<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>daging &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/daging/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 May 2026 10:37:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>daging &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>PDI-Perjuangan Kota Malang Bagikan 2.500 Paket Daging Kurban</title>
		<link>https://memontum.com/pdi-perjuangan-kota-malang-bagikan-2-500-paket-daging-kurban</link>
					<comments>https://memontum.com/pdi-perjuangan-kota-malang-bagikan-2-500-paket-daging-kurban#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[bagikan]]></category>
		<category><![CDATA[daging]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pdiperjuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232761</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-Perjuangan Kota Malang menyalurkan sebanyak 2.500 paket daging kurban, di momen Idul Adha 1447 Hijriah, Kamis (28/05/2026) tadi. Tahun ini, total hewan kurban yang disembelih terdiri dari sembilan ekor sapi dan tiga ekor kambing, hasil gotong royong kader partai dari tingkat pusat hingga daerah. Ketua DPC PDI-Perjuangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-Perjuangan Kota Malang menyalurkan sebanyak 2.500 paket daging kurban, di momen Idul Adha 1447 Hijriah, Kamis (28/05/2026) tadi. Tahun ini, total hewan kurban yang disembelih terdiri dari sembilan ekor sapi dan tiga ekor kambing, hasil gotong royong kader partai dari tingkat pusat hingga daerah.</p>



<p>Ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mengatakan bahwa peringatan Idul Adha tahun ini berlangsung dalam suasana keprihatinan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, tapi tahun ini memang kita dalam kondisi prihatin. Ada beberapa tantangan untuk masyarakat Indonesia. Kami berharap, Idul Kurban hari ini kita bisa berbagi bersama seluruh masyarakat,” ujar Mia-sapaannya.</p>



<p>Meski jumlah hewan kurban tahun ini tidak sebanyak tahun sebelumnya, Mia memastikan kualitas hewan kurban tetap menjadi perhatian. “Tahun ini insyaallah walaupun tidak banyak jumlahnya, tapi kondisi hewan kurbannya besar-besar. Jadi sesuai dengan hitungan kami masih cukup,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mia juga mengatakan, bahwa hewan kurban tersebut dihimpun secara gotong royong dari berbagai elemen partai. Mulai dari jajaran pusat, DPRD provinsi, DPRD Kota Malang hingga struktur partai di daerah.</p>



<p>“Dari Fraksi PDI Perjuangan ada Pak Ahmad Basarah dan Pak Andreas dari pusat. Kemudian DPRD Provinsi ada Pak Saifuddin dan Ibu Untari. Dari DPRD Kota Malang seluruh anggota fraksi, kemudian dari DPD Provinsi Jawa Timur dan kami DPC,” jelasnya.</p>



<p>Ribuan paket daging kurban nantinya, akan dibagikan kepada masyarakat sekitar dan sejumlah sasaran yang telah dipetakan sebelumnya, termasuk struktural partai hingga tingkat RW. “Masyarakat sekitar, kemudian ada beberapa masyarakat tujuan yang nanti akan kita bagi, sudah kita pilah-pilah. Kemudian yang pasti struktural sampai tingkat RW,” tambahnya.</p>



<p>Di akhir, menurutnya momentum Idul Adha kali ini menjadi sarana mempererat soliditas kader sekaligus menjaga kehadiran partai di tengah masyarakat. “Harapannya yang pertama pastinya mempererat struktur partai. Bagaimana kita bisa bergotong royong untuk tetap hadir di masyarakat dan memaknai Idul Kurban ini dengan berbagi bersama-sama,” imbuh Mia. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/pdi-perjuangan-kota-malang-bagikan-2-500-paket-daging-kurban/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232761</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berkah Idul Adha, Lapas Kelas 1 Malang Masak Gulai untuk 2.425 WBP dan Bagikan Daging ke Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/berkah-idul-adha-lapas-kelas-1-malang-masak-gulai-untuk-2-425-wbp-dan-bagikan-daging-ke-masyarakat</link>
					<comments>https://memontum.com/berkah-idul-adha-lapas-kelas-1-malang-masak-gulai-untuk-2-425-wbp-dan-bagikan-daging-ke-masyarakat#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bagikan]]></category>
		<category><![CDATA[berkah]]></category>
		<category><![CDATA[daging]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232742</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Suasana Idul Adha 2026 di Lapas Kelas 1 Malang berlangsung penuh kebahagiaan, Rabu (27/05/2026) tadi. Dalam momen itu, petugas Lapas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melaksanakan Salat Ied bersama dan dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban. Untuk Idul Adha kali ini, kurban total ada 25 hewan kurban, diantaranya 10 ekor sapi dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Suasana Idul Adha 2026 di Lapas Kelas 1 Malang berlangsung penuh kebahagiaan, Rabu (27/05/2026) tadi. Dalam momen itu, petugas Lapas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melaksanakan Salat Ied bersama dan dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban.</p>



<p>Untuk Idul Adha kali ini, kurban total ada 25 hewan kurban, diantaranya 10 ekor sapi dan 15 ekor kambing. Sementara para WBP, tampak antusias dalam prosesi pemotongan hewan kurban untuk dibagikan kepada masyarakat dan juga kepada para WBP.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Lapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, mengatakan hewan kurban yang disembelih merupakan bantuan dari jajaran aparat penegak hukum (APH) hingga donatur untuk disalurkan kepada warga binaan. &#8220;Tahun ini penerimaan hewan kurban meningkat dari pada tahun lalu. Pemotongan kami lakukan bersama warga binaan. Daging korban tadi juga kami bagikan kepada masyarakat dan keluarga warga binaan yang berkunjung. Nanti malam, 2.425 warga binaan kami siapkan menu tambahan berupa masakan gulai,&#8221; ujar Christo.</p>



<p>Pemotorngan hewan kurban akan dilanjutkan pada Sabtu (30/05/2026) mendatang. Rencananya daging kurban akan dibagikan kepada keluarga WBP yang berkunjung. &#8220;Sabtu depan, ada 4 ekor sapi yang akan kami potong. Selain untuk warga binaan, juga untuk keluarga warga binaan yang berkunjung ke Lapas,&#8221; imbuhnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/berkah-idul-adha-lapas-kelas-1-malang-masak-gulai-untuk-2-425-wbp-dan-bagikan-daging-ke-masyarakat/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232742</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Daging Sapi dan Ayam Layak Dikonsumsi, DKPP Lumajang Lakukan Pengawasan</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-daging-sapi-dan-ayam-layak-dikonsumsi-dkpp-lumajang-lakukan-pengawasan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[daging]]></category>
		<category><![CDATA[dikonsumsi,]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[pengawasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231134</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang terus melakukan pengawasan produk pangan asal hewan di sejumlah pasar di Kabupaten Banyuwangi. Salah satunya, seperti yang terlihat di Pasar Besar Lumajang. Dalam pemantauan itu, menunjukkan bahwa daging sapi, daging ayam, serta telur yang beredar di Pasar Besar Lumajang, dalam kondisi baik dan layak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang terus melakukan pengawasan produk pangan asal hewan di sejumlah pasar di Kabupaten Banyuwangi. Salah satunya, seperti yang terlihat di Pasar Besar Lumajang.</p>



<p>Dalam pemantauan itu, menunjukkan bahwa daging sapi, daging ayam, serta telur yang beredar di Pasar Besar Lumajang, dalam kondisi baik dan layak dikonsumsi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Selain itu, harga daging sapi juga terpantau relatif stabil di kisaran Rp 110 ribu hingga Rp 120 ribu perkilogram.</p>



<p>Kepala Bidang Peternakan DKPP Lumajang, Endra Novianto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan produk pangan asal hewan yang beredar di masyarakat memenuhi standar keamanan pangan. “Kegiatan ini bertujuan memastikan daging sapi dan produk pangan segar asal hewan yang dijual kepada masyarakat, memenuhi standar keamanan pangan serta prinsip ASUH, yaitu aman, sehat, utuh dan halal,” katanya, Rabu (18/03/2026) tadi.</p>



<p>Dalam kegiatan tersebut, Tim DKPP melakukan pemeriksaan langsung terhadap sejumlah kios yang menjual daging sapi dan daging ayam, serta toko yang memperdagangkan telur ayam di kawasan Pasar Besar Lumajang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pemeriksaan dilakukan melalui pengujian organoleptik terhadap daging, meliputi pengecekan warna, bau dan tekstur untuk memastikan kualitas serta tingkat kesegaran daging yang dijual pedagang.</p>



<p>Selain memeriksa kualitas produk, tim juga melakukan pendataan terhadap pedagang sekaligus memantau ketersediaan stok bahan pangan asal hewan selama Bulan Ramadan hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri. Dari hasil pemantauan di lapangan, konsumsi daging sapi dan ayam terpantau mengalami peningkatan menjelang Lebaran dibandingkan dengan hari-hari biasa.</p>



<p>Endra juga menegaskan, bahwa pengawasan terhadap produk pangan asal hewan merupakan langkah penting untuk melindungi masyarakat dari peredaran pangan yang tidak memenuhi standar kesehatan dan keamanan. Sementara kegiatan pengawasan tersebut, juga menjadi agenda rutin yang dilaksanakan oleh DKPP Lumajang menjelang Bulan Ramadan maupun pada perayaan hari besar keagamaan nasional. Selain di Pasar Besar Lumajang, kegiatan pengawasan juga dilaksanakan di berbagai pasar tradisional di wilayah kecamatan lain di Kabupaten Lumajang.</p>



<p>Pengawasan di tingkat kecamatan sendiri, dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) DKPP Lumajang sesuai dengan wilayah kerja masing-masing. Melalui pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Lumajang berupaya memastikan masyarakat memperoleh produk pangan asal hewan yang aman, sehat dan berkualitas, khususnya menjelang meningkatnya kebutuhan konsumsi saat Idul Fitri. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231134</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Permintaan Daging Sapi Meningkat, Pemkab Banyuwangi Lakukan Tes Cepat Standar ASUH</title>
		<link>https://memontum.com/permintaan-daging-sapi-meningkat-pemkab-banyuwangi-lakukan-tes-cepat-standar-asuh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[daging]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[permintaan]]></category>
		<category><![CDATA[standar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230903</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Permintaan daging sapi di Banyuwangi meningkat tajam menjelang Lebaran. Jika pada hari biasa hanya 20 hingga 30 ekor sapi yang disembelih, kini bisa mencapai 60 ekor sapi perhari. Yang menarik, lonjakan permintaan juga mendorong kenaikan harga. Di Pasar Blambangan, harga daging sapi mencapai Rp 145 hingga Rp 150 ribu perkilogram, pada Rabu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Permintaan daging sapi di Banyuwangi meningkat tajam menjelang Lebaran. Jika pada hari biasa hanya 20 hingga 30 ekor sapi yang disembelih, kini bisa mencapai 60 ekor sapi perhari.</p>



<p>Yang menarik, lonjakan permintaan juga mendorong kenaikan harga. Di Pasar Blambangan, harga daging sapi mencapai Rp 145 hingga Rp 150 ribu perkilogram, pada Rabu (11/03/2026) tadi. Padahal, harga normal sebelumnya sekitar Rp 125 ribu perkilogram.</p>



<p>Untuk memastikan daging yang beredar tetap aman, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan), melakukan pengecekan di pasar tradisional. Tim dikirim untuk memeriksa kualitas daging sapi secara serentak. Seperti di Pasar Blambangan, petugas melakukan tes cepat untuk memastikan bahwa daging yang dijual memenuhi standar aman, sehat, utuh dan halal (ASUH).</p>



<p>Kepala Dispertan Banyuwangi, Danang Hartanto, mengatakan bahwa hasil inspeksi menunjukkan bahwa daging tersebut aman dan layak dikonsumsi. &#8220;Tidak ada daging yang terkontaminasi, keriput atau mengandung bahan kimia berbahaya. Masyarakat tidak perlu khawatir,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya menyebutkan, bahwa konsumsi daging meningkat hingga 80 persen dibandingkan hari-hari biasa. Hingga pukul 01.00, tercatat 41 ekor sapi disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) dan jumlahnya masih terus bertambah. Produksi daging rata-rata di Banyuwangi mencapai 3-3,5 ton perhari dan saat ini meningkat hampir 2 kali lipat dari kondisi normal.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Banyuwangi, drh Nanang Sugiharto, menambahkan bahwa peningkatan konsumsi dipicu oleh tingginya permintaan bahan baku untuk bakso menjelang Lebaran. &#8220;Biasanya menjelang Lebaran, konsumsi bisa meningkat hingga hampir 100 persen. Namun stok aman karena populasi sapi di Banyuwangi sekitar 100 ribu ekor,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain daging sapi, petugas juga memeriksa daging ayam yang beredar di pasar. Hasilnya, daging ayam yang dijual oleh pedagang juga dinyatakan aman dan layak dikonsumsi masyarakat</p>



<p>Salah satu pedagang daging sapi, Badrus, mengakui bahwa penjualan telah meningkat secara signifikan. Biasanya, dirinya menjual daging dari 2 ekor sapi per hari, sekarang meningkat menjadi 3 ekor.</p>



<p>Tingginya permintaan merupakan berkah bagi Badrus dan pedagang lainnya. Stok daging yang dia jual selalu habis karena langsung terjual setelah dipotong. &#8220;Permintaan meningkat menjelang Lebaran. Sekarang ada 3 ekor per hari dan selalu habis terjual,&#8221; katanya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230903</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Inflasi Februari 2026 Kota Malang 0,74 Persen, Cabai Rawit dan Daging Ayam Jadi Pemicu</title>
		<link>https://memontum.com/inflasi-februari-2026-kota-malang-074-persen-cabai-rawit-dan-daging-ayam-jadi-pemicu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[daging]]></category>
		<category><![CDATA[februari,]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemicu]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230653</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat inflasi month-to-month (m-to-m) Kota Malang pada Februari 2026 sebesar 0,74 persen. Kenaikan itu, dipicu karena meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan dan kebutuhan rumah tangga dalam sebulan terakhir. Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menjelaskan bahwa secara umum perkembangan harga pada Februari menunjukkan tren kenaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat inflasi month-to-month (m-to-m) Kota Malang pada Februari 2026 sebesar 0,74 persen. Kenaikan itu, dipicu karena meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan dan kebutuhan rumah tangga dalam sebulan terakhir.</p>



<p>Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menjelaskan bahwa secara umum perkembangan harga pada Februari menunjukkan tren kenaikan dibandingkan Januari 2026. “Kota Malang mengalami inflasi bulanan sebesar 0,74 persen, dipicu oleh kenaikan harga beberapa komoditas utama,” ujar Umar, sapaannya, Selasa (03/03/2026) tadi.</p>



<p>Kelompok makanan, minuman dan tembakau, lanjutnya, menjadi penyumbang terbesar inflasi m-to-m dengan andil 0,48 persen. Komoditas yang dominan, mendorong kenaikan harga, diantaranya cabai rawit dengan andil 0,2 persen, daging ayam ras sebesar 0,1 persen, telur ayam ras sebesar 0,07 persen dan cabai merah sebesar 0,02 persen. Selain itu, sigaret kretek mesin (SKM), minyak goreng, air kemasan, hingga jagung manis turut memberi sumbangan meski dalam porsi lebih kecil.</p>



<p>&#8220;Kenaikan harga cabai dan daging ayam menjadi faktor paling terasa di tingkat konsumen, mengingat kedua komoditas itu merupakan bahan konsumsi harian masyarakat,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Di luar sektor pangan, kelompok transportasi memberikan andil kecil sebesar 0,01 persen terhadap inflasi bulanan. Komoditas yang berkontribusi antara lain perbaikan ringan kendaraan (0,02 persen), serta mobil dan biaya servis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga tidak memberikan andil signifikan secara bulanan, meskipun secara tahunan menjadi penyumbang inflasi terbesar. &#8220;Secara kumulatif sejak awal tahun (year-to-date), inflasi Kota Malang masih berada di angka 0,64 persen. Kondisi itu menjadi indikator penting bagi stabilitas harga di Kota Malang, terutama menjelang periode konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriyadi, mengatakan bahwa inflasi Kota Malang pada Februari 2026 masih sejalan dengan kondisi di tingkat Provinsi Jawa Timur dan Nasional. Pengendalian inflasi pun juga terus dilakukan bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang dan berbagai pihak.</p>



<p>&#8220;Sejumlah langkah yang sudah dilakukan, antara lain pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak mulai 13 Februari 2026 dan 23 Februari hingga 17 Maret 2026 yang akan tersebar di 34 titik lokasi,&#8221; ucap Indra.</p>



<p>Selain itu, juga dilakukan monitoring harga bahan pangan pokok, Sidak pasar oleh Satgas Pangan Kota Malang pada 19 Februari 2026 untuk memastikan ketersediaan pasokan, hingga fasilitasi distribusi ongkos angkut guna menjaga kelancaran suplai. &#8220;Dari TPID di Wilker (Wilayah Kerja) BI Malang juga mengikuti HLM TPID &amp; TP2DD Provinsi Jatim pada 26 Februari 2026, serta rakor TPID mingguan bersama Kemendagri selama bulan Februari 2026,&#8221; katanya.</p>



<p>Lebih lanjut, untuk menghadapi potensi peningkatan inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri pada Maret, TPID akan berupaya meningkatkan intensitas pemantauan harga dan melakukan intervensi melalui operasi pasar dalam rangka stabilisasi harga kebutuhan pokok. Sinergi kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Daerah dengan Bank Indonesia akan terus dilanjutkan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) serta penguatan strategi 4K, yakni Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi serta Komunikasi efektif, guna menjaga level inflasi berada dalam rentang sasaran 2,5 ± 1 persen (yoy). <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230653</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Inflasi Kota Malang September Capai 0,39 Persen, Daging Ayam dan Emas Jadi Pemicu</title>
		<link>https://memontum.com/inflasi-kota-malang-september-capai-039-persen-daging-ayam-dan-emas-jadi-pemicu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 05:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[daging]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemicu]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[september]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226435</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Bank Indonesia Malang mencatat inflasi di September 2025, sebesar 0,39 persen month to month (mtm). Padahal sebelumnya pada Agustus, justru tercatat deflasi 0,07 persen (mtm). Dengan capaian tersebut, secara tahunan, inflasi Kota Malang kini berada di angka 2,67 persen year on year (yoy). Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Febrina, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Bank Indonesia Malang mencatat inflasi di September 2025, sebesar 0,39 persen month to month (mtm). Padahal sebelumnya pada Agustus, justru tercatat deflasi 0,07 persen (mtm). Dengan capaian tersebut, secara tahunan, inflasi Kota Malang kini berada di angka 2,67 persen year on year (yoy).</p>



<p>Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Febrina, menyampaikan bahwa inflasi tersebut merujuk pada rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang. Dikatakannya, bahwa kenaikan harga pada kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau menjadi pendorong utama inflasi, dengan andil 0,20 persen.</p>



<p>“Komoditas yang paling dominan mendorong inflasi yakni daging ayam ras 0,15 persen. Kemudian, ada emas perhiasan 0,13 persen, beras 0,03 persen, SKM 0,02 persen dan jeruk 0,02 persen,” ucap Febrina, Kamis (02/10/2025) tadi.</p>



<p>Menurut Febrina, kenaikan harga daging ayam dipicu penurunan produksi di tingkat peternak sehingga stok di pedagang eceran menipis. Untuk emas perhiasan, tren global menjadi faktor utama.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kalau harga beras terdongkrak akibat terbatasnya pasokan, khususnya beras premium,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Namun, inflasi yang lebih tinggi masih tertahan oleh turunnya harga sejumlah komoditas. Seperti bawang merah dengan andil -0,08 persen, lalu tomat, terong, bawang putih, hingga sawi putih. Penurunan itu terjadi seiring panen raya yang meningkatkan pasokan di pasar.</p>



<p>“Penurunan ini juga tidak terlepas dari kerja sama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang yang intens melakukan pengendalian,” ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, sepanjang September 2025, TPID melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 20 titik, pemantauan stok beras SPHP, pemantauan harga harian, hingga rapat koordinasi mingguan bersama Kemendagri. Langkah tersebut, juga diperkuat sinergi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) serta program 4K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi dan Komunikasi efektif).</p>



<p>“Dengan penguatan ini, kami optimis inflasi bisa tetap terjaga dalam rentang sasaran nasional, yaitu 2,5 ± 1 persen (yoy),” imbuh Febrina. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226435</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sikapi Kenaikan Harga Daging Ayam, Wali Kota Pastikan TPID Lakukan Pemantauan</title>
		<link>https://memontum.com/sikapi-kenaikan-harga-daging-ayam-wali-kota-pastikan-tpid-lakukan-pemantauan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2025 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[daging]]></category>
		<category><![CDATA[kenaikan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[pemantauan]]></category>
		<category><![CDATA[sikapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225825</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Harga sejumlah bahan pangan, termasuk daging ayam, mengalami kenaikan signifikan dalam dua pekan terakhir. Menyikapi hal itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memastikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang akan segera turun melakukan pemantauan langsung ke pasar. “Sudah kemarin kita pantau. Untuk daging ayam, kemarin juga sudah saya sampaikan. TPID [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Harga sejumlah bahan pangan, termasuk daging ayam, mengalami kenaikan signifikan dalam dua pekan terakhir. Menyikapi hal itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memastikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang akan segera turun melakukan pemantauan langsung ke pasar.</p>



<p>“Sudah kemarin kita pantau. Untuk daging ayam, kemarin juga sudah saya sampaikan. TPID nanti akan ke pasar. Beberapa bahan pokok sempat naik, tapi sekarang sudah stabil,” kata Wali Kota Wahyu, Senin (08/09/2025) tadi.</p>



<p>Menurutnya, kenaikan harga kali ini, salah satunya dipengaruhi karena momentum libur panjang peringatan Maulid Nabi. “Tidak bisa dibandingkan dengan harga sebelumnya karena ada libur panjang. Jadi harga bahan pokok naik. Nanti setelah kondisi normal, insyaallah minggu depan akan kita cek lagi,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wali Kota Wahyu juga menegaskan, Pemkot Malang bersama TPID akan menelusuri rantai distribusi untuk memastikan tidak ada hambatan dari peternak hingga pedagang. “Kita akan lihat mulai dari pedagang, peternak ayam, sapi dan lainnya. Kalau ada permasalahan, kita akan kerja sama antar daerah. Kita kontak dan beli dari daerah lain supaya harga lebih murah, lalu kita jual di sini,” ujarnya.</p>



<p>Sebagai informasi, sejumlah pedagang di Pasar Kebalen mengaku kesulitan mencari pasokan daging ayam, bahkan harus mencarinya hingga ke luar daerah. Menanggapi itu, Wahyu menegaskan akan melakukan pemantauan lapangan. &#8220;Iya nanti kita akan pantau ke sana,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225825</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Program Banyuwangi Berbagi, Pemkab Bagikan Ribuan Paket Daging Sapi dan Kambing</title>
		<link>https://memontum.com/program-banyuwangi-berbagi-pemkab-bagikan-ribuan-paket-daging-sapi-dan-kambing</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bagikan]]></category>
		<category><![CDATA[berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[daging]]></category>
		<category><![CDATA[kambing]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222772</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Program Banyuwangi Berbagi yang rutin digelar tiap tanggal cantik, selalu mendapat dukungan dari banyak kalangan termasuk sejumlah organisasi profesi dan kemasyarakatan. Seperti halnya pada momen Idul Adha 1446 H, Pemkab Banyuwangi menggalang solidaritas dengan membagikan daging sapi dan kambing kepada warga miskin. Termasuk, kepada mereka yang masuk dalam database UGD Kemiskinan Banyuwangi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Program Banyuwangi Berbagi yang rutin digelar tiap tanggal cantik, selalu mendapat dukungan dari banyak kalangan termasuk sejumlah organisasi profesi dan kemasyarakatan. Seperti halnya pada momen Idul Adha 1446 H, Pemkab Banyuwangi menggalang solidaritas dengan membagikan daging sapi dan kambing kepada warga miskin. Termasuk, kepada mereka yang masuk dalam database UGD Kemiskinan Banyuwangi.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan bahwa momen ini adalah bagian dari Program Banyuwangi Berbagi, yang dilakukan tiap tanggal cantik seperti 1 Januari (1/1), 2 Februari (2/2), 3 Maret (3/3). Pada Juni ini, tanggal 6 bertepatan dengan Idul Adha.</p>



<p>Oleh karena itu, Bupati Ipuk mengajak ASN Banyuwangi dan berbagai pihak berpartisipasi membagikan daging kepada warga miskin. &#8220;Bila sebelumnya tanggal cantik kami berbelanja Sembako dan membagikannya untuk keluarga pra sejahtera, di momen Idul Adha ini kami membagikan daging. Harapan kami, ini untuk menambah konsumsi protein mereka,&#8221; kata Bupati Ipuk, Jumat (06/06/2025) tadi.</p>



<p>Distribusi daging ini, tambahnya, akan dilakukan mulai Jumat hingga Senin (09/06/2025). Daging diberikan kepada warga miskin yang masuk dalam database Pemkab Banyuwangi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Ribuan paket daging didistribusikan kepada warga pra sejahtera, termasuk yang masuk dalam data UGD Kemiskinan Banyuwangi,” tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Program ini, mendapat sambutan hangat dari sejumlah pihak. Salah satunya, datang dari Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Banyuwangi, Dodik Heru, yang mendukung kebijakan Bupati Ipuk itu dengan berpartisipasi dalam program pemberian daging untuk warga miskin. &#8220;Bagus dan sangat bermanfaat. Bila sebelumnya kita diajak rutin bagi Sembako, kini giliran bahan bernutrisi yakni daging. Semoga bisa menambah derajat kesehatan mereka,&#8221; kata Dodik.</p>



<p>Dalam pembagian daging kurban kali ini, Bupati Ipuk juga mengajak warga meminimalisir penggunaaan plastik sekali pakai saat pemberian daging. Banyak warga yang menggunakan besek dan daun saat membagikan daging kurban.</p>



<p>Diketahui, dari kegiatan Banyuwangi Berbagi pada Juni yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha ini, total terkumpul sebanyak 25 ekor sapi dan 58 ekor kambing. Puluhan ternak tersebut disembelih dan dagingnya disedekahkan kepada warga miskin. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222772</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Daging Halal dan Aman Dikonsumsi, Dispertan Pangan Banyuwangi Sidak Pasar</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-daging-halal-dan-aman-dikonsumsi-dispertan-pangan-banyuwangi-sidak-pasar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2025 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[daging]]></category>
		<category><![CDATA[dikonsumsi,]]></category>
		<category><![CDATA[Dispertan]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220666</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan Pangan) Banyuwangi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke pasar-pasar dan kios penjualan daging serta rumah pemotongan hewan (RPH), Rabu (26/03/2025) tadi. Serangkaian pelaksanaan itu, dilakukan dalam rangka menyambut Hari Raya Iedul Fitri 1446 Hijriyah. Plt Kepala Dispertan Pangan Banyuwangi, Ilham Juanda, mengatakan Sidak dilakukan untuk memastikan agar konsumen [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan Pangan) Banyuwangi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke pasar-pasar dan kios penjualan daging serta rumah pemotongan hewan (RPH), Rabu (26/03/2025) tadi. Serangkaian pelaksanaan itu, dilakukan dalam rangka menyambut Hari Raya Iedul Fitri 1446 Hijriyah.</p>



<p>Plt Kepala Dispertan Pangan Banyuwangi, Ilham Juanda, mengatakan Sidak dilakukan untuk memastikan agar konsumen bisa mendapatkan daging yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH). Selain itu, juga untuk mengecek ketersediaan produk pangan asal hewan di pasaran, seperti daging sapi, daging ayam dan bebek serta telur.</p>



<p>“Pengecekan dilakukan serentak di seluruh pasar, kios penjualan daging dan RPH se-Banyuwangi,” kata Ilham Juanda, seusai melakukan Sidak di Pasar Blambangan dan Pasar Berlian di Kecamatan Banyuwangi, Rabu (26/03/2025) tadi.&nbsp;</p>



<p>Dalam Sidak itu, ujarnya, petugas dilengkapi dengan alat untuk mengecek kondisi daging yang dijual oleh pedagang. Termasuk, petugas juga membawa alat pengukur kadar air untuk mengetahui apakah daging yang dijual merupakan daging gelonggongan atau tidak. Serta, peralatan lain untuk mengecek kandungan kimia masing-masing daging.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara saat Sidak di RPH, petugas mengecek proses dan tata cara penyembelihan sapi. &#8220;Inspeksi kami lakukan untuk mengantisipasi adanya daging oplosan, gelonggongan dan mengandung bahan kimia yang berbahaya. Apalagi, ini menjelang Lebaran, yang tentunya konsumsi daging meningkat dan kami ingin memastikan daging yang beredar aman dan layak konsumsi,&#8221; imbuh Ilham.</p>



<p>Dari hasil pengecekan, paparnya, daging yang dijual di pasaran dalam kondisi baik dan aman dikonsumsi. “Alhamdulillah, hasil pengecekan kemarin semuanya baik. Bahkan, tidak ditemukan daging yang dicurigai oplosan maupun ditambah bahan pengawet. Karenanya, kami pastikan semua aman dikonsumsi,” ujarnya.</p>



<p>Ilham juga menambahkan, bahwa berdasarkan pemantauan harga daging saat ini masih relatif stabil. Kisaran harga daging sapi di tingkat pedagang, yakni Rp 130 ribu hingga Rp 140 ribu perkg, daging ayam Rp 31 hingga Rp 32 ribu perkg dan telur Rp 28 hingga Rp 29 ribu perkg.</p>



<p>Sementara dari sisi permintaan, Ilham memperkirakan bakal ada kenaikan konsumsi daging hingga 3 kali lipat. Pada hari biasa, Banyuwangi rata-rata membutuhkan 4,1 ton daging sapi untuk memenuhi kebutuhan warga setiap hari. Jumlah itu setara dengan kira-kira 40 ekor sapi. &#8220;Kalau stok daging, Banyuwangi sangat aman,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220666</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
