<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Dam Bagong &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dam-bagong/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Jul 2020 10:45:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Dam Bagong &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Nyadran Dam Bagong, Bentuk Rasa Syukur Masyarakat Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/nyadran-dam-bagong-bentuk-rasa-syukur-masyarakat-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2020 10:45:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Dam Bagong]]></category>
		<category><![CDATA[Nyadran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/118264-nyadran-dam-bagong-bentuk-rasa-syukur-masyarakat-trenggalek</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin ikuti kegiatan Nyadran Dam Bagong di tengah Pandemi Covid-19. Di daerah Kabupaten Trenggalek Nyadran sudah menjadi tradisi masyarakat yang wajib dilakukan. Nyadran ini dilakukan di Dam Bagong mengingat Dam tersebut didirikan oleh Adipati Minak Sopal pada jamannya. &#8220;Kegiatan ini merupakan salah satu hajat kebudayaan warga masyarakat Trenggalek [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin ikuti kegiatan Nyadran Dam Bagong di tengah Pandemi Covid-19. Di daerah Kabupaten Trenggalek Nyadran sudah menjadi tradisi masyarakat yang wajib dilakukan. Nyadran ini dilakukan di Dam Bagong mengingat Dam tersebut didirikan oleh Adipati Minak Sopal pada jamannya.</p>
<p>&#8220;Kegiatan ini merupakan salah satu hajat kebudayaan warga masyarakat Trenggalek yaitu Nyandran Dam Bagong. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk syukur masyarakat atas rejeki yang diberikan oleh Yang Kuasa seperti halnya kebutuhan air,&#8221; ucap Bupati usai melarung kepala kerbau ke sungai, Jumat (03/07/2020) siang.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-118267" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/Nyadran-Dam-Bagong-Bentuk-Rasa-Syukur-Masyarakat-Trenggalek.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/Nyadran-Dam-Bagong-Bentuk-Rasa-Syukur-Masyarakat-Trenggalek.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/Nyadran-Dam-Bagong-Bentuk-Rasa-Syukur-Masyarakat-Trenggalek.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/Nyadran-Dam-Bagong-Bentuk-Rasa-Syukur-Masyarakat-Trenggalek.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/Nyadran-Dam-Bagong-Bentuk-Rasa-Syukur-Masyarakat-Trenggalek.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Seperti yang diketahui aliran Sungai dari Dam Bagong ini menyebar ke lahan pertanian masyarakat. Musim panen yang dirasakan masyarakat pun juga tidak pernah ada kendala.</p>
<p>&#8220;Dan hari ini masyarakat bersedekah dengan membagikan daging kerbau sebagai bentuk syukur itu,&#8221; imbuhnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-118266" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200703-WA0028-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200703-WA0028-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200703-WA0028-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200703-WA0028-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200703-WA0028-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sedikit berbeda dengan Nyandran tahun lalu, tahun ini dilaksanakan secara terbatas mengingat masa pandemi Covid-19 masyarakat dilarang untuk berkumpul tau berkerumun.</p>
<p>&#8220;Rangkaian kegiatan Nyadran kali ini digelar dengan sederhana seperti kirim doa kepada leluhur Minak Sopal dan juga sesepuh yang ada di Kabupaten Trenggalek, dilanjutkan dengan melarung kepala kerbau ke dasar sungai Bagong,&#8221; kata M Nur Arifin.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-118265" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200703-WA0029-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200703-WA0029-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200703-WA0029-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200703-WA0029-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200703-WA0029-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Ia berharap kegiatan seperti ini tetap dilestarikan sehingga mampu membentuk sikap menghormati jasa leluhur yang berjuang demi kesejahteraan masyarakat dahulunya.</p>
<p>&#8220;Ini harus dilestarikan dan akan menjadi warisan budaya yang terus diingat. Agar nantinya anak cucu kita tau bagaimana perjuangan para leluhur demi mensejahterakan rakyatnya dahulu kala,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Perlu diketahui Nyadran ini dilakukan di hari jumat kliwon bulan selo. Dahulu tradisi Nyadran ini dilakukan dengan menyembelih gajah putih kemudian kepalanya di lempar ke Dam Bagong. Namun sekarang gajah putih sudah mulai langka sehingga diganti dengan kepala kerbau. <strong>(mil/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">118264</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pelajar Trenggalek Tenggelam Saat Mandi di Dam Bagong</title>
		<link>https://memontum.com/pelajar-trenggalek-tenggelam-saat-mandi-di-dam-bagong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jan 2020 13:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Dam Bagong]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/104617-pelajar-trenggalek-tenggelam-saat-mandi-di-dam-bagong</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Seorang pelajar di Kota Keripik Tempe harus meregang nyawa pasca tenggelam di Dam Bagong yang ada di Kelurahan Ngantru Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek. Diketahui pelajar tersebut adalah Akhmad Rifai (16) warga asal RT 10 RW 05 Desa Sumberdadi, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek. Berdasarkan informasi yang diterima, korban yang merupakan salah satu siswa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Seorang pelajar di Kota Keripik Tempe harus meregang nyawa pasca tenggelam di Dam Bagong yang ada di Kelurahan Ngantru Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek. Diketahui pelajar tersebut adalah Akhmad Rifai (16) warga asal RT 10 RW 05 Desa Sumberdadi, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang diterima, korban yang merupakan salah satu siswa di sekolah swasta di Trenggalek memang berniat mandi di Dam Bagong bersama 2 temannya.</p>
<p>&#8220;Kejadiannya sekitar pukul 11.30 siang. Dan saya mendapat kabar bahwa ada anak yang tenggelam langsung segera mendatangi lokasi, &#8221; ungkap Kasi Kelembagaan Kelurahan Ngantru, Tanto Asmiadi saat dikonfirmasi, Selasa (21/01/2020) siang.</p>
<p>Dikatakan Tanto, saat tiba di lokasi kejadian, diketahui ada 3 anak yang berada di Dam Bagong. 2 diantaranya selamat, sedangkan 1 anak meninggal dunia.</p>
<p>Menurut pengakuan salah satu korban selamat, ketiganya memang diketahui tidak bisa berenang. Mengetahui ada yang tenggelam, mereka langsung meminta tolong kepada warga sekitar untuk mencari temannya yang tenggelam.</p>
<p>&#8220;Ketiga anak terdebut semuanya tidak bisa berenang jadi tidak bisa menyelamatkan yang tenggelam. Akhirnya, yang 2 anak naik ke atas dan membagi tugas, 1 menghubungi keluarganya dan 1 yang 1 lagi memanggil warga sekitar,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Masih terang Tanto, proses pencarian korban berlangsung sekitar 15 menit dan dibantu oleh 6 orang warga. Karena kondisi korban yang tenggelam terlalu dalam, hanya beberapa warga saja yang berani menyelam kedasar sungai untuk mengambil jasad korban.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan. <strong>(mil/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">104617</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Arifin Lempar Kepala Kerbau di Dam Bagong</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-arifin-lempar-kepala-kerbau-di-dam-bagong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jul 2019 13:31:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bupati trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Dam Bagong]]></category>
		<category><![CDATA[Nyadran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/88562-bupati-arifin-lempar-kepala-kerbau-di-dam-bagong</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Lestarikan tradisi Nyadran, Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin beserta istri ikut melempar kepala kerbau ke Dam Bagong. Upacara adat yang dilakukan ini disebut dengan bersih Dam Bagong atau Nyadran. Berbicara Trenggalek tentu tak lepas dari kisah Menak Sopal yang membangun Dam Bagong. Kisah tersebut juga yang melatar belakangi tradisi Nyadran oleh masyarakat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Lestarikan tradisi Nyadran, Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin beserta istri ikut melempar kepala kerbau ke Dam Bagong. Upacara adat yang dilakukan ini disebut dengan bersih Dam Bagong atau Nyadran.</p>
<p>Berbicara Trenggalek tentu tak lepas dari kisah Menak Sopal yang membangun Dam Bagong. Kisah tersebut juga yang melatar belakangi tradisi Nyadran oleh masyarakat Kelurahan Ngantru yang terus dilestarikan hingga sekarang.</p>
<div id="attachment_20597" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-20597" decoding="async" class="size-full wp-image-20597" src="https://i0.wp.com/pemerintahan.memontum.com/wp-content/uploads/sites/5/2019/07/IMG-20190719-WA0198-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Bupati Trenggalek bersama istri mengikuti upacara adat bersih Dam Bagong " width="650" height="366" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-20597" class="wp-caption-text"><strong>Bupati Trenggalek bersama istri mengikuti upacara adat bersih Dam Bagong </strong></p></div>
<p>Turut menjadi bagian melestarikan tradisi turun temurun tersebut, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, didampingi istri Novita Hardiny yang ikut melempar kepala kerbau ke Dam Bagong, Jum&#8217;at (19/7/2019) siang.</p>
<p>Tradisi Nyadran merupakan wujud rasa syukur masyarakat petani kepada Tuhan. Dengan adanya Dam Bagong, persediaan pengairan untuk persawahan dan ladang warga terjamin. Acara juga terselenggara berkat hasil dari sedekah dari para petani yang teraliri sungai dari Dam Bagong untuk kemudian digelar tasyakuran.</p>
<p>&#8220;Jangan lupakan sejarah, pendahulu maupun agama kita mengajarkan kepada kita untuk mengambil hikmah dari sejarah tersebut, &#8221; ucap Bupati Nur Arifin.</p>
<p>Bupati Trenggalek tersebut juga menghimbau agar tradisi Nyadran tidak hanya dibesarkan acaranya, tetapi juga ditambah kekhidmatan acaranya.</p>
<p>&#8220;Kita menghormati leluhur, khususnya Menak Sopal yang sudah membangun Dam Bagong sejak abad ke-16 dan mengairi ribuan hektar lahan sawah di Kabupaten Trenggalek, khususnya di Kecamatan Trenggalek dan Pogalan, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Arifin mengungkapkan, Menak Sopal merupakan tokoh yang pertama kali membuat Trenggalek yang terkenal dengan kekeringannya bisa teraliri air. Dengan membangun Dam Bagong ini.</p>
<p>&#8220;Semoga upacara adat bersih Dam Bagong ini akan tetap dijaga dan dilestarikan sebagai bentuk penghormatan kita kepada leluhur yaitu Ki Ageng Minak Sopal dalam memberikan kehidupan kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Trenggalek, &#8221; pungkas Arifin.</p>
<p>Dalam sejarahnya, Bagong memang tidak dibangun sendirian oleh Menak Sopal, namun juga atas bantuan masyarakat sekitar. Sehingga untuk mengenang keguyub rukunan tersebut, hingga saat ini masyarakat bersedekah hewan kerbau.</p>
<p>Kepalanya dilempar lalu diperebutkan lagi oleh masyarakat, sementara dagingnya dibagikan juga kepada masyarakat yang telah bergotong royong melestarikan tradisi tersebut. <strong>(mil/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88562</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
