Hentikan Cyberbullying melalui Webinar di Ponorogo</title>
		<link>https://memontum.com/kemenkominfo-ajak-pelajar-kenali-dan-cara-hentikan-cyberbullying-melalui-webinar-di-ponorogo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Aug 2024 06:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[cyberbullying]]></category>
		<category><![CDATA[hentikan]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[kenali]]></category>
		<category><![CDATA[melalui]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213266</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Ponorogo &#8211; Bagi dunia pendidikan, pesona dunia digital bak pisau bermata dua. Satu sisi, membuat siswa makin mudah dan menantang dalam belajar dan bergaul. Sisi lain, kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan beragam aplikasi dan platform digital itu mesti disikapi bijak dan hati-hati. Kalau tidak, bisa memunculkan ancaman baru yang berisiko serius. Itulah cyberbullying atau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Ponorogo</strong> &#8211; Bagi dunia pendidikan, pesona dunia digital bak pisau bermata dua. Satu sisi, membuat siswa makin mudah dan menantang dalam belajar dan bergaul. Sisi lain, kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan beragam aplikasi dan platform digital itu mesti disikapi bijak dan hati-hati. Kalau tidak, bisa memunculkan ancaman baru yang berisiko serius. Itulah cyberbullying atau perundungan siber.</p>



<p>”Perundungan siber kerap terjadi, karena banyak siswa sekolah masih sembrono dalam mengakses ruang digital. Pelajar mesti makin terampil memahami hak dan tanggungjawabnya di ruang digital. Ada etika dan tata krama yang mesti dipatuhi, karena bisa berisiko merusak jejak digital mereka,” tulis Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam rilis, Kamis (22/08/2024) tadi.</p>



<p>Rilis ini disampaikan, sehubungan dengan rencana penyelenggaraan webinar literasi digital untuk segmen pendidikan, yang dihelat Kemenkominfo bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Ponorogo, Jumat (23/08/2024) pagi, mulai pukul 08.00 WIB.&nbsp;</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Cyberbullying: Apa Itu dan Bagaimana Cara Menghentikannya?&#8217;, diskusi virtual yang akan diikuti pelajar dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) di sekolah itu, rencananya menghadirkan tiga nara sumber.&nbsp;</p>



<p>Mereka adalah Kepala Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Tulungagung, Mei Shanti, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ponorogo, Nurhadi Hanuri dan dosen Universitas Dokter Soetomo Surabaya, Meythiana serta dipandu Chichi Zakaria sebagai moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftaranponorogo2308" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaranponorogo2308</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemenkominfo.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menambahkan, dengan beragam aplikasi belajar terkini, sesama pelajar memang bisa saling mengejek dan meneror, saling mengintai perilaku cyberstalking di mana pun berada. Siswa yang dimata-matai, diejek perilaku dan kondisi fisik sosialnya, bisa tertekan, malu, bahkan takut masuk sekolah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>”Tak sedikit dilaporkan, ada yang sampai bunuh diri, diejek di medsos karena keadaan orang tua yang miskin atau pekerjaan orang tua yang direndahkan di medsos atau akun resmi sekolah,” tulis Kemenkominfo, seraya menegaskan, ketelanjuran hobi cyberbullying di kalangan siswa terbukti mengancam ketenangan hidup, bahkan nyawa teman.</p>



<p>Lewat webinar ini, Kemenkominfo menerangkan, peserta tidak hanya diajak mengenali dan memahami seriusnya bahaya cyberbullying. Namun juga belajar memahami hak dan tanggung jawab di ruang digital, lantaran hal itu memberikan dampak besar pada berbagai aspek di kalangan pendidikan. Internet telah merevolusi cara belajar moderen menjadi makin menantang dan menarik.&nbsp;</p>



<p>”Kalau cerdas dan bijak memanfaatkan beragam platform media sosial, juga aplikasi belajar moderen, pesan instan dan konferensi video, pelajar akan semakin mudah dan luas berteman, juga mengakses materi belajar. Itu multi manfaat yang mesti dimanfaatkan secara tepat. Bukan untuk tujuan negatif,” jelas Kemenkominfo.</p>



<p>Untuk diketahui, diskusi daring seperti digelar di Kabupaten Ponorogo ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213266</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bijak Bermedsos Tanpa Cyberbullying Jadi Tema Kemenkominfo di Gelaran Webinar bersama Pelajar Sidoarjo</title>
		<link>https://memontum.com/bijak-bermedsos-tanpa-cyberbullying-jadi-tema-kemenkominfo-di-gelaran-webinar-bersama-pelajar-sidoarjo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jul 2024 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[bermedsos]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[cyberbullying]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212380</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Hampir semua remaja dan generasi milenial dapat dipastikan kini memiliki akun media sosial (Medsos). Ironisnya, banyak di antara mereka yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk melakukan cyberbullying atau perundungan siber. Padahal, remaja dan generasi milenial dapat memanfaatkan media sosial sebagai gaya hidup yang positif tanpa perundungan. Agar dapat bijak bermedia sosial [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Hampir semua remaja dan generasi milenial dapat dipastikan kini memiliki akun media sosial (Medsos). Ironisnya, banyak di antara mereka yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk melakukan cyberbullying atau perundungan siber. Padahal, remaja dan generasi milenial dapat memanfaatkan media sosial sebagai gaya hidup yang positif tanpa perundungan.</p>



<p>Agar dapat bijak bermedia sosial tanpa perundungan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Sidoarjo, Selasa (30/07/2024) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Bijak Bermedsos Tanpa Cyberbullying&#8217;, webinar yang akan diikuti siswa dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) itu rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah praktisi IT, Ardiansyah, dosen Sekolah Tinggi Ilmu komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (STIKOSA AWS), E Rizky Wulandari dan influencer Azmy Zen selaku key opinion leader, dengan moderator Anissa Rilia.</p>



<p>&#8220;Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftaransidoarjo3007" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftaransidoarjo3007</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta, untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama webinar,” tulis Kemenkominfo dalam rilis, Senin (29/07/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema webinar, Kemenkominfo menjelaskan dengan kemudahan dan kecepatannya mengirim informasi, media sosial kini telah menjadi pilihan dan gaya hidup berinteraksi dengan orang lain. Fitur yang disediakan media sosial seperti ruang chatting dan kolom komentar di berbagai macam platform dapat memudahkan siapa pun menjadi korban bully dan pelaku bully.</p>



<p>”Belakangan ini banyak pengguna media sosial dengan mudah mendapat perlakuan cyberbullying, walaupun bisa jadi hal itu karena kesalahannya sendiri. Cyberbullying adalah perilaku penindasan melalui perangkat elektronik, baik melalui pesan singkat seperti SMS atau whatsapp, pesan elektronik (e-mail), atau melalui laman media sosial,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemenkominfo menambahkan, cyberbullying kini telah menjadi hal yang biasa kita temukan ketika membuka media sosial. Bahkan, ada orang-orang yang mendukung perilaku bullying di internet jika memang korban bully tersebut benar bersalah.</p>



<p>”Masyarakat kita memiliki kecenderungan menilai dari sudut pandangnya sendiri. Ketika seseorang melihat perilaku orang lain yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip umum atau prinsip pribadi, maka terdapat kecenderungan melakukan penghakiman,” imbuh Kemenkominfo.&nbsp;</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Sidoarjo, Jatim, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212380</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bijak Bersosmed Tanpa Cyberbullying Jadi Tema Webinar Literasi Digital Kemenkominfo di Gresik</title>
		<link>https://memontum.com/bijak-bersosmed-tanpa-cyberbullying-jadi-tema-webinar-literasi-digital-kemenkominfo-di-gresik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jun 2024 03:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gresik]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bersosmed]]></category>
		<category><![CDATA[cyberbullying]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210675</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Gresik &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Gresik, Jumat (14/06/2024) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB. Mengusung tema &#8216;Bijak Bersosmed Tanpa Cyberbullying&#8217;, webinar yang akan diikuti siswa dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Gresik</strong> &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Gresik, Jumat (14/06/2024) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Bijak Bersosmed Tanpa Cyberbullying&#8217;, webinar yang akan diikuti siswa dan tenaga pendidik dengan menggelar nonton bareng (Nobar) itu rencananya menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah dosen Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Waryani Fajar Riyanto, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, S Hariyanto, musisi Mia Marcellina dan Anissa Rilia selaku moderator.</p>



<p>”Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di <a href="https://s.id/pendaftarangresik1406" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://s.id/pendaftarangresik1406</a>. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1 juta, untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama webinar,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Kamis (13/06/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, bahwa hingga Januari 2024 pengguna internet di Indonesia telah menyentuh angka 221 juta jiwa, dengan lebih dari 190 juta diantaranya adalah pengguna media sosial. Selain memiliki dampak positif, penggunaan media sosial juga telah melahirkan beberapa sisi negatif. &#8220;Salah satunya perundungan atau lebih dikenal dengan cyberbullying,&#8221; tegasnya dalam rilis.</p>



<p>Bijak bersosial media tanpa perundungan, menurut Kemenkominfo, sesungguhnya mudah dilakukan. Yakni dengan cara membangun empati sesama pengguna media sosial atau sesama manusia. &#8220;Kita harus lebih menyadari bahwa di balik postingan yang berpotensi di-bully itu ada manusia yang benar-benar hidup dan memiliki perasaan,&#8221; imbuh Kemenkominfo.</p>



<p>Dengan membangun empati, lanjut Kemenkominfo, seseorang menjadi sadar untuk tidak mem-bully. Selain itu, empati juga akan menggerakkan kita untuk membantu orang-orang yang jadi korban bully. &#8220;Ingat, cyberbullying dapat mengakibatkan terganggunya mental korban,&#8221; pesan Kemenkominfo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemenkominfo menambahkan, korban perundungan siber (cyberbullying) dapat menjadi rentan terhadap tindakan kekerasan online. Lebih dari itu, cyberbullying juga dapat menyebabkan dampak psikologis yang serius seperti depresi, kecemasan, stres, perasaan tidak berdaya, bahkan indikasi untuk melakukan bunuh diri.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Gresik, Jatim, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemkominfo sejak 2017. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p>Sampai dengan akhir 2023, program peningkatan #literasidigitalkominfo tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210675</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenkominfo Gandeng Disdikbud Gelar Webinar di Nganjuk Bertema Bijak Bermedsos Tanpa Cyberbullying</title>
		<link>https://memontum.com/kemenkominfo-gandeng-disdikbud-gelar-webinar-di-nganjuk-bertema-bijak-bermedsos-tanpa-cyberbullying</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Apr 2024 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bermedsos]]></category>
		<category><![CDATA[bertema]]></category>
		<category><![CDATA[cyberbullying]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208058</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Nganjuk &#8211; Media sosial seperti Twitter (X), Facebook dan Instagram, kini telah menjadi sarana ekspresi hingga turut mewarnai wacana ruang-ruang publik. Media sosial dianggap lebih emansipatif dan egaliter, karena dapat langsung menyuarakan pandangan individu ke ranah publik. Meski begitu, media sosial perlu digunakan dengan bijak agar tidak mengubah budaya Indonesia yang toleran dan ramah. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Nganjuk</strong> &#8211; Media sosial seperti Twitter (X), Facebook dan Instagram, kini telah menjadi sarana ekspresi hingga turut mewarnai wacana ruang-ruang publik. Media sosial dianggap lebih emansipatif dan egaliter, karena dapat langsung menyuarakan pandangan individu ke ranah publik.</p>



<p>Meski begitu, media sosial perlu digunakan dengan bijak agar tidak mengubah budaya Indonesia yang toleran dan ramah. Karenanya, untuk mendorong penggunaan media sosial yang bijak tanpa cyberbullying, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, kembali akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Nganjuk, Rabu (03/04/2024) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Bijak Bermedsos Tanpa Cyberbullying&#8217;, webinar ini akan diikuti secara Nobar oleh siswa dan tenaga pendidik dengan menghadirkan tiga nara sumber. Mereka adalah dosen sekaligus digital enthusiast, M Adhi Pranowo, Staf Ahli Bidang Perekonomian Bupati Nganjuk, Itsna Shofiani, Mom Influencer Ana Livian dan Fernand Tampubolon selaku moderator.</p>



<p>&#8220;Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftarannganjuk0304. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-wallet sebesar Rp 1.000.000, untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya, Selasa (02/04/2024) tadi.</p>



<p>Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan bahwa perundungan siber dapat mengakibatkan korban mengalami trauma yang berkepanjangan. Kampanye penggunaan media sosial secara positif harus terus dilakukan untuk mengurangi cyberbullying.</p>



<p>&#8220;Cyberbullying dapat menyebabkan dampak psikologis yang serius seperti depresi, kecemasan, stres hingga perasaan tidak berdaya. Bahkan, bisa mengindikasi untuk melakukan bunuh diri,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.</p>



<p>Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Nganjuk ini, merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Hingga akhir 2023, tercatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017. &#8220;Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia sampai dengan akhir 2024,&#8221; tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Tahun ini, program #literasidigitalkominfo mulai bergulir pada Februari 2024. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi serta organisasi masyarakat sipil, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.</p>



<p>&#8220;Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif dan aman,” tambah Kemenkominfo.</p>



<p>Kecakapan digital warga masyarakat menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.</p>



<p>Hasil survei APJII juga menyebutkan, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 berada pada angka 79,5 persen. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, ada peningkatan 1,4 persen. Terhitung sejak 2018, penetrasi internet Indonesia mencapai 64,8 persen.</p>



<p>&#8220;Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,&#8221; urai Kemenkominfo.</p>



<p>Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208058</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
