<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Dalang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dalang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Nov 2023 12:58:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Dalang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Lestarikan Kesenian Budaya, Pj Wali Kota Malang Apresiasi Keberadaan Lima Dalang Bocah</title>
		<link>https://memontum.com/lestarikan-kesenian-budaya-pj-wali-kota-malang-apresiasi-keberadaan-lima-dalang-bocah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Nov 2023 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dalang]]></category>
		<category><![CDATA[keberadaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[lestarikan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201901</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Melalui kegiatan Pagelaran Wayang, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan apresiasi luar biasa kepada lima dalang yang masih bocah, di Museum Pendidikan Kota Malang, Senin (20/11/2023) tadi.  Disampaikan Pj Wali Kota, bahwa melalui kegiatan tersebut tentunya dapat melestarikan kesenian budaya daerah, khususnya mengenai wayang kulit. Apalagi di tengah-tengah tergerusnya kebudayaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Melalui kegiatan Pagelaran Wayang, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan apresiasi luar biasa kepada lima dalang yang masih bocah, di Museum Pendidikan Kota Malang, Senin (20/11/2023) tadi. </p>



<p>Disampaikan Pj Wali Kota, bahwa melalui kegiatan tersebut tentunya dapat melestarikan kesenian budaya daerah, khususnya mengenai wayang kulit. Apalagi di tengah-tengah tergerusnya kebudayaan Bangsa Indonesia.</p>



<p>“Saya mengapresiasi, karena kalau bukan dari kita untuk melestarikan salah satu budaya tradisi yang ada di Indonesia, yakni wayang kulit ini, siapa lagi. Sehingga, ini dididik mulai dari kecil, karena saya yakin kalau anak-anak sekarang, itu untuk bisa mengikuti atau melihat wayang, itu sulit. Apalagi jadi dalangnya,” kata Pj Wali Kota Malang</p>



<p>Pihaknya berharap, jika melalui kegiatan tersebut, nantinya generasi penerus bangsa dapat terus termotivasi dan dapat melestarikan kesenian wayang sejak usia dini. Selain itu, ke depan kesenian wayang kulit juga akan dimasukkan dalam kegiatan ekstrakulikuler sekolah.</p>



<p>“Karena kalau di kurikulum merdeka belajar sendiri, ini sudah masuk ke Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Jadi, menjadi bagian yang memang melestarikan budaya-budaya kita dan bukan hanya yang mendalang, tapi yang melihat kesenian ini juga. Termasuk sanggar dan gamelannya, mereka adalah bagian dari kurikulum merdeka,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, berharap jika ke depan nantinya Kota Malang dapat terus melahirkan 20 dalang bocah, pertahunnya. “Makanya sejak dini saya maunya mulai TK, itu ada tampilan dalang bocah ini. Harapan kami nanti di Kota Malang dan di Malang Raya, itu ada sebuah regenerasi dalang. Sekarangkan dalang cuma itu itu saja dan lha kami punya target. Mudah-mudahan nantinya, itu setiap tahun bisa melahirkan 20 dalang,” ujar Suwarjana.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya jika baik atau tidaknya penampilan dalang bocah tersebut, itu tergantung penilaian masyarakat. Namun, yang terpenting adalah pemahaman terkait dengan kesenian jawa, pewayangan, dalang dan sebaginya.</p>



<p>“Nah itu otomatis akan menularkan ke siswa-siswa yang lain. Makanya yang kami hadirkan untuk menonton adalah anak-anak juga. Karena kalau kita gabungkan di kurikulum kita itu juga masuk di kurikulum merdeka di P5 nya untuk anak anak,” tambahnya.</p>



<p>Disebutkannya, jika sampai dengan saat ini di Kota Malang sudah ada sekitar 10 dalang bocah. Itu tersebar di beberapa SD dan SMP yang ada di Kota Malang. Ke depan, itu akan terus bertambah dan akan terus dikader melalui pembinaan-pembinaan yang diberikan.</p>



<p>“Ini ada 5 dalang, tiga SD, dua SMP. Nanti terus akan kami kader dan juga akan ditampilkan ketika ada giat di Dinas Pendidikan atau kegiatan hari besar apapun. Disamping pembinaan lewat ekstrakulikuler, juga kita pantau lewat sanggar untuk melatih pendalangan,” imbuhnya. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201901</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Demi Keberlangsungan Wayang, Mas Dhito Minta Pepadi Munculkan Dalang-dalang Baru di Kediri</title>
		<link>https://memontum.com/demi-keberlangsungan-wayang-mas-dhito-minta-pepadi-munculkan-dalang-dalang-baru-di-kediri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2022 16:08:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bupati kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Dalang]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Mas Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[Wayang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=173075</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mendorong Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) untuk mencetak dalang muda demi keberlangsungan wayang di Kabupaten Kediri. Menurutnya, penguatan identitas diperlukan guna mempertahankan karakter sebuah daerah. Salah satunya, dengan menggalakkan wayang sekaligus pedalangan. Penguatan yang dimaksud, berupa mendidik kaum muda untuk mencintai budaya wayang ini. Utamanya mencetak dalang baru [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mendorong Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) untuk mencetak dalang muda demi keberlangsungan wayang di Kabupaten Kediri. Menurutnya, penguatan identitas diperlukan guna mempertahankan karakter sebuah daerah. Salah satunya, dengan menggalakkan wayang sekaligus pedalangan.</p>



<p>Penguatan yang dimaksud, berupa mendidik kaum muda untuk mencintai budaya wayang ini. Utamanya mencetak dalang baru melalui pendidikan pedalangan.</p>



<p>Untuk mewujudkan hal tersebut, bupati yang kerap disapa Mas Dhito tersebut, meminta Ketua Pepadi Kabupaten Kediri, Ki Gedhug Siswantoro, untuk terus mencari bakat-bakat dalang di Kabupaten Kediri. &#8220;Jadi, pada kesempatan malam hari ini kita bisa apa mementaskan wayang. Ki Gedhug Siswantoro, ini tugasnya adalah bagaimana wayang ini nanti bisa ada generasi mudanya,” kata Mas Dhito pada pagelaran wayang semalam suntuk di Kantor DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Kediri, Selasa (02/08/2022) tadi.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Mas Dhito mencontohkan, bagaimana Ki Gedhug ini sudah mulai mendalang sejak usianya 13 tahun. Menurutnya, Perjuangan melestarikan budaya inilah yang harusnya ada di kalangan muda Kabupaten Kediri.</p>



<p>Dalang muda, lanjut Mas Dhito, dapat ditemukan di sekolah-sekolah. Mulai usia 5 tahun hingga remaja. Mas Dhito berharap potensi ini dapat direspon oleh pelaku seni dan Pepadi sebagai induknya dalang di wilayahnya.</p>



<p>“Karena, saya datang ke beberapa sekolah itu sudah mulai ada (dalang) yang umur lima tahun, umur enam tahun,” katanya.</p>



<p>Dalam pagelaran wayang tersebut, Ki Gedhug Siswantoro memainkan lakon babad alas wonomarto. Sebagai informasi, lakon ini mengisahkan perjuangan pandawa dalam membangun hutan menjadi kerajaan yang nantinya disebut sebagai kerajaan Ngamarta.<strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">173075</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kajari Batu Gandeng Pewayangan Sosialisakan Masalah Hukum</title>
		<link>https://memontum.com/kajari-batu-gandeng-pewayangan-sosialisakan-masalah-hukum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2021 08:37:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dalang]]></category>
		<category><![CDATA[Kajari Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Wayang Kulit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133236</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Kejaksaan Negeri (Kejari) melakukan audiensi bersama Pengurus Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kota Batu, Rabu (27/01) tadi, di ruang kerja Kajari Kota Batu. Kajari Kota Batu, Supriyanto, mengaku sangat tertarik dan antusias dengan adanya PEPADI, karena dirinya bisa berkolaborasi dengan seni dan budaya dalam melakukan pencegahan terjadinya tindak pidana. “Melalui sosialisasi dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a rel="noreferrer noopener" href="https://memontum.com/133175-wawali-batu-sebut-ppkm-jilid-2-tidak-ada-sanksi-peringatan" data-type="URL" data-id="https://memontum.com/133175-wawali-batu-sebut-ppkm-jilid-2-tidak-ada-sanksi-peringatan" target="_blank">Kota Batu </a></strong>&#8211; Kejaksaan Negeri (Kejari) melakukan audiensi bersama Pengurus Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kota Batu, Rabu (27/01) tadi, di ruang kerja Kajari Kota Batu. </p>



<p>Kajari Kota Batu, Supriyanto, mengaku sangat tertarik dan antusias dengan adanya PEPADI, karena dirinya bisa berkolaborasi dengan seni dan budaya dalam melakukan pencegahan terjadinya tindak pidana.</p>



<p>“Melalui sosialisasi dengan media pewayangan dan seni lainnya. Tujuannya akan lebih mudah dan mengena sasaran dengan media pagelaran pewayangan yang sudah barang tentu disenangi oleh masyarakat,” katanya.</p>



<p>Dengan begitu, dirinya berharap agar bisa berkolaborasi dengan komunitas seni dan budaya untuk membantu menyampaikan pesan moral dan hukum kepada masyarakat. </p>



<p>“Disamping itu bisa melestarikan warisan budaya kita yang sungguh bagus. Adi luhung dan penuh tuntunan dalam pagelaran wayang kulit,” ungkapnya.</p>



<p>Melalui pendekatan bersama komunitas tersebut, Supriyanto mengatakan, jika sudah punya konsep program yang menyatukan tugas dan fungsi Kejaksaan dengan kegiatan pendalaman yang ada di Kota Batu.</p>



<p>“Melalui program Jaksa Peduli Seni dan Budaya. Kita harus berdayakan potensi yang ada di Kota Batu untuk membangun daerah dan melakukan penegakan hukum. Salah satunya adalah komunitas seni dan budaya,” paparnya.</p>



<p>Tidak hanya pedalangan yang notabenenya dari aspek tontonan <a href="https://memontum.com/133166-wakil-wali-kota-gelar-silaturahmi-dengan-pengurus-fkub-batu" data-type="URL" data-id="https://memontum.com/133166-wakil-wali-kota-gelar-silaturahmi-dengan-pengurus-fkub-batu" target="_blank" rel="noreferrer noopener">(hiburan</a>), akan tetapi jika di tonton secara khidmat juga mengandung wejangan.</p>



<p>&#8220;Dan kebetulan kami sangat menggandrungi seni dan budaya pewayangan,” tuturnya. <strong>(cw2/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133236</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kisah Hernowo Dalang Muda Asal Donomulyo Malang Selatan, Lestarikan Wayang Kulit Warisan Leluhur Nusantara</title>
		<link>https://memontum.com/kisah-hernowo-dalang-muda-asal-donomulyo-malang-selatan-lestarikan-wayang-kulit-warisan-leluhur-nusantara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2020 17:32:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dalang]]></category>
		<category><![CDATA[Donomulyo]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Wayang Kulit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/108527-kisah-hernowo-dalang-muda-asal-donomulyo-malang-selatan-lestarikan-wayang-kulit-warisan-leluhur-nusantara</guid>

					<description><![CDATA[Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri, apa tujuan kita dalam hidup ini?. Pastinya hidup bukan untuk sekedar lahir, menikah, melanjutkan keturunan, dan pulang kembali pada sang Pencipta. Itulah sekelumit pertanyaan yang ada dalam benak Hernowo muda. Terlahir dari keluarga biasa-biasa saja tanpa ada darah seni ndalang pada keluarganya, tapi ia mempunyai tekad untuk bisa menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri, apa tujuan kita dalam hidup ini?. Pastinya hidup bukan untuk sekedar lahir, menikah, melanjutkan keturunan, dan pulang kembali pada sang Pencipta. Itulah sekelumit pertanyaan yang ada dalam benak Hernowo muda. Terlahir dari keluarga biasa-biasa saja tanpa ada darah seni ndalang pada keluarganya, tapi ia mempunyai tekad untuk bisa menjadi seorang dalang, demi mewujudkan apa yang dicita-citakannya, melestarikan kesenian wayang kulit warisan leluhur nusantara. Kuncaraning budoyo anjayeng bawono. Seperti apakah kisahnya?…</p></blockquote>
<p>Hernowo (45) merasa tertarik dengan kesenian wayang kulit karena wayang kulit merupakan kesenian adi luhung yang mengajarkan banyak hal. “Disitu banyak pengajaran tentang kehidupan dan juga tentang ketuhanan, bisa juga dikatakan kesenian wayang kulit itu adalah kesenian yang sangat komplit disitu ada seni ukir, seni rupa, seni suara, seni sastra dan termasuk gending juga,” ujar pria asal Dukuh Sumbergentong Utara, Desa Tempursari RT37/RW10, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang ini.</p>
<p><div id="attachment_108529" style="width: 1290px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-108529" decoding="async" class="size-full wp-image-108529" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/FT-2-Dalang-Hernowo-dalam-salah-satu-pementasan-wayang-kulit.-Ia-memiliki-nama-panggung-Ki-Sabdo-Harnowo..jpeg?resize=740%2C416&#038;ssl=1" alt="Dalang Hernowo dalam salah satu pementasan wayang kulit. Ia memiliki nama panggung Ki Sabdo Harnowo" width="740" height="416" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/FT-2-Dalang-Hernowo-dalam-salah-satu-pementasan-wayang-kulit.-Ia-memiliki-nama-panggung-Ki-Sabdo-Harnowo..jpeg?w=1280&amp;ssl=1 1280w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/FT-2-Dalang-Hernowo-dalam-salah-satu-pementasan-wayang-kulit.-Ia-memiliki-nama-panggung-Ki-Sabdo-Harnowo..jpeg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/FT-2-Dalang-Hernowo-dalam-salah-satu-pementasan-wayang-kulit.-Ia-memiliki-nama-panggung-Ki-Sabdo-Harnowo..jpeg?resize=1024%2C576&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/FT-2-Dalang-Hernowo-dalam-salah-satu-pementasan-wayang-kulit.-Ia-memiliki-nama-panggung-Ki-Sabdo-Harnowo..jpeg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/FT-2-Dalang-Hernowo-dalam-salah-satu-pementasan-wayang-kulit.-Ia-memiliki-nama-panggung-Ki-Sabdo-Harnowo..jpeg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/FT-2-Dalang-Hernowo-dalam-salah-satu-pementasan-wayang-kulit.-Ia-memiliki-nama-panggung-Ki-Sabdo-Harnowo..jpeg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-108529" class="wp-caption-text">Dalang Hernowo dalam salah satu pementasan wayang kulit. Ia memiliki nama panggung Ki Sabdo Harnowo</p></div></p>
<p>Ketertarikannya dengan dunia pewayangan dimulai saat ia duduk di bangku SMP, akan tetapi karena rumahnya di pedesaan dan kurang mengerti sekolah dalang itu ada dimana akhirnya ia melanjutkan sekolah ke SMA Taman Siswa Donomulyo.</p>
<p>Selepas tamat SMA ia nekat belajar ndalang pada Ki Sutino Hardoko Carito dalang senior asal Eromoko, Wonogiri. Dari Ki Sutino inilah ia berhasil masuk ke sekolah pedalangan yang ada di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada tahun 1995. Setelah dari Kasunanan barulah ia nyantrik atau berguru dalang pada Ki Haji Panut Darmoko, dalang asal Nganjuk.</p>
<p>Ia bercerita ketika belajar ndalang pada Ki Panut ada perasaan bangga dan juga takut, apalagi ketika ia disuruh menghafal lakon-lakon yang biasa dipentaskan di pagelaran wayang kulit. “Ki Panut orangnya sangat disiplin sekali, bisa dikatakan kalau mengenang (Alm) Ki Panut sebagai bapak, sebagai guru dan sebagai teman karena beliau sangat piawai mendalang dan Ki Panut satu-satunya dalang yang pernah keliling dunia pada saat itu. Diluar negeri saat itu belum ada gamelan, jadi Ki Panut keliling dunia masih memakai kaset janur,” kenangnya dalang yang juga pernah magang pada Ki Sudjito, dalang asal Jember ini.</p>
<p>Bagi pria yang juga nyambi sebagai pranata adicara temu pengantin itu, dunia pedalangan sangat menyenangkan dan bisa membuatnya larut apalagi saat banyak tanggapan. “Dengan mendalang saya merasa lebih hidup, juga dunia pewayangan itu bagi saya tempat rekreasi yang sangat menyenangkan, yang jelas kalau banyak job atau tanggapan bisa dapat hasil lebih atau berkecukupan, dengan pekerjaaan dalang tadi. Tapi walaupun kelihatannya itu tanggapan yang mahal, yang jelas hasilnya juga dibagi-bagi sama krunya (sinden dll,red),” urainya.</p>
<p><div id="attachment_108528" style="width: 1290px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-108528" decoding="async" class="size-full wp-image-108528" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/FT-3-Selain-ndalang-Hernowo-juga-berprofesi-sebagai-pranata-adicara-temu-pengantin.-foto-ari.jpeg?resize=740%2C493&#038;ssl=1" alt="Selain ndalang, Hernowo juga berprofesi sebagai pranata adicara temu pengantin. (foto ari)" width="740" height="493" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/FT-3-Selain-ndalang-Hernowo-juga-berprofesi-sebagai-pranata-adicara-temu-pengantin.-foto-ari.jpeg?w=1280&amp;ssl=1 1280w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/FT-3-Selain-ndalang-Hernowo-juga-berprofesi-sebagai-pranata-adicara-temu-pengantin.-foto-ari.jpeg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/FT-3-Selain-ndalang-Hernowo-juga-berprofesi-sebagai-pranata-adicara-temu-pengantin.-foto-ari.jpeg?resize=1024%2C682&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/FT-3-Selain-ndalang-Hernowo-juga-berprofesi-sebagai-pranata-adicara-temu-pengantin.-foto-ari.jpeg?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/FT-3-Selain-ndalang-Hernowo-juga-berprofesi-sebagai-pranata-adicara-temu-pengantin.-foto-ari.jpeg?resize=600%2C400&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/FT-3-Selain-ndalang-Hernowo-juga-berprofesi-sebagai-pranata-adicara-temu-pengantin.-foto-ari.jpeg?resize=200%2C133&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-108528" class="wp-caption-text">Selain ndalang, Hernowo juga berprofesi sebagai pranata adicara temu pengantin. (foto ari)</p></div></p>
<p>Ia pun berharap seni pedalangan atau wayang perlu dan harus dilestarikan karena banyak nilai-nilai yang terkandung didalamnya, dan itu dilakukan tanpa harus meninggalkan kaidah atau pakem yang sudah ada. Kendati saat ini penonton banyak suka wayang yang banyak limbukan dan gojek punakawan. Ia menganggap hal itu sah-sah saja (wayang banyak limbukannya) tapi ia juga berpesan agar seni pewayangan jangan menghilangkan kaidah pewayangan itu sendiri dan jangan melenceng dari tujuan awal wayang diciptakan.</p>
<p>Baginya prinsip seorang dalang itu adalah mengagungkan, melestarikan dan juga mengembangkan budaya wayang kulit. Sebagai pelaku seni pedalangan pasti ada berbagai alasan tapi ia sangat yakin kalau dalang itu pasti berpegang teguh pada suatu kaidah budaya wayang yang adi luhung. Yang jelas wayang harus tetap relevan sepanjang waktu dan juga sepanjang zaman.</p>
<p>Ada sedikit cerita yang membuatnya terkesan waktu mentas di Gedung Kesenian Oro-Oro Ombo, Kota Batu. Saat itu ia diundang oleh 18 penghayat keyakinan atau kepercayaan yang ada di Propinsi Jawa Timur. “Banyak para sesepuh/pinisepuh yang menemui saya pada saat itu dan juga memberi petuah-petuah tentang kehidupan. Seperti hidup itu haruslah seperti kereta api berjalan diatas relnya, orang di dunia ini hidup harus berjalan seperti pakemnya, pasti akan selamat,” jelasnya.</p>
<p>Ia berpesan bagi generasi muda yang mengembangkan seni budaya untuk melestarikan budaya wayang kulit ini dengan sepenuh hati. “Seni pewayangan itu banyak ajaran tentang kehidupan, dengan semua itu mari kita lestarikan budaya <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Wayang_kulit" rel="noopener noreferrer" target="_blank">wayang kulit</a> itu sendiri. Falsafah dalam wayang itu harus bisa dimengerti, dihayati, dan diresapi oleh generasi muda di seluruh Nusantara. Kuncaraning budaya anjayeng bawono, semoga budaya Jawa kondang diseluruh dunia,” pungkas <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Dalang" rel="noopener noreferrer" target="_blank">dalang</a> dengan nama panggung Ki Sabdo Harnowo ini. <strong>(vie/jun)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">108527</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
