<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Dampak Tsunami Selat Sunda &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dampak-tsunami-selat-sunda/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 Dec 2018 02:03:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Dampak Tsunami Selat Sunda &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dampak Tsunami Selat Sunda, Kunjungan Wisatawan ke Pantai di Situbondo Menurun</title>
		<link>https://memontum.com/dampak-tsunami-selat-sunda-kunjungan-wisatawan-ke-pantai-di-situbondo-menurun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Dec 2018 02:03:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Tsunami Selat Sunda]]></category>
		<category><![CDATA[Kunjungan Wisatawan ke Pantai di Situbondo Menurun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=70984</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Bencana tsunami yang menerjang Selat Sunda berdampak terhadap kunjungan wisawatan ke obyek wisata pantai yang ada di Kabupaten Situbondo. Menurut keterangan warga setempat, Yon Maryono (53) mengatakan, sejak terjadi tsunami jumlah pengunjung sangat sedikit dibandingkan hari biasa. Namun, ia menambahkan, masih ada beberapa pengunjung yang membawa pasangan dan keluarganya untuk sekadar menikmati [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo &#8211;</strong> Bencana tsunami yang menerjang Selat Sunda berdampak terhadap kunjungan wisawatan ke obyek wisata pantai yang ada di Kabupaten Situbondo. Menurut keterangan warga setempat, Yon Maryono (53) mengatakan, sejak terjadi tsunami jumlah pengunjung sangat sedikit dibandingkan hari biasa.</p>
<p>Namun, ia menambahkan, masih ada beberapa pengunjung yang membawa pasangan dan keluarganya untuk sekadar menikmati panorama pantai di sini. &#8220;Mungkin hanya pengunjung yang berani saja yang datang, &#8221; ujar Yon Maryono, saat diwawancarai Wartawan Memontum.com di lokasi.</p>
<p><iframe loading="lazy" title="WhatsApp Video 2018 12 31 at 08 30 55" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/rQ1AnMMq0rk?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Jika biasanya saat memasuki libur akhir tahun, antrean kendaraan yang menuju ke obyek wisata pantai di Pasir Putih mengular, tahun ini tidak terjadi lagi. &#8220;Jika dilihat dari pos retribusi tidak begitu banyak antrean kendaraan,&#8221; kata Direktur Perusda Pasir Putih, HM Danial Maulana, SH MH saat dikonfirmasi Wartawan Memontum.com, Minggu sore (30/12/2018).</p>
<p>Danial menerangkan, dari data Perusda Pasir Putih, untuk data perbandingan kunjungan H &#8211; 10 s/d 30 Desember Tahun 2017 : hari ke 1 s/d 9 (10.752 Pengunjung). Untuk Tahun 2018 : hari ke 1 s/d 9 /saat ini (7.089 Pengunjung).</p>
<p>&#8220;Jumlah kunjungan wisatawan ke Pasir Putih sejak hari ke satu hingga pada hari ke sembilan. Minggu (30/12/2018) turun mencapai 34 persen dari hitungan sembilan hari, &#8220;ungkapnya. Sambung Danial, pengunjung sebagian besar mengunjungi kawasan pantai. Sementara pada Minggu (30/12/2018) wisata Pantai di Pasir Putih sepi peminat. Menurut Danial, salah satu penyebabnya adalah warga khawatir terjadi tsunami secara tiba-tiba di kawasan Pantai.</p>
<p>&#8220;Wisatawan yang khawatir, terlihat beberapa wisatawan yang akan masuk pos retribusi bertanya mengenai potensi tsunami kepada petugas,&#8221; ujarnya. Selain itu, Danial menyebut, penyebab lain turunnya pengunjung di obyek wisata Pantai Pasir Putih, lantaran banyak pembatalan kunjungan dan jadwal hari libur yang belum serentak.</p>
<p>&#8220;Secara umum pantai di Pasir Putih aman dikunjungi, asal mematuhi perintah petugas,&#8221; katanya. Lanjut Danial, setiap akhir tahun kita gelar kegiatan syukuran sekaligus do&#8217;a bersama di setiap pintu masuk dan di tiap-tiap hotel. Serta untuk malam tahun baru konser musik ditiadakan, digantikan kegiatan do&#8217;a bersama di area Pantai Pasir Putih.</p>
<p>&#8221; Sambut pergantian malam tahun baru 2019, untuk konser musik ditiadakan, diganti sholawat do&#8217;a bersama,&#8221; pungkasnya. Ditambahkan Danial, patuhi peraturan, pihaknya dalam posisi siaga menghadapi momen liburan akhir tahun ini.</p>
<p>Puluhan personil petugas keamanan disebar di sejumlah kawasan pantai. Ia berharap wisatawan dapat mematuhi segala himbauan yang diberikan. &#8220;Utamakan keselamatan, patuhi aba-aba petugas dan tetap selalu waspada,&#8221; ujarnya.(im/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">70984</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dampak Tsunami Selat Sunda, Disparbud Kuatir Target Kunjungan Wisata Tak Tercapai</title>
		<link>https://memontum.com/dampak-tsunami-selat-sunda-disparbud-kuatir-target-kunjungan-wisata-tak-tercapai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Dec 2018 11:06:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Tsunami Selat Sunda]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud Kuatir Target Kunjungan Wisata Tak Tercapai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=70599</guid>

					<description><![CDATA[Memontum-Malang&#8211;Pasca tsunami yang menerjang pesisir Selat Sunda, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang khawatir target kunjungan wisatawan tahun 2018 ini tidak tercapai. Padahal Disparbud Kabupaten Malang menargetkan kunjungan 7 juta wisatawan dengan mengandalkan wisata pantai. Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara saat dihubungi mengatakan, segala sesuatu masih mungkin saja terjadi. Terlebih, bencana memang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="auto"><strong>Memontum-Malang&#8211;</strong>Pasca tsunami yang menerjang pesisir Selat Sunda, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang khawatir target kunjungan wisatawan tahun 2018 ini tidak tercapai. Padahal Disparbud Kabupaten Malang menargetkan kunjungan 7 juta wisatawan dengan mengandalkan wisata pantai.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara saat dihubungi mengatakan, segala sesuatu masih mungkin saja terjadi. Terlebih, bencana memang tidak bisa diprediksi datangnya. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan, banyak wisatawan yang masih was-was untuk pergi ke pantai dan berdampak pada menurunnya jumlah kunjungan.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">&#8220;Jika melihat kondisi alamnya seperti ini, saya berharap seluruh pihak bisa maklum. Apalagi misal angka wisatawan tidak bisa memenuhi target,&#8221; ungkapnya.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Sebab, lanjut Made, biasanya libur akhir tahun merupakan momentum untuk mendongkrak kunjungan wisata, utamanya sektor pantai.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">&#8220;Sekarang ini masyarakat waspada pasca adanya bencana alam Tsunami itu. Namun,  jika melihat pada libur Natal dan Tahun Baru ditahun-tahun sebelumnya, jumlah wisatawan selalu meningkat,  tapi untuk akhir tahun ini berkurang,&#8221; jelasnya</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Untuk itu, tambah Made, pihaknya bakal meninjau beberapa lokasi pantai untuk melihat kesiapan pengelola dari segala aspek, baik yang menyangkut kenyamanan, keamanan dan keselamatan wisatawan.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">&#8220;Kami akan meninjau pantai-pantai di Malang Selatan untuk memastikan kesiapan pengelola dalam menghadapi bencana yang mungkin terjadi, entah itu baywatch-nya (penjaga pantai) atau rambu-rambu batas amannya,&#8221; pungkasnya.(sur/oso)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">70599</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
